[Series] Love Business (Chapter 3)

Love Business 1 copy

Title       : Love Business

Author  : Kang Tae Hee

Rating   : PG – 15

Length  : Series

Genre   : Romance, school life, sad

Cast :

– SNSD Jessica

– EXO Luhan

– EXO Sehun

– SNSD Seohyun

Author note : maaf banget ya kalo ngepostnya kecepetan. soalnya mumpung lagi ada feel ke ff ini. Oh iya, cast utamanya pencitraannya /? mirip sama yang di poster ya. pokoknya rambut Jessica pirang, Luhannya item, Seohyun sama Sehun kayak yang di poster. Terus bagi yang nanya kenapa satu sekolah udh tau kedekatan Luhan sama Jessica? kan pas paginya Jessica dianter sama ibu Luhan. dan ibunya Luhan itu orang penting di sekolah itu, jadi murid yg lain langsung berspekulasi kalo Jessica ada apa-apanya sama Luhan. makasih juga ya yang udh komen. maaf gak bisa dibales satu-satu. saya baca kok dan saya sangat menghargai komen dari kalian. makasih banget ya🙂

 

=== Business Love ===

                Langkah Jessica terlihat terhenti saat tangan Luhan menahan tangannya ketika mereka berpapasan. Helaan nafas berat terdengar jelas dari Jessica. bahkan kali ini Jessica terlihat membuang mukanya dari Luhan karena tak mau Luhan melihat matanya yang kembali sembab karena baru saja menangis. Luhan memang menunggu Jessica untuk pulang bersamanya. Hanya saja sepertinya Jessica tak berniat untuk pulang bersama Luhan.

“ kau sembunyikan pun aku tahu kau menangis.” ujar Luhan membuat Jessica mengalihkan pandangannya pada lelaki yang berada di hadapannya itu. bola mata coklatnya itu, terlihat memandangi wajah tampan seorang Luhan. Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Jessica, karena gadis itu sendiri bingung harus mengatakan apa. Semua kejadian antara dirinya dan Sehun membuat dirinya bahkan tak ingin melakukan hal apapun termasuk berbicara. yang dia inginkan saat ini hanyalah cepat pulang ke rumahnya dan menangis sepuas-puasnya.

“ aku ingin pulang. Lepas…”

Perkataan Jessica itu terpotong saat Luhan menarik tubuhnya ke dalam pelukannya. Untuk kesekian kalinya di hari ini, Jessica kembali menangis terisak. Padahal mati-matian daritadi Jessica menahan tangisannya tersebut. akan tetapi pertahanannya benar-benar runtuh saat Luhan memeluknya.

“ jika kau tak ingin tersiksa bukalah hatimu untuk orang lain seperti yang dilakukan Sehun pada Joo Hyun.” Ujar Luhan yang memang tadi sempat mendengar percakapan antara Jessica dan Sehun saat dirinya akan mengajak Jessica untuk pulang bersama. Tak ada yang Jessica ucapkan untuk membalas perkataan Luhan kali ini, yang terdengar hanyalah isak tangisnya yang kian lama kian melemah. Luhan sendiri membiarkan baju seragamnya basah oleh airmata Jessica. entah mengapa, beberapa hari selalu bersama Jessica, membuat Luhan ingin melindungi gadis yang ada di pelukannya ini. membuat Luhan ingin selalu menghapus airmata yang keluar dari mata gadis yang mungkin akan menjadi tunangannya tersebut.

“ buat aku mencintaimu, kumohon. Berjanjilah untuk membuatku mencintaimu.” Mohon Jessica dalam pelukan Luhan saat beberapa lama dirinya terisak. Tak ada jawaban dari Luhan untuk membalas perkataan dari calon tunangannya tersebut. Luhan sendiri sedikit terkejut mendengar permohonan yang mungkin sangat mustahil diucapkan oleh Jessica. ada perasaan sedikit ragu untuk mengiyakan permohonan yang diucapkan oleh Jessica. Toh kenyataannya Luhan belum bisa menepati syarat yang diberikan Jessica untuk melupakan gadis yang dicintainya. Terlalu sulit bagi Luhan untuk melepaskan gadis yang dicintainya itu. terdengar egois memang. Tapi bukankah manusia wajar bersikap egois.

“ sepertinya aku sudah tahu jawabannya.” Ujar Jessica sambil melepaskan pelukan Luhan. Terlihat senyuman pahit yang terukir di bibir tipis gadis cantik itu. Sepertinya takdir memang selalu mempermainkan hatinya, membuat hatinya menjadi yang paling tersiksa. Setelah Sehun menyerah dengan hubungan mereka karena perjodohan ini, dirinya harus dihadapkan dengan Luhan yang memang dari awal sudah mengajaknya untuk membatalkan perjodohan ini. sepertinya perkataan Luhan mengenai dirinya yang sedang belajar mencintai dirinya benar-benar hanya omong kosong. Toh pada saat dirinya meminta Luhan untuk membuatnya mencintai lelaki itu, Luhan terlihat ragu.

“ membuka hati kita untuk orang yang sama sekali tidak kita cintai bukankah sangat sulit? Jangan pernah mengatakan bahwa kau sedang belajar mencintaiku jika pada kenyataannya kau belum melakukan itu. lebih baik kita jalankan saja dulu pertunangan ini. setelah itu aku akan memikirkan cara untuk membatalkan….”

Perkataan yang dilontarkan oleh Jessica itu benar-benar harus terputus saat Luhan membungkam bibirnya dengan kecupan singkat. Jessica terlihat memandangi Luhan dengan pandangan sangat terkejut saat Luhan telah melepaskan kecupan tersebut. sedangkan pandangan yang ditujukan Luhan pada Jessica benar-benar cukup tajam. dan untuk pertama kalinya Jessica melihat sisi berbedadari seorang Xi Luhan.

“ jangan pernah mengatakan untuk membatalkan perjodohan ini. Lalu apa yang kau dapatkan setelah hubunganmu dengan Sehun harus berakhir jika perjodohan ini batal? Jangan pernah menyia-nyiakan apa yang telah kau lakukan.” Marah Luhan sambil memandangi Jessica tepat di manik mata gadis itu. Namun Jessica terlihat menghindari pandangan mata Luhan tersebut. Jessica bahkan terlihat melangkahkan kakinya dan hendak meninggalkan Luhan dengan berjalan terlebih dahulu ke mobil. Namun sayang sekali, Luhan menahan tangan Jessica pada saat gadis itu baru berjalan satu langkah.

“ Aku tidak pernah berbohong saat aku mengatakan bahwa aku sedang belajar mencintaimu. Jika kau menginginkan aku untuk mengakhiri hubunganku dengan kekasihku seperti dirimu, maka aku akan melakukannya.” Ujar Luhan sebenarnya tak terlalu yakin dengan apa yang dirinya katakan. Melepaskan gadis yang dirinya cintai? Sungguh, hal itu merupakan hal terburuk yang dirinya lakukan. Akan tetapi mempertahankan hubungannya tersebut juga bukan merupakan pilihan yang baik. Toh pada kenyataannya Luhan tak akan pernah bisa bersatu dengan gadis yang dirinya cintai tersebut. Pada akhirnya Jessica lah yang akan menjadi pasangan hidupnya nanti. Terus menutup hatinya bagi Jessica hanya akan membuatnya tersiksa dengan perjodohan ini.

“ neh. Buat aku yakin bahwa kau memang pantas untukku. Jika dengan belajar mencintaiku kau bisa membuatku terbiasa dengan kehadiranmu, maka tanpa aku belajar mencintaimu pun lambat laun aku akan terbiasa denganmu dan mencintaimu. Karena aku yakin, cinta akan hadir saat kita terbiasa satu sama lain.” Ujar Jessica sambil memberikan senyuman tipisnya yang kali ini terlihat benar-benar tulus. Sedangkan Luhan terlihat sangat senang melihat senyuma tersebut. mungkinkah ini awal Jessica telah membuka hati untuknya?

***

                Mungkin hanya penyesalanlah yang dirasakan oleh Sehun sesaat setelah dirinya secara tak langsung memilih untuk mengakhiri hubungannya dengan seseorang yang dicintainya sejak lama. Jika saja dirinya mau sedikit berusaha untuk mendapatkan restu dari ibu Jessica, mungkin hubungan yang dia jalani dari sejak dulu tak akan terasa sia-sia seperti saat ini. Hanya saja Sehun terlalu mengenal ibu Jessica, jika ibu Jessica sudah mengatakan apa yang dirinya perintahkan pada Jessica, maka sulit untuk diubah oleh siapapun, bahkan oleh Jessica sendiri.

Dari kejauhan, Sehun terus memandangi gadis yang dicintainya itu yang menangis di pelukan Luhan. Lelaki itu terlihat mengepalkan tangannya menahan rasa sesak yang ada di hatinya. Hatinya benar-benar terasa sangat sakit saat ini. semua ini karena perpisahannya dengan Jessica, karena telah membuat gadis itu menangis, karena dirinya telah menyakiti hati Jessica untuk pertama kalinya. Dulu, menyakiti hati gadis itu adalah pantangan baginya. Dulu, Sehun berjanji untuk tak pernah menyakiti Jessica karenanya. Tapi sekarang Sehun benar-benar telah melanggar janjinya tersebut. janji untuk melindungi gadis itu, selalu bersama gadis itu untuk selamanya, dan tak pernah menyakiti hati gadis itu.

“ mianhae. saranghae.” Gumam Sehun sambil memandangi Jessica. detik berikutnya, setetes airmata keluar dari pelupuk mata Sehun.

***

                Sepertinya kejadian tadi tentang belajar saling mencintai satu sama lain terlihat mulai Jessica dan Luhan lakukan saat itu juga. pandangan Jessica pada Luhan kali ini tidak terlihat sedingin sebelumnya, meskipun memang masih dingin karena pembawaan alami Jessica. tak hanya itu, saat keluar dari mobil dan telah sampai rumah, Luhan terlihat membukakan tangan Jessica kemudian berjalan sambil menggenggam tangan Jessica tersebut.

“ aku tidak suka skinship. Ini membuatku sedikit risih.” Ujar Jessica sambil memandangi tangannya yang memang sedang Luhan genggam. Hanya Sehun yang memang menjadi pengecualian dalam rasa risih saat Jessica melakukan skinship dengan pria. Mendengar apa yang dikatakan oleh Jessica tentu saja membuat Luhan sedikit terkekeh pelan. Lelaki yang postur tubuhnya terlihat lebih tinggi dari Jessica itu terlihat mengacak-ngacak rambut Jessica, membuat gadis itu memandanginya dengan pandangan tidak suka.

“ kalau begitu kau harus terbiasa dengan skinship. Kau harus terbiasa aku genggam tanganmu, memelukmu, menciummu, me….”

“ yah! Hentikan. Aku bisa gila membayangkan itu semua.” Kali ini perkataan Luhan harus terpotong oleh perkataan Jessica bernada ketus tersebut. Luhan benar-benar tak dapat menahan senyumannya saat melihat wajah kesal Jessica yang ditujukan padanya itu. sepertinya dalam masa saling membuat jatuh cinta satu sama lain Luhan lah yang harus berlaku lebih agresif dari Jessica.

“ mana mungkin aku membiarkan calon istriku gila.” Jessica hanya tersenyum dipaksakan saat Luhan mengatakan hal tersebut. sepertinya sifat menyebalkan Luhan dan sifat dingin Jessica telah kembali. Tentu saja hal itu membuat adu mulut antara Jessica dan Luhan tak dapat dihindarkan.

“ aku bisa muntah kapan saja mendengarmu menyebut calon istri. Menggelikan, Xi Luhan.” Desis Jessica sambil melepaskan genggaman tangan Luhan dan meninggalkan Luhan yang sepertinya sudah puas membuat gadis itu kesal.

***

“ akhirnya kalian pulang juga. Luhan, Jessica, ini desaigner Yoon. Dia akan memperlihatkan gambar-gambar untuk rancangan cincin tunangan kalian.” Ujar ibu Luhan saat dirinya melihat anak dan calon menantunya itu sudah pulang sambil memperkenalkan seseorang yang mungkin akan mengurus rancangan cincin tunangan Jessica. Jessica dan Luhan terlihat membungkukkan badannya pada desaigner Yoon yang ibunya perkenalkan tersebut.

“ mengapa mendadak sekali, ahjumma?” tanya Jessica yang memang baru tahu bahwa hari ini ibu Luhan mengundang desaigner Yoon untuk memperlihatkan rancangan-rancangan cincin pertunangan pada Jessica dan Luhan.

“ tidak apa-apa. Ahjumma hanya ingin semua persiapannya cepat selesai. Kau dan Luhan tak perlu pusing memikirkan semuanya.” Ujar ibu Luhan membuat Luhan benar-benar tak habis pikir dengan ibunya, sedangkan Jessica hanya menganggukan kepalanya mengerti. Terkadang Luhan berpikir, sebenarnya Luhan atau ibunyalah yang akan bertunangan? Mengapa ibunya itu sangat semangat sekali terhadap pertunangannya.

***

“ aku pikir lebih baik yang ini.” ujar Luhan sambil menunjukkan salah satu foto sepasang cincin yang menurutnya sangat pas bagi dirinya dan Jessica. Jessica yang memang duduk di sebelah Luhan terlihat memperhatikan cincin yang Luhan pilih tersebut. detik berikutnya Jessica terlihat memandangi Luhan seolah dirinya tak setuju dengan apa yang Luhan pilih.

“ tidak. kau tak tau selera yang baik?” ujar Jessica dengan nada dinginnya membuat Luhan frustasi karena sedaritadi Jessica bahkan tidak menyetujui pilihannya dan hanya berdebat saja dengan dirinya. Kali ini Luhan terlihat tersenyum kecil lalu mengacak-ngacak rambut Jessica membuat Jessica terlihat sedikit bingung.

“ mana mungkin orang tampan sepertiku memiliki selera yang buruk? Buktinya aku menyukaimu.” Perkataan Luhan benar-benar mampu membuat bungkam perdebatan kecil antara dirinya dan Jessica saat mereka sedang memilih cincin yang cocok. Nyonya Xi dan desaigner Yoon yang memang sedaritadi menonton perdebatan kecil antara Luhan dan Jessica hanya dapat tersenyum kecil sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“ apakah kau baru saja menggodaku?” desis Jessica kembali sibuk melihat-lihat cincin yang cocok untuk dirinya dan Luhan. Kali ini Luhan terlihat sangat bosan memilih-milih cincin, sepertinya membiarkan Jessica untuk memilihnya adalah hal yang terbaik. Bahkan lelaki itu sekarang terlihat memeluk Jessica dari samping kemudian meletakkan kepalanya di pundak Jessica sambil ikut melihat-lihat gambar cincin dengan posisinya. Dan itu cukup membuat Jessica geram dan mengutuk Luhan dalam hati.

“ Luhan, ada ibumu dan desaigner Yoon. Apakah kau tidak malu?” tanya Jessica dengan nada dibuat semanis mungkin dan itu membuat Luhan harus menahan tawanya. Ayolah, ini hal langka bagi Luhan. Bukankah seorang Jessica Jung sangat jarang berbicara bernada manis seperti itu? tapi saat Jessica manis seperti itu pada dirinya, benar-benar terasa aneh bagi Luhan.

“ Luhan ~.” Desis Jessica tertahan bukannya membuat Luhan melepaskan pelukannya tersebut, tetapi lelaki itu terlihat mengacak-ngacak rambut gadis itu karena gemas. Sungguh, jika saja ibu Luhan maupun desaigner Yoon tidak ada, Jessica telah mendorong Luhan dan menendang Luhan sejauh mungkin. Tapi sepertinya Luhan memanfaatkan kesempatan ini untuk dapat memeluk gadis itu. ya, Luhan tahu Jessica tak akan melakukan hal brutal di hadapan ibunya.

“ tidak apa-apa, Jess. Kami mengerti kok. Anak seumuran kalian memang sedang manis-manisnya.” Ujar desaigner Yoon membuat Jessica mengutuki perkataan desaigner tersebut. manis? Ya tuhan, mendengarnya saja Jessica ingin muntah.

***

                Seperti malam-malamnya saat Jessica berada di Amerika, gadis itu terlihat sibuk berkutat dengan bukunya meskipun kali ini dirinya harus menemani Luhan latihan di ruang khusus untuk Luhan gym karena calon tunangannya itu harus menjaga kebugarannya. Jika siswa ataupun siswi Korea lain lebih suka belajar di tempat bimbel atau dengan privatenya, gadis pemilik nama Jessica Jung itu benar-benar berbeda. Dirinya lebih suka belajar sendiri dibandingkan dengan guru. Well, inilah yang menjadi keistimewaan Jessica dan membuat ibu Jessica menyukai anaknya tersebut. Jessica memang terlahir dengan otak cerdas, hanya dengan membaca buku saja gadis itu bisa menguasai semuanya tanpa memerlukan seorang guru.

Mata Jessica kali ini terlihat beralih pada smartphone miliknya yang terletak tepat di samping bukunya. Tangannya terlihat mengambil smartphonenya lalu menjalankan smartphonenya itu. Saat sedang belajar seperti ini Jessica memang selalu tergoda untuk memainkan smartphonenya. Entah itu hanya untuk sekedar bermain game atau membukan akun pribadi miliknya. Apalagi saat ini sangat sulit bagi Jessica untuk fokus belajar. Tentu saja, matanya terkadang selalu beralih pada Luhan yang sedang sibuk latihan.

Elsa and Jessica, What’s the difference?

Jessica menuliskan keterangan dibawah foto Elsa, pemeran Disney Film berjudul Frozen itu sebelum dirinya mengupload foto tokoh disney favoritnya tersebut. Bagi Jessica, dirinya dan Elsa benar-benar tak jauh berbeda. Sama-sama bersikap dingin, itulah salah satu kesamaan antara dirinya dan Elsa. Elsa adalah Ratu Arandelle, sedangkan Jessica pewaris tunggal perusahaan ibunya. Elsa sempat mengurung dirinya di kamar selama beberapa tahun karena kekuatannya. Sedangkan Jessica harus mengalami penjagaan ketat dari ibunya. Bahkan sebelumnya, saat di Amerika, Jessica tidak sekolah di sekolah biasa, tapi dirinya menjalani Homeschooling. How pathetic she was, right?

Getaran yang berasal dari smartphone Jessica membuat gadis itu tersadar dari lamunannya. Sebuah pesan singkat dari Sehun terlihat masuk membuat Jessica cepat-cepat membukanya. Meskipun gadis itu sudah memantapkan hatinya untuk belajar mencintai Luhan. Tapi gadis itu tak dapat mengelak bahwa dirinya sangat sulit melupakan Sehun. Gadis itu sudah sangat biasa dengan kehadiran Sehun. Dan saat keduanya harus dipisahkan seperti ini, rasa terasa aneh, hambar, seperti tidak ada lagi yang membuat Jessica bahagia. Mungkin terdengar berlebihan, tapi inilah kenyataannya.

You are very different with Elsa. You are cute, pretty, smart, and sweet. The most important thing that you are the only one whom I love.

Pesan singkat yang diterimanya dari Sehun tersebut ternyata mampu membuat Jessica tersenyum kecil. Namun senyuman itu perlahan pudar saat dirinya sadar bahwa dirinya bukanlah siapa-siapa Sehun. Tangannya yang tadinya sudah siap untuk membalas pesan singkat untuk Sehun itu terlihat terhenti. Bahkan kali ini gadis itu terlihat menutup aplikasi messaging yang terdapat di smartphone miliknya.

Chagiya, aku lelah.” Ujar Luhan tiba-tiba saja sudah duduk di samping Jessica membuat gadis itu terlonjak kaget. Jessica yang tadi sedang memainkan smartphone miliknya dengan cepat mematikannya. Setelah itu Jessica terlihat memandangi Luhan dengan tatapan datarnya. Sepertinya meskipun gadis itu tadi meminta Luhan untuk membuatnya jatuh cinta, tapi tidak ada tanda-tanda dari Jessica untuk bersikap sedikit mencair lagi pada Luhan.

“ berhentilah memandangiku dengan pandangan seperti itu. kau memandangiku seperti memandangi orang asing saja. Kau harus membiasakan dirimu untuk menganggapku tunanganmu.” Ujar Luhan membuat Jessica mengambil botol minuman yang terdapat di sampingnya dan memberikannya pada calon tunangannya tersebut “ kau itu berniat membuatku mencintaimu atau menjadikanku seorang asisten, huh? Lagipula, mengapa kau harus menyuruhku untuk mengikuti segala kegiatan latihanmu.”

“ untuk membuatmu selalu ada di dekatku. Agar kita terbiasa berada di dekat satu sama lain. Jadi jika kita berjauhan kita akan saling merindukan.” Ujar Luhan tersenyum kecil sambil mengusap-ngusap puncak kepala Jessica menanggapi perkataan Jessica tersebut. sedangkan Jessica hanya mendengus kesal mendengar perkataan calon tunangannya itu. selanjutnya Jessica terlihat mengambil handuk kecil dan mengelap keringat di wajah Luhan dengan telaten. Sedangkan Luhan, lelaki berdarah China itu terlihat memandangi wajah Jessica yang jaraknya cukup dekat dengan dirinya. Sungguh, untuk pertama kalinya Luhan merasa sangat bahagia hanya karena Jessica sudah mulai mencair pada dirinya.

“ terimakasih calon istriku.” Goda Luhan pada Jessica membuat Jessica memutar bola matanya kesal. Sungguh, jika Jessica tak ingat dengan misinya untuk membuat Luhan mencintainya dan membuat dirinya mencintai Luhan, gadis itu sudah mengetuk kepala calon tunangannya itu agar otaknya menjadi sedikit beres.

“ jangan mengatakan hal seperti itu. menggelikan.” Desis Jessica sambil memandangi Luhan seolah dirinya tak suka dengan perkataan yang dilontarkan oleh Luhan tersebut.

neh, chagiya.” Ujar Luhan

***

                Seperti biasa, Sehun selalu terlihat di coffee shop tempat Joo Hyun bekerja saat dirinya baru saja pulang latihan karena jarak antara tempat latihan dan coffee shop tersebut memang sangatlah dekat. Sudah semenjak 30 menit yang lalu Sehun belum meninggalkan tempat tersebut. wajahnya benar-benar menunjukkan bahwa dirinya sedang dilanda masalah yang sangat berat. Tak hanya itu, sedaritadi Sehun terlihat gusar mengecek smartphone miliknya karena pesan yang dirinya kirim tak kunjung mendapat balasan dari Jessica. Tadinya Sehun mengirimi pesan tersebut memang tak berharap Jessica balas. Hanya saja lelaki itu ternyata benar-benar merindukan mantan kekasihnya tersebut.

i miss you, Jess. I really do.” Ujar Sehun sambil memandangi foto Jessica yang kini menjadi walpaper smartphone miliknya. Sepertinya mengakhiri hubungannya dengan Jessica benar-benar merupakan kesalahan terbesar yang pernah dirinya lakukan. Tentu saja, mengingat seberapa sulitnya Sehun mencairkan hati Jessica yang memang seperti es batu tersebut. Mencairkan hati seorang Jessica tak mudah bagi Sehun. Membuatnya menjadi gadis yang ceria, penurut, dan sangat manis jika ada di hadapannya membutuhkan proses yang cukup lama. Bahkan saat pertama kali mereka bertemu, gadis itu tak langsung melihatnya. Sehun ingat betapa menyedihkannya Jessica di pertemuan awal mereka.

“ Taemin oppa eoddiseo?” teriak seorang gadis kecil membuat Sehun yang baru saja membuka pintu gerbang rumahnya terlihat menghentikan aktivitasnya tersebut saat seseorang menanyakan keberadaan sepupu yang memang sudah Sehun anggap seperti kakaknya tersebut. lelaki bernametag Oh Sehun itu terlihat membalikkan badannya dan melihat seorang gadis seumuran dirinya yang tadi menanyakan Taemin sudah berada di hadapannya. Keadaannya benar-benar terlihat cukup menyedihkan untuk anak-anak seumurannya. Wajahnya begitu pucat, matanya merah karena kebanyakan menangis membuat Sehun tak tega memberitahu keberadaan Taemin.

“ Ah, bukankah kita seumuran? Namaku Sehun.” Ujar Sehun sambil mengulurkan tangannya mengajak gadis cantik itu berkenalan dan berniat untuk mengalihkan pertanyaan yang dilontarkan oleh gadis tersebut. Sedangkan gadis itu terlihat hanya memandangi tangan Sehun sekilas tanpa membalas uluran tangan tersebut. sekarang, pandangannya teralih tepat di mata Sehun, begitu datar dan dingin.

“ aku menanyakan Taemin oppa. Bukan dirimu.” Pada akhirnya gadis itu pun menangis kembali. Dan hal itu membuat Sehun tentunya kebingungan karena dirinya memang tak pernah menghadapi seorang gadis yang menangis. selanjutnya Sehun terlihat mengambil sapu tangan dari saku celananya dan mengusap airmata Jessica yang keluar tersebut. tentu saja hal itu membuat Jessica sedikit terkejut. Pasalnya ini pertama kalinya Jessica mendapatkan perlakuan seperti itu dari seorang lelaki.

“ Taemin hyung beberapa hari lalu pindah ke Jepang. Dan entah kapan akan kembali lagi. lagipula ini rumahku, bukan rumah Taemin hyung.” ujar Sehun tentu saja membuat gadis yang berada di hadapannya itu terlihat sedikit tak percaya. Selanjutnya gadis itu terlihat memejamkan matanya dan kembali terisak. Tubuhnya bahkan terlihat merosot ke bawah seolah dirinya tak memiliki tenaga lagi untuk menghadapi semuanya.

“ i can’t hold it anymore. Everyone abandoned me.” Ujar gadis itu dalam bahasa inggris membuat Sehun yakin bahwa gadis itu benar-benar tersiksa. Sehun terlihat berjongkok untuk mensejajarkan dengan Jessica yang saat ini sedang terduduk sembari menangis.

“ Kita bisa berteman. Mereka tak meninggalkanmu. Jika kau kesepian, kau bisa jadi temanku. Oh Sehun.” Kali ini Sehun kembali mengulurkan tangannya pada Jessica. berbeda dengan saat pertama, kali ini gadis itu terlihat membalas uluran tangan tersebut.

“ Jung Jessica.”

Sehun sangat ingat sekali, kala itu Jessica kabur dari penjagaan ketat pelayan-pelayannya hanya untuk menemui sepupunya. Sehun juga sangat ingat betapa dinginnya pandangan Jessica untuk dirinya. Membuatnya mencair seperti saat ini membutuhkan waktu yang sangatlah lama. Apalagi membuatnya melupakan tentang sepupunya yang telah hadir ke dalam hidup Jessica sebelum dirinya hadir. Membuat dirinya jatuh dalam pesona Jessica Jung, menyayangi Jessica Jung, dan mencintai Jessica Jung memanglah tak sulit. Akan tetapi membuat Jessica menjadi mencintai dirinya dan melihat dirinya memerlukan perjuangan.

“ kau sudah setengah jam disini dan hanya memandangi ponselmu, Oh Sehun.” Tegur Joo Hyun membuat Sehun tersadar dari lamunannya. Lelaki berwajah tampan itu terlihat mengalihkan pandangannya pada teman sekelasnya yang memang kerja part time di tempat ini. sebuah senyuman terlihat terukir di bibir Sehun, lelaki itu terlihat menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“ mianhae. sebentar lagi aku pulang. Ingin pulang bersama?” tanya Sehun membuat Joo Hyun sedikit terkejut karena ajakan yang ditawarkan oleh Sehun.

“ anio. Rumah kita berbeda arah. Lagipula aku akan pulang bersama Onew. Ingin cerita tentang masalahmu?” tanya Joo Hyun sambil duduk di hadapan Sehun. Untung saja coffee shop itu sudah cukup sepi karena memang sebentar lagi akan tutup. Jadi tidak akan apa-apa jika dirinya berbicara sedikit dengan Sehun.

“ ini terlalu rumit. Kau tak akan mengerti.” Ujar Sehun sambil bangkit dari duduknya. Sepertinya kali ini Sehun akan segera pulang.

“ aku pulang. Jangan terlalu malam, ne? Istirahat yang cukup.” Ujar Sehun sambil mengusap puncak kepala Joo Hyun yang duduk di hadapannya.

“ annyeong.” Pamit Sehun

***

                Kali ini Jessica kembali seperti Jessica yang dulu. Pandangan matanya yang tajam itu lagi-lagi tertuju pada Luhan yang saat ini sedang berniat mengantarkan gadis keturunan Amerika itu ke kelasnya. Sepertinya gosip antara Jessica dan Luhan memang telah menyebar ke seantero sekolah. Terbukti, saat Luhan dan Jessica berdiri di depan pintu kelas Jessica, banyak orang yang menaruh perhatiannya ke pasangan yang memang terlihat sangat serasi tersebut. ada yang memandanginya iri, tak percaya, serta mungkin kagum.

“ berhentilah mengikutiku.” Desis Jessica terdengar begitu tak suka saat Luhan harus mengantarnya ke kelas dan membuatnya menjadi pusat perhatian bagi siapapun yang melihatnya. Sepertinya Luhan benar-benar terbiasa dengan tatapan tajam ataupun sikap dingin yang ditunjukkan oleh Jessica Jung, terbukti Luhan tak memperdulikan perkataan dan sikap Jessica terhadap dirinya. Bahkan lelaki keturunan China itu terlihat keukeuh mengantar Jessica hingga ke depan kelasnya.

chagiya, bersikaplah sedikit manis padaku.” Ujar Luhan saat keduanya berada di depan kelas Jessica membuat teman sekelas Jessica terlihat mencuri-curi pandang keluar kelas untuk menyaksikan salah satu lelaki yang masuk jajaran orang paling tampan dan kaya di sekolah mereka itu mengantarkan calon tunangannya. Sepertinya permintaan Jessica pada Luhan untuk membuat gadis itu mencintai Luhan benar-benar tak ada pengaruhnya terhadap sikap dingin Jessica. terbukti, Jessica hanya tersenyum sinis menanggapi perkataan Luhan tersebut.

“ bermimpilah, babylu.” Ujar Jessica terdengar begitu sarcastic tapi cukup menggemaskan bagi Luhan. Ayolah, Jessica baru saja memanggilnya dengan sebutan ‘babylu’. Mungkin saja itu panggilan sayang dari Jessica untuknya. Memikirkannya saja sudah membuat seorang Xi Luhan tersenyum-senyum sendiri.

“ itu panggilan sayang darimu untukku ya? Ah, manis sekali, sweety.” Ujar Luhan rasanya bisa membuat Jessica memuntahkan isi perutnya kapan saja. tak ingin Luhan semakin bertingkah menyebalkan, Jessica terlihat hendak meninggalkan Luhan dan masuk kelasnya. Namun sayang sekali, Luhan menahan tangan Jessica. kemudian lelaki keturunan China itu terlihat melayangkan ciumannya tepat di kening Jessica. Wajah Jessica kali ini benar-benar menunjukkan keterkejutan. Pasalnya ini pertama kalinya gadis itu dicium oleh Luhan di depan umum. Well, meskipun kemarin Luhan telah mencium bibirnya, tapi gadis itu masih belum terbiasa dengan hal itu.

“ Xi Luhan!” geram Jessica sambil memandangi Luhan tajam saat dirinya sadar apa yang calon tunangannya itu lakukan. Tangan Luhan terlihat mengacak-ngacak puncak kepala Jessica saat tatapan tajam itu tertuju padanya.

“ aku pergi. Jangan dekat-dekat Sehun.” Peringat Luhan sambil meninggalkan Jessica yang terpaku di depan pintu kelasnya. Bagus sekali, setelah menciumku dia pergi begitu saja. awas Xi Luhan! Pekik Jessica dalam hati. Wajahnya saat ini sudah tak dapat dideskripsikan lagi. antara marah, kesal, jengkel, pokoknya semua itu bercampur aduk menjadi satu.

Sehun hanya tersenyum kecut memandangi kejadian antara Luhan dan Jessica. sepertinya tak hanya dirinya yang berniat untuk membuka hatinya untuk gadis lain, tapi mantan kekasihnya itu juga berniat untuk membuka hatinya pada Luhan. Ada perasaan sedikit sakit saat Jessica bahkan tak memberi perlawanan apapun pada Luhan yang mencium keningnya. Tapi Sehun sadar, bukankah ini yang dirinya mau? Bukankah Sehun ingin Jessica tetap menjalankan perjodohan itu, dan dirinya membuka hatinya untuk Joo Hyun? Meskipun itu kedengarannya sangat mustahil bagi Sehun untuk membuka hatinya pada gadis lain.

“ padahal ini masih pagi, sebaiknya kau jangan terlalu sering melamun.” Ujar Jessica pelan saat dirinya duduk di kursi yang memang terdapat di samping Sehun.

“ jangan terlalu sering mengumbar kemesraan. Aku sebagai ketua murid di kelasmu mengingatkan bahwa ini sekolahan.” Entah mengapa hanya perkataan itu yang terlontar dari mulut seorang Oh Sehun. Sungguh lucu sekali, semua orang yang mendengarkan perkataan Sehun dan mengetahui hubungan antara Jessica dan Sehun pasti tahu jika Sehun menggunakan jabatan ‘ketua muridnya’ itu sebagai alasan untuk mengingatkan Jessica agar tak mengumbar kemesraan. Padahal pada kenyataannya lelaki itu cemburu karena kemesraan Jessica dan Luhan.

“ kau cemburu?” tanya Jessica dengan nada dinginnya, namun terbesit sedikit perasaan senang di hatinya. Tentu saja dirinya senang, orang yang baru saja memutuskannya ternyata masih perhatian pada dirinya. Namun sayang sekali, Sehun tidak menjawab pertanyaan dari Jessica tersebut. Yang Jessica dapat adalah Sehun meninggalkannya dan pergi ke tempat Joo Hyun yang saat ini sedang belajar karena sebentar lagi pelajaran matematika, dan yang Jessica rasakan kemarin, sebelum pelajaran matematika pasti selalu dilakukan pre test.

“ Yah! Oh Sehun! Hanya orang bodoh yang masih belajar di pagi hari untuk mempersiapkan pre test.” Teriak Jessica pada Sehun yang saat ini ikut bergabung bersama Joo Hyun dan Taeyeon. beberapa murid kelas yang mendengarkan perkataan Jessica terlihat memandangi Jessica dengan pandangan sinis, tetapi sebagian ada yang memaklumi gadis itu mengatakan hal tersebut. well, wajar saja bila teman sekelas Jessica memandani gadis itu dengan pandangan sinis. Jessica baru saja menghina Sehun dan Joo Hyun yang setiap semesternya selalu mendapatkan peringkat 5 besar satu angkatan.

“Wajahnya cantik, otaknya pintar, sayang sekali dia sombong.”

“ Sepertinya dia tak tahu Sehun kita peringkat berapa.”

“ Aku memaklumi dia seperti itu. Jessica memiliki segalanya.”

Bisikan-bisikan teman-temannya yang masih terdengar oleh Jessica benar-benar tak gadis itu hiraukan sama sekali. Ya, Jessica tahu Sehun dan Joo Hyun memang merupakan murid yang pintar. Tapi lihat saja nanti saat mereka tahu betapa cerdasnya otak Jessica.

***

“ jangan terlalu didengarkan ya apa yang dikatakan Jessica. Dia tidak bermaksud berkata seperti itu tadi.” ujar Sehun pada Joo Hyun pada saat mereka berada di gedung olahraga atau lebih spesifiknya lapangan basket indoor yang terdapat di Hannyoung High School saat mereka sedang menunggu guru mereka yang memang belum datang.

“ tenang saja. bukankah murid sepertiku memang pantas diperlakukan seperti ini.” ujar Joo Hyun sambil tersenyum pahit. Mengingat bahwa dirinya hanya murid beasiswa karena kepintarannya membuat Seohyun tahu diri bahwa dirinya memang tak akan pernah pantas untuk melawan Jessica ataupun Tiffany. Sekalipun dirinya melawan, bukankah pada akhirnya pandangan orang lain terhadap dirinya akan sama? Dia yang akan tetap salah. Well, semua bisa dibeli dengan uang. Termasuk pandangan oranglain terhadap kita.

“ murid beasiswa juga memiliki hak. Jangan merendahkan dirimu seperti itu, justru oranglain akan semakin mempermainkanmu, Joo Hyun.” Ujar Sehun sebenarnya sedikit gemas dengan sikap Joo Hyun yang terkadang merasa minder dan rendah diri seperti ini. sedangkan gadis bernama Joo Hyun itu tak terlalu mempedulikan perkataan Sehun. Pandangannya terlihat mengarah pada teman-teman perempuannya yang saat ini sedang berkumpul dengan kelompoknya masing-masing. Hanya dirinya yang tak memiliki kelompok. Bahkan Jessica yang murid baru saja bisa diterima oleh salah satu dari kelompok tersebut.

Dari kejauhan, Jessica terus memperhatikan Joo Hyun dan Sehun yang terlihat asik berbicara berdua tanpa memperhatikan keadaan sekitarnya. Kali ini, gadis itu terlihat menghela nafas berat. Wajahnya benar-benar menunjukkan bahwa dirinya tidak menyukai dengan pemandangan tersebut. Sekarang, Jessica benar-benar takut jika Sehun ternyata membuka hatinya untuk Seohyun dan akan melupakannya. Jessica belum siap untuk mengubur kenangannya dengan Sehun. Jessica belum siap jika pada akhirnya dia harus membuka hatinya untuk Luhan. Padahal kemarin Jessica sudah meneguhkan hatinya untuk melupakan Sehun dan belajar untuk mencintai Luhan. Akan tetapi pada kenyataannya sangat sulit sekali bagi Jessica.

“ Jessie, are you okay?” tanya Nicole mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Jessica membuat Jessica tersadar dari lamunannya. Jessica terlihat tersenyum tipis pada teman barunya yang sama sepertinya, memiliki darah Amerika untuk memastikan bahwa dirinya baik-baik saja.

I’m okay. Don’t worry.”

***

                Tadinya Jessica sudah sangat bersyukur jika guru olahraganya itu benar-benar tak datang dan kali ini tak ada jam pelajaran olahraga. Namun sepertinya keberuntungan kurang berpihak padanya kali ini. kenyataannya bahwa guru olahraganya tetap datang dan telat 15 menit.

Setelah melakukan sedikit pemanasan, Changmin Songsaenim menyuruh anak lelaki untuk mengambil bola basket yang terdapat di pinggir lapangan. Guru olahraga berbadan atletis itu terlihat mempraktekan teknik-teknik shooting dan defend yang benar dalam bermain basket. Sedangkan Jessica, gadis itu sekarang sudah pucat pasi hanya melihat bola basket itu. Wajahnya benar-benar terlihat tak tenang saat ini. belum lagi, keringat dingin sudah mengucur di pelipisnya padahal olahraga yang sebenarnya saja belum dimulai. Dalam hati gadis itu kotar-katir dan berharap dirinya bisa keluar dari lapangan basket ini.

Sedangkan Sehun yang memang berdiri di dua baris di samping Jessica terlihat terus memperhatikan gadis itu dengan perasaan khawatir. Lelaki itu terlalu mengenal Jessica. gadis yang bertahun-tahun pernah menjadi kekasihnya itu memang phobia terhadap bola besar. Sehun tahu betul bagaimana Jessica phobianya terhadap benda itu. bahkan Sehun yakin jika saat bermain basket bola tersebut mengarah pada Jessica, gadis itu bukannya akan menangkapnya lalu mendribblenya, akan tetapi Jessica akan menghindari bola tersebut.

“ okay, sekarang waktunya kalian yang melakukan permainan. Yang terlebih dahulu main adalah perempuan. Tim Nicole, Jieun, Hara, Hyosung, Suzy dan Jiyoung akan melawan tim Joo Hyun, Taeyeon, Bora, Sohee, Yuri, dan murid baru.” Ujar Changmin songsaenim membuat Jessica terlihat memejamkan matanya dan menguatkan dirinya bahwa dirinya akan baik-baik saja jika bermain bola. Dengan sedikit ragu, Jessica berjalan mendekati Yuri dan Bora. Wajahnya benar-benar tidak dapat dikategorikan baik-baik saja.

“ Jess.” Panggil Sehun membuat Jessica membalikkan badannya kembali. Kali ini tak ada tatapan tajam maupun dingin yang ditujukan Jessica Jung pada Sehun. Sedangkan Sehun benar-benar terlihat sangat khawatir pada Jessica. well, meskipun mereka sudah berpisah tapi Sehun tak dapat membohongi dirinya bahwa lelaki itu mengkhawatirkan Jessica.

“ kau baik-baik saja jika kau ikut bermain? Jika kau tak mampu aku bisa mengatakan pada Changmin songsaenim.” Ujar Sehun dengan suara yang sangat pelan namun hanya ditanggapi gelengan pelan dari Jessica. beberapa murid wanita terlihat berbisik melihat raut wajah khawatir yang ditunjukkan oleh KM mereka dan mulai berspekulasi tentang hubungan yang terjadi antara Jessica dan Sehun.

“ aku bisa. Ja.. jangan khawatirkan aku.” Ujar Jessica terdengar terbata-bata sambil berjalan menjauhi Sehun yang memandanginya khawatir.

“ jangan pernah ada yang mengoper bola ke arahku. Aku mohon.” Ujar Jessica pada anggota timnya membuat anggota timnya itu memandanginya dengan pandangan heran. Sedangkan Jessica, kali ini gadis itu terlihat menundukkan kepalanya. Jessica benci saat dirinya tidak bisa melakukan sesuatu yang bisa dilakukan oleh orang lain, Jessica sungguh benci saat orang mengetahui kelemahannya. Ya, Jessica membenci itu.

“ Yah! Jung Jessica, lantas untuk apa kau main? Benar-benar…”

“ aku phobia terhadap bola besar.” Kali ini Jessica memotong perkataan teman Joo Hyun yang bernama Taeyeon itu. Sedangkan Taeyeon hanya tersenyum sinis menanggapi perkataan Jessica tersebut. sudah menyusahkan timnya, sekarang gadis berambut pirang itu masih memasang wajah sombongnya. Dan itu membuat Taeyeon tak habis pikir terhadap Jessica.

“ ya tuhan Jessica! untuk apa kau takut pada bola. Kau…”

“ Kim Taeyeon, mengertilah.” Bentak Bora yang sedikit tidak suka pada Taeyeon yang menurutnya terlalu banyak berkomentar. Ayolah, tak tahu diri sekali Kim Taeyeon. bukankah Taeyeon sama kelasnya seperti Joo Hyun. Dan sekarang gadis itu dengan beraninya berkomentar tentang Jessica.

“ Taeyeon – ah, kau dan temanmu itu lebih baik tahu diri. Sudah Joo Hyun dekat-dekat dengan Sehun, sekarang kau tak tahu diri pada Jessica.” sinis Yuri membuat Joo Hyun membekap mulut Taeyeon karena jika tidak begitu pasti Taeyeon akan terus cerewet.

***

                Seperti yang sebelumnya Sehun tebak, Jessica benar-benar bermain sangat buruk. Beberapa kali bola mengarah ke arah Jessica, bukannya gadis itu merebutnya, tetapi Jessica malah menghindarinya. Tidak seperti yang lainnya yang berlomba-lomba untuk merebut bola dari lawan, lalu mengopernya pada teman satu timnya, Jessica cenderung hanya diam seperti penonton dalam lapangan.

Dari luar lapangan, Sehun terlihat terus melirik ke arah jam tangannya. Waktu bermain Jessica tinggal tersisa 5 menit lagi, akan tetapi rasa khawatir Sehun tak kunjung berkurang seperti berkurangnya waktu. Apalagi dapat Sehun lihat sekarang wajah Jessica benar-benar tak dapat dikategorikan baik-baik saja.

“ Jessica!” Teriak Joo Hyun sambil mengoper bola basket tersebut pada Jessica karena teman-teman yang lainnya terlihat dijaga oleh tim lawan. Joo Hyun yang kebingungan harus mengoper pada siapa pun akhirnya mengoperkan bola tersebut pada Jessica tanpa mengingat bahwa teman satu timnya itu phobia terhadap bola. Jessica yang tidak siap dan takut pada bola pun terlihat memejamkan matanya ketakutan.

Duk

Bola yang dioperkan Joo Hyun itu terlihat mengenai kepala Jessica. sepertinya bola yang dilemparkan oleh Joo Hyun itu cukup keras. Terbukti, beberapa saat setelah bola tersebut mendarat mulus di jidat Jessica, gadis itu terlihat berjongkok menahan sakitnya. Sudah wajahnya pucat, sekarang bola itu mengenai jidat Jessica. lengkap sudah penderitaan Jessica dan lengkap sudah bukti-bukti untuk menyalahkan Joo Hyun.

“ Jessica.” Teriak Sehun dengan nada yang cukup khawatir.

=== Love Business ===

Preview next chapter

” Sudah kubilang! jangan memaksakan diri. mengapa kau tak pernah berubah dengan sikap keras kepalamu?”

“ kenapa kau menolongku? Harusnya kau membiarkanku tadi. Bukankah kau tak ingin semua orang berpikiran macam-macam pada kita? bukankah kau ingin membuka hatimu untuk Joo Hyun? Kau tak akan bisa membuka hatimu untuk Joo Hyun jika kau terus melihatku, mengkhawatirkanku seperti tadi.”

” Itu karena kau berani macam-macam denganku. Seo Joo Hyun, apa yang kau lakukan tadi? Kau sengaja kan melemparkan bola itu padaku? Kau ingin aku terlihat lemah di hadapan semua orang?”

66 thoughts on “[Series] Love Business (Chapter 3)

  1. lanjut dong thor….
    apa sehun benar-benar tidak bisa melepaskan jessica? kapan yah sica bisa mulai cinta ama luhan? terus siapa kekasih luhan itu?

    NEXT dong

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s