[Freelance] The Cursed Angel (Chapter 6)

The Cursed Angel

Author             :  _agrn

Main Cast        : Tiffany,Yoona, Jessica, Taeyeon, Seohyun
Suho, Luhan, Baekhyun, Baekhyun, Sehun.

Genre              : Romance, Fantasy, Family, Angst, Friendship.

Rate                 : PG 15

Length             : Multichapter

A/N                 : Sorry for the really late update guys ;; Happy Reading~

oOoOoOo

Baekhyun menatap Jessica dan Kris yang terlihat saling melemparkan tatapan kekesalan satu sama lain. Baekhyun tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi diantara sahabat dan adiknya itu, tapi itu mungkin bukan sesuatu yang baik.

“Sica-ya, bagaimana kalau kau belikan tamu kita kue-kue kecil?”tanya Baekhyun pada Jessica.

Jelas saja Jessica membelalak kaget dan terlihat tak terima. Baekhyun sudah menebak reaksi Jessica. Well, tidak mungkin juga Baekhyun menyuruh Jessica pergi sendiri. Jessica adalah penyandang cacat. Toko kue itu juga cukup jauh. Baekhyun tidak mungkin setega itu. “Tentu saja bersama Kris”tambahnya.

Tapi, Jessica justru tambah terlihat tidak senang. Rautnya semakin dingin. Ia menatap tajam pada Baekhyun. “Kenapa tidak kau saja yang menemaniku pergi?”

Baekhyun menelan liurnya karena tertegun dengan jawaban Jessica. Sangat dingin dan terkesan jutek, padahal dia tidak pernah sedingin ini pada Baekhyun. Apakah Jessica marah padanya? Ataukah Jessica benar-benar tidak ingin pergi bersama dengan Kris.

“Dan membiarkan tamu kita sendiri disini? Tidak Jessica”elak Baekhyun lagi.

“Kalau begitu kau saja yang pergi. Aku bisa menemani Taeyeon”ujar Jessica lagi.

Baekhyun menghela nafas. Ia tidak bisa memaksa Jessica lagi. Mungkin dia memang harus pergi sendiri. Toh, Jessica bisa menemani Taeyeon bermain.

Tepat saat Baekhyun akan berdiri, tangan Taeyeon menarik lengan Baekhyun dan tersenyum ceria. Gadis cantik itu berseru “Cerita!! Cerita!!”

Sebisa mungkin, Baekhyun menyamarkan smirk di wajah tampannya. Sekarang, dia bisa menyudutkan Jessica lagi. “Well, Sica-ya.”ucapnya seraya menatap Jessica dengan puppy eyes andalannya.

Sukses. Jessica menghela nafas. Dia menatap Kris tajam. Tanpa kata-kata lain, Kris dan Jessica berlalu dari ruang tamu apartmen mereka.

“Baiklah, semoga kalian bisa berbaikan, Kris-ah, Jessica-ya!!”gumam Baekhyun dengan senyum terukir indah di wajahnya.

“Baek…Baek…”

Baekhyun kembali menoleh saat Taeyeon memanggilnya. Gadis itu masih tersenyum cantik dengan sabar. Baekhyun tahu Taeyeon sangat menunggu cerita fiksi terbaru Baekhyun. Ah, betapa Baekhyun suka ada yang mendengarkannya. Entah kenapa, dia lebih suka melihat orang-orang mendengarkan dia bercerita dibanding melihat orang-orang membaca ceritanya. Itulah kenapa dia tidak pernah berencana untuk menerbitkan cerita-ceritanya.

Selama Baekhyun bercerita Taeyeon selalu bertepuk tangan dan tertawa. Baekhyun semakin semangat untuk bercerita. Ia juga memutuskan agar lebih sering bercerita pada adiknya itu, karena mungkin saja sebenarnya sang adik tertarik.

Tak terasa, hari sudah sore. Kris dan Jessica belum kembali. Mungkin karena toko itu ramai atau mereka berencana untuk jalan-jalan terlebih dahulu. Baekhyun tidak masalah, bagus kalau mereka berbaikan.

“Baek” Baekhyun menoleh dengan senyum yang tak pernah luntur itu. “Ne?”balas Baekhyun.

Taeyeon berdiri lalu menarik Baekhyun. Dari arah-nya saja Baekhyun tahu Taeyeon ingin pergi ke kamar mandi. “Kau ingin buang air kecil?”tanya Baekhyun.

Taeyeon menggeleng lalu menunjuk handuk. Dia juga menunjuk-nunjuk jam dinding. Baekhyun dibuat bingung olehnya. “Kau ingin apa Taeyeon-a?”

Tiba-tiba saja, gadis cantik itu melepas sweater yang membungkus tubuh mungilnya. Saat tangan Taeyeon bergerak untuk melepas kaus yang dia pakai, Baekhyun segera berteriak. “Ah!!! Jangan!!!”

Taeyeon membelalak kaget dan menatap Baekhyun. Mungkin dia bingung sekaligus terkejut karena Baekhyun tiba-tiba berteriak. “Wae…?”

Baekhyun terdiam. Taeyeon ingin mandi. Ini memang sudah sore dan sudah waktunya untuk mandi. Anak kecil selalu dibiasakan mandi sore oleh orang tuanya. Sepertinya begitu juga dengan Taeyeon. Gadis itu sudah hapal betul kapan dia harus mandi. Menurut Baekhyun, Taeyeon tidak bisa mandi sendiri. Buktinya, dia menarik-narik tangan Baekhyun sekarang.

Apa yang harus dia lakukan?!!! Dia tidak mau dicap sebagai laki-laki mesum. Dia dan Taeyeon sudah dewasa, meskipun Taeyeon bersikap layaknya anak kecil. Lagipula, kalau Kris tiba-tiba melihatnya, persahabatan mereka akan hancur saat itu juga.

“Kris… Jessica. Cepatlah pulang!!!”

oOoOoOo

Jessica sangat tidak senang.

Kris tahu itu bahkan tanpa melihat wajah gadis itu. Auranya sudah sangat berbahaya. Mungkin saja, kalau Kris tidak sengaja melakukan hal buruk, gadis itu akan segera meninjunya.

Oke. Itu tidak mungkin karena Jessica… memang tidak memungkinkan melakukannya. Kris bisa menghindari hal itu dengan mudah. Untuk hal yang satu itu, Kris bersyukur. Kalau saja Jessica tidak cacat, mungkin ia sudah terbaring di rumah sakit sejak pertama mereka bertatap muka.

“Kenapa kau melambat, bodoh?”tanya Jessica. Terdengar sangat tidak senang. Cukup frontal menurut Kris. Tidak ada yang pernah memanggilnya bodoh di dunia ini. Kecuali orang yang sudah benar benar bodoh.

“Aku tidak bodoh”jawab Kris kalem. Ia tidak ingin menambah kekesalan Jessica. Ia hanya menghindari hal buruk yang bisa terjadi. Entah itu Baekhyun yang mungkin berhenti menjadi teman baik Kris satu satunya atau apa. Tapi Baekhyun tidak mungkin melakukannya. Baekhyun adalah teman sejati.

“Kau membuat sebuah perjanjian denganku. Aku membantumu, tapi kau malah tidak melakukan apa yang seharusnya kau lakukan. Apa itu tidak termasuk kategori bodoh di otak bodohmu itu, bodoh?”Jessica kembali berkata-kata.

“Berhenti memanggiku bodoh.”ujar Kris dengan nada yang berbahaya. Dia benci dipanggil bodoh. Ia bisa saja langsung mendorong Jessica ke jalanan karena kesal dan marah atas kata-katanya. Tapi itu jelas tidak mungkin. Ia tidak mau mencelakai adik sahabatnya, dan yang dikatakan Jessica tadi memang benar.

Oh, tapi bukan salahnya kalau Taeyeon benar-benar terlihat manis saat memintanya untuk mengunjungi Baekhyun. Ia sudah menolak dengan alasan kalau Baekhyun sibuk, begitu juga dirinya. Tapi Taeyeon justru terlihat kesal dan sedih. Ia langsung pergi meninggalkan Kris dengan isakan kencang yang mengganggu konsentrasi Kris. Kris langsung merasa terganggu dan bersalah. Akhirnya, ia hanya bisa mengiyakan keinginan Taeyeon.

“Baiklah, itu salahku.”Kris mengakui kesalahannya lalu berbelok menuju toko kue yang dimaksudkan tadi.

“Kau tahu itu kesalahanmu. Shouldn’t you apologize, Mr. Wu?”tanya Jessica. Gadis itu masih saja terlihat marah.

“Jangan mempermasalahkan hal sepele. Sekarang cepat ambil beberapa kue lalu pulang. Aku tidak mau meninggalkan Taeyeon lama-lama.”

Kris bisa melihat Jessica memutar bola matanya. Gadis itu langsung mengambil 2 kantung kue kering lalu menyuruh Kris mendekatkannya ke kasir. Selama sang kasir menghitung harga dan membungkus kue itu, Kris sadar ada dua orang yang menatapnya dari jauh. Tapi lama kelamaan Kris tahu, kedua orang itu sedang mengamati Jessica.

“Hei, Jessica-ssi”panggil Kris. Jessica menyahut pelan tanpa menoleh kearahnya. “Ada dua orang yang memperhatikanmu sejak tadi”

Jessica menoleh, mengikuti arah pandang Kris. Tak Kris sangka, Jessica justru tersenyum dengan manis dan tulus. Itu adalah pertama kalinya Kris melihat Jessica tersenyum tulus selama ia mengenal Jessica. Kris harus mengakui dan tidak bisa memungkiri kalau saat itu Jessica terlihat sangat cantik.

“Tiffany!!”serunya.

Dua orang itu mendekat kearah mereka. Yang satu adalah laki-laki dengan senyum yang sopan, begitu juga dengan tingkah lakunya. Seorang lagi adalah gadis dengan wajah cantik dan mata yang membentuk eyesmile ketika tersenyum. Dari wajahnya, Kris tahu gadis ber-eyesmile itu tidak sepenuhnya orang Korea. Mungkin Amerika, atau apa. Satu-satunya yang benar-benar warga negara Korea sepertinya hanyalah laki-laki sopan itu.

“Bagaimana kalau kita mengobrol sebentar di restoran yang ada disebelah?”tawar Sang laki-laki sopan.

Jessica menatap Kris. “Kau tidak masalah menemani? Kalau kau keberatan, kau bisa pulang duluan.”

Awalnya, Kris akan mengiyakan. Ia akan pulang dan membawa Taeyeon pulang juga. Tapi, terlalu beresiko meninggalkan Jessica dengan orang yang mungkin tak dikenal Baekhyun. Ia tidak ingin mengambil resiko itu. “Aku tidak masalah. Aku juga sedang ingin minum kopi”

oOoOoOo

Suho menatap Tiffany yang sedang mendengarkan cerita-cerita Jessica tentang kesehariannya. Baginya itu lebih baik. Setidaknya itu lebih normal dibandingkan dengan menceritakan malaikat-malaikat tidak jelas yang tidak bisa diterima akal sehat. Tapi, justru dengan cerita Jessica, Tiffany terlihat lebih ceria dan lebih menemukan titik terang akan kenangan masa lalunya. Ia mulai ingat dengan teman-teman sekolahnya. Padahal dulu tuan dan nyonya-nya sudah mencoba berbagai macam cara, dan tidak ada yang berhasil.

“Suho-ya!!”

Suho tersentak. Ia melirik Tiffany yang duduk disebelahnya. Gadis cantik itu menatapnya khawatir. Entah kenapa, tadi dia baru saja berkhayal kalau Tiffany memanggilnya. Padahal jelas sekali kalau gadis itu bisu. “Ada apa?”

Tiffany melirik Jessica tanpa melepas senyum di bibirnya. Tapi Suho harus mengakui kalau senyum Tiffany memang sedikit berkurang. Suho juga tidak bodoh. Dia tahu Tiffany ingin dia menyampaikan apa yang terjadi semalam pada Tiffany.

Suho menatap laki-laki disamping Jessica yang sedang menyesap kopi hitam. Laki-laki itu tidak terlihat seperti pasangan Jessica. Ia sudah melihat keduanya bertengkar mulut tadi. Laki-laki itu juga sedari tadi diam dan tidak berkomentar apapun. Suho jadi sedikit ragu untuk mendiskusikan tentang Tiffany didepannya.

“Apa yang sebenarnya terjadi Joonmyun-ssi? Kenapa tiba-tiba kalian ingin mendiskusikan sesuatu denganku?”Jessica bertanya dengan raut penasaran.

Suho menghela nafas lalu mulai membuka mulutnya. “Tiffany bermimpi. Ia memimpikan dia yang ada disebuah tempat dan sedang mengadu domba seseorang. Ia mempunyai teman bernama Catherine. Dia juga mendengar banyak caci maki yang ditujukan untuknya.”

Suho berhenti bicara. Dia tidak ingin mengatakan tentang pendapat Tiffany bahwa gadis itu mengira dirinya sendiri sebagai makhluk bernama malaikat. Tiffany memang cantik layaknya malaikat, Suho sudah mengakuinya. Tapi kalau itu kenyataan, Suho sama sekali tidak akan mengakuinya. Malaikat hanyalah omong kosong. Baginya, malaikat tidak ada.

“Aa!”gumam Suho. Ia hampir saja berteriak. Tiffany sedang menatapnya sebal setelah menepuk lengannya. Tatapan Tiffany terlihat seperti akan memakannya. Suho tahu Tiffany ingin Suho menyampaikan semua yang tadi dia beri tahu.

“Ada yang belum kau sampaikan, Joonmyun-ssi?”tanya Jessica.

“Tiffany bahkan mengira dia bukan manusia. Kau punya penjelasan tentang ini?”

Suho menatap intens pada Jessica, sementara gadis yang dia tatap menunduk. Dia terlihat berpikir. Sesaat kemudian, gadis berparas dingin itu tersenyum kecil dan menatap Tiffany. “Kau, mungkin akan mendapatkan seluruh ingatanmu sebentar lagi Fany-a”

Suho menyela tiba-tiba. “Maksudmu apa yang dia perkirakan itu benar?! Dia bukan manusia, begitu maksudmu?!!!”

“Pelankan suaramu”

Suho terdiam saat melihat raut tajam dari laki-laki disamping Jessica. Tapi dia tidak menyela lagi. laki-laki itu benar. Tidak seharusnya dia menyela dengan suara keras seperti tadi. Meskipun belum bisa ia terima, tapi Jessica Jung pasti punya penjelasan.

“Untuk itu, aku tidak bisa mengatakannya sebelum aku bertemu dengan yang lainnya… maukah kau menunggu, Fany-a?”tanya Jessica pada Tiffany.

Tiffany mengangguk dengan polosnya dan tersenyum. Kemudian gadis itu menarik tangan Suho untuk pulang.

Suho sendiri tidak menolak. Dia sedang berpikir keras. Berpikir tentang Tiffany. Apa yang sebaiknya dia lakukan? Membiarkan Tiffany bahagia dengan semua ketidak jelasan baginya ini, atau membawanya pergi segera dan kembali ke masa lalu?

oOoOoOo

“Karena aku… menyukaimu”

Luhan ingin sekali memukul mulutnya kuat-kuat karena perkataan bodohnya tadi. dia baru saja mengungkapkan perasaannya dihadapan Yoona, di tengah lautan manusia!

Yoona menatap kearahnya bingung lalu rautnya berubah menjadi datar. “Apa? Kau tadi bilang apa? Aku tidak mendengarnya. Han menyalak terus sejak tadi.”

Luhan menghela nafas lega. Setidaknya Yoona tidak mendengar pernyataannya tadi. ia tidak tahu harus bagaimana jika Yoona mendengarnya. “Tidak, aku bilang aku menyukai pakaianmu hari ini. Kau terlihat cantik”

Yoona diam sejenak lalu terkekeh. “Apa maumu Luhan? Kau tidak perlu memujiku hanya untuk sesuatu. Katakan, ada apa?”

Luhan tersenyum walau tahu Yoona tidak akan melihatnya. Ia hampir saja berkata “Jika kau mengabulkannya aku ingin kau jadi milikku, Im Yoona” Tapi sekarang dia sudah cukup sadar untuk tidak kelepasan seperti tadi. “Aku mau makan saja. Aku lapar. Traktir aku”

Yooona tersenyum lalu mengangguk. Gadis itu berjalan lagi, sedangan Luhan menunggu sebentar sebelum mulai berjalan di belakangnya. Laki-laki itu sengaja menjaga jarak dari Yoona.

Luhan memperhatikan punggung gadis yang belum begitu lama ia kenal itu. punggungnya yang kecil namun tegap. Membuat kesan kuat dan tangguh melekat padanya. Parasnya yang cantik itu sama sekali tidak berkurang karena sifat cuek yang kadang ia keluarkan. Menurut Luhan, Yoona itu hampir sempurna layaknya seorang dewi. Seperti seorang malaikat. Yang menjadi kekurangannya hanyalah kebutaannya. Namun Luhan tidak melihatnya sebagai kekurangan Yoona. Ia menyukai Yoona apa adanya.

Mungkin karena terlalu banyak melamun, Luhan tak sadar kalau ia sudah mengikuti Yoona sampai ke depan toko crepes. Bahkan gadis itu sudah membelikannya crepes. “Astaga. Sampai sekarang aku bingung kenapa terkadang kau tidak terlihat seperti orang yang tidak bisa melihat”

Yoona terlihat bingung. “Maksudmu?”

“Kau dengan mudah mengetahui keberadaan lawan bicaramu”jawab Luhan seraya mengambil crepes dari tangan Yoona.

Yoona tersenyum manis. “Aku harus sangat berterimakasih pada Han. Dia sungguh baik. Tidak pernah menggigit dan hebat. Dia tahu apa yang kuinginkan, bahkan sebelum aku mengatakannya.”

Luhan ikut tersenyum. Dia memang benar. Anjingnya itu memang sangat hebat. “Tapi, kenapa kau namai dia Han? Kenapa tidak yang lebih keren, seperti James? Atau Doggie?”

“Ada-ada saja.”ujar Yoona setelah terkekeh. Nama-nama itu memang sedikit berlebihan dan terlalu imut mungkin. “Coba tebak kenapa aku menamainya Han”

Han menyalak. Sepertinya dia merasa terpanggil. Tapi Luhan tidak peduli. Entah kenapa, ia berharap Yoona menamainya Han karena teringat akan namanya yang juga memiliki unsur Han. “Kau menemukannya di sungai Han?”

“Yah, aku memang pertama melihatnya di sungai Han sebelum menemukannya untuk menjadi penunjukku. Tapi aku punya alasan lain”

“Apa alasan itu? Aku malas berpikir”

Yoona tersenyum. Membuat jantung Luhan berhenti untuk sepersekian detik.

“Karena didalam namamu ada unsur Han. Han mengingatkanku padamu, Luhan-a”

Saat itu, sepertinya jantung Luhan akan benar-benar berhenti untuk satu menit. Dan wajahnya akan lebih merah dari pada cat atau kepiting rebus.

oOoOoOo

Seo Joo Hyun sangat uring-uringan hari ini.

Sehun yang sedari tadi mengamatinya jelas tahu kenapa Seohyun menjadi uring-uringan. Hanya saja, dia tidak akan mengatakannya pada seluruh orang. Bisa-bisa Seohyun mengamuk. Sehun hanya bisa tertawa kecil saat sang lawan main kelabakan menghadapi Seohyun yang badmood.

Sutradara dan kru lainnya pun tidak bisa berkata apa-apa. Seohyun adalah artis hebat yang tidak disangka-sangka mau bekerja sama dengan mereka. Mereka tidak mau menegur karena takut Seohyun membatalkan kontrak kerja dengan mereka. Lagipula, idak biasanya Seohyun seperti ini bukan?

“Semua karena Luhan Hyung. Benar kan?”tanya Sehun pada Seohyun yang kini telah duduk disampingnya.

Seohyun melirik Sehun sinis dan merebut cola yang sedang Sehun minum. Dengan mengabaikan protes dari Sehun, Seohyun menjawab. “Apa ada jawaban lain?”

Sehun menghela nafas. “Kenapa? Kau takut saat kita menemui mereka, tiba-tiba mereka sudah resmi menjadi kekasih?”tanya Sehun.

Seohyun mendelik. “Tentu saja. Bukankah mereka saling tertarik?! Kemungkinan itu ada!!”

“Kalau benar begitu, apa yang bisa kau lakukan? Apa yang akan kau lakukan, Seohyun-a?”

Seohyun terdiam. Ia meletakkan cola itu di meja dan menghela nafas. Ia bersandar pada kursi lalu menutup wajahnya dengan skrip untuk adegan berikutnya. “Aku tidak tahu. Aku mungkin saja meminta Yoona Eonni untuk tidak menerima Luhan atau angsung memutuskannya. Aku bisa merengek pada Luhan Oppa agar mempertimbangkanku. Tapi… rasanya aku tidak tega… mereka berdua adalah orang yang sangat berarti untukku”

Sehun diam. Begitu juga dengan gadis disebelahnya. Sehun bisa melihat bahu Seohyun yang bergerak naik turun. Dia sedang menangis. “Seohyun-a. kau sangat mencintai Luhan Hyung, huh? Kau tidak bisa melihatku sebagai penggantinya?”ujar Sehun. Sesaat setelah itu ia terkejut dan ingin sekali menjahit mulutnya.

Saat Sehun siap untuk disemprot oleh kekagetan dan keheranan Seohyun, Sehun malah mendapati kalau Seo Joo Hyun sama sekali tidak bereaksi. “
Seohyun-a?”tanya Sehun sambil merampas skrip dari tangan Seohyun.

“YA!! Kau bisa tidak merampasnya kan?! Ada apa?!”tanya Seohyun dengan raut sebal.

“Kau tidak mendengar apa yang kukatakan tadi?”tanya Sehun.

Hening sesaat. Seohyun terlihat bingung dan kaget. “Kau… tadi bicara dengan jelas kan?”

Sehun mengerti. Seohyun sedang tidak bisa mendengar. Tapi ini aneh. Seohyun pastinya tidak bisa mendengar saat pertengahan bulan. Ini baru saja awal bulan dan dia baru saja dapat mendengar kembali. Kenapa sekarang dia tidak bisa mendengar?”

“Kau tidak bisa mendengarku?”tanya Sehun pelan-pelan agar Seohyun bisa membaca gerakan mulutnya.

Seohyun menggeleng. “Tidak, tidak bisa Sehun-a… Ottokhae?”

Sehun merengkuh Seohyun kedalam pelukannya. Gadis ini terlihat sangat rapuh. Bahkan dia gemetaran dan pucat. Ini pasti masalah penting. Seohyun tidak pernah sampai seperti ini meski ia kehilangan pendengarannya untuk sesaat.

“Jessica… Jessica Eonni… telepon dia sekarang Sehun-a…”

oOoOoOo

Baekhyun menghela nafas lega saat Kris dan Jessica pulang. Jessica langsung memandikan Taeyeon sedangkan Kris duduk di sofa. Baekhyun mendatangi Kris dan duduk disampingnya. Ia memandangi sobatnya yang terlihat sedang berpikir keras itu. “Ada apa Kris?”

Kris menatap Baekhyun. “Kau kenal seseorang bernama Kim Joonmyun dan Hwang Tiffany?”

Baekhyun menggeleng. “Tidak. Ada apa?”

“Sepertinya mereka punya hubungan aneh dengan Jessica. Apa kau tahu sesuatu?”

“Aku tidak tahu. Jessica biasanya memberitahuku tentang teman atau siapapun yang begitu dekat dengannya. Tapi untuk ini, aku tidak tahu. Mungkin akan kutanyakan padanya nanti”jawab Baekhyun kalem.

“Ne? Baiklah. Kebetulan aku juga ingin memanggil Seohyun tadi. aku sudah menghubungi Yoona. Taeyeon juga ada disini. Kau dan dia bisa datang sekarang.”

Keduanya menoleh pada Jessica yang sedang menutup telepon. “Ada apa?”tanya Jessica. Mungkin gadis itu mendengar namanya diucapkan oleh dua laki-laki yang berteman baik itu.

“Tidak ada. Dimana Taeyeon?”tanya Kris.

Jessica memanggil Taeyeon yang rambutnya masih sedikit basah itu  meskipun aku tidak bisa berdiri, aku bisa membersihkannya dengan baik bukan? Bahkan aku menggunting kukunya”

Baekhyun terkekeh saat ingat Kris sempat ragu saat menyuruh Jessica memandikan Taeyeon. Lantaran Jessica tidak bisa berdiri. Padahal, menurut Baekhyun, Kris hanya tidak ingin Jessica terjatuh di lantai kamar mandi yang kotor karena berusaha memandikan Taeyeon dengan bersih.

“Kalian berdua bisa keluar dulu? Aku punya beberapa yang harus didiskusikan”

Kris terlihat ragu pada Jessica. “Taeyeon juga harus ikut?”

Jessica mengangguk. “Aku yang akan menjaganya. Kau dan Baekhyun keluar saja. Dan jangan coba-coba mendengar atau mengintip saat kami berdiskusi. Sebentar lagi Yoona dan Seohyun datang”

“Seohyun?!! Seo Joo Hyun?!!”seru Baekhyun kaget.

Kris memutar bola matanya, bersamaan dengan Jessica. Mereka lupa kalau Baekhyun adalah fans berat Seo Joo Hyun. “Sudahlah. Ayo keluar”Kris menarik lengan Baekhyun sehingga Baekhyun tidak sempat berkata-kata lagi.

“Taeyeon-a, ayo duduk disini”Jessica menunjuk sofa, dan Taeyeon hanya dapat mengangguk.

“Sebenarnya apa yang terjadi?”tanya Taeyeon kalem.

“Nanti kau akan mendengarnya Taeyeon-a. Entah kenapa, aku merasa ada salah satu diantara kita… yang akan segera kembali kesana.”jawab Jessica. Ia sendiri bingung siapa. Yang jelas, bukan dia, Taeyeon ataupun Tiffany. Diantara Yoona dan Seohyun… entah siapa yang akan mendahului teman-temannya.

Tak lama kemudian, Yoona dan Seohyun datang. Yoona datang dengan raut seperti biasanya. Ceria. Namun menurut Taeyeon, Yoona menyembunyikan sesuatu. Walaupun Yoona berkata kalau itu tidak benar, Taeyeon masih yakin. Memang ada yang disembunyikan Yoona. Sementara itu, Seohyun terlihat badmood. Bahkan Oh Sehun yang mengantarnya hanya dapat menghela nafas.

Jessica awalnya diam. Dia tidak ingin mencampuri urusan kedua adiknya itu. Ia akan lebih fokus pada apa yang akan dia sampaikan. “Baiklah, aku ingin meminta pendapat kalian. Dengarkan baik-baik” Jessica menceritakan apa yang tadi ia diskusikan dengan Tiffany. Ketiga sahabatnya itu diam dan memperhatikan dengan baik.

“Jika Eonni bertanya pendapatku, aku akan dengan tegas menjawab, ini adalah saatnya dia tahu kebenaran tentang dirinya, dan tugasnya. Sebenarnya, ini akan mudah bagi Tiffany Eonni. Dia sudah punya laki-laki bernama Kim Joonmyun itu.”celetuk Seohyun. Terdengar ketus, namun ketiga Eonni-nya memaklumi.

“Aku kurang setuju.”ujar Yoona. “Aku rasa Tiffany Eonni akan sulit menerima kalau ia ditugaskan untuk memanfaatkan Kim Joonmyun.”

“Tapi memang itu yang ia butuhkan bukan? Akan bagus kalau Tiffany Eonni sudah bisa kembali!”Seohyun bersikeras dengan jawabannya.

“Menurutku, lebih baik kita tanya baik-baik bagaimana pendapatnya, lalu secara perlahan, giring dia untuk semakin yakin bahwa dia adalah malaikat, bukan manusia. Kurasa yang dilakukan Jessica selama inilah yang terbaik. Aku juga bisa membantu kalau kau mau Jessica Eonni”jelas Yoona panjang.

Taeyeon memandangi kedua adiknya sekaligus sahabatnya itu dari balik sosok tubuhnya yang sibuk bermain dengan liurnya. Ia yakin keduanya sedang ada masalah. Jarang sekali Yoona dan Seohyun berbeda pendapat.

“Yoona, Seohyun. Aku tahu ada yang kalian sembunyikan. Katakan padaku sekarang. Apa yang kalian berdua sembunyikan?”

Yoona dan Seohyun sama-sama terdiam saat mendengar suara dingin dan tegas Taeyeon di pikiran mereka. Seohyun tidak ingin mengatakan kalau dia ingin Yoona mencari target lain. Tapi itu sama saja dengan menyebut dirinya egois.

Sementara itu, Yoona justru tersenyum kecil, lalu membuka mulut. “Karena Taeyeon Eonni sudah berkata begitu, aku akan mengatakannya.”

Ketiganya diam saat Yoona mengambil nafas untuk menyambung kata-katanya. “Tadi, targetku menyatakan perasaannya padaku. Dan aku, berniat untuk mengambilnya. Aku berniat untuk mengambil nyawanya.”

TBC

JJeng jjeng… segitu dulu ya.

RCL~

39 thoughts on “[Freelance] The Cursed Angel (Chapter 6)

  1. wahhh…, pnasaran nih thour gmana klanjutanny …, memangny klw mau jadi malaikat lgi itu diambil nyawany dulu …?? bukanny itu jahat bnget ya ..?? apa slama ini yoona gk suka sma luhan …??? pkokny ditunggu klanjutanny thour dan smangat ne ^_^

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s