[Freelance] Time Machine

time machine

Title : Time Machine | Author : Heena Park [@arumnarundana] | Lenght : Oneshoot | Genre : Romance,sad maybe | Ratting : PG | Main Cast : – Kim Joon Myeon [Suho EXO]-Hwang Mi Young  [Tiffany SNSD]

 

Recommended Song : -Time Machine [SNSD]-Jodoh Pasti Bertemu [Afgan]-Miracles in December [EXO]

 

Poster by @HighSchoolGraphics

 

 

Note : Hai hai~ Kali ini aku bawa FF yang sebenarnya adalah request-an dari salah satu member/?

 

Maaf kalo banyak typo bertebaran,soalnya ngetiknya pas malem~

 

 

 

 

© Time Machine ©

 

 

Mi Young duduk duduk bersedekap kaku di berhadapan dengan pria bermata sayu.Bibirnya hanya bergerak-gerak kecil tak tahu akan apa yang harus dilakukannya,ia merasa setiap gerakkan dari tubuhnya salah—Sempat ia bergerak untuk meraih cangkir kopi di depannya namun tangannya kaku dan tidak bisa diajak untuk berkompromi.

“Tidak perlu bersikap sedingin ini” Suara tenang pria di hadapannya terdengar perih dalam telinga Hwang Mi Young.Ia masih belum bisa mengontrol emosinya sendiri

“Hubungan kita,cukup sampai di sini saja Joon Myeon-ssi,ini bukan duniaku,maafkan aku” Jawab Mi Young tanpa basa-basi 

Gadis itu berdiri dan kemudian berbalik untuk meninggalkan kekasihnya yang bisa dibilang super sibuk itu.Ia merasa waktu yang diberikan Joon Myeon untuknya tidak mencukupi sama sekali.Pria itu hanya mengirimkannya pesan singkat sebanyak 2 kali dalam sehari,1 kali menelfon dalam seminggu dan jadwal bertemu yang bisa dibilang sangat jarang—Mereka tidak terlihat seperti pasangan kekasih sama sekali.

Berbeda dengan awal hubungan mereka,saat itu Joon Myeon belum memiliki posisi yang terlalu tinggi dalam perusahaan,pria itu masih sering berhubungan dengannya.Namun sejak 3 bulan terakhir Joon Myeon seperti berubah,namun tidak terlihat karena pekerjaan melainkan Mi Young berfikir bahwa Joon Myeon berubah akan kehadiran gadis lain.

Mi Young tidak tahu pasti siapa gadis itu,tapi itu benar-benar terlihat jelas dari kelakuan Joon Myeon,pria itu sama sekali tidak menggubrisnya sedikitpun dan tetap bersikap cuek pada kelakuan Mi Young.

“Tidak bisakah kita bicarakan ini terlebih dahulu? Maksudku kita perbaiki semuanya Mi Young” Sergah Joon Myeon,tangannya memegang lengan Mi Young berharap bisa mencegah gadis itu untuk pergi

“Kalau saja ada sebuah alasan yang bisa mempertahankan hubungan kita,kalau” Mi Young berbalik dan melepaskan lengannya dari genggaman Joon Myeon “Ada sejuta gadis yang lebih baik dari aku,kau pria tampan,hebat dan sukses,semua gadis akan jatuh cinta padamu Joon Myeon-ssi”  Sambung Mi Yeong lalu berjalan meninggalkan Joon Myeon

“Tentu saja Hwang Mi Young! Tentu akan banyak gadis yang tertarik padaku” Teriakkan Joon Myeon barusan membuat Mi Young mematung dan tidak melanjutkan jalannya.Dalam hatinya tertores luka ketika pria yang dicintainya itu berkata demikian,dengan tanpa nada yang bersalah ia bisa berkata bahwa akan mendapatkan siapapun yang bahkan lebih darinya.

“Aku tampan,aku kaya,aku memiliki segalanya Hwang Mi Young!” Lanjut Joon Myeon yang semakin membuat perasaan Mi Young bergejolak

“Tapi tak bisakah kau hargai hatiku yang lebih memilihmu daripada wanita-wanita itu? Tak bisakah?” Perkataan Joon Myeon kali ini benar-benar menusuk dalam hati Mi Young,ia bisa mendengar ketulusan dalam perkataan Joon Myeon barusan.

Tapi Mi Young tidak boleh mundur,ia harus tetap pergi untuk mengakhiri hubungan tanpa saling pengertian itu yang hanya bisa membuatnya sakit hati.Mi Young bersikukuh untuk melangkahkan kakinya dan benar-benar tidak mendengarkan perkataan Joon Myeon lagi,semua memang terasa berat untuk ia lakukan namun usahanya tidak sia-sia karena akhirnya kaki mungilnya itu telah berhasil melangkah keluar dari pintu lalu berlari

Ia bisa mendengar langkah kaki Joon Myeon yang berlari mengikuti irama kakinya dan bahkan pria itu sempat berteriak agar gadisnya berhenti untuk berlari serta mendengarkan penjelasannya,tapi apa mau dikata Mi Young terlanjur memendam dalam-dalam perasaan luluhnya akan semua perkataan Joon Myeon dan memilih untuk tetap melanjutkan keingannya kali ini,dia harus benar-benar bisa meninggalkan Joon Myeon,setidaknya untuk saat ini ia butuh waktu sendirian.

Setelah merasa bahwa Joon Myeon sudah tidak mengikutinya,Mi Young menghempaskan tubuhnya pada sebuah tempat duduk yang terdapat di pinggir trotoar.Jauh dalam hatinya ia masih tidak bisa melepaskan Joon Myeon,ia terlalu mencintai Joon Myeon dan begitu banyak hal yang telah pria itu lakukan untuknya selama ini.

Apakah ia terlalu jahat sekarang? Hanya karena komunikasi yang semakin menipis antar keduanya,ia tanpa segan memutuskan untuk mengakhirinya begitu saja? Tapi bukankah hal terpenting dalam suatu hubungan itu adalah komunikasi?

 

© Time Machine ©

 

Mi Young mengunci rapat-rapat pintunya begitu mengetahui bahwa Joon Myeon sedang berada di depan rumahnya.Saat ini pria itu sedang berusaha dengan sekuat tenaga agar Mi Young bersedia untuk membukakan pintu dan mau mendengarkan penjelasannya,Joon Myeon tidak ingin hubungannya dengan Mi Young berakhir begitu saja setelah banyak hal yang mereka lalui bersama.

“Mi Young! Hwang Mi Young,ku mohon buka pintunya”  Pinta Joon Myeon,tangannya masih sibuk mengetuk pintu rumah Mi Young,ia tahu betul bahwa sekarang Mi Young sedang berada di balik pintu “Ku mohon Mi Young,kita harus berbicara”

“Sudahlah Joon Myeon,tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi,lebih baik kau segera pergi atau aku akan memanggil petugas keamanan!” Gertak Mi Young dari dalam rumah

“Tapi..”

“Maafkan aku Joon Myeon,maafkan aku” Begitu mengucapkan kalimat tadi,Mi Young memerintahkan tubuhnya untuk masuk ke dalam kamar dan menghempaskan tubuhnya dalam ranjang yang besar.

Ia tidak ingin menangis saat ini,bagaimanapun dialah yang memilih untuk mengakhiri hubungannya dengan Joon Myeon,jadi tidak seharusnya dia menangis.Ia tidak seharusnya menangis saat ini,ia harus kuat dan bisa melepaskan Joon Myeon setidaknya untuk gadis yang lebih baik darinya,yang bisa mengerti akan kesibukkannya.

Tok..tok..

Terdengar suara ketukkan dari luar kamar,Mi Young buru-buru menghapus air mata yang baru saja akan mengalir mulus di pipinya ketika sang ibu masuk ke dalam kamarnya.Melihat keadaan Mi Young yang terlihat sangat rapuh,ibunya segera mendekat dan duduk di dekat Mi Young sambil mengelus rambut panjang anak gadisnya.

“Kau tidak bisa bersembunyi terus-terusan,temui dia” Ucap ibunya halus.Tentu saja Mi Young ingin menemui Joon Myeon,tentu saja ia ingin,tapi ia tidak bisa melakukannya.

“Aku tidak bisa melakukannya eomma” Jawab Mi Young sambil menggelengkan kepalanya untuk memperkuat niatnya agar menjauh dari Joon Myeon

“Kenapa?”

Mi Young menggeleng,ia juga tidak mengerti akan apa yang ia lakukan dan akan apa yang harus keluar dari mulutnya

Hwang Ga In menghembuskan nafas panjang dan memeluk putrinya “Mungkin aku memang bukan ibu kandungmu,tapi aku tetap bisa merasakan apa yang terjadi padamu” Ujarnya lalu melonggarkan pelukkannya dan memegang kedua pipi halus Mi Young “Jika masih ada rasa yang membara dalam dada,tidak ada salahnya untuk diperjuangkan” Ucapnya pada Mi Young.

Gadis itu hanya terdiam mendengar perkataan ibu tirinya barusan—Tidak,sebenarnya Mi Young sudah menganggap Ga In sebagai ibu kandungnya,mengingat betapa sayangnya perempuan setengah baya itu padanya dan pada keluarganya,ia adalah ibu yang baik.

“Pikirkan kata eomma baik-baik” Lanjut Ga In,ia mengecup kening Mi Young dan hendak keluar dari kamar anak gadisnya,namun sebelum ia benar-benar keluar,Ga In berhenti di ambang pintu dan menengok pada Mi Young “Joon Myeon pria yang baik,ingat apa saja yang telah kalian lakukan dan temukan maaf untuknya,Hwang Mi Young” Ga In mengingatkan “Dan,selamat malam”

Ucapan selamat malam itupun menuntun Ga In untuk mengakhiri perbincangannya dengan Mi Young dan membiarkan anak gadisnya untuk berfikir secara tenang,setidaknya ia perlu waktu untuk mulai mengatur kembali hatinya dan mencoba untuk bersikap dewasa dalam menghadapi sebuah hubungan.

Mi Young mencoba mencerna kata-kata ibunya barusan,ia memejamkan matanya beberapa saat lalu menatap lekat-lekat sebuah meja berukuran sedang di samping ranjangnya,di situlah tempatnya menyimpan barang-barang pemberian Joon Myeon.

Ia menggerakkan tangannya untuk menarik bagian dalam meja tersebut,melihat apa saja yang bisa ia temukan di sana.Sebuah sweater bewarna putih,jam tangan,sapu tangan,boneka teddy bear coklat kecil dan beberapa barang pemberian Joon Myeon lainnya.

Mi Young mengambil kardus dan berniat memasukkan barang-barang itu ke dalamnya,awalnya gadis itu mengambil teddy bear kecil bewarna coklat dan memandanginya sebentar,ia ingat bahwa boneka itu Joon Myeon berikan ketika mereka sedang berteduh di bawah halte bus saat musim hujan tahun lalu,saat itu sebenarnya Joon Myeon ingin mengajak Mi Young untuk pergi menikmati indahnya bunga-bunga di taman,namun sayang ternyata hujan datang menerjang sehingga rencana itu harus dibatalkan,tak ingin membuat Mi Young kecewa,Joon Myeonpun mengeluarkan sebuah teddy bear kecil yang dibelinya ketika akan berangkat menemui Mi Young dan ternyata boneka kecil itu berguna juga.

Setelah puas memandangi teddy bear kecil di tangannya,Mi Young memasukkan boneka itu kedalam kardus.Tangannya kembali meraih sebuah sweater putih dengan harum dari parfum yang biasa digunakan oleh Joon Myeon,wangi dan hangat.Sejak Joon Myeon memberikan benda itu pertama kali,Mi Young hanya pernah memakainya satu kali,hanya untuk mencobanya dan kemudian menyimpan benda itu agar tidak kotor dan ia tidak perlu mencucinya,karena jika ia mencucinya maka bau khas parfum Joon Myeon akan menghilang.

Ia tersenyum mengingat ketika pertama kali mencoba sweater ini tubuhnya seperti tenggelam di dalamnya,dan kali ini Mi Young kembali mencoba sweater ini,dia berdiri dan mematung di depan kaca sambil mengamati dirinya.Setidaknya sekarang ia sudah tidak setenggelam dulu ketika mengenakan sweater putih ini.

Tidak ingin menghabiskan waktu terlalu lama,Mi Young melepaskan sweaternya dan kembali memasukkannya dalam kardus.Ia menatap barang-barang pemberian Joon Myeon lainnya,dengan hati yang berat dan mata yang mulai berkaca-kaca ia mencoba bertahan dan memasukkan semua benda itu.

 

© Time Machine ©

 

Siang ini Mi Young telah bersiap untuk pergi membuang jauh-jauh semua ingatannya tentang Joon Myeon.Kardus berisi barang-barang pemberian Joon Myeon itu ia letakkan di kursi penumpang mobilnya dan tanpa ragu Mi Young melajukan mobil tersebut ke suatu tempat yang cukup jauh dari rumahnya.

Ia menempuh hampir 1 jam perjalanan,dimana akhirnya mobil itu berhenti di sebuah pinggir sungai yang jauh dari keramaian kota Seoul.Sebelum keluar dari mobil,Mi Young melihat ponselnya,31 panggilan masuk dan 60 pesan singkat.Tidak salah lagi itu semua pasti dari Joon Myeon.

Mi Young tidak ingin menghabiskan waktunya hanya untuk membuka semua pesan dari Joon Myeon itu,sekarang yang ia harus lakukan hanyalah membuang barang-barang itu dan semuanya pasti akan baik-baik saja.Ia meraih kardus miliknya dan menaruhnya ke tanah di tepi sungai.

Tangannya terasa berat ketika ia harus mengarungkan benda-benda itu satu per-satu.Bersamaan dengan hilangnya benda-benda ini,Mi Young berharap perasaannya juga ikut menghilang dan luka di hatinya segera sembuh agar ia bisa menatap masa depannya dengan senang tanpa ada pria bernama Kim Joon Myeon lagi.

Hatinya terasa sakit,benar-benar sakit.Melihat benda-benda itu larut bersama air entah kemana,tubuhnya serasa di jatuhi beban berat,ingin sekali tangannya mengulur dan meraih benda-benda itu kembali namun sayang ia tidak bisa melakukannya untuk saat ini,bukan—Tidak Cuma untuk saat ini,namun juga untuk selamanya.

Ia harus bisa merelakan kenangnya berlalu bersamaan dengan perginya benda-benda itu,ia pasti bisa melupakan Joon Myeon,namun itu semua tidak akan terwujud jika cincin yang melingkar di jari Mi Young tidak ia arungkan dalam air.

Untung saja gadis itu cepat teringat dan memandangi cincinnya.Apakah ia harus membuang cincin itu juga? Ya,dia harus.

Mi Young menarik cincin pengikatnya dengan Joon Myeon untuk lepas dari jarinya,sayang sekali benda penanda cinta mereka ini harus segera lenyap.Tapi kali ini Mi Young benar-benar tidak sanggup,ia seperti tertarik oleh tali ketika harus melemparkan cincin itu ke sungai,namun inilah takdir,dia harus melakukannya apapun yang terjadi.

Selepas melakukan hal yang menguras hati barusan,Mi Young kembali melajukan mobilnya untuk kembali ke rumah,siapa tahu ia bisa sedikit menghibur diri dengan menonton televisi atau hanya sekedar tidur pada sore hari.Saat ini ia benar-benar sedang tidak ingin melakukan apapun,moodnya yang jelek membuat Mi Young terlihat buruk.

Ia melajukan mobilnya dengan sedikit ugal-ugalan dan membuat pengendara lain menjadi gerah akan tingkahnya,bahkan Mi Young sempat beberapa kali terkena omel dari pengendara sepeda montor,khususnya ibu-ibu karena caranya mengemudi mobil yang sangat berbahaya.Ia bisa saja merengut nyawa orang lain jika terus seperti itu.

Namun untunglah ia bisa sampai di rumah dengan selamat tanpa kurang satu apapun,setidaknya ia berhasil memakirkan mobilnya di garasi dengan benar walaupun jok belakang sedan silver milik Mi Young harus rela peyot karena menabrak dinding.

Mi Young hanya menghembuskan nafas berat dan memukul pelan kemudi mobilnya lalu tanpa ekspresi bersalah ia keluar dan menutup pintu mobil dengan sedikit keras.Sebenarnya caranya menutup itu bisa membangunkan anak kecil yang sedang tertidur lelap,namun untunglah,ia tidak memiliki saudara yang masih kecil.

Langkahnya terlihat gontai dan putus saja,ketika sudah sampai di depan pintu dan tangannya sibuk mencari kunci terdengar langkah seorang pria mendekat.Mi Young berbalik dan betapa terkejutnya ia ketika melihat Joon Myeon sudah berada tepat di depan mukanya,pria itu buru-buru memegang lengan Mi Young erat seakan tidak membiarkan gadis itu untuk pergi lagi

“Joon Myeon-ssi,lepaskan tanganku!” Perintah Mi Young sambil berusaha memberontak

Joon Myeon menggeleng,ia semakin mempererat genggamannya “Tidak akan sampai kau mau mendengarkan penjelasanku Hwang Mi Young” Balasnya berapi-api

“Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi” Mi Young memberonta dengan keras namun Joon Myeon masih bersikukuh sampai akhirnya mata pria itu melirik jemari Mi Young dan ekspresi terkejut sangat terlihat di wajahnya

Joon Myeon mengulurkan kelima jemari Mi Young dengan tatapan tak menyangka dan bertanya “Di mana cincinmu?” Nada suaranya meninggi

Mi Young segera menarik tangannya dan genggaman Joon Myeon “Sudah ku buang,lagipula sudah tidak ada gunanya lagi aku menggunakan cincin itu” Ia menatap Joon Myeon sebentar “Lebih baik sekarang kau pergi dari sini!” Perintahnya keras

Joon Myeon menggeleng dan memegang kedua bahu Mi Young “Tidak,kau tidak boleh membuang cincin itu,di mana kau membuangnya? Di mana?” Tanya Joon Myeon bersikukuh

Sudah cukup,Mi Young merasa muak dengan segala perlakuan Joon Myeon.Ia memutuskan untuk bertindak sedikit lebih kasar dan tangannya-pun tergerak untuk menampar pipi Joon Myeon.Pria itu terkejut dan menahan rasa sakit di pipinya yang mulai memerah.

“Kalau kau tidak mau pergi dari sini,biar aku saja yang pergi!” Ujar Mi Young yang kemudian melangkahkan kakinya melewati Joon Myeon.Gadis itu meninggalkan Joon Myeon di rumahnya,sedangkan ia sendiri tak tahu akan pergi kemana untuk menjauhi pria bodoh itu—Sekali lagi ia akan menyetir seperti orang gila.Tentu saja Mi Young akan menyusahkan banyak orang di jalanan,itu sudah pasti

Gadis berambut panjang terurai yang kini sedang dikuasai emosi yang labil itu sepertinya tidak tahu telah melajukan mobilnya kemana,ia hanya mengikuti isi hatinya saja.Berkendara tanpa arah seperti angin yang bebas kemanapun.

Mi Young berhenti di sebuah taman kecil,dia duduk sendirian di sebuah bangku yang sedikit basah,sepertinya tadi hujan sempat mengguyur tempat ini.Ia hanya merenung dan melamun tanpa jelas apa yang sedang difikirkannya—Lebih tepatnya fikirannya kosong.Ia tidak sedang memikirkan Joon Myeon,dan ia juga tidak sedang memikirkan dirinya.

Pandangannya mengarah pada bunga mawar yang tumbuh begitu saja di tengah-tengah taman,warnanya putih dan tiba-tiba saja ia teringat Joon Myeon pernah memberinya bunga mawar putih dan berkata “Bunga mawar putih ini memiliki arti bahwa cintaku padamu suci dan tulus,kau harus percaya padaku Mi Young.Aku mencintaimu”

Mi Young menutup matanya sendu,ia tidak ingin menangis sekarang.Ia harus menjadi wanita yang kuat,lagipula cinta bukanlah segalanya yang ada di bumi ini,masih ada hal lain yang jauh lebih menarik daripada cinta hanya saja ia belum bisa mengetahui hal apakah itu.

“Nona Mi Young-ssi?”

Mi Young terkejut menatap seorang pria berjas hitam di sampingnya yang tiba-tiba datang,pria itu terlihat seperti orang berkelas

“Benar anda Nona Hwang Mi Young?” Tanya pria itu sekali lagi

Mi Young menganggukkan kepalanya,ia tidak mengeluarkan suara apapun.Namun begitu mendengar jawaban Mi Young barusan,pria itu terkekeh dan menyeringai.Tanpa terduga pria itu mengeluarkan sebuah sapu tangan dan dengan cepat menyekap Mi Young dari samping sehingga gadis itu pingsan,buru-buru pria aneh yang menyekap Mi Young langsung menggendongnya ke dalam mobil dan membawanya entah kemana.

 

© Time Machine ©

 

 

“Kau sudah terbangun rupanya” Suara serak seorang pria membuat kepala Mi Young terasa pusing.Samar-samar matanya menerawang pada banyangan gelap di pojok ruangan.Bau asap rokok mengepul masuk ke dalam hidungnya,tidak lama pria dipojok ruangan berdiri dan perlahan wujudnya mulai terlihat lebih jelas.

Ia adalah seorang pria berumur sekitar awal empat puluhan dengan kumis tipis dan senyuman licik yang begitu menakutkan.Pria itu menjatuhkan puntung rokok di jarinya dan menginjaknya dengan sepatu hitam mengkilap

“Apa yang kau inginkan?” Tanya Mi Young dengan nada takut

Pria aneh itu hanya tertawa kecil dan memegang dagu Mi Young “Sebelum aku mengatakan apa mauku,perkenankanlah aku untuk mengenalkan diri,namaku Han Tae Sun” Seringainya

Jantung Mi Young semakin berdetak kencang,tangannya yang diikat oleh tali mencoba dengan sekuat tenaga untuk merogoh saku dan mengambil ponsel lalu menekan angka 3 di mana panggilan itu langsung terhubung dengan Joon Myeon,belum sempat ia bicara meminta bantuan pada Joon Myeon,ponselnya terjatuh dan pria itu mengetahuinya.

“Jadi kau ingin memberitahu pada Joon Myeon bahwa kau disekap ?” Ujar Han Tae Sun yang dengan sigap mengambil ponsel Mi Young,ia membalik ponsel Mi Young agar gadis itu bisa melihatnya “Joon Myeon tidak akan datang untuk menyelamatkanmu Nona Hwang Mi Young” Ujarnya dengan emosi yang mulai menerpat

Han Tae Sun membanting ponsel Mi Young dan seketika itu pula Mi Young berteriak “Han Tae Sun jangan!” Teriaknya keras berharap bahwa Han Tae Sun akan menghentikan perbuatannya,namun apa dikata ponsel tersebut telah remuk karena kaki Han Tae Sun yang menginjaknya

Pria itu tersenyum puas lalu mengambil pisau kecil di celananya dan menaruhnya di leher Mi Young “Kasihan sekali nasibmu nak,sekarang jika kau ingin selamat maka kau harus mengikuti perintahku” Ujarnya

Mi Young menggeleng “Tidak,tidak akan”

Han Tae Sun semakin menempelkan pisaunya lebih dalam pada leher Mi Young “Kau berani menolak? Dasar gadis bodoh,jadi kau lebih memilih mati?”

“Aku lebih baik mati daripada harus menuruti perintah pria tak dikenal yang jahat sepertimu!”

Han Tae Sun tertawa hambar “Kau akan menyesal anak muda” Ia berhenti sebentar dan berbalik membelakangi Mi Young “Lagipula aku hanya menyuruhmu untuk menyuruh Joon Myeon mundur dari pekerjaannya,tidak sulit bukan? Tapi kau malah memilih untuk menolaknya,itu sama saja kau telah memberikanku tiket untuk membawa seluruh keluargamu ke neraka”

Mi Young terbelalak “Apa maksudmu? Jangan pernah lukai keluargaku! Jangan” Ia mencoba melepaskan ikatan di tangannya

“Terlambat Hwang Mi Young,kau sendiri yang menolak perintahku hmm?”

Mi Young menggelengkan kepalanya “Tidak,kau tidak bisa lakukan itu! Aku dan Joon Myeon sudah putus,aku tidak berarti lagi baginya,percuma kau menyuruhku” Sangkal Mi Young

“Tapi Joon Myeon masih mencintaimu” Han Tae Sun kembali menghadap Mi Young,ia mengarahkan pisaunya kembali ke leher Mi Young dan kali ini tangan kirinya mencengkeram kuat lengan Mi Young “Aku ulangi sekali lagi,kau mau menuruti perintahku atau mati?”

Mendengar pertanyaan Han Tae Sun barusan,Mi Young benar-benar kehilangan kendalinya.Hanya rasa takut yang menyeruak dalam tubuhnya,ia tidak bisa mengatakan apapun lagi dan tiba-tiba Han Tae Sun langsung melayangkan pisau tajam itu kepadanya dan semua seperti menjadi slow motion

Pisau itu semakin mendekat ke arah jantungnya dan hingga tinggal beberapa cm lagi tiba-tiba tangan Han Tae Sun melemas lalu pisau itu terjatuh di lantai,tubuh Han Tae Sun terjatuh di atas tubuhnya,tidak lama setelah itu bau anyir darah menyeruak dari punggung Han Tae Sung,sebuah pisau menancap di punggungnya dan terlihat pria berjubah hitam di belakangnya.

Pria berjubah hitam itu bertumpu lutut dan melepaskan ikatan di tubuh Mi Young.Begitu tubuhnya terbebas,Mi Young langsung berlari tanpa memperdulikan bahwa pria berjubah itu mencoba untuk mencegahnya.Namun dengan sekuat tenaga Mi Young berlari dan bersembunyi di salah satu sudut dimana banyak tong-tong di sana,ia terlalu takut sekarang.

Terdengar beberapa kali bunyi ‘buk’ yang sangat keras,Mi Young yakin bahwa pria berjubah hitam itu sedang berkelahi dengan anak buah Han Tae Sun—Mi Young memeluk erat kedua kakinya ia tidak tahu kemungkinan buruk apalagi yang bisa terjadi,yang ia fikirkan sekarang adalah bagaimana caranya agar ia selamat dari sini.

Ia memutuskan untuk bangkit dan mencari jalan keluar,kakinya terasa kaku dalam setiap langkah.Semuanya masih baik-baik saja sampai ia berdiri di depan pintu besar yang mungkin bisa mengeluarkannya.Tiba-tiba pria berjubah itu muncul dibelakangnya.

Mi Young terperanjat kaget dan mundur beberapa langkah sampai tubuhnya menempel pada badan pintu,pria itu semakin mendekat di tangan kanannya memegang pisau berlumuran darah yang sepertinya telah ia gunakan untuk membunuh Han Tae Sun beserta anak buahnya

“Mundur kau!” Gertak Mi Young galak,namun jauh dalam ekspresinya tersimpan ketakutan.Bukannya mundur,pria misterius itu tetap mendekat,Mi Young semakin ketakutan ia melepaskan high heelsnya dan melemparkan tepat terkenal wajah si pria misterius.

Pria itu mengaduh kesakitan dan pisaunya terjatuh di lantai,Mi Young dengan sigap mengambil pisau tersebut dan mengarahkannya ke pria tersebut.

Pria berjubah hitam itu mencoba bangkit,ia memegang kepalanya karena mungkin hal yang dilakukan Mi Young tadi cukup membuatnya pusing.

“Mundur atau aku akan membunuhmu!” Gertak Mi Young sekali lagi,ia seperti sudah sangat siap untuk menancapkan pisau itu pada sang pria misterius.

Pria misterius di depannya tidak menggubri perkataan Mi Young,ia mengibaskan tangannya memberi kode bahwa tidak seharusnya Mi Young melakukan itu “Jangan Mi Young-ssi kumohon” Pinta pria misterius di depannya

Mi Young terlalu takut untuk percaya pada pria di depannya,dengan kesadaran yang masih labil,Mi Young mengayunkan pisaunya dan menancap tepat di jantung pria berjubah hitam di depannya,pria itu terjatuh di lantai tepat di bawah Mi Young berdiri.

Mi Young yang tak menyangka telah melakukan hal tadipun ikut terjatuh dengan ekspresi penuh frustasi sedangkan pria di depannya berteriak kesakitan.Tiba-tiba saja penutup kepala jubah pria itu terbuka dan betapa terkejutnya Mi Young melihat Joon Myeon yang menggunakannya.

Seluruh tubuhnya bergetar dengan hebat,tangannya dengan refleks memeluk Joon Myeon dan meminta maaf pada lelaki itu “Joon Myeon! Kim Joon Myeon! Bertahanlah kumohon,maafkan aku” Mi Young menepuk-nepuk pipi Joon Myeon dan berharap pria itu bisa mendengarnya

Sungguh bodoh,bagaimana mungkin Mi Young bisa membunuh orang yang ia cintai,orang yang saat ini juga telah menolongnya.Wanita macam apa dia ini?

“Kim Joon Myeon! Dengar aku..ku mohon kau bertahan,ku mohon” Ujar  Mi Young lagi,butiran bening air mata juga telah jatuh dari pipinya.Matanya berkunang-kunang,hatinya benar-benar terpukul oleh penyesalan yang teramat sangat dalam.

Joon Myeon yang sadar akan ajalnya yang segera tiba hanya tersenyum dan membelai lembut pipi Mi Young,wajahnya memerah menahan rasa sakit yang begitu luar biasa.Bibirnya yang mulai membiru itupun bergerak berusaha berkata sesuatu dengan suara serak

“Mi..Young..”

Mi Young menggenggam tangan Joon Myeon “Iya Kim Joon Myeon,ku mohon bertahanlah,aku akan membawamu ke rumah sakit” Tegas Mi Young sambil menangis

Joon Myeon menggeleng dan mengusap air mata Mi Young “Tidak perlu Mi Young..tidak perlu..”

“Joon Myeon!”

“Katakan bahwa kau mencintaiku..katakan” Suara Joon Myeon semakin menghilang dan itu membuat Mi Young semakin frustasi,gadis itu menggeleng dan berkata dalam tangisnya “Tidak Joon Myeon,kau harus bertahan! Ku mohon bertahanlah!” Mi Young menutup matanya sebentar “Ku mohon Joon Myeon,demi aku,demi cinta kita,Aku mencintaimu Kim Joon Myeon”

Joon Myeon terbatuk mendengar jawaban Mi Young,nafasnya semakin terengah dan tubuhnya melemas,jarinya yang semula memegang pipi Mi Young itupun beralih ke bibir gadis di depannya dan berkata “Hwang Mi Young,Keep Smile…..”

Kata terakhir itu..

Joon Myeon menghembuskan nafas terakhirnya tepat ketika mengucapkan apa yang ingin ia ucapkan,dan apa yang ingin ia dengar.Mi Young menarik jasat Joon Myeon dalam pelukkannya dan seketika tangisnyapun pecah—

Ia benar-benar menyesal telah melakukan itu pada Joon Myeon,sekarang bagaimana? Siapa yang akan menggantikan Joon Myeon? Tentu tidak ada!

Mi Young masih memeluk Joon Myeon dan membiarkan bajunya bersimbah darah—Joon Myeon orang yang dicintainya—Joon Myeon penyelamatnya—Dan Joon Myeon yang harus kehilangan nyawa karena perbuatannya.

 

© Time Machine ©

 

Seorang wanita berbaju tahanan di kawal polisi keluar dari jeruji besi,sedangkan seorang wanita lain sudah menunggu di ruang pengunjung rutan.Mi Young tersenyum dan menyalami perempuan di hadapannya yang tidak lain dan tidak bukan adalah teman sekantor Joon Myeon yang juga merupakan temannya

“Bagaimana kabarmu Mi Young-ssi?” Tanya perempuan bergaya elegan tersebut

Mi Young memandang baju tahanannya dan menaikkan kedua bahunya “Lebih baik kurasa,walau penjara ini belum bisa menebus kesalahanku pada Joon Myeon” Ucapnya murung

Perempuan bernama Hana itu memegang pundak Mi Young “Joon Myeon orang yang baik,dia pasti memaafkanmu” Ujarnya menenangkan

Mi Young mengangguk namun tatapannya masih sendu seakan kesalahannya itu tak akan pernah bisa dimaafkan,bahkan oleh dirinya sendiri “Jika sudah bebas nanti,aku ingin pergi ke makam Joon Myeon dan mengenangnya..” Mi Young berhenti sebentar dan menghapus air mata yang baru saja turun melewati pipinya “Aku begitu merindukan Joon Myeon,Hana..Aku merindukannya”

Hana buru-buru memeluk Mi Young dan membelai rambutnya “Percayalah padaku Mi Young,Joon Myeon pasti juga merindukanmu  di surga,dia masih melihatmu,kau adalah cinta terakhir Joon Myeon,dan dia sangat menyayangimu”

“Aku tidak tahu apa jadinya aku tanpa dirimu Hana” Mi Young melonggarkan pelukkannya,ia menatap Hana lekat-lekat dan kembali memeluknya lagi “Terima kasih Hana,terima kasih”

 

 

The End

25 thoughts on “[Freelance] Time Machine

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s