[Freelance] Only You (Chapter 1)

Baekyeon only you . taewinkim fanfiction

Only you (chapter 1)

Author : Taewin Kim

Main Cast : Byun Baekhyun (EXO) , Kim Taeyeon (GG)

Other Cast : Find for your self.

Genre : Romance , Friendship , School-life

Rate : PG-15

A/N : Annyeong ^^)/ this is my first fanfiction , jadi mohon maaf kalau ceritanya jelek, karakter cast yg tidak sesuai, alurnya ngga jelas, dan BAD poster. -_-

Tapi ini ff murni pemikiran saya ^^) , jadi kalau ada kesamaan tokoh, karakter dan cerita. Itu sungguh TIDAK DI SENGAJA. ^^)

DON’T LIKE JUST DON’T READ .

Happy reading ^^)

“jujulah terhadap perasaan mu dan kembali lah seperti dulu Byun Baekhyun”

 

~~XOXO~XOXO~

 

 

“Baekhyun”

“…”

“Byun Baekhyun !!”

“…”

“YA ! BYUN BAEKHYUN”

Namja berwajah baby face yang sedang duduk melamun itu terlonjak kaget dan hampir saja jatuh jika dia tidak segera berusaha menyeimbangkan tubuhnya. Segera dia tolehkan pandanganya ke arah namja yang berteriak mengagetkanya barusan.

“Apa yang kau lakukan Park Chanyeol?” tanya namja bernama Byun Baekhyun kesal.

“ Ya! apa tidak sadar sudah berapa ratus kali aku memanggil mu ? tapi kau malah asik dengan lamunan mesum mu itu.” Seru namja bertubuh lebih tinggi dari Baekhyun setengah berteriak.

Baekhyun hanya memutar bola matanya malas mendengar perkataan sahabatnya itu, dan segera memalingkan pandanganya ke sembarang arah.

“Apa yang kau lamunkan Baekhyun?” tanya Chanyeol sok penasaran. “Kim Taeyeon?” goda Chanyeol dengan evil smirk-nya.

Wajah Baekhyun seketika sedikit memerah. “Te_tentu saja bukan” tukas Baekhyun sigap meskipun sedikit terbata.

Chanyeol tidak menanggapi pernyataan Baekhyun, dan hanya terus menatap Baekhyun masih dengan evil smirk-nya yang membuat Baekhyun semakin salah tingkah.

“YA ! HENTIKAN MENATAP KU SEPERTI ITU PARK CHANYEOL!” seru Baekhyun merasa tersudutkan oleh tatapan sahabatnya itu.

“Wae?” tanya Chanyeol masih dengan tatapan yang sama.

“Itu sangat mengganggu ku” seru Baekhyun sedikit kesal.

“Jinjja?” goda Chaenyol dengan evil smirk yang menurut Baekhyun terlihat semakin mengganggunya.

“Aku sudah tidak mencintai Kim Taeyeon, lagi pula aku sudah punya yeojachingu baru” tegas Baekhyun sedikit menaikan nada bicaranya.

“Tunggu…” Chanyeol menahan kata- katanya. “apa tadi aku bertanya tentang perasaan dan status mu?” tanya Chanyeol dengan memasang ekspresi wajah penasaran yang di buat- buat.

Perkataan Chanyeol sukses membuat sahabatnya itu mati langkah. Manik mata Baekhyun terlihat bergerak kesana kemari, otaknya tidak bisa bekerja memikirkan satu katapun untuk menjawab pertanyaan Chanyeol. “Baekhyun?” panggil Chanyeol lembut, tentu saja dia masih berusaha menggoda sahabatnya itu.

“A_ah itu..” Baekhyun masih terlihat berpikir dan memalingkan pandanganya ke sembarang arah.

“Wae?” goda Chanyeol yang berusaha keras menahan tawanya melihat sikap sahabatnya yang menurutnya benar- benar terlihat menggelikan.

“a_ah itu, tatapan mu itu terlihat bertanya seperti itu pada ku” jawab Baekhyun sekenanya.

“Jinjja?” sepertinya namja bernama Chanyeol ini tidak akan berhenti menggoda sampai wajah sahabatnya itu berubah seperti kepiting rebus.

“YA! HENTIKAN ! AKU LAPAR” teriak Baekhyun kehabisan kata. Lalu berjalan tergesa- gesa meninggalkan sahabatnya yang tengah tertawa terbahak menertawakan dirinya yang mungkin terlihat sangat bodoh sekarang ini.

“TUNGGU BYUN BAEKHYUN AKU HANYA BERCANDA!” seru Chanyeol yang baru tersadar setelah cukup lama tertawa dan melihat punggung sahabatnya yang kini telah jauh berjalan ke arah kantin di kampusnya itu, lalu bergegas menyusulnya.

~~XOXO~XOXO~

“1 cheese burger dan 1 banana juice” ujar Chanyeol menyebutkan pesananya di sebuah kantin di kampusnya.”kau?” tanya-nya sambil menoleh ke arah  sahabatnya yang menurutnya kurang aktif selama beberapa minggu terakhir ini.

“sandwhich daging panggang dan strawberry juice” ujar Baekhyun.

“baiklah, tunggu sebentar” seru ahjumma penjaga kantin ramah.

“sandwhich daging panggang dan strawberry juice” Chanyeol bergumam dengan senyum yang sulit di artikan.

Baekhyun yang seolah mengerti dengan arti senyum sahabatnya itu langsung membuang pandanganya ke sembarang arah.

“sepertinya dulu hampir setiap hari ‘seseorang’ memesan menu seperti itu” gumam Chanyeol lagi masih dengan senyum yang sama, namun kali ini dia mengarahkan pandangannya ke arah Baekhyun seolah ingin membuat sahabatnya itu mengatakan siapa orang yang dia maksudkan dengan ‘seseorang’. “tapi siapa ya?” tanya Chanyeol pura- pura berpikir.

Baekhyun hanya mendengus sebal mendengar perkataan sahabatnya itu. “Kim Taeyeon” jawab Baekhyun pelan. “kau puas?”

“sangat” jawab Chanyeol sedikit terkekeh.

Baekhyun kembali mendegus sebal melihat tingkah sahabatnya itu. “tidak ada maksud apa- apa” ujar Baekhyun menjelaskan. “hanya saja tiba- tiba aku ingin makan itu”

“mianhae, Tuan. Byun apa tadi aku bertanya sesuatu?” Chanyeol kembali terkekeh puas.

“aish” desis Baekhyun kesal.

Chanyeol tidak bisa menahan tawanya melihat kekesalan sahabatnya itu. hari ini sudah beberapa kali dia berhasil menggoda sahabatnya itu.

“pesanan sudah siap, silahkan” seru ahjumma penjaga kantin sedikit mengaggetkan keduanya.

Kedua namja itu lekas mencari meja kosong sambil membawa pesanan mereka masing- masing.

“Chagi.. Channie . sebelah sini” seru seorang yeoja.

Chanyeol segera menghampiri meja yeoja yang memanggilnya di ikuti Baekhyun yang terlihat berjalan sedikit malas.

“Annyeong Bora-ah , Soyou-ah” sapa Chanyeol.

“Annyeong Channie” balas keduanya.

Sementara Baekhyun langsung saja duduk dan hendak langsung menyantap makananya.

“Chagi” seru yeoja cantik yang bernama lengkap Yoon Bora.

Baekhyun hanya menoleh dan menatap seolah bertanya ‘apa?’.

“kau tidak menyapa kami?” tanya Bora sedikit manja.

Baekhyun terlihat memutar bola matanya sekilas. “ah, Annyeong Bora-ah . Annyeong Soyou-ah” sapa Baekhyun dengan senyum yang sangat terlihat di paksakan. Dan kembali melanjutkan kegiatanya yang sempat terhenti tadi. Ya,Makan.

Bora terlihat tidak senang terhadap sikap namjachingunya itu yang terkesan dingin, sementara Soyou dan Chanyeol hanya terkekeh kecil melihat keduanya.

“Chagi, bisakah kita pulang bersama hari ini?” tanya Bora memasang aegyo. “sejak resmi berpacaran kita hanya pulang bersama satu kali saja”

“Bisakah aku selesaikan makan ku terlebih dahulu?” tanya Baekhyun dingin, lalu kembali melanjutkan makanya.

Bora menunduk kecewa.  “mianhae” ujarnya menyesal.

Baekhyun seolah tidak mendengar dan terus melanjutkan makanya. Dua orang lainya yang berada di meja itu berpura- pura tidak peduli , tidak ingin ikut campur.

“Aku dan Chanyeol harus latihan untuk seleksi tim basket kampus nanti sore” ujar baekhyun beberapa saat setelah selesai menyantap makananya. “mian”

Chanyeol terlihat sedikit kaget mendengar perkataan sahabatnya yang tentu saja bohong, karena hanya dirinya saja yang hendak mengikuti seleksi tim basket kampus minggu depan nanti.

Bora terlihat sedikit kecewa. “gwenchana” ujar Bora lirih. “paling tidak aku bisa bertemu dengan mu setiap jam istirahat seperti ini” ujar Bora memaksakan senyum.

Baekhyun tersenyum tipis membalasnya. “kalo begitu kami masuk kelas duluan”

“mwo? Masuk kelas sekarang?” tanya Chanyeol dengan mulut yang masih mengunyah makananya.

Baekhyun hanya mengangguk mengiyakan, dan segera beranjak pergi dari mejanya.

“ah, mian kami harus pergi duluan” ujar Chanyeol. ”annyeong Bora-ah. Soyou-ah” seru Chanyeol sebelum pergi meninggalkan dua yeoja yang masih duduk di meja.

“annyeong Channie” balas keduanya serentak.

Suasana hening sangat terasa selepas kedua namja itu pergi. Sampai salah satu dari yeoja yang tengah duduk hening mencoba membuka suara.

“Yoon Boora” seru Soyou.

“Wae?” sahut Bora.

“mianhae aku bertanya seperti ini tapi.. “ Soyou menahan perkataanya. “ apa kau yakin Baekhyun mencintai mu?”

Raut wajah Bora terlihat semakin bersedih mendengar pertanyaan sahabat paling dekatnya itu.

“ah, Mian. Tidak usah di jawab saja” ujar Souyou saat menyadari perubahan raut wajah sahabatnya.

Bora menggeleng pelan seolah mengatakan ‘Gwenchana’.

“aku tidak tahu” jawab Bora masih tertunduk. “ yang aku tahu..  aku sangat mencintai namja bernama Byun Baekhyun itu” tanpa sadar butiran kristal cair mengalir bersamaan dengan sebuah senyum tulus terulas di wajah Bora.

“mianhae” ujar Dara menyesal, sambil mengusap pundak kepala sahabatnya.

“ah. gwenchana” ujar Bora menghapus air matanya dan berusaha memaksakan sebuah senyum.

~~XOXO~XOXO~

“Baekhyun”

“wae?” tanya Baekhyun saat mendengar sahabatnya yang tengah berjalan disampingnya memanggil namanya.

“kenapa kau berbohong pada Bora?” tanya namja jangkung di samping Baekhyun.

Baekhyun terus berjalan dengan pandangan lurus kedepan seolah tidak mendengar pertanyaan sahabatnya itu.

“kau tidak mencintainya?” “kau hanya memanfaatkanya ‘kan?”ujar Chanyeol dengan sedikit mempercepat langkahnya bermaksud menyamakanya posisi dengan Baekhyun.

Langkah Baekhyun terhenti tiba- tiba, Chanyeol menoleh ke arah Baekhyun yang tiba- tiba berhenti. “Baekhyun?”

Baekhyun hanya memandang kosong lantai tempatnya berpijak. Pertanyaan Chanyeol barusan seperti sebuah tali yang mencekik lehernya. Sekilas terasa sesak di dada Baekhyun.’aku memanfaatkanya?’ batin Baekhyun.

“Baekhyun?” seru Chanyeol.

Baekhyun seperti tidak mendengarkan panggilan sahabatnya dan tetap fokus dengan pemikiranya.’tidak, aku tidak memanfaatkanya’batin baekhyun.

“Baekhyun?” Chanyeol menepuk pelan pundak sahabatnya itu.

“aku tidak memanfaatkanya.. ” ujar baekhyun.

Chanyeol tidak menjawab, tetapi pandanganya terlihat seperti menyuruh Baekhyun segera melanjutkan kalimatnya.

“aku hanya belum bisa mencintai dia sepenuhnya” Baekhyun masih memandang kosong lalu terlihat tersenyum tipis sekilas. “ tetapi aku sangat yakin suatu saat nanti Bora ..”

“kau sangat yakin suatu saat nanti Bora akan bisa menggantikan posisi Taeyeon di hatimu?” Chanyeol memotong perkataan Baekhyun.

Baekhyun menatap Chanyeol sekilas, lalu membuang pandanganya ke sembarang arah.

“wae? Kau tidak yakin?” tanya Chanyeol.

Baekhyun hanya terus memandang tidak jelas ke sembarang arah.

“ mian, aku harus mengatakan ini” kalimat Chanyeol berhasil menarik perhatian Baekhyun yang langsung menatap tidak mengerti pada sahabatnya.

“apa kau tahu betapa terpuruknya Taeyeon saat kau mengakhiri hubungan kalian?” tanya Chanyeol dengan pandangan kosong ke depan.

Baekhyun tidak dapat mengeluarkan sepatah katapun. Lidahnya terasa seperti kaku.

“aku mendengar Taeyeon . .” Chanyeol berkata- kata dengan ekpresi yang sulit.

Meskipun tidak mengeluarkan sepatah katapun, tetapi dalam hatinya baekhyun sangat tidak sabar mendengar kalimat Chanyeol selanjutnya.

“Taeyeon di jodohkan oleh orang tuanya”

Kalimat singkat yang sukses membuat dada Baekhyun sesak, sakit, sangat sakit .mungkin terasa di hujani beribu pisau. Baekhyun menunduk , matanya terasa panas. “ kau bercanda?” suara Baekhyun terdengar sedikit bergetar.

“aku mendegarnya dari Sunny”

Tidak terasa butiran kristal cair menetes menyusuri permukaan halus wajah Baekhyun. Baekhyun menyeka air matanya, dan segera berlari meninggalkan Chanyeol.

“Baekhyun” seru Chanyeol setengah berteriak.

Tapi sahabatnya itu seperti tidak mendengarkanya dan terus berlari menjauh.

“jujurlah terhadap perasaan mu dan kembali lah seperti dulu Byun Baekhyun” gumam Chanyeol.

~~XOXO~XOXO~

 

Suasana kelas sangat ricuh seperti biasanya, seorang namja bertubuh tinggi memasuki kelasnya dengan tangan di sakunya.

“Vitamin X”

Chanyeol mendengus sebal, tanpa melihat pun dia sudah bisa mengetahui siapa yang memanggilnya dengan sebutan ‘Vitamin X’. Chanyeol akhirnya menoleh dan menatap malas pada namja yang memanggilnya ‘Vitamin X’.

“Just call me Vitamin, Kim Min Seok” seru Chanyeol sedikit kesal. Sementara lawan bicaranya malah tertawa terbahak melihat ekspresi kesal sahabatnya.

“haha.. just kidding Chanie” ujar namja yang lebih suka di panggil Xiumin itu dengan aegyo-nya.

Chanyeol memutar bola matanya sebal.”Baekhyun belum kembali?” tanya-nya sambil mengedarkan pandanganya ke seluruh sudut ruang kelas.

Xiumin menggelengkan kepalanya. “ bukan kah dia bersama mu tadi?”

“aku memang tadi bersamanya, tapi tadi dia pergi meninggalkan ku karena suatu hal” ujar Chanyeol.”aku tidak menyusulnya karena aku kira dia hendak kembali ke kelas” tambahnya.

“Aku sedari tadi tertidur di sini, tapi aku tidak melihatnya” ujar Xiumin dengan wajah polos yang membuat Chanyeol kembali memutar bola matanya.

“jelas saja kau tidak melihatnya jika kau tertidur Kim Minseok” ujar Chanyeol sedikit greget.

“memang aku berkata seperti itu kan tadi?” tanya Xiumin polos.

“lupakan!” dengus Chanyeol kesal.

Chanyeol memandang bangku kosong Baekhyun di sampingnya.’Byun Baekhyun dimana kau?’batinya.

~~XOXO~XOXO~

Kelas telah selesai semua bergegas orang meninggalkan ruang kelas, kecuali dua orang namja yang terlihat memasang wajah khawatir mereka.

“kelas sudah selesai dan Baekhyun masih belum kembali” seru Xiumin sedikit panik. “Chanyeol bagaimana ini?”

“aku sudah coba menghubunginya beberapa kali ..”

“lalu bagaimana?” potong Xiumin saking paniknya.

“Baekhyun mematikan iphonenya” ujar Chanyeol lemas.

Keduanya hening karena sibuk dengan pikiran masing- masing tentang sahabatnya yang tidak diketahui keberadaanya. Apalagi dengan kondisi pikiran yang pasti sangat kacau yang bisa saja membuat Baekhyun melakukan hal yang di luar dugaan.

“sebaiknya kita pulang saja dan tetap mengaktifkan iphone kita, siapa tahu Baekhyun menghubungi salah satu dari kita” ujar Chanyeol.

“apa kita tidak akan mencoba mencarinya?” tanya Xiumin.

“mencari kemana?” tanya Chanyeol. “aku juga sangat mengkhawatirkanya, tetapi mencari kesembarang tempat hanya akan membuang waktu kita”ujar chanyeol. “Baekhyun tidak punya tempat isitimewa yang sering dia kunjungi, dia hanya menhabiskan waktunya dengan taeyeon atau dengan iphone kesayanganya.” Jelasnya.

Xiumin mengangguk membenarkan. “ baiklah kita pulang” ujar Xiumin. “kabari aku jika Baekhyun menghubungi mu”

Chanyeol mengangguk dan keduanya melangkahkan kaki keluar dari ruang kelas mereka.

~~XOXO~XOXO~

Pada waktu yang hampir sama seorang namja terlihat kepayahan dengan kepala yang di tempelkan di meja. Sepertinya di mabuk berat, terlihat dari matanya yang memerah dan mulutnya yang sedari tadi meracau tidak jelas.

“berikan lagi aku segelas martini” seru namja itu kepada seorang namja berpakaian seperti waitress.

“Baekhyun, aku rasa kau terlalu banyak minum” ujar seorang namja berwajah cantik seperti yeoja

Baekhyun terlihat susah payah mengangkat kepalanya.” Berikan saja minuman ku Xi Lu han”

Namja bernama Luhan itu terpaksa memberikan minuman yang di inginkan sahabatnya itu. dengan cepat Baekhyun meneguk habis minuman yang baru saja di berikan luhan dan kembali menempelkan kepalanya di meja.

“Taeyeon . . Kim Taeyeon . .” racau Baekhyun pelan.

“Taeyeon?” guman Luhan bingung.’sepertinya nama seorang yeoja, aigoo mungkin Baekhyun sedang patah hati’ batin Luhan sembari menatap miris sahabatnya itu.

“Taeyeon . . Kim Taeyeon . .saranghaeyo”

~~XOXO~XOXO~

“Mwo? Baekhyun belum pulang?” teriak Chanyeol kaget saat eomma Baekhyun menelponya dan bertanya kemana Baekhyun. Chanyeol terdiam mendengarkan suara eomma baekhyun.

“baiklah ahjumma, saya akan tanyakan pada Xiumin”ujar Chanyeol lalu mengakhiri percakapanya

BUUKKKKKKKKK

“ini salah ku” Chanyeol memukulkan tangan kananya ke dinding kamarnya.

“kemana kau Byun Baekhyun?” gumamnya pelan

-TBC-

Jelek ya?? pasti absurd banget ya?? pembendaharaan katanya minim ya?? miah chingu. Tapi tolong koment ya, koment kalian Oxigen buat Author ^^)

38 thoughts on “[Freelance] Only You (Chapter 1)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s