[Freelance] Fake – Sequel of The Burn Rose (Chapter 1)

fake

Author : N_Bingle

Rating : PG 15+

Main cast :

Huang zi Tao

Tiffany Hwang

Kris Wu

Length : twoshot

Other cast :

Huang hi Han (OC)

Huang Ji Zun (OC)

SNSD

EXO

Genre : angst,

Disclaimer : FF ini Cuma puny author!! Don’t copy paste!!

Notes : nahhh… karena ada yang minta sequel dari the burn rose, makanya author mencoba untuk membuat sequelnya, tapi bagus atw gak.y itu readers yang nentuin, sooo… comment juseyo ^^ and mian yahh posternya telat, soalnya masih dalam proses ^^

 

Author POV

Sampai saat ini Tiffany mash belum percaya dengan apa yang dilakukan oleh Tao. Dia tahu dia salah, tapi Tiffany memang sama sekali tidak menyukai terror-teror Tao selama mereka di SMA. Dan setelah Tao mengungkapkan yang sebenarnya kemarin, Tiffany benar-benar shock, selama dia berpacaran dengan Tao, Tao tidak pernah menunjukkan bahwa ini adalah pembalasan dendam, dan semuanya berjalan begitu saja sampai akhirnya Tao mengungkapkan yang sebenarnya.

“fany-ah…” sapa Yoona

“…”

“ayolah..  soal kejadian kemarin lupakan saja. Masih banyak laki-laki lain” kata Yoona sambil membujuk Tiffany

“yoong- ah, bukan itu masalahnya, aku sampai sekarang ini masih belum percaya dengan apa yang dia lakukan, kalau ingin balas dendam kenapa tidak langsung saja, kenapa dia malah membalas dendamnya dengan cara seperti ini?” kata Tiffany 

“pasti saat kau menolaknya di benar-benar merasa sakit hati, karena dia bilang kalau di sudah lama menyukaimu, dan juga caramu menolaknya saat itu bisa dibilang kasar” kata Yoona

Tiffany bungkam, ia tidak mau lagi membalas perkataan Yoona, dia memang bersalah, tidak seharusnya dia meolak Tao dengan caranya yang kasar saat itu.

OTOS

“ge.. bagaimana perasaanmu sekarang?” Tanya adik Tao

“bisa dibilang lega ..” jawab Tao

“kau benar-benar jahat ge, kau tahu itu kan?” kata adik Tao

“Han… kalau kau mau bilang aku jahat, terserah kau saja, kau belum tahu siapa yang jahat sebenarnya” kata Tao lalu beranjak ke menuju kamarnya

“neo nappeun namja!” teriak Han

“o! bahasa koreamu lumayan” kata Tao

Setelah masuk ke dalam kamar Tao langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang, niatnya ingin tidur tiba-tiba batal karena sang adik, Han,masuk ke dalam kamar  Tao, ia masih sangat penasaran dan juga marah pada  Tao.

“ya! Lalu bagaimana dengan yeoja itu?” Tanya Han sambil duduk di atas tempat tidur Tao

“molla” jawab Tao (sekarang ini si Tao sama adeknya bicara pake bahasa korea, kalau percakapan sebelumnya mereka pake bahasa mandarin)

“kau ini benar-benar yahh, aku baru saja tiba dari Beijing kau sudah menyambutku dengan masalahmu dengan yeoja itu, oppa, aku ke sini itu ingin sekolah, jadi tolong jangan menggangguku dengan masalahmu itu, karena aku juga tinggal di sini, kalau tiba-tiba yeoja itu datang sambil membawa pisau lalu mendobrak pintu apartemenmu bagaimana?” Han berbicara panjang lebar.

Tao memejamkan matanya selama adiknya berbicara. Saat ini perasaannya sedang campur aduk dan adiknya datang dengan menambah parah masalahnya dengan berbagai omelan yang keluar dari mulut adiknya. Entah mengapa Tao merasa sedikit bersalah dengan apa yang dia lakukan, ketika memikirkan rasa bersalahnya, Tao dengan segera menggeleng dan bangkit dari tempat tidurnya. Sedangkan sang adik yang dari tadi mengomel tiba-tiba mengehentikan omongannya ketika sang kakak tiba-tiba terbangun dari tempat tidurnya.

“HAN! DIA YANG MEMBUAT EOMMA MENINGGAL, ASAL KAU TAHU ITU!!” teriak Tao di dalam kamarnya.

Han yang dari tadi menampakkan wajah emosinya, tiba-tiba berubah menjadi wajah yang sangat kaget. Sesaat setelah Tao megungkapkan hal itu, tidak ada lagi dari mereka yang berani berbicara. Han hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, ia mencoba untuk tidak mempercayai apa yang baru saja Tao katakan, sedangkan Tao, di menendang lemari pakaiannya dan terduduk lesu di lantai sambil menutup wajahnya dengan tangannya.

“jangan pernah membawa eomma dalam masalahmu kali ini, dia sudah tenang disana, ge” kata han dengan matanya yang berkaca-kaca dan penuh dengan amarah

“KARENA DIA, AKU RELA MELANGGAR PESAN TERAKHIR EOMMA!!” teriak Tao

“cih.. itu hanya alasanmu saja agar membuat wanita bernama Tiffany itu tampak begitu bersalah di hadapanku kan?” kata Han dengan wajah meremehkan

“astaga Tuhan.. aku tidak berbohong Han, saat itu aku baru pulang sekolah dan aku bertengakar dengan eomma hanya demi mengambil mawar yang dia tanam di pekarangan rumah, aku bahkan sampai mendobrak pintu kamarku agar eomma tahu betapa aku, menginginkan mawar itu, lalu pada saat malam penamatan, untuk ke sekian kalinya aku bertengkar dengan eomma karena mawar itu dan pada akhirnya semua sia-sia, dia menolakku” jelas Tao

“ahahaha!! Kau tahu itu memang karena kau yang terlalu konyol, kumohon jangan kait-kaiykan yeoja itu dengan eomma, setelah mendengar ceritamu, menurutku ini memang karena kau terlalu nekat sedangkan kemungkinan kau di terima kurang dari 50 persen, apa kau tidak menyadari itu sebelum kau menembaknya? Ckckc ya sudah aku lelah aku mau tidur, ingat aku tetap menganggap bahwa kaulah yang jahat, annyeong!” kata Han

Setelah berdebat dengan kakaknya Han segera keluar dari kamar Tao, ketika pintu kamar Tao tertutup tangis Han akhirnya pecah.  Sebenarnya, ia sudah ingin menangis dari tadi, tapi ia mencoba untuk menahannya.  Mendengar eommanya dikait-kaitkan di masalah Tao, Han merasa sangat terpukul, bagaimana tidak, sekarang eommanya sudah meninggal dan Tao masih sempat-sempatnya mengkait-kaitkan eommanya dalam masalahnya.

Han segera masuk ke salah satu kamar di apartemen Tao, yang merupakan kamar tamu, tetapi berubah fungsi menjadi kamar Han  selama Han tinggal di Kanada.

~~~

Ini sudah hari kelima, dimana hubungan Tao dan Tiffany masih belum jelas statusnya, apa mereka sudah putus atau masih bersama, karena tidak ada dari mereka yang meminta agar hubungan ini segera diakhiri.

“Fany-ah…” terdengar seseorang memanggil nama Tiffany

Tiffany yang sedang tertawa terbahak-bahak bersama dengan Yoona, tiba-tiba dikagetkan dengan suara seorang namja yang memanggil Tiffany. Dan mereka berdua langsung terkejut dengan apa yang mereka lihat.

“Ta..tao-shi?” kata Yoona tak percaya

“Fany ikut aku sekarang ada yang ingin ku bicarakan denganmu” kata Tao sambil menarik lengan Tiffany

“jangan sentuh aku!!” kata Tiffany yang langsung menghentakkan tangannya

“seharusnya aku yang marah padamu?!?!?! Sekarang ikut aku!!” kata Tao dengan emosi

Tiffany sudah tidak bisa lagi untuk mengelak karena Tao mencengkram tangannya dengan sangat kuat. Sedangkan Yoona tidak bisa berbuat apa-apa, dia berfikir sebaiknya dia tidak ikut campur terlalu jauh dalam masalah Tao dan Tiffany.

Mereka berdua akhirnya tiba di sebuah taman samping kampus. Tiffany langsung melepaskan genggaman tangan Tao dengan Kasar. Tao yang menyadari hal itu hanya terkekeh.

“asal kau tahu aku menarikmu ke tempat ini bukan untuk membicarakan masalah kita, aku ingin membicarakan sesuatu di luar masalah kita….. Adikku… Ji Zun akan tiba di Kanada besok..”

“apa hubungannya denganku?” tanya Tiffany dengan nada sinis

“dia mengetahui hubungan kita tapi … dia belum mengetahui hubungan kita sekarang, umurnya 13 tahun, dia adik bungsuku, seorang periang dan …. dia ingin sekali bertemu denganmu” jelas Tao

“aku tidak mau” jawab Tiffany singkat

“aku tahu jawabanmu pasti itu, tapi aku hanya ingin memberitahukanmu kalau kau tidak mau aku bisa mencari alasan lain agar adikku itu bisa mengerti” jaawab Tao sambil beranjak pergi

Tiffany masih berdiri di tempatnya, dengan wajah yang bisa di katakan sangat konyol, sejenak dia tertawa menyadari bahwa baru saja dia berbicara dengan Tao.

“dasar bodoh!” kata Tiffany

~~~

Tao masih berjalan mondar-mandir di depan adiknya, Han. Ia sedang memikirkan alasan apa yang akan di aberikan kepada adiknya yang besok siang akan tiba di Kanada. Han yang merasa terganggu dengan kakakknya itu, langsung melempari Tao dengan bantal.

“ya! kalau kau mondar-mandir terus aku tidak bisa menonton filmnya!!” kata Han sambil marah

Tao tidak menggubris teriakan Han

“sebenarnya apa yang daritadi kau pikirkan?” tanya Han

“Ji Zun” jawab Tao

“ahah.. astaga dia baik-baik saja, kau ini, seperti Ji Zun sudah masuk rumah sakit saja” kata Han

“bukan itu masalahnya, aku sedang mencari alasan agar dia tidak mengetahui hubunganku dengan Tiffany sekarang” jawab Tao

“emm.. bilang saja kalau Tiffany sedang keluar negeri jadi dia tidak bisa bertemu dengan Tiffany. Gampang kan?” kata Han

“ideyang cukup bagus, tapi Ji Zun bukan orang yang langsung percaya pada omongan orang lain sekalipun itu adalah kakaknya” jawab Tao

“terserah kau sajalah kalau begitu, aku mau tidur, aku harus beristirahat dengan tenang malam ini, karena malam-malam selanjutnya akan sangat suram karena Ji Zun, annyeong!” kata Han lalu beranjak masuk ke dalam kamarnya.

Sedangkan Tao, dia kembali terduduk di sofa, ia kembali mempertimbangkan perkataan adiknya. Tetapi tiba-tiba dia kemballi memikirkan Tiffany, entah mengapa akhir-akhir ini Tao memikirkan Tiffany, padahal seharusnya dia bisa lega sekarang karena dendamnya sudah terbalaskan.

“sial! Ada apa denganmu Huang Zi Tao?”

Tiba-tiba handphone Tao berdering. Tiffany mengirm pesan untuknya.

From : Tiffany

Aku akan memikirkan tawaranmu yang tadi siang

Jangan percaya diri dulu, aku baru memikirkannya

Bukan menyetujuinya.

Deg! Tao merasakan kebahagiaan dalam dirinya. Ia senang bukan karena Tiffany mngirimkan pesan padanya, tetapi ia akan terbebaskan dari omelan adik bungsunya itu.

“kya!!!! Ji Zun nae Dongsaeng!!! Saranghae!!!!!!” teriak Tao di ruang tamu apartemennya, membuat Han terbangun dari tidurnya

“Ya!! kau sudah gila yahh, teriakanmu membangunkanku, aku jadi tidak bisa tidur!!” kata Han dari balik pintu kamar dan langsung kembali menutup pintu kamarnya.

~~~

Keesokan paginya, Tao bangun lebih awal dari biasanya. Entah setan apa yang merasukinya pagi ini sehingga ia bisa sesemangat ini. Yahh, itu dikarenakan adiknya Ji Zun akan tiba di Kanada siang ini dan yang paling membuatnya senang adalah pernyataan Tiffany yang sudah menyetujui untuk bertemu dengan adik Tao siang ini.

“so lucky to have you… uooo… so lucky to be your love.. I’m ehmmmm”

Tao bersenandung sambil mnyiapkan sarapannya dengan adiknya, sedangkan Han, dia menatap Tao dengan tatapan miris. Dia betul-betul tidak mengerti dengan suasana sang kakak dari tadi malam sampai saat ini.

“sebenarnya ada apa denganmu? Dari tadi malam sudah seperti orang gila saja” kata Han

“kau tahu,,, Tiffany akhirnya mau untuk bertemu dengan Ji Zun nanti siang, akhirnya aku tidak akan mendengarkan teriakan Ji Zun di apartemen ini… akhhh akhu senang sekali” kata Tao sambil memeluk adiknya.

Han yang menyadari hal itu, langsung memukul Tao pelan.

“ya! ternyata duniamu benar-benar tentram tanpa teriakan Ji Zun” kata Han

“kau tahu kan kalau Ji Zun berteriak, telingaku benar-benar berdarah mendengar omelannya, jadi aku mencari amannya saja”

“apa Ji Zun tahu hubunganmu dengan Tiffany sekarang?”

“dia belum tahu, tapi aku dan Tiffany sudah sepakat akan memberitahukannya nanti, pada waktu yang tepat”

Tao kembali teringat perkataan Tiffany tadi malam.

FLASHBACK

Tao dan Tiffany bertemu di sebuah kedai kopi pada jam 22.00. Mereka sedang membicarakan tentang kedatangan Ji Zun di Kanada.

10 menit pertama tidak ada yang berbicara di antara mereka, mereka hanya saling bertatapan sinis satu sama lain. Tiffany masih sangat benci dengan Tao, sedangkan Tao dia tidak kalah bencinya dengan Tiffany tetapi hatinya sangat bersyukur karena Tiffany mau menerima tawarannya.

“kau mau membicarakan apa lagi? Belum cukup yah yang waktu itu?” tanya Tiffany dengan nada sinis

“aku ingin membicarakan kembali tentang tawaranku di kampus waktu itu, bagaimana?” tanya Tao

“heh.. kau ini benar-benar yahh, setelah selesai kau mempermainkan ku, sekarang kau mau aku menolongmu? Cih” kata Tiffany sambil membuang muka

“aku tidak memaksamu untuk mau menolong, em sebenarnya ini juga dapat berpengaruh padamu, karena adikku itu sudah mengetahui hubungan kita, dan dia ingin sekali bertemu denganmu setelah adikku Han menceritakan tentangmu pada Ji Zun, ia sangat penasaran denganmu. Jadi ini sama sekali tidak memberi keuntungan padaku, justru kau sendiri yang akan merasakan dampaknya nanti karena adikku Ji Zun itu akan terus menggangumu.”

“astaga” kata Tiffany

FLASHBACK END

Setelah selesai mengantar Han di sekolah barunya, Tao segera menuju ke kampusnya.

Setelah tiba di kampus, Tao segera turun dari mobilnya dan mencari Jessica, teman Tiffany, yang sudah jarang dia lihat.

Ketika berjalan di salah satu koridor sekolah, Tao melihat seseorang seperti Jessica,dan benar, itu adalah Jessica, ia segera berlari menemui Jessica. Jessica yang melihat Tao langsung terkejut.

“o! Tao-shi!” kata Jessica

“emm.. annyeong! Kenapa akhir-akhir ini aku jarang melihatmu bersama Tiffany?” tanya Tao basa-basi

“emm.. ia sekarang aku sedang fokus pada skripsiku jadi sekarang Yoona lebih sering bersama dengan Tiffany, by The way, ada apa kau mencariku?” tanya Jessica

“emm.. begini, bisakah kau memberitahukan kepada Tiffany agar nanti siang dia datang ke restoran yang biasa kami datangi? Aku mencoba menelponnya tapi handphonennya tidak aktif”

“geurom, nanti ku beritahukan”

“gumawo” jawab Tao lalu pergi menuju kelas mata kuliahnya.

~~~

11.00. KST

Tao sedang menunggu Tiffany bersama dengan Han di sebuah restoran yang sering Tao dan Tiffany kunjungi ketika mereka masih bersama.

“mana dia?” tanya Han

“sepertinya di masih ada kelas, tunggu saja” kata Tao

Selang 10 menit Tao dan adiknya berbincang-bincang, akhirnya Tiffany datang juga. Ia sedang mencari Tao, Tao yang melihat Tiffany kebingungan, langsung melambaikan tangan agar Tiffany melihatnya.

Tiffany berjalan menuju meja Tao, sdangkan Han, dia hanya menganga memperhatikan Tiffany yang berjalan menuju meja mereka. Han berpikir, ternyata selera kakaknya tinggi sekali, pantas saja saat itu dia menolak Tao.

“sudah lama?” tanya Tiffany masih dengan nada bicara yang kurang menyenangkan

“belum, ini Han kau masih ingat kan?” kata Tao

“annyeonghaseyo” kata Han singkat

Tiffany hanya tersenyum, kurang tulus

“emm.. begini, Tiffany-shi, ini pertama kalinya kita bertemu secara langsung, sebelumnya kan kita hanya berbicara lewat telepon, jadi begini, aku dan kakaku ingin kau untuk bertemu dengan adik kami Ji Zun, nanti pukul 12 dia akan tiba di Kanada, jadi aku mohon pada kalian untuk melupakan masalah kalian untuk sementara, karena setahu Ji Zun, kalian masih memiliki hubungan” jelas Han

“kami memang belum pernah putus” jawab Tiffany singkat

Membuat kedua adik kakak itu terkejut

“mwo??!!” kata Han

“ia, apa aku pernah bilang kalau kita putus Tao-shi?” tanya Tiffany

“memang belum, tapi segera” jawab Tao dengan nada sinis

“ahaha… aku baru saja ingin mengatakan itu”

Han yang merasa kalau atmosfer di restoran ini sudah berubah, langsung mengalihkan topik pembicaraan

“ya! sudah ku bilng kan, lupakan masalah kalian untuk beberapa waktu, kalian tega membuat Ji Zun kecewa” tanya Han

“memangnya apa susahnya sih bilang kalau aku dan Tao sudah tidak bersama lagi?”

“dia masih 13 tahun, dia masih labil, dan dia sangat mendukung hubungan kita, setelah dia melihat fotomu” jawab Tao yang mulai emosi.

Tao dan Tiffany akhirnya berdebat, sedangkan Han, dia sedang berpikir tentang apa yang baru saja Tiffany katakan barusan, Ji Zun itu labil, polos, dan sangat mendukung hubungan Tao dan Tiffany. Berarti akan sulit untuk membuat sebuah kebohongan pada Ji Zun, walaupun polos, sia termasuk anak yang dapat membaca pikiran orang lain. Han mendapat sebuah kesimpulan.

“sudah ku bilang, dia itu masih kecil, apa kau tidak bisa mengerti?” tanya Tao yang masih berdebat dengan Tiffany

“ia aku tahu tapi kau kan bisa bilang secara baik-baik”

“ini hanya sementara, jadi jangan terlalu khawatir” kata Tao

“ya!!!!” teriak Han

“sepertinya kalian harus berpura-pura pacaran lagi karena menurut perdebatan kalian, aku dapat menyimpulkan bahwa Ji Zun tidak akan percaya jika kalian masih bersama kalau kalian tidak pernah terlihat bersama, benar kan?” jelas Han”

“aku tidak mau!!” kata mereka berdua

“aduhhh.. bisakah kalian merlupakan masalah kalian untuk beberapa saat sampai Ji Zun kembali ke Beijing? Ini demi Ji Zun” kata Han.

“memangnya dia siapaku, sehingga aku harus melakukannya demi Ji Zun?” kata Tiffany

“ya! Tiffany-shi, dia memang bukan siapa-siapamu tapi dia menyukaimu karena katanya kau itu cantik dan manis, kau tega pada seorang remaja 13 tahun yang sangat menyukaimu itu?” tanya Han

“aku juga tidak mau, ini di luar pembicaraan kita sebelumnya, Tiffany kan Cuma ingin bertemu dengan Ji Zun saja bukan kembali menjadi pacarku” kata Tao

“aigoo! Sudah setengah 12, kita harus ke bandara sekarang!” kata Han

Mereka sekarang dalam perjalanan menuju bandara. Tao yang sedang menyetir mobil, melirik sejenak ke sampingnya, tempat Tiffany duduk. Begitu juga dengan Tiffany, tapi mereka berdua langsung mengalihkan pandangan mereka ketika tiba-tiba secara bersamaan mereka saling pandang. Han yang duduk di belakang hanya terkekeh melihat tingkah kedua orang itu.

Setelah tiba di bandara, mereka bertiga langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam bandara. Ketika pesawat dari Beijing sudah tiba, mereka bertiga serempak berdiri mencari Ji Zun.

“GEGE!!!” teriak Ji Zun

Mereka bertiga serempak berbalik kea rah sumber suara itu. Dan benar saja Ji Zun sedang melambai-lambaikan tengannya kea rah Tao, Tao tersenyum melihat adiknya itu. Ji Zun segera berlari menju Tao dan memeluknya.

“ge! Aku merindukanmu, sangaaat merindukanmu!!” kata Ji Zun sambil memeluk erat kakaknya itu.

“nado, hey mulai sekarang kau harus berbicara dalam bahasa Korea, o iya ini Tiffany, Tiff ini Ji Zun”

“akhh!! Tiffany eonni, sudah lama aku ingin bertemu secara langsung denganmu, akhirnya” kata Ji Zun

“emm. . ne.. jadi kau yang namanya Ji Zun itu, kau mirip sekali dengan Tao” kata Tiffany sambil basa basi

“kalian memang sangat serasi, o ia eonni mulai sekarang, kita bisa pergi berbelanja bersama kan? Lalu nonton film, dan lain-lain!! Ge, mianhae, untuk beberapa saat yeojachingumu ini akan bersama denganku, ia kan eonni?” kata Ji Zun dengan ceria

“ehmm. . ia” kata Tiffany singkat

Baiklah Tiff, permainan akan segera di mulai…

TBC

 

6 thoughts on “[Freelance] Fake – Sequel of The Burn Rose (Chapter 1)

  1. thanks udah respon. aku udah ngirm kok chap 2 tinggal tunggu di post, jangan lupa buat baca ff the burn rose yahh krn fake sequel dari ff itu ^^

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s