Flawless Step by Step – Step 10 [END]

calm-happy

Title

Flawless Step By Step – Step 10 [END]

Author

tantriprtstht

Length

Chapter (Baca Chapter 01-09 dulu!)

Genre

Romance & Friendship

Rating

T (Teen)

Main cast

Taeyeon (SNSD) | SuHo (EXO) | Kai (EXO) | Kyuhyun (SuJu)

Desclaimer

FF ini asli dan murni seratus persen dari otak author. Kalau ngambil tanpa seizin Author, artinya plagiator! Hapus plagiator! No silent reader, hargai karya Author dengan comment but no bashing! Cast bukan milik saya melainkan Tuhan Yang Maha Esa dan Orang tua mereka masing-masing serta entertainment mereka.

Siang hari. Tadi pagi aku sudah dimarahi oleh Kyuhyun karena menelan kapsul obat tidak sesuai dosis, tapi setelah mendengar penjelasanku dan kutunjukkan daftar lagu galau yang sudah aku tulis, dia hanya pasrah menghadapiku yang menurutnya sangat mirip dengan Yunho.

Aku langsung melangkahkan kaki menuju tempat resepsionis rumah sakit. “Permisi, di mana ruangan tempat Kim SeungHwi dirawat?”

Resepsionis segera menujuk kea rah sebuah papan pengumuman yang berisi daftar jam membesuk. “Belum saatnya membesuk pasien”

“Mianhae, jam berapa yang paling dekat dengan saat ini?” tanyaku lalu resepsionis itu hanya menatapku datar.

“Jam 11 siang”

Aku memperhatikan jam. Kurang 3 menit lagi. Ketat sekali aturan rumah sakit ini. Aku yang datang jam 10:57 saja tidak diizinkan untuk melanggar waktu sedikit saja.

“Permisi nona, anda sudah boleh membesuk. Nona Kim Seunghwi dirawat di lantai 5 kamar nomor 7” ucap resepsionis itu lalu menuduk tanpa dosa.

Aku langsung mengambil langkah secepat mungkin menuju lantai 5 kamar nomor 7. Begitu kubuka pintu, aku langsung mendapati sosok Eomma yang sedang tertidur.

“Wah, ada yang membesuk ya?”

“Suster!” seruku lalu mendekat pada suster itu. “Bagaimana keadaan Eomma saya?”

“Perlu dirawat selama 3 minggu di Rumah Sakit. Operasinya lancar dan sukses, sekarang biarkan Eommamu istirahat dulu ya?” jelas suster itu sambil tersenyum.

“Kamsahamnida!” ucapku lalu memeluk Eomma yang masih tertidur. “Syukurlah Eomma….”

“Oh iya, apa kamu melihat orang lain?” tanya suster itu lalu aku menggeleng. “Karena kemarin malam waktu jam besuk terakhir, ada seorang namja yang datang membesuk dan tadi pagi saya perhatikan dia tertidur di sofa… Tapi apa sekarang dia sudah pulang, ya?”

“Mwo? Namja lain?” tanyaku lalu suster itu mengangguk.

Aku langsung berjalan keluar Rumah Sakit. Sebuah taman bunga yang sangat indah di belakang Rumah Sakit. Banyak sekali bunga bermekaran, seperti perasaanku yang lega karena Eomma baik-baik saja. Tapi siapa namja yang menjaga Eomma kemarin malam?

Kupu-kupu hinggap di rambutku membuatku kaget sekaligus senang. Indah, cantik. Dia terbang mengelilingiku seperti mengatakan aku harus mengikutinya. Aku mengikuti kupu-kupu itu dan dia mengajakku ke sebuah danau di tengah-tengah taman. Seorang namja tegak berdiri membelakangiku, namja yang sudah kukenal dengan sangat baik.

Dia menoleh padaku, lalu tersenyum karena kehadiranku di dekatnya. “Kai….”

“Taeyeon-ssi? Kenapa kau di sini? Bukankah kau syuting film?” tanya Kai yang kebingungan lalu aku hanya menggeleng. “Arasseo…..”

Kupu-kupu itu terus mengelilingi Kai dan aku. Aku mendekat selangkah padanya lalu Kai hanya menatapku erat-erat. “Apakah kau yang menjaga Eomma semalam?”

“Ne” jawab Kai sambil tersenyum. “Karena aku melihat Eommamu pingsan, aku langsung menelpon ambulans dan menemani Eommamu hingga ke Rumah Sakit”

Ternyata namja itu Kai. Kai yang menjaga Eommaku. “Aku rasa kalau aku tidak menolong Eommamu, mungkin kau akan dendam padaku” lanjut Kai.

“Gomawo, Kai…..” ucapku lalu Kai mengangguk.

Suasana hening lagi. Aku tidak tahu apa yang dipikirkan Kai saat ini begitu melihatku. “Kapan kau berangkat ke Los Angeles?”

“Malam ini, syukurlah kamu datang. Sekarang kamu bisa menjaga Eommamu” jawab Kai cepat. “Aku juga harus mulai berkemas…..”

“Ne, gomawo untuk semuanya” ucapku lalu Kai hanya tersenyum.

“Kau tidak akan merindukanku kan?” tanya Kai dengan senyum usilnya.

“Aish, bisa saja bercanda di saat seperti ini. Aku tidak akan merindukan namja yang sudah menolakku habis-habisan!” seruku lalu Kai hanya tertawa. “Selamat jalan, Kai”

Kai mengangguk lalu membalikkan badannya. Dia berjalan melewatiku tanpa membisikiku atau memberiku kata-kata ajaibnya agar aku bisa terhibur. Hatiku seperti hancur, aku langsung memeluk Kai dari belakang agar langkahnya berhenti. “Aku berbohong! Aku akan sangat merindukanmu, Kai!”

Kai melepas pelukanku. Aku pikir dia akan melanjutkan langkahnya tapi dia malah balik menghadapku. “Sebenarnya aku juga telah berbohong”

“Berbohong…. Tentang apa?” tanyaku dengan mata berkaca-kaca.

“Tebaklah kalau bisa” jawab Kai membuatku sedikit kesal.

“Berbohong tentang kepergianmu ke Los Angeles?” tanyaku lalu Kai menggeleng. “Lalu apa?”

“Aku telah membohongi seseorang yang mungkin akan membuatku menyesal seumur hidup….” Jawab Kai. Aku sangat bingung dan Kai membuatku semakin bingung dengan senyumannya. Tiba-tiba Kai menciumku dengan sangat cepat, membuatku semakin tidak mengerti. “Aku berbohong tentang hubungan kita”

“Hubungan?” tanyaku lagi lalu Kai mengangguk.

“Bukankah sudah kukatakan kalau hubungan kita hanya sebatas teman? Sekarang aku tarik kembali ucapanku” lanjut Kai membuatku kaget.

“Jadi, artinya—“

“Aku menyukaimu Taeyeon”

DEG. Mataku yang semula kering karena perintah Kai untuk menebak kebohongannya, sekarang menumpahkan air mata. Wajahku merah padam, aku berusaha menahan tangis tapi tidak bisa.

“Aku ingin selalu menjadi orang di hatimu” Kai mendekat padaku lalu mengusap air mataku. Kami saling tersenyum lalu saling berpelukan.

Kupu-kupu terus mengelilingi kami yang tidak mau melepas satu sama lain. Setelah bingung terhadap perasaanku sendiri…. Aku telah sadar kalau Kai adalah orang yang kucintai saat ini dan aku berharap perasaanku ini tidak akan berubah selamanya…..

*

“Eomma sudah sadar!” seruku begitu memasuki kamar rawat Eomma bersama Kai.

“Taeyeon!” seru Eomma lalu aku memeluknya. “Bagaimana dengan syutingmu?”

“Hahaha, soal itu… Produser Boa mengeluarkanku dari filmnya dan aku kehilangangan peranku” jelasku membuat Kai kaget.

“Jinjja?! Kenapa kau melakukan hal bodoh seperti itu?” tanya Kai setengah marah.

“Aku sangat khawatir dengan Eomma. Syukurlah Eomma baik-baik saja” lanjutku lalu Kai mendengus kesal.

“Mianhae, Taeyeon…. Eomma malah merusak langkah penting untuk mencapai impianmu…..” ucap Eomma merasa bersalah.

“Gwechanna, Eomma. Masa lalu adalah masa lalu yang penting sekarang kita bersama. Yang harus kulakukan saat ini adalah mencari peran yang hanya bisa dimainkan olehku. Jangan khawatir, Eomma. Aku pasti bisa” jelasku sambil tersenyum.

“Maaf, jam membesuk sudah selesai” ucap suster yang baru saja membuka pintu.

“Arasseo. Eomma, aku pulang dulu. Besok aku akan menemui Eomma lagi” ucapku lalu Eomma tersenyum.

Aku dan Kai meninggalkan rumah sakit bersama. Seperti biasa kami hanya berjalan kaki. Aku dan Kai bergandengan tangan, menyelusuri jalan-jalan di kota sambil tersenyum. Kami tiba di rumah yang ditinggali Kai yaitu rumah kedua Yunho.

“Jadi selama ini kamu tinggal di rumah seluas ini…. Sendirian?” tanyaku lalu Kai duduk di sofa.

“Yah, kadang-kadang Yunho juga mampir ke sini untuk mengajariku…..” ucap Kai. Tiba-tiba Kai meraih gitar di sampingnya dan tersenyum. “Aku akan menyanyikan lagu untukmu….. Lagu apa yang ingin kau dengar?”

“Hm…. Madonna. Judulnya I’ll remember” jawabku lalu Kai tersenyum dan mulai memetik gitarnya dan aku mulai menyanyi.

Say goodbye to not knowing when

The truth in my whole life began

Say goodbye to not knowing how to cry

You taught me that

And I’ll remember the love that you gave me

Now that I’m standing on my own

I’ll remember the way that you changed me

I’ll remember…..

I learned to let go of the illusion that we can possess

I learned to let go I travel in stillness

And I’ll remember the love that you gave me

Now that I’m standing on my own

I’ll remember the way that you changed me

I’ll remember…..

No, I’ve never been afraid to cry

And I finally have a reason why

I’ll remember….

“Seleramu kalau memilh lagu itu jelek banget”

“Aish, aku lagi sedih kamu masih saja bisa bercanda!” seruku membalas ejekan Kai. “Liriknya sangat bagus dan menyentuh!”

“Kamu kurang romantis dalam memilih lagu” ejek Kai lagi. “Sekarang kita kan pacaran?”

“Lalu kalau kita pacaran kamu bisa mengejekku seenaknya?” tanyaku kesal.

“Kalau begitu ayo kita nyanyikan satu lagu lagi….. Kali ini kuberi kesempatan untukmu untuk memilih lagu” Kai mulai memetik gitarnya.

“Aku ingin lagu perpisahan….. yang mengungkapkan perasaan terima kasihku pada semuanya. Mainkan In My Life dari The Beatles” ucapku

There are places I remember

All my life though somehow changed

Some forever, not for better

Some have gone and some remain

All these places have their moments

With lovers and friends I still can recall

Some are dead and some are living

In My life I loved them all

But of all these friends and lovers

There is no one compares with you

And these memories lose their meanings

When I think of love as something new

Though I know I’ll never lose affection

For people and things that went before

I know I’ll often stop and think about them

In my life I love you more

“Kalimat terakhir pasti ditunjukkan untukku” ucap Kai sambil tersenyum usil.

“Tentu saja, lagu ini seperti melambangkan cintaku. Banyak sekali orang baru yang kutemui di berbagai tempat dengan berbagai kenangan masa lalu…. Tapi kaulah yang istimewa” jelasku sambil mengusap air mataku yang sedari tadi sudah menetes.

Kai mendekat padaku lalu menciumku. Sebenarnya aku tak ingin masa-masa ini berakhir. Aku ingin di tempat ini, bersamanya. Mengunci semua pintu dan jendela sehingga tidak ada orang yang bisa menghentikan moment ini.

“Aku menyukaimu” ucap Kai setelah ciuman kami yang cukup lama berakhir.

“Aku juga menyukaimu….” Jawabku sambil tersenyum.

*

Malam tiba dengan sangat cepat jika siang dan sore kamu habiskan untuk berpesta dengan orang-orang yang kau cintai. Setelah puas merayakan perpisahan bersama Kai, aku mengundang Yoona dan seluruh murid sekolah seni untuk mengadakan pesta bersama di restoran Seohyun.

Saat ini aku bersama Suho dan Kyuhyun mengantarkan kepergian Kai untuk belajar di Los Angeles. Padahal aku sedikit berharap Kai akan capek setelah pesta sehingga memundurkan jadwal keberangkatannya tapi sepertinya Kai tahu maksudku. Yah, Kai adalah orang di dunia ini yang mengetahui perasaan tersembunyiku.

“Aku akan belajar dengan sungguh-sungguh” ucap Kai sambil tersenyum bangga. “Dan kalau bisa aku ingin bekerja di sana”

“Aku pasti akan segera menyusulmu” sahutku sambil menahan air mata.

“Aku akan belajar di korea terlebih dahulu. Reputasiku harus diperbaiki” lanjut Suho sambil tertawa.

“Berjuanglah Kai, dan aku menunggu award yang diraih olehmu. Pulanglah sambil tersenyum”  ucap Kyuhyun.

“Hubungan jarak jauh memang sedikit sulit, Taeyeon…..” Kai mendekat padaku lalu memelukku erat. “Tapi jika bersamamu, aku tidak khawatir lagi”

“Aku juga. Aku akan audisi untuk banyak film agar bisa ke luar negeri lagi” jawabku lalu melepas pelukan kami. “Aku akan e-mail kamu setiap malam. Dan segera download skype agar kita bisa video call”

“Suho, tolong jaga Taeyeon yang ceroboh ini” ucap Kai lalu Suho mengangguk. “Dan Kyuhyun-ssi, bantulah dia agar bisa mengejar impiannya”

“Tentu saja. Aku akan menjadi manajer yang baik” jawab Kyuhyun.

TING~TONG~

“Oh, that’s my cue” ucap Kai lalu memakai topi di atas kepalanya. “Aku akan berangkat”

Kai memeluk satu per satu dari kami mulai dari Kyuhyun lalu Suho dan terakhir aku. Aku tidak ingin melepaskannya, sungguh. “Aku akan mengirimimu mie instan setiap satu bulan”

“Hahaha, dan kirimkan aku foto terbaikmu juga di dalamnya” canda Kai tapi air mataku menetes dan dia mengusapnya. “Jangan menangis…..”

“Aku akan berjuang agar tidak kalah darimu……” ucapku terbata-bata.

“Ne, aku akan menunggumu” jawab Kai lalu menggeret kopernya. Aku menyaksikan kepergiannya bersama Suho dan Kyuhyun dari belakang. Tiba-tiba Kai berhenti di tengah-tengah jalan, bukannya berbalik lalu menatap kami bertiga, Kai malah memandang langit-langit bandara. “JANGAN SELINGKUH LHO YA!!”

Teriakan Kai menggema di seluruh bandara membuat orang lain sedikit heran tapi aku, Suho dan Kyuhyun tertawa. Tentu saja aku tidak akan selingkuh. Karena posisimu tidak tergantikan……

“Taeyeon-ssi, bisa membantuku besok?” tanya Suho membuatku menaikkan alis kananku.

*

Aku berusaha tenang dan tenang. Tapi menunggu suatu hal membuatku tidak bisa berhenti memikirkan apa hasilnya. Pintu terbuka dan sosok yang sudah kutunggu sambil berdoa sudah keluar.

“Bagaimana audisinya?” tanyaku lalu Suho tersenyum.

“Aku lolos, Taeyeon-ssi! Ini akan menjadi langkah awal untuk kembali terkenal!” seru Suho girang.

Hari ini aku menemani Suho yang audisi untuk sebuah drama. Drama ini adalah drama action yang sudah diimpikan Suho sejak mendengar sinopsisnya.

“Tidak sia-sia aku training setiap malam!” lanjut Suho lalu akupun ikut tersenyum.

“Chukkae, Suho-ssi! Aku ikut senang…..” ucapku lalu mendengus kesal.

“Waeyo Taeyeon-ssi?” tanya Suho lalu aku menggeleng.

“Tentu saja karena ancamanku”

DEG. Aku dan Suho langsung menoleh ke belakang kami dan berdiri produser Boa dengan angkuhnya. “Apa maksud anda ancaman? Anda mengancam Taeyeon?”

“Taeyeon….” Produser Boa mendekat pada kami. “Kau tidak akan ku loloskan audisi jika aku yang memproduseri drama atau film yang kau pilih”

“Saya akan bermain di drama atau film yang tidak diproduseri oleh anda….. Saya pasti akan mendapatkannya” jawabku dengan nada marah.

“Coba saja kalau bisa. Aku ingin lihat bagaimana kamu mendapat peran jika hampir semua drama atau film diproduseri oleh aku” ucap Boa dengan angkuh lalu meninggalkan aku dan Suho.

“Seperti yang dikatakan Kai…. Produser Boa sangat menyebalkan” sahut Suho lalu mengusap kepalaku. “Jangan khawatir, Taeyeon-ssi. Masih ada aku dan Kyuhyun yang akan membantumu mendapatkan peran….”

“Gomawo……” jawabku lesu.

Apakah aku harus mulai dari nol lagi? Mungkin jika aku tidak menyanggupi tawaran Produser Boa untuk film di Paris itu, aku tidak akan sesakit hati ini. Masa lalu adalah masa lalu. Yang harus kulakukan sekarang adalah berjuang…..

“Taeyeon, mau menemaniku?” tanya Suho lalu aku mengangguk kecil. “Kalau begitu ayo berangkat”

*

Aku dan Suho tiba di depan sebuah mall. Tak kusangka dia akan memintaku menemaninya belanja. Ternyata Suho mempunyai hobi belanja. Pantas dia selalu terlihat fashionable….

“Stylistku sering membelikan baju untukku di mall ini menjelang pemotretan” jelas Suho saat aku dan dia berjalan menelusuri toko.

“Aku pernah ke mall ini untuk mencari gaun pengantin dengan Kyuhyun……” lanjutku.

“Oh iya perlu kuberitahu sebuah rahasia? Sebenarnya setelah Kyuhyun kecelakaan, aku sedikit senang karena pernikahan kalian diundur” jelas Suho membuatku kaget.

“Jahat sekali kau!” seruku lalu Suho tertawa.

“Karena di saat itu aku sudah menyukaimu, Taeyeon-ssi” lanjut Suho tersenyum seperti malaikat.

“Sejak kapan kau menyukaiku?” tanyaku lalu Suho berpikir sejenak.

“Kapan aku tidak tahu pasti. Tapi aku menyadari perasaan ini saat aku dan kau mulai merencanakan tentang soundtrack Kai yang diputar di mall. Ingat kau mencium Kai singkat?”

#FLASHBACK—–

Suho dan Aku berlari ke tempat Kai berada yaitu mall. Kami berkeliling dan akhirnya mendapati Kai yang sedang berjalan.

“KAI!” teriakku membuat semua orang menoleh termasuk Kai.

“Ma, Mau apa kau ke sini?!” tanya Kai berusaha lari tapi aku dan Suho menahannya bersamaan.

“Ada sesuatu yang ingin kutunjukkan padamu” ucapku lalu mengangguk pada Suho.

Tiba-tiba lampu mall mati sejenak lalu menyala lagi. Keadaan hening. Lalu dengan serentak, seluruh mall mengalunkan sebuah lagu. Standing milik Kai.

“Ini kan….Lagu soundtrack….” Ucap Kai.

Bukan hanya itu saja, lagu ini sama sekali tidak aku ubah. CD yang diputarkan Kai saat itu resmi menjadi lagu soundtrack tanpa ditambahkan suaraku. Di akhir lagu, disebutkan nama Kai sebagai pencipta sekaligus penyanyinya.

“Kenapa?” tanya Kai pada kami berdua. “Bukankah aku sudah bilang pakai nama kalian saja dalam soundtrack itu?”

“Karena aku juga akan belajar menghargai usaha orang lain. Aku ingin Kai juga dikenal oleh seluruh orang” ucapku. “Kai adalah orang yang benar-benar hebat. Tegar, perhatian dan juga semangat. Sifatmu dan kata-katamu yang ajaib itu… Harus diberitahukan pada dunia”

“Karena itu aku tidak ingin menghancurkan usaha Kai yang dengan susah payah membuat soundtrack ini. Rasanya lagu akan semakin rusak jika kutambahkan suaraku di dalamnya. Seluruh unsur dalam soundtrack itu adalah milik Kai. Aku tahu kamu telah belajar gitar dengan susah payah untuk membuat soundtrack itu, kan?” tanyaku lalu Kai memandangku kaget kemudian dia mengangguk.

“Kamu tau, Kai? Kau pantas mendapatkan ini” ucapku lalu mencium bibirnya singkat. Dia tampak kaget tapi aku tidak peduli. “Suho juga berpikir seperti itu, kan?”

“Ne” jawab Suho pelan, nyaris tidak terdengar. “Kau memang luar biasa, Kai”

“Teman-teman…. Gomawo!” Kai memelukku dan Suho dengan sangat erat sambil mengeluarkan air mata.

#FLASHBACK END——–

“Ah aku ingat!” seruku setelah memutar memori otakku sangat jauh. “Ada apa dengan itu?”

“Saat itu aku sadar kalau aku cemburu melihat kau dan Kai sangat akrab…. Dan mesra. Dan saat itu juga aku sadar kalau aku sudah menyukaimu” lanjut Suho sambil tersenyum.

“Gwechanna? Bukankah mall ini tempat aku dan Kai berciuman itu? Apa hatimu tidak sakit?” tanyaku lalu Suho menggeleng.

“Karena di lantai 2 mall ini, kita promosi yogurt! Masih ingat?” tanya Suho lalu aku mengangguk. “Aku menyuapimu dengan yogurt itu, haha”

“Kalau membayangkannya saja aku masih sangat kaget dan malu…..” sahutku dengan muka merah padam.

“Mau beli yogurt itu?” tanya Suho lalu aku mengangguk.

Kami akhirnya mampir di mini market di mall itu dan membeli yogurt yang rasa dan penampilannya sama persis dengan yogurt yang kita bintangi iklannya. Kami makan bersama di kursi kecil di luar mini market. Kalau membicarakan iklan yogurt, aku jadi teringat saat audisi. Kai memeriku yogurt bekasnya. Dan mungkin karena yogurt itu aku sukses dalam audisi….

“Ah!” seru Suho tiba-tiba. “Lagu yang diputar sekarang adalah lagu favoritku!”

Aku langsung mendengarkan dengan seksama. Some Nights dari F.U.N dan karena aku mengenal lagu ini, aku langsung menyanyi.

Some nights I stay up cashing in my bad luck

Some nights I call it a draw

Some nights I wish that my lips could build a castle

Some nights I wish they’d just fall off

But I still wake up, I still see your ghost

Oh lord I’m still not sure what I stand for ooh

Oh, what do I stand for? What do I stand for?

Most nights I don’t know anymore oh whoa oh

This is it boys, this is war

What are we waiting for?

Why don’t we break the rules already?

I was never one to believe that hype

Save that for the black and white, try twice as hard

And I’m half as liked

But here they come again to jack my style

That’s all right, that’s all right

I found a martyr in my bed tonight

Stops my bone from wondering just

Who I, Who I, Who I am ooh who am I?

Who am I? Who am I?

Well some nights I wish that this all would end

‘Cause I can use some friends for a change

And some nights I scared you’ll forget me again

Some nights I always win, I always win

But I still wake up, I still see your ghost

Oh lord I’m still not sure what I’m stand for ooh

What do I stand for? What do I stand for?

Most nights I don’t’ know anymore,

Oh come on….. So this is it?

I sold my soul for this?

Washed my hands of that for this

I miss my mom and dad for this?

So come on, oh come on, come on…. Oh come on

The other night you wouldn’t believe

The dream I just had about you and me

I called you up, but we’d both agree

Oh come on, it’s for the best you didn’t listen

It’s for the best we get our distance

Oh, oh whoa….

PLOK! PLOK! PLOK!

Tanpa aku dan Suho sadari, banyak orang sudah mendengarkanku bernyanyi. Wajah tersenyum dan kagum mulai dari yang muda hingga tua terus muncul di hadapanku.

“Daebak! Apa unnie penyanyi?” tanya salah satu anak kecil padaku.

“Aniya, aku artis… Lebih tepatnya aktris” jawabku.

“Jangan-jangan kamu Kim Taeyeon?” tanya salah satu anak muda padaku. “Ternyata suaramu sangat bagus! Kenapa tidak menjadi penyanyi saja?”

“Jinjja?” tanyaku pada mereka lalu mereka mengangguk serentak.

“Aku pikir juga begitu” jawab Suho lalu tersenyum.

“Unnie, maukah unnie bernyanyi lagi? Aku ingin mendengar suara unnie lagi!” seru anak kecil itu lagi.

“Mwo? Aku tidak jago menyanyi seperti yang kalian kira…..” jawabku lalu anak kecil itu menggeleng.

“Bohong. Suara unnie sangat bagus kok!” puji anak itu membuatku tersipu.

“Bagaimana, Suho?” tanyaku lalu Suho mengangguk.

“Gwechanna, aku tinggal meminta karyawan mini market ini untuk memutarkan lagu yang ingin kau nyanyikan…..” jelas Suho lalu mereka semua tepuk tangan.

“Baiklah, sebelum itu….” Aku mengeluarkan HPku dan membuat Suho bingung. “Bisa rekam aku menyanyi? Karena—“

“Kau ingin mengirim video untuk Kai?” tanya Suho lalu aku mengangguk kecil dengan perasaan sedikit takut tapi Suho tertawa. “Boleh saja, lagu apa yang ingin kamu nyanyikan?”

“Ng….. Dark side dari Kelly Clarkson….. Ya itu saja!” seruku.

“Apa arti dari lagu itu?” tanya Suho lalu aku menghembuskan napas.

“Bahwa semua orang tidaklah sempurna, semua orang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Yang bisa kita lakukan adalah menghargai kemampuan orang lain” jelasku lalu tersenyum.

Oh oh-oh

Oh oh-oh, oh, oh

There’s a place that I know

It’s not pretty there and few have ever gone

And if I show it to you now will it make you run away

Or will you stay? Even if it hurts

Even if I try to push you out will you return?

And remind me who I really am?

Please remind me who I really am….

Everybody’s got a dark side

Do you love me? Can you love mine?

Nobody’s picture perfect

But we’re worth it you know that we’re worth it

Will you love me? Even with my dark side?

Don’t run away, don’t run away

Just promise me you will stay, promise me you will stay….

Will you love me with my dark side? Oh whoa

Everybody’s got a dark side

Do you love me? Can you love mine?

Nobody’s picture perfect

But we’re worth it you know that we’re worth it

Will you love me? Even with my dark side

Don’t’ run away, don’t run away…..

“Daebak!” seru semua orang yang kusadari jumlahnya bertambah dari yang tadi.

“My first standing ovation……” gumamku sambil tersenyum.

*

Aku melangkah menuju dapur dan Yunho sangat kaget karena aku pulang terlambat. Wajar saja karena aku tidak menyangka kalau Suho akan mengajakku belanja dulu sebelum pulang.

“Taeyeon, seharusnya kamu datang lebih awal. Hidangan pembuka hampir aku habiskan sendirian begitu juga dengan hidangan utama” ucap Yunho lalu tertawa.

“Gwechanna, Appa” jawabku sambil tersenyum lalu mulai memakai serbetku.

“Bagaimana audisi Suho? Lancarkah?” tanya Yunho lalu aku mengangguk.

“Dia sangat senang karena dia lolos audisi drama action itu…. Bayangkan dia training tiap malam….” Lanjutku lalu Yunho menggeleng. “Waeyo?”

“Rupanya kau sama sekali tidak mengerti……” ucap Yunho.

“Tidak mengerti apa?” tanyaku penasaran.

“Dia lolos audisi bukan karena jenis dramanya. Tapi karena dia percaya diri ditonton olehmu…..” jelas Yunho.

“Jinjja? Aku tidak menyangka….. Jadi itu alasan mengapa dia memintaku untuk menemaninya audisi……” sahutku sambil mengangguk mengerti sekaligus malu.

“Yah, itulah kekuatan cinta. Cinta bisa membuat semua hal yang tidak mungkin menjadi mungkin” lanjut Yunho sambil tersenyum. “Ada post kilat dari Kai, yang baru saja sampai”

Yunho memberiku sebuah kartu pos yang gambar belakangnya adalah lambang Hollywood. Tulisan Kai benar-benar manis.

Annyeong, Taeyeon! Aku sudah sampai di Los Angeles~ Aku sempat kebingungan mencari apartmentku. Ngomong-ngomong, pos kilat mahal sekali tapi aku hanya bisa menulis sedikit kalimat di dalamnya. Annyeong!

“Benar-benar kalimat khas Kai….” Gumamku sambil tersenyum.

“Bagaimana dengan karirmu?” tanya Yunho setelah aku meletakkan kartu pos itu. “Dilihat dari sifatnya, Produser Boa pasti mengancammu”

“Benar dan aku harus menemukan drama atau film yang diproduseri oleh orang selain Produser Boa” sahutku.

“Kamu tidak perlu repot-repot mencari drama atau film lalu audisi. Aku bisa merekomendasikanmu meski produsernya adalah Produser Boa. Ingat, aku aktor legendaries” jelas Yunho lalu aku menggeleng.

“Aniya, aku tidak mau. Aku sudah sangat belajar dari pengalamanku bahwa menerima peran langsung tanpa audisi akan menurunkan kepercayaan orang padaku jika aku gagal. Karena itu aku ingin audisi di banyak tempat tak peduli produsernya siapa!” ucapku panjang lebar lalu Yunho tertawa.

“Aku sangat bangga padamu. Tapi kalau kamu butuh bantuan, katakan saja padaku” sahut Yunho lalu aku mengangguk. “Nah, maid! Segera hidangkan dessert!”

Aku memutuskan untuk mengecek HP apakah ada pesan dari Kai dan ternyata ada.

Kai          : Sudah menerima kartu pos dariku? Now your turn baby!

Aku langsung tertawa kecil sekaligus ingat kalau tadi Suho merekam aksiku bernyanyi lagu ‘Dark Side’ dari Kelly Clarkson. Aku langsung mencari video itu dan mengirimnya pada Kai.

“Taeyeon, dessert sudah siap tuh….” Ucap Yunho lalu aku berpikir sejenak.

“Aku ingin bertanya……” jawabku lalu Yunho menatapku serius.

“Ne, apa?”

Aku menarik napas cukup panjang sebelum mengucapkan kalimat yang jawabannya hanya bisa dijawab ‘Ya’ atau ‘tidak’ dan ini membuatku gugup. “Appa, apakah aku punya peluang untuk lolos audisi film musical?”

FLAWLESS STEP BY STEP – END

BERSAMBUNG KE FLAWLESS STEP BY STEP SEASON 2

 

 

Leave comment please! Jika aku mendapat respon positif, flawless akan bersambung terus dan seperti yang dituliskan di atas, season 2! Karena aku pikir banyak pembaca yang tidak akan puas kalau cerita ini tamat begitu saja. Annyeong, Author tidak akan cerewet lagi. Gomawo udah read!

***********

 

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s