[Freelance] Faithful

faithful1

Title                               : Faithful

Author                           : bubbleice22

Leght                              : Multichapter

Rating                            : PG +13

Genre                             : Sad | Romance

Main cast                       :

–          Jung Soo Yeon a.k.a Jessica SNSD

–          Wu Yi Fan a.k.a Kris EXO

Other cast                       :

Jung Soo Jung a.k.a Krystal f(x) as Jessica’s Sister | Xi Luhan a.k.a Luhan EXO as Krystal’s Friend | Ms.Jung as Jessica and Krystal’s Mother | Taeyeon Wu a.k.a Taeyeon SNSD as Luhan’s Sister | Others Find in the Story

a/n                                   : FF ini murni dari pikiranku. Jika ada kesamaan judul atau yang lainnya, itu adalah unsur ketidaksengajaan. So don’t bash or plagiator! Harap tinggalkan jejak setelah membacaJ

[WARNING à Typo, kata ga jelas, kata ga nyambung, dan sebagainya]

Happy reading ^^

***

“Kris… apa kau lapar? ” Tanya yeoja cantik yang bernama Jessica kepada kekasihnya yang bernama Kris. Tapi, pertanyaan Jessica sama sekali tidak ditanggapi oleh Kris Wu. Kris hanya menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong, tanpa mempedulikan Jessica yang berada disampingnya.

Jessica menghembuskan nafasnya. Dadanya terasa sesak, ingin sekali ia menangis sejadi-jadinya melihat kondisi Kris yang sangat memprihatinkan. Semua itu terjadi karena Kris mengalami kecelakaan mobil yang cukup fatal, tepatnya satu tahun yang lalu. Kecelakaan itu membuat saraf otak Kris rusak, sehingga Kris hanya bisa menanggapi perkataan atau kejadian yang ia mengerti. Hal itu membuat Jessica mengutuk dirinya sendiri, pasalnya kecelakaan itu terjadi saat Kris ingin bertemu dengannya di sebuah café tempat biasa mereka bertemu.

“Kau harus makan Kris, ini sudah malam. Nanti kau sakit” ucap Jessica dengan lembut. “aku akan menyuapimu” lanjut Jessica sambil menyodorkan sendok yang berisi sedikit makanan kearahKris.

“Buka mulutmu” ucap Jessica lagi, kini dengan penuh kesabaran. Pasalnya sedari tadi Kris tidak kunjung membuka mulutnya. “Aku mohon Kris, makanlah walau hanya sedikit. Aku tidak ingin kau sakit” kali ini cairan bening berhasil menerobos keluar dari pelupuk mata indah Jessica. Perlahan Jessica menyeka air mata yang membasahi pipinya.

“Baiklah, aku tidak akan memaksamu” akhirnya Jessica mengalah. Mengalah bukan karna ia sudah tidak sanggup untuk membujuk Kris makan, akan tetapi karna hari sudah semakin malam, dan itu membuat Jessica harus pulang ke rumahnya.

“Sekarang kau harus tidur” ucap Jessica sambil memegang kedua bahu Kris dan membawa Kris ke kamar tidurnya. Dengan hati-hati Jessica membimbing Kris untuk tidur di kasur empuknya, lalu Jessica menyelimuti tubuh Kris dengan selimut yang hangat. Seulas senyum tipis menghiasi wajah cantiknya. Jessica mengecup sekilas dahi Kris “Good Night my dear, I Love You. Aku akan kembali besok pagi”. Jessica berjalan keluar kamar Kris, walaupun hatinya terasa berat untuk meninggalkan Kris sendiri. Karena hari sudah mulai larut, mau tidak mau Jessica harus pulang kerumahnya.

****

            Jessica membuka pintu rumahnya dengan hati-hati, ia rasa Krystal—adiknya— dan ibunya sudah tidur. Oleh karna itu Jessica tidak mau membuat kegaduhan yang dapat membuat kedua orang yang ia sayangi itu terganggu.

Suasana di dalam rumah Jessica sepi dan gelap. ‘Aku pikir, aku pulang terlalu malam’ batin Jessica. Perempuan berambut coklat itu menyalakan lampu yang berada di ruang tamu rumahnya.  Saat lampu menyala Jessica melihat Krystal sedang duduk di salah satu sofa yang berda di ruang tamu sambil melipat keduat tangannya di depan dada.

“Soo Jung. Kenapa belum tidur?” tanya Jessica yang dibalas tatapan tajam dari Krystal.

“Namaku yang sekarang adalah Krystal, lupakan saja panggilan kecilku itu” sahut Krystal dingin.

Jessica memilih untuk tidak menanggapi perkataan Krystal yang dingin itu “Eomma sudah tidur?”

“Tidak usah basa-basi. Kau pasti habis dari rumah namja bodoh itu kan?” tebak Krystal dengan sengit.

“Kau jangan asal ngomong!” bentak Jessica dengan suara bergetar, hatinya terasa sakit. “namja itu punya nama! Dan asal kau tau, dia itu tidak bodoh!”

“Aku tidak peduli tentang nama namja itu” Krystal memutarkan bola matanya. “Oh ayolah unnie. Kau itu cantik, banyak namja yang mengantri untuk menjadi namjachingu mu. Tapi kau sama bodohnya dengan Kris! Kau malah mau dimintai tolong oleh kedua orang tua Kris untuk menjaganya. Kau bodoh Jess! Kau bodoh! dia hanya membuatmu sengsara, lebih baik kau tinggalkan dia. Kau cari namja yang lebih cerdas dan lebih tampan daripada Kris” bentak Krystal balik.

“Aku tidak perlu namja cerdas, aku tidak perlu namja tampan, yang aku perlu hanyalah Kris. Hanya Kris yang ada di hatiku, aku sangat senang orang tua Kris memintaku untuk menjaga Kris. Jadi, kau tidak perlu menyuruhku untuk mencari namjachingu yang lebih dari Kris” balas Jessica yang disertai air matanya.

“Kau terlalu dramatis unnie, untuk apa kau masih menaruh hati kepada namja bodoh itu. Namja itu tidak akan sembuh sam…”

Stop! Stop!” Jessica berteriak Histeris sambil menutup telinganya. “Kris akan sembuh! Kris pasti sembuh!” Kini Jessica menangis sejadi-jadinya.

Krystal bangkit dari duduknya dan menatap tajam tepat di manik mata Jessica “Apa kau bilang? Sembuh? Kris sudah hampir satu tahun menjalani terapi, tapi apa? Tidak ada kemajuan, ia masih sama seperti dulu”

“Kau…”

Perkataan Jessica terputus saat melihat kehadiran Ms.Jung yang sedang berjalan menuruni tangga dan menghampiri mereka berdua.

“Kalian ini kenapa malam-malam masih saja ribut?” tanya Ms.Jung—eomma Jessica dan Krystal—dengan nada suara yang ditinggikan.

“Tidak ada apa-apa eomma” balas Jessica dengan suara serak sembari menghapus air matanya.

“Tidak apa-apa bagaimana, jelas-jelas kalian itu berisik sekali!” bentak Ms.Jung dengan mata melotot. “kalian berdua, silahkan kembali ke kamar kalian masing-masing! Sudah malam, sebaiknya kalian tidur” Perintah Ms.Jung kepada kedua anaknya yaitu Jessica dan Krystal.

“Baik eomma” sahut Jessica dan Krystal serempak lalu pergi ke kamar mereka masing-masing.

****

BRAKKK!!!

Krystal menutup pintu kamarnya dengan kasar, sungguh kali ini ia sangat kesal dengan sikap kakaknya. “Kenapa dia terus membela Kris!” kata Krystal dengan geram, “Kris itu tidak bisa apa-apa, tapi dia masih saja  menaruh hati kepadanya!!”

Ya, memang setelah kecelakaan yang menimpa Kris, Krystal sangat tidak setuju dengan hubungan Jessica dan Kris. Karena menurut Krystal, Kris itu tidak berguna untuk Jessica, dan hanya membuat Jessica sengsara setiap harinya.

“Aku punya ide!” ucap Krystal, seulas senyum evil muncul diwajah cantiknya. Ia mengambil iPhone putih miliknya dan berniat menghubungi Luhan—sahabatnya.

“Lihat saja, aku pasti bisa membuat kalian berpisah” ujarnya dengan tegas.

****

            Jessica menutup pintu kamarnya dengan lesu, kini hati dan pikirannya sangat kacau. Masih terngiang-ngiang perkataan Krystal yang sangat kasar tentang Kris dikepalanya.

“Kenapa perkataan adikku itu sangat kasar?” Tanya Jessica kepada dirinya sendiri dengan lirih. “Apa aku salah harus menjaga dan mencintai Kris?” tanyanya lagi.  Bulir-bulir air mata pun kembali menetes di pipi Jessica. Ia tidak peduli kalau ada orang menganggapnya cengeng, karena memang orang itu tidak sedang berada di posisinya saat ini.

****

            Kringgggg!!

Alarm jam hello kitty milik Jessica berbunyi dengan nyaring di pukul 07.15, dan itu membuat waktu tidur Jessica terganggu. Karena ini hari minggu, Jessica memilih untuk melanjutkan tidur cantiknya hingga siang nanti.

Waktu sudah menunjukan pukul 09.30 tapi Jessica belum juga bangun dari tidurnya, matahari pagi pun sama sekali tidak mempunyai kesempatan untuk masuk kedalam kamarnya dikarenakan gorden kamar Jessica belum juga dibuka hingga saat ini.

Tok..tok..tok

Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Jessica.

Unnie… bangun sekarang!!!” teriak Krystal dengan kencang hingga Jessica terduduk dikasurnya sangking terkejutnya.

“Aku sudah bangun” sahut Jessica yang sedang duduk dikasurnya dengan lemas karena nyawanya belum sepenuhnya terkumpul.

“Kau tidak lihat sekarang jam berapa huh?” ucap Krystal dengan sinis.

Jessica melirik ke arah jam yang menempel pada salah satu dinding kamarnya yang bewarna blue sky—warna kesukaan Jessica dan Kris.

Kyaaa!!! Aku kesiangan!!!” Jessica berteriak histeris lalu ia segera berlari kedalam kamar mandinya. Sedangkan Krystal? Ia sekarang tertawa puas dari luar kamar Jessica.

~~~

2 jam sebelumnya…

Krystal mengendap-ngendap masuk ke kamar Jessica, ia mematikan alarm jam hello kitty Jessica dan mengubah waktu alarm itu menjadi pukul 10.00 KST. Senyum menyeringai muncul di wajah Krystal. Setelah semuanya itu selesai Krystal lakukan, ia segera keluar dari kamar Jessica tanpa membuat suara berisik yang membuat Jessica terbangun.

****

            Jessica berjalan masuk dengan cepat ke apartement Kris, ia khawatir kalau pagi ini Kris belum sarapan. Ia melirik jam tangan soft pink yang menempel ditangannya “Tch! Lama sekali” Jessica mendecak kesal karena pintu lift tak kunjung terbuka.

Ting!

Pintu lift pun akhirnya terbuka, Jessica masuk dengan terburu-buru sambil memainkan smartphone nya.

Bugh!

Jessica tidak sengaja menabrak namja yang ingin keluar dari lift, buku-buku yang dibawa namja itu pun berserakan kemana-mana.

Mianhae, aku tidak sengaja” ucap Jessica lalu berjongkok membatu namja itu membereskan buku-buku miliknya yang sangat tebal.

“Kau itu jalan pakai mata atau tidak?!” bentak namja itu.

Ya! Aku kan sudah minta maaf” Jessica bangkit lalu berkacak pinggang sambil menatap tajam namja yang menurutnya sangat menyebalkan itu.

“Aku tidak peduli” Namja itu mengacuhkan perkataan Jessica lalu pergi meninggalkan Jessica.

‘aish! Andaikan ini bukan tempat umum, sudah aku timpuk namja itu!’ gerutu Jessica dalam hati.

Jessica memilih untuk tidak mempedulikan namja yang semakin menghilang dari pandangannya, ia masuk ke dalam lift dan segera menekan tombol angka lantai kamar Kris.

To be continue

Perview next chapter~

“Taeyeon unnie? Sejak kapan kau berada di Korea?” Tanya Jessica saat melihat Taeyeon—kakak Kris— yang sedang membereskan kamar Kris.

            Taeyeon tersenyum manis saat melihat Jessica menghampirinya “Oh Jessie, aku baru sampai tadi pagi”

            Jessica membulatkan mulutnya dan mengangguk kecil menanggapi jawaban Taeyeon.

            “Kau akan melanjutkan kuliahmu disini?” Tanya Jessica lagi, sungguh ia sangat penasaran kali ini. Entah mengapa hatinya sangat gelisah.

            Mendengar pertanyaan Jessica, wajah Taeyeon berubah menjadi murung “Aku kesini untuk menjemput Kris”

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s