[SEASON 2] Flawless Step by Step – Step 01

calm-happy

Title

Flawless Step By Step Season 2 – Step 01 : Begin Again

Author

tantriprtstht

Length

Multichapter

(Recommended : Baca season 1 terlebih dahulu untuk mengetahui alur cerita)

Genre

Romance & Friendship

Rating

T (Teen)

Main cast

Taeyeon (SNSD) | Kai (EXO) | Suho (EXO)

Supporting Cast

Minho (SHINee) | Kyuhyun (SuJu) | Victoria (f(x))

Desclaimer

FF ini asli dan murni seratus persen dari otak author. Kalau ngambil tanpa seizin Author, artinya plagiator! Hapus plagiator! No silent reader, hargai karya Author dengan comment but no bashing! Cast bukan milik saya melainkan Tuhan Yang Maha Esa dan Orang tua mereka masing-masing serta entertainment mereka.

Poster Art by PhoenixFromBusan

[https://exoshidaefanfic.wordpress.com/gallery/reguest-graphic/request-to-phoenixfrombusan/]

PREVIOUS SEASON

Taeyeon adalah seorang yeoja  tiba-tiba bertemu dengan pemuda kaya raya bernama Kyuhyun yang ternyata adalah calon pewaris Vello Entertaiment, di mana model yang dikaguminya yaitu Suho bekerja. Demi menyelamatkan Kyuhyun yang sedang bingung karena masalah pertunangan dengan dirnya, Taeyeon memutuskan untuk menjadi artis dengan tujuan agar bisa mendekatkan diri dengan Suho. Ternyata Suho yang sebenarnya bukan seperti Suho yang dia bayangkan selama ini. Suho memiliki sebuah rahasia yang juga diketahui oleh salah satu teman sekolahnya yaitu Kai. Seiring terungkapnya masa lalu Suho serta rahasia dibalik tujuan pertunangannya dengan Kyuhyun, kemampuan Taeyeon sebagai artis diakui dan dipuji oleh banyak orang. Saat Taeyeon sedang bekerja di luar negri, dia memutuskan untuk pulang ke Seoul dan itu membuatnya kehilangan peran di sebuah film besar namun Taeyeon berhasil mendapatkan cintanya, Kai setelah ditolak mentah-mentah. Taeyeon tetap meneruskan pekerjaannya sebagai artis dengan manajer Kyuhyun, partner Suho dan Kai yang sekarang sedang belajar di luar negri untuk mengembangkan bakat.

PREVIOUS STEP [STEP 10]

“Bagaimana dengan karirmu?” tanya Yunho setelah aku meletakkan kartu pos itu. “Dilihat dari sifatnya, Produser Boa pasti mengancammu”

“Benar dan aku harus menemukan drama atau film yang diproduseri oleh orang selain Produser Boa” sahutku.

“Kamu tidak perlu repot-repot mencari drama atau film lalu audisi. Aku bisa merekomendasikanmu meski produsernya adalah Produser Boa. Ingat, aku aktor legendaries” jelas Yunho lalu aku menggeleng.

“Aniya, aku tidak mau. Aku sudah sangat belajar dari pengalamanku bahwa menerima peran langsung tanpa audisi akan menurunkan kepercayaan orang padaku jika aku gagal. Karena itu aku ingin audisi di banyak tempat tak peduli produsernya siapa!” ucapku panjang lebar lalu Yunho tertawa.

“Aku sangat bangga padamu. Tapi kalau kamu butuh bantuan, katakan saja padaku” sahut Yunho lalu aku mengangguk. “Nah, maid! Segera hidangkan dessert!”

Aku memutuskan untuk mengecek HP apakah ada pesan dari Kai dan ternyata ada.

Kai          : Sudah menerima kartu pos dariku? Now your turn baby!

Aku langsung tertawa kecil sekaligus ingat kalau tadi Suho merekam aksiku bernyanyi lagu ‘Dark Side’ dari Kelly Clarkson. Aku langsung mencari video itu dan mengirimnya pada Kai.

“Taeyeon, dessert sudah siap tuh….” Ucap Yunho lalu aku berpikir sejenak.

“Aku ingin bertanya……” jawabku lalu Yunho menatapku serius.

“Ne, apa?”

Aku menarik napas cukup panjang sebelum mengucapkan kalimat yang jawabannya hanya bisa dijawab ‘Ya’ atau ‘tidak’ dan ini membuatku gugup. “Appa, apakah aku punya peluang untuk lolos audisi film musical?”

 

************************

FLAWLESS STEP BY STEP SEASON 02 STEP 01

AUTHOR POV

 

“Kami akan menghubungimu jika keputusan sudah keluar”

Yeoja itu berusaha mengatur napasnya, lalu mengangguk kecil. “Kamsahamnida”. Yeoja yang bernama Kim Taeyeon ini segera membungkuk hormat dan keluar dari ruangan. Di luar sudah ada orang yang menunggunya yang juga sama cemasnya.

“Bagaimana?” tanya namja itu lalu Taeyeon menghembuskan napasnya.

“Semoga saja…. Aku berhasil, Kyuhyun-ssi” jawab Taeyeon yang tersenyum tipis.

“Kalau begitu, sekarang kita pulang. Akan kuantar kau sampai rumahmu” lanjut Kyuhyun lalu Taeyeon mengangguk. Langkah demi langkah mereka tempuh untuk menuju tempat kendaraan mereka. “Ini adalah audisimu yang ke delapan…. Dan sebelumnya kau selalu ditolak”

Ya, sudah 4 bulan berlalu sejak Taeyeon kehilangan peran di sebuah film besar yang diproduseri oleh Boa, sang produser terkenal dengan prestasi karena telah memproduseri banyak drama maupun film sukses.

Sayangnya, Taeyeon melepas peran itu karena mempunyai masalah penting di Seoul dan itu membuat Boa yang sebelumnya sudah percaya sepenuhnya dengan Taeyeon menjadi sangat benci padanya. Itu membuat Taeyeon sedikit susah untuk berakting karena hampir semua drama dan film diproduseri oleh Boa.

Juga sudah 4 bulan berlalu sejak orang yang dicintai Taeyeon yaitu Kai berangkat ke Los Angeles untuk belajar dalam bidang seni. Tidak sampai 2 minggu pendaratan di Los Angeles, nama Kai sudah mulai dikenal oleh orang-orang di Amerika karena membintangi iklan parfum.

Taeyeon sudah bertekad akan menyusul Kai dan sebelum itu, dia harus lolos setidaknya satu audisi film international saja agar bisa berangkat meninggalkan Seoul dan memulai karir lagi.

Begitu sampai di rumahnya yang ia tinggali bersama Yunho sang aktor legendaris yang seperti biasa sibuk dengan pekerjaannya, Taeyeon langsung membaringkan tubuhnya ke kasur empuknya.

“Eng?” gumam Taeyeon setelah menemukan selembar kertas yang dia tiduri. Taeyeon membaca tulisan yang dicetak paling besar di situ yaitu sinopsis film yang baru saja dia audisi.

Yoon Natasha adalah seorang remaja keturunan korea-inggis yang sangat baik, pintar dan mempunyai banyak teman. Natasha yang biasa dipanggi Nacha mempunyai pacar yang sudah ia sukai sejak masuk SMA Seoul yaitu Choi Mindae. Tiada hari Nacha habiskan tanpa kehadiran Mindae di sisinya. Suatu hari Mindae mengalami kecelakaan dan ingatannya hilang. Nacha yang sudah tidak punya tempat di hati Mindae berusaha membuat Mindae jatuh cinta kembali padanya.

Di bawah sinopsis terdapat tulisan:

Film ini berjudul Untouchable Love yaitu film remake dari The Vow. The Vow sudah pernah sukses di Amerika dan kali ini kami mencari pemain berbakat lain yang pantas memainkan film ini dengan versi musical. Ayo ikuti audisi!

Taeyeon mendengus kesal. Setelah dipikir-pikir, dia yakin sekali dirinya tidak akan lolos dalam audisi film kali ini. Sudah tujuh kali dia gagal dalam audisi dan itu membuat Taeyeon sering putus asa.

KRING~

HP Taeyeon berbunyi sangat keras membuat lamunan Taeyeon berhenti. Taeyeon segera meraih HPnya dan mengangkatnya dengan malas.

“Ne, Annyeonghaseyo?” tanya Taeyeon pada penelepon.

“Kim Taeyeon ya? Selamat, kau lolos audisi untuk peran Yoon Natasha!”

DEG!

*

Taeyeon duduk di sofa seperti duduk di atas duri. Gugup, tegang. Hari ini produser dari film ‘Unfragile Love’ mau berbicara dengannya. Taeyeon menarik napas dalam-dalam untuk menghilangkan demam pertemuannya.

“Annyeonghaseyo, kau pasti Kim Taeyeon” ucap seorang namja lalu Taeyeon mengangguk. “Saya sutradara sekaligus produser film Untouchable Love, Kangta”

“Senang bisa terlibat dengan film anda…..” jawab Taeyeon sambil menundukkan kepala.

“Kurasa ini pertama kalinya kau bermain di film yang diproduksi oleh saya….. Benar kan?” tanya Produser Kangta lalu Taeyeon mengangguk.

“Sebenarnya….. Ini film pertama saya…..” aku Taeyeon terbata-bata membuat Kangta terkejut.

“Jinjja? Saya pikir kamu sudah bermain di banyak film karena saat audisi, test aktingmu sangat bagus….” Puji Kangta lalu Taeyeon menggeleng kecil. “Anyway, congratulations. Sebenarnya ini pertama kalinya saya mencari aktris Korea…..”

“Hah….. Jadi anda…..”

“Ne. Saya bekerja di London. Karena film Untouchable Love ini kerja sama antara Korea dan Inggris, saya memutuskan untuk mencari pemeran Yoon Natasha di Korea” jelas Kangta sambil tersenyum.

“Jadi, syutingnya…..”

“Ne. Kita akan melaksanakan syuting di London! Karena itu bersiap-siap dan besok kau akan segera berangkat” lanjut Kangta dan Taeyeon tersenyum menahan kegembiraannya. “Oh ya, kalau kau gembira, tak perlu ditahan”

Taeyeon segera berdiri dari sofanya lalu loncat-loncat di depan Produser Kangta. Bagaimana tidak, selain lolos audisi, dia akan bekerja sama dengan Produser dari London dan keluar negri!

SAAT ITU KAI…..

Kai memandang wajahnya di cermin. Dengan baju latihannya, dia sedang menunggu pelatih khususnya yaitu Mr.Chang.

TOK! TOK!

“Iya!” seru Kai lalu Mr.Chang menampakkan diri tapi ada yang berbeda. Di belakang Mr.Chang berdiri yeoja yang tak pernah ia lihat sebelumnya.

“Kai, kau memang rajin seperti biasa…..” ucap Mr.Chang.

“Ah, dia siapa?” tanya Kai lalu yeoja itu maju selangkah.

“Dia sama sepertimu yang datang dari Korea untuk belajar padaku. Namanya Victoria, dia datang dari China dan kebetulan aku ditunjuk untuk menjadi pelatih khususnya” jelas Mr.Chang.

“Salam kenal, namaku Victoria Song” ucap Victoria lalu mendekat pada Kai.

“Kim Jongin, biasa dipanggil Kai. Selamat datang di Mr.Chang class” sambut Kai malu-malu.

“Hari ini free lesson. Karena Victoria murid baru, kalian boleh kenalan dulu. Serta berikan jadwalku” ucap Mr.Chang lalu meninggalkan Kai dan Victoria di ruangan dance.

Suasana menjadi sangat hening. Kai dan Victoria tidak saling bicara. Kai memakai jaket trainingnya sedangkan Victoria berjalan mengelilingi ruangan yang semua dindingnya adalah cermin.

TING!

Suara HP Kai mencairkan suasana tegang. Kai segera meraih HPnya dan melihat pesan yang masuk.

‘Kai, aku lolos audisi untuk film! Aku mendapat peran utama! Akhirnya aku berhasil! –Taeyeon-‘

“Dari pacarmu ya?”

“Huwaaa!” teriak Kai kaget karena Victoria sudah ada di sebelahnya.

“Tuh, mukamu merah padam. Berarti benar kan dari pacarmu?” tanya Victoria lagi lalu Kai mengangguk malu-malu. “Apa pacarmu juga tinggal di Los Angeles?”

“Tidak, dia tinggal di Seoul” jawab Kai lalu Victoria mengangguk mengerti.

“Jauh sekali ya…. Apa tidak susah LDR?” tanya Victoria lalu Kai menggeleng. “Kalian pasti saling memahami….”

“Memangnya kau pernah mengalami LDR?” tanya Kai lalu Victoria mengangguk kecil.

“Ya, tapi tidak berjalan lancar. Karena kami sama-sama sibuk, kami jadi jarang berkomunikasi. Kami putus karena saling salah paham……” jelas Victoria membuat Kai sedikit cemas akan hubungannya. “Tapi jangan khawatir. Melihat logat bicara pacarmu, aku yakin kau dan dia akan bertahan sampai kalian menikah!”

“Jinjja? Yah kuharap begitu….” Sahut Kai lalu Victoria tertawa. “Aku boleh curhat padamu tentang pacarku kan? Kupikir kau lebih berpengalaman dalam dunia cinta dan yeoja itu sulit dimengerti”

“Tenang saja, aku pasti akan membantumu dengan penuh semangat!” seru Victoria lalu Kai tertawa.

“Ini foto pacarku. Namanya Taeyeon.” ucap Kai sambil menunjukkan salah satu foto selca Taeyeon.

“Omoo dia sangat cantik! Tapi kenapa dia mau bersamamu ya?” canda Victoria membuat Kai sedikit jengkel. “Bercanda, hehe! Jangan marah dulu dong!”

“Karena aku ini sangat keren dan tampan, dia memilihku sebagai ksatrianya” canda Kai membuat Victoria mencibir.

“Percaya diri banget, deh! Tapi coba perhatikan. Rambutnya, matanya, alisnya, senyumannya semuanya sempurna! Aku jadi mengerti kenapa kau menyukainya” lanjut Victoria lalu Kai tersenyum bangga.

TING!

“Ah, ada pesan lagi dari Taeyeon!” seru Victoria lalu Kai berusaha merebut HPnya dari Victoria tapi Victoria sudah terlanjur membuka pesan tersebut.

‘Guess what, aku akan syuting di London!! So excited! Sekarang aku sedang berkemas, kamu juga semangat ya! –Taeyeon-‘

Kai akhirnya berhasil merebut HPnya dari Victoria dan segera membalas pesan dari Taeyeon.

‘Jangan lupa kirim foto Wizarding World of Harry Potter kalau kau sempat berkunjung ke sana. Don’t forget baby! Jangan menyerah, jangan takut. Good luck! –Kai-‘

“Aih, kalian mesra sekali, ya!” puji Victoria sambil menepuk pundak Kai.

“Oh ya, keluarkan catatan. Aku akan memberitahukanmu jadwal Mr.Chang class” perintah Kai lalu mematikan HPnya.

“Aiyo, capten!” seru Victoria lalu secepat kilat ada kertas yang muncul dari belakangnya membuat Kai terkejut.

Hari senin yoga class, datang jam 9 pagi.

Hari selasa dancing class, datang jam setengah 6 pagi.

Hari rabu music class, datang jam 10 siang.

Hari kamis sport class, datang jam 7 pagi untuk renang dan datang jam 3 sore untuk fitness.

Hari jumat model class, jam tidak menentu tapi kalau tidak ada model class, artinya free time.

Hari sabtu acting class, datang jam 8 pagi.

Hari minggu free time tapi diwajibkan untuk datang ke spa.

“Berarti besok….. Kelas musik ya?” tanya Victoria lalu Kai mengangguk. “Apa kau bisa bermain alat musik?”

“Kuberitahukan satu hal….. Aku belajar gitar demi Taeyeon” jawab Kai lalu Victoria mengangguk kagum.

“Pasti pengaruhnya sangat besar untukmu. Apa Taeyeon juga artis?” tanya Victoria lagi lalu Kai mengangguk. “Sepertinya dia aktris, dilihat dari SMSmu. Mantan pacarku juga aktor!”

“Sudah, jangan bahas mantan. Nanti kamu malah makin sedih…..” sahut Kai lalu Victoria menganggu mengerti. “Oh iya, mau membantuku?”

“Membantu apa?” tanya Victoria penasaran.

“Setiap bulan aku selalu mengirimkan Taeyeon barang dari Los Angeles. Karena aku tidak tahu barang apa yang disukai cewek selain aksesoris dan pakaian, bantu aku ya!” jelas Kai panjang lebar lalu Victoria tersenyum.

“Aiyo captain! Kita siapkan hadiah terindah untuk Taeyeon!” seru Victoria lalu bangkit berdiri.

“Yah, tidak perlu yang terindah, yang penting kan dari hati……” balas Kai lalu tersenyum.

Esoknya, Taeyeon, bandara London

Taeyeon berkali-kali merasakan debaran hatinya. Perasaan senang, gugup, tidak sabar hingga takut bercampur aduk menjadi satu. Bagaimana tidak, dia sudah tiba di Bandara London, dan setelah ini, sepak terjang mimpinya akan dimulai.

“Jangan tegang, Taeyeon” ucap Kangta membuat Taeyeon makin tegang.

“Ne, saya akan berusaha…..” jawab Taeyeon berusaha tenang.

Di bandara sudah ada bus yang menunggu kedatangan Taeyeon, Kangta serta kru lainnya. Pemandangan indah berseri dari jendela membuat Taeyeon hampir tidak bisa berkedip. Istana Ratu juga dilewati dengan mulus, Taeyeon asyik memotret. Bagaimana tidak, itu adalah tempat pernikahan terbesar sepanjang umat manusia. Dulu, Taeyeon hanya menyaksikan pernikahan pangeran Inggris itu dari televisinya.

Bus berhenti di sebuah vila. Rupanya hari pertama mereka gunakan untuk saling mengenal dan berlatih membaca script. Taeyeon buru-buru mengeluarkan HPnya. Tentu saja untuk mengirim pesan pada Kai.

‘Aku sudah tiba di bandara London! Ini kuberi foto istana ratu. Jangan iri ya hehehe >< Hari ini hanya perkenalan dengan kru film, agak tegang hehe…. Kamu juga fighting ya! –Taeyeon-‘

BEEP…. BEEP…

“Omooo? Pulsa tidak mencukupi?” gumam Taeyeon sambil menggaruk kepalanya. “Aish, di mana tempat beli pulsa yang dekat dari sini, ya?”

“Taeyeon! Kemari sebentar!” panggil Kangta dari kejauhan. Taeyeon mendengus kesal. Dia ingin sekali cepat-cepat mengabari Kai tentang kegembiraannya dan berbagi foto. Kai pasti akan khawatir jika tidak ada pesan darinya meski hanya satu hari.

“Ne?” tanya Taeyeon lalu duduk di samping Kangta. Kangta memberinya script, lalu Taeyeon mengangguk. “Kamsahamnida”

“Produser….” Seorang yeoja mendekat pada Kangta dan Taeyeon. “Pemeran Choi Mindae….. Masih tidak mau keluar dari kamar vila”

Taeyeon sedikit kaget dengan ucapan salah satu kru itu. Taeyeon belum bertemu lawan mainnya, pemeran Choi Mindae. Taeyeon membuka scriptnya, mencari nama pemeran Choi Mindae tapi Taeyeon tidak menemukan tempat nama pemeran.

“Aish, dasar…. Mentang-mentang sudah jadi aktor terkenal dia malah sombong!” seru Kangta kesal. “Bagaimanapun caranya, ajak dia kemari! Kita akan rehar—“

“Bolehkah saya menemuinya?” tanya Taeyeon membuat kru yeoja dan Kangta menoleh.

“Waeyo, Nona Kim?” tanya kru yeoja itu membuat Taeyeon sedikit malu.

“Kalau dipikir-pikir….. Saya harus ketemu sendiri lawan main saya. Saya ingin akrab dengannya….. Bolehkah?” tanya Taeyeon lagi lalu Kangta mengangguk.

“Langkah awal yang bagus, Kim Taeyeon! Ajak dia kemari!” seru Kangta lalu Taeyeon bangkit berdiri. “Kau lihat vila nomor tiga dari kanan? Di situ pemeran Choi Mindae berada. Sapa dia lalu ajak kemari!”

“Ne, segera” jawab Taeyeon mantap.

Taeyeon berlari kecil menuju vila yang dikatakan sebagai tempat pemeran Choi Mindae tidak mau keluar. Kangta juga menyebutkan bahwa pemerannya aktor terkenal, membuat Taeyeon makin penasaran dengan tampang dan tentu saja kemampuan aktingnya.

TOK! TOK! “Permisi……”

Tidak ada jawaban. Taeyeon mengetuk pintu sekali lagi. “Permisi…..” Lagi-lagi tidak ada jawaban. Taeyeon berlari ke belakang Vila, tapi tidak ada pintu belakang. Taeyeon mencari jendela dan menemukan satu. Taeyeon berusaha mengintip karena jendela itu terlalu tinggi, tubuh Taeyeon memang pendek.

GRAB!

Tiba-tiba sebuah tangan menjulur dari atas Taeyeon yang Taeyeon yakini berasal dari jendela yang ingin dia lihat ada apa di dalam. Tangan itu menahan mulut Taeyeon agar tidak berbicara membuat Taeyeon sedikit memberontak.

“Hmph!”

Tangan yang kuat, pasti tangan namja pikir Taeyeon. Tiba-tiba tangannya ditarik ke atas dan siapa sangka tubuh mungilnya itu bisa masuk jendela. Taeyeon tidak bisa melihat dengan jelas sosok yang memaksanya masuk melalui jendela, tapi yang jelas namja itu mengunci jendela, menutup korden dan anehnya lagi, bagian atas namja itu….. Naked.

“Siapa kau?” tanya namja itu. Taeyeon menelan ludahnya, berusaha bersikap tenang.

“Ta, Taeyeon. Pe, pemeran Yoon Natasha” jawab Taeyeon terbata-bata. “Kau sendiri….. Siapa?”

Tidak ada jawaban. Yang terdengar hanyalah nafas dari namja itu dan juga nafas dari Taeyeon sendiri. Taeyeon berkeringat, padahal AC di dalam vila itu jelas-jelas mengeluarkan udara dingin. “Aku? Aku pemeran Choi Mindae”

DEG. “Maksudku…. Siapa namamu?” tanya Taeyeon lagi dengan perasaan takut setelah mengetahui bahwa dia adalah pemeran Choi Mindae.

Entah cahaya masuk dari mana, Taeyeon bisa melihat wajah namja yang tidak memakai atasan itu. Tampan, alis yang tegas dan yang terpenting…. Berkarisma. Taeyeon sampai terpesona dengan tatapannya yang tergolong tatapan sinis itu. “Aku Choi Minho”

“Choi…. Minho? Kau orang korea?” tanya Taeyeon lagi kali ini lebih hati-hati. Entah apa yang akan dilakukan namja dingin ini kalau Taeyeon menyinggung hatinya.

Tiba-tiba Minho menarik tangan Taeyeon lalu menariknya bersama dengan tubuhnya. Taeyeon dibaringkan di kasur, tepat di bawah Minho. “Kalau iya…. Memangnya kenapa?”

Minho perlahan-lahan menjulurkan tangannya ke arah Taeyeon. Taeyeon ingin segera kabur dari situ tapi disaat Taeyeon sadar bahwa Minho sudah menduduki kakinya, Taeyeon putus asa. Minho membelai rambut Taeyeon perlahan. Taeyeon merasakan sedikit kenyamanan saat Minho melakukannya.

Bagaimana tidak, sudah lama tidak ada namja yang membelai rambutnya. Bahkan sudah 4 bulan dia tidak berhadap-hadapan seperti ini dengan Kai. Minho kali ini membelai kulit halus Taeyeon, membuat Taeyeon tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Perasaan takut di hati Taeyeon semakin membesar ketika jarak wajah Minho dengan wajahnya hanya sekitar 2 cm. Dengan perlahan tapi bagi Taeyeon itu cukup cepat, Minho langsung mencium bibir Taeyeon. Taeyeon ingin menangis, tapi tidak bisa.

Minho yang sadar akan dorongan tangan Taeyeon, menghentikan aktivitasnya. Tamparan keras hampir mendarat di pipi Minho tapi semua itu berhenti ketika Minho menggenggam tangan Taeyeon dengan erat. “Apa aku salah?”

“Tentu saja kamu salah! Yang kamu lakukan barusan itu salah! Untuk apa kau melakukan itu, hah?!” seru Taeyeon lalu menolak genggaman Minho. “Lagipula aku ini—“

“Sudah punya namja chingu?” tanya Minho membuat Taeyeon kaget.

KRING~

Minho langsung mengambil HP Taeyeon dari saku baju Taeyeon yang membuat Taeyeon sangat kaget. Betapa cepatnya namja ini, seperti sebuah kilat.

“Kai….” Baca Minho sambil memperhatikan Taeyeon yang berusaha merebut HP itu darinya. “Dari pacarmu, ya? Biar kuangkat”

“Halo, Taeyeon? Ini aku, Kai—“

“Annyeonghaseyo” jawab Minho dengan cuek. Taeyeon yang hendak berbicara ditutup mulutnya oleh tangan kuat Minho.

“Ah, apa aku salah nomor? Aku menelepon untuk Taeyeon…..”

“Kau tidak salah nomor. Ini HP Taeyeon”

“Maaf, saya semakin tidak mengerti. Di mana Taeyeon sekarang? Siapa kau?”

Minho tertawa kecil lalu melirik pada Taeyeon. “Dia  berdiskusi dialog denganku. Aku lawan mainnya”

“Ah, saya mengerti. Kalau begitu bisa saya berbicara dengan Taeyeon?”

“Dia sedang di toilet. Mungkin bisa kau hubungi lain kali” Minho langsung menutup HP Taeyeon lalu melepas tangannya dari mulut Taeyeon. “Sudah selesai.”

“Bukan hanya menciumku, kau bahkan berani berbicara dengan pacarku…..” ujar Taeyeon dengan nada marah. “Mau apa kau sebenarnya?!”

“Kalau kau menjadi anak penurut…. Akan kujelaskan alasanku” jawab Minho lalu Taeyeon mengangguk mengerti. “Bagiku, sebuah ciuman itu tidak penting. Ciuman itu hanya sekedar seperti salam, ucapan selamat tinggal, dan lain-lain”

Dada Taeyeon seakan remuk mendengar pernyataan Minho. “Berarti selama ini—“

“Ya, aku sudah mencium ratusan yeoja. Termasuk semua kru film ini, aku sudah mencium mereka semua” lanjut Minho membuat Taeyeon kaget. “Jadi ciumanku denganmu hanya sebagai salam perkenalanku. Kita sama-sama orang Korea, kan?”

“Alasanmu tidak masuk akal! Apa kau tahu, kita hanya boleh mencium orang yang kita sukai!” seru Taeyeon yang berusaha menahan tangisannya.

“Jinjja? Kalau begitu apakah aku boleh bertanya, sudah berapa namja yang kau cium dan apakah first kissmu itu pacar yang barusan meneleponmu?” tanya Minho membuat Taeyeon bungkam.Taeyeon sudah mencium tiga namja. Suho. Kyuhyun. Kai. Dan first kissnya jatuh pada Suho.  Kali ini bertambah satu. Namja tidak jelas bernama Choi Minho.

“Dilihat dari ekspresimu, sepertinya tebakanku benar. Ya, kan? Nacha?” nada bicara Minho seakan menyindir Taeyeon. Taeyeon mundur beberapa langkah, lalu Minho maju mendekatinya.

BUG!

Kaki Minho tersandung sebuah gelas di lantai sehingga membuat dirinya terjatuh. Taeyeon yang melihat Minho jatuh dengan konyol secara langsung, tidak bisa menahan tawanya lagi.

“Hahahaha! Lucu sekali! Masa gelas sebesar itu tidak kelihatan sih?”

“Aish, berisik kau! Berhenti menertawakanku!” seru Minho tapi tawa Taeyeon semakin keras. “Lagipula aku ini aktor hebat yang berbakat! Jangan menertawakanku!”

“Ggojimal~” ejek Taeyeon lalu tertawa lagi. “Kalau begitu kita lihat aktingmu nanti. Kata produser, kau aktor terkenal”

Minho bangkit berdiri lalu mendekat pada Taeyeon. Taeyeon mundur lagi, tapi belakangnya adalah dinding. Terlambat sudah. Ketakutan Taeyeon tiba-tiba buyar saat Minho mengulurkan tangannya seperti ingin menyalaminya.

“Kita belum berkenalan secara resmi. Choi Minho imnida” dan tanpa Taeyeon mengira-ira, Minho menunjukkan senyumnya.

“Kim Taeyeon imnida” Taeyeon menjabat tangan Minho sambil tersenyum. “Mohon bantuannya!”

Los Angeles, Ruang latihan musik Mr.Chang…..

Seorang namja mondar-mandir sedari tadi. Seorang yeoja yang sudah siap dengan alat musiknya hanya menatap namja bernama Kai itu dengan tatapan bingung.

“Apa kau ada masalah dengan Taeyeon?” tanya Victoria membuat langkah Kai berhenti. Kai mengangguk lalu menggeleng lalu mengangguk lalu menggeleng. “Kai, kau sungguh membingungkan.”

“Boleh aku cerita padamu, Victoria?” tanya Kai lalu Victoria mengangguk meski masih belum mengerti.

“Boleh saja, Kai. Oh iya, tak usah panggil aku Victoria. Kepanjangan. Panggil saja aku Vict”ucap Victoria lalu Kai duduk di hadapannya.

“Baiklah Tori, dengarkan ceritaku”

“Aish, aku kan minta dipanggil Vict—“

“Kubilang dengarkan ceritaku” lanjut Kai mau tak mau Victoria mengangguk. “Aku rasa aku cemburu”

Suasana hening. Victoria membuat ekspresi seperti mengulang perkataan Kai di dalam pikirannya lalu Victoria tertawa kecil. “Baru kali ini aku melihat namja yang mengaku kalau dirinya cemburu…. Apalagi aku mendengarnya sendiri!”

“Tori, aku bersungguh-sungguh. Aku benar-benar cemburu. Sepertinya dia mulai dekat dengan lawan mainnya…..” jelas Kai lalu menggaruk kepalanya. “Aish, aku tidak mengerti sama sekali!”

“Yah, perasaan itu memang membingungkan sekaligus membuat sakit hati namun itulah cemburu. Kau tidak ingin Taeyeon berdekatan dengan namja lain, kan?” tanya Victoria lalu Kai mengangguk. “Memangnya darimana kau tahu kalau Taeyeon sedang dekat dengan lawan mainnya?”

“Tadi yang mengangkat HP Taeyeon saat aku meneleponnya adalah lawan mainnya….. Dia bilang kalau dia berdiskusi dialog dengan Taeyeon…..” jelas Kai lalu Victoria tertawa kecil.

“Cuma itu saja? Berdiskusi dengan lawan main sih sudah biasa untuk para aktris dan aktor!” seru Victoria. “Tapi kalau kau cemburu, telepon saja dia lagi….”

“Hmm…. Boleh juga. Aku takut dia sibuk….” Ujar Kai lalu Victoria menggeleng dengan tatapan tajam. “Arasseo, aku akan meneleponnya”

Kai meraih HPnya, dan tak mau ketinggalan Victoria mengawasi Kai dari sebelahnya. Kai mencari nama Taeyeon dari daftar kontaknya lalu meneleponnya.

“Annyeonghaseyo?”

“Bagaimana?” bisik Victoria lalu Kai mengangguk seakan-akan ingin mengatakan kalau Taeyeon-lah yang mengangkat teleponnya. “Bagus! Lanjutkan!”

Kai mengangguk lalu kembali fokus ke perbincangan. “Annyeong, Taeyeon! Apa kau sudah berkunjung ke wizarding world of Harry Potter?”

“Eh?”

“Kenapa kau tanya hal seperti itu! Tanya lagi apa dia sekarang!” bisik Victoria membuat Kai menggaruk kepalanya, bingung.

“Belum sih, tapi saat tiba aku melewati istana ratu!”

“Jinjja? Kenapa kau tidak mengirim video maupun foto?” tanya Kai lalu terdengar desahan Taeyeon dari seberang.

“Pulsaku habis, karena itu aku tidak bisa menghubungimu….. Mianhae”

“Aku bisa transfer pulsa ke Taeyeon, kok! Mau? Tapi nanti kau bayar ke aku” bisik Victoria lalu Kai mengangguk. Victoria langsung melakukan aksinya lalu tersenyum. “Sudah aku transfer”

“Taeyeon, sedang apa kau sekarang?” tanya Kai gugup.

“Ah, sekarang aku sedang membaca script. Produser menyuruhku menghafal dialogku di adegan pertama dulu baru rehearsal dimulai. Kai sendiri? Pelajaran musik sudah mulai?”

“Omooo…. Dia hafal jadwal kelasmu ya?” bisik Victoria lalu Kai mengangguk.

“Belum mulai, mian aku mengganggu latihanmu” ucap Kai lalu terdengar tawa kecil dari seberang.

“Gwechanna. Aku ingin berterima kasih. Aku merindukanmu dan aku sangat senang kau meneleponku….. Gomawo”

“Cheonma, chagiya”

“Hahaha, chagiya? Baru kali ini kau memanggilku seperti itu!”

“Hahaha, iya juga ya…..” ujar Kai malu-malu lalu Victoria yang di sampingnya juga tertawa kecil.

“Hahaha, dasar telat banget…. Masa baru panggil sapaan seperti itu sekarang?” bisik Victoria lalu Kai menyenggol Victoria dengan sikutnya.

“Aneh ya?” tanya Kai gugup.

“Aniya, tidak aneh. Aku senang sekali dipanggil seperti itu!”

“Syukurlah kau senang…..” jawab Kai sambil tersenyum.

CKLEK…..

“Ayo! Kelas dimulai!” seru Mr.Chang membuat Victoria dan Kai kaget.

“Taeyeon, kelaku dimulai. Annyeong, nanti kirim foto istana ratu ya”

“Tapi pulsaku kan ha—“

TUT…. TUT……

London, Taeyeon yang memandang HPnya dengan bingung……

“Mwo? Sejak kapan ada pulsa masuk?” gumam Taeyeon lalu mengecek pesan satu lagi yang barusan masuk.

‘Pulsa, untukmu! Berusahalah dalam pekerjaanmu, chagiya. Nanti malam kita teleponan lagi. Saranghaeyo. –Kai-‘

“Senyum-senyum sendiri, melihat pesan dari pacar….”

“Aish, apaan sih!” seru Taeyeon lalu Minho tertawa.

“Sudah hapal bagianmu?” tanya Minho lalu Taeyeon mengangguk. “Kalau begitu ayo kita mulai dari awal. Tanpa lihat script!”

“Ayo, siapa takut?” tantang Taeyeon dengan yakin.

Untouchable Love –Adegan Pertama—

Mindae                : Aku tidak mengerti…. Kenapa hidup Nacha sangat susah….

Natasha              : Ne, ayah tidak pernah pulang lagi ke rumah….. Padahal aku sangat merindukannya

Mindae                : Bukankah ada aku?

Natasha              : Memang tapi…..

Mindae                : Keluargamu memang tidak harmonis…. Tapi kapanpun kamu butuh pelukan….. Datanglah padaku.

Natasha              : *peluk Mindae*

“Ayo dong!” seru Minho membuat Taeyeon kaget. “Bukankah perintahnya harus memelukku?”

“Aish, baiklah!” Taeyeon langsung memeluk Minho dengan perasaan tidak rela. Tapi lagi-lagi Taeyeon merasakannya. Perasaan itu datang lagi. Perasaan nyaman sekaligus rindu akan pelukan.

Mindae                : *membalas pelukan Natasha* Jangan khawatir…… Karena aku akan selalu ada di sisimu. Aku mencintaimu.

Natasha              : Aku juga…. Mencintamu, Mindae-ah…… *senyum*

“CUT!”

Teriakan seseorang membuat Minho melepas pelukannya pada Taeyeon. Mereka berdua sama-sama menoleh ke sumber suara. Sutradara sekaligus sang produser, Kangta.

“Kalau mau bilang cut, kasih isyarat dong!” seru Minho lalu Kangta tertawa.

“Aih, kenapa kau Minho? Mukamu memerah……”

“Jinjja?” tanya Taeyeon lalu menoleh ke muka Minho.

“Aish, berisik! Latihan selesai! Besok syuting!” seru Minho ke atas langit.

“Sutradara, besok hanya adegan pertama saja kan yang syuting?” tanya Taeyeon lalu Kangta mengangguk.

“Ne, sekarang sudah hampir malam. Kembali ke vila masing-masing lalu istirahatlah!” seru Kangta lalu Taeyeon dan Minho mengangguk dan meninggalkan mereka berdua.

“Aku ke vilaku dulu ya, Minho…..” ucap Taeyeon lalu pergi meninggalkan Minho lalu Minho langsung menahan Taeyeon dengan memeluknya dari belakang. “A, Apa?”

“Bagaimana kalau besok peluknya seperti ini? Tapi kau yang memelukku dari belakang…..” ujar Minho pelan lalu Taeyeon mengangguk berkali-kali. “Baiklah, sampai ketemu besok”

“Tunggu Minho!” seru Taeyeon lalu Minho menghentikan langkahnya ke Vila. “Apakah itu salah satu kartu as mu sehingga semua film yang kau bintangi…. Sukses?”

“Haha, iya. Aku selalu mengejutkan sutradara, dan tentu saja para kru karena aku bisa melakukannya lebih baik dari yang tertulis di script. Memangnya kenapa? Kau tidak setuju dengan cara pelukan kita nanti?” jelas Minho panjang lebar lalu Taeyeon menggeleng.

“Gwechanna. Aku suka. Maksudku, aku suka caramu membuat orang lain kagum padamu. Termasuk aku” ujar Taeyeon lalu tersenyum. “Selamat malam, Minho!”

“Oh ya. Ada satu lagi yang ingin kuperingatkan padamu. Di akhir cerita…. Ada kiss scene” sahut Minho lalu Taeyeon buru-buru membuka halaman paling belakang dari script. Memang benar, ada kiss scene.

“Ah, aku—“

“Di kiss scene itu…. Anggap saja kau mengembalikan ciuman yang kuberikan padamu” ucap Minho memotong perkataan Taeyeon lalu menoleh ke arah Taeyeon yang tersipu malu. “Mengerti?”

“Ne!” jawab Taeyeon sambil tersenyum puas lalu berlari ke Vila. “Sampai ketemu besok pagi, Minho-ah!”

Minho hanya menyaksikan langkah Taeyeon dari belakang. Wajahnya memerah, Minho bekali-kali memegang dadanya untuk merasakan detak jantungnya.

“Gawat…… Senyuman Taeyeon tadi……”

TO BE CONTINUED……………………..

************************

Annyeong untuk pembaca lama dari season 1 maupun pembaca baru, Author ucapkan welcome to the new season of Flawless Step By Step. Pastinya harus ada tokoh baru karena itu ada 3 tokoh baru yang Author masukan di sini yaitu Kangta dari H.O.T lalu Minho dari SHINee dan yang terakhir adalah Victoria dari f(x). Silahkan komentar apa saja, terutama tentang tokoh baru karena aku ingin mendengar pendapat kalian tentang kehadiran para tokoh baru yang dominan yaitu Minho dan Victoria. Annyeong, sampai jumpa di Flawless 2×2!~

 

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s