[Freelance] I Will Get You, Im Yoona! (Chapter 6)

i-will-get-you-im-yoona-2_kim-sooki_melurmutia

Title : I Will Get You, Im Yoona! (Chapter 6)

Author : Kim Sooki

Leght : Chapter

Rating : PG –  15

Genre : School-Life, Romance, Angst

Main Cast :

Oh Sehun | Im Yoona | Xi Luhan

Other Cast :

Tiffany Hwang | Seohyun | Hyoyeon | Kwon Yuri

 

A/N : Happy reading ya😀 ditunggu RCLnya :d khamsa😀

 

Yoona memegang bibirnya pelan, ia masih ingat dimana bibirnya dan bibir Sehun bersentuhan walaupun hanya sebentar.

“Astaga mesum !” makinya pada dirinya sendiri. Ia benar-benar tidak menyangka jika Sehun akan melakukan itu padanya hanya karena ia tidak memberitahu siapa pelaku yang berani menamparnya sehingga membekas dipipinya.

“Ada apa Yoona-ah?” ucap Luhan tiba-tiba berada disampingnya. Yoona menatapnya dengan terkejut , “Aniyo Luhan-ah.”

Luhan menatapnya dengan menyelidik, “Kau membohongiku. Kau terlihat habis melakukan sesuatu. Apa itu?”

Yoona terhenyak mendengar pertanyaa Luhan, “Aku tidak pernah berbohong denganmu. Aku harus pergi kurasa.”

Yoona bangkit dari kursi kantin sekolah yang tampak sepi, Luhan menariknya agar duduk kembali. Yoona terduduk kembali, ia menatap Luhan bingung dan polos.

“Waeyo Luhan-ah?” Yoona menatapnya bingung. Luhan menatapnya dalam diam. Luhan menikmati setiap lekuk wajah Yoona yang nyaris sempurna menurutnya.

“Luhan?” panggil Yoona. Luhan tidak menggubris panggilan Yoona, ia masih menatap wajah Yoona dengan dalam.

Perlahan-lahan ia mendekatkan wajahnya dengan Yoona. Yoona terlihat diam dengan perlakuan Luhan. Gadis itu hanyut dengan tatapan yang diberikan oleh Luhan. Gadis itu seakan terbang melayang.

Luhan semakin mendekatkan wajahnya dengan Yoona sehingga menyisakan jarak hanya kurang lebih 3 cm.

Luhan mendekatkan lagi, sehingga kurang lebih 1 cm. Yoona menutup matanya.

Tiba-tiba Luhan menghela nafas panjang dengan kasar, “Aku tidak bisa melakukannya seperti dia.”

Yoona membuka matanya dan menatap Luhan bingung, “Mwo? Kau bilang apa Luhan-ah?”

“Aniyo. Kajja kita ada banyak tugas.” Luhan berjalan membiarkan Yoona berjalan dibelakangnya.

Yoona menatap perubahan Luhan dengan bingung.

‘Waeyo Luhan-ah?’

-&-

Sehun memukul pelan kepalanya, frustasi. Ia bingung harus berbuat apa. Perasaanya hanya senang, dan bersalah. Ia senang ia mencium gadis yang ia sayang walaupun tidak romantis dan kesannya ia adalah pencuri ciuman diwaktu sempit. Damn!

Ia merasa bersalah karena ia melakukan itu diluar kesadarannya. Ia yakin Yoona sangat marah padanya atas kelakuan lancangnya. Astaga ini sangat buruk! Gadis itu akan menjadi galak kembali.

Sehun berjalan menelusuri daerah rumah Yoona. Ia berniat meminta maaf pada gadis itu, ia benar-benar menyesal dan sekaligus senang.

Apa yang harus ia katakan pada gadis itu nanti? Dia marah? Pasti. Dia akan menjadi galak kembali? Sangat pasti. Atau akan kembali sedingin es? Bisa jadi.

Jadi, apa yang harus dilakukannya?

Tiba-tiba mata Sehun menatap bayangan gadis yang sangat mirip dengan orang yang ditujunya, Im Yoona. Gadis itu tampak menerawang jalanan dihadapannya, gadis itu tengah duduk di bandulan taman dengan mengayunkannya pelan.

Sehun berjalan mendekatinya pelan-pelan. Ia tidak ingin mengganggu lamunan gadis itu. Gadis itu tetap tidak menyadarinya sampai Sehun duduk disampingnya dan memandangnya dengan—terkejut.

“Sehunnie?” ucap Yoona spontan. Sehun yang mendengar panggilan Yoona hanya tersenyum, “Kau memanggilku apa Yoona-ah?” godanya. Yoona membeku, ia tahu ia keceplosan memanggil terlalu manis. Wajahnya mulai terasa memanas. Astaga!

“Sehun-ah, apa yang kau lakukan disini?” Yoona berusaha bersikap santai dengan apa yang Sehun lakukan. Sehun tersenyum santai, “Aku ingin meminta maaf.”

“Soal apa?”

“Soal..err—ciuman tadi.” Sehun menggigit bibir bawahnya pelan dan membayangkan tadi siang yang terjadi.

Blush..

Pipi Yoona merona merah, ia rasa wajahnya terasa panas mendengar kata, ‘ciuman’. Yoona memilin-milin anak rambutnya pelan, dengan menggigit bibir bawahnya dengan gemetar.

“Eumm—“

“—gwechana Sehun-ah”

Sehun menatapnya bingung, “Kau yakin?” . Yoona hanya mengangguk dengan pelan untuk memastikan.

“Jika kau ingin marah, marah saja. Aku tidak masalah, karena..yah aku memang salah. Dan aku tidak berniat menciummu Yoona-ah. Itu tidak sengaja.”

Yoona menelan salivanya dengan cepat, ‘Tidak sengaja?’

“Tidak sengaja? Bukankah itu disengaja?” Yoona mengatakan hal yang ada dipikirannya dengan gamblang. Astaga.

Sehun menatapnya bingung, “Ne itu tidak sengaja. Wae? Kau ingin aku melakukannya dengan sengaja?”

Yoona menggeleng pelan. “Kurasa aku harus kembali. Mian.”

Yoona berbalik dengan perasaannya yang bercampur aduk menjadi satu. Sedih karena hal itu tidak karena dari dasarnya Sehun ingin melakukannya. Kesal, karena first kissnya diambil seseorang yang entah akan menjadi pendamping hidupnya. Ia berusaha menjaga agar pemilik first kissnya adalah pendampingnya masa depan.

Sehun memandang punggung Yoona dengan tanda tanya besar dikepalanya, “Apa yang terjadi?”

Yoona tetap berjalan dengan linangan air mata. “Nampeun namja!”

“Hei, Yoong.” Sehun memegang tangan mungil Yoona dengan lembut. “Mengapa kau menangis?”

Yoona menatap Sehun dengan sendu, dengan terisak pelan.

“Kau bodoh. Kau tidak mengerti, kau menyebalkan !” teriak Yoona dengan melepaskan tangan Sehun. Sehun menarik tangan Yoona dengan kasar, “Ada denganmu? Apa yang kulakukan?”

“Kau mengambilnya, kau menjadi first kissku yang seharusnya menjadi milik pendampingku nanti. Kau menyebalkan Sehun-ah,” keluh Yoona.

Glep..

Sehun memeluknya dengan erat, membuatnya sesak nafas. Badannya terasa hangat dengan pelukan Sehun.

“Jika first kissmu adalah untuk pendampingmu nanti. Bisakah aku yang menjadi pendampingmu?”

“Sehun?”

Tiba-tiba seseorang menarik Yoona dengan kasar, Yoona menatapnya. “Luhan?” Luhan menatapnya dengan dingin, “Kajja pulang. Eomma menunggumu.”

“Eomma?” Luhan tidak mempedulikannya, ia menarik Yoona dan menyuruhnya masuk kedalam mobil.

Sehun yang berdiri tidak jauh dari mereka hanya menerawang kosong pemandangan itu.

-&-

Luhan melepaskan pergelangan Yoona sesampainya dirumah gadis itu. Yoona menatap Luhan bingung, “Ada apa denganmu Luhan-ah?”

“Aku tidak suka dia menyentuhmu !” teriak Luhan keras. Yoona berdiri mematung mendengar perkataan Luhan.

“Dia? Oh Sehun?”

Graap..

Luhan memeluk Yoona dengan cepat, “Kumohon, jangan dekat lagi dengannya. Kau tahu, hatiku terasa terbakar melihatnya.”

Yoona terdiam, dan hanya mengangguk pelan. Luhan tersenyum senang.

“Err—kurasa aku harus mengerjakan pr.” Yoona berjalan menjauh meninggalkan Luhan, tiba-tiba Luhan menarik tangannya pelan.

CHU~

Luhan mengecup pelan dahi Yoona.

Blussh..

Wajah Yoona mulai berwarna merah seperti kepiting rebus. Yoona membalikkan badan dan berlari kecil menuju kamarnya dengan menutup wajahnya.

Luhan hanya tersenyum manis.

Beep..

Ponsel Luhan bergetar, ada sebuah pesan masuk. Luhan merogoh saku celanya dan membuka flap ponselnya.

To        : Luhan

From    : xxx

Kau sudah bersamanya? Apa yang kau lakukan pada Sehun?

Luhan mengetik pelan papan layar ponselnya.

To        : xxx

From    : Luhan

Ya, tidak. Aku tidak menyakitinya. Kau tenang saja.

Luhan menutup pelan dan berjalan pergi menuju kamarnya yang bersebelahan dengan Yoona.

-&-

Beep..beep

Lamunan Yoona seketika buyar ketika merasa ponselnya bergetar. Ia segera merogoh sakunya dengan pelan.

To        : Im Yoona

From    : Oh Sehun

Tonton aku nanti. Aku akan bertanding basket dengan Gangnam High School. Aku akan menjemputmu jam 3.

Entah sesuatu apa yang merasuki pikirannya. Ia dengan mudah menjawab pesan Sehun dengan jawaban. Iya

Kini ponselnya berdering keras, membuat Yoona bangkit dari tidurnya.

“Yoboseyo?”

“Kyaa!! Im Yoona kau sedang gencar di sekolah ya? Kau memilih Sehun atau Luhan huh? Kenapa kau tidak mengenalkan Luhan padaku?”

“Stop it Choi Sooyoung. Whats wrong with you? How do you know?”

“I have secret agent, now tell me about Luhan. Pppali !”

“You’ll know, but not now. Sorry.”

“Yak! IM YOONA!”

Beep.

Yoona mematikan panggilannya dengan Sooyoung, ia tidak peduli. Ia harus siap-siap dan berangkat bersama Sehun.

Yoona membuka lemari pakaiannya, ia bingung ia harus menggunakan baju apa nanti. Tiba-tiba ia mengambil sebuah baju terusan dibawah lutut yang mempunyai lengan sebahu. Dengan motif bunga-bunga. Ia tersenyum dan bersiap mandi.

..

Beep.beep

Ponselnya berdering, ia segera mengambil ponselnya dan menerima panggilan, “Yoboseyo?”

“Kau sudah siap?”

“Err—sehun-ah?”

“Tentu saja, siapa lagi?”

“Hhe, mian. Aku sudah siap. Waeyo?”

“Aku sudah didepan rumahmu. Ppali, changi.”

Beep.

Yoona menatap bingung, Sehun sudah mematikan telfonnya.

Wait, dia memanggilku apa?

Changi.

Ya, changi.

Seketika wajahnya semburat berwarna merah seperti tomat.

Ia segera berjalan keluar dari kamar dan menuju pintu rumah. Tidak ada Luhan, tidak ada siapa pun.

“Mungkin Luhan tidur?” pikirnya.

Ia segera keluar rumah dan mendekati Sehun.

“Sehun-ah?”

Sehun menatapnya dan dia hanya melongo melihat penampilan Yoona.

“Kau?”

Yoona menatapnya bingung, “Waeyo? Apakah tidak pantas?”

“Aniyo, yeppoda. Kau cantik sekali.”

Blush

Astaga kalimat itu begitu gamblang keluar dari mulut Sehun. Oh God.

“Err-naiklah.”

Yoona mengangguk dan menaiki sepeda motor Sehun.

 

-&-

Yoona menatap kesana kemari searah dengan permainan basket Sehun, laki-laki itu bermain dengan energik dan penuh semangat.

Keringatnya berjatuhan, sesekali pandangan matanya bertem dengan Sehun. Membuatnya membuang muka.

Perasannya benar-benar tidak seperti biasanya.

Tiba-tiba bel pertanda permain selesai berbunyi.

Yoona menghampiri Sehun. Sehun melambaikan tangan padanya.

“Chukae, Sehun-ah.”

Hap.

Tiba-tiba Sehun memeluk Yoona dengan erat, “Gomawo kau sudah menontonku.”

Yoona menatap sekitarnya, ia hanya mendapatkan tatapan sinis dari fans Sehun. Dan ya itu membuatnya sedikit, risih.

“Sehun-ah.”

“Wae?”

“Lepaskan.” Sehun melepas Yoona seakan tidak rela.

“Sehun-ah, kajja kita pulang.” Yoona menarik lengan Sehun menuju parkiran. Tetapi, Sehun menolaknya.

“Waeyo Sehun-ah?”

“Tunggu disini, aku akan kembali.” Sehun meninggalkan Yoona yang menatapnya dengan bingung.

Tiba-tiba..

“Im Yoona? Kau bisa mendengarku?” ucap Sehun dengan speaker. Yoona menatap Sehun dengan malas, ‘Apa lagi sekarang?’ tanyanya

“Im Yoona, bisakah kau mendekat kesini?” tanya Sehun. Yoona masih mematung, ia benar-benar bisa dibuat jengkel dengan namja ini.

“Im Yoona?” ucap Sehun. Yoona menghela nafas panjang, ia menyerah. Yoona berjalan mendekati Sehun.

“Wae?” tanya Yoona ketus.

“Kau tidak ingin tahu kenapa aku melakukan ini?”

“Aniyo.”

Sehun mendekat ke Yoona, membuat Yoona semakin bingung. Tiba-tiba laki-laki itu berdiri tepat dihadapannya.

“Aku menyimpan perasaan lebih dari teman kepadamu. Ya, aku menyukaimu, sejak pertama kita bertemu. Aku ingin kau menjadi yeojachinguku.”

Blush

Pipi Yoona memerah. Entah apa yang merasuki Sehun hingga ia berani mengungkapkan perasaanya di depan semua orang.

Yoona menatap kanan-kirinya dan semua pandangan menatapnya.

Yoona gelisah.

“Apa jawabanmu?” tanya Sehun.

“Aku er—“

“Nde?”

“TERIMA DIA IM YOONA SUNBAE!” teriak salah satu fans Sehun. Tiba-tiba semua fans Sehun meneriakkan hal yang serupa. Bahkan tim basketnya.

Astaga.

Hatinya benar-benar berdegup kencang sekarang.

“Ya, aku akan menjadi yeojachingumu.” Jawab Yoona.

Blep.

Sehun memeluknya erat, “Gomawo, percayalah padaku.” Yoona mengangguk, ia membalas dekapan Sehun.

“Saranghae Im Yoona.”

“Nado Sehun-a.”

Fans Sehun, Yoona berteriak senang, histeris, sedih.

Dibalik kursi penonton, “Yoboseyo? Luhan-ah?”

“Ne, waeyo?”

“Mereka sudah menjadi sepasang kekasih.”

“MWO?! ANDWAE!”

“Kita bertemu di club kita.”

Beep. Sambungan terputus, gadis itu bangkit dan berjalan menjauhi Sehun dan Yoona yang membuat hatinya panas.

 

-&-

 

“Gomawo untuk hari ini Sehun-ah.” Ucap Yoona.

Sehun tersenyum manis, “Cheonma. Aku senang kau menontonku. Dan menerimaku menjadi namjachingumu. Tepat di tanggal yang kusukai, 10 Maret.”

“Jeongmal?”

“Aku ingin saat, 2 bulan kita, kita merayakan bersama dengan ulang tahunmu.”

“Aku setuju. Kurasa aku harus masuk kedalam.”

“Kemarilah .” titah Sehun. Yoona mendekat ke Sehun.

CHU~

Sehun mendaratkan kecupan manis di dahi Yoona. “Hati-hati changiya. Sampai besok. Aku akan menjemputmu.”

Sehun pergi menjauh meninggalkan Yoona.

Yoona membalikkan badan dengan berlari memasuki rumah dengan senang. Yoona segera membuka pintu rumahnya dengan cepat, ia berlari hendak mencari Luhan untuk memebritahu berita baik ini.

“Luhan-ah ?” panggil Yoona. Tetapi, gadis itu tidak melihat Luhan sama sekali. Dimana laki-laki itu sekarang ?

“Kau sudah pulang ?” tanya Luhan yang tiba-tiba berada dihadapannya, Yoona terkejut lalu mengangguk sebagai jawabannya.

“Yoona-ya—“

“Hm ?” Yoona memalingkan badan dan menatap Luhan kembali. Luhan menggeleng pelan, “Aniyo.”

Yoona mengangguk lalu berjalan keatas memasuki kamarnya dengan cepat.

Luhan mengambil ponselnya, “Yoboseyo, eommonim ?”

“….”

“Aku ingin mempercepat pertunanganku.”

“…..”

“Bahkan aku ingin segera menikah dengannya, karena kudengar dia mempunyai namjachingu. Aku takut dia akan melupakanku.”

“…”

“Ne. Arraseo eommonim.”

 

-&-

 

 

 

Hai. Maaf banget yaa aku jarang update, karena ideku tiba-tiba hilang lagi pula aku juga udah kelas 3 maaf yaa ;( jebal. Aku usahain selesai deh. Keep waiting !

One thought on “[Freelance] I Will Get You, Im Yoona! (Chapter 6)

  1. Beneran deh thor suka banget
    Awalnya aku sempet lupa sama ceritanya sampe harus buka yg chap 5 dulu
    Tapi aku bener2 suka
    Di tunggu ya thor lanjutannya
    Jangan lama2 !!!
    Semangat buat unasnya
    Fighting !!!

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s