[Freelance] My Lady

PicsArt_1390096933758

My Lady

By Lee Yoon Ji

Casting by

Kris Wu | Jessica Jung

Supporting by

Tiffany Hwang | DO Kyungsoo

Genre

Romance | AU

Length

Oneshot

Rating

PG13+

Dislcaimer

All of the casts belongs to their God, Parents and Agency. I just borrow that. Poster by me. Comment, like or anything but don’t be siders. Happy reading.

**

Jika Eliza dalam drama My Fair Lady itu nyata, kurasa yeoja dingin dan kaku yang berada di depanku inilah sosok Eliza. Wajah putihnya yang jarang sekali menampilkan senyum. Membuatku yang di juluki Professor Higgins justru dengan mudahnya meleleh di depannya. Seperti coklat.

**

-Kris-

“Apa kalian semua mengerti tentang pelajaran yang tadi kita bahas?”tanyaku sambil menutup buku dan mengetuk beberapa kali penghapus kayu di meja untuk mendapatkan perhatian dari para mahasiswaku.

“Ne sem!”jawab para remaja yang kira-kira berusia 19 tahun-an. Tidak berbeda jauh denganku.

“Tunggu sebentar, masih ada satu nilai yang belum masuk…Jung, Jessica Jung, yang mana orangnya?”tanyaku sambil menyapukan pandangan pada seluruh kelas. Beberapa mahasiswa perempuan terlihat berbisik sambil mengalihkan pandangan mereka pada seorang yeoja yang kepalanya menyatu dengan meja. Maksudku, mahasiswa perempuan itu tertidur. 

“Sica, irona…”. Kudengar mahasiswa perempuan yang berada di depannya terlihat membangunkan gadis itu.

“Cukup Tiffany, biarkan saja temanmu itu, kalian semua boleh keluar sekarang” kataku cepat sambil menunjuk pintu keluar. Tiffany terlihat bimbang meninggalkan temannya sampai akhirnya aku memberikan tatapan dinginku yang terkenal dan akhirnya dia menurut.

“Ugghhh…ribut sekali”.

-Jessica-

Aku sedang asik bermimpi tentang tempat tidur ku yang hangat dan empuk ketika hidungku merasakan sebuah hawa aneh masuk. Dengan pelan kubuka kedua mataku karena aku juga merasa aneh kenapa suasananya sangat tenang.

“Kau tidur dengan nyenyak nona Jung?”.

Deg!

Dengan segera aku mengangkat kepalaku dari meja dan merapikan tatanan rambutku yang sebenarnya tidak rusak. Hanya saja aku masih terlalu gugup dan kaget ketika melihat wajah Kris berada dekat dengan wajahku. Bahkan aku bisa melihat ketajaman matanya yang terkenal di kalangan para mahasiswa.

“Se…sem”ucapku terbata-bata ketika mata elang Kris tidak juga berpaling menatapku.

“Apa ini menyenangkan nona Jung? Tertidur saat pelajaran?”tanyanya sambil menarik tangan ke belakang. Sial. Walaupun aku tahu bahwa umur Kris dan umurku tidak terpaut jauh tapi tetap saja aku merasa saat ini aku seperti anak kecil yang tertangkap basah mencuri permen dari orang tuaku dan Kris, tidak jauh berbeda dengan appa jika sedang marah.

“Mianhada sem”jawabku sambil menundukkan kepala. Aku tahu sifat Kris kepada mahasiswa-nya yang berbuat kesalahan. Dia akan memberi hukuman yang cukup membuatmu akan merasa berada di neraka. Berlembar-lembar tugas akan menunggumu Jessica, begitulah caraku mengartikan tatapan Kris saat itu.

“Kau boleh pulang sekarang, aku tidak akan menghukum-mu”. Ucapan Kris tadi seketika membuat kepalaku tegak. Aku tidak mendapat hukuman?. Ini keajaiban.

“Tapi…”. Oh tidak!.

“Besok kau harus membantuku”lanjutnya sambil menyentuh bahuku. Untuk sesaat aku bisa merasakan jantungku tidak berdetak dengan normal. Perasaan apa ini?.

“Membantu…sem?”ulangku bingung. Jenis bantuan apa yang namja seperti Kris butuhkan dari yeoja malas sepertiku?. Aneh.

-Author-

Flashback

Kertas glossy berukuran 4X5R itu terlihat usang di makan waktu. Tapi tidak dengan wajah di foto-foto tersebut. Keempat orang anggota keluarga dalam foto itu terlihat bahagia.

“Biar kutebak, dia yang bernama Jessica kan?”tanya Kris sambil menunjuk seorang anak perempuan yang duduk di pangkuan appanya dengan mengenakan gaun putih yang sangat cocok untuk wajahnya.

“Jeball Kris, kau tahu bahwa appa dan appa-nya Jessica sudah berteman sejak dulu, dan sekarang sejak appanya meninggal, Jessica-lah yang menanggung beban eomma dan adiknya, Krystal. Selama ini kita selalu membantunya, tapi sekarang dia sudah cukup dewasa untuk mengetahui kenyataan bahwa sebenarnya dia adalah pewaris tunggal SM Group”. Ayah Kris menyentuh bahu namja berusia 20 tahun di depannya itu dengan wajah penuh harap.

“Selama ini dia hidup tanpa…baiklah, aturan untuk menjadi seorang pewaris group besar, lantas apa yang bisa kulakukan? Aku bahkan tidak mengenalnya”. Kris melempar pelan foto yang sedari tadi dipegangnya ke atas meja kaca.

“Ubah dia Kris, appa tahu kau mampu”.

Flashback End

Ini gila. Pikir Kris. Dia baru saja menginjak usia 20 tahun dan sekarang dia justru harus menghadapi sebuah masalah yang menurutnya tidak seharusnya menjadi masalahnya.

“Jessica Jung” ucap Kris pelan.

-Kris-

Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 ketika aku sudah mulai memasuki kelas Jessica. Mahasiswa yang tadinya ribut langsung diam dan mulai membuka buku mereka. Hampir semua mahasiswa melakukannya, kecuali satu orang.

“Gadis yang di belakang, jika kau ingin tidur lagi kau bisa keluar dari kelasku sekarang”ucapku keras sambil meletakkan tangan di pinggang. Semua mahasiswa serentak menoleh ke arah belakang tempat seorang mahasiswi yang masih meletakkan kepalanya di atas meja mulai terbangun dan terlihat bingung dengan apa yang terjadi.

“Se..sem” ucap Jessica pelan sambil menegakkan posisi duduknya.

“Cuci mukamu nona Jung dan jika kau sudah mulai bisa mendapatkan kesadaranmu sepenuhnya, baru kau masuk lagi”. Kataku sambil membuka pintu dan memberi tatapan mematikan yang biasa kuberikan untuk mahasiswa yang bermasalah. Jessica terlihat terkejut dengan perintahku tapi akhirnya dia menurut dan berjalan pelan melewatiku.

“Dosen yang jahat”.

-Jessica-

Aku tidak habis fikir bagaimana bisa sekolah elit sekelas Genie University mau mempekerjakan seorang dosen galak seperti seorang Kris Wu. Baiklah, aku akan mengakui bahwa walaupun umurnya masih 20 tahum, tapi Kris termasuk namja langka di Korea. Kemampuan bahasanya tanpa cela bahkan dia menguasai lima bahasa di dunia. Dia juga sudah mendapat gelar doktor di usianya yang masih sangat muda tapi sayang semua itu seperti sirna ketika dia sudah mulai mengeluarkan tatapan galak dan dinginnya.

Jrrssssss

Kuikuti perintah Kris untuk mencuci muka dan segera saja rasa dingin dan segar menjalari wajahku.

“Ini”ucap seseorang yang tiba-tiba menyodorkan sebuah handuk kecil berwarna biru di depanku. Kuangkat tubuhku yang sedang membungkuk dan pemandangan wajah seorang namja yang sedang tersenyum ramah langsung memenuhi pandanganku.

“Ayo cepat ambil, aku harus segera kembali ke lapangan”. Namja itu langsung meraih tanganku dan meletakkan handuk kecil tadi di atasnya. Belum sempat aku membuka mulut tapi namja itu sudah keburu lari dengan kecepatan yang lumayan tinggi.

“Siapa dia?”.

-Author-

“Mianhae Sica~ssi, akhir-akhir toko sedang ramai, jadi aku memperkejakan pegawai tetap”. Kim Ahjussi menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal sambil terus menatap bersalah kepada Jessica.

“Ah begitu, arasso Ahjussi, gamsahamnida sudah menerimaku bekerja di sini selama ini, semoga bisnismu semakin lancar”balas Jessica berusaha tersenyum lalu berbalik dan mulai berjalan pelan di trotoar. Kandas sudah harapannya untuk membelikan hadiah ulang tahun Krystal, adik perempuan satu-satunya yang selama ini sangat ia sayangi. Sambil berjalan Jessica terus menendang-nendang kaleng minuman kosong yang tadi menghalangi jalannya.

Buk!

“Aww!”. Teriak seseorang yang kepalanya tidak sengaja terkena tendangan kaleng Jessica. Jessica yang sadar bahwa aksinya tadi sudah mencelakai orang langsung menghampiri orang tersebut dan sedikit terkejut karena orang itu mirip dengan orang yang tadi memberinya handuk di kampus.

“Oh, kau lagi” ucap orang itu dengan wajah sangat gembira melihat Jessica.

“Cheosonghamnida, aku yang menendang kaleng itu dan membuatnya mengenai kepalamu”. Jessica sudah siap membungkukkan badannya ketika tangan orang itu menyentuh bahunya dan membuatnya tetap tegap. Bahkan orang itu tersenyum.

“Gweancana, kau pasti sedang kesal makanya menendang kaleng, ada apa?”tanya orang itu sambil memasukkan kedua tangannya di saku celana dan memberi isyarat kepada Jessica untuk jalan.

“Aku…”.

“Jessica Jung, kau tidak lupa dengan hukumanmu kemarin kan?”.

-Jessica-

“Se…sem”ucapku ketika melihat Kris sudah bersandar di pintu mobilnya yang berwarna putih sambil bersedekap. Dia menatap namja di sampingku dengan seksama.

“Kau Do Kyungsoo kan?” tanya Kris kepada namja di sebelahku itu. Aku sedikit terkejut ketika Kris tahu nama namja itu karena pada detik itu juga namja bernama Do Kyungsoo itu mengangguk.

“Jessica, kuharap kau tidak lupa dengan pelanggaran yang kau lakukan kemarin dan juga permintaan sebagai hukumanmu, sekarang masuk ke dalam”. Kris membukakan pintu penumpang di belakang untukku sambil memberikan tatapan tajamnya. Tanpa banyak bicara karena takut Kris akan semakin galak, aku segera menurutinya tanpa menoleh ataupun mengucapkan kata-kata pada Kyungsoo. Bisa kurasakan Kyungsoo menatapku dengan khawatir karena dia dan aku juga tahu bahwa Kris adalah dosen yang sangat kejam.

“Sem, apa yang mau anda lakukan padanya?” tanya Kyungsoo ketika pintu mobil itu hampir tertutup.

“Tidak ada urusannya denganmu”. Kris menjawab pertanyaan Kyungsoo sambil membuka pintu di belakangnya dan langsung menekan tombol stater dan melajukan mobil sport itu di jalanan padat Seoul.

-Kris-

Baiklah kalian boleh menyebutku jahat tapi jika aku tidak seperti ini, aku yakin Jessica tidak akan mau menurut denganku. Dia akan merengek seperti yang di lakukannya sekarang.

“Sem, apa sebenarnya yang mau kita lakukan?”tanyanya dengan nada memohon.

“Tunggu kita sampai, baru ku beritahu, ngomong-ngomong kau baru saja di pecat dari tempat kerja part-time mu kan?”tanyaku sambil terus memperhatikan jalanan.

“Ba…bagaimana sem tahu?”tanyanya balik sambil menunjukku dengan wajah tidak percaya. Kusunggingkan sebuah senyum kecil.

“Jangan panggil aku sem jika kita tidak sedang di sekolah, panggil saja aku Kris atau karena kau lebih muda dariku, kau tahu panggilan seperti apa yang harus kau ucapkan kan?”. Aku memutar kemudi ke arah kiri dan menurunkan persneling.

“Turun, kita sudah sampai”.

“Dimana ini?”.

-Author-

“Rumahku”. Kris menjawab pertanyaan Jessica tadi sambil melemparkan kunci mobilnya pada seorang namja bertubuh besar yang sudah berdiri siap.

“Rumahmu? Untuk apa kita ke rumahmu?”tanya Jessica sambil mensejajarkan langkahnya dengan langkah lebar Kris. Kris memasukkan kedua tangannya ke kantong celana tanpa menjawab pertanyaan Jessica.

“Ya! Kris~ssi, jawab pertanyaanku”. Kris menghentikan gerakannya menaiki undakan pintu lalu menoleh untuk menatap Jessica.

“Aku…aku hanya bertanya…oppa”.  Pupil mata Kris yang tadinya biasa saja langsung melebar pelan ketika mendengar Jessica memanggil dirinya ‘oppa’. Ah tidak-tidak. Pikir Kris.

“Selamat siang Master Wu”. Sapa pelayan rumah Kris yang kelihatan sudah tua.

“Selamat siang Andrew”. Balas Kris dengan ramah.

“Ini pasti…Miss Jessica?”. Jessica hanya menatap Andrew dengan bingung karena tidak punya ide bagaimana Andrew mengetahui namanya.

“Panggil saya Andrew, Miss. Senang bertemu dengan anda”.

-Jessica-

Aku hanya bisa menatap isi mansion Kris dengan takjub. Sungguh. Semua benda berkilau seperti berlian. Beberapa pelayan juga berdiri berjajar di dekat tangga. Siap menyambut tuan mereka yang setiap hari pergi mengajar di Seoul Music University.

“Duduklah. Akan kujelaskan tentang ‘bantuan’ yang kuminta darimu kemarin”. Perintah Kris yang sudah duduk dengan ‘anggun’-nya di sofa tunggal yang sepertinya memang menjadi tempat dirinya biasa duduk.

“Selena, tolong ambilkan minuman dan kue untuk kami”.

“Jadi, apa yang bisa kubantu?”. Tanyaku ketika Kris hanya diam sambil menatap pintu. Kris seperti tersadar lalu menatapku dengan serius. Ah tidak! Jangan menatapku seperti itu, pikirku dalam hati.

“Kau pasti sedang mencari pekerjaan part-time lain kan setelah di pecat dari kedai pinggir jalan itu?”. Kris membuka perbincangan di antara kami setelah sebelumnya menyeruput kopinya.

“Ne, waeyo?”.

“Aku ingin menawarkanmu pekerjaan”.

“Apa itu?”. Tanyaku antusias.

-Author-

“Jadi intinya…”.

“Intinya kau harus berpura-pura menjadi Nona Jung Soo Yeon dan menghadiri pesta pengumuman penerus SM Group 10 hari lagi”. Kris menyelesaikan kalimat Jessica sambil meletakkan selembar foto ukuran 4×5 di atas meja agar Jessica mengetahui alasan pemilihan dirinya.

“O! Kenapa wajah yeoja ini mirip sekali denganku?”. Tanya Jessica sambil menunjuk dirinya sendiri. Kris menegakkan tubuhnya sambil memandang foto yang di pegang Jessica dengan perasaan bersalah.

“Memang. Namanya Jung Soo Yeon. Dia putri tunggal pemilik SM Group dan dia yang seharusnya menghadiri pesta yang tadi kusebutkan. Sayang dia mengalami kecelakaan ketika berkunjung ke tempat kakeknya di Yunani dan sampai saat ini masih belum sadarkan diri, itulah sebabnya aku menawarkanmu pekerjaan ini”. Jelas Kris. Jessica menyadari ada nada sedih dalam suara Kris dan benar saja. Wajah Kris sedikit ‘melembut’ setelah bercerita mengenai Jung Soo Yeon.

“Arraso. Aku akan berusaha sekuat tenaga. Jung Soo Yeon, serahkan semua padaku”. Ucap Jessica kepada foto Soo Yeon yang masih terus di genggamnya. Di sisi lain diam-diam Kris tersenyum.

-Kris-

Cantik. Sangat cantik. Bagaimana bisa wajah dinginnya yang setiap hari kulihat memancarkan sinar yang begitu indah seperti saat ini? Membuatku merasa seperti coklat yang sedang meleleh. Juga seperti budak yang tiba-tiba patuh kepada majikannya?.

“Jadi, kapan kita bisa mulai? Kau bilang pestanya 10 hari lagi kan?”. Aku memandang bibir Jessica dengan geli.

“Kau pikir segampang itu? Nona Jung Soo Yeon bukan seorang yeoja biasa. Dia pewaris tunggal SM Group yang terkenal, dan kau sebagai penggantinya pun harus belajar menjadi dirinya”. Balasku sambil mencabut foto Soo Yeon yang terjepit di sela-sela jari putihnya. Dia memandangku dengan tatapan bingung sekaligus takut.

“Ottoke?”.

“Bersiaplah Jessica Jung. Dalam 10 hari kau akan kami ubah menjadi seorang Lady kelas atas”.

-Jessica-

Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya tapi sungguh, beberapa menit setelah Kris mengatakan kalimat terakhirnya, kehidupanku benar-benar berubah. Tiba-tiba saja segerombolan orang asing keluar dari pintu-pintu yang sebelumnya tidak kuperhatikan. Penata rias dan rambut, ahli kecantikan, pengajar cara berjalan dan berdansa, etika meja dan tata krama masyarkat dan masih banyak yang lain lagi.

“Ah, aku lupa memberitahumu. Khusus untuk cara berbicara, aku sendiri yang akan mengajarimu. Jadi bersiaplah. Aku terkenal tidak mengenal ampun”. Aku menatap Kris dengan tidak percaya. Namja ini. Dia benar-benar persis seperti professor Higgins dalam drama My Fair Lady. Keras, tapi bijaksana.

“Fighting Sica!”. Ucapku dalam hati.

-Author-

“Sica, akhir-akhir ini kau kelihatan lelah sekali”. Ucap Tiffany sambil menatap Jessica yang sibuk membaca kamus yang di berikan Kris untuknya. Jessica mengangkat kepalanya dari kamus dan mendapati Tiffany sedang memandanginya dengan serius.

“Gweancana Fany~ah”. Balas Jessica sambil memasukkan kamus tebal tadi ke dalam tas dan mulai mengambil satu potong kimbap pesanannya yang tadi di bawakan Tiffany.

“Jinjja? Tapi…akhir-akhir ini kau juga tidak pernah tertidur di kelas Kris, apa ada sesuatu yang terjadi?”. Tanya Tiffany sambil memandang ke arah pintu masuk kafe SM University. Dimana ada seorang namja jangkung baru saja masuk bersama beberapa dosen lain.

“Waekeure? Bukankah itu bagus?”. Balas Jessica sambil ikut memandang Kris yang anehnya sejak 3 hari yang lalu dia anggap sangat berbeda dengan Kris sebagai dosen. Walaupun sifat ‘keras’ Kris kepadanya tidak juga berubah. Bahkan mungkin lebih parah dari itu.

“Tentu saja. Ah, bagaimana kalau kita menonton pertandingan sepak bola nanti? Sekolah kita akan melawan YG University, ottoke?”. Jessica beralih memandang ke arah lain ketika sadar Kris balas menatapnya.

“Ayolah Sica…Kyungsoo juga bermain. Dia pemain andalan SM”.

“Kyungsoo?”. Ulang Jessica. Tiffany mengangguk antusias.

“Ne, Do Kyungsoo. Ah dia sangat tampan. Dia juga bermain dengan sangat baik. Dia top scorer kompetisi bola musim ini kau tahu”.

“Do Kyungsoo”.

-Jessica-

Lapangan sepak bola milik SM itu sudah penuh dengan supporter yang datang mendukung. Hampir 65% penonton adalah mahasiswa SM sementara sisanya sepertinya mahasiswa YG.

“O! Kau lagi”. Ucap seseorang dari arah kananku. Aku menoleh dan mendapati Kyungsoo menatapku dengan senyum lebar. Aku balas tersenyum lalu membungkuk rendah.

“Kau menonton hari ini?”. Tanyanya ramah. Aku mengangguk sementara Tiffany hanya bisa bingung melihat aku dan Kyungsoo berbicara dengan akrab.

“Doakan aku menang ya, annyeong”. Kyungsoo melambaikan tangannya di depan wajahku tepat ketika mataku menangkap sosok jangkung dengan jas abu-abu sedang memperhatikanku dengan tajam. Dia lagi?.

“Sica, bagaimana bisa kau dan Kyungsoo sangat akrab seperti itu?”. Tanya Tiffany. Aku memandang yeoja itu dengan bingung lalu segera menarik dirinya dari pinggir lapangan.

“Fany~ah mianhae, aku harus pergi sekarang juga. Kau menonton sendiri saja ya, annyeong”. Dari kejauhan kudengar Tiffany memanggil namaku tapi malang baginya aku tidak menjawab panggilan itu.

“Masuk”. Ucap Kris ketika aku sampai di parkiran mobilnya. Geez!.

-Kris-

“Kau gila? Acara pengumuman itu tinggal 2 hari lagi dan kau malah dengan santainya berdiri di pinggir lapangan untuk menonton pertandingan tidak jelas seperti itu”. Aku langsung membuka suara ketika Jessica dan aku sudah sampai di dalam rumah.

“Mianhada. Akhir-akhir ini aku tidak punya waktu bersama Tiffany karena sibuk berlatih denganmu. Aku juga harus memikirkan perasaannya”. Kilah Jessica dengan pelan. Untuk sesaat aku merasa seperti orang egois. Dia benar. Selama seminggu lebih ini dia selalu sibuk dengan persiapan acara pengumuman itu dan tidak pernah punya waktu untuk sekedar berkumpul dengan teman-temannya. Tanpa sadar aku menyentuh puncak kepalanya dan mengusap rambut pirangnya dengan pelan.

“Anio. Aku yang seharusnya minta maaf. Sekarang naiklah dan ganti bajumu”. Bisa kulihat mata Jessica melebar ketika aku melakukan hal itu. Dengan pelan aku tersenyum kecil dan menunjuk pintu kamar yang menjadi kamarnya selama berlatih.

“N…ne”. Balasnya cepat lalu segera berjalan menuju tangga.

-Author-

2 Hari kemudian…

“Sica, kau sudah siap?”. Tanya Kris di depan pintu kamar Jessica yang masih tertutup dan penuh suara bising para hair stylist juga penata make-up.

“Dia siap sebentar lagi Mr. Wu”. Sahut sebuah suara dari dalam. Beberapa menit kemudian pintu coklat di hadapan Kris terbuka dan menampakkan sesosok gadis dalam balutan mini dress selutut berwarna pink, rambut terurai beraturan di belakang dan juga sepatu kaca yang menyilaukan mata. Untuk sesaat tidak ada suara yang terdengar sampai akhirnya Kris tersenyum dan menaikkan lengannya tepat di samping lengan Jessica yang bebas dari clutch.

“Nona Jes…ah bukan. Nona Jung Soo Yeon, saatnya kita pergi”.

Beberapa menit kemudian…

“Welcome Kris”. Sapa seorang pria tua dengan janggut hitam menutupi dagunya. Kris tersenyum kecil lalu meladeni beberapa pertanyaan yang di lontarkan laki-laki itu. Jessica hanya bisa diam karena merasa tidak mengerti dengan apa yang Kris dan pria itu bicarakan.

“Kita ambil minum, kau haus kan?”. Tanya Kris. Jessica mengangguk lalu mulai memperhatikan orang-orang yang berada di pesta pengumuman itu.

-Jessica-

“Dan inilah yang kita tunggu-tunggu sejak awal. Pengumuman resmi penerus SM Group yang akan mengambil alih seluruh perusahaan di masa depan. Nona Jessica Jung, silahkan naik ke atas panggung”. Aku hanya bisa melongo mendengar pembawa acara itu memanggil namaku. Tunggu, bukankah seharusnya nama Jung Soo Yeon yang di panggil? Kenapa justru namaku?.

“Ayo”. Ucap Kris yang sudah berjalan pelan sambil menarikku. Aku sudah ingin menanyakan kepadanya tentang hal tadi tapi tidak sempat karena seorang pria dengan balutan jas formal hitam sudah menyambut kami-maksudku, aku dengan hangat.

“Senang bertemu anda Nona. Ini kunci perusahaan. Mulai saat ini anda resmi mengambil alih SM Group”. Aku hanya bisa tersenyum dan menerima kunci perak itu dengan tangan berkeringat. Seluruh undangan yang hadir langsung bertepuk tangan kecuali Kris yang justru hanya tersenyum.

Apa-apaan ini??!!

-Kris-

Kami kembali ke rumah pukul 11 malam ketika akhirnya aku berhasil menyingkirkan orang-orang yang berusaha menarik perhatian Jessica.

“Sebelum kau bertanya, aku akan menjelaskan semuanya. Sekarang duduklah”. Perintahku dengan halus kepada Jessica yang sudah siap membuka mulut. Dia menurut dan duduk di sofa dengan sangat…anggun.

“Jung Soo Yeon hanya toko rekaan. Penerus SM Group yang sebenarnya adalah kau, Jessica Jung. Sebelum ayahmu meninggal, beliau meminta kepada ayahku untuk terus mengawasi dirimu bersama ibu dan adikmu. Apartement yang sekarang kau tinggali masih menjadi asset SM Group. Begitu juga dengan beasiswamu di SM University. Semua keperluanmu kami urus sejak lama tanpa menarik perhatianmu, tentu saja. Bahkan kedatanganku sebagai pengajar di SM juga untukmu”.

“Mwo? Jadi selama ini…semua latihan itu? Pekerjaan part-time itu bohongan?”. Aku mengangguk tegas mendengar pertanyaan Jessica tadi. Wajahnya menampakkan raut shock yang tidak kentara karena sebentar saja dia sudah mengendalikan hal tersebut.

“Bukankah kau menulis di buku tahunanmu, bahwa kau ingin menjadi seorang Lady yang hebat? Kau gadis yang di cintai Tuhan, Jessica. Berkat ayahmu, SM Group menjadi sukses seperti sekarang. Ketika ayahku bertanya apa rahasia beliau, beliau menjawab bahwa dia hanya menyerahkan semua pilihan kepada anak sulungnya. Tentu saja kami tidak percaya tentang hal itu, tapi semakin lama hal itu semakin terbukti. Kau bukan hanya seorang Lady, kau juga seorang Lucky Bird”. Lanjutku ketika Jessica tidak juga membuka mulut.

“Jadi…siapa kau sebenarnya?”. Tanya Jessica pelan sambil menatapku. Aku tersenyum kecil lalu maju mendekatinya dan mengulurkan tangan besarku.

“Kris Wu. Senang bertemu denganmu Jessica Jung. Tugasku sekarang sudah selesai. Mansion ini juga masih menjadi milikmu. Ibu dan adikmu akan segera tiba di sini”. Aku memutar tubuh dan berjalan keluar dengan langkah ragu. Jessica Jung memang seorang Lucky Bird, tapi aku tidak akan pernah bisa memasukkannya ke dalam sangkarku. Aku bukanlah seorang Professor Higgins yang bisa mendapatkan Eliza.

-Author-

5 Tahun Kemudian…

Sebuah mobil hitam besar terparkir mulus di pelataran parkir sebuah perusahaan besar yang selama 5 tahun belakangan menjadi pembicaraan di seluruh Korea. Seorang namja dengan setelan kemeja putih keluar dengan menggunakan kacamata hitam dan segera masuk ke dalam perusahaan dengan langkah terburu-buru.

Ting!

Suara lift yang menandakan benda besi itu sudah sampai di lantai 5 perusahaan membuat tubuh si namja langsung bergerak ke depan dan keluar sambil memandangi sosok seorang yeoja yang terbalut pencil skirt dan kemeja kantor modis.

“Akhirnya anda datang juga Mr. Wu. Senang bertemu dengan anda…lagi”. Ucap yeoja itu dengan senyum manisnya.

“Senang bertemu dengan anda lagi…Jessica Jung”.

“She is My Lady…”.

END.

KrisSica!! Ini adalah pairing favorit author selain LuYoon and HunYoon, walaupun sekarang Yoona udah sama Seung Gi *loh kok malah curhat?* Semoga kalian suka ya sama jalan ceritanya karena menurut teman author jalan ceritanya terlalu cepat, hehee.Tolong tinggalkan koment yang membangun *bow*…annyeong.

 

18 thoughts on “[Freelance] My Lady

  1. kren bget ni thor… jd ingat film my fair lady. tp ni beda bget. nah stelah 5 thun berlalu q tau krn kekuasaan jessica dia psti mmpeekrjakan kris. nah akn dmulai khidupan bru mreka.ada seq…. gk thor. mdahan2 ada.hehehe….
    oh y ada typo tuh,dr genie university,ke kyungsang university smpai ke sm university.yg mn 1 tu thor….
    okditggu ff krissicamu lain’a.

  2. Huaaaa… KrisSica pairing favorit aku… yehet… suka bangrt sama ceritanya eon. Jadi jessica itu orang kaya yang hidup ditengah kesederhanaan kan? Dan papah ny gx ngasih tau gitu? Huooo… penasaran muka papah ny kaya gimana hehe… ceritanya bagus eon, fighting!!!

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s