Appa, Bogoshipta Scene 10 End

Appa, Bogoshipta Scene 10 End

Present by

Lee Midah

Cast :

Xi Luhan EXO-M    ||    Kwon Yuri SNSD

Kim Taeyeon SNSD

Oh Sehun Exo-K  || Im Yoona SNSD|| Lee Sunny SNSD || Lay Exo-M || Lee Ahreum ( OC )

Other Exo SNSD

Genre Romance Fluff Hurt Family | Length Multichpater | Rating PG-16

Disclaimer

Cerita terinspirasi dari film kayaknya tapi kagak tahu film apa hahaha XD, ceritanya mungkin pasaran jadi jika ada kesamaan plot cerita atau gambaran tokoh itu hal tidak disengaja dan cerita ini Sequel dari Believe Me, I Love You My Yul ūüėÄ . Cast All belong to theyself, they parent and God.

Note :

¬ģFanfiction Copyright Exoshidae Fanfiction ¬© Lee Midah

If You Don’t Like Pairing Couple, Don’t Read And Close Your Tab!!!

Don’t Bashing!!!! Typo is Art of Writing ^__^

Happy Reading!!! ^__^ Continue reading

[Freelance] The Tragedy of 14 February (Chapter 1)‚ÄŹ

edit

Title  : The Tragedy of 14 February

Author  : Jung Soo Hee

Lenght : Multichapter

Rating : PG-15

Genre : Romance, Friendship

Cast : SNSD , EXO MEMBER

Note  :  Again about Luyoon, jangan bosan ya sama castnya maklum lah author ini fawns jadi ya kadang fanfictionnya selalu ada Luhan dan Yoona. Berharap suka selamat menikmati~ Let’s see http://sooheej.wordpress.com/

Author POV

Ada 4¬†sahabat¬†yang¬†terdiri¬†dari¬†2¬†yeoja¬†dan¬†2¬†namja¬†yaitu¬†Jessica,Tiffany,Chanyeol,dan¬†Kris,¬†ya¬†mereka¬†menjadi¬†sahabat¬†karena¬†ada¬†rasa¬†sayang¬†yang¬†lebih¬†dari¬†sekedar¬†teman, Kris¬†dengan¬†Jessica¬†sedangkan¬†Tiffany¬†dengan¬†Chanyeol.¬†Saat¬†mereka¬†melakukan¬†fitting¬†baju¬†pernikahan¬†mereka¬†Kris¬†menyeletuk¬†‚ÄúBagaimana¬†jika¬†suatu¬†saat¬†kita¬†memiliki¬†anak¬†dengan¬†jenis¬†kelamin¬†berbeda,¬†kita¬†jodohkan¬†mereka.¬†Apa¬†kalian¬†setuju?‚Ä̬†Ucapan¬†Kris¬†membuat¬†3 orang yang¬†berada¬†di¬†tempat¬†itu¬†bingung¬†tapi¬†ada¬†baiknya¬†juga¬†supaya¬†mereka¬†masih¬†bisa¬†bertemu.¬† Continue reading

Say Yes

Say Yes SunHo

Say Yes

By kissmedeer

Main Cast : Suho // Sunny

Romance-Fluff and All Rated

[Inspired from Jason Chen ‚Äď Unexpectedly Music Video]

Banyak yang bilang bahwa jatuh cinta pada pandangan pertama itu benar-benar ada. Sebagai pria yang cukup dewasa, mandiri, dan selalu berpikiran lurus seperti Suho ini tidak pernah percaya dengan adanya jatuh cinta pada pandangan pertama. Namun, semuanya berubah ketika wanita itu menumpahkan seluruh perhatiannya.

.

.

.

Mungkin banyak barista di Korea Selatan yang membuat kopi dengan rasa yang sempurna dan harum yang semerbak. Tapi, kopi buatan barista yang satu ini selalu menjadi kesukaan dari wanita cantik jurusan design ini, Sunny.

Dia selalu menghabiskan wakutnya untuk menggambar dengan kopi sebagai temannya di sore menjelang malam itu. Setiap hari dia datang ke café yang sama untuk memesan kopi yang sama di barista yang sama juga.

Begitupun hari ini.

‚ÄúCappuccino Latte?‚ÄĚ Barista yang satu ini memang berbeda dengan yang lain jika menghadapi Sunny.

Sunnyoca terkekeh pelan, ‚Äúkau terlalu mengenalku dengan baik, Suho.‚ÄĚ

‚ÄúTentu.‚ÄĚ Balas Suho dengan senyuman yang terlukiskan di wajah tampannya tersebut.

Sunny berbalik lalu duduk di tempat biasanya. Dia mulai membuka buku sketsanya dan mengukir berbagai goresan-goresan kasar dan lembut dari pensil miliknya. Terkadang dia tersenyum sembari menggambar.

‚ÄúCappuccino Latte, Sunny.‚ÄĚ Pesanan milik Sunny sudah siap. Sunny bangun dari bangkunya lalu berjalan ke sebuah meja yang bertuliskan pick-up.

‚ÄúThanks.‚ÄĚ Ucap Sunny sambil mengambil pesanannya.

‚ÄúSama-sama.‚ÄĚ Balas Suho.

Sunny berjalan kembali menuju tempatnya dengan mata yang melirik ke arah foam yang bentuk yang berbeda tiap harinya.

‚ÄúDaun.‚ÄĚ Gumam Sunny sambil duduk di tempatnya dan meneguk cappuccino tersebut.

.

.

.

Lahir dari keluarga yang cukup kaya. Harta yang dimiliki oleh Suho cukup berlimpah. Dia menjadi seorang barista bukan karena ketidakmampuannya. Namun hobinya lah yang membawanya hingga saat ini.

Memiliki café dan diatur oleh dirinya sendiri dengan teman semasa kecilnya itu adalah kegiatan yang sangat membahagiakan dihidupnya.

Namun, hidupnya jauh lebih indah ketika Sunny menjadi pelanggan tetap di cafenya. Bukan hanya cafenya, bahkan di hati Suho.

‚ÄúFighting, Suho!‚ÄĚ Semangat dari teman masa kecilnya itu masih terngiang di otaknya.

Sekarang Suho tengah melakukan aktivitasnya. Dia menuang foam ke atas cappuccino dan menggerakkannya hingga menyatu dan membentuk sebuah karya indah di atas cappuccino yang lezat itu.

Foam yang menyatu itu pasti indah bagi orang yang tidak bisa membuatnya. Berbeda dengan Suho, dia seorang dari pemilik café ini dan barista utama. Dia harus membuat yang jauh lebih istimewa lagi.

Cangkir cappuccino yang masih panas pertamapun dibuang begitu saja olehnya.

Cangkir kedua dibuang.

Cangkir ketiga juga.

Bahkan cangkir keempat.

Namun Suho tidak pernah menyerah. Minimalnya, sebuah ukiran tulisan dari foam untuk tanggal 14 nanti‚ÄĒbesok.

.

.

.

14 February 2014

Suho sebenarnya sangat membenci tanggal tersebut. Mungkin tanggal tersebut dangat dinantikan oleh para pasangan lainnya. Sedangkan Suho? Salah seorang yang masih berstatus single sampai saat ini hanya akan menganggap hari ini adalah hari canggung bagi mereka yang tidak memiliki pasangan.

Berbeda di tahun 2014 ini. Sesuatu bergejolak kegirangan di hati Suho. Seharusnya dia nampak murung karena banyak pelanggan yang berpasangan memasuki café miliknya. Membuat hati Suho terpojokkan, merasa jengkel, merasa canggung.

Pukul dua belas siangpun berlalu begitu saja.

Suho menghelakan nafasnya. Seharusnya, Sunny sudah tiba setengah jam yang lalu. Berteduh dari teriknya matahari sambil membuat sketsa.

Tapi, batang hidung Sunnypun tidak nampak dari setengah jam yang lalu.

‚ÄúSuho?‚ÄĚ Panggilan dari temannya itu mengoyakkan lamunannya.

‚ÄúYa?‚ÄĚ Respon Suho sambil menoleh. Temannya memberi kode bahwa ada pelanggan yang datang.

Dengan cepat Suho berjalan ke meja pemesanan.

‚ÄúSelamat siang, mau pesan apa?‚ÄĚ Sambut Suho.

‚ÄúDid you ask me?‚ÄĚ Tanya sang pelanggan tersebut yang ternyata adalah orang yang Suho tunggu sedari tadi, Sunny.

‚ÄúCappuccino latte?‚ÄĚ Tebak Suho.

‚ÄúTentu.‚ÄĚ Balas Sunny dengan senyuman termanisnya.

‚ÄúTunggu sebentar.‚ÄĚ Sunnypun berjalan dan duduk di tempat yang biasa.

.

.

.

Suho yang sedang mengunggu cappuccino latte yang sedang dibuat oleh temannya untuk diberi foam malah berjalan keluar dari bar yang dia tempati sedari tadi. Meja kosong yang masih berantakan itu perlu dibereskan secepatnya.

Meja yang terletak tepat disebelah meja Sunny.

Suho meraih kain putih untuk membersihkan sisa kotoran yang ada diatas meja tersebut. Tiba-tiba Sunny bangkit berdiri ke kamar mandi. Bodohnya, buku sketsa dia terbuka lebar begitu saja.

Dengan sekali lirikkan, Suho bisa menyadari apa yang terlukis di atas kertas sketsa itu.

Seorang lelaki yang sedang meletakkan foam di atas latte.

Suho tersentak, apakah itu dirinya?

Sunnypun keluar dari kamar mandi dan dengan cepat dia kembali ke bar-nya.

.

.

.

‚ÄúCappuccino latte, Sunny.‚ÄĚ Suho menyebutkan pesanan Sunny. Sunnypun berjalan ke meja yang bertuliskan pick-up.

Sunny meraih pesanannya, ‚ÄúGomawo, Suho.‚ÄĚ

‚ÄúSama-sama.‚ÄĚ Sebuah smirk terpampang di wajah tampannya.

Merasa adanya keganjalan, Sunny menoleh ke pesananannya.

‚ÄėDate?‚Äô

Sunny mengerjapkan matanya berkali-kali. Rasanya dia terbang ke langit ketujuh lalu terhempas di atas kasur yang empuk yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga yang harum.

‚ÄúSunny,‚ÄĚ Panggil Suho.

Sunny menoleh. ‚ÄúJadi?‚ÄĚ Lanjut Suho tiba-tiba.

Sunny tersenyum, ‚Äúaku sedang berpikir.‚ÄĚ

‚ÄúBerpikir apa?‚ÄĚ Tanya Suho balik.

Sunny menyunggingkan senyumannya lalu menyesap cappuccino latte miliknya.

‚ÄúBagaimana caranya untuk tidak mengatakan ‚Äėtidak‚Äô?‚ÄĚ Tanya Sunny.

Suho tersenyum hingga gusinya yang khas itu terpampang jelas.

‚ÄúJust say yes.‚ÄĚ

.

.

.

.

.

THE END