Flawless Step by Step – Step 06

calm-happy

Title                                                       : Flawless Step By Step – Step 06

Author                                                  : tantriprtstht

Length                                                  : chapter (Baca Chapter 01-05 dulu!)

Genre                                                   : Romance & Friendship

Rating                                                   : T (Teen)

Main cast                                             : Taeyeon (SNSD) | SuHo (EXO)  | Kai (EXO) | Kyuhyun (SuJu)

Desclaimer                                          : FF ini asli dan murni seratus persen dari otak author. Kalau ngambil tanpa seizin Author, artinya plagiator! No silent reader, hargai karya Author dengan comment but no bashing! Cast bukan milik saya melainkan Tuhan Yang Maha Esa dan Orang tua mereka masing-masing serta entertainment mereka.

“Taeyeon?” sapa seseorang dan membuat aku, Kai dan Yoona menoleh ke sumber suara.

“Kyuhyun-ssi!” seruku kaget.

“Apa yang sedang kalian bertiga lakukan? Bukannya aku sudah melarang kamu bertemu dengan Yoona?!” tanya Kyuhyun dengan marah.

“Aku pulang dulu” ucap Yoona lalu keluar dari rumah kami.

“Aku butuh penjelasan… Kalau tidak kau akan aku—“

“Jangan sakiti Taeyeon!” seru Kai memotong ucapan Kyuhyun.

“Diam, Kai! Ini hanya akan dijawab oleh Taeyeon…!” sahut Kyuhyun membuat Kai bungkam. “Taeyeon, bagaimana kalau sandiwara kita terbongkar dan Yoona menyebarkannya ke orang-orang lalu Appaku dengar? Habislah kita!”

Kyuhyun tidak tahu kalau Yoona sudah mengetahui sandiwara ini. Aku percaya Yoona tidak akan melakukan hal itu, tapi aku juga tidak boleh bilang seperti ini ke Kyuhyun. Aku harus membuat Kyuhyun tenang…

“Kyuhyun-ssi… Maukah kau mengabulkan permintaanku ini?” tanyaku pada Kyuhyun. Kai memasuki kamarnya, meninggalkan kami berdua saja.

“Apa?” tanya Kyuhyun lalu aku mendekat selangkah.

“Setelah pekerjaanku mengisi soundtrack selesai… Ayo kita bertunangan, ah bukan. Ayo kita menikah”

*

20 menit terasa lama jika kau berada di sebuah ruangan dengan 2 orang. Yang satu berkali-kali mengecek hasil pekerjaan kalian, yang satu menatap kau dengan tajam seakan ingin mencegah sesuatu.

Itulah yang dialami olehku sekarang. Aku, Suho, dan Kai sedang menunggu produser Kwon Boa datang untuk menilai hasil soundtrack buatan kami.

Seperti yang barusan kukatakan –dalam hati—Suho mengecek soundtrack kami dengan teliti. Mungkin dia takut kalau ada kata-kata yang salah. Kami membuat lagu ini untuk SooYoung. Yang satu lagi adalah kai yang menatapku dengan tajam.

“Yakin kau ingin menikah dengan Kyuhyun?” tanya Kai.

“Sudah berapa kali kau bertanya seperti itu?” tanyaku balik dengan kesal. Yah lebih tepatnya ini ketujuh kalinya dia bertanya padaku. “Tentu saja aku sangat yakin”

Sebenarnya aku melakukan ini karena setelah mendengar cerita masa lalu Appa Kyuhyun dengan Eomma, aku merasa aku adalah anak yang paling tidak peka di seluruh dunia. Aku ingin hidup seperti yang diinginkan Eomma. Untuk itu aku harus menikah dengan Kyuhyun.

“Menurutku sih, kamu masih terlalu muda…. Kau masih punya banyak hal yang bisa kau lakukan” ucap Suho yang masih fokus dengan kertasnya.

“Wah, sejak kapan Suho bicaranya jadi lancar?” sahut Kai setengah bercanda. “Hahaha, tapi suaramu bagus sekali”

“Tapi aku terlanjur bohong pada fansku kalau suaramu adalah suaraku” lanjut Suho kali ini memandang Kai. “Aku punya banyak hutang padamu, Kai”

TOK! TOK!

“Wah, kalian bertiga sudah datang rupanya!” ucap Boa lalu kami bertiga menunduk kompak. Boa duduk di sofa yang telah disediakan lalu tersenyum. “Saya sudah tidak sabar melihat hasil kerja kedua tim”

“Terutama… Tim kedua” lanjut Boa sambil memandang sinis Kai. “Yang pertama tim satu, Taeyeon dan Suho!”

Suho memutarkan CD di pemutar. Alunan nada mulai terdengar. Hanya aku yang bernyanyi di CD karena Suho ngotot dia tidak ingin menyanyi.

“Judulnya…. Never Say That” ucapku.

My head thinking you over and over again

You like a flower complete me as a bee

Make me realize you are the most important person in this world

I will never let you go ‘cause I love you

I want you know that before and after sleeping, you are the first one I imagine

Your beauty and your voice is the only thing

Make me soft and it is just for you

But I don’t understand why you never say that you need me?

Because I never imagine this day would come

Like a big wave make me sink

You the only one who can save me

But seeing you suffer make me more and more love you

Stop it baby cause I never say that I want to see your sad face

I can’t help you baby, ‘cause this is your option

One regret, I can’t see your beautiful smile

I care about you but everything I have done make you more suffer

‘til the last second, I’m still love you

I can’t see you baby right now

I have something to do

For our happiness for our future life

But please never say that you don’t need me

 

“Hmm, bagus!” puji Boa. “Kalian menggunakan nada country modern… Mengingatkanku pada panggung broadway yang pernah kutonton di New York”

“Jinjja? Apa judul broadwaynya?” tanya Suho membuat Boa bingung.

“Sejak kapan kau mulai ngomong, Suho?” tanya Boa lalu Suho menunduk malu. “Ah, aku mengerti. Ya, aku tidak akan bilang pada fansmu kalau kau sudah mulai ngomong. Aku mengerti perasaanmu”

“Jadi? Apa judulnya?” tanyaku.

“Judulnya Funny Girl. Salah satu lagunya adalah Don’t Rain On My Parade dan itu menunjukkan nada country modern. Judul dramaku adalah Unlucky dan mungkin lagu kalian bisa menambah kesan segar dalam darama” jelas Boa. “Selanjutnya adalah tim kedua….”

“Saya sudah tidak sabar mendengarkan soundtrack saya!” ucap Kai lalu memutar CDnya.

Nada ballad mulai terdengar. Dentingan gitar memulai lagu. Aku yakin sekali ini adalah dentingan gitar dari jari-jari Kai.

“Judulnya adalah Standing” ucap Kai.

I’m standing in front of you right now

Looking at your face, your liar face

You are so hard to understand but it makes me love you more

Colors in autumn leaf fall between us

The wind is so cold but I will protect you

I’m not your guardian but I want to ask

If I have tiny place in your heart that makes you have to drink coffee before sleep

Is that the meaning that you’re getting stronger and stronger?

Again I look at your face

You trying to make a joke that you are fine

I already give all of my second to waste my time

Thinking about you, never stop crying when I see you

You don’t have to choose this path, baby?

Whenever you alone, just turn on the radio and hear the melody

While you thinking about me, I’m thinking about you that

Why you have to get this destiny?

Why you take this chance to say goodbye?

Why you leave me alone, in the crowd of people when I’m here for you standing….

I’m here for you standing, waiting for you (waiting for you)

I’m here for you standing, listen to you (listen to you hey…)

I’m here for you standing, to save you (ooh woo ooh)

I’m here for you standing, ready if you want to hug me so tight….

 

Air mataku menetes mendengar suara Kai yang mengalun lembut di CD itu. Sungguh, meski judulnya sangat sederhana yaitu “Standing” –artinya berdiri—tapi setiap kata di lagu itu mengandung makna yang sangat kuat… Dan menurutku lagu ini hanya bisa dinyanyikan oleh Kai.

Emosi Kai terdengar jelas saat dia menyanyikannya. Dia benar-benar penuh perasaan, penuh penghayatan saat membuat soundtrack ini.

“Hiks….” Isakku membuat Kai kaget.

“Taeyeon!” ucap Kai lalu buru-buru mengeluarkan sapu tangannya dari sakunya. “Mengapa kau menangis?”

“Kenapa sih kamu itu jenius banget?!” seruku sambil mengusap air mataku dengan sapu tangan Kai.

“Maksudmu?” tanya Kai kebingungan.

“Ne! Kamu itu jenius banget buat lagu sampai aku nangis!” ucapku lagi. “Hiks!”

Kai selalu menasehatiku dengan kata-kata yang ajaib. Itu membuatku kembali bersemangat. Tak kusangka saat dia menuangkan kata-kata ajaibnya dalam sebuah nada…. Itu membuatku makin tak bisa meragukan kemampuannya dalam membuat lagu.

“Sebenarnya aku tidak ingin mengatakan ini…” ucap Boa membuat perhatian kami tertuju padanya. “Tapi Kai, kau luar biasa”

“Apa itu artinya….?” Tanya Kai lalu Boa tersenyum.

“Kau yang menang. Soundtrackmu lah yang terpilih. Sesuai janji, lagu ini akan dinyanyikan oleh kamu dan Taeyeon serta namamu akan dicantumkan saat lagu ini dirilis” jelas Boa namun Kai menggeleng. “Waeyo, Kai?”

“Tidak apa-apa, saya sudah puas hanya dengan membuat lagu. Terserah kalau lagu itu akan dinyanyikan Suho dan Taeyeon lalu nama saya tidak ditulis sebagai pencipta lagu…  Tapi saya sudah puas” ucap Kai dengan bijak lalu keluar dari ruangan.

Aku memandang pintu yang tadinya dibuat Kai untuk keluar dengan pandangan bingung. Ada apa dengan Kai sehingga dia rela berbuat seperti ini? “Saya akan mencari Kai”

Boa dan Suho mengangguk lalu aku keluar dari ruangan. Kai masih berjalan tak jauh. “Kai! Kenapa aku malah mengubah kesepakatan?!”

“Mau apa kau kemari?” tanya Kai lalu membalikkan badannya menghadapku.

“Bukankah kau sudah berusaha keras…. Agar nama kau dicantumkan saat soundtrack itu rilis?!” tanyaku setengah berteriak.

“Gwechanna” jawab Kai singkat.

“Apa maksudmu dengan gwechanna?! Aku sama sekali tidak mengerti kamu, Kai!!” ucapku lalu Kai mendekat padaku.

“Tentu saja kamu tak mengerti… Karena kamu punya sifat yang sangat mirip dengan Yunho” lanjut Kai lalu mendekatkan wajahnya ke wajahku.

“Maksudmu?” tanyaku tak mengerti.

“Kamu masih ingat cerita Yoona kemarin? Tuan Cho merasa posisinya tidak dihargai, kan?” tanya Kai lalu aku mengangguk. “Kupikir sudah saatnya aku berhenti menjadi orang egois… Dan berusaha menghargai orang lain”

“Jadi kau—“

“Ne, aku menghargai Boa yang sudah percaya dengan kau dan Suho untuk membuat soundtrack serta usaha kalian berdua dalam membuat soundtrack” ucap Kai memotongku sambil tersenyum. “Lagu kalian…. Ditunjukkan untuk SooYoung, kan?”

DEG. “Tebakanmu benar”

“Aku tak akan menyesal, Taeyeon. Karena aku sudah melakukan yang terbaik” ucap Kai lalu pergi meninggalkanku yang sedang berdiri kaku.

Sudah saatnya aku berhenti menjadi orang egois

Salah. Kamu sama sekali tidak egois, Kai. Semua yang telah kau lakukan untukku… Bukannya kamu melakukannya dengan menghargai orang ini?

Aku melangkah kembali ke ruangan. Boa dan Suho memandangku dengan bingung seolah mereka meminta penjelasan secara rinci dari mulutku yang sudah tidak sanggup mengucapkan apa-apa karena dibuat bungkam oleh perkataan Kai yang seperti sihir.

“Waeyo, Taeyeon?” tanya Boa bingung lalu aku menggeleng.

“Ani, ayo kita… Rekam soundtracknya” ucapku tegas.

*

Aku menggenggam tangannya erat, tangan calon suamiku yaitu Cho Kyuhyun. Kami telah menyelusuri semua toko gaun di mall untuk menemukan pakaian pengantin yang pas untuk kami berdua.

“Hari ini kita pulang saja, ya Taeyeon. Kita lanjutkan pencarian kapan-kapan” ucap Kyuhyun lalu aku mengangguk.

Sudah satu minggu sejak dipilihnya soundtrack Kai sebagai soundtrack drama Boa. Rekaman lancar, tinggal menunggu perilisan. Entah sejak kejadian soundtrack itu, Kai menghilang dari rumah, dengan semua barang-barangnya.

Intinya, sekarang aku dan Kyuhyun sudah tinggal berdua saja. Appa Kyuhyun yang sudah mendengar tentang pernikahan kami sangat antusias. Meski belum ditetapkan akan menikah kapan, tapi aku dan Kyuhyun sudah bersiap-siap agar persiapan tidak buru-buru.

Kami memutuskan untuk makan di rumah karena akan kelihatan mencolok sekali di mall, seorang calon pewaris Vello Entertaiment makan di tengah-tengah kerumunan.

Aku sering belajar masak akhir-akhir ini, sekaligus pesiapan untuk menjadi istri yang baik. Setelah menikah, aku akan berhenti kuliah tapi tetap kerja di bawah pengawasan Kyuhyun. Tentu saja setelah menikah Kyuhyun akan memiliki Vello Entertaiment sepenuhnya.

“Jadi, Suho sudah mulai ngobrol denganmu?” tanya Kyuhyun lalu aku mengangguk.

“Meski tidak sering, dia sudah berani berbicara. Bukan hanya padaku, tapi juga pada Kai” jawabku.

“Ngomong-ngomong tentang Kai… Aku penasaran di mana dia sekarang” ucap Kyuhyun.

“Apa Kai tidak pernah datang lagi ke kantor Vello Entertaiment?” tanyaku lalu Kyuhyun menggeleng. “Lalu bagaimana caranya dia mengisi suara Suho di drama Suho?”

“Dia mengirim rekaman suaranya lewat e-mail. Dia memang sudah punya naskah drama Suho dan dia langsung mengirimkan rekaman suaranya” jelas Kyuhyun. “Kamu sendiri, apa Kai sering datang ke sekolah?”

“Dia… Tidak pernah terlihat di sekolah…” jawabku.

Sebenarnya ada apa dengan Kai? Aku sama sekali tidak mengerti… Pasti ada sesuatu yang membebani hati Kai. Aku harus menemukannya.

*

“Annyeong, Taeyeon-ssi!” sapa Sunny semangat begitu aku tiba di sekolah.

“Annyeong….” Jawabku sambil tersenyum.

“Kudengar kau membuat soundtrack untuk drama unlucky, ya?” tanya Yuri lalu aku mengangguk. “Syukurlah, aku lega kalau Taeyeon yang buat soundtrack itu”

DEG. Sebenarnya aku ingin mengatakan kalau yang membuat soundtrack itu adalah Kai, tapi…. Kai sendiri bilang tidak apa-apa kalau namanya tidak disebutkan sebagai pembuat lagu… “Memangnya kenapa?”

“Aish, masa tidak tahu. Kalau Taeyeon yang buat soundtrack itu, otomatis dramaku juga ratingnya akan naik!” jelas Yuri. “Aku salah satu pemeran di drama itu”

“Jinjja? Sebagai siapa?” tanyaku lalu Yuri tersenyum.

“Sebagai adik Minhyuk. Namanya Lee Yooreun. Dia sering menjadi pelerai pertengkaran Minhyuk dengan Appanya.Dia juga sering mengintip Minhyuk yang belajar dengan keras dan sering mengunjungi Haerin di rumah sakit dan berkata jangan menyerah dulu.  Memang perannya tidak seberapa besar sih, tapi ini juga sebuah pekerjaan untukku” lanjut Yuri panjang lebar.

Peran yang tidak seberapa besar tapi itu adalah sebuah pekerjaan. Peran Kai sebagai pengisi suara tidak diketahui banyak orang, tidak diakui dan tidak disorot oleh banyak orang tapi dia melakukannya sebagai pekerjaan.

Kenapa Kai meninggalkan semua itu? Apa jangan-jangan karena Suho sudah mulai berbicara? Tapi harusnya dia menunjukkan diri di sekolah karena Suho tetap tidak berbicara di sekolah….

“Suho!” sapaku pada Suho yang sedang asyik membaca buku di mejanya. Dia mengangkat satu alisnya seakan bertanya ada apa. “Aku ingin minta tolong”

*

Aku masuk ke dalam mobil dan mencari alat yang sebelumnya digunakan Kai. Aku menemukannya. Alat pelacak lokasi seseorang berdasarkan SMS atau telepon. Kalau begini, mungkin aku bisa menemui Kai.

“Apa yang harus kita lakukan?” tanya Suho.

“Pertama, kita harus menghubungi Kai. SMS atau telepon meski miss call juga tidak apa-apa, yang penting kita coba dulu” ucapku lalu Suho mengangguk.

“Aku saja” Suho mengeluarkan HPnya dan tak kusangka-sangka, dia langsung menelepon. “Miss call, cobalah”

Aku membaca petunjuk penggunaan alat dan mencobanya dengan miss call dari Kai. Tapi entah kenapa posisi Kai tidak terlacak sama sekali. Aku membaca petunjuk tentang bagaimana jika posisi tidak terlacak.

“Ngh… Artinya lokasi di bawah pengawasan yang ketat sehingga alat pelacak tidak bisa mendeteksi….” Jawabku.

“Kemungkinan besar Kai ada di ruang bawah tanah…. Atau suatu tempat yang benar-benar tertutup” lanjut Suho. “Apa mungkin di rumah keluarga Cho?”

“Maksud Suho?” tanyaku lalu Suho mengangguk.

“Itu cuma contoh sih… Rumah keluarga Cho kan semuanya diawasi kamera pengawas, untuk masuk saja harus menggunakan kode…  Kurasa semua rumah keluarga Cho seperti itu” jelas Suho.

“Tidak, kurasa bukan. Kai tidak mungkin berada di rumah Eomma. Kenal Eomma saja tidak” jawabku. “Daripada mencari di mana Kai tinggal sekarang, lebih baik kita mencuri kesempatan di mana dia sedang keluar rumah”

“Berarti setiap satu jam sekali, kita harus melacaknya” ucap Suho lalu aku mengangguk.

Seperti mimpi rasanya bisa mengobrol lancar dengan orang yang kusukai. Meski dia belum membalas perasaanku, aku harap aku punya sedikit tempat di hatinya.

“Kudengar, kau dan Kyuhyun akan menikah sebentar lagi” ucap Suho memulai pembicaraan lalu aku mengangguk. “Kalau begitu, ambil ini”

Suho memberikan sebuah liontin di tanganku. “Liontin itu dulu sepasang. Itu milikku dan satu lagi di SooYoung. Kurasa liontin miliknya juga tenggelam bersamanya”

Sebuah liontin yang sangat cantik. Tapi rasanya aku tidak tega mengambilnya dari Suho. “Tidak perlu, simpan saja… Tapi liontin ini benar-benar cantik. Kurasa SooYoung juga sangat cantik”

Suho tersenyum padaku. “Kalau begitu akan aku beritahu di mana aku memesan liontin ini. Mungkin kau bisa memesan sepasang liontin untuk pernikahanmu dengan Kyuhyun”

“Ne, gomawo” jawabku lalu tersenyum. Suho segera mencatat alamat di mana dia memesan liontin itu di kertas dan memberikannya padaku. Aku segera SMS Kyuhyun alamatnya. “Ayo kita coba lacak lagi”

Setelah mencoba sekali lagi, lokasi Kai masih juga tidak diketahui. Apa dia tidak keluar dari lokasinya saat ini?

“Mungkin penjara?” tanya Suho lalu aku menggeleng.

“Tidak mungkin….” jelasku. Lagipula Kai tidak akan sebodoh itu dalam melakukan sesuatu. Kalaupun dia masuk penjara karena suatu kejahatan, mungkin beritanya sudah dimuat di Koran.

“Mianhae” ucap Suho tiba-tiba. “Aku tidak bisa membalas perasaanmu sekarang”

“Aniya, kan sudah kubilang anggap saja pernyataanku tidak pernah ada….” Balasku.

“Gwechanna, susah untuk melupakan pernyataan cinta dari seseoarang” lanjut Suho. “Aku janji akan memberitahukan jawabanku suatu hari”

“Ne…”

PIP! PIP!

“Alat pelacaknya berbunyi!” seruku lalu memperhatikan alat itu.

“Kamu sudah tahu di mana dia?” tanya Suho lalu aku mengangguk. “Kalau begitu ayo kita berangkat”

*

Suho dan Aku berlari ke tempat Kai berada yaitu mall. Kami berkeliling dan akhirnya mendapati Kai yang sedang berjalan.

“KAI!” teriakku membuat semua orang menoleh termasuk Kai.

“Ma, Mau apa kau ke sini?!” tanya Kai berusaha lari tapi aku dan Suho menahannya bersamaan.

“Ada sesuatu yang ingin kutunjukkan padamu” ucapku lalu mengangguk pada Suho.

Tiba-tiba lampu mall mati sejenak lalu menyala lagi. Keadaan hening. Lalu dengan serentak, seluruh mall mengalunkan sebuah lagu. Standing milik Kai.

“Ini kan….Lagu soundtrack….” Ucap Kai.

Bukan hanya itu saja, lagu ini sama sekali tidak aku ubah. CD yang diputarkan Kai saat itu resmi menjadi lagu soundtrack tanpa ditambahkan suaraku. Di akhir lagu, disebutkan nama Kai sebagai pencipta sekaligus penyanyinya.

“Kenapa?” tanya Kai pada kami berdua. “Bukankah aku sudah bilang pakai nama kalian saja dalam soundtrack itu?”

“Karena aku juga akan belajar menghargai usaha orang lain. Aku ingin Kai juga dikenal oleh seluruh orang” ucapku. “Kai adalah orang yang benar-benar hebat. Tegar, perhatian dan juga semangat. Sifatmu dan kata-katamu yang ajaib itu… Harus diberitahukan pada dunia”

“Karena itu aku tidak ingin menghancurkan usaha Kai yang dengan susah payah membuat soundtrack ini. Rasanya lagu akan semakin rusak jika kutambahkan suaraku di dalamnya. Seluruh unsur dalam soundtrack itu adalah milik Kai. Aku tahu kamu telah belajar gitar dengan susah payah untuk membuat soundtrack itu, kan?” tanyaku lalu Kai memandangku kaget kemudian dia mengangguk.

“Kamu tau, Kai? Kau pantas mendapatkan ini” ucapku lalu mencium bibirnya singkat. Dia tampak kaget tapi aku tidak peduli. “Suho juga berpikir seperti itu, kan?”

“Ne” jawab Suho pelan, nyaris tidak terdengar. “Kau memang luar biasa, Kai”

“Teman-teman…. Gomawo!” Kai memelukku dan Suho dengan sangat erat sambil mengeluarkan air mata.

Indahnya persahabatan tidak bisa dinilai dari seberapa lama kita bersama-sama dalam melakukan sesuatu, tapi dinilai dari seberapa sering kita sering menolong satu sama lain untuk kebahagiaan bersama.

*

Aku, Suho dan Kai keluar dari mall setelah menjadi sorotan orang banyak. Tapi hampir semua orang di mall sudah tahu kalau Kai adalah orang yang berbakat.

“Sebenarnya kamu tinggal di mana, Kai?” tanya Suho.

“Aku tidak mau memberitahu kalian dulu” jawab Kai sambil tersenyum.

“Semua orang cemas, Kai. Kembalilah” lanjutku tapi Kai menggeleng pelan.

“Aku janji akan kembali tapi tidak sekarang, Taeyeon-ssi. Ada sesuatu yang harus kulakukan terlebih dahulu” jawab Kai. “Aku pasti akan datang ke hari pernikahanmu”

“Mwo? Bukannya kamu tidak setuju tentang pernikahanku?” tanyaku lalu Kai tertawa.

“Siapa yang tidak setuju? Aku hanya meyakinkanmu saja… Lagipula meski aku menentang, kurasa aku tidak bisa merangkai kata-kata yang bagus untuk dijadiakan alasan” jelas Kai sambil tertawa. “Sudah ya, aku harus pulang”

“Jaga dirimu baik-baik, Kai” ucap Suho lalu Kai mengangguk.

“Tenang saja. Kalau ada urusan pekerjaan lagi, hubungilah aku” jawab Kai lalu menoleh padaku. “Ngomong-ngomong, bagaimana cara kalian menemukanku?”

“Aku memakai alat pelacak yang pernah kau gunakan….” Jawabku lalu Kai tersenyum.

“Yah, benda itu milikmu sekarang. Gunakan dengan baik, terutama dengan Eommamu” ucap Kai lalu pergi meninggalkan aku dan Suho berdua.

KRING~

Tiba-tiba HPku berbunyi. Telepon dari Kyuhyun.

“Ne, Annyeonghaseyo” ucapku.

“Ah,  Taeyeon? Aku sudah datang ke toko yang kau berikan alamatnya. Liontin baru selesai semingu lagi kok… Bisa kau ke sini sekarang? Ayo kita pilih model liontin dari contohnya” jelas Kyuhyun.

“Ah, tak usah repot-repot. Jadikan saja kejutan,hehe….” Jawabku.

“Jinjja? Baiklah. Nanti aku akan menghubungimu lagi” ucap Kyuhyun lalu memutuskan telepon.

Aku dan Suho memutuskan untuk pulang. Suasana sangat hening. Aku tak tau harus bicara apa lagi. Tiba-tiba di jalan, kami bertemu dengan Sunny, Yuri, Hyoyeon dan Tiffany. Akhirnya kami memutuskan untuk makan bersama di sebuah restoran.

“Tak kusangka kalian berdua batal mengisi soundtrack, melainkan Kai!” ucap Yuri sambil meminum orange juicenya.

“Tapi soundtracknya bagus juga!” puji Tiffany.

“Iya, dia sangat berbakat!” lanjutku sambil tersenyum.

“Oh iya, ada satu pertanyaan yang selalu ada di benakku sejak mendengar soundtrack itu….” Ucap Hyoyeon lalu semua perhatian tertuju padanya. “Kenapa suara Kai mirip sekali dengan suara Suho?”

DEG. Aku sama sekali lupa kalau mereka tidak tahu kalau Kai pengisi suara Suho. Kalau mereka sudah sering menonton drama Suho, mereka pasti sudah hapal dengan suara Suho.

“Iya juga sih….” Gumam Sunny.

“Mungkin hanya perasaan kalian. Menurutku suara mereka beda banget!” ucapku berbohong.

“Oh ya? Yah kalau Taeyeon bilang begitu, mungkin telingaku yang rusak, hahaha” ucap Hyoyeon sambil tertawa.

“Ada sesuatu yang ingin aku katakan pada kalian” sahutku dengan gugup. “Aku akan menikah”

“Aku tahu, kok Taeyeon. Aku datang ke pesta debutmu” ucap Yuri. “Kau akan menikah dengan Cho Kyuhyun, calon pewaris Vello Entertaiment,  kan?”

“Ne…” jawabku. Raut wajah mereka berubah. Apakah mereka kecewa pada keputusan yang kubuat ini?

“Berarti Taeyeon akan berhenti kuliah?” tanya Sunny lalu aku mengangguk.

“Mianhae, teman-teman. Aku tahu keputusanku sangat bodoh—“

“Siapa bilang tidak setuju?” tanya Hyoyeon lalu tersenyum. “Apapun keputusan Taeyeon, pasti ada alasannya kan?”

“Ne, Taeyeon tidak mungkin melakukan sesuatu tanpa alasan yang masuk akal” lanjut Tiffany. “Kami akan mendukungmu meski kami tidak mengerti sepenuhnya alasanmu”

“Teman-teman…” ucapku dan tanpa sadar air mataku menetes. “Gomawo, sudah mau mengerti!”

“Hahaha, tapi sayang sekali ya” ucap Yuri tiba-tiba. “Kalau Taeyeon berhenti kuliah dan menikah, otomatis Taeyeon akan keluar dari dunia entertainment? Padahal bakatmu tidak diragukan lagi”

“Hush, jangan begitu Yuri!” sewot Sunny. “Sudah hampir malam, ayo kita pulang sekarang”

“Ne, apalagi mau hujan. Kami pulang ya, Taeyeon, Suho!” ucap Tiffany lalu meninggalkan aku dan Suho berdua di restoran.

“Ada-ada saja ya, mereka….” Ucapku pada Suho.

“Tapi perkataan mereka benar juga, sih… Sayang banget kalau keluar dari dunia entertainment” ucap Suho sambil tersenyum.

“Hahaha, iya juga sih. Tapi hanya ini yang bisa aku lakukan….” Jawabku pelan.

KRING~

“Ne, Annyeonghaseyo?” tanyaku tanpa melihat nama penelepon.

“Taeyeon! Taeyeon!”

“Yoona?” tanyaku kaget mendengar suara Yoona yang terdengar panik. “Waeyo? Ada apa?!”

“Gawat, gawat! Sekarang juga tolong kemari!”

*

Kakiku tak bisa berhenti melangkah, bukan melangkah bahkan berlari. Aku tak peduli protesan orang setelah aku menabrak mereka. Kata-kata ‘maaf’ terus keluar dari mulutku. Tak mungkin. Rasanya seperti kiamat tapi hanya aku yang merasakannya. Keringatku tidak bisa berhenti, nafasku tidak teratur lagi.

Kubuka sebuah pintu yang ramai akan orang-orang yang sudah professional. Di sebuah kasur terbaring seorang namja yang membuatku berlari hingga kakiku rasanya seperti mau putus.

“Kyuhyun-ssi!” seruku.

“Taeyeon! Rupanya kamu sudah datang!” ucap Yoona dari dalam ruangan. “Akan kujelaskan di luar, jadi ayo kita keluar!”

Yoona mengajakku keluar ruangan. Suho berusaha menenangkanku. Air mataku menetes. Sadarlah, Kim Taeyeon. Ini hanya mimpi, ini hanya mimpi. “Ini bohong kan, Yoona? Kyuhyun tidak mungkin tertabrak truk lalu—“

“Mianhae, Taeyeon-ssi. Kyuhyun mengalami kecelakaan saat menyebrang” ucap Yoona memotong perkataanku. “Aku sangat menyesal”

“Ini hanya mimpi, kan? Sebentar lagi aku akan bangun dan akan sadar kalau ini cuma mimpi. Aku tidak pernah bertemu Kyuhyun, aku tidak pernah bersekolah di sekolah seni. Aku akan kembali menjadi gadis normal, dan kita sekolah di tempat yang sama, iya kan Yoona?!” tanyaku nyaris berteriak.

“Mianhae, Taeyen-ssi, tapi ini kenyata—“

“Lebih baik kamu ceritakan pada kami apa yang terjadi”’ ucap Suho membuat Yoona kaget karena Yoona baru kali ini mendengar Suho berbicara.

“Jadi begini, aku juga tidak tahu kenapa, tapi saat aku sedang jalan-jalan, orang-orang berkumpul di jalan raya dan berteriak kalau ada yang tertabrak. Saat kudekati, ternyata itu adalah Kyuhyun” ucap Yoona.

“Aku diberitahu oleh orang-orang kalau Kyuhyun seperti sangat tergesa-gesa. Tapi dia tetap menunggu hinggal lampu merah. Ada sebuah truk yang melaju kencang, kata orang-orang, rem truk itu rusak. Kyuhyun yang berlari saat menyebrang langsung ditabrak oleh truk itu….” Lanjut Yoona.

“Lalu ini…” Yoona mengeluarkan sebuah kotak dari sakunya. “Kyuhyun memegang ini erat-erat saat menyebrang”

Sambil membersihkan air mataku, kubuka kotak itu. Sebuah liontin. Tapi ini hanya barang contoh. Jangan-jangan…. Dia terburu-buru karena ingin menunjukkan liontin contoh ini padaku?

“Kyuhyun!” teriak seseorang dari belakang kami. Appa Kyuhyun.

“Mohon tenang, Tuan Cho. Saat ini dokter sedang memeriksa kondisi Kyuhyun” ucap Yoona berusaha mencegah Appa Kyuhyun yang ingin masuk ke ruangan operasi.

“Aku sudah mendengarnya dari saksi mata dan aku tahu Kyuhyun melakukannya untuk menyerahkan kotak itu padamu” ucap Appa Kyuhyun dengan nada marah.

CKLEK!

“Dokter!” seruku pada seorang namja dengan baju operasinya.”Ba, bagaimana kondisi Kyuhyun?”

“Saat ini…. Dia berada di antara kondisi hidup dan mati. Saya tetap akan berusaha menolongnya. Dia bilang ingin bicara dengan kalian semua” ucap dokter lalu aku mengangguk.

Aku, Appa Kyuhyun, Suho dan Yoona memasuki ruang operasi. Kenapa jadi seperti ini?!

“Ta… Taeyeon….”

“Kyuhyun-ssi! Jangan bicara…. Aku ada di sini!” seruku lalu mendekati Kyuhyun yang melepas alat bantu pernapasannya.

“Taeyeon… Aku ma, mau bicara…. Sesuatu….” Ucap Kyuhyun terbata-bata.

“Ayo kita keluar” ucap Suho lalu mereka semua meninggalkanku berdua saja dengan Kyuhyun.

“Mianhae, Taeyeon-ssi. Menjelang hari penting… Aku malah sekarat” ucap Kyuhyun sambil tersenyum lalu aku menggeleng pelan. “Saat pertama kali bertemu Taeyeon… Aku langsung tahu kalau kau adalah gadis yang baik, tidak mudah putus asa dan mempunyai bakat yang besar… Kamu… Adalah yeoja pertama yang aku kenal dekat…”

“Taeyeon-ssi…. Raihlah impianmu. Lakukan apapun agar dunia bisa tahu bakatmu yang besar itu. Impian Taeyeon…. Adalah impianku juga. Karena…. Uhuk!”

“Su, sudah! Jangan banyak bicara lagi, Kyuhyun-ssi!” seruku sambil menggenggam tangannya yang lembah.

“Karena aku mencintaimu, Taeyeon-ssi” lanjut Kyuhyun lalu tersenyum. “Ukh…”

“Siapkan obat penenang!” seru dokter lalu menarikku keluar dari ruangan.

“Kyuhyun-ssi!” teriakku sambil menangis. “Jangan mati sekarang!!”

BLAM!

Pintu ruang operasi tertutup. Aku memandang Yoona dan langsung memeluknya.

“Untuk apa kau masih di sini?” tanya Appa Kyuhyun dengan raut wajah sinis. “Segera pergi dari tempat ini!”

“Tapi… Saya ingin tetap di sini, menunggu Kyuhyun—“

“TIDAK BOLEH!” teriak Appa Kyuhyun mengagetkanku. “Kenapa kau tidak mirip dengan Eommamu?! Kenapa kau malah mirip sekali dengan Appamu?! Dasar pembawa sial…!”

Aku sangat kaget dengan perkataan Appa Kyuhyun. Air mataku turun dengan deras, aku langsung berlari dari tempat itu. Aku tidak diinginkan, aku tidak dibutuhkan… Dan aku tidak boleh berada di sini….

“DIREKTUR CHO!!” teriak Suho. “Ini semua bukan karena Taeyeon!!”

Suho segera berlari menyusul. Yoona juga berlari dari tempat itu.

*

Langkahku terhenti di sebuah rumah. Rumahku. Rumahku bersama Eomma sebelum aku bertemu dengan Kyuhyun. Aku tidak ingin ke tempat Eomma, aku ingin kembali ke rumah lamaku.

Seandainya aku tidak pernah bilang kalau aku ingin menjadi artis di Vello Entertaiment…. Mungkin kejadian ini tidak akan pernah terjadi. Mungkin aku tidak akan pernah mengenal Kyuhyun dan Suho. Mungkin aku tidak akan pernah mengetahui masa lalu orang lain yang sangat menyedihkan.

Aku ingin mengurungkan diri, mengunci diriku dari bahayanya dunia. Belum sempat satu detik aku menyentuh pagar rumahku, ada seseorang yang menepuk pundakku.

“Permisi….” Aku menoleh dan mendapati seorang ahjumma dan anak kecil. “Mau apa di rumah kami?”

“Ru, rumah anda?” tanyaku lalu ahjumma itu mengangguk.

“Sejak bulan lalu, saya sudah membeli rumah ini….” Ucap ahjumma itu lalu aku mengangguk dan mundur jauh-jauh. Akhirnya mereka berdua masuk ke dalam rumah mereka.

Pantas saja kalau rumah kami dijual. Karena sudah tidak ada penghuninya… Bodoh sekali aku. Aku sudah tidak punya tempat tinggal. Kulangkahkan kakiku pelan-pelan. Aku tak punya tujuan, aku tak tahu harus ke mana sekarang. Aku ingin pergi dari semua penderitaan ini.

ZRAK!

*

“Taeyeon! Taeyeon!!” sapa seseorang lalu aku membuka mataku.

Aku berusaha mengingat kejadian barusan. Setelah dari rumah lamaku, aku melangkah tidak tahu arah. Hujan turun dan jalan makin licin. Sambil menangis, aku terus berjalan. Karena ceroboh, akhirnya aku terjatuh dari sebuah tebing.

Kuperhatikan sebelah kiriku yang berupa sungai. Entah kenapa aku tidak ingat sungai seperti ini ada di dekat rumah, kecuali kalau aku sudah jauh dari rumah.

Aku sadar ini sudah pagi. Apakah kecelakaan Kyuhyun tadi malam hanyalah mimpi atau sungguhan? Aku mencubit pipiku. Bukan mimpi rupanya.

Aku melihat seseorang yang langsung memelukku. Hangat, kuat…. Entah seberapa lama aku sudah merindukan pelukan seperti ini. Air mataku menetes, cukup lama kami berpelukan. Aku mengenal orang ini, ya… Aku mengenalmu.

Aku melepas pelukan sambil mengusap mataku. Aku sangat terkejut mengetahui siapa yang menemukanku di bawah tebing ini dan memelukku seakan-akan aku adalah harta berharga miliknya yang sudah lama menghilang.

“Kau…..”

 

TO BE CONTINUED…………

 

Annyeonghaseyo! Inilah end cerita ke enam! Hehehe, aku sudah speechless banget nih. Karena aku tidak menyangka cerita ini akan terus berlanjut…. Padahal targetku aku akan menyelesaikannya di step 05, tapi akhirnya kelewatan, kan? Wkwk

Belakangan ini banyak sekali FF Taeyeon-Baekhyun di wp ini dan aku merasa sedikit bersyukur karena tidak menulis cerita tentang BaekYeon –meski mereka adalah couple favoritku di dunia ini. Oops, haters gonna hate— Karena setelah kuperhatikan banyak sekali Author professional seperti tiffany tania, vi, dll.

Oh iya selain Flawless kalian suka baca FF apa di wp ini? Aku suka sekali membaca serial “Stress!” dari Author far dan “The Ring” dari Author cheoanna28 hehehe. Maklum, Author pendatang baru di dunia FF, baru buat FF setelah tahu kedua biasku –Taeyeon dan Baekhyun—punya interaksi khusus *ekhem* dan sejak itulah aku suka membuat FF. Tidak heran, kan kalau FF Author yang pertama itu BaekYeon?? Wkwk

Terus terang apakah kalian menyukai karya Author? Karena menurut Author sendiri, FF buatan Author adalah FF kacau balau yang membingungkan, rumit yah begitulah. Tapi Author masih akan terus belajar membuat FF yang bagus, hehehe!

Baiklah, seperti biasa, no silent reader. Komentar dari kalian sangat membantuku untuk membuat FF ini semakin baik dan baik. Selain aku balas, semua komentar dari kalian aku pikirkan baik-baik loh. Oh ya good news, Author sudah memutuskan pairing FF ini siapa, hehehe. Itu akan diketahui saat cerita sudah mau tamat. Author tidak sabar mendengar reaksi kalian hehehe…. Sudah ya! Sampai jumpa di “Flawless Step By Step – Step 07” Gomawo udah read!

6 thoughts on “Flawless Step by Step – Step 06

  1. Thor aku mo nanya cerita nya ini dari cerita komik ya ?? Soalnya ada adegan yang ceritanya mirip banget sama adegan di komik ‘Kirarin Revolution’ sama ‘Kitchen Princess’ sori aku lancang banget nanya nya😦 soalnya bener bener mirip sih

    • lho masa sih author gak suka baca komik, sukanya baca novel jadi ya author kurang tahu kalau ada kemiripan cerita maafkan author ne :((( terima kasih sudah mengingatkan lain kali author coba membuat cerita yang anti mainstream ^^ gomawo chingu

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s