Flawless Step by Step – Step 07

calm-happy

Title

Flawless Step By Step – Step 07

Author

tantriprtstht

Length

chapter (Baca Chapter 01-06 dulu!)

Genre

Romance & Friendship

Rating

T (Teen)

Main cast

Taeyeon (SNSD) | SuHo (EXO)  | Kai (EXO) | Kyuhyun (SuJu)

Desclaimer

FF ini asli dan murni seratus persen dari otak author. Kalau ngambil tanpa seizin Author, artinya plagiator! No silent reader, hargai karya Author dengan comment but no bashing! Cast bukan milik saya melainkan Tuhan Yang Maha Esa dan Orang tua mereka masing-masing serta entertainment mereka.

“Taeyeon! Taeyeon!!” sapa seseorang lalu aku membuka mataku.

Aku berusaha mengingat kejadian barusan. Setelah dari rumah lamaku, aku melangkah tidak tahu arah. Hujan turun dan jalan makin licin. Sambil menangis, aku terus berjalan. Karena ceroboh, akhirnya aku terjatuh dari sebuah tebing.

Kuperhatikan sebelah kiriku yang berupa sungai. Entah kenapa aku tidak ingat sungai seperti ini ada di dekat rumah, kecuali kalau aku sudah jauh dari rumah.

Aku sadar ini sudah pagi. Apakah kecelakaan Kyuhyun tadi malam hanyalah mimpi atau sungguhan? Aku mencubit pipiku. Bukan mimpi rupanya.

Aku melihat seseorang yang langsung memelukku. Hangat, kuat…. Entah seberapa lama aku sudah merindukan pelukan seperti ini. Air mataku menetes, cukup lama kami berpelukan. Aku mengenal orang ini, ya… Aku mengenalmu.

Aku melepas pelukan sambil mengusap mataku. Aku sangat terkejut mengetahui siapa yang menemukanku di bawah tebing ini dan memelukku seakan-akan aku adalah harta berharga miliknya yang sudah lama menghilang.

“Kai!”

BUG!

*

Kubuka mataku perlahan. Apakah kali ini aku sudah bangun dari mimpi? Bahuku sakit…. Berarti bukan mimpi. Ada orang yang memukul bahuku sangat keras dan membuatku pingsan lagi. Tapi… Siapa?

“Sudah sadar, ya?” tanya seseorang membuatku menoleh. “Kau sudah tertidur selama 3 hari”

“Yunho-ssi!” ucapku kaget. “Kenapa….”

“Aku menemukanmu di bawah tebing di pinggir kota… Kebetulan lokasi syutingku dekat situ…” jelas Yunho. “Sebenarnya ada apa sampai-sampai kamu jatuh ke situ?”

Kepalaku pusing tiba-tiba. Lalu siapa yang memelukku begitu aku tersadar? Yang pasti bukan Yunho karena tubuhnya tidak sebesar Yunho.

DEG. Bayangan Kai muncul dalam pikiranku. Apakah Kai yang menyelamatkanku? Tapi aku tidak melihat sosok Kai sekarang…. Apakah benar Yunho yang menyelamatkanku?

“Tidak ada apa-apa” jawabku yang masih pusing mencari jawaban yang tepat.

“Lukamu sudah kuobati. Darah yang keluar Cuma sedikit, kok” lanjut Yunho.

Wajahku merah padam. Jangan-jangan Yunho yang mengganti bajuku? “Ah, tenang saja yang mengganti bajumu adalah maidku”

“Oooh…” ucapku gugup.

Kuperhatikan luka di bahuku. Aku yakin sekali setelah melihat sosok Kai, aku dipukul oleh suatu benda. Tapi aku masih tidak bisa membuktikan bahwa Kai yang menyelamatkanku. Jelas-jelas yang ada di depanku adalah Yunho si aktor legendaris –yang juga ayahku—dan dia juga sudah menjelaskan kalau aku tertidur selama 3 hari.

Tunggu….  3 hari?! “Sekarang…. Hari apa?” Kuperhatikan jam dinding. Jam 11 siang.

“Hari Kamis” jawab Yunho cepat. “Kan sudah kubilang kau tertidur selama 3 hari…. Sekarang sebaiknya kau makan dulu. Akan kupanggilkan maidku”

“Ah, nggak usah! Terima kasih!” tolakku tapi maidnya sudah terlanjur datang.

“Selamat siang, Nona. Mari saya antar ke kamar mandi” ucap maid itu lalu aku teringat sesuatu.

“Ka, kamu kan yang mengganti bajuku?” tanyaku lalu maid itu mengangguk. “Apa kau menemukan suatu benda di dalam saku bajuku?”

“Ah, sebaiknya nona periksa sendiri” ucap maid itu lalu mengambilkan bajuku yang sudah kotor. Aku mencari suatu benda di saku bajuku. Liontin yang dibawa Kyuhyun saat kecelakaan. Ini bukan mimpi.

“Aku harus ke Rumah Sakit sekarang!” seruku lalu maid itu mencegahku.

“Sebaiknya Nona mandi dan makan dulu. Lagipula, kondisi nona belum pulih betul. Ini perintah dari Tuan Yunho untuk merawat anda” jelas maid itu lalu tersenyum.

“Ah, Ne. Mianhae…” jawabku lalu mengikuti maid itu yang mengajakku ke kamar mandi.

“Silahkan mandi, nona. Oh iya Tuan Yunho mengajak anda makan siang bersama di ruang makan lantai 2. Karena itu mohon persiapkan diri” ucap maid itu lalu aku mengangguk.

Aku mandi secepat mungkin lalu memilih baju. Siapa sangka aktor namja seperti dia menyimpan banyak baju yeoja, apalagi ukurannya sangat pas denganku. Akhirnya aku memilih sebuah dress berwarna pink –karena semuanya dress, tidak ada baju biasa—dan menuju ke lantai 2 tempat Yunho menungguku.

“Duduklah” ucap Yunho begitu aku memasuki ruang makan. Akhirnya aku duduk berhadapan dengan namja tampan ini –yang sebenarnya ayahku—untuk pertama kalinya.

“Hidangan pembuka, corn soup with Italian special mushroom” jelas maid itu. Baru kali ini aku makan makanan semewah ini. Sejak tinggal di rumah Kyuhyun, hanya aku dan Kai yang bisa memasak dan memasak pun kami malas membeli bahan makanan karena itu kami kebanyakan makan mie instan sehari-hari. “Silahkan dinikmati”

“Selamat makan….” Ucapku dan Yunho bersamaan.

Kuperhatikan sebelah kananku. Sekelompok pemain musik memainkan sebuah jazz yang sangat membuat keadaan di ruangan ini makin… tegang. Ingin sekali kuputuskan salah satu senar biolanya agar mereka berhenti.

“Tidak kusangka bisa bertemu secepat ini lagi denganmu” ucap Yunho lalu tersenyum memperhatikanku yang meminum soupku. “Apalagi kamu putriku”

“Jadi, anda tahu?” tanyaku lalu Yunho mengangguk.

“Ne, kurasa kamu juga sudah tahu kalau aku dan Eommamu membuat kesepakatan bahwa aku boleh menemuimu setelah umurmu yang ke -18” jelas Yunho. “Aku sangat gugup saat…”

“Saat?” tanyaku penasaran karena Yunho tiba-tiba berhenti berkata-kata.

“Saat melihat aktingmu di festival musim gugur sekolah seni. Aku sadar kalau kamu adalah putriku setelah mendengar namamu” ucap Yunho sambil tertawa. “Kupikir kau akan mengalahkan kemampuan aktingku suatu hari nanti”

“Ani, itu tidak mungkin!” jawabku menyangkal. Seperti mimpi dipuji oleh aktor legendaris. “Lagipula drama itu sukses bukan karena saya tapi seluruh pemeran….”

“Hahaha, kamu tidak sadar ya? Semua orang membicarakan aktingmu di festival musim gugur. Sebagai aktor atau aktris, kau harus bersikap professional” jelas Yunho. “Aku selalu menghadiri festival musim gugur dan aktingmu adalah akting paling mengesankan yang pernah kulihat”

“Sebagai aktor atau aktris, kita dipaksa memerankan orang lain yang terkadang mungkin sifatnya sangat berbeda denganmu. Karena itu dalam situasi apapun, kamu harus siap berubah saat di atas panggung” lanjut Yunho. “Tapi kau beda. Kau menjadi orang lain tapi aura kuatmu masih terasa. Rasanya aku bersyukur kemampuan aktingku menurun pada yeoja secantik kamu”

“Sebelumnya aku mau minta maaf….” Ucap Yunho mengagetkanku.

“Kenapa?” tanyaku lalu Yunho mendesah.

“Kau terlahir dari hasil syuting filmku yang berjudul ‘Break The Hospital Rules’. Saat peristiwa itu, semua staff dan artis pemain film itu sangat kaget karena kesalahan dokter. Apalagi aku lah yang disalahkan. Dan siapa sangka…. Film itulah yang membuatku mendapatkan piala Oscar” jelas Yunho. “Aku merasa bersalah kamu dimanfaatkan untuk kesuksesanku, karena itu….”

Yunho memberikan sebuah kotak dan kartu. “Ini kartu bank milikku. Di belakangnya sudah kutuliskan nomor pinku, semua uang di bank itu adalah uang yang kutabung untuk kehidupanmu dengan Eommamu dari hasil pekerjaanku. Lalu di kotak ini ada banyak perhiasan yang bisa kau jual”

Aku sangat kaget. Ternyata Yunho sangat memikirkan keadaan aku dan Eomma. “Lalu semua dress di lemari itu… Sudah kusiapkan untukmu seandainya saja kamu ke rumahku. Apa kamu menyukainya?” aku mengangguk.

“Terima kasih, tapi saya tidak bisa menerima permintaan maaf dan semua kekayaan ini” jawabku membuat Yunho bingung tapi aku tersenyum. “Bukankah sebagai artis kita dituntut professional? Jadi, anda tak perlu minta maaf karena kejadian lampau itu. Mungkin… Ini adalah peranku dan aku tidak ingin lari dari peran ini. Aku ingin mengikuti jalan cerita dengan mulus dan lancar”

Yunho tersenyum bangga melihatku. “Tapi ada pertanyaan yang saya ingin anda jawab”

“Pertanyaan apa, Taeyeon?” tanya Yunho lalu aku menelan ludahku untuk menghilangkan rasa gugup.

“Saya rasa bukan hanya anda yang menyelamatkan saya…. Tapi ada seorang lagi, benar kan?” tanyaku. Yunho terdiam cukup lama tapi akhirnya mengangguk. “Jinjja?! Siapa?!”

“Orang yang sangat kamu kenal…. Kai”

DEG. Aku sangat kaget dengan jawaban Yunho. Berarti perasaanku tidak salah. Kai-lah yang menemukanku di bawah tebing itu! “Di mana, Kai?”

“Tunggu, biarkan aku bercerita dulu” lanjut Yunho lalu aku mengangguk. “3 hari yang lalu….”

 

AUTHOR POV

#FLASHBACK –3 HARI YANG LALU DI RUMAH YUNHO—

TOK! TOK!

“Ne!” Yunho segera membuka pintu rumahnya yang diketuk oleh seseorang di pagi-pagi buta. “Kamu kan….”

“Saya Kim Jong In. Tolong selamatkan gadis ini!” seru Kai dengan tubuh yang sudah sangat capek karena harus menggendong seorang yeoja di punggungnya.

“Sebaiknya kalian berdua masuk dulu” Yunho segera memanggil maid-maidnya untuk membantu membawa Taeyeon ke dalam rumahnya.

Taeyeon dibaringkan di sebuah kamar –yang sudah dihiasi ala kamar yeoja karena Yunho menyiapkannya untuk Taeyeon—dan Kai dipijat oleh salah satu maid Yunho.

“Jelaskan apa yang terjadi….” Pinta Yunho lalu Kai berlutut di kakinya.

“Tolong! Jaga Taeyeon baik-baik! Dia sudah mengalami penderitaan yang berlebihan! Saya akan melakukan apa saja!” seru Kai yang masih menundukkan kepalanya.

“Maksudmu?” tanya Yunho lalu Kai mendongakkan kepalanya.

“Saya tidak bisa menjelaskannya secara rinci… Tapi tolong jaga dia. Saya rela berbuat apa saja!” ucap Kai lagi.

“Baiklah, tapi berdiri lah. Aku juga ingin mengatakan sesuatu” ucap Yunho lalu Kai berdiri tegak di depannya. “Saya akan mengabulkan permintaan—“

“Kai, nama saya Kai” ucap Kai memotong ucapan Yunho.

“Saya akan mengabulkan permintaan anda, Kai. Tapi ada beberapa pertanyaan yang ingin kutanyakan padamu” lanjut Yunho. “Apa kamu tahu kalau aku ayahnya Taeyeon?”

“Ne, saya tahu” jawab Kai mantap.

“Lalu kenapa kau meminta pertolongan padaku, yang juga ayahnya Taeyeon? Bukankah lebih baik kau minta tolong pada direktur mu sendiri?” tanya Yunho lalu Kai menggeleng.

“Karena dia sudah menderita, lebih baik dia berada di tempat yang pantas untuknya yaitu di sisi seorang aktor sukses seperti anda. Anda pasti bisa membuat dia dikenal oleh dunia karena bakatnya yang hebat itu” jawab Kai panjang lebar. “Saya permisi, apapun yang anda butuhkan, saya akan mengabulkannya sebagai ganti anda menjaga Taeyeon”

“Kenapa…. Kau berbuat sejauh ini? Kau bahkan bukan suruhan Seunghwi, kan?” tanya Yunho lalu Kai membalikkan badannya sambil tersenyum.

“Karena saya akan melakukan apa saja agar dia bahagia” Kai lalu keluar dari rumah Yunho.

“Anak aneh….” Gumam Yunho dalam hati.

#FLASHBACK END –3 HARI KEMUDIAN—

AUTHOR POV END

 

“Karena itu kalau mau berterima kasih, berikan pada Kai. Dia pantas mendapatkannya” ucap Yunho sambil tersenyum.

Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Air mataku menetes deras, dan memaksa masuk mulutku yang sebelumnya sudah meminum soup yang super lezat itu. Rasanya sangat pedih, sakit.

“Aku juga sudah mendengar tentang kecelakaan calon pewaris Vello Entertaiment” lanjut Yunho. “Kemarin sore, ada orang yang menelpon ke HPmu dan mengatakan ingin berbicara denganmu tapi aku tidak tahu siapa orang itu”

“Jinjja?” tanyaku lalu Yunho mengangguk. Jangan-jangan…. Kai?

KRING~

“Ah, telepon berbunyi lagi” ucap Yunho lalu pergi dan kembali dalam waktu yang singkat. “Orang yang sama, seperti kemarin. Sebaiknya kau berbicara dengannya”

Aku mengangguk lalu mengikuti maid yang menuntunku ke tempat Yunho menyimpan barang-barangku seperti dompet, tas sekolah dan tentu saja HPku.

“Annyeong?” tanyaku pada si penelepon.

“Taeyeon!” aku sangat terkejut. Suara Suho.

“Suho-ssi!” seruku balik. “Ba, bagaimana keadaan Kyuhyun?”

“Dia selamat… Memang belum sembuh total tapi tidak ada luka yang cukup serius. Dia baik-baik saja” jelas Suho membuatku sangat lega.

“Syukurlah…..” ucapku pelan.

“Kamu di mana? Aku merindukanmu” lanjut Suho.

DEG. Merindukan? Suho rindu padaku? Rasanya seperti mimpi…. Aku juga sangat rindu dengannya, Yoona dan teman-teman sekolah. Tapi kalau kuberitahu lokasiku sekarang, usaha Kai memohon mati-matian pada Yunho untuk melindungiku akan sia-sia…

“Taeyeon?”

“Ah, mian! Aku melamun….” Sahutku. “Aku…. Di rumah. Aku baik-baik saja. Aku juga merindukanmu”

“Yah, syukurlah kamu baik-baik saja. Aku sangat cemas kamu tidak masuk sekolah selama 3 hari….” Lanjut Suho.

“Ada yang ingin kutanyakan, Suho…..” ucapku gugup. “Apa Appa Kyuhyun masih tidak bisa memaafkanku?”

“Ng?” Suho terdiam sebentar. “Kurasa saat itu Tuan Cho marah karena sangat shock. Tapi setelah Kyuhyun dinyatakan selamat… Aku rasa Tuan Cho tidak marah padamu lagi. Dengan berjalannya waktu, mungkin dia akan memaafkanmu”

“Arasseo…..” ucapku lalu menghembuskan nafasku.

“Tenang saja, jangan khawatir. Apapun yang terjadi, ceritalah padaku” lanjut Suho membuatku berdebar-debar.

“Bagaimana pekerjaanmu?” tanyaku berusaha melanjutkan pembicaraan.

“Aku masih bermain drama dengan suara Kai… Tapi karena kondisi Kyuhyun, untuk sementara kantor ditutup dan tidak ada tawaran pekerjaan lain….” Jelas Suho. “Sekarang aku sedang syuting… Cuacanya panas sekali, tapi…. Sangat membosankan”

“Hihi, sombong sekali kau” ucapku sambil tertawa. “Kalau begitu bekerjalah dengan selamat”

“Ne, Annyeong Taeyeon” ucap Suho lalu mengakhiri pembicaraan kami. Aku langsung menuju kembali ke ruang makan.

“Nona, hidangan kedua sudah saya sediakan. Chicken with Cheese sauce” jelas maid begitu aku memasuki ruang makan lalu aku mengangguk dan kembali duduk.

“Siapa yang meneleponmu?” tanya Yunho.

“Ah, Suho. Kami bicara tentang keadaan Kyuhyun” ucapku.

“Jinjja? Bagaimana keadaannya?” tanya Yunho lagi lalu aku tersenyum.

“Dia selamat. Dia dipastikan akan sembuh total…. Suatu hari nanti” jawabku sambil tertawa.

“Sudah kuputuskan, Taeyeon. Untuk melindungimu, kau tidak boleh pergi sekolah seni dan semacamnya tapi kau tetap boleh berhubungan dengan teman-temanmu. Sebagai gantinya, aku secara pribadi dengan guru-guru terbaik akan mendidikmu…. Agar menjadi artis yang sempurna” jelas Yunho membuatku kaget.

“Jangan khawatir, kau tetap boleh pergi dari rumah ini dan bekerja kembali seperti normal di Vello Entertaiment. Tapi jangan katakan kalau kau tinggal di rumahku.” lanjut Yunho sambil tersenyum.

“Kamsahamnida…..” ucapku sambil menundukkan kepala sedikit agar rambutku tidak bercampur dengan makanan.

“Jangan sungkan pada Ayah sendiri” sahut Yunho. “Baiklah, pelajaran mulai hari ini. Aku tidak bisa sering-sering mendidikmu karena aku juga punya pekerjaan dan harus mengajari artis lain”

“Ne, saya akan berusaha!” ucapku.

*

“Saya mentormu yang pertama. Saya khusus akan mengajarimu berekspresi” ucap seorang namja yang berusia kira-kira 30 tahun itu.

“Mohon bantuannya…” aku membungkuk 90 derajat.

“Baiklah, lakukan ekspresi seperti yang saya minta”

“Ne!” jawabku mantap.

“Senyum!”

“Sedih!”

“Kecewa!”

“Marah!”

“Menangis!”

“Tertawa!”

—-LIMA JAM KEMUDIAN—-

“Latihan hari ini cukup, Nona. Silahkan bersantai” ucap maid lalu keluar dari kamarku.

Sudah 10 mentor datang padaku. Banyak sekali pelajaran yang kuterima, mulai dari ekspresi, keseimbangan, pose, tata karma makan, berjalan ala model, berpidato setelah mendapat penghargaan, kecantikan, bernyanyi dan nada bicara saat akting.

Syukurlah sampai saat ini sangat lancar. Daripada memikirkan pelajaran yang kuterima, aku lebih suka cepat-cepat menemui teman-teman. Aku segera mengganti bajuku dengan baju yang lebih sederhana serta mengambil dompet, HP dan barang-barangku yang lainnya.

“Maid-ah~” panggilku lalu salah satu maid datang ke kamarku. “Aku ingin pergi sebentar…”

“Mau saya suruh bodyguard untuk melindungi anda?” tanya maid itu lalu aku menggeleng.

“Tidak apa-apa. Aku bisa pergi sendiri. Annyeong!” jawabku lalu pergi dari rumah.

Tempat pertama yang kudatangi adalah…. Rumahku –yang baru—dan aku berharap ada Kai di dalam. Ternyata setelah kumasuki, Kai tetap tidak ada di sini. Pasti sudah tidak ada yang tinggal di sini. Kuputuskan untuk membersihkannya agar orang-orang mengira aku masih tinggal di sini.

Tempat kedua yang aku datangi adalah Rumah sakit. Aku hanya bisa berharap semoga Appa Kyuhyun tidak ada di sini. Ini bukan waktu yang tepat untuk bertemu dengannya.

“Di mana kamar tempat Cho Kyuhyun dirawat?” tanyaku pada resepsionis.

“Lantai 15, kamar nomor 9” ucap resepsionis lalu aku mengangguk.

“Apa ada orang di sana?” tanyaku lalu resepsionis menggeleng pelan. “Kamsahamnida”

Aku segera menuju ke lantai 15. Lantai 15 adalah lantai khusus. Lantai 1 hingga 4 berisi kamar dengan 5 pasien,  lantai 5 hingga 7 berisi kamar dengan 2 pasien, lantai 8 hingga 10 berisi kamar dengan 1 pasien, lantai 11 hingga 14 adalah VIP dan yang terakhir lantai 15 adalah VVIP.

Setelah keluar dari lift, aku segera mengikuti panah penunjuk ke kamar nomor 09. Di depan kamar nomor 09, ada suster yang kelihatan mengetuk pintu dengan minta tolong.

“Permisi, apa benar ini kamar nomor 9 tempat Cho Kyuhyun dirawat?” tanyaku. Suster itu kelihatan kaget akan kedatanganku lalu dia mengangguk.

“Apa anda kenalannya?” tanya suster itu lalu aku mengangguk.

“Ne, saya pacarnya” jawabku lalu Suster itu tiba-tiba menghembuskan napas.

“Dia tidak makan sejak 2 hari yang lalu tepatnya saat dia dinyatakan selamat. Saya sudah minta kerabatnya untuk membujuknya makan tapi dia tetap tidak mau makan” jelas Suster itu.

“Kerabatnya… Apakah seorang namja berumur sekitar 40 tahun?” tanyaku lalu Suster itu mengangguk. Berarti Appa Kyuhyun. “Akan saya coba”

Aku mengetuk pintu lalu terdengar jawaban Kyuhyun. “Ah, Kyuhyun-ssi! Ini aku, Taeyeon”

Tidak ada jawaban. Suster yang tadinya sudah menunjukkan wajah berharap karena Kyuhyun menjawab menunjukkan wajah kecewanya. Tidak kusangka dia sekeras kepala ini. Kyuhyun yang lembut dan perhatian menjadi seperti ini gara-gara kecelakaan itu.

“Kalau begitu saya pulang dulu” lanjutku lalu meninggalkan rumah sakit.

Tidak lama kemudian, seorang namja datang seperti biasa ke depan kamar itu, yaitu Appa Kyuhyun.

“Apa dia sudah makan?” tanya Appa Kyuhyun pada suster yang menunggu di depan kamar itu lalu suster itu menggeleng.

“Dia tetap tidak mau makan meski pacarnya datang” jelas suster itu.

“Pacar? Siapa namanya?” tanya Appa Kyuhyun lalu suster itu berusaha mengingat-ingat.

“Kalau tidak salah… Tadi dia menyebutkan namanya…. Ah, namanya Taeyeon” jawab suster itu yakin.

“Taeyeon?” tanya Appa Kyuhyun lagi lalu suster itu mengangguk. “Ne, Kamsahamnida. Saya pergi dulu, besok saya ke sini lagi. Kalau dia sudah mau makan, tolong kabari saya”

*

Aku segera memasuki rumahku –yang kutinggali bersama Kyuhyun—setelah belanja bahan makanan di supermarket. Kalau Kyuhyun tidak makan terus menerus seperti ini, dia akan mati! Aku harus memasak untuknya, apapun yang terjadi.

“Eng…. Buku resep…” kubuka rak dapur satu per satu.

Babonya aku. Buku resep semua pasti sudah dibawa oleh Kai. Jadi, apa yang harus kulakukan sekarang? Hari sudah gelap, aku tidak bisa ke toko buku untuk membeli buku resep. Aku akhirnya membuka rak dapur dan menyadari ada makanan yang sangat berguna.

“Ah, kalau ini mungkin Kyuhyun mau makan!” ucapku puas.

Aku segera bergegas menuju pintu dan berniat untuk siap-siap ke rumah sakit. Tunggu dulu, kalau aku ke rumah sakit, percuma saja. Kyuhyun tidak akan mau membuka pintu untukku. Kenapa aku baru berpikir hal ini sekarang? Percuma kalau aku bersiap-siap?

TOK! TOK!

“Ne!” jawabku. Aku membuka pintu dan kaget mendapati siapa yang datang. “Tuan Cho….”

“Annyeonghaseyo, Taeyeon-ssi” sapa Appa Kyuhyun lalu aku membungkuk 90 derajat.

“A, akan saya buatkan kopi” ucapku menuju ke dapur.

“Tidak perlu, aku ke sini juga mencari barang Kyuhyun yang mungkin bisa menemaninya di rumah sakit” jawab Appa Kyuhyun lalu duduk di meja dapur. Matanya tertuju pada belanjaanku yang banyak dan dapur yang berantakan karena aku habis membongkarnya untuk mencari buku resep.

“Mianhae, keadaannya berantakan” lanjutku.

“Kau memasak untuk Kyuhyun?” tanya Appa Kyuhyun lalu aku mengangguk.

“Anu… Apa yang terjadi pada Kyuhyun? Dia tidak mau makan setelah dinyatakan selamat…. Bukankah seharusnya dia sangat senang?” tanyaku lalu Appa Kyuhyun menggeleng.

“Aku menceritakan Kyuhyun kejadian saat kau lahir…. Dan dia marah besar karena dia menganggap cintanya dianggap remeh” jelas Appa Kyuhyun. “Dia mencintaimu bukan karena perjodohan ini, tapi karena dia menyukai sifatmu itu”

DEG. Aku sangat kaget akan perkataan Appa Kyuhyun bersamaan dengan Appa Kyuhyun menundukkan kepalanya. “Bodohnya aku… Di saat seperti ini, aku bahkan tidak bisa menghibur anakku sendiri….”

“Tuan Cho sama sekali tidak salah” ucapku lalu tersenyum. “Anda melakukan semua pekerjaan anda demi Kyuhyun, anda selalu berada di sisi Kyuhyun bagi saya anda adalah Ayah yang sangat baik. Saya terkadang iri sama Kyuhyun… Memiliki Appa sebaik anda”

“Yang bisa menyembuhkan luka di hati Kyuhyun bukan saya tapi anda” lanjutku. “Orang tua itu terkadang kalau dalam masakan seperti garam. Kita tidak boleh memakan garam terlalu banyak karena keberadaannya bisa mengancam. Tapi tanpa garam pun kita tidak bisa hidup. Itulah keberadaan orang tua. Garam dimasakan merupakan hal yang lumrah. Kyuhyun pasti merasa…. Kalau anda adalah satu-satunya orang yang ia cemaskan”

“Jinjja?” tanya Appa Kyuhyun lalu aku mengangguk.

“Karena itu… Janganlah menyerah menyemangati Kyuhyun” ucapku sambil tersenyum.

“Tidak heran kalau Kyuhyun menyukai gadis sepertimu” lanjut Appa Kyuhyun. “Ternyata ada sifatmu yang mirip dengan Eommamu. Perhatian”

“Kamsahamnida….” Ucapku gugup. Apakah artinya Appa Kyuhyun sudah memaafkanku?

“Apa kau ingin membuat makanan untuk Kyuhyun?” tanya Appa Kyuhyun lalu aku mengangguk. “Kalau ada yang bisa saya bantu, katakan saja”

“Ah, Ne” jawabku lalu berpikir dan tiba-tiba aku mendapat ide yang cukup keren. “Kebetulan saya ingin minta tolong pada anda”

*

Aku melangkah dengan sangat hati-hati. Para staff sudah memberiku pelindung di seluruh tubuhku. Akhirnya aku menaiki kendaraan ini lalu salah satu staff memasang tali di besi yang dipasang di perutku. Mereka menurunkan tali dan aku sudah sampai di jendela kamar Kyuhyun.

TOK! TOK!

Aku melihat sosok Kyuhyun yang terbangun dan menoleh ke arah jendela. Dia terlihat terkejut akan kehadiranku dan tanpa berpikir panjang, dia langsung membuka jendela.

“Taeyeon-ssi! Kenapa kau ada di sini?! Ini lantai 15!” seru Kyuhyun lalu aku menggeleng.

“Aku ingin memberikan ini…..” ucapku lalu memberikan benda yang benar-benar dia kenal.

“Mie instan!” ucap Kyuhyun kaget lalu aku tersenyum. “Kenapa….”

“Sejak Kyuhyun kecelakaan, aku sudah tidak makan mie instan lagi dan aku merasa sangat rindu dengan masakan yang tergolong tidak sehat ini. Saat aku ingin memakannya, rasanya tanpa Kyuhyun di sisiku aku tak bisa memakannya” jelasku.

Kyuhyun tersenyum lalu meneguk kuah mie instan sedikit. “Ah, hangat…. Gomawo….”

“Kyuhyun-ssi, jujur saja aku sangat sedih dan tertekan melihat keadaanmu seperti ini. Karena itu sampai kapanpun, aku akan menunggu Kyuhyun” lanjutku.

“Apa itu artinya kau mencintaiku?” tanya Kyuhyun lalu mukaku bersemu merah.

“Keteguhan hatilah yang membawaku ke sini, menemukan mimpiku dan membimbingku saat aku tersesat. Itulah yang kau miliki, Kyuhyun-ssi. Sosokmu yang tidak mudah goyah dan selalu melindungi orang itulah yang kukagumi…. Darimu” ucapku gugup.

“Apa itu artinya…?” tanya Kyuhyun lagi lalu aku menggeleng.

“Mianhae, Kyuhyun-ssi. Aku tidak bisa membalas cintamu” jawabku dengan mata berkaca-kaca lalu Kyuhyun mengusap kepalaku dan tertawa.

“Haha, akhirnya aku ditolak ya?” gumam Kyuhyun.

“Ani, bukan seperti itu. Bagiku Kyuhyun sudah melebihi teman tapi keluargaku yang sangat berharga!” seruku.

“Sama saja kau menolakku”

“MWO?!” teriakku kaget lalu kami berdua tertawa bersama. Kyuhyun mundur selangkah sambil tersenyum.

“Gomawo sudah mengantar makanan ini. Sebenarnya sejak masuk rumah sakit, hanya ini satu-satunya makanan yang aku rindukan. Aku janji akan menghabiskannya” jelas Kyuhyun membuatku tertawa. “Aku akan kembali secepat mungkin”

“Ne, akan kutunggu” jawabku lalu aku memberi isyarat agar posisiku di naikkan.

Akhirnya aku turun di tempat aku berangkat tadi yaitu atap rumah sakit. Aku turun dari helikopter yang tadi mengantarku dan kembali mengantarku ke atap rumah sakit. Aku mendaratkan kakiku sambil tersenyum pada Appa Kyuhyun yang masih menampakkan ekspresi cemasnya.

“Bagaimana? Apa Kyuhyun mau makan?” tanya Appa Kyuhyun lalu aku mengangguk.

“Ne, dia bilang dia akan menghabiskan mie instan itu” jawabku sambil tersenyum. “Dan satu lagi… Saya menolak Kyuhyun”

“Sudah kuduga, Taeyeon” sahut Appa Kyuhyun. “Sayang sekali kau tidak bisa menjadi menantuku tapi setidaknya aku sudah cukup bangga memiliki artis yang berbakat seperti kamu di kantorku”

“Maksud anda…. Saya sudah boleh bekerja kembali seperti normal?” tanyaku lalu Appa Kyuhyun mengangguk. “Kamsahamnida!!”

“Kau memang pantas dan harus berada di dunia entertainment, Kim Taeyeon” ucap Appa Kyuhyun sambil tersenyum. “Kalau ada yang kau inginkan lagi, katakan saja”

“Ani, helikopter anda sudah cukup membantu saya” jawabku malu-malu. “Kalau seandainya Kyuhyun sudah pulih, boleh saya minta sesuatu?”

“Ne, apapun” jawab Appa Kyuhyun cepat.

“Saya ingin Kyuhyun menjadi manajer saya…. Itu kalau anda mau mengurusi Vello Entertaiment lebih lama lagi….” Ucapku gugup lalu Appa Kyuhyun tertawa.

“Hahaha, gwechanna. Kebetulan saya masih ingin melihat sepak terjangmu di dunia entertainment selama aku masih mengurusi kantorku” jelas Appa Kyuhyun.

“Kamsahamnida!” jawabku sambil tersenyum. “Kalau begitu, saya kembali dulu”

Begitu indah hubungan antara anak dan orang tua. Hari ini keluarga Cho sudah tenang kembali seiring angin malam yang tadinya kencang menjadi lebih tentram. Seandainya saja aku dan Eomma seperti ini…

Aku berharap Eomma ada di sini, memelukku dengan sangat erat. Aku sangat merindukan Eomma.  Setidaknya aku tidak ingin menggunakan perantara –Yoona—untuk menghubungi kami. Eomma… Kapan kita bisa kembali seperti semula?

*

Aku memasuki kelasku. Begitu aku masuk, semua mata langsung tertuju padaku. Aku tahu mereka kaget tapi aku harus tetap terlihat kangen pada mereka setelah banyak kejadian yang kulalui.

“Taeyeon, kau kembali!” seru Yoona langsung memelukku.

“Ne, aku kembali, Yoona!” balasku lalu melepas pelukanya. Aku tersenyum pada semua teman-temanku. “I’m back”

Semua langsung memelukku, menyalamiku bahkan ada yang minta tanda tanganku. Ternyata keputusan Yunho kemarin malam benar.

Setelah aku kembali ke rumah –Yunho—aku ditanya apakah aku mau kembali ke sekolahku yang lama atau tidak. Yunho bilang untuk menjagaku, dia ingin mengembalikanku ke sekolah biasa dan aku langsung setuju.

Dan siapa sangka aku disambut ramah seperti ini. Meski aku sudah menjadi artis mereka tetap menganggapku sebagai keluarga mereka.

“Nah, Taeyeon sudah kembali, sekarang kita tinggal menunggu Kai” ucap ketua kelasku.

“Mwo? Kai tidak kembali ke sini?” tanyaku lalu mereka semua menggeleng. “Aku pikir Kai kembali ke sini….”

“Memangnya ada apa dengan Kai?” tanya Yoona penasaran.

“Kai… Menghilang”

TO BE CONTINUED………………..

 

 

Annyeong! Ini obrolan end cerita ke tujuh! Di step ke tujuh tidak ada nuansa ke-artis-an, aku lebih fokus ke adegan rumah Yunho dan Rumah sakit tempat Kyuhyun dirawat. Tapi tenang saja, step selanjutnya akan lebih banyak adegan di kantor VelloEnt!

Step ini cerita lebih fokus ke Kyuhyun yang kehilangan semangat setelah kecelakaan. Kalau dipikir-pikir Kyuhyun tidak pernah lepas dari Appanya karena itu di step ini dialog Appanya juga banyak. Kalau ada yang bertanya Eomma Kyuhyun di mana, Eomma Kyuhyun sudah meninggal…. Author sendiri gak tau kenapa *loh*

Author punya target FF ini selesai di step 10. Yah, itu cuma target kok… Bisa melebihi target ataupun bisa kurang dari target… Tergantung ide yang datang, jujur saya di step 07 ini Author merasa kacau karena Author tidak dapat ide sama sekali. Kalau kehabisan ide, biasanya Author mendengarkan lagu, nonton MV dan… Mandi. Kalau kalian bagaimana cara kalian menemukan ide? Bilang saja, siapa tahu cara kalian bisa Author contek ><

Nah seperti biasa no silent reader, gak suka atau suka, gak terima atau terima silahkan bilang saja di comment tapi jangan bashing please! Terkadang komentar dari kalian bisa membuatku buru-buru membuat FF lho wkwk…. Nah gomawo udah read sampai jumpa di step 08!

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s