[Freelance] We Meet Again

We Meet Again.

wma 

Author: Ameyliawt

 RatingPG-15

Length Vignette

Casts: Chanyeol, Tiffany, and other

Genre: Sad, Romance, Fluff

Disclaimer: Murni imajinasi sendiri, cast milik Tuhan,SM,dan fans mereka

A/N:

FF pertama, hasil pemikiran sendiri, masih abal—abal. Mohon maaf kalau jelek harap dimaklumi/? Karna ini first, saya minta apresiasi kalian buat komentar ya.

 

 

—We Meet Again 

 

Ketika mata ini berjumpa, dan kutemukan sesosok dirinya

Yuri Noona memang benar-benar yah dia tidak menyambutku dengan baik. Oh ayolah, aku baru saja pulang dari Amerika.

“Sudahlah jangan menampakkan wajah seperti itu. Tambah jelek saja” Cih! Bisa-bisanya dia berkata begitu, sambil sesekali menyesap coklat panasnya. Perempuan memang makhluk egois!

“Ya! Tapi diluar sedang hujan” sergahku. Diluar memang hujan tapi tidak terlalu deras

“Tsk, itu hanya gerimis. Apakah kau seekor kucing yang takut basah? Kalau begitu pakailah payung, Oh, atau kau mau malam ini kelaparan?” ancamnya. HUAAHH. Sebelum aku ingin mengatakan sesuatu­­—

 

“Apakah kau ingin makan diluar setelah kehilangan dompetmu di bandara tadi?”

BRAAKKK. Aku membanting pintu daripada mendengar ocehannya yang semakin menjadi itu

 

 

***

 

 

“Sudah semua. Hah, rasanya badanku akan remuk saja” akupun berjalan ke arah kasir sambil mendorong troli ini. Sungguh tidak elit, seorang Park Chanyeol membawa banyak belanjaan seperti ini, bahkan ahjumma kasir didepanku ini sempat terkekeh. Setelah membayar aku segera keluar dari minimarket lalu beranjak seraya membuka payung yang sengaja kubawa seperti yang dikatakan oleh Yuri Noona. Oh ya, aku jalan kaki berhubung jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah

 

Kulihat langit, tampaknya akan turun hujan lagi sebelumnya tadi sempat berhenti. Tapi baru saja aku mau siap-siap untuk berlari agar tidak kehujanan, ada yang menepuk bahuku. Hampir saja aku terlonjak. Dan kalian tahu?

 

“Permisi, ah maaf aku boleh menumpang denganmu. Maaf jika tidak sopan tapi hujan sebentar lagi akan tur—“

“Tiffany?” aku mendapati sosok yang kurang lebih tidak kulihat selama 3 tahun yang lalu. Aku tidak percaya kita dipertemukan lagi. Dia terlihat tambah cantik dan begitu sopan.

Aku tidak bisa menyingkirkan tatapan rinduku padanya. Ah, dia menyadarinya tidak ya? Kurasa jawabannya tidak.

“Chanyeol— Annyeong, lama kita tidak berjumpa” ucapnya sambil tersenyum, kulihat Tiffany cukup terkejut

“Annyeong Tiffany, hm ya. Ah sepertinya hujan benar-benar akan segera turun. Kau jadi menumpang?”

 

 

***

 

 

Aku menceritakan semua kejadian tadi sore pada Noona-ku ini. Ya, aku memang sering mencurahkan isi hatiku padanya (?). Dia tampak terkejut mendengarnya

“Wah, aku bahkan tidak tahu kalau Tiffany sekarang tinggal di kompleks kita” tuturnya sambil memakan japchae yang dibuatnya

“Benarkah? Apa kau tidak menyembunyikan sesuatu dariku?” kataku menyelidik. Dia menjitakku

“Aish Appo! Kenapa, huh?”

“Ya! Aku tidak menyembunyikan apa-apa. Untuk apa aku melakukan itu” ucapnya kesal

“Noona aku hanya bercanda..” kulihat sekarang dia benar-benar kesal seraya menaiki anak tangga meninggalkanku.

“Yuri Noona sedang PNS(?) Ah, apa ya? Masa bodoh lah”

.

.

.

.

Indah parasmu hangatkan suasana

Saat sendiri, bayang-bayangmu selalu menghampiri

Akupun mengerti

Apa maunya hati ini…

 

 

Setelah kejadian itu, aku berusaha memperbaiki hubunganku dengannya. Ya, maksudku Tiffany. Aku juga sudah menjelaskan semuanya. Mengapa dulu aku pergi meninggalkannya tanpa memberitahunya dulu.

Dia perempuan yang pengertian. Itulah yang membuatku nyaman bila ada disampingnya.

 

“Tiff, apakah kau masih suka dihukum oleh guru fisika-mu?” aku meninggalkannya pada saat kelas 2 SMA.  Yah, jujur saja Tiffany buruk dalam hal itu. Aku dan dia sedang bernostalgia rupanya di kedai kopi ini.

“Hei apa maksudmuPark Chanyeol? Tentu saja tidak. Bahkan aku pernah mengikuti olimpiade fisika” dia menatapku sebal dan, mengerucutkan bibirnya. Hal ini yang selalu kurindukan. Sebenarnya aku ingin mencubit pipinya gemas, tapi mengingat sekarang aku bukanlah siapa-siapa, jadi kuurungkan niatku.

“Memangnya kenapa? Kau tidak percaya, yeoli?” aku tersadar dari lamunanku, hei— tunggu Dia bilang apa? Yeoli? Itu nama panggilan saat kami bersama dulu. Dan jujur saja, aku rindu panggilan itu

“Ah, tentu aku percaya. Karena aku tahu kau bukan tipikal orang yang senang berbohong seperti Jessica atau Baekhyun ‘kan?” setelah itu kami tertawa bersama

 

 

***

 

 

Sekarang aku dan Tiffany bisa dekat lagi seperti dulu. Aku senang karena dia sama sekali tidak membenciku.

Sekarang kami sedang di Taman, setelah menjemputnya dari Les Flute. Ternyata dia masih menekuni alat musik itu rupanya. Kulihat ada yang menjual permen kapas, aku ingat Tiffany suka dengan yang manis-manis  seperti Author yang satu ini

Akupun membelikannya satu dengan ukuran sedang lalu kami menghabiskannya masing-masing. Sambil berjalan-jalan melihat taman ini, tidak sengaja aku melihat sepasang kekasih yang tengah ciuman dengan permen kapas. Kurasa Tiffany juga melihat hal itu karena semburat merah tiba-tiba muncul menghiasi pipinya. Ah aku ingin… ah tidak—tidak

“Ehm, kau ingin aku antar?” tanyaku memcah keheningan. Memang sekarang sudah jam 4 sore. Dia mengecek ponselnya

“Hm boleh, asal tidak merepotkanmu” dia tersenyum manis, sangat manis. Sampai-sampai aku terbius oleh senyumannya (?)

“Oh ayolah, santai saja fany-ah” aku segera menggandeng tangannya dan dia tidak menolak, kamipun beranjak menuju motorku yang terparkir rapi di dekat taman.

 

.

.

.

 

Setibanya di rumah Tiffany. Tidak ada perbincangan, pasalnya suasana entah kenapa menjadi canggung seperti ini. Ah, apa karena anak kecil tadi ya?

Saat diperjalanan aku hampir saja menabrak anak kecil yang berada ditengah jalan. Refleks, akupun megerem motorku hingga membuat Tiffany memeluk pinggangku—-begitu erat— bahkan dia mempertahankan posisi itu hingga, hm, cukup lama. Sungguh!

“Terimakasih atas tumpangannya Chanyeol” Tiffany membungkukkan badannya, dia memang seperti ini jika berterimakasih. Aku hanya membalasnya dengan mengangguk dan tersenyum

 

 

***

 

 

“Jadi?” Yuri Noona terus menungguku untuk memberi jawaban. Entahlah, aku takut kalau Tiffany sudah tidak punya rasa lagi terhadapku. Walau kemungkinan itu kecil?

“Eih, kau malah melamun. Jujur saja, ikuti kata hatimu yeol. Aku sebagai Noonamu akan terus mendukungmu, tenang saja” ujarnya meyakinkan. Hm, benar juga. Ah, baiklah kalau begitu…

 

.

.

.

 

Aku sudah rapih,wangi dan tampan tentunya, haha. Tak mau berlama-lama, aku segera mengambil Author kesayangan Ah maksudnya Motor kesayangan. Keke

 

Wish Me Luck.

 

20 menit perjalanan, aku sudah berada didepan rumah Tiffany. Ku tekan bel pintunya namun tak ada jawaban. Sekali lagi, tetap tidak ada. Oh ayolah, aku sangat yakin Tiffany tidak pergi kemana-mana

Baru saja aku ingin pergi tapi, hei~ air apa itu? Dan kenapa bising sekali?

Karena penasaran akupun menghampiri taman yang berada tak jauh dari rumah Tiffany. Seketika mataku membulat tak percaya

“Chagiya kau membuatku basah kuyup”

“Siapa yang memulainya duluan Nona?”

“Ya! Tapi bagaimana kalau nanti aku sakit”

“Tenang saja,aku akan menjadi obat bagimu Tiffany sayang” Mereka saling berlari, laki-laki itu mengerjar Tiffany

 

‘GREB’

 

Merekapun terjatuh, bahkan bibir mereka juga saling menyatu. Mereka sama—sama menikmati insiden itu. Tiba—tiba aku merasakan dadaku sesak, dan mataku memanas. Tiffany, siapa laki-laki itu sebenarnya?

 

Hilang sudah harapanku. Ternyata Tiffany sudah punya penggantiku? Ini tidak mungkin salah paham. Jelas-jelas mereka terlihat begitu mesra. Kenapa dia tidak pernah mengatakan kalau dia sudah punya pacar? Dengan begitu mungkin aku tidak akan mengharapkannya seperti ini.

 

Ya Tuhan, lututku bergetar. Aku melemas— dan semuanya menjadi gelap.

 

Kasih maaf bila aku jatuh cinta

Maaf bila saja ku suka

Saat kau ada yang punya…

 

FIN

Mian kalau jelek dan tidak memuaskan kalian. Ah kasihan chanyeol, , itu pacarnya tiffany siapa yah?? Dirahasiakan kekek. Yg jelas itu member exo. Kalian mau tau itu siapa?? Wkwk author bisa buat sequelnya kalau kalian ada yg mau. Tapi kalau engga juga gpp sih, hehe. Sekian~ ~ Pai Pai ^ ^

One thought on “[Freelance] We Meet Again

  1. Whoops daebak. Hiatus blog ini cukup lama, dan baru gue sadari udh bisa dibuka ya Tuhan tau gini gue buka sejak lama. Ini ffnya bagus max, keep writing EXOFANY fanfics! ‘-‘)9

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s