[Freelance] We Meet Again

We Meet Again.

wma 

Author: Ameyliawt

 RatingPG-15

Length Vignette

Casts: Chanyeol, Tiffany, and other

Genre: Sad, Romance, Fluff

Disclaimer: Murni imajinasi sendiri, cast milik Tuhan,SM,dan fans mereka

A/N:

FF pertama, hasil pemikiran sendiri, masih abal—abal. Mohon maaf kalau jelek harap dimaklumi/? Karna ini first, saya minta apresiasi kalian buat komentar ya.

 

Continue reading

Advertisements

[Special Taeyeon’s Birthday] I See the Light

poster-tantriprtstht-iseethelight

Title

I See the Light

Author

Tantriprtstht

Length

Oneshot

Genre

Dream, Alternative Universe, Sad Romance, Fluff

 

Rating

PG-13

 

Main cast

Taeyeon (SNSD)

 

Desclaimer

The story is 100% mine. Kalau ngambil tanpa seizin Author, artinya plagiator! Hapus plagiator! No silent reader, hargai karya Author dengan comment but no bashing! Cast bukan milik saya melainkan Tuhan Yang Maha Esa dan Orang tua mereka masing-masing serta entertainment mereka. Sorry for bad story, I’m just newbie.

 

Poster by

Yoora Art Design

 

TAEYEON POV

 

All those days watching from the windows. All those years outside looking in. All that time never even knowing, just how blind I’ve been?

Apa kabar? Jimat keberuntunganku. Hari yang kita berdua tunggu telah tiba, maaf membuatmu cukup lama menunggu. Sejak hari itu, aku sudah belajar sekeras mungkin yang kubisa. Sampai terkadang aku diejek anti social oleh kedua temanku.

Jimat keberuntunganku, apa kau rindu padaku? Aku sudah berusaha menahan rasa rinduku padamu dengan bekerja keras. Tapi bagian dari rasa rindu itu selalu mengikutiku kemanapun aku pergi. Sekecil apapun, seringan apapun.

Apa kau tahu, mulai musim semi nanti aku akan tinggal sendirian. Di tempat yang jauh dari keluargaku, dari dirimu juga. Kau tahu kan aku tidak jago memasak….. Apa kau sudah menyiapkan berbagai menu yang bisa kumasak di rumah baruku nanti? Cukup tulisan juga tidak apa, aku akan senang hati menerimanya.

Continue reading

[Freelance] In Your Eyes (Chapter 8 – Just Love You)

in your eyes 2

Title : In Your Eyes

Author : PinkyPark (@putrii_tasha) & Potterviskey (@yrkim19)

Main Cast : GG’s Im Yoona & EXO’s Park Chanyeol

Supporting Cast : GG’s Jung Sooyeon, EXO’s Kim Jongin, (OC’s) Park Minhwa, (OC’s) Kim Youngran

Genre : Romance, Fluff, Family, Hurt

Rating : G

Length : Chaptered

Disclaimer : We own this fic’s plot and idea only. Cast belongs to God. So please respect with your comment. Don’t copy-paste or plagiarism! Thanks! and enjoy reading guys 🙂

 

Continue reading

Say Yes

Say Yes SunHo

Say Yes

By kissmedeer

Main Cast : Suho // Sunny

Romance-Fluff and All Rated

[Inspired from Jason Chen – Unexpectedly Music Video]

Banyak yang bilang bahwa jatuh cinta pada pandangan pertama itu benar-benar ada. Sebagai pria yang cukup dewasa, mandiri, dan selalu berpikiran lurus seperti Suho ini tidak pernah percaya dengan adanya jatuh cinta pada pandangan pertama. Namun, semuanya berubah ketika wanita itu menumpahkan seluruh perhatiannya.

.

.

.

Mungkin banyak barista di Korea Selatan yang membuat kopi dengan rasa yang sempurna dan harum yang semerbak. Tapi, kopi buatan barista yang satu ini selalu menjadi kesukaan dari wanita cantik jurusan design ini, Sunny.

Dia selalu menghabiskan wakutnya untuk menggambar dengan kopi sebagai temannya di sore menjelang malam itu. Setiap hari dia datang ke café yang sama untuk memesan kopi yang sama di barista yang sama juga.

Begitupun hari ini.

Cappuccino Latte?” Barista yang satu ini memang berbeda dengan yang lain jika menghadapi Sunny.

Sunnyoca terkekeh pelan, “kau terlalu mengenalku dengan baik, Suho.”

“Tentu.” Balas Suho dengan senyuman yang terlukiskan di wajah tampannya tersebut.

Sunny berbalik lalu duduk di tempat biasanya. Dia mulai membuka buku sketsanya dan mengukir berbagai goresan-goresan kasar dan lembut dari pensil miliknya. Terkadang dia tersenyum sembari menggambar.

Cappuccino Latte, Sunny.” Pesanan milik Sunny sudah siap. Sunny bangun dari bangkunya lalu berjalan ke sebuah meja yang bertuliskan pick-up.

Thanks.” Ucap Sunny sambil mengambil pesanannya.

“Sama-sama.” Balas Suho.

Sunny berjalan kembali menuju tempatnya dengan mata yang melirik ke arah foam yang bentuk yang berbeda tiap harinya.

“Daun.” Gumam Sunny sambil duduk di tempatnya dan meneguk cappuccino tersebut.

.

.

.

Lahir dari keluarga yang cukup kaya. Harta yang dimiliki oleh Suho cukup berlimpah. Dia menjadi seorang barista bukan karena ketidakmampuannya. Namun hobinya lah yang membawanya hingga saat ini.

Memiliki café dan diatur oleh dirinya sendiri dengan teman semasa kecilnya itu adalah kegiatan yang sangat membahagiakan dihidupnya.

Namun, hidupnya jauh lebih indah ketika Sunny menjadi pelanggan tetap di cafenya. Bukan hanya cafenya, bahkan di hati Suho.

“Fighting, Suho!” Semangat dari teman masa kecilnya itu masih terngiang di otaknya.

Sekarang Suho tengah melakukan aktivitasnya. Dia menuang foam ke atas cappuccino dan menggerakkannya hingga menyatu dan membentuk sebuah karya indah di atas cappuccino yang lezat itu.

Foam yang menyatu itu pasti indah bagi orang yang tidak bisa membuatnya. Berbeda dengan Suho, dia seorang dari pemilik café ini dan barista utama. Dia harus membuat yang jauh lebih istimewa lagi.

Cangkir cappuccino yang masih panas pertamapun dibuang begitu saja olehnya.

Cangkir kedua dibuang.

Cangkir ketiga juga.

Bahkan cangkir keempat.

Namun Suho tidak pernah menyerah. Minimalnya, sebuah ukiran tulisan dari foam untuk tanggal 14 nanti—besok.

.

.

.

14 February 2014

Suho sebenarnya sangat membenci tanggal tersebut. Mungkin tanggal tersebut dangat dinantikan oleh para pasangan lainnya. Sedangkan Suho? Salah seorang yang masih berstatus single sampai saat ini hanya akan menganggap hari ini adalah hari canggung bagi mereka yang tidak memiliki pasangan.

Berbeda di tahun 2014 ini. Sesuatu bergejolak kegirangan di hati Suho. Seharusnya dia nampak murung karena banyak pelanggan yang berpasangan memasuki café miliknya. Membuat hati Suho terpojokkan, merasa jengkel, merasa canggung.

Pukul dua belas siangpun berlalu begitu saja.

Suho menghelakan nafasnya. Seharusnya, Sunny sudah tiba setengah jam yang lalu. Berteduh dari teriknya matahari sambil membuat sketsa.

Tapi, batang hidung Sunnypun tidak nampak dari setengah jam yang lalu.

“Suho?” Panggilan dari temannya itu mengoyakkan lamunannya.

“Ya?” Respon Suho sambil menoleh. Temannya memberi kode bahwa ada pelanggan yang datang.

Dengan cepat Suho berjalan ke meja pemesanan.

“Selamat siang, mau pesan apa?” Sambut Suho.

Did you ask me?” Tanya sang pelanggan tersebut yang ternyata adalah orang yang Suho tunggu sedari tadi, Sunny.

Cappuccino latte?” Tebak Suho.

“Tentu.” Balas Sunny dengan senyuman termanisnya.

“Tunggu sebentar.” Sunnypun berjalan dan duduk di tempat yang biasa.

.

.

.

Suho yang sedang mengunggu cappuccino latte yang sedang dibuat oleh temannya untuk diberi foam malah berjalan keluar dari bar yang dia tempati sedari tadi. Meja kosong yang masih berantakan itu perlu dibereskan secepatnya.

Meja yang terletak tepat disebelah meja Sunny.

Suho meraih kain putih untuk membersihkan sisa kotoran yang ada diatas meja tersebut. Tiba-tiba Sunny bangkit berdiri ke kamar mandi. Bodohnya, buku sketsa dia terbuka lebar begitu saja.

Dengan sekali lirikkan, Suho bisa menyadari apa yang terlukis di atas kertas sketsa itu.

Seorang lelaki yang sedang meletakkan foam di atas latte.

Suho tersentak, apakah itu dirinya?

Sunnypun keluar dari kamar mandi dan dengan cepat dia kembali ke bar-nya.

.

.

.

Cappuccino latte, Sunny.” Suho menyebutkan pesanan Sunny. Sunnypun berjalan ke meja yang bertuliskan pick-up.

Sunny meraih pesanannya, “Gomawo, Suho.”

“Sama-sama.” Sebuah smirk terpampang di wajah tampannya.

Merasa adanya keganjalan, Sunny menoleh ke pesananannya.

‘Date?’

Sunny mengerjapkan matanya berkali-kali. Rasanya dia terbang ke langit ketujuh lalu terhempas di atas kasur yang empuk yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga yang harum.

“Sunny,” Panggil Suho.

Sunny menoleh. “Jadi?” Lanjut Suho tiba-tiba.

Sunny tersenyum, “aku sedang berpikir.”

“Berpikir apa?” Tanya Suho balik.

Sunny menyunggingkan senyumannya lalu menyesap cappuccino latte miliknya.

“Bagaimana caranya untuk tidak mengatakan ‘tidak’?” Tanya Sunny.

Suho tersenyum hingga gusinya yang khas itu terpampang jelas.

Just say yes.

.

.

.

.

.

THE END

[Freelance] In Your Eyes (Chapter 7 – Perfect Have I Loved)

in your eyes 2

Title : In Your Eyes

Author : PinkyPark (@putrii_tasha) & Potterviskey (@yrkim19)

Main Cast : GG’s Im Yoona & EXO’s Park Chanyeol

Supporting Cast : GG’s Jung Sooyeon, EXO’s Kim Jongin, (OC’s) Park Minhwa, (OC’s) Kim Youngran

Genre : Romance, Fluff, Family, Hurt

Rating : G

Length : Chaptered

Disclaimer : We own this fic’s plot and idea only. Cast belongs to God. So please respect with your comment. Don’t copy-paste or plagiarism! Thanks! and enjoy reading guys 🙂

Posted in :

exoshidaefanfic.wordpress.com
readfanfiction.wordpress.com
mickeymo125.wordpress.com
pinkypark88.wordpress.com

.

.

= Chapter 7 – Perfect Have I Loved =

Jadi dengar. Jika suatu hari nanti aku melepas tanganmu. Tolong berikan aku waktu untuk kembali dan menggenggam tanganmu lagi. Karena selamanya aku, akan terus mencintaimu.

 

***

 “Im Yoona, ayo pulang.”

Yoona dan kedua sahabatnya serta gadis-gadis berseragam berbeda itu kini menoleh dengan serempak—menatap sesosok pria yang kini berdiri tenang dengan senyuman manisnya.

Yoona merenggut, menatap pria itu dengan bingung. “Jongin?”

Jongin melangkah untuk mendekat, rambut pria itu memang berantakan—namun entah karena apa, pria itu terlihat seribu kali lipat lebih tampan dari biasanya. “Ayo kita ke toko eomma hari ini—” Jongin menyunggingkan sebuah senyuman kecil di bibirnya, dan gadis-gadis lain hanya menatapnya terpesona.

Yoona menganggukan kepalanya, menatap Jongin mengerti. Pria itu membalasnya dengan sebuah cengegesan ringan, detik selanjutnya menggenggam tangan gadis itu dengan mantap. “Aku duluan—” Yoona bergumam rendah pada kedua temannya seraya melangkah pergi, meninggalkan gadis-gadis itu dalam sunyi.

Sooyoung mengangkat dagunya, menatap gadis-gadis genit di hadapannya dengan angkuh. “Yuri—ayo kita pulang, kiranya aku tidak ingin membuang-buang waktuku disini.”

Yuri menganggukan kepalanya, kemudian mendelik pada Sooyeon sebelum akhirnya melangkah pergi. Sooyeon dan teman-temannya hanya menatap tak percaya, kemudian mengoceh cepat yang tak bisa dimengerti maksudnya.
Continue reading