Appa, Bogoshipta Scene 10 End

Appa, Bogoshipta Scene 10 End

Present by

Lee Midah

Cast :

Xi Luhan EXO-M    ||    Kwon Yuri SNSD

Kim Taeyeon SNSD

Oh Sehun Exo-K  || Im Yoona SNSD|| Lee Sunny SNSD || Lay Exo-M || Lee Ahreum ( OC )

Other Exo SNSD

Genre Romance Fluff Hurt Family | Length Multichpater | Rating PG-16

Disclaimer

Cerita terinspirasi dari film kayaknya tapi kagak tahu film apa hahaha XD, ceritanya mungkin pasaran jadi jika ada kesamaan plot cerita atau gambaran tokoh itu hal tidak disengaja dan cerita ini Sequel dari Believe Me, I Love You My Yul 😀 . Cast All belong to theyself, they parent and God.

Note :

®Fanfiction Copyright Exoshidae Fanfiction © Lee Midah

If You Don’t Like Pairing Couple, Don’t Read And Close Your Tab!!!

Don’t Bashing!!!! Typo is Art of Writing ^__^

Happy Reading!!! ^__^

Preview :

“ Jangan mendekat! Atau aku akan mendorongnya ke bawah sana! “, ancam Ahreum sontak Yuri berhenti.

“ Ahreum, tolong lepaskan dia “, mohon Yuri.

“ Omma! Omma! Lepaskan aku! “, seru Taeyeon mencoba melepaskan diri.

“ Diam! “, bentak Ahreum.

“ Kau tahu, hidupku hancur sekarang. Mengapa kau harus kembali?! Mengapa kau membuat Luhan berpaling lagi padamu?! Aku sudah berusaha untuk membuatnya mencintaiku tapi kau… Kau datang lagi dan menghancurkan semuanya. Kau tahu itu eoh?!!!! “, ujar Ahreum.

“ Aku tidak ingin melihat kalian bahagia selama aku hidup, karena kalian tidak boleh bahagia selamanya! “,

“ Ahreum-ah, Taeyeon tidak bersalah. Jangan bawa dia dalam masalah kita, dia masih kecil dan tidak tahu apa – apa “, ucap Yuri khawatir.

“ Huh? Tidak tahu apa – apa? Kau tahu mengapa dia bersalah? Itu semua karena dia terlahir sebagai anakmu dan Luhan. Aku sangat membenci hal itu! “,

“ Ahreum-ah… “, lirih Yuri.

“ Omma! Lepaskan aku! Lepaskan aku! “, berontak Taeyeon membuat Ahreum kewalahan.

Ahreum mencoba menahan agar Taeyeon tetap diam, namun Taeyeon terus berusaha melepaskan diri sampai Taeyeon menggigit tangan Ahreum membuat Ahreum kesakitan dan kakinya mundur sampai tidak mendapat pijakan, Yuri membulatkan matanya kaget melihat kejadian itu.

“ Andweeeehhh!!!!!! “, teriak Yuri.

Scene 10 Finish

Saat kaki Ahreum tidak mendapat pijakan, Taeyeon yang masih ada dalam genggaman Ahreum ikut tertarik membuat keduanya terjatuh. Yuri langsung berlari sekuat tenaga untuk menolong mereka dan ia pun menangkap tangan Ahreum sekaligus Taeyeon yang bergelantungan diatap rumah sakit.

“ Taeyeon! Ahreum! “, seru Yuri mencoba memegangi tangan keduanya dengan kuat, walaupun dia baru sadar dan tenaganya belum pulih tapi dengan jiwa keibuannya yang tidak ingin melihat puterinya jatuh Yuri seakan mendapat kekuatan yang entah muncul dari mana.

“ Omma!!! Omma!!! “, teriak Taeyeon takut sambil menangis.

“  Arrghhhh! Tenanglah Taeyeon-ah, Omma tidak akan melepaskanmu. Omma pasti akan menyelamatkanmu “, ucap Yuri yang masih memegangi tangan Taeyeon.

“ Yuri! Yuri-ah! Jangan lepaskan aku! Jebal, aku takut!!! Aku tidak mau mati!!! “, mohon Ahreum dengan wajah ketakutan, sesekali dia melihat kearah bawah yang membuatnya semakin takut dan gemetar.

“ Aku akan menolong kalian, jangan lepaskan tanganku, bertahanlah! “, ujar Yuri yang mencoba menarik tangan Ahreum dan Taeyeon namun kekuatannya tidak cukup untuk segera menarik Taeyeon dan Ahreum.

Dari arah bawah terlihat beberapa orang mendengar teriakan sontak mengangkat kepalanya, mereka terkejut saat melihat 2 orang bergelantungan diatas gedung rumah sakit. Saat itu juga Luhan dan Sehun tidak sengaja mengangkat kepalanya karena terheran melihat semua orang yang bergumam kaget.

“ Oh! Itu kan… “, ucapan Sehun terhenti saat melihat ke atas gedung.

 “ Taeyeon! Yuri! “, panik Luhan yang membulatkan matanya kaget, ia pun langsung berlari secepat mungkin ke atap gedung, Sehun yang menyadarinya pun langsung mengikuti Luhan.

Dengan wajah panik Luhan memijit tombol lift, namun lift itu tidak terbuka. Dia pun mencari jalan menuju tangga darurat dan segera berlari.

Tuhan! Lindungilah anak dan isteriku! “, batin Luhan berdo’a untuk keselamatan kedua yeoja yang sangat dicintainya.

“ Ommaaa!!! “, tangis Taeyeon membuat hati Yuri semakin sakit, dia tidak ingin kehilangan puteri kesayangannya.

“ Bertahanlah nak! Omma pasti menyelamatkanmu “, ujar Yuri.

“ Yuri!!! Jebal, tolong aku! Aku minta maaf atas semua kesalahanku, tapi ku mohon jangan lepaskan aku! “, mohon Ahreum yang kini sudah putus asa hidupnya ada ditangan Yuri.

Yuri merasakan tangannya sudah tidak kuat menahan dua tubuh dengantangannya, namun dia tetap ingin menyelamatkan keduanya.

Ya Tuhan… berikan aku kekuatan, aku tidak ingin terjadi apa – apa pada mereka berdua “, batin Yuri yang tetap berusaha menarik Taeyeon dan Ahreum dengan tangannya, namun apa daya? Kekuatannya tidak bisa bertahan lebih lama karena kondisi tubuhnya yang baru saja pulih.

“ Adweh!!!! Adweh!!! “, ucap Yuri.

Taeyeon semakin menangis keras dan Ahreum semakin panik, apalagi dia merasakan tangan Yuri yang sudah melemah pada genggamannya.

“ Anio! Yuri! Jangan lepaskan!!!! “, teriak Ahreum panik.

“ Omma!!! Omma!!! “, Taeyeon terus berteriak memanggil Yuri, Yuri menggeleng – gelengkan kepalanya karena tangannya sudah mulai tidak kuat.

“ ANDWEEEEEHHHHH!!!! “, teriak Yuri saat tangannya terlepas dari genggaman Taeyeon dan Ahreum.

Luhan mendengar teriakan Yuri yang terdengar sangat keras, dia pun semakin cepat berlari menaiki anak tangga. Sehun pun panik mendengar teriakan itu, dia pun sama mempercepat langkahnya agar segera sampai.

Brakkkk!!!!

“ Yuri!!!! “, teriak Luhan yang membuka pintu menuju atap dengan paksa dan tidak sabar, Dia pun terhenti membuat Sehun yang berada dibelakangnya heran juga penasaran.

“ Apa yang terjadi? “, tanya Sehun namun Luhan masih terdiam di posisinya.

Sehun pun mengalihkan pandangannya ke arah pandangan Luhan, dia pun terpaku di posisinya.

Flashback beberapa menit yang lalu :

“ Anio! Yuri! Jangan lepaskan!!!! “, teriak Ahreum panik.

“ Omma!!! Omma!!! “, Taeyeon terus berteriak memanggil Yuri, Yuri menggeleng – gelengkan kepalanya karena tangannya sudah mulai melemah.

“ ANDWEEEEEHHHHH!!!! “, teriak Yuri saat tangannya terlepas dari genggaman Taeyeon dan Ahreum.

Yuri menutup matanya yang langsung mengeluarkan cairan bening yang membasahi pipinya, dia merasa menyesal dan tidak ingin melihat apa yang terjadi dihadapannya, namun sebuah suara membuatnya membuka mata.

“ Eonni!!! Bantu aku! “, ucap Yoona yang tidak tahu datang dari mana, menahan tangan Taeyeon dan Ahreum.

Yuri segera membuka matanya lalu menoleh pada Yoona sejenak, dia pun langsung membantu Yoona menarik Taeyeon sedangkan Yoona kini menarik Ahreum. Yuri langsung memeluk Taeyeon erat lalu menciumnya, ternyata puterinya masih bisa selamat.

“ Omma!!! “, ucap Taeyeon sambil memeluk leher Yuri erat.

“ Kau selamat nak “, lega Yuri yang masih memeluk Taeyeon.

Flashback End

Luhan dan Sehun melihat Yuri yang sedang memeluk Taeyeon dan disampingnya Ahreum dan Yoona sedang duduk dengan nafas yang masih terengah – engah.

“ Yuri! Taeyeon! “, seru Luhan yang langsung lari menuju anak dan isterinya.

“ Appa! “, seru Taeyeon yang melihat Luhan menghampiri mereka.

“ Gwenchana? Kalian tidak terluka kan? “, tanya Luhan khawatir dan Yuri menjawabnya dengan gelengan kepala, Luhan pun langsung memeluk keduanya dengan nafas lega.

“ Yoona, kau tidak apa – apa? “, tanya Sehun menghampiri Yoona, dengan senyum manis Yoona pun menggelengkan kepalanya.

Ahreum melihat kearah Luhan yang akhirnya berkumpul dengan keluarga kecilnya, dia merasa kecewa dan sedih namun tidak dipungkiri jika dia juga berhutang nyawa pada Yuri. Tidak ada lagi yang bisa dia lakukan untuk mendapatkan Luhan, Ahreum juga merasa menyesal telah mencoba menghancurkan keluarganya. Ahreum menundukkan kepalanya dan menangisi semua tidak bodohnya selama ini. Yuri pun menoleh ke arah Ahreum yang masih terduduk lemas.

“ Ahreum-ssi, Gwenchana? Apa kau terluka? “, tanya Yuri yang menghampiri Ahreum.

Ahreum tersenyum pahit mendengar pertanyaan Yuri yang sepertinya khawatir dengan keadaannya, bahkan setelah dirinya hampir membahayakan puterinya.

“ Kau membuatku merasa seperti orang paling jahat, Kwon Yuri. Kau sangat naif “, ucap Ahreumdengan nada getir.

“ Appa, ajumha itu yang ingin mendorongku “, ucap Taeyeon, Luhan langsung menatap Ahreum dengan tatapan marah.

“ Anio, Taeyeon-ah. Ajumha, tidak bermaksud seperti itu “, bela Yuri.

“ Sudahlah Yuri, kau tidak usah membelaku. Aku memang berniat menjatuhkannya “, sangkal Ahreum.

“ Sekarang jika kalian ingin melaporkanku ke polisi, aku akan menerimanya “, lanjut Ahreum.

“ Anio, tidak ada yang akan lapor polisi. Aku yakin, kau mendapatkan sesuatu dari kejadian ini. Semua yang terjadi selalu memberi pelajaran untuk kita semua. Kuharapkau pun begitu “, ujar Yuri sambil tersenyum membuat Ahreum semakin bersalah.

“ Benar apa yang dikatakan Yuri, aku tidak akan melaporkanmu jika kau berjanji untuk menjadi lebih baik lagi. Kau pasti akan mendapatakan seseorang yang lebih pantas untukmu daripada aku, Ahreum-ah “, timpal Luhan yang mendekati Ahreum sambil memegang pundaknya.

“ Kalian keluarga bodoh! “, cibir Ahreum membuat Luhan dan Yuri tertawa.

“ Ajumha, Tuhan maha pemaaf. Jika ajumha baik, semua orang juga pasti akan baik padamu, ajumha “, ucap Taeyeon membuat Ahreum merasa semakin bersalah.

“ Orang jahat seperti aku tidak akan bisa menghancurkan keluarga bahagia kalian, karena kalian sudah ditakdirkan bersama. Yuri, aku sungguh iri sekali padamu “, ujar Ahreum.

Sehun hanya bisa tersenyum melihat kejadian itu, Yoona yang disampingnya ikut tersenyum karena dia senang melihat Sehun tersenyum bahagia seperti itu.

“ Mereka keluarga yang cocok ya? “, ucap Yoona yang melihat keluarga Yuri yang masih berbicara dengan Ahreum.

“ Hmm… “, sahut Sehun setuju sambil menganggukan kepalanya.

“ Aku ingin keluarga seperti itu, apa kau mau menjadi nampyeonku? “, tanya Yoona sambil menatap Sehun.

“ Hmm “, sahut Sehun yang masih tersenyum.

“ Jinjja?!!! Jeongmal?!!! “, tanya Yoona kaget yang menyadarkan Sehun membuat Sehun menoleh.

“ Eh?! Anio, aku tidak…. “, belum Sehun bicara Yoona langsung menarik leher Sehun dan menciumnya.

“ Kau tidak bisa menarik ucapanmu, Tuan Oh! “, ucap Yoona senang.

Scene 10 Finish

Yuri mendengar bel apartementnya berbunyi, dia berpikir Luhan dan Taeyeon yang pulang karena keduanya sedangpergi jalan – jalan.

“ Iya, sebentar “, ucapnya sambil berjalan menuju ke arah pintu.

Saat pintu terbuka, Yuri mendapati Yoona, Sehun dan seorang namja paruh baya, wajah Yoona memasang senyum bahagia sedangkan Yuri menatap mereka heran.

“ Sehun-ah, ada apa ini? “, tanya Yuri pada Sehun.

“ Eonniiii!!! “, seru Yoona yang langsung memeluk Yuri erat.

“ Aku bahagia bisa menemukanmu. Mianhae, karena aku menyuruhmu mengambilkan bunga itu “, sesal Yoona sambil menangis sedangkan Yuri masih bingung, dia menatap Sehun yang masih berdiri diposisinya.

“ Noona, bisakah kami masuk? “, tanya Sehun dan Yuri pun mempersilahkan mereka masuk.

“ Anakku! “ ucap pria paruh baya itu yang ternyata Tuan Im.

“ Anakmu? “, Yuri kaget dengan ucapan Tuan Im.

Sehun pun menceritakan semua tentang asal usul Yuri juga semua bukti – bukti yang menyatakan jika Yuri memanglah puteri keluarga Im yang sempat hilang karena terjatuh di tebing. Saat itu seorang wanita paruh baya menemukannya dan merawatnya karena wanita paruh baya itu memiliki sebuah panti dimana Yuri dibesarkan disana. Yuri menutup mulutnya tidak percaya, dia memandang Yoona dan Appanya bergantian.

“ Yoona? Appa? “,

“ Iya, Eonni. Aku merindukanmu Eonni “, ujar Yoona sambil memegang tangan Yuri.

‘ Neh, anakku. Kami jugasangat merindukanmu “, ucap Tuan Im yang langsung memeluk Yuri erat.

Sehun hanya bisa tersenyum bahagia apalagi melihat Yuri yang terus menerus mendapatkan kebahagiaannya setelah bertahun – tahun menderita.

Noona, aku ikut bahagia untukmu “, batin Sehun.

Luhan dan Taeyeon pun masuk bersama Sunny dan Lay yang tidak sengajabertemu. Luhan heran melihat pria paruh baya  sedangmemeluk isterinya.

“ Ada apa ini? “, tanya Luhan yang menurunkan Taeyeon dari gendongannya membuat Yuri dan yang lainnya menoleh.

“ Luhan, perkenalkan dia Appaku dan Yoona dongsaengku “, ucap Yuri sambil tersenyum.

“ Mwo?! Appa?!“, kaget Luhan.

“ Anyeonghaseyo “, sapa Luhan sambil membungkukkan tubuhnya.

“ Jadi kau suami puteriku, terima kasih sudah menjaganya selama ini “, ucap Tuan Im yang dibalas senyum oleh Luhan.

“ Omma, apa dia Harabeoji? “, tanya Taeyeon membuat Yuri mengangguk.

“ Neh, aku harabeojimu nak. Sini peluk harabeoji! “, ucap Tuan Im dan Taeyeon langsung berlari dan memeluknya, Luhan mendekati Yuri lalu memeluk pinggang anaenya yang terlihat sangat bahagia.

“ Hey! Yuri! “, sapa Sunny yang langsung memeluk Yuri.

“ Aku senang kau kembali pada Luhan Oppa “, lanjutnya.

“ Gomawo “,

“ Yuri-ssi, masih ingat aku? “, tanya Lay membuat kening Yuri berkerut.

“ Kita bertemu di Pulau Jeju “, tambah Lay namun sepertinya Yuri tidak mengingatnya.

“ Jinjja?! Kau tidak ingat padaku?! “, tanya Lay kecewa.

“ Tentu saja aku ingat “, ucap Yuri tersenyum yang akhirnya membuat Lay bernafas lega.

“ Abeonim, bagaimana kalau kita adakan makan malam disini? Kita rayakan berkumpulnya keluarga ini “, saran Luhan pada Tuan Im.

“ Ide yang bagus, aku akan menyiapkan semuanya “, timpal Yuri.

“ Baiklah “, ucap Tuan Im setuju.

“ Aku akan membantumu Eonni! “, seru Yoona.

“ Aku juga! “, ikut Sunny.

“ Omma, aku juga mau membantu “, ucap Taeyeon sambil menunjukkan tangannya.

Apartement Luhan penuh dengan canda dan tawa kebahagian, tidak ada lagi tangis kesedihan yang terlihat semua penderitaan telah tergantikan dengan kebahagian.

Scene 10 Finish

Yuri membersihkan wajahnya didepan cermin kamarnya, dia merasakan ada sepasang tangan melingkar di pinggangnya. Kemudian sebuah kecupan bersarang dipipinya, bibir Yuri menyunggingkan senyuman saat melihat bayangan pemilik tangan itu dicermin.

“ Saranghae~~~ “, bisik Luhan ditelinganya dengan nada menggoda.

“ Nadooo “, ujar Yuri semakin melebarkan senyumannya.

Luhan membalikkan tubuh Yuri dan membelai pipinya lembut, senyuman diwajah tampannya masih terpancar jelas. Semuanya terasa mimpi baginya untuk berkumpul besama keluarga kecilnya. Perlahan Luhan menarik tekuk Yuri lalu mencium bibirnya lembut sampai dia merasakan Yuri pun membalas ciuman itu. Tangan kiri Luhan menarik pinggang Yuri untuk mendekat dan lebih mendekat sampai tubuh mereka bersentuhan. Ciuman itu semakin dalam dan semakin dalam. Luhan mulai menghisap bibir bawah Yuri, menyesapnya dan Yuri pun membuka mulutnya membiarkan suaminya itu bermain dengan bebasnya. Setelah merasa cukup, Luhan menurunkan ciumannya ke arah leher Yuri dan tangannya kini meraba punggung Yuri dan hendak melepaskan gaun tidur Yuri namun Yuri menahannya membuat Luhan berhenti dan menatapnya heran.

“ Kau belum mengunci pintunya, Luhani. Jika Taeyeon masuk bagaimana? “, ucap Yuri membuat Luhan tersadar kemudian bergegas menuju arah pintu lalu menguncinya, dia pun berbalik sambil memasang seringaian dibibirnya.

“ Bersiaplah Yuri, malam ini akan menjadi malam yang panjang buat kita “, ucap Luhan yang berjalan sambil membuka kancing baju yang dipakainya satu persatu, Yuri hanya tersenyum menggoda sambil menunggu Luhan mendekat. Luhan pun mendorong tubuh Yuri menuju tempat tidurnya, dan mereka pun mulai dengan ciuman yang lebih panas lagi.—skip—-

Scene 10 Finish

Sehun dan Yoona berjalan ditengah gelapnya kota Seoul, Yoona bersikeras tidak ingin pulang dan lebih memilih jalan – jalan. Sebagai bodyuard, Sehun sudah berkewajiban untuk menemani Yoona kemana pun. Dia mengikuti Yoona dari belakang dan memperhatikan Yoona dari ujung kaki hingga ujung rambut.

Walaupun kalian mirip, tapi aku tidak ingin menganggapmu sebagai Yuri Noona. Aku tahu cintaku padanya akan selamanya ada dihati ini tapi aku juga tidak akan membiarkanmu kecewa karena aku sudah berjanji pada Yuri Noona untuk menjagamu selamanya. Aku akan belajar mencintaimu seperti aku mencintainya. Kuharap kau akan bersabar sampai hari itu tiba, Im Yoona “, batin Sehun.

Yoona berbalik dan berhenti dihadapan Sehun, dia tahu apa yang dipikirkan Sehun saat ini.

“ Sehun-ah, aku tahu kau mencintai Yuri Eonni. Aku tidak akan memaksamu untuk melupakannya, tapi… bisakah aku berada disisimu selamanya? Bisakah aku memiliki hatimu sedikit saja? Aku tidak meminta untuh, hanya sedikit “, ujar Yoona membuat Sehun terdiam.

“ Aku hanya ingin menjadi bagian dari hidupmu, aku juga ingin kau berada dalam hidupku. Jika kau ingin aku melakukan sesuatu untuk mendapatkan cintamu, katakan saja. Aku pasti akan berusaha semampuku “, tambah Yoona dan Sehun masih terdiam.

Yoona merasa tidak ada jawaban dari Sehun, dia pun menundukan kepalanya sedih. Mungkin Sehun tidak akan pernah mmencintainya karena cintanya hanya untuk Yuri, namun Yoona terhenyak kaget saat merasakan seseorang memegang kedua sisi kepalanya lalu menciumnya lembut. Yoona membulatkan matanya saat menyadari Sehun yang kini menciumnya, beberapa detik kesadarannya pulih dan Yoona pun tersenyum bahagia disela – sela ciuman mereka.

“ Jika kau bisa menunggu, aku akan mencoba memberikan hatiku sepenuhnya padamu “, ucap Sehun sambil tersenyum.

“ Jinjja?! “, tanya Yoona dan Sehun pun mengangguk.

Yoona pun langsung memeluk Sehun erat karena bahagia.

“ Aku mencintaimu, Oh Sehun “,

Scene 10 Finish

“ Akhirnya Oppa mendapatkan kebahagiannya juga “, senyum Sunny yang merasa lega dengan kembalinya keluarga Luhan.

“ Mereka memang sangat serasi sekali “, ucap Lay sambil memberikan sebuah es krim pada Sunny.

“ Aku juga ingin memiliki seseorang seperti Luhan Oppa “, rengek Sunny sambil memasang wajah aegyonya.

“ Ya! Memangnya aku kurang apa? Wajahku tidak kalah dengan Luhan “, protes Lay sambil cemberut.

“ Eish! Tentu saja kalian berbeda “, sangkal Sunny.

“ Mwo? Beda apanya? “, tanya Lay sambil cemberut.

“ Tentu saja beda, karena Luhan itu Oppaku dan Kau kekasihku. Jadi kau sudah cukup menjadi dirimu sendiri “, ucap Sunny sambil menyentuh hidung Lay membuat Lay tersenyum senang.

“ Jadi… mau kah kau menikah denganku? “, tanya Lay membuat raut wajah Sunny berubah dan menatapnya aneh.

“ Mwo?! “.

“ Maksudku, apa kau tidak ingin menikah denganku? “, tanya Lay lagi.

“ Shireo! “, tolak Sunny.

“ Ya! Tadi kau bilang aku kekasihmu, mengapa kau tidak mau menikah denganku?!!! “,

“ Kau ini tidak romantis sekali. Apakah ada pria yang melamar seorang gadis dengan sebuah es krim? Jinjja! “, kesal Sunny sambil mengembungkan pipinya kesal.

“Jadi kau ingin yang romantis? “, tanya Lay dan Sunny mengangguk cepat.

“ Lihat tanganku! “, suruh Lay membuat Sunny melihat tangannya, Lay pun mengarahkan tangannya pada telinga Sunny dan seketika itu, sebuah cincin kini berada ditangannya membuat Sunny membuka mulutnya tidak percaya.

“ Apakah seperti ini romantis? “, tanya Lay.

Sunny mengangguk kagum, dia pun  langsung memeluk Lay erat.

“ Aku mau menikah denganmu “, ucap Sunny dan Lay pun tersenyum bahagia sambil memasangkan cincin dijari Sunny.

Scene 10 Finish

Luhan berjalan terburu – buru dengan wajah yang terlihat sangat marah, dia memasuki sebuah gedung yang merupakan sebuah agency dari JH Entertaiment. Dia pun memasuki sebuah ruangan dimana didalam ruangan itu terdapat 3 orang namja dan 2 orang yeoja sedang mendiskusikan sesuatu. Luhan mencoba masuk namun seorang yeoja menahannya tapi Luhan tetap masuk dengan paksa sampai – sampai pintu itu pun terbuka.

Brakkk!!!

Semua orang didalam ruangan itu menoleh kearah Luhan dan seorang yeoja yang menahannya.

“ Jeoseowamida, sajangnim. Saya sudah  berusaha menahannya namun Tuan Xi bersi keras untuk masuk “, sesal yeoja itu.

“ Anio, Gwenchana. Kau bisa kembali bekerja “, ucap pria yang dipanggil sajangnim itu.

“ Luhan-ssi, silahkan duduk “, ucap pria itu ramah.

“ Tidak usah. Aku kesini bukan untuk duduk atau bicara apapun, tapi aku ingin membawa anaeku pulang “, ucap Luhan yang langsung menoleh pada yeoja yang kini juga menatapnya.

“ Luhan, duduk dulu. Kami masih berbicara dan kau harus mendengarnya dulu “, ucap Yuri.

“ Iya, Oppa. duduklah dulu! “, suruh Sunny yang ternyata ada juga di ruangan itu.

“ Luhan, Tuan Jung ini menawarkanku untuk sebuah drama dan dia sedang menjelaskannya teknis dar drama itu sendiri. Duduklah kita diskusikan dahulu “, ujar Yuri namun Luhan tidak terlihat tertarik.

“ Aku tidak mau dan aku tidak mengijinkanmu untuk menerima tawaran itu, apalagi kau harus beradegan dengan pria lain. Aku tidak mau hal itu terjadi! “, tolak Luhan.

“ Luhan-ssi, sebaiknya anda dengar dulu “, ucap Tuan Jung.

“ Aku tidak perlu dan tidak mau mendengarnya, jadi kajja Yuri kita pulang “, ajak Luhan menarik tangan Yuri.

“ Luhan, dengarkan Tuan Jung bicara dulu “, ujar Yuri mencoba menjelaskannya.

“ Tidak perlu! “,

“ Oppa, dengarkan dulu “, ucap Sunny namun Luhan mengacuhkannya, dia tetap menarik Yuri keluar dari ruangan itu.

“ Luhan, dengar dulu. Kenapa kau seperti ini? “, tanya Yuri heran membuat Luhan berhenti menariknya tepat didepan lift.

Luhan menatap anaenya tajam membuat Yuri merasa takut, belum pernah ia melihat Luhan semarah ini padanya.

“ Mengapa aku seperti ini?!!! “, tanya Luhan.

“ Kau tahu bagaimana rasanya seorang nampyeon melihat anaenya akan beradegan dengan namja lain?! Kau tahu bagaimana rasanya seorang nampyeon melihat anaenya harus berpelukan bahkan berciuman dengan namja lain? Kau pikir aku bisa tenang memikirkan hal itu?!!! “, tanya Luhan dengan nada tinggi membuat Yuri mengerutkan keningnya.

“ Jadi kau… “,

“ Neh, aku tidak mau melihat namja lain menyentuhmu selain aku. Aku tidak akan rela walaupun semua itu hanya  akting! “, ujar Luhan.

“ Kau salah Oppa, Yuri tidak akan beradegan dengan aktor lain. Karena pasangannya di drama itu kau Oppa “, ucap Sunny yang menyusul Oppanya dan sempat mendengar pembicaraan Luhan dan Yuri.

“ Mwo?!!! “,

“ Neh, Luhan-ssi. Tuan Jung melihat kecocokan kalian saat pembuatan albummu di Jeju dan mereka ingin memasangkan kalian didrama mereka. Jika kau tidak percaya lihatlah kotrak ini! “, timpal Lay sambil memberikan beberapa lembar kertas pada Luhan.

Luhan membaca semua kertas yang diberikan Lay padanya, setelah itu Luhan memandang Yuri yang kini memasang wajah kesal, dia marah karena Luhan tidak mau mendengarkannya dulu.

“ Benarkah itu Yul? “, tanya Luhan dengan menurunkan nada bicaranya, namun yang ditanya malah diam.

“ Yul, kau marah? mian, aku tidak tahu “, sesal Luhan namun Yuri tetap tidak mengucapkan apapun, Yuri hanya memalingkan wajahnya dari Luhan.

“ Yuri-ah, Mian ne “, bujuk Luhan namun Yuri tetap marah, Luhan menoleh pada Sunny dan Lay namun keduanya hanya bisa mengangkat bahu pasrah.

“ Yul, Jebal. Mianhae… “, bujuk Luhan saat mereka sampai dirumah, Yuri menutup pintu kamarnya tepat didepan wajah Luhan lalu menguncinya.

Luhan hanya bisa cemberut karena dia memang tidak mau mendengarkan Yuri dahulu dan yang membuat Yuri marah, Luhan sudah mempermalukannya didepan banyak orang terutama Produser Jung.

“ Appa, yang sabar ne “, ucap Taeyeon sambil menepuk pundak Appanya membuat Luhan semakin menekuk wajahnya.

“ Kwon Yuri, Mianhae!!! “, teriak Luhan dibalik pintu kamarnya, sedangkan Yuri hanya terkekeh puas.

“ Rasakan! “, ucap Yuri sambil tersenyum puas.

Scene 10 Finish

Epilog

“ Selamat pagi semuanya! Aku Jessica Jung, guru Bahasa Inggris kalian. Semoaga ditahun ajaran ini kalian bisa mendapatkan nilai yang bagus dan mendpatakan prestasi yang memuaskan. Dan kini kita mendapatkan siswa pindahan untuk kelas ini. Silahkan masuk dan perkenalkan dirimu! “, ujar seorang yeoja yang berambut blonde.

Masuklah seorang yeoja dengan rambut sebahu ke dalam kelas itu. Semua orang kini memandang kearahnya.

“ Perkenalkan dirimu, girls “, suruh Jessica pada gadis itu, membuat gadis itu mengangguk sambil berdiri menghadap kepada seluruh siswa didepannya.

“ Anyeonghaseyo, Xi Taeyeon Imnida. Aku pindahan dari Kirin Highschool. Bangapseumida “, ucap Taeyeon dengan senyum manis diwajahnya membuat beberapa pria terpesona olehnya.

“ Taeyeon? “, gumam seorang namja yang duduk dibelakang, namja itu langsung menatap ke arah Taeyeon yang masih berdiri didepannya.

Taeyeon berjalan kearah tempat duduk didepan pria yang kini masih memandanginya, Taeyeon tersenyum pada namja itu namun namja itu masih terdiam tidak membalasnya.

“ Anyeonghaseyo “, sapa Taeyeon yang membuat pria itu tersadar dari lamunannya.

“ Kau tidak ingat aku? “, tanya namja itu membuat Taeyeon mengerutkan keningnya.

“ Kau benar – benar tidak ingat aku? “, tanya namja itu lagi, Taeyeon bingung dengan sikap namja itu namun dia merasa jika namja dihadapannya kini terasa tidak asing untuknya.

“ Aku akan menjadi superman untuk melindungimu “, ucap namja itu membuat Taeyeon langsung menatapnya tidak percaya.

“ Superman? “,

“ Kau…. “,

“ Baeky???!!! “,

The End

Akhirnya ff ini selesai juga, akhir yang membahagiakan bukan??? hehehehe ^_^ Mianhae jika lanjutannya sangat lama sekali soalnya authornya lagi sibuk n gak sempet buat bikin ff alias hiatus kali ya. Moga cerita ini berkenan di hati para readers sekalian walaupun ceritanya aneh bin nyapruk. Terima kasih pada good readers yang senantiasa mengikuti ff ini dari pertama hingga akhir. Koment kalian sangat berguna bagi Author, See You… ^_^

35 thoughts on “Appa, Bogoshipta Scene 10 End

  1. Yeyeyeyeyeye akhirnya di post jugaaa 😝😝😝 udah dari lama nunggu ending ceritanya ini 😭 akhirnya yuri sama luhan balikan lagi dan hidup bahagia 💕👏 yuri lucu pas pura2 marah sama luhan 😂 wkakakakak. Buat author di tunggu ff yulhan lagi 😘 semangat buat ff ya thor ☺️😝👌

  2. Huft akhirnya setelah nunggu lama di publish jg ni ff…
    Semua penderitaan yang dirasakan akhirnya pun akan menjadi kebahagiaan buat yulhan…

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s