Years Book

YEar book2

Title : Year Book | After 9 Year.

Author : AutumnFlow

Cast : D.O | EXO & Tiffany|GG

Leght : Ficlet.

Ranting: PG-13

Genre : Romance, Drama.

Summary : “After nine years, I meet u”

Disclaimers : Pure from my  mind. Don’t bash. Don’t Be plagiat please.

.

.

Years Book

.

.

.

Hari itu hari dimana semua berawal dari sebuah harapan. Tentang cinta.

.

Seperti biasa dan entah apakah pria itu merasa bosan atau tidak tentang hidupnya yang begitu datar tanpa tanjakan maupun turunan itu. Apakah ia menikmati hidupnya seperti itu ?. hahaha kurasa jika ia benar benar menikmatinya tak mungkin ia akan menampilkan wajahnya yang begitu kusut seperti itu ketika pagi-pagi  yang selalu dinanti oleh orang yang menikmati hidup dengan senyuman itu. Ia memandang cermin sambil menepuki pipinya yang terasa kaku dan dingin. Ia hanya melakukannya dengan biasa dan menggosok giginya. Membersihkan diri. Membalut tubuhnya dengan kemeja kantoran juga sarapan yang hanya satu menu yang membuatnya terus terusan membatin apa gunanya bakat memasak yang sangat ia elu-elukan pada saat belia dulu.

Kyungsoo menatap jam dinding sebentar sebelum akhirnya meninggalkan apartemen minimalisnya. Do Kyungsoo. Memiliki umur 28 tahun dengan hidup yang benar benar terasa membosankan saat ia mulai meninggalkan bangku sekolah. Pria kantoran biasa yang berpenghasilan mapan dan sekedar lebih untuk memenuhi anak cucunya kelak. Salah satu komposer musik, juga perencana pemasaran album sebuah perusahaan record juga agensi terbesar di korea.

Dan pria itu sama sekali tak tertarik dengan hidupnya yang benar benar hanya terisi tentang berangkat kerja juga pulang kerja dengan teratur dan terkadang mungkin ia telat karena harus menyelesaikan laporan anggaran untuk project baru  debut salah satu boygrup perusahaan itu. akhir akhir ini.

 

AF

Seperti biasa ia mengecek kotak suratnya setiap hari ketika ia ingin kembali ke Apartement setelah bekerja. Tanpa melihatnya pria itu langsung melangkahkan kakinya menyusuri tangga yang ketika ia berjalan perlahan dengan kaki bimbang yang ragu.ia sedikit terkesima ketika melihat suatu surat yang tercap pos dari San Fransisco. Ia terheran, ia sama sekali tak pernah mengirimkan surat lamaran kerja kesana. Lalu ini apa ?

Ia membuka kenop pintunya. Mendudukkan dirinya disofa empuk yang menghadap langsung ke suasana malam seoul ketika ia membuka tirainya. Ia tak perlu repot repot membersihkan barang barangnya. Ia tipe lelaki yang suka akan kebersihan dan jangan ditanya hampir setiap pagi ia mengelap jendela juga perabotan, mengepel dan sebagainya. Pria itu terdiam sejenak ketika ia benar benar mengamati surat itu. Apakah penawaran kerja yang diajukan diam-diam oleh atasnya yang lumayan berbaik hati itu?.

Ia menyobek amplop surat itu dengan perlahan dan menemukan selembar kertas kecokelatan yang berisikan tulisan hangeul yang cukup berantakan itu. Kyungsoo mengrenyit.. memahami kata kata yang ia baca. Matanya membulat sempurna, ia tak pernah merasa seterkejut ini. Setelah selesai membaca surat itu ia kembali menggapai amplopnya mengeluarkan perlahan sesuatu dari dalamnya. Selembar foto yang cukup usang. Kyungsoo tersenyum sinis.

“kau masih ingat aku rupanya…”

 

 

AF

 

Hari itu, hari Minggu. Tak seperti Minggu biasanya.

Jam 09.00 ia sudah siap dengan sepatu ketsnya juga kemeja yang membuatnya terlihat seperti anak sekolahan ketimbang seseorang berusia 28 tahun. Ia patut bersyukur karena diberi wajah yang sama sekali tak berubah dari semasa ia SMP juga postur tubuh yang tak begitu tinggi hingga membuatnya terkadang harus menerima Banmal  dari orang yang secara tertulis lebih muda dari pada dirinya. Ia membawa tas punggung yang tak pernah dipakainya sejak 2 tahun yang lalu.karena ia terus sibuk dengan tas kantornya.  Ia bersiap siap, mengunyah rotinya sambil berlarian di lorong lorong apartemen yang masih sepi. Ia tersenyum lebar dengan rasa manis yang mengirinya semenjak kemarin malam ketika ia menerima surat bercap Amerika itu.

Ia begitu menanti Hari ini.

AF

Kyungsoo mengendarai sepedanya dengan sedikit terburu-buru. Ia mewanti-wanti jamnya yang terus saja terasa lama untuk ia tunggu. Setelah membeli beberapa barang ia segera menuju tempat tujuan yang sangat ia nanti. Jam menunjukkan pukul 09.26. dan saat itulah adalah 4 menit terlamanya.

Ia tak pernah merasa bahwa 240 detik terasa begitu lama untuk ia nantikan, sambil memarkirkan sepedanya ia berjalan sedikt lambat sambil menatap jam yang kian bergerak begitu lama.  Penunjuk detikannya semakin bergerak lambat dan akhirnya seperti  terhenti ketika Kyungsoo mendengar suara itu. Suara yang lebih dari 9 tahun tak didengarnya lagi. Kyungsoo menoleh denga ekspresi sedatar mungkin. Ia tak mau terlihat seperti merindukan gadis itu. Ia sadikit terheran ketika ia menemukan gadis yang ia lihat 9 tahun lalu itu. kyungsoo tak bisa menyembunyikan keterkejutannya.

“Lama tak jumpa !” ucap gadis itu sambil tersenyum manis.

Kyungsoo terdiam seperti orang tak percaya bahwa ulat berubah menjadi kupu kupu. Gadis itu mengacak rambut Kyungsoo dengan kasar dan akhirnya pria itu benar benar tersadar dari lamunanya dan memastikan bahwa gadis berambut panjang dihadapannya benar benar gadis yang di tunggunya.

“-1186”

Kyungsoo kini benar benar percaya dan tersenyum lugu. Ia merasakan tangannya dingin di musim panas tahun ini untuk pertama kalinya. Sudah ia duga ia gugup. Dan gadis dihadapannya benar benar gadis yang ia nanti selama ini.

“ayo, jalan jalan!” gadis itu menggandeng tanganya.

Gadis itu tersenyum lembut seperti biasa. Masih sama seperti 9 tahun yang lalu. Mata yang selalu menyipit ketika ia sedang menampakkan senyum lebarnya. Kyungsoo tak salah orang. mulai saat itu ia terus merasa lebih bahagia.

 

AF

 

Setelah ia mengambil sepedanya diparkiran, pria itu menawarkan tumpangan untuk gadis itu. dan tentu saja, tanpa menawarkan gadis itu segera saja menduduki goncengannya. Ia tahu persis bahwa gadis itu sangat menyukai sepeda, tetapi Tiffany sama sekali tak bisa menumpanginya. Sudah berkali kali kyungsoo mengajarinya sebelum ia berpisah 9 tahun lalu, tetapi hasilnya nihil. Sama sekali tak bisa apapun selain membuat gadis itu terjatuh. Dan Kyungsoo memaklumi itu.

Kini gadis itu memeluk erat pinggangnya menyandarkan kepala di punggungnya. Ia rasa gadis itu menikmati turnya yang sedikit lambat dibandingkan tur dengan bis yang mungkin 100 kali lebih cepat dari pada harus menunggangi sepeda.

“maaf, kalau lambat!” kyungsoo mengawali percakapan itu. Tiffany –gadis itu mengangguk cepat.

“kau, tau kyungsoo. Kau terbaik!” ucap gadis itu.

kembali menyenderkan kepalanya di punggung  pria itu. Kyungsoo dan Tiffany sepasang sahabat yang 9 tahun sudah tak bertemu. Kini menikmati pertemuan mereka.

 

AF

 

Sore itu,

Berfoto di namsan tower. dicoret

Bermain di air mancur.dicoret.

Naik cable car. Dicoret.

Menghabiskan waktu dengan kyungsoo.

Mengambil buku tahuanan.

 

Tiffany mengetuk ngetuk catatannya. Semua agenda pada hari itu nyaris sudah tercoret semua. Kecuali beberpa list yang masih belum saja ia coret karena belum terlaksana. Ia padahal sudah berjanji untuk menyelesaikannya saat itu juga. Ia menatap Kyungsoo dari kejauhan saat pria itu sedang membayar eskrim yang ia beli tadi. Ia menghembuskan nafasnya lalu tersenyum memasukkan kembali catatan itu ke tas ranselnya. Menghampiri pria itu.

 

AF

 

“kau, mau apa lagi setelah ini?” kyungsoo berbicara sambil mengemuti permen yang dibelikan Tiffany di jalan.

Tiffany memandang kosong ke jalan bebatuan dipinggir jalan raya. Tak begitu memperhatikan pertanyaan kyungsoo yang sangat sederhana.

“Tiff?” panggil kyungsoo lagi. Tiffany menoleh sambil tersenyum.

“aku. Mau mengambil buku tahunanku yang ku titipkan padamu karena tak sempat kuambil waktu kelulusan waktu itu. sudah kau bawa kan ?” ucap tiffany sambil mengulurkan tangannya meminta.

Kyungsoo tersenyum mengerti mengambil buku tahunan milik gadis itu yang ia simpan di dalam tas ranselnya.Gadis itu meneliti tiap inci buku tahuan yang berisikan alamat, kontak, cita cita, kesan pesan milik seluruh penjuru siswa SMA-nya dulu. Tiffany tersenyum ketika memandang foto kelulusannya yang masih terlihat sangat culun.

“lihatlah, kyung! Aku dulu!!” ucapnya sambil terus menunjuk kearah foto gadis itu.

Kyungsoo ikut menampilkan senyum hatinya yang terkenal unik.Gadis itu terhenti tertawa. Menyusuri sebuah nama yang sangat ingin ia lihat.

“Do Kyungsoo! Ketemu” ucap tiffany segera  sambil mencoba melihat foto di atasnya.

“hhehhei,, aku baru sadar!” ucap Tiffany segera menatap kyungsoo yang menuntun sepedanya.

Mengiringi langkah gadis ituTiffany mengangkat buku tahunannya. Menjejerkan foto Kyungsoo saat SMA dengan Kyungsoo yang sekarang. Tiffany mengerenyit tak mengerti sambil memandangi pria itu dari atas hingga bawah.

“-1186, kau sama sekali tak berubah!!!” ucapnya sambil menutup kembali buku tahunan yang sedikit tebal.

“kau masih saja memiliki ekspresi seperti itu, Tinggi yang sama, wajah yang sama sekali tak berubah! Jangan jangan sekarang aku dikira oleh semuanya sedang jalan dengan seorang Anak SMA!” ucap gadis itu sambil mengerenyit heran.

Kyungsoo tertawa. Ia selalu menyukai ekspresi cemberut dari Tiffany.ekspresi heran yang berkepanjangan. Ia begitu menyukai Tiffany. setelah sembilan tahun tak bersua kini pria itu bertemu lagi dengan cinta pertama yang ditunggunya. Dan mungkin tuhan tengah memberikan kesempatan kedua baginya.

“ Kyung!” tiffany berdehem sambil memanggil nama pendek pria itu. Kyungsoo menoleh heran dan berhenti berjalan.

“kau tahu kenapa aku mengambil buku tahuananku dan rela untuk kembali ke Korea hanya karena sebuah buku tahunan?”. Tiffany kini tersenyum bukan bahagia tetapi senyum yang sangat pria itu jarang lihat ketika ia benar benar dekat dengan gadis itu 9 tahun silam.

“kenapa ?” kyungsoo kini heran dengan perkataan panjang tiffany.

Gadis itu menghembuskan nafas berat sambil menatap langit malam yang sedikit mendung.

“Aku akan menikah!” ucap gadis itu sambil mengetupkan matanya rapat rapat.

Kyungsoo masih belum bisa mencerna perkataan tiffany. Mensinkronkan semua yang terjadi. Saat menerima surat yang bercap san fransisco hingga kini cinta pertamanya yang menyatakan bahwa ia akan segera menikah.

“aku membutuhkan alamat semua teman teman untuk mengundang mereka di pesta pernikahananku”

Mata Kyungsoo membulat. Seketika saat semua tercerna dengan baik. Sepeda yang ia tuntun ambruk  seketika, saat tangannya melemas. Kyungsoo menegak ludahnya sedangkan Tiffany terdiam dengan mata yang berair dan tersenyum menyipit.

“maafkan aku Kyungsoo. Aku Mencintaimu”

Gadis itu berlari. Meninggalkan pria yang mematung ditengah jalan dengan menyedihkan. Beberapa orang melihatnya dengan tatapan kasihan. Mengerti bahwa pria itu sedang merasakan yang namanya sakit hati. Kyungsoo tanpa sadar meneteskan air matanya. Ia baru menyadari.

Di dunia ini sama sekali tak ada yang namanya  Kesempatan kedua.

 

“kau tahu Tiff, aku juga mencintaimu.”

 

AF

 

Seperti biasanya yang kyungsoo lakukan. Sepulang bekerja pria itu akan menengok kotak posnya apakah ada surat atau tidak. Pria itu terdiam ketika melihat amplop bercap Ontario kali ini. Seperti kyungsoo pada umumnya. Membaca surat itu ketika ia sudah memantapkan diri duduk di sofa nyamannya. Ia tersenyum

 

“Kris Wu & Tiffany Hwang”

 

Kyungsoo menyimak beberapa kata. Menyiapkan agenda untuk meluangkan waktunya mengunjungi resepsi ini. Tanpa sengaja ia menyenggol amplop undangan itu,ketika hendak meraih kopinya. menemukan selembar foto yang memuat gambarnya dengan Gadis itu di namsan saat mereka berpose love singh dengan senyum lebar milik kedua orang itu. Pria itu membalik foto itu.

 

 

“Marry Me, Kyungsoo”

.

.

.

Ternyata rencana kabur dari pernikahan.

Kyungsoo kembali berfikir.

 

 

 

Fin.

 

 

 

Dear, -1186

Ketika aku menyebut -1186 kau pasti langsung mengenali siapa pengirim pesan ini walau aku tak mencantumkan namaku di surat ini. Kyungsoo, 9 tahun berlalu begitu lama dan aku begitu penasaran dengan wajahmu apakah kau melakukan operasi plastik agar wajah lugumu itu terlihat lebih tegas ?. kudengar korea sangat pesat dalam urusan bedah plastik. Tapi jangan sekali kali menampakkan dirimu dihadapanku jika kau benar benar melakukan operasi plastik karena yang kurindukan adalah kyungsoo yang benar benar 9 tahun lalu. Tidak berubah.

-1186,

Aku membatin ketika angka itu terucap saat dirimu memberi tahuku tentang ulang tahunmu. Aku simpulkan. 12-01-1993. 12-01 = -11 dan 19-93= 86. So, aku memanggilmu -1186.

Kyungsoo, aku akan kembali dari amerika sabtu ini. Aku harap aku dapat bertemu denganmu di tempat biasa. 9 tahun lalu.

 

Regard,

Tiffany Hwang

 

Ps: Bawa Buku tahunanku, mau aku ambil sudah 9 tahun lamanya aku sama sekali tak pernah menyentuh buku tahunanku

.

.

.

.

 

 

 

 

AN: Hai,Lma tak jumpa. FF yang terinspirasi ketika sedang pulang sekolah ngegoes goes pedal ngelihat  ada seseorang ngasih buku ke orang lainnya. Akhirnya ff gaje ini pun tercipta. Kalo ada yang bingung tanya di comment aku sadar kebanyakan FF ku itu membingungkan, dan Mudah mudahan aku sempet jawab pertanyaan kalian. Thanks for your attention. ^^

22 thoughts on “Years Book

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s