[Series] Beautiful Target (Chapter 1)

Title : Beautiful Target

Author : zhyagaem06

Genre : Drama/Action

Length : Series

Cast(s) : Im YoonaWu KrisXi LuhanOh SehunPark ChanyeolKim Jong In

Disclaimer : All cast belong to god. This is story belong to me. If you don’t like don’t read. Don’t bash please.

.

.

.

.

.

Siluet dua orang pemuda tampan terlihat berjalan tenang disepanjang trotoar jalanan Seoul yang masih sepi. Keduanya melangkah ringan sembari menghirup udara pagi yang belum terkontaminasi dengan polusi kendaraan bermotor. Nampak wajah salah seorang dari dua pemuda itu seperti menahan kesal, berbanding terbalik dengan pemuda berkulit pucat disebelahnya yang menampilkan raut wajah datar.

“Kau masih bisa kembali ke kantor pusat untuk menolak misi ini, Hyung” ucap si pirang berkulit pucat tanpa menoleh kepada lawan bicaranya. Si baby face mendecih.

“Aku harus mengorbankan liburan musim panasku untuk menemani anak ingusan sepertimu menjalankan misi, ck merepotkan” balasnya sinis.

“Aku bukan anak ingusan” sahut si pirang tak terima, ia menolehkan wajahnya kearah pemuda yang mempunyai tinggi beberapa centi dibawahnya itu dan menatapnya kesal. Langkah keduanya terhenti tepat didepan sebuah kotak pos.

“Kalau kau bukan anak ingusan, kenapa harus memintaku menemanimu menjalankan misi ini, eh?” si baby face ikut menatap si pirang berwajah datar tak kalah kesal.

“Aku tidak pernah memintamu menemaniku, kepala divisi yang mengajukan ini”

“Heh?! Berarti kepala divisi belum bisa mempercayaimu ya? Padahal hanya misi segampang ini, pelatihanmu selama setahun lebih belum ada apa-apanya. Kasihan”

“Apa kau bilang? Jangan mentang-mentang kau lebih senior dariku dan telah mendapatkan code-name kau seenaknya merendahkanku”

“Tuh, kan? Emosimu cepat sekali naik. Dasar bocah labil” ucapnya diakhiri dengan senyuman meremehkan. Ia melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti dan meninggalkan si pirang.

“Ya!!!…”

“Sudahlah, berdebat denganmu tak akan bisa membuatku kembali ke China untuk liburan”

“Benar juga! Tumben kau pintar, Hyung” ucap si pirang yang langsung mendapat tatapan mematikan dari seniornya itu. Si baby face kemudian menjulurkan telapak tangannya kearah si pirang seperti meminta sesuatu.

“Apa?”

“Foto target kita” setengah mendengus si pirang merogoh saku jaket kulit berwarna hitamnya dan mengeluarkan sesuatu berupa selembar foto dan diserahkan kepada pemuda disebelahnya itu.

Iris hazel milik pemuda baby face itu membulat seketika saat melihat foto tersebut. Mulutnya mangap dengan tidak elit, mampu mengundang para serangga untuk memasukinya.

“Tsk….ekspresimu itu, Hyung! Orang-orang tak akan percaya jika kau adalah salah satu secret agent milik FBI” ucapan si pirang membuat si baby face tersadar dari lamunannya. Dengan cepat ia menoleh kearah pemuda yang lebih muda beberapa tahun darinya itu.

“Kau tidak salah? Ini target kita? Gadis cantik ini? Haah, tidak mungkin!” Ia menggeleng-gelengkan kepalanya sembari mengangkat tinggi-tinggi foto yang menampilkan seorang gadis cantik berambut coklat panjang yang sedang tersenyum mempesona itu. Si pirang memutar kedua bola matanya bosan.

“Ya, awalnya aku juga tidak percaya jika target kita adalah dia. Orang tuanya mendapat surat ancaman dari Black Diamond untuk menyerahkan gadis itu pada mereka, karena menurut informan terpercaya FBI, pada diri gadis itu ada sebuah chip yang mereka incar untuk penyempurnaan pembuatan senjata yang sedang mereka kembangkan” jelas si pirang panjang lebar.

Black Diamond? Organisasi penjualan senjata ilegal itu?” tanyanya yang dijawab anggukan singkat.

“Ck, lumayan rumit juga! Pantas saja aku langsung ditarik kesini” tapi gadis secantik ini incaran mereka? lanjutnya dalam hati. Beberapa detik kemudian ponselnya bergetar dibalik saku celana, dengan cepat diambilnya benda kecil canggih itu. Alisnya mengernyit saat melihat nama yang tertera dilayar.

Head Division II

Tanpa basa-basi ditekannya tombol hijau pada keyboard ponselnya.

“Ya”

“….”

“Baik, aku mengerti” ia pun menyimpan kembali ponsel berwarna hitam metalik tersebut.

“Ada apa, Hyung?” tanya pemuda pirang yang sedari tadi memperhatikan seniornya itu dalam diam.

“Kita bergerak sekarang” jawabnya dan langsung menarik tangan pemuda pirang itu ketempat tujuan.

.

.

.

.

.

Yoona merenggut kesal. Rencana hari minggu yang telah ia atur sedemikian rupa hancur sudah berkat kedatangan seorang bodyguard yang mengaku di sewa ayahnya untuk menjaga dirinya.

Ayahnya itu kadang kelewat protektif, bahkan ketika ia berada diluar korea saja ia masih sempat-sempatnya mengirimkan orang untuk mengawasi putri kesayangannya tersebut.

“Kris-ssi” panggil gadis itu pada sosok pemuda tampan bertubuh tinggi yang berjalan dibelakangnya. Si pemilik nama menghentikan langkahnya dan menatap gadis yang kini telah membalikkan tubuhnya menjadi menghadap kearah pemuda berambut pirang itu.

“Ya, nona ada apa?” tanyanya sopan.

“Aku ingin pergi” jawab Yoona singkat.

“Baiklah, saya akan segera menyiapkan mobil untuk nona” Kris bergegas menuju ke garasi namun suara Yoona menginstrupsi.

“Tidak. Tidak perlu, aku bisa pergi sendiri” tolak Yoona dengan senyuman ‘manis’nya.

“Tidak bisa nona, Tuan Im sudah memberi saya tugas untuk selalu berada disamping nona, kapanpun dimanapun saya harus terus menjaga nona” jelas Kris dengan wajah datarnya namun dalam ucapannya terselip ketegasan yang sulit terbantahkan. Yoona semakin kesal mendapatkan jawaban seperti itu “Jadi jika aku mau ketoilet kau akan terus disampingku?”

Kris terdiam sejenak mendengar pertanyaan anak majikannya tersebut “Itu tergantung nona” dan setelah mengucapkan tiga kata tersebut, ia segera melesat menuju kegarasi guna mengeluarkan mobil Mazda milik keluarga gadis itu. Meninggalkan Yoona yang memandangnya jengkel.

Beberapa menit kemudian mobil mewah berwarna putih itu telah keluar dari tempat persembunyiannya. Yoona dengan wajah ogah-ogahannya membuka salah satu pintu mobil itu dan duduk tepat disamping Kris yang memegang kendali kemudi.

“Anda ingin kemana nona?” tanya Kris sembari tangannya mulai memainkan stir. Mobil mulai melaju dengan kecepatan sedang.

“Bisakah kau berhenti memanggilku nona? Kita seumuran kan? Panggil saja aku Yoo–”

“Maaf, sebagai seorang bawahan saya tak punya hak memanggil nona langsung dengan nama anda. Ini adalah bagian dari keprofesionalan pekerjaan saya”

“Cih, kau orangnya terlalu mengikuti alur, santai sedikit apa susahnya sih?” Yoona menyeringai sambil menatap Kris. Gadis itu mendekatkan tubuhnya ketubuh Kris seolah menggoda pemuda dingin yang menjadi bodyguardnya itu.

Dari luar orang bisa saja menilai jika seorang Im Yoona adalah sosok gadis cantik, polos dan penuh keanggunan. Putri tunggal seorang pengusaha itu selalu menampilkan sisi elegannya di depan khalayak umum. Sejak kecil ia sudah dilatih menjadi sosok seorang gadis yang anggun, sopan dan berperangai lembut. Tapi, siapa sangka jika gadis itu bisa memainkan dua peran kepribadian sekaligus. Ada saat dimana ia bisa menjadi gadis yang sangat ‘liar’.

“Jadi kita akan kemana nona?” Yoona melongo seketika. Pemuda ini benar-benar tidak peka. Mendengus, Yoona menarik tubuhnya menjauh dari Kris. Ia mengalihkan pandangannya keluar jendela mobil yang dibuka.

“Kita ke Distrik Gangnam, kudengar ada Event Harajuku style disana” jawab Yoona setengah hati, ia kesal pesonanya yang selalu mampu menggetarkan hati lelaki, kalah telak dengan si pirang es disebelahnya itu. Kris menganguk patuh, sekilas ia melirik gadis cantik itu melalui ekor matanya. Segaris senyum tipis terbentuk dibibir pemuda itu.

.

.

.

.

.

Distrik Gangnam yang memang selalu ramai dipenuhi pengunjung terlihat makin ramai hari itu. Benar saja, adanya Event Harajuku Style ternyata mengundang banyak pemuda-pemudi yang memang menggilai fashion khas negeri sakura itu. Tak terkecuali dengan Yoona, gadis berparas ayu itu nampak girang saat matanya dimanjakan dengan berbagai pakaian bergaya Harajuku terpajang disepanjang pelataran toko atau pernak-pernik lucu yang begitu mengundang minatnya.

“Ahh…kawaii~” decaknya kagum saat matanya bertemu dengan sebuah boneka Daruma yang terletak dietalase sebuah toko.

“Anda menginginkan itu, nona?” tanya Kris yang sedari tadi berjalan disamping gadis itu. Yoona terdiam sesaat, otaknya meloading ucapan pemuda tampan itu. Sedetik kemudian ia menggeleng pasti.

“Aku haus, bisa kau belikan aku minuman?” Yoona membalikkan tubuhnya menghadap Kris, gadis itu mengelus-elus leher jenjangnya.

“Baiklah, tapi apa tidak apa-apa anda saya tinggal?” Kris menatap Yoona khawatir, jujur ia tak ingin meninggalkan Yoona barang sedetik pun, biar bagaimanapun Yoona merupakan seseorang yang harus ia jaga.

Yoona merotasikan kedua bola matanya mendengar pertanyaan protektif Kris. Hei, dia sudah besar. Lagipula ia tak akan nyasar ditempat ramai seperti ini. Ingat ia sudah 20 tahun.

“Aish, sudahlah. Jangan terlalu mengkhawatirkanku, aku bisa jaga diri kok! Sekarang lebih baik kau belikan aku minuman, tenggorokanku terasa kering” balas Yoona mencoba meyakinkan pemuda tampan didepannya ini. Kris masih diam, hatinya terbagi sekarang. Antara meninggalkan gadis itu atau tidak.

“Baiklah. Anda tunggu disini” ucap Kris sekenanya dan langsung berjalan menjauh menuju ke sebuah stand minuman yang terletak di bagian dalam area. Meninggalkan Yoona yang hanya duduk diam di pinggiran kolam ikan seraya memandangi orang-orang yang berlalu lalang didepannya. Gadis itu menghembuskan nafasnya kesal, andai saja ia tak dikawal seperti ini mungkin saja sekarang ia telah menghabiskan waktu bersama teman-temannya.

Tanpa gadis cantik itu sadari ada sebuah mobil Porsche hitam yang sedari tadi mengintainya.

“Jadis gadis itu?”

Chanyeol yang mendapat pertanyaan dari partner kerjanya itu hanya diam sambil terus memainkan senjata api berwarna hitam yang sedari tadi ia genggam.

“Hei, hyung aku bertanya padamu?” Kai yang merasa pertanyaannya tak dihiraukan oleh Chanyeol, mengamuk dan mulai memelototi Chanyeol.

“Kalau sudah tahu, kenapa bertanya lagi?” sahut Chanyeol cuek. Ia kemudian memperbaiki posisi duduknya dan menatap Kai.

“Kita bergerak sekarang, mumpung gadis itu sendiri” dan tak sampai lima detik mobil mewah itu langsung melaju cepat membelah jalanan Gangnam yang ramai. Beberapa kali mereka harus mendapat umpatan dari para pejalan kaki yang sengaja tidak sengaja hampir mereka tabrak.

.

.

.

.

.

Yoona mengernyitkan dahinya saat iris hitamnya menangkap sebuah mobil berjenis Porsche Boxster S berhenti didepannya. Keterjutannya semakin bertambah saat melihat dua sosok pemuda bertubuh tegap dan sama-sama mengenakan jaket kulit hitam keluar dari mobil itu. Sekejap Yoona nampak terpesona akan hadirnya dua sosok pemuda yang bisa dibilang tampan itu namun semuanya sirna saat salah seorang dari mereka langsung menyergap tubuhnya dan memaksanya masuk kedalam mobil. Ia tak sempat berteriak karena mulutnya dibekap oleh pemuda lainnya. Tubuhnya meronta-ronta minta dilepaskan, sayangnya lokasi penculikannya saat ini bisa dibilang sepi tak ada seorang pun ditempat itu.

“Hmmmpp…” Yoona berusaha keras mengeluarkan suaranya disela bekapan kuat pemuda itu. Baru saja si pemuda berambut hitam akan memasukannya kedalam mobil, tangannya yang digunakan untuk membekap mulut Yoona dikenai sebuah anak panah kecil bersengatan listrik. Pemuda bernama Kai itu menoleh kearah belakang tubuhnya, iris kelamnya membelalak saat mendapati dua sosok berpakaian hitam dengan logo FBI di masing-masing lengan jaket mereka mendekat kearahnya dan rekannya.

Hyung…para agen FBI mulai bergerak, sebaiknya kau langsung bawa saja gadis ini, aku akan mengalihkan mereka” ucap Kai yang langsung menyerahkan Yoona pada Chanyeol. Kemudian pemuda itu segera berlari guna menghilangkan jejaknya diantara kerumunan orang-orang dijalanan Gangnam. Chanyeol tanpa membuang waktu segera memasukan Yoona kedalam mobil dan melesatkan mobil itu.

.

.

.

.

.

“Lakukan sesuai rencana awal. Kau kejar anggota Black Diamond yang kabur tadi, biar aku yang akan mengejar mobil itu. Tapi ingat jika kau bisa menemukan keberadaan mobil itu, usahakan dapatkan kembali gadis Im itu, prioritas kita gadis itu. Urusan Black Diamond, itu bisa dibicarakan nanti.” Luhan memberikan intruksi pada Sehun yang notabene adalah juniornya.

Awalnya pergerakan mereka bisa dibilang lambat, karena mereka fikir anggota mafia itu tak akan bergerak secepat itu. Namun dugaan mereka benar-benar meleset. Target sekarang dalam bahaya dan mereka harus bisa menyelamatkan target cantik mereka itu.

“Ini, agar kita selalu terhubung” Luhan menyerahkan sebuah walky talky kepada Sehun.

“Kode aktivasinya masih sama seperti sebelum-sebelumnya” lanjut Luhan seolah mengerti tatapan Sehun padanya. Sehun menganguk paham dan tanpa pamit segera berlari meninggalkan Luhan sendirian ditempat itu. Sepeninggal Sehun, pemuda baby face itu segera merogoh saku jaketnya guna mengeluarkan ponsel touch screen miliknya dan menghubungi seseorang.

Sedan konvertibel sekarang juga”

“…”

“Aku berada di Distrik Gangnam tepatnya kilometer empat dari cafe Barista

“…”

“Aku tak peduli kau ingin mengirimkan jenis apa padaku, Lamborgini, Ferrari, Audi, Aston, atau bahkan Buggaty aku terima asal nyaman, mesinnya masih bagus dan yang terpenting kecepatannya mencapai 180km/jam”

Luhan mendesah gusar saat walky talky miliknya berdenging mengusik pendengarannya.

“Apa? Oh Sehun?”

Kau dimana hyung? Kenapa lama sekali bergeraknya?’ terdengar suara Sehun diseberang sana. Luhan menggeram frustasi, dua telinganya kini berfungsi bersamaan namun dengan kepentingan berbeda.

“Aku sedang menunggu mobil”

‘Ck, itu lama! Kenapa kau tidak menyewa mobil saja? Coba putar tubuhmu searah jarum jam 2’ Luhan pun mengikuti instruksi Sehun dan seketika senyum terkembang diwajahnya.

Mobil itu berjenis Porsche Boxster S, warna hitam metalik, tidak memiliki plat nomor, lookasinya sekarang…cari di GPS

“Cih” Luhan mendecih sembari menyimpan kembali benda penghubung itu.

“Soal mobil itu tidak jadi” dan langsung memutus sambungan telepon secara sepihak, secepat kilat ia berlari menuju kearah salah satu gedung berukuran medium yang diisi berbagai jenis mobil mewah.

Tanpa permisi ia memasuki gedung itu, dengan buru-buru ia melihat-lihat mobil yang sekiranya masih dalam keadaan layak untuk digunakan. Pilihannya jatuh pada sebuah mobil beratap terbuka atau biasa disebut sedan konvertibel berwarna deep blue dengan aksen hitam dibeberapa bagian. Langsung saja Luhan menyerahkan beberapa lembar won kepada si pemilik penyewaan dan membawa mobil berjenis Lamborgini Gallardo Spyder itu keluar area. Ia melirik arloji hitamnya. Dengan brutal ia menaikkan kecepatan mobil itu lebih tinggi dari sebelumnya. Target benar-benar dalam bahaya sekarang.

.

.

.

To Be Continued!

.

.

.

.

.

Apa ada yang tertarik dengan ff ini?

Sebenarnya mau dibuat oneshoot, tapi kayaknya bakal kepanjangan deh, makanya aku potong dibagian itu…gak ada target sih sampe chapter berapa, kalau aku udah ngerasa end-nya di chapter itu, ya di chapter itu…

Aku juga udah kena allert karena belum nge-post satu-pun ff, ya semoga aja setelah post ff ini terhindar dari danger area(?)…

Oh iya, satu lagi ff bloody fate aku hapus dari peredaran/?, karena aku stuck ide, yang mau protes, marah atau apa silahkan, ini sepenuhnya salah aku, semuanya aku terima.

Oke, aku gak bisa basa-basi lagi, mohon kritik, saran, apapun itu, flame juga bisa, tapi harap flame yang membangun dan gunakan kata-kata yang tepat dan berpendidikan. Dilarang keras buat bashing chara, kalau emang gak suka ama chara-nya mending gak usah baca!

28 thoughts on “[Series] Beautiful Target (Chapter 1)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s