Flawless Step by Step – Step 08

calm-happy

Title                                                       : Flawless Step By Step – Step 08

Author                                                  : tantriprtstht

Length                                                 : chapter (Baca Chapter 01-07 dulu!)

Genre                                                   : Romance & Friendship

Rating                                                   : T (Teen)

Main cast                                             : Taeyeon (SNSD) | SuHo (EXO) | Kai (EXO) | Kyuhyun (SuJu)

Desclaimer                                          : FF ini asli dan murni seratus persen dari otak author. Kalau ngambil tanpa seizin Author, artinya plagiator! No silent reader, hargai karya Author dengan comment but no bashing! Cast bukan milik saya melainkan Tuhan Yang Maha Esa dan Orang tua mereka masing-masing serta entertainment mereka.

Aku memasuki kelasku. Begitu aku masuk, semua mata langsung tertuju padaku. Aku tahu mereka kaget tapi aku harus tetap terlihat kangen pada mereka setelah banyak kejadian yang kulalui.

“Taeyeon, kau kembali!” seru Yoona langsung memelukku.

“Ne, aku kembali, Yoona!” balasku lalu melepas pelukanya. Aku tersenyum pada semua teman-temanku. “I’m back”

Semua langsung memelukku, menyalamiku bahkan ada yang minta tanda tanganku. Ternyata keputusan Yunho kemarin malam benar.

Setelah aku kembali ke rumah –Yunho—aku ditanya apakah aku mau kembali ke sekolahku yang lama atau tidak. Yunho bilang untuk menjagaku, dia ingin mengembalikanku ke sekolah biasa dan aku langsung setuju.

Dan siapa sangka aku disambut ramah seperti ini. Meski aku sudah menjadi artis mereka tetap menganggapku sebagai keluarga mereka.

“Nah, Taeyeon sudah kembali, sekarang kita tinggal menunggu Kai” ucap ketua kelasku.

“Mwo? Kai tidak kembali ke sini?” tanyaku lalu mereka semua menggeleng. “Aku pikir Kai kembali ke sini….”

“Memangnya ada apa dengan Kai?” tanya Yoona penasaran.

“Kai… Menghilang”

*

Sepulang sekolah aku malas sekali untuk kembali ke rumah –Yunho—karena itu aku langsung pergi ke Vello Entertaiment. Cukup jalan kaki untuk ke sana, aku malas sekali memakai taxi. Resikonya adalah dalam perjalanan, aku sering sekali dimintai tanda tangan maupun selca bareng. Sekitar 15 fans aku layani dalam perjalanan ke Vello Entertaiment.

Aku memasuki kantor Vello Entertaiment dengan gugup. Meski sudah sekolah di sekolah biasa, aku tetap akan menjalani pekerjaanku sebagai artis, karena itulah aku berlatih dengan sungguh-sungguh. Aku harap ada Kai di dalam gedung Vello Entertaiment.

Gedung tampak ramai seperti biasa. Aku memutuskan untuk mencari Kai.  Tapi sosok yang kutemui bukan Kai, namun Kyuhyun.

“Annyeong, Taeyeon-ssi” sapa Kyuhyun sambil tersenyum.

“Kamu sudah keluar dari Rumah Sakit? Bagaimana perasaanmu?” tanyaku gugup.

“Aku tidak pernah merasa sesehat ini” jawab Kyuhyun lalu tertawa. “Aku akan menjadi manajermu. Karena itu aku akan selalu mengawasimu”

“Gomawo…!” jawabku sambil tersenyum. “Oh iya, apa Kyuhyun melihat Kai?”

“Kai?” Kyuhyun berpikir sejenak. “Jadi, dia tidak bersamamu? Aku pikir dia bersamamu karena rumah kosong saat aku pulang dari Rumah Sakit tadi pagi”

“Ani, dia tidak bersamaku” jawabku sambil menggeleng. Kalau begitu kemana Kai? Kalau dia menginap di gedung Vello Entertaiment, masih masuk akal tapi dia sekarang ada di mana?

“Oh iya. Pekerjaanmu selanjutnya adalah pemotretan untuk majalah The Beginning” lanjut Kyuhyun. “Ikuti aku”

Aku mengikuti Kyuhyun masuk ke dalam lift.  Kyuhyun membawaku ke studio di lantai 4. Pemotretan sudah dimulai. Ternyata di sana juga ada produser Boa. Selain memproduseri film, ternyata majalah The Beginning adalah majalah yang dirancang oleh Boa.

“Annyeong, Taeyeon! Sudah lama kita tidak bertemu!” sapa Boa lalu tersenyum.

“Annyeonghaseyo, Boa-ssi” jawabku sambil menundukkan kepala.

“Apa Kai datang?” tanya Boa pada Kyuhyun lalu menggeleng. “Yah, sayang sekali. Padahal aku ingin memotret kalian bertiga”

“Bertiga?” tanyaku pada Boa lalu Boa mengangguk.

“Ne, aku ingin memotret kalian bertiga! Siapa lagi kalau bukan kamu, Suho dan Kai!” jelas Boa. “Tapi kalau Kai tidak ada, apa boleh buat….”

“Sekarang Suho ada di mana?” tanyaku lalu Boa menunjuk pada ruangan.

“Dia di dalam, sepertinya bersiap-siap untuk dipotret” jawab Boa. “Kau juga bersiaplah, Taeyeon. Kalian berdua akan difoto” Boa meninggalkanku berdua dengan Kyuhyun.

“Kyuhyun-ssi, aku ingin menemui Suho. Tidak lama, kok” Kyuhyun mengangguk lalu aku langsung menuju ke ruangan di mana Suho berada.

Aku mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban. Aku langsung berpikir kalau Suho tidak mungkin berteriak untuk menjawab karena orang-orang pasti bisa mendengarnya. Aku langsung membuka pintu dan melihat sosok Suho tanpa baju. Aku sangat kaget tapi Suho langsung menarikku masuk dan menutup pintu rapat-rapat.

“Mianhae….!” Ucapku sambil membungkuk. Sambil mengintip sedikit tubuh Suho yang sangat kekar tapi penuh dengan luka memar.

“Gwechanna, lain kali jangan seperti itu” sahut Suho lalu memakai sebuah kemeja tanpa dikancing.

“Apa itu konsepmu untuk difoto nanti?” tanyaku membuat Suho sangat kaget.

“Maksudmu naked? Tidak mungkin. Aku tidak ingin memperlihatkan bentuk tubuhku pada orang lain” jelas Suho sambil menghela napas. “Tapi aku tidak marah padamu. Yah, kau terlanjur lihat sih”

DEG. Perkataan Suho membuat wajahku merah padam. Kenapa Suho sangat dingin tapi justru itulah yang membuatnya sangat keren? “Apa memarmu… Karena training?”

Suho menatapku dengan tatapan kaget.Seperti aku adalah seorang detektif yang berhasil memecahkan kasus sulit yang jawabannya hanya diketahui oleh Suho. Suho duduk di kursinya dengan wajah merah padam sambil menundukkan kepalanya.

“Ne… Aku training….” Jawab Suho sangat pelan.

“Ah…. Ng, training untuk apa?” tanyaku terbata-bata. Aku duduk di hadapannya.

“Aku training untuk drama yang banyak melibatkan adegan action” jelas Suho. “Kupikir aku harus lebih kuat dan membuat tubuhku lebih kekar”

“Hihi, Suho hebat ya. Untuk melakukan hal ini saja kau berusaha sekuat tenaga” lanjutku. “Aku kagum padamu”

“Kau sendiri? Kenapa kau kembali ke sekolahmu?” tanya Suho membuatku kaget.

“Darimana kau tahu?” tanyaku lalu Suho menunjuk ke baju yang kupakai. Seragam sekolahku yang lama! Pantas saja Suho langsung tahu! “Mianhae, Suho-ssi!”

“Cepatlah bersiap-siap. Kita akan dipotret” ucap Suho lalu aku keluar dari ruangannya.

Aku menuju ke ruanganku yang tepat di sebelah ruangan Suho. Di sana sudah ada Jessica –si stylist cerewetku—dengan wajah penuh semangat. Di sampingnya sudah ada baju yang harus aku gunakan.

“Annyeong, Taeyeon-ssi! Hari ini kau akan ganti baju sebanyak 15 kali. Bersiaplah!” ucap Sica semangat lalu mulai mendadaniku.

Memang benar kata Jessica, aku dipotret sebanyak 15 kali. Konsepku beda-benda, mulai dari murid sekolah, pelaut, bahkan astronot. Suho juga memakai baju yang seragam dengan baju yang aku kenakan. Coba kalau ada Kai, pasti lebih heboh lagi tuh.

“Yak! Pemotretan hari ini selesai!” seru produser Boa setelah aku dan Suho berpose selama 5 jam dengan 15 baju yang berbeda-beda serta dipotret lebih dari 100 kali dengan background yang berubah-ubah.

“Kamsahamnida….” Ucapku sambil membungkuk.

Suho hanya menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat. Dia mendekat padaku, aku pikir apa yang akan dilakukan oleh Suho, ternyata dia mendekatkan mulutnya ke telingaku untuk membisikiku sesuatu.

“Datanglah ke ruanganku setelah kau mengganti bajumu seperti baju yang kau gunakan untuk ke sini” bisik Suho lalu aku mengangguk.

Saking penasaran apa yang akan disampaikan –mungkin—oleh Suho, aku cepat-cepat mengganti baju dan itu membuat Jessica sangat heran. Butuh 2 menit untuk menghapus riasanku dan mengecek ulang barang-barangku agar tidak ada yang tertinggal di ruanganku.

Aku mengetuk pintu ruangan Suho. Kuputuskan untuk langsung masuk dan syukurlah kejadian tadi tidak terulang. Suho juga memakai baju yang ia pakai saat aku menemuinya tadi –dan tentu saja kemejanya dikancing—dan memberi isyarat agar aku duduk di depannya.

“Apa ini punyamu?” tanya Suho sambil menunjuk sebuah foto.

Aku sangat kaget. Itu adalah foto yang diberikan oleh Seohyun, foto Suho, Seohyun dan SooYoung saat masih bekerja di café. Aku sangat takut akan menjawab apa. “Ani, itu punya Seohyun”

“Kenapa bisa ada di kamu?” tanya Suho lagi. Belum sempat aku menjawab, Suho sudah menghela napas. “Pasti diberikan Seohyun”

“Ne” jawabku gugup. “Kalau mau, ambil saja foto itu”

“Kalau begitu aku ambil ya?” aku mengangguk lalu Suho tertawa. “Gomawo. Oh iya jepit kupu-kupu yang kuberikan itu masih kamu simpan, kan?”

“Ne!” jawabku lalu membuka tasku. Kalau tidak salah, aku meletakkannya di tasku dan ternyata aku benar. Jepit kupu-kupu dari Suho masih ada. Aku menunjukkannya dengan bangga. “Aku tak mungkin menghilangkan ini”

“Syukurlah, karena itu punya SooYoung” lanjut Suho.

Aku menunjukkan ekspresi kesalku. Tidak adakah yang ingin dia bicarakan selain SooYoung? Misalnya membicarakan tentang diriku? “Itu sebabnya kau sangat marah saat aku memilih jepit itu?”

“Marah?” tanya Suho lalu aku mengangguk. “Aniya, aku tidak marah. Aku hanya kesal”

“Mwo?!” seruku kaget. Ternyata diam-diam Suho sangat iseng.

“Mian….” Lanjut Suho sambil tersenyum. “Kau pasti kesal karena aku membicarakan SooYoung”

“Ani, aku tidak kesal—“

Ucapakanku berhenti karena Suho menciumku tiba-tiba. Aku tidak mengerti. Kenapa selalu saja Suho yang penuh kejutan? Suho tidak bisa ditebak tapi kelakuannya membuatku nyaman berada di dekatnya. Aku ingin terus bersamanya….

“Itu tanda terima kasihku” ucap Suho setelah ciuman kami berakhir. “Aku ingin tanya sesuatu”

“Ne?” tanyaku yang masih memikirkan kejadian barusan.

“Apa kau sudah menemukan di mana Kai?” tanya Suho lalu aku menggeleng.

“Kurasa Kai marah padaku…. Apapun masalahnya, aku merasa kalau aku harus minta maaf” jawabku lesu.

“Aku tahu bagaimana cara membuat Kai muncul” ucap Suho membuatku kaget.

“Jinjja? Bagaimana?” tanyaku lalu Suho menggeleng.

“Tidak akan kuberitahu…. Karena mungkin ini sebuah kesalahan yang sangat besar” jawab Suho membuatku makin bingung.

TING!

“Ah, SMS!” seruku lalu menatap layar HPku.

Kyuhyun              : Taeyeon-ssi, di manapun kau berada, temui aku sekarang di lantai 2 gedung VelloEnt

Taeyeon               : Ne, segera Kyuhyun-ssi

“Aku ada urusan. Gomawo sudah membantuku bekerja” ucapku lalu Suho hanya mengangguk.

Aku buru-buru menuju ke lantai 2 gedung VelloEnt. Untunglah lift tidak sedang ramai, aku bisa menggunakannya sendirian. Begitu sampai di lantai 2, Kyuhyun sudah berdiri di depan pintu lift dan langsung menarik tanganku.

Kyuhyun membawaku ke sebuah ruangan dan di ruangan itu sudah ada produser Boa yang tersenyum melihat kehadiranku.

“Sesuai permintaan, saya bawakan Kim Taeyeon” ucap Kyuhyun lalu aku menunduk.

“Taeyeon, duduklah” perintah Boa lalu aku duduk di sebuah sofa. “Aku punya tawaran pekerjaan untukmu”

“Tawaran…. Pekerjaan?” tanyaku lalu Boa mengangguk.

“Sebuah film layar lebar dua setengah jam. Ini sinopsisnya, bacalah” lanjut Boa sambil memberiku sebuah kertas.

—–Berkisah tentang seorang yeoja SMA yang bernama Park Sooyoon. Dia sering pindah sekolah dalam kota yang sama karena orang-orang yang tidak menyukai sifatnya yang pendiam. Di sekolahnya yang baru, dia bertemu dengan teman-teman yang menyebut Sooyoon sebagai seorang ratu. Sejak saat itulah, nyawa Sooyoon terancam. Satu saja kesalahan yang dia buat di sekolah itu, dia akan dibunuh oleh seorang pembunuh yang juga mata-mata di sekolah barunya—-

“Ini…. Film action?” tanyaku lalu Boa menggeleng.

“Bukan, ini film tentang keluarga. Ini hanya sinopsis, ingat? Tidak keseluruhan cerita dijelaskan” jelas Boa lalu aku mengangguk mengerti. “Aku ingin kau berperan sebagai Sooyoon”

“Saya? Menjadi tokoh utama?” tanyaku lalu Boa mengangguk sambil tersenyum.

“Kurasa bakatmu sangat luar biasa, Taeyeon. Mulai dari audisi iklan, model, kemampuan membuat lagu. Kau sudah siap untuk terlibat dalam proyek besar seperti ini” jelas Boa. “Aku menawarkanmu untuk menjadi Sooyoon tanpa audisi. Bagaimana?”

“Apakah…. Lokasi syutingnya di Seoul?” tanyaku lalu Boa berpikir sejenak.

“Kita akan berpindah-pindah tempat tapi kita akan fokus ke Negara-negara di Eropa” jawab Boa membuatku kaget. “Syuting membutuhkan waktu sekitar 1 bulan”

“Kalau begitu…. Saya ingin izin Eomma saya dulu. Saya ingin Eomma juga mendengar kabar ini” lanjutku lalu Boa mengangguk mengerti. “Kalau begitu saya permisi”

Aku dan Kyuhyun keluar ruangan itu. Rasanya tidak percaya aku akan mendapatkan sebuah peran di film layar lebar.

“Kyuhyun-ssi, apa kau tahu di mana Eomma?” tanyaku lalu Kyuhyun mengangguk.

“Eommamu tinggal di sebuah apartmen. Ini alamatnya….” Kyuhyun memberiku sebuah kertas.

“Aku ingin menemui Eomma. Bolehkah?” tanyaku lagi lalu Kyuhyun mengangguk.

“Tentu saja, Taeyeon-ssi” ucap Kyuhyun lalu aku langsung menunduk dan pergi ke alamat yang dituju.

Ginger Apartment, Floor 5 Room 7

Ternyata tempatnya cukup jauh dari Vello Entertaiment. Aku langsung menaiki lift menuju ke Lantai 5 Ruang 7. Kubunyikan bel. Aku sadar kalau di pintu ada sebuah lubang yang memungkinkan Eomma untuk melihat siapa yang datang. Aku hanya berharap Eomma mau membukakan pintu untukku.

“Annyeong, Taeng” sapa Eomma sambil tersenyum setelah membuka pintu lalu aku langsung memeluknya erat.

“Eomma…..” ucapku dengan mata berkaca-kaca. “Aku sangat rindu dengan Eomma”

“Ne, Eomma juga” sahut Eomma lalu melepas pelukanku dan tersenyum. “Masuklah ke dalam”

Aku mengikutinya ke dalam Apartmennya. Luas, pantas saja Eomma betah tinggal di sini. Eomma menyuruhku duduk di dapur dan tak lama kemudian Eomma memberiku sebuah teh. Aroma yang nikmat ini hanya akan terasa kalau Eomma yang membuatnya.

“Eomma menjual rumah kita untuk membeli apartment ini” ucap Eomma membuatku kaget. “Setelah kau…. Menemukan Eomma di rumah keluarga Cho yang ketiga, Eomma memutuskan untuk segera pergi dari situ….”

“Eomma sebenarnya ingin sekali minta maaf, Taeng. Eomma sudah jadi seorang Ibu yang tidak baik untuk Taeng. Memberi Taeng perintah untuk pergi ke Vello Ent dengan diam-diam mengawasi Taeng. Seharusnya Eomma mendukung Taeng, Eomma memang—“

“Cukup Eomma….” Potongku lalu tersenyum. “Gwechanna. Lagipula aku tidak sendirian. Ada Suho, Kyuhyun, Kai, teman-teman di sekolah, Tuan Cho, Yoona dan Appa”

“Appa?” tanya Eomma lalu aku mengangguk.

“Sebenarnya ini rahasia tapi sekarang aku tinggal di rumah Yunho” jelasku. “Dia benar-benar baik dan ingin minta maaf pada Eomma dan aku. Dia bahkan memberikan seluruh hartanya padaku tapi aku menolak….”

“Eomma juga sudah dengar tentang kecelakaan Kyuhyun. Apa dia baik-baik saja?” tanya Eomma lagi.

“Ne, dia sudah pulih. Dia sangat sehat sekarang. Tapi aku tidak ingin menikah dengannya. Aku sudah suka dengan seseorang. Sekarang dia menjadi manajerku” jelasku.

“Apa Tuan Cho tidak keberatan tentang itu?” tanya Eomma lagi lalu aku menggeleng.

“Tuan Cho malah mendukungku, Eomma. Gwechanna” jawabku sambil tersenyum. “Eomma, aku ingin bicara sesuatu”

“Ne, Taeng?” Eomma menunjukkan wajah antusiasnya.

“Aku mendapat sebuah peran utama dalam film layar lebar…. Lokasi syutingnya di Negara-negara Eropa. Karena itu aku ingin kali ini Eomma mendukungku” jelasku. “Maukan, Eomma?”

“Tentu saja, Taeng. Eomma mendukungmu” jawab Eomma sambil tersenyum. Aku pun tersenyum bahagia.

Sambil menikmati teh, aku dan Eomma menonton tayangan di televisi. Jari Eomma berhenti bergerak untuk mencari channel yang tepat saat aku minta berhenti ketika aku melihat Suho di sebuah channel.

“Mau apa Suho?” gumamku.

“Suho-ssi, apa rahasia yang ingin kau umbarkan?” tanya salah satu presenter.

“Saya ingin mengatakan kalau inilah suara asli saya. Selama ini suara saya diisi oleh Kim Jong In alias Kai yang berasal dari agency yang sama dengan saya. Karena itu…. Saya minta maaf pada seluruh fans!” jelas Suho.

DEG. Apa yang dilakukan oleh Suho?! Dia memberitahu rahasia besarnya yang bisa mengancam karirnya….. Babo, babo. Kim Joon Myeon, kau sungguh babo.

KRING~

Teleponku berbunyi. Aku harap itu adalah Suho karena tayangan di channel tadi bukan siaran langsung. Tapi yang menelponku ternyata Kai.

“Taeyeon-ssi, apa maksud perkataan Suho tadi?!” teriak Kai dari tempatnya.

“Aku juga tidak tahu, Kai! Dia tiba-tiba bicara seperti itu…” jawabku dengan mata berkaca-kaca.

“Apa yang terakhir kali dia katakana padamu?” tanya Kai dengan nada yang lebih tenang.

“Dia bilang dia tahu bagaimana cara membuatmu muncul…..”

Ucapanku berhenti. Maksud Suho adalah agar Kai mau menghubungi salah satu dari kita. Tentu saja Kai yang kaget dengan ucapan Suho di channel tadi dengan reflek langsung meneleponku untuk meminta penjelasan.

Aku tidak percaya Suho melakukan ini tapi tindakannya benar-benar bodoh. “Kai, apa kau tahu di mana Suho sekarang?”

“Ani, aku tidak tahu tapi aku akan coba mencarinya” jelas Kai lalu menutup telepon.

“Eomma, aku pergi dulu” ucapku.

“Ne, hati-hati Taeng. Berusahalah dalam pekerjaanmu!” seru Eomma lalu aku segera keluar dari apartmen Eomma.

Tempat yang pernah kukunjungi bersama Suho aku datangi satu per satu mulai dari rumah Suho, rumah kedua keluarga Cho, kantor Vello Entertaiment bahkan café kenangan itu dan pelabuhan tapi sosok Suho tetap tidak terlihat.

KRING~

“Annyeong?” tanyaku pada penelepon dan ternyata Kai.

“Aku sudah tahu di mana Suho!” seru Kai.

“Jinjja? Di mana dia?” tanyaku berharap.

“Dia berada di moonlight hotel, kamar 305” jelas Kai. “Cepatlah datangi dia sebelum dia melakukan sesuatu yang lebih bodoh lagi!”

“Ne, gomawo Kai!” ucapku lalu segera menuju ke moonlight hotel. Aku cepat-cepat belari ke kamar 305 dan syukurlah saat aku membunyikan bel, Suho langsung membukanya.

“Annyeong….” Sapaku dengan napas terengah-engah.

“Mau apa kau ke sini? Pergi!” seru Suho tapi aku langsung melawannya dan memaksa masuk.

“Aku tidak akan pergi sampai kau menjelaskan semuanya!” jawabku. Suho tiba-tiba menarik tanganku dan membawaku ke sebuah kasur.

Tatapan Suho kembali lagi, tatapan yang penuh kebencian. Dia menyentuh lengaku lembut dan aku sangat takut apa yang akan dilakukannya. Mula-mula dia melepas blazer yang aku pakai, lalu kemeja sekolahku. Hampir sedikit lagi ia akan melepas baju dalamku tapi aku langsung mendorongnya.

“Aku tidak butuh hal seperti ini, yang kubutuhkan hanya penjelasan!” seruku lalu Suho menyentuh rambutku lembut.

Tatapannya kali ini kembali. Kembali menjadi lembut. Dia langsung mengehentikan aktivitasnya dan duduk di sebelahku. “Aku ingin bertanya…..”

“Ne?” tanyaku gugup.

“Apa kau mencintaiku?” tanya Suho.

DEG. Pertanyaan Suho yang sangat singkat ini terlalu mendadak untukku. Aku tak bisa menjawab pertanyaan ini, mungkin ini pertanyaan tersulit dalam hidupku. “Ne”

“Jangan bohong” ucap Suho. “Pikirkan sambil menutup mata, dalam hatimu yang terdalam, siapakah yang ada?”

Aku menutup mataku dan memikirkan kejadian-kejadian yang sudah aku alami sejak aku menjadi artis di Vello Entertaiment. Aku masuk Vello Entertaiment karena ingin dekat pada Suho, karena ingin mengejar Suho, aku tahu aku sangat kagum dan suka pada Suho.

Namun…. Namja itu. Namja yang bernama Kai itu selalu mendampingiku saat aku senang maupun sedih. Dia membantuku melakukan sesuatu, memberiku motivasi, membelaku saat aku kesulitan serta melindungiku dari bahaya.

“Mianhae…. Aku berbohong!” ucapku dan tanpa kusadari air mataku menetes. “Ternyata…. Aku menyukai Kai….”

Aku tidak percaya aku mengatakan ini. Sama sekali tidak ada alasan yang tepat untuk menjelaskan kenapa aku menyukai Kai. Di antara banyak namja di dunia ini, hatiku hanya tertuju pada Kai.

Sejak Kai menghilang, aku sadar aku sangat rindu padanya. Suaranya, tingkanya, senyumnya, tangannya saat mengusap kepalaku, rangkulannya, pelukannya juga ciumannya. Tanpa kusdari aku telah jatuh terlalu jauh dan terjebak di cinta ini.

“Akhirnya kau jujur juga” ucap Suho. “Apa Kai sudah meneleponmu?”

“Ne…. Dia sudah meneleponku” jawabku sambil menghapus air mataku. “Apakah ini alasan kenapa kau mengumbar rahasiamu di depan semua orang? Karena kau tahu aku menyukai Kai?”

“Bukan…. Bukan itu”

“Lalu apa?” tanyaku lalu Suho tersenyum.

“Karena aku menyukaimu, Kim Taeyeon. Tapi asal kau bahagia, aku juga bahagia” ucap Suho lalu menyerahkan blazer dan kemeja sekolahku padaku.

“Kenapa…. Kau tidak bilang sejak dulu? Mungkin kalau kau bilang sejak dulu aku dan kamu pasti sekarang sudah pacaran…..” jelasku lalu Suho tertawa.

“Aku sadar aku tidak bisa menembus celah antara kau dan Kai. Aku sadar aku hanya bisa menjadi partner kerjamu” lanjut Suho.

“Ani… Kau bukan hanya partner kerjaku, Suho. Kau sahabatku yang terbaik, selamanya” jawabku.

“Aku punya permintaan…. Maukah kau mengabulkannya?” tanya Suho lalu aku mengangguk. “Malam ini…. Tolong temani aku. Menginaplah di sini. Aku ingin berada di sisi orang yang kusukai sebelum aku memulai cinta yang baru”

“Ne, tentu saja” aku memakai kemeja dan blazerku lalu berbaring di kasur. Suho juga berbaring di sebelahku lalu kami tidur…. Di temani cahaya bulan, Suho patah hati namun aku sadar…. Cintaku yang sebenarnya…. Aku menangis, tidak percaya. Aku menyukai Kai.

*

“Ngh….”

Aku membuka mataku perlahan. Kuperhatikan sebelahku dan tidak mendapati sosok siapapun. Aku menyentuh rambutku. Kepangan? Bukankah rambutku diurai saat aku tidur bersamanya? Aku juga menyadari kalau aku sudah memakai selimut.

“Annyeong Taeyeon, selamat pagi” sapa Suho dari pintu kamar dengan senyumannya. “Sarapan sudah siap”

Aku mengangguk cepat. Aku segera bangkit dari ranjang dan menatap cermin. Aku pasti banyak menangis selama tidur, mataku memerah sekarang. Aku menuju ke kamar mandi dan mencuci mukaku. Setelah itu aku segera menuju ke dapur, tempat Suho sudah duduk menungguku.

“Sarapan istimewa untuk pagi ini” ucap Suho dan aku sangat kaget. Mie instan.

“Darimana kau tahu?” tanyaku lalu Suho tertawa.

“Tadi pagi aku bertanya pada Kyuhyun, biasanya kamu, Kyuhyun dan Kai makan apa dan aku tertawa saat dia menjawab mie instan” jelas Suho. “Apa aku salah?”

“Ani, kau tidak salah. Memang mie instan” jawabku lalu duduk di hadapannya, sambil tersenyum. Kami menikmati mie instan itu sambil saling melempar senyum. Ternyata lebih baik jika Suho menjadi temanku….

“Huh, enaknya!” ucapku setelah mie instan milikku habis, Suho hanya tersenyum melihatku. “Waeyo?”

“Ani, kau lucu sekali jika dikepang” jawab Suho membuatku tersipu. “Setelah ini masih banyak yang harus kamu lakukan. Ingat?”

Aku mengangguk cepat. Aku harus mencari Kai. Setidaknya aku harus menyatakan perasaan padanya sebelum aku memulai syuting untuk film baruku. “Kalau begitu aku pergi dulu, Suho-ssi”

“Ne” aku menuju ke pintu lalu Suho menahanku. “Kapanpun kamu minta bantuanku…. Aku selalu bersedia untuk membantumu dengan tulus”

Aku mengangguk dan segera pergi dari moonlight hotel. Dengan membiarkan kepanganku, aku segera berlari menembus angin.

Aku meraih HPku. Kucari nama Kai di kontakku dan segera meneleponnya. Angkatlah, masa Kai tidak mau mengangkatku?

KRING~

Sebuah bunyi telepon di dekatku. Aku segera menoleh ke belakangku dan mendapati Kai yang tampak terkejut karena aku menemukan lokasinya. “Kai!”

Kai langsung berlari secepat kilat. Dia akan kabur dan tidak akan kubiarkan. Aku segera berlari mengejarnya, hingga ke sebuah pantai. Pantai di mana aku dan Kai sama-sama basah karena air laut. Aku berhasil memegang jaketnya dan itu membuat Kai terjatuh, bukan ke air tapi ke pasir.

“Jangan tinggalkan aku di sini!!” seruku lalu Kai berhenti bergerak. “Kenapa…. Kau pergi dari sisiku?”

Kai memelukku sangat erat, air mataku menetes. Hangat, sungguh hangat. Entah sudah berapa lama aku tidak berada di dekapannya yang kuat ini. “Mian, membuatmu menangis”

Aku menggeleng dalam pelukannya. Aku tidak peduli kalau ada ratusan wartawan yang melihatku, dan memotretku bersama Kai, aku sama sekali tidak peduli. Aku tidak ingin kehilangan dia, sungguh.

Setelah tangisanku berakhir, aku dan Kai duduk di pasir sambil memandangi laut di pagi hari. Kami tidak bercakap-cakap ataupun berinteraksi. Berat rasanya bertemu orang yang sudah lama tidak diajak mengobrol.

“Ng, Kai… Aku akan bermain di film layar lebar yang akan diproduseri oleh produser Boa” ucapku memulai pembicaraan.

“Jinjja?” tanya Kai terkejut lalu aku mengangguk.

“Ne” jawabku lalu menoleh padanya. “Aku bisa terus berakting…. Semua berkat kamu. Karena kamu selalu membantuku”

Aku memegang tangannya erat-erat. Aku memperhatkan tatapannya yang terlihat kaget, tapi aku tetap tersenyum. Aku berusaha mengeluarkan keberanianku.

“Sebenarnya…. Ini pertama kalinya aku mempunyai keinginan yang besar” lanjutku. “Aku ingn terus bersamamu. Aku menyukaimu, Kai… Ini perasaanku yang sesungguhnya”

Akhirnya aku mengatakannya. Aku tak pernah segugup ini dalam menyatakan perasaan. Kai melepas genggamanku dengan cepat, lalu bangkit berdiri dan membelakangiku.

“Kai?” tanyaku lalu aku juga ikut-ikut berdiri. Dia tidak menghadapku.

“Mian. Perasaanku padamu hanya sebatas teman”

DEG. Aku tidak percaya ini. Kai berjalan pelan dan aku menggenggam tangannya lagi lalu dia melepasnya.   “Kita tak bisa bersama lagi, Taeyeon”

Tubuhku membatu sambil melihat sosok Kai yang pergi meninggalkanku bersama angin laut. Aku tidak mengerti. Apakah hanya aku yang tidak bisa bahaga? Kami… Tidak bisa bersama lagi? Padahal aku sungguh-sungguh menyukaimu…..

*

“Sip, sudah selesai! Yoona, coba diperiksa!” ucapku lalu Yoona mengambil sebuah kertas yang kupegang.

Untuk beberapa saat, dia memeriksa kertas yang harus kuisi dengan dataku untuk mengambil peran utama dalam sebuah film. Saat ini aku, Yoona, Suho dan Seohyun sedang berkumpul bersama di restoran –tempat Seohyun, Suho dan SooYoung dulu bekerja—untuk merayakan perpisahan denganku karena aku akan pergi ke eropa untuk syuting film.

“Benar semua, Taeyeon-ssi! Selanjutnya kamu tinggal tanda tangan!” seru Yoona lalu mengembalikan kertas dan memberiku pulpen untuk tanda tangan.

Tanda tangan…. Entah sudah berapa kali aku memutuskan untuk latihan tanda tangan tapi tidak sempat. Tanda tangan yang dibuat Kai, belum kulatih sama sekali tapi akhirnya aku tanda tangan. Anehnya tanpa bantuan Kai, tanda tangan itu terlihat sempurna. Seperti aku dan Kai yang tidak bisa menyatu.

Air mataku menetes membuat Yoona, Suho dan Seohyun kaget. “Mian, aku keluar sebentar…”

“Kau ditolak oleh Kai?” tanya Suho membuat Yoona dan Seohyun melotot tapi aku mengangguk. “Bagaimana bisa?”

“Dia bilang kami tidak bisa bersama…. Dia hanya menganggapku sebagai temannya…” jelasku sambil mengusap air mataku. Yoona memelukku erat.

“Tega sekali… Kai membuat Taeyeon menangis!” ucap Yoona lalu aku menggeleng.

“Gwechanna, kupikir Kai memang benar, kami tidak bisa bersama…..” lanjutku lalu Seohyun menarik tanganku.

“Ayo kita semua pergi!” ucap Seohyun membuatku kebingungan. “Masih tidak mengerti? Kita berpencar mencari Kai!”

Kami semua mengangguk dan berpencar mencari Kai. Meski sudah ditolak, aku harus berpamitan dengannya. Rasanya sangat aneh kalau aku pergi dari sisinya tanpa mengucapkan selamat tinggal….

Aku berhenti di sebuah taman saat melihat sosok Kai. Baru saja aku mau mendekati dan aku sadar kalau Kai sedang ngobrol dengan Suho. Ternyata Suho sudah tiba di sini duluan. Aku bersembunyi di balik pohon, berusaha mendengarkan pembicaraan mereka.

“Mau apa, Suho?” tanya Kai lalu Suho mendengus.

“Kenapa kau menolak Taeyeon?” tanya Suho lalu Kai beranjak pergi membuat Suho kesal. “YA! Dengarkan perkataan orang, dong!!”

“Apa urusannya denganmu?” tanya Kai sambil menatap Suho tajam. “Bukankah kau juga sudah berkali-kali menyakitinya?”

“Taeyeon sekarang sangat sedih karena kau campakkan, setidaknya ngobrollah dengannya sebelum dia pergi! Kita berdua tidak tahu kan kalau terjadi apa-apa padanya saat berada di Negara lain?” tanya Suho lalu Kai menggeleng.

“Bukankah bagus? Misalkan dia melanjutkan karirnya di luar negeri, dia memang cocok berada di tempat terbuka daripada berada di sisiku” jelas Kai.

“Kalau dia mengalami kecelakaan? Kamu sama sekali tidak peduli pada Taeyeon?!” bentak Suho lalu Kai membalik tubuhnya.

“3 hari lagi…. Aku akan pergi ke Los Angeles dan menetap di sana untuk belajar!”

TO BE CONTINUED……………

 

 

Annyeonghaseyo, Author tantriprtstht di sini. Bagaimana dengan Flawless Step 08 ini? Yah, mungkin sebagian dari kalian –atau malah semuanya—sudah mengira kalau pairingnya adalah KaiYeon. Nah, Author tidak bisa menutupinya lagi. Yap! Pairing FF ini akhirnya KaiYeon. Rahasianya adalah karena Kai juga bias Author di EXO, meski Baekhyun adalah yang nomor satu.

Karena pairingnya adalah KaiYeon, Author minta maaf pada seluruh pendukung SuTae! Di step ini, moment SuTae sangat banyak, Author berharap para pendukung SuTae puas dengan moment-moment di sini! Mungkin sekarang banyak yang kecewa karena pairingnya KaiYeon, Author minta maaf sebesar-besarnya!! L

Step 08 adalah step favorit Author karena selain Suho dan Taeyeon memutuskan untuk bersahabat, akhirnya Taeyeon kembali ke sekolah biasa! Sangat merepotkan kalau harus menulis semua nama teman Taeyeon di sekolah seni. Tangan pegal banget ><

Nah seperti biasa no silent reader. Kalau FF ini makin lama makin membosankan, bilang saja. Kalau FF ini makin lama bikin greget, bilang saja. Kalau FF ini sangat sangat mengecewakan, bilang saja. Tapi jangan pakai kata-kata kasar ya ^^ Kalau FF ini FF favorit kalian, bilang saja hehe… Gomawo udah read, sampai jumpa di “Flawless Step By Step – Step 09” !

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s