Flawless Step by Step – Step 05

calm-happy

Title                                                       : Flawless Step By Step – Step 05

Author                                                  : tantriprtstht

Length                                                  : chapter (Baca Chapter 01-04 dulu!)

Genre                                                   : Romance & Friendship

Rating                                                   : T (Teen)

Main cast                                             : Taeyeon (SNSD) | SuHo (EXO)  | Kai (EXO) | Kyuhyun (SuJu)

Desclaimer                                          : FF ini asli dan murni seratus persen dari otak author. Kalau ngambil tanpa seizin Author, artinya plagiator! No silent reader, hargai karya Author dengan comment but no bashing! Cast bukan milik saya melainkan Tuhan Yang Maha Esa dan Orang tua mereka masing-masing serta entertainment mereka.

Aku mendapati sebuah kapal hitam besar. Kapal ini pasti ke luar negri. Apa jangan-jangan Suho berniat menaiki kapal ini dan membuat kapal ini tenggelam sehingga dia…. Bisa menyusul SooYoung?

Aku berlari menembus kerumunan, menaiki kapal itu. Suho pasti ada di kapal ini, tidak salah lagi. Kudapati dia di ujung kapal dan sudah bersiap untuk loncat ke laut. Dia ingin bunuh diri?!

“Suho! Berhenti!” ucapku. Suho menoleh padaku dan dia sangat kaget. Dia memajukan kaki kanannya, bersiap untuk loncat. “Jangan!”

Aku menarik tangannya agar dia tidak jadi bunuh diri dan itu berhasil. Aku dan Suho duduk di lantai kapal.

“Kenapa kau menyelamatkanku?!” tanya Suho dengan nada marah. “Kau pasti sudah dengar kan dari Seohyun…. Alasan kenapa selama ini aku diam?!”

Suho berbicara dengan lancar. Dia memang bukan anak bayi yang baru belajar ngomong, tapi ini pasti pertama kalinya dia mengucapkan kalimat yang panjang setelah kematian SooYoung.

“Biarkan aku menyusul dia…. Aku sudah tidak tahan berada di dunia ini…” ucap Suho bergegas menuju ujung kapal namun aku menghentikannya dengan memegang lengannya.

“Bukan begitu cara mengejar SooYoung!” teriakku. “Ini belum berakhir! Tidak ada satu pun yang berakhir di dalam anak itu. Tidak kah kau berpikir dalam detik-detik kematiannya… Dia masih menyukaimu?!”

Suho melepaskan genggamanku di lengannya. Aku berpikir dia akan ke ujung kapal, melainkan dia menangis. Suho menangis, ini pertama kalinya aku melihat dia menangis.

“Kenapa?!” tanyanya lalu dia memelukku sangat erat membuatku tidak tau harus berkata apa. “Kenapa aku masih hidup?! Kenapa aku tidak mati saja dari dulu?! Aku harus bertemu orang merepotkan seperti kamu….! Aku nggak tahu lagi! Aku nggak tahu bagaimana selanjutnya aku harus melanjutkan hidupku! Lebih baik aku mati sekarang dan mengakhiri hidup ini! Aku nggak tahu lagi!”

Aku membalas pelukannya. Mataku berkaca-kaca tapi aku bertekad untuk tidak menangis. Aku harus menjadi yeoja yang kuat. “Kurasa suatu hal tidak bisa diselesaikan… Hanya dengan kalimat tidak tahu”

“Lalu apa yang harus kulakukan?” tanya Suho yang masih memelukku.

“Masa lalu adalah masa lalu, yang penting kita sekarang bersama” ucapku lalu melepas pelukannya.

“Maksudmu?” tanya Suho dengan tatapan kebingungan.

“Aku menyukaimu…. Suho-ssi”

Aku tau aku tidak akan bisa menjadi seperti SooYoung, tapi biarkan aku menjadi pendampingmu, biarkan aku yang mengakhiri kesedihan ini, anggaplah aku sebagai pembawa kebahagiaan meski aku bukan orang yang kau harapkan.

“Cih, kau tak perlu kasihan padaku” ucap Suho membuatku kaget. “Jangan dekati aku… Aku telah membawa kesialan untuk orang yang menyukaiku. Sebaiknya kau menjauh dariku!”

“Aniya! Bukan seperti itu! Aku sunguh-sungguh menyukaimu, Suho-ssi!” jawabku jujur. “Setidaknya aku ingin mengatakan ini—“

TENG! TENG!

“Ah, kapal akan segera berangkat!” ucapku lalu menarik tangan Suho agar turun dari kapal.

Untunglah Suho tidak menolak tarikanku. Kami turun dari kapal tepat sebelum kapal berangkat. Aku membersihkan keringatku yang bercucuran.

Suho melepas genggamanku lalu pergi meninggalkanku sendirian di pelabuhan. Meski dia tidak jadi bunuh diri, ada perasaan aneh di hatiku. Tadinya aku pkir seorang manusia menyatakan cinta dengan harapan agar mereka jadian… Tapi apakah aku satu-satunya orang di dunia ini yang menyatakan cinta untuk mencegah dia pergi?

*

Karena aku tidak tau daerah ini, terpaksa aku bertanya berkali-kali pada pejalan untuk menuntunku ke Seoul pusat. Tapi tetap saja aku tersesat. Cuaca tidak mendukung, matahari ditutupi awan seperti mau turun hujan. Hujan mengingatkanku pada air mata Suho.

Apa yang dilakukan Suho saat ini? Tidak mungkin dia berniat bunuh diri lagi, kan? Sebaiknya aku tdaik pulang ke rumah, tapi ke kantor Vello Entertaiment. Mungkin aku bisa bertemu dengan Suho.

TES…. TES….

“Hujan!” gumamku lalu bergegas mencari tempat untuk berteduh.

Aku berteduh di sebuah toko apotik yang sudah tutup. Kenapa harus turun hujan? Padahal aku sedang buru-buru….

Tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di depanku. Mau apa dia ke toko apotik yang sudah tutup? Pintu mobil terbuka dan yang mengendarainya adalah… Yunho sang aktor legendaris.

“Ah! Rasanya aku pernah melihatmu… Tapi siapa ya?” tanya Yunho padaku.

“Kim Taeyeon imnida, saya salah satu murid sekolah seni” jawabku.

“Oh iya, kamu yang memerankan Cinderella!” ucap Yunho. “Sedang apa gadis cantik sepertimu di depan toko tutup?”

Aku tidak menjawab pertanyaan orang ini. Eomma menyuruhku untuk berdekatan dengan orang ini, setidaknya itulah yang dikatakan Yoona. Tapi Eomma sendiri berbohong padaku dengan mengatakan sedang jalan-jalan keliling Eropa padahal ada di rumah…

“Mau ku antar kau ke tempat tujuanmu?” tanya Yunho membuatku kaget. “Kau pasti punya urusan penting sekarang… Kau mau ke mana?”

“Ti, tidak usah…. Saya akan menunggu hujan reda!” jawabku gugup.

“Gwechanna, sebaiknya kamu masuk ke mobilku dulu daripada berteduhpun kau masih kena air” ucap Yunho lalu membuka pintu mobil untukku.

Aku memasuki mobilnya yang bisa dibilang sangat high class. Tapi aneh sekali aktor terkenal seperti dia tidak diantar oleh supir pribadi, melainkan mengendarai sendiri mobilnya. Apakah dia memang bisa menyetir atau ada kenangan khusus di mobil ini…

“Nah, pakailah sabukmu. Katakan tujuanmu, Taeyeon-ssi” lanjut Yunho.

“Kantor Vello Entertaiment” jawabku lalu Yunho segera menginjak gas dan mobil bergerak.

Seperti mimpi rasanya bisa bertemu dengan aktor terkenal seperti Yunho. Apalagi sekarang aku menaiki mobilnya.

Ternyata pelabuhan tidak cukup jauh dari kantor Vello Entertaiment. Aku merasa bodoh karena tidak berusaha mencari. Aku mencari HPku di tas untuk menghubungi Yoona tapi aku malah melihat sebuah CD. CD yang berisi nada lagu untuk soundtrack yang akan kubuat bersama Suho.

“Nah, sudah sampai. Mari kuantar kau sampai ke dalam” ucap Yunho tapi aku menggeleng.

“Gwechanna, saya sudah banyak merepotkan anda. Saya akan masuk sendiri” jawabku tapi Yunho menggeleng.

“Aku akan mengantarmu, oke? Kebetulan aku juga punya urusan di sini” ucap Yunho membuatku tidak bisa menolak.

Aku memasuki gedung Vello Entertaiment bersama Yunho. Baru 3 langkah masuk ke dalam, sudah kutemukan Kyuhyun dengan Appanya serta bodyguard mereka.

“Taeyeon!” sapa Kyuhyun lalu mendekatiku. “Dan…. Anda kan—“

“Mau apa kau ke sini, Yunho?!” tanya Appa Kyuhyun dengan nada marah. “Tidak seharusnya kau menginjakkan kaki di kantorku!”

“Beginikah sikapmu pada teman lama? Seharusnya aku bertanya mengapa kau membiarkan gadis dari kantormu sendiri berteduh dari hujan” jawab Yunho santai.

“Gwechanna, aku baik-baik saja!” jawabku. Gugup sekali rasanya melihat pertengkaran dua orang dewasa.

“Taeyeon-ssi, mian, kuantar kau sekarang ke rumah” ucap Kyuhyun.

“Yah syukurlah aku menyelamatkan gadis ini” jawab Yunho tegas. “Sifatmu sama sekali tidak berubah ya? Makanya SeungHwi tidak pernah menyukaimu”

DEG. Seunghwi. Kim Seunghwi adalah nama Eommaku. Apa hubungan Eomma dengan mereka semua? Mengapa mereka membicarakan Eommaku?

“Aku sudah berbuat yang kubisa, tapi kau menghancurkan segalanya, Yunho!!” teriak Appa Kyuhyun.

“Sebaiknya daripada memikirkan masa lalu, kau menebus perbuatanmu” ucap Yunho lalu pergi dari gedung Vello Entertaiment dengan mobilnya.

“Taeyeon-ssi, ayo pulang” lanjut Kyuhyun lalu aku mengangguk.

“Kim Taeyeon, jangan pernah berhubungan dengan Yunho” ucap Appa Kyuhyun tiba-tiba.

“Tadi kalian berdua membicarakan Eomma saya… Memangnya ada apa?” tanyaku lalu Appa Kyuhyun menatapku tajam.

“Pokoknya jangan bertemu dengannya!” ucap Appa Kyuhyun.

“Taeyeon-ssi, ayo kita pulang” ucap Kyuhyun sambil menarik tanganku sedangkan Appa Kyuhyun mulai menjauh.

“Tuan Cho!!” teriakku membuat Appa Kyuhyun menoleh. “Boleh saja saya tidak berhubungan dengan Yunho…. Tapi sebaiknya anda berterima kasih pada Yunho. Dia menyelamatkan saya di tengah hujan”

Aku dan Kyuhyun keluar dari gedung Vello Entertaiment dan menuju mobil Kyuhyun. Entah kenapa hatiku mengatakan kalau aku tidak boleh tahu lebih jauh soal ini tapi pikiranku mengatakan, aku harus menyelidikinya sampai jawaban itu ketemu.

“Cih! Anak itu mirip sekali dengan ayahnya!” gumam Appa Kyuhyun dalam hati dengan kesal.

*

Suasana hening selama di mobil hingga aku dan Kyuhyun sampai di rumah. Begitu membuka pintu rumah, kami dikejutkan dengan Kai yang sangat ceria.

“Kalian berdua lama sekali! Aku cemas sekali!” ucap Kai dengan semangat sedangkan tidak ada satupun dari aku dan Kyuhyun yang menjawab sapaannya. “Ada apa?”

“Ani, ayo kita makan malam” ucap Kyuhyun.

Kyuhyun mengeluarkan 3 mie instan dari laci dapur dan memasaknya untuk kami. Tidak sampai 10 menit, kami sudah siap makan.

“Bagaimana pekerjaanmu, Taeyeon?” tanya Kyuhyun lalu aku menoleh pada Kai.

Akhirnya Kai menjelaskan secara rinci tentang permintaan Kwon Boa yang menyuruh aku, Suho, dan Kai membuat soundtrack untuk drama yang akan diproduseri Kwon Boa.

“Wah, gawat banget ya…. Apa kau baik-baik saja, Kai?” tanya Kyuhyun lalu Kai mengangguk.

“Aku akan membuktikan kalau Sountrack yang kubuat lebih baik dari punya Taeyeon dan Suho!” ucap Kai percaya diri.

“Kalau Taeyeon sudah sampai mana?” tanya Kyuhyun.

“Ah, kami baru menemukan nada yang pas…” jawabku.

“Ada apa? Kamu kok lesu?” tanya Kyuhyun lalu aku menggeleng. “Gwechanna, jawab saja”

“Aku… Sepertinya tidak bisa membuat soundtrack karena Suho marah padaku….” Ucapku.

Akhirnya aku ceritakan pada mereka berdua tentang kejadian hari ini mulai aku memasuki restoran hingga meyelamatkan Suho yang berniat bunuh diri. Tapi aku tidak cerita pada mereka kalau aku menyatakan perasaan pada Suho.

“Tak kusangka Suho mempunyai masa lalu yang menyedihkan….” Ucap Kai yang matanya berkaca-kaca karena dia mau menangis tapi dia menahannya.

“Soal Suho, kau tidak perlu khawatir. Dia pasti akan kembali seperti biasa besok” sahut Kyuhyun.

Seperti biasa…. Suho tidak akan berbicara? Yah, tidak apa-apa daripada dia berteriak atau menangis. Sekarang aku harus fokus ke pengerjaan soundtrack.

“Ah, aku kenyang!” seru Kai setelah mie instannya habis paling akhir setelah Kyuhyun dan aku.

“Aish, Kai kalau makan selalu lambat dan berantakan!” ucapku setengah bercanda.

“Oh iya, aku ingin mengerjakan Soundtrack dengan suasana tenang, karena itu… Malam ini kalian tidur berdua, ya!” ucap Kai semangat.

“MWO?!” tanyaku dan Kyuhyun bersamaan.

“Aku tidak ingin mendengar alasan apapun! Sudah, ya! Aku duluan!” Kai meletakkan piringnya di cucian dan memasuki kamarnya (yang juga kamar Kyuhyun).

CEKLEK!

Terdengar suara pintu dikunci. Aku dan Kyuhyun tidak bisa mencegah niat Kai. Kuperhatikan wajah Kyuhyun yang merah padam.

“Kai… Ada-ada saja ya….” Ucapku berusaha memulai pembicaraan.

“Ya, tapi aku juga ngantuk, sebaiknya kita tidur sekarang” jawab Kyuhyun lalu aku mengangguk.

Itu sama sekali bukan jawaban yang kuharapkan. Aku ingin mendengar kata-kata seperti ‘Kau tidur saja di kamarmu, aku akan tidur di depan toilet’ tapi sepertinya itu mustahil….

Aku duduk di kasurku dan Kyuhyun meletakkan kepalanya di pahaku. Aku sangat gugup, apalagi aku tidak pernah membiarkan seorang namja melakukannya denganku.

“Hari ini kamu pasti capek sekali” ucap Kyuhyun lalu aku mengangguk. “Maafkan Appaku tadi, ya….”

“Gwechanna….” Jawabku. “Apa kau mengerti maksud dari pembicaraan mereka berdua?”

“Maksudmu Appa dengan Yunho?” tanya Kyuhyun lalu aku mengangguk. “Entahlah. Aku tidak begitu mengerti”

Aku mengangguk pelan tanda mengerti. Kyuhyun tiba-tiba duduk tegak lalu tidur normal di kasurku. Dia mengkhawatirkanku, padahal sebenarnya dia juga capek. Aku memperhatikan wajahnya yang benar-benar tampan. Aku bermain dengan rambutnya yang seperti terawat di salon bintang lima.

Aku tidak bisa tidur. Kuputuskan untuk membuat soundtrack. Aku mengambil headset, lalu memutarnya di pemutar kaset. Nada manis ringan mengalun. Aku mengambil kertas.

Aku juga membaca sinopsisnya sekali lagi. Kalau dilihat-lihat Haerin yang berniat bunuh diri ini seperti Suho yang tadi berniat bunuh diri. Tapi aku menghentikannya. Seandainya ada orang yang menolong Haerin, apa keadaan akan berubah?

I can’t help you baby, ‘cause this is your option

One regret, I can’t see your beautiful smile

I care about you but everything I have done make you more suffer

‘til the last second, I’m still love you

Tidak terasa air mataku menetes saat menulis lirik lagu ini. Apakah ini yang dipikirkan Suho saat mengetahui SooYoung telah tewas….? Aku sadar, aku tidak bisa membuat lirik ini sendirian. Aku harus bertemu Suho.

*

Aku memencet pintu bel rumah Suho berkali-kali. Dengan harapan semoga Suho sudah bangun, aku terus menanti dia membuka pintu.

CEKLEK….

“Annyeong, Suho!” sapaku riang. “Ayo kita buat lirik bersama-sama!”

Suho menggeleng pelan lalu mengizinkanku masuk ke rumahnya. Aku jadi teringat saat aku merawat Kai di rumah Suho… Mereka berdua menyelamatkanku dari pertunanganku dengan Kyuhyun.

Selama membuat lagu, dia tidak bicara sama sekali. Pasti dia masih memikirkan kejadian kemarin. Rupanya SooYoung tidak bisa dihapuskan dari hatinya.

“Mianhae….” Ucapku gugup. “Anggap saja pernyataanku kemarin tidak ada… Aku sadar aku tidak bisa menjadi SooYoung… Terserah kamu mau membenciku atau tidak tapi setidaknya tolong katakana sesuatu….”

“Tidak apa. Kamu memang bukan SooYoung” ucap Suho membuatku kaget.

Suara Suho yang lembut namun bergaris tegas itu membuatku terpikat. Apa artinya dia sudah memaafkanku?

“Tapi bersiap-siap saja, ya…. Aku pasti akan membuatmu jatuh cinta padaku sepenuhnya!” ucapku lalu tersenyum membuat Suho bingung.

“Yah, lakukan saja kalau bisa” ucap Suho membuat wajahku bersemu merah. Aku menunjukkan lirik yang kubuat kemarin dan Suho membacanya.

“Cuma segini?” tanya Suho membuatku kaget.

“Ah, ne… Aku kemarin tidak punya banyak ide….” Jawabku lalu Suho menggeleng.

“Begini juga bagus” jawab Suho lalu tersenyum.

“Ah, tidak apa-apa kalau kamu bicara?” tanyaku lalu Suho mengangguk.

“Gwechanna. Karena aku akan berhenti dari semua ini” jawab Suho membuatku kaget.

“Mwo? Maksudmu?” tanyaku lalu Suho menatapku tajam.

“Dramaku sudah mulai tayang dengan suara Kai… Karena itu aku akan memberitahukan pada semua orang rahasiaku….” Jawab Suho dengan mata sendu. “Memang aku tidak pantas… Menjadi artis. Aku akan membiarkan semua orang membenciku yang sudah curang ini. Masuk penjarapun tidak apa-apa”

“Suho…” ucapku lalu memukul kepalanya. “Kenapa… Kau selalu melakukan sesuatu tanpa meminta bantuan yang lain? Masih ada Kyuhyun…. Kai…. Seohyun dan aku, kan!”

“Percu—“

“Nggak boleh bahagia hanya karena dulu pernah mengalami kepedihan!” potongku dengan tegas. “Memangnya siapa yang memutuskan seperti itu?! Apa kau pikir, Sooyoung bahagia melihatmu seperti ini?!”

Suasana hening. Air mataku menetes. Aku memeluk Suho erat-erat seakan-akan aku melindunginya dari kepedihan yang selalu menyelimutinya. Jika pandangan orang-orang benar tentang auraku yang membawa kebahagiaan, biarkan Suho merasakan kebahagiaan juga…

Suho melepas pelukan kami setelah air mataku berhenti. “Ayo… Kita buat soundtrack untuk drama ini! Untuk menghormati SooYoung di surga!”

*

Aku memperhatikan jam berkali-kali. Sudah jam setengah 5 sore. Kulangkahkan dengan cepat kakiku di supermarket yang cukup besar ini. Setelah membuat lirik dengan Suho, Kyuhyun menelponku dan mengatakan kalau dia ada urusan penting di luar negri untuk membantu Appanya. Terpaksa hari ini aku harus membuat makan malam untukku dan Kai.

Rasanya aneh sekali memiliki pacar pura-pura yang tidak peduli padaku. Tunggu dulu, Kim Taeyeon. Kyuhyun berbuat seperti ini juga agar sandiwara kami lancar. Meski aku berharap sandirwara ini akan segera berakhir.

Aku belum melakukan penyelidikan sama sekali tentang Eommaku. Apakah Eomma benar-benar ada di rumah keluarga Cho yang ketiga? Tapi apakah Eomma benar-benar ada di Eropa seperti yang dikatakan Yoona?

BRUG!

“Mianhae…” ucapku lalu mengambil satu per satu barang yang aku ambil. Bisa-bisanya aku menabrak orang seperti ini. Aku memang benar-benar ceroboh!

“Gwechanna….”

DEG. Suara yang benar-benar kukenal. Aku menoleh ke atas dan terkejut melihat siapa yang aku tabrak. “Eomma?!”

“Taeyeon?!”

“Eomma, kenapa Eomma ada di Seoul? Bukankah Eomma sedang di Ero—“

Eomma langsung berlari sekencang mungkin. “Ah, tunggu!” Aku pun berlari untuk menyusul Eomma sampai di tangkap oleh polisi.

“Mau apa kau nona muda?” tanya salah satu polisi.

“Lepaskan! Aku harus bertemu Eomma!” bentakku pada 2 polisi itu tapi mereka menahan agar aku tidak pergi. Aish, sial sekali nasibku.

“Bagaimana menurutmu?” tanya polisi itu pada temannya yang juga polisi.

“Kamu punya kartu identitas?” tanya polisi satunya dan aku menunjukkan kartuku. “Mwo?! Di, dia anak dari Vello Entertaiment?!”

Kedua polisi itu langsung melepas tanganku. Aku memandang mereka berdua dengan kesal. Mereka segera mengembalikan kartu identitasku dan aku langsung pergi dari tempat itu.

Tunggu dulu. Mungkin mengejar Eomma akan menjadi perbuatan yang benar-benar membahayakan Kyuhyun dan Appanya. Sebaiknya aku bertanya pada Yoona dulu, baru aku mencari Eomma.

Aku membayar seluruh belanjaanku di kasir. Mungkin bertanya pada Yoona harus kutunda karena aku harus memasak makan malam untuk Kai. Tidak bisa kubayangkan jika dia marah-marah padaku karena kelaparan.

*

“Kai!” teriakku. “Makan malam sudah siap!”

Sudah ketiga kalinya aku meneriakinya, tapi dia belum keluar dari kamarnya. Padahal jam 3 tadi dia ngomel padaku mengatakan kalau dia lapar. Tapi setelah makan malam siap –Meski telat dua jam karena sekarang sudah jam 5—dia tidak menampakkan diri.

TOK! TOK!

Aku mengetuk pintu kamarnya. Tidak ada jawaban. “Aish!” aku putuskan untuk membuka pintu kamarnya. Kudapati Kai yang sedang tidur, kepalanya ada di meja dan di pahanya ada sebuah gitar. Kuperhatikan buku-buku yang ada di meja.

“Mwo? Panduan belajar gitar?” gumamku lalu memperhatikan tangannya yang lecet.

Di tempat sampah banyak sekali pick gitar yang sudah rusak. Banyak sekali buku-buku di mejanya seperti ‘panduan belajar gitar dalam waktu satu hari’ atau ‘cara membuat lagu’ maupun ‘bagaimana membuat lirik lagu yang bagus’.

Tak kusangka Kai sangat serius. Dia bahkan rela belajar gitar demi membuat soundtrack itu. Dia pasti lapar sekali setelah berpikir selama… berjam-jam karena kuperhatikan Kai sudah sibuk di kamarnya sejak tadi pagi. Bodohnya aku tidak peka. Harusnya tadi aku belanja lebih cepat.

Aku memperhatikan catatan yang dia pegang dengan erat-erat. “Apa ini lirik lagunya?” aku berusaha mengambil kertas itu dari tangan Kai dan tiba-tiba Kai memegang tanganku.

“Mau lihat ya? Gak akan kubiarkan” ucap Kai lalu mengusap matanya.

“Kai!” teriakku kaget. Tak kusangka dia akan bangun.

“Hahaha, kamu kaget ya?” tanya Kai lalu tersenyum usil.

“Si, siapa juga yang kaget! Aku cuma terkejut kau tiba-tiba memegang tanganku!” seruku menyangkal.

“Hahaha, sama saja, artinya kaget” ucap Kai lalu dia berdiri. “Makan malam sudah siap belum? Aku lapar sekali”

“Aish, aku sudah meneriakimu berkali-kali tapi kau tidak juga keluar dari kamar!” seruku lalu Kai tertawa dan mendahuluiku ke dapur.

Kai langsung duduk di kursi dengan semangat. Dia makan dengan sangat lahap. “Taeyeon tidak makan?”

“Ne, aku tidak lapar” jawabku lalu memperhatikan HPku.

“Makanlah, nanti kamu pingsan” ucap Kai sambil makan.

“Aish, kalau makan jangan ngomong dong!” seruku. “Lagipula, hari ini ada kejadian tak terduga”

“Kejadian apa?” tanya Kai lalu aku menceritakan kejadian saat aku di supermarket membelikan dia makanan. Kai mendengarkan ceritaku sambil makan.

“Yah begitulah kejadiannya” ucapku setelah ceritaku selesai.

“Sebaiknya kau menghubungi Yoona sekarang” sahut Kai yang sudah menyelesaikan makannya.

“Ne” jawabku lalu membuka HPku dan mencari nama Yoona dari kontakku.

Taeyeon               : Yoona-ssi, jawablah!

Yoona                   : Ne, ada apa Taeyeon-ssi?

“Bagaimana?” tanya Kai yang saat itu sedang cuci piring menggantikanku padahal dia pernah memecahkan piring sebelum ini. Memang Kai sama sekali tidak cocok dalam urusan rumah tangga.

“Dia langsung menjawab….” Jawabku lalu kembali fokus ke SMS.

Taeyeon               : Di mana Eomma sekarang?

Yoona                   : Ah, aku lupa bilang padamu, ya? Eommamu sekarang ada di Wina, melanjutkan tour eropanya ^^

Taeyeon               : Jangan bohong, Yoona-ssi. Aku punya bukti kuat kalau Eomma masih di Seoul

“Dia tak menjawab SMSku!” seruku pada Kai setelah Yoona tidak menjawab SMS ku selama 10 menit. “Padahal dia selalu menjawab dengan cepat!”

“Sini aku lihat SMS terakhirmu!” ucap Kai lalu melihat percakapanku dengan Yoona. “Mencurigakan”

“Etthokae? Apa yang harus kita lakukan?” tanyaku pada Kai lalu Kai menarik tanganku. “Kai, kita mau ke mana?!”

“Tentu saja mencari Yoona!” ucap Kai lalu menarikku ke mobil. Dia memasang sabuk pengamannya dan aku juga ikut-ikutan. “Pinjam HPmu”

“Ne….” jawabku lalu memberikan HPku padanya. “Mau apa kau?”

“Melacak lokasi Yoona berdasarkan SMS” jawab Kai cepat. “Begini-begini, aku tidak kalah canggih dengan otak lambanmu”

“Aish, di saat seperti ini masih saja bercanda!” lanjutku kesal tapi aku memperhatikan Kai yang serius. “Bagaimana, ketemu?”

“Belum nih…. Ah! Ketemu!” seru Kai lalu mengendarai mobil secepat kilat.

Ingin sekali aku bilang pada Kai kalau dia harus menurunkan kecepatan, tapi tidak jadi karena wajah Kai terlihat sangat…. Garang. Entah Kai benar-benar menuju ke tempat Yoona atau dia sedang asal nyetir, aku tidak peduli. Yang terpenting misteri ini terpecahkan.

Tak lama kemudian, mobil berhenti di depan sebuah toko buku. Aku dan Kai langsung masuk ke dalam toko itu dan mencari Yoona.

Kami langsung mendapati sosok Yoona yang sedang mengantri untuk membayar bukunya. Dengan secepat kilat, aku memengang tangan Yoona dan itu membuat Yoona sangat kaget.

“Taeyeon….. Dan Kai!!” seru Yoona lalu berusaha melarikan diri.

“Yoona, aku tidak ingin menyakitimu tapi ikutlah denganku dan Kai!” ucapku lalu Yoona mengangguk pelan.

Aku dan Kai segera keluar dari toko buku itu dan aku masih memegangi tangan Yoona agar dia tidak kabur. Aku mengangguk pada Kai seperti ingin mengatakan kalau jangan ancam Yoona tapi biarkan aku ngomong dengan Yoona secara tenang.

“Aku tau Eomma ada di Seoul. Tadi sore aku bertemu dengannya—“

“Kami juga melihat sandal Eomma Taeyeon di depan rumah keluarga Cho dan ponsel yang berbunyi dari dalam rumah itu saat Taeyeon menelpon ke Eommanya” potong Kai dengan tidak sabaran.”Apa bukti ini tidak cukup kuat?”

“Aku tidak ingin bicara di sini, kita bicara di tempat lain saja….” Ucap Yoona.”Kumohon, aku pasti akan menceritakan semuanya, tapi tolong jangan bicara di tempat ini!”

Aku dan Kai mengangguk. Kai masuk ke mobil. Kalau saat berangkat aku duduk di kursi depan yang tepat di samping pengemudi, sekarang aku duduk di kursi belakang. Kami akhirnya menuju ke rumah kami.

“Ceritakan semua yang kau tau” ucap Kai begitu kami duduk di ruang tamu. “Lebih tepatnya ceritakan semua yang Eomma Taeyeon katakan padamu”

“Baiklah tapi tolong jangan memarahiku begitu aku cerita….” Jawab Yoona gugup.

“Tidak akan, Yoona-ssi. Ceritalah dengan tenang. Kami tidak akan memotong” ucapku membuat Yoona mengangguk kecil.

“Apa kalian tahu Yunho si aktor legendaris?” tanya Yoona lalu aku dan Kai mengangguk. “Yunho adalah Appa Taeyeon”

Aku sangat kaget dengan ucapan Yoona. Tapi aku tidak ingin memotong ceritanya.

“Saat masih muda Tuan Cho –Appa Kyuhyun—dan Nona Seunghwi –Eomma Taeyeon—adalah sepasang kekasih. Mereka sangat dekat satu sama lain, bahkan Tuan Cho yang saat itu seharusnya mewarisi Vello Entertaiment dari Ayahnya rela tidak akan menerima kekayaan yang berlimpah demi Nona Seunghwi. Memang, hubungan mereka di tentang oleh Ayah Tuan Cho yang juga pendiri Vello Entertaiment juga Orang tua dari Nona Seunghwi. Intinya, orang tua kedua belah pihak tidak ada yang menyetujui.” Ucap Yoona panjang lebar.

“Akhirnya mereka menikah diam-diam. Mereka tinggal di sebuah rumah di pinggir kota Seoul. Tuan Cho dan Nona Seunghwi memutuskan untuk membuat rumah tangga. Salah satunya dengan memiliki anak. Mereka melakukannya dengan bayi tabung. Kalian pasti tahu apa itu bayi tabung, kan?” tanya Yoona lalu aku dan Kai mengangguk.

“Tak disangka, karena kesalahan dokter, bukan sperma Tuan Cho yang digabungkan dengan sel terlur Nona Seunghwi, melainkan sperma Tuan Yunho –aktor legendaris—yang saat itu Tuan Yunho hanya mengorbankan spermanya untuk syuting film” lanjut Yoona

“Setelah anak itu lahir, Tuan Cho dan Nona Seunghwi yang awalnya tidak percaya kalau itu sebenarnya anak Tuan Yunho dengan Nona Seunghwi, melakukan tes DNA. Hasilnya tentu saja anak itu anak Tuan Yunho dengan Nona Seunghwi. Tuan Yunho yang ternyata teman masa kecil Nona Seunghwi merasa sangat bersalah dan berjanji pada Nona Seunghwi bahwa dia tidak akan muncul di depan anak itu kecuali anak itu sudah berumur 18 tahun” ucapan Yoona membuatku sangat kaget.

“Tuan Cho yang merasa posisinya tidak dihargai, akhirnya bercerai dengan Nona Seunghwi. Tuan Cho berjanji akan mempunyai anak laki-laki dan akan dinikahkan dengan anak Nona Seunghwi” Yoona menghembusakn nafasnya tanda cerita sudah selesai.

“Jadi karena itu Taeyeon mempunyai aura yang kuat sebagai artis… Pantas saja, dia anak dari Yunho!” seru Kai takjub.

“Ne… Itu juga alasan kenapa Appa Kyuhyun menjodohkan Taeyeon dengan Kyuhyun”  sahut Yoona.

“Ini juga salah satu alasan kenapa Eomma melarangku bertemu dengan Yunho?” tanyaku lalu Yoona mengangguk.

“Ne. Memang usiamu sekarang genap 18 tahun tapi Eommamu sangat takut kalau Yunho menceritakan segalanya padamu hingga kamu membatalkan perjodohan. Tuan Yunho tidak tahu kalau Tuan Cho dan Nona Seunghwi berjanji akan menjodohkanmu dengan Kyuhyun” jawab Yoona.

“Lalu kenapa Eomma tidak ingin mengangkat teleponku, menemuiku atau bahkan tidak mengaku kalau Eomma adalah orang yang tadi kutabrak di supermarket?!” tanyaku dengan mata berkaca-kaca pada Yoona.

“Eommamu tidak ingin melihat wajah menderitamu karena berpura-pura pacaran dengan Kyuhyun. Eommamu merasa bersalah karena Eommamu lah yang menyuruh Taeyeon dan Kyuhyun untuk pura-pura berpacaran, Eommamu ingin kau menjalaninya dengan tabah” jawab Yoona lalu memelukku. “Pasti susah sekali berada di sisimu, Taeyeon-ssi….”

“Gwechanna, Yoona-ssi… Gomawo sudah mau cerita….” Ucapku membalas pelukan Yoona.

“Taeyeon?” sapa seseorang dan membuat aku, Kai dan Yoona menoleh ke sumber suara.

“Kyuhyun-ssi!” seruku kaget.

“Apa yang sedang kalian bertiga lakukan? Bukannya aku sudah melarang kamu bertemu dengan Yoona?!” tanya Kyuhyun dengan marah.

“Aku pulang dulu” ucap Yoona lalu keluar dari rumah kami.

“Aku butuh penjelasan… Kalau tidak kau akan aku—“

“Jangan sakiti Taeyeon!” seru Kai memotong ucapan Kyuhyun.

“Diam, Kai! Ini hanya akan dijawab oleh Taeyeon…!” sahut Kyuhyun membuat Kai bungkam. “Taeyeon, bagaimana kalau sandiwara kita terbongkar dan Yoona menyebarkannya ke orang-orang lalu Appaku dengar? Habislah kita!”

Kyuhyun tidak tahu kalau Yoona sudah mengetahui sandiwara ini. Aku percaya Yoona tidak akan melakukan hal itu, tapi aku juga tidak boleh bilang seperti ini ke Kyuhyun. Aku harus membuat Kyuhyun tenang…

“Kyuhyun-ssi… Maukah kau mengabulkan permintaanku ini?” tanyaku pada Kyuhyun. Kai memasuki kamarnya, meninggalkan kami berdua saja.

“Apa?” tanya Kyuhyun lalu aku mendekat selangkah.

“Setelah pekerjaanku mengisi soundtrack selesai… Ayo kita bertunangan, ah bukan. Ayo kita menikah”

TO BE CONTINUED…..

 

 

Annyeonghaseyo! Ini adalah obrolan end cerita ke lima! Wah, cepat sekali ya sudah step 05? Awalnya step 05 ini mau kubagi dua part yaitu part A dan part B tapi aku tidak tahu mau potong ceritanya di bagian mana, akhirnya aku teruskan saja, deh!

Ceritanya semakin seru tapi Author juga kehabisan ide -_- Tapi untunglah bisa lanjut hingga kata ‘to be continued’ hehehe….  Kehadiran Kyuhyun di sini semakin sedikit padahal peran Kyuhyun di sini sangat besar…. Mungkin di chapter selanjutnya dia akan makin banyak wkwk

Susah sekali membuat FF dengan 3 cowok main cast, tapi menyenangkan hehehe… Aku suka sekali membuat banyak cast cowok daripada cast cewek karena cast cowok pasti kesukaanku kecuali mungkin di sini karena tidak ada Baekhyun –biasku nomor satu di dunia ini—jadinya cerita ini sedikit aneh, hehe… Apa kalian juga merasa begitu?

FF ini Author tidak tahu akan selesai di chapter berapa, tapi melihat kondisi Author yang selalu kehabisan ide di tengah-tengah cerita, sepertinya FF ini akan selesai kurang dari 10 chapter. Yah, semoga Dewa memberiku ide berlimpah supaya FF ini bisa lebih dari 10 chapter… Atau mungkin 20 chapter? Wkwk

Baiklah seperti biasa, no silent reader! Entah berapa kali aku sudah bilang begini hehehe…. ><  Karena tangan Author sangat capek mengetik FF ini dan Author berharap Author punya tangan yang kuat dan tubuh yang tidak akan pernah ngantuk untuk selalu membuat FF ini… Oke! Sampai jumpa di “Flawless Step By Step – Step 06” Gomawo udah read!

 

 

2 thoughts on “Flawless Step by Step – Step 05

  1. Wah taeyeon sama kyuhyun pengen nikah-_- padahal aku pengennya suho taeyeon wkwk #ngarep. Bener banget thor kaya ada yang kurang karena gak ada baekhyun ㅋ. Lanjut terusss ditunggu chap 6!!

  2. Wah wah ada yang mau melangsungkan pernikahan nih ceritanya?? Hmm… Ga setuju ah! Masa demi perjanjian itu Kyu ama Tae harus nikah sih ya?! eh ga boleh -o-! Terus SUHO nya? mau digimanakan thor? YoonA nya itu yang waktu Kyuhyun marah-marah udah keluar apartemennya belum? Next Chap cepat cepat cepaatt!! 😀 semangat thor!

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s