Mianhae

ChanFany FF copy

-Mianhae-

FF by. Ulil L.A

Genre : Sad, romance

Ratting : G

Starring Park Chanyeol from EXO-K & Hwang Miyoung from GG

Note : Halo ESFF!!! Dooh Ulil kangen bgt nulis FF disini. Gimana kabarnya? Maaf ya Ulil jarang nongol. Oh iya FF ini sebenernya itu dari diangkat dari sebuah novel berjudul “ Surat Cinta yang tak Pernah Terkirim ” entah kenapa Ulil pingin bikin ver. ChanFany.

Ok deh janganterlalu lama .v

Enjoy guys ^^

Happy Reading

Menikah dengan lelaki yang tak ku cintai. Oh God…please.. aku tak habis pikir dengan kedua orang tua ku yang menjodohkan ku dengan lelaki pilihan mereka, Park Chanyeol. “Kau adalah anak kami satu-satunya. Dan appa yakin, Chanyeol bisa membuat mu bahagia kelak.” Appa, apa kau bisa membuktikan itu sekarang? Hhh..

Park Miyoung, terdengar aneh bukan? Sudah hampir 8 tahun ini aku mengganti marga ku Hwang – Park. Sebenarnya ia lelaki yang baik, tapi tetap saja aku tidak menyukainya. Bayangkan saja setiap malam aku harus selalu mendengar suara dengkurannya yang keras, belum lagi jika ia memeluk pinggangku dengan tangan besarnya.

“ Aku tak ingin memiliki anak.” Ujarku ketus

            Chanyeol memandang ku heran.. kecewa?

            “ Apa? Kenapa kau menatapku seperti itu? Jika kau tidak mau kita bisa cerai sekarang.”

            Chanyeol hanya mengangguk pasrah.

Now? Dia telah berhasil menjadikan ku seorang ibu. Ciih..

Saat itu aku lupa meminum pil kb, dan Chanyeol tahu akan hal itu. Malamnya Chanyeol mulai berlagak aneh. Dan… semua itu terjadi. Park Ilwoo dan Park Nima.. yah.. hasil dari keteledoranku.

Selama ini aku tak pernah membuatkannya sarapan, untuk anak-anaku juga. Seperti pagi ini, aku bangun paling telat. Kedua anakku sudah rapi dengan seragam sekolahnya dan Chanyeol sudah lengkap dengan dasi dan jas nya.

“ Eomma, makanlah nasi goreng ini. Rasanya enaaaakkk.. sekali.” Kata Ilwoo

“ Benar eomma, appa yang membuatnya. Huaaa.. aku jadi ingin tambah lagi..” tambah Nima

Chanyeol tersenyum lalu mengusap lembut kepala Nima.

Jujur saja aku merasa kelaparan saat ini, tapi gengsi ku terlalu besar. Nanti yang ada dia malah besar kepala. Hhh.. tak sudi aku. Aku pun langsung beranjak pergi dari ruang makan.

“ Chagi, kau tak makan hm?” tanya Chanyeol, aku pun berhenti

“ Aku sedang tidak mood makan.” Jawab ku dingin

“ Apa kau ingin aku buatkan makanan lain?” tanyanya masih dengan penuh perhatian

“ Sudahlah. Kalian cepat berangkat. Aku akan makan di luar nanti.” Jawabku kesal

Mereka bertiga pun langsung meninggalkan ruang makan dan bergegas berangkat. Tak lupa Chanyeol mencium keningku. Hal itu selalu ia lakukan sebelum berangkat dan sepulang dari kantor. Mobil itu pun mulai melaju. Namun..

Ckit!

Kenapa mobilnya berhenti – batinku.

Chanyeol turun dari mobil dan langsung berlari kearahku dan..

Grep!

Ia langsung memeluku erat. Aku bisa merasakan jantungnya yang berdegup kencang. Heran.. ada apa dengannya hari ini?

“ Mianhae..” ujarnya sambil melepas pelukannya

“ Hm. Sudah sana cepat antar anak-anak.” Kata ku cepat

*****

            Ke salon setiap hari adalah hobi ku. Toh juga Chanyeol tidak mempermasalahkannya. Bahkan dia selalu bertanya ‘apakah uang untuk ke salon cukup? Jika tidak nanti akan ku tambahkan’ Haha.. Jadi Ny.Park tidak terlalu buruk juga rupanya.

Setelah selesai aku segera menuju ke kasir. Dengan segera aku mengambil dompet.

.

.

.

Dimana dompet ku?

Oh tidak. Jangan bilang jika dompet ku tertinggal. Aku pun langsung menelfon Chanyeol.

“ Oppa, kau dimana sekarang?”

“ Aku sedang berada di kantor, ada apa sayang?”

“ Dompetku, kau tahu dimana huh?”

“ Ah iya, maaf kan aku chagi. Kemarin Nima minta dibelikan balon di depan rumah, berhubung aku tidak memiliki uang kecil maka aku mengambil uang yang berada di dompetmu. Mianhae aku lupa mengembalikannya.”

Darah ku seketika menaik.

“ YAK! Kau sembarangan eoh membuka dompet orang? Aku tak mau tahu cepat kau ambilkan dompet ku itu. Aku menunggu di salon biasa.”

“  Baiklah chagi, aku akan kesana segera.”

Ciih.. setelah melakukan kesalahan seperti ini dia masih bisa memanggilku sayang?

Sudah hampir 20 menit Chanyeol tak kunjung tiba. Aku semakin kesal dengan dirinya, sudah aku coba hubungi beberapa kali malah tidak diangkat. Orang salon pun bilang tidak apa diabayar saja besok, tapi mau ditaruh dimana muka ku ini?

Ima time machine ni norikonde

            Terdengar suara handphone ku.

“ YAK! Kenapa kau lama sekali huh?!”

“ Mianhae, apakah ini istri dari Tn. Park Chanyeol?”

Mwo? Suara siapa ini?

“ Ne, ini dengan siapa? Dimana suamiku?”

“ Baiklah kalau begitu. Saya dari pihak kepolisian hanya ingin memberitahu bahwa Tn. Park baru saja mengalami kecelakaan dan saat ini sedang dibawa ke Seoul Hospital.”

Aku terduduk diam.

Mustahil.

Tidak mungkin.

Para staff salon yang melihat raut wajah ku pun bertanya apa yang terjadi, langsung ku jawab bahwa sedang ada masalah yang terjadi —besok aku akan kembali lagi kesini —salon.

*****

            Setelah 1 jam aku menunggu akhirnya dokter yang menangani suami ku keluar.

Krek..

.

.

.

“ Hhhh..”

Hanya —suara nafas berat sang dokter yang ku dengar.

“ Bagaimana keadaan suamiku?” tanya ku cepat

Hanya sebuah gelengan kepala yang aku terima. Dokter itu pun meninggalkanku. Tak ada air mata yang keluar dari kedua mata ku. Aku masih merasa semua ini mimpi.

*****

            Tangisan. Ya.. hanya tangisan yang dapat ku dengar saat ini. Bukan dari mata ku, melainkan dari seluruh keluarga besar kami. Ilwoo dan Nima juga.

Perlahan ku dekati dia yang sudah tak berdaya.

DEG!

Tes…

Baru saat ini aku menangis. Menangisi kepergiannya.

Kuakui ternyata dia memang tampan —sangat. Aku menyesal karena baru sekarang aku dapat melihat wajahnya sedekat ini.

Kupejamkan mataku dan berharap saat ku buka mata ini aku dapat melihat senyum manisnya. Dan.. hanya sebuah khayalan.

Tak lama beberapa orang mulai masuk ke dalam rumah ku dan mengangkat peti milik Chanyeol. Dia harus segera dimakamkan.

*****

            Tak kupungkir bahwa aku sangat kehilangan dirinya. Aku membutuhkan time machine. Seandainya saja aku tak menyuruhnya kembali ke rumah untuk mengambil dompetku mungkin saat ini aku masih bisa merasakan masakan lezatnya, pelukan hangatnya, ciumannya yang penuh dengan kelembutan.

Ilwoo dan Nima sudah seminggu ini tidak masuk sekolah. Mereka sangat terpukul dengan kepergian Chanyeol.

God.. makhluk macam apa aku ini? Kenapa aku begitu kejam kepada suami ku sendiri. Selama ini dia selalu mengontrol makan ku, mengontrol kesehatan ku. Dia selalu bertanya apa yang aku makan hari ini. Saat aku sedang mengandung Ilwoo dan Nima pun sama, bahkan dia menjadi suami yang sangat protective.

Aku? Bahkan aku tak pernah tahu bahwa selama ini dia hanya makan mie instan. Pernah sekali aku memasak untuk diriku dan anak-anak, terdapat sisa sedikit di wajan. Aku berniat untuk membuangnya, namun dia menahannya dan langsung memakan sisa makanan yang berada di wajan. Dia bilang dia tak ingin makan apa-apa seminggu ini karena dia ingin sekali merasakan masakanku setiap hari —dimulutnya.

Tes..

Aku menangis lagi. Sungguh aku sangat merasa menyesal. Bahkan setiap malam aku merindukan suara dengkurannya.

“ Oppa.. bogoshipo~ jeongmal bogoshipoyo..”

Aku benar-benar terpuruk dengan keadaan ini. Tapi bagaimana dengan Ilwoo dan Nima? Aku harus menghidupi kedua anak ku tersebut.

Selama ini aku hanya terima beres darinya. Semua gajinya di transfer ke rekening ku. Dan tentu saja uang-uang itu habis hanya untuk kebutuhan ku saja. Aku tak pernah berfikir bagaimana dia bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga kami.

Ku buka laci di meja rias ku,

“ Apa ini?” aku menemukan 2 carik kertas

Dengan penasaran ku buka surat itu satu persatu.

“ Annyeong chagi~ bagaimana harimu? Maafkan aku yang selalu membuat mu kesal. Chagiya mianhae jika aku harus meninggalkanmu terlebih dahuku suatu saat nanti, entah kenapa aku merasa ada yang aneh dengan diriku.

Ah iya, hm.. aku sudah meninggalkan beberapa ratus juta won untuk kebutuhan kalian. Aku tak bisa memberi apa-apa terhadap kalian bertiga yang bisa aku berikan hanyalah ini.

Park Miyoung, istriku, cinta sejatiku, aku sangat sangat sangat mencintaimu. Walaupun raga ini sudah tidak dapat menjagamu nanti tapi percayalah jiwa ku akan selalu bersamamu.

Saranghae my love..”

            Sesenggukan ku baca surat ini, lalu ku buka surat yang satu lagi dengan cepat.

“ Untuk anak-anak appa Ilwoo dan Nima. Appa sangat menyayangi kalian berdua, tapi maafkan appa jika appa tidak bisa menemani kalian sampai besar nanti.

Kalian mau kan berjanji pada appa untuk menjaga eomma?

Tapi jangan khawatir, appa akan menjaga kalian dari atas sini. Kalian harus rajin belajar ok? Jika kalian rajin belajar nanti appa akan minta pada Tuhan untuk memberikan kalian hadiah.

Jangan pernah bosan mendengar ini, appa menyayangi kalian🙂

“ Oppa.. maafkan aku hiks.. jeongmal mianhae..”

*****

10 years later…

“ Eomma..” Nima menghampiriku

“ Nde?”

“ Eomma, sebentar lagi aku akan menikah. Lalu apa yang harus aku lakukan? Aku kan tidak bisa mencuci, menyetrika, memasak. Aish.. pusing sekali..” gerutu Nima, aku hanya tersenyum

“ Cukup kau mencintai suami mu dengan sepenuh hati.” Jawab ku

“ Hm.. seperti eomma mencintai appa?” tanyanya lagi

“ Bukan sayang, tapi seperti appa mencintai eomma dan kalian.” Jawabku mantap

Nima mengangguk mengerti lalu pergi menuju kamarnya.

Tak terasa sudah 10 ahun berlalu setelah aku ditinggalkan oleh Chanyeol, suamiku.

“ Oppa apa kau bahagia diatas sana? Oppa.. sebenernya aku sedikit merasa takut. Aku takut jika kau menemukan pengganti ku disana. Oppa tunggulah aku, jika sudah saat nya nanti maka aku akan menyusul mu kesana. Lalu kita membuat istana kita bersama dengan penuh cinta..”

Tes…

“ Oppa mianhae.. saranghae..”

*****

“ Ingatlah, penyesalan selalu datang terakhir. Maka jangan pernah sia-sia kan seseorang yang sangat berarti dalam hidup mu.”

–          END    –

 

Huft~ akhirnya selesai juga hehe.v

Gimana nih? Kurang sedih ya? Huhuhu maaf kan Ulil T_T

WARNING! Typo disekitarmu, keGJ-an akan menghinggapi dirimu, dan sebagainya ‘-‘)

Oh iya maaf juga ya kalau terlalu cepat .v

RCL jgn lupa ok?😉

Ok..

Keep smile

21 thoughts on “Mianhae

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s