[Freelance] My Love Just For You (Chapter 1)

MY LOVE JUST FOR YOU

Title : My Love Just For You (Chapter 1)

Author: TyXo

Rating: Teen

Lenght: Chapter

Genre: Friendship and Romance

Main Cast: Taeyeon (SNSD), Luhan (EXO), Baekhyun (EXO)

Support Cast: Tiffany and other

Disclaimer : FF ini, FF pertama saya dan murni kerja keras otak saya, apabila ada kesamaan Cerita, murni tidak ada unsur kesengajaan, apalagi kesamaan tokoh (yaiyalah, gue aja Cuma pinjem nama doang), karena ini FF pertama saya mohon bagi reader meninggalkan comment karena ini juga sebagai evaluasi apakah FF saya banyak yang suka atau malah sebaliknya, apabila banyak yang suka Author akan semakin semangat nerusin nih Chapter dan juga untuk poster.. plis jangan nanya soal Poster (??) author gak bisa bikin poster ya Cuma cut terus asal sambungin.. selamat membaca .. dan ni FF sudah pernah dipost di page sebelah…  Salam Tyxo

*******

Chapter 1

“Yak.. tunggu aku” terdengar teriakan seorang yeoja pendek disepanjang koridor kampus Dongguk  University, yang dipanggil bukannya berhenti malah memperpanjang jangkauan langkah mereka dan tentu saja itu mempersulit yeoja pendek tersebut, tetapi bukan taeyeon namanya kalau dia tidak bisa mengejar orang yang ia panggil tersebut..

“plak.. plak .. yak apa kalian tuli dari tadi aku memanggil kalian” kata yeoja pendek tersebut dengan menampar pantat (?) kedua sahabatnya baekhyun dan luhan

“yak kenapa kau menampar bokongku, awas saja kalau bokongku jadi datar gara – gara ulahmu” protes baekhyun tidak terima dengan kelakuan taeyeon

“kau memang byuntae” timpal luhan dengan merangkul, bukan merangkul tetapi lebih tepatnya mencekik leher taeyeon

“yak, luhan-ah lepaskan aku kau bisa membuatku mati” teriak taeyeon berusaha melepaskan tautan tangan luhan di lehernya

“memang benar itu tujuanku” balas luhan dengan smirk di wajahnya

Taeyeon, Luhan dan satu lagi yeoja bernama Tiffany sudah bersahabat sejak SMP, Meskipun mereka seumuran tetapi Tiffany memperlakukan Taeyeon seperti adiknya sendiri, mereka selalu bersama dan mereka lebih dikenal dengan sebutan genk anak2 usil yang suka menjahili orang lain tak terkecuali guru mereka sendiri, hampir semua orang yang mengenal mereka pernah menjadi korban keusilan mereka dan setelah memasuki SMA keusilan mereka bukannya berhenti malah kian hari kian menjadi – jadi, dan di SMA pula mereka bertemu dengan Baekhyun, dan persahabatan 4 serangkai tersebut tidak pernah terpisahkan sampai mereka menginjak bangku kuliah. Tetapi tidak dengan akhir – akhir ini, setelah Baekhyun mempunyai yeojachingu yaitu Hyeoyeon, dia jadi jarang bisa berkumpul dengan ketiga sahabatnya dan juga Luhan dan Tiffany yang memutuskan untuk menjalin kasih karena perjodohan kedua orang tua mereka.. tetapi semua itu tidak merubah rasa persahabatan mereka, mereka tetap sahabat meski tidak sering berkumpul seperti dulu

“Tapi dari tadi aku tidak melihat Tiffany dimana dia??” Tanya Baekhyun

“Aku juga dari tadi tidak melihatnya, yak Luhan-ah dimana Pany Pany Tipphanny mu” Tambah Taeyeon pada Luhan

“Tiffany, Oh ya aku lupa tadi dia bilang dia buru – buru pulang ada sesuatu yang panting katanya” Jawab Luhan seadanya

“Haruskah kita kerumah Tiffany sekarang?” Tanya Baekhyun dengan nada bingung

“Aku rasa iya, kajja” Jawab Taeyeon sambil berjalan mendahului kedua teman lelakinya tersebut

Baekhyun sudah Mulai berjalan mengekor dibelakang Taeyeon menuju parkiran mobilnya sedangkan Luhan ia hanya diam sambil menyunggingkan sebuah senyuman entah apa yang membuatnya tersenyum

“Hei apa kau tidak ikut, kita akan kerumah Yeojachingumu, Ppali sebelum si byuntae itu marah kepada kita” ucap Baekhyun mengingatkan Luhan

Akrinya merekapun melesat (?) kerumah Tiffany dengan mengendarai mobil milik Baekhyun. Jangan kira selama perjalanan mereka akan santai dan tenang sambil menikmati jalanan selama mereka menuju rumah Tiffany, karena faktanya Taeyeon yang duduk dijok belakang sangat berisik entah apa yang diocehkannya bahkan headset mp3 pun tidak sanggup harus melawan suara yeoja pendek tersebut.

****

(Dirumah Tiffany)

Ting Tung.. Taeyeon menekan bel rumah Tiffany berkali – kali dengan maksud sang pemilik rumah akan segera membuka pintu, dan tak butuh waktu lama munculah seorang Yeoja berambut agak merah kecoklatan panjang membuka pintu

Tiffany Pov

“Kalian ada apa kemari” tanyaku kaget setelah membuka setengah dari pintu rumahku, karena biasanya kita akan berkumpul kalau sudah membuat janji tapi ini

“Yak Fany-ah kita khawatir padamu, kenapa tadi kau ijin pulang secepat itu dan juga kenapa kau tidak memberi tahu kami ” Tanya Taeyeon bertubi – tubi dengan wajah cemasnya, jujur aku  ingin sekali tertawa lepas melihat mimik wajah Taeyeon yang khawatir dan serius

“Hei, kenapa kau sekawatir itu, aku tadi pulang cepat karena aku harus mengantar eommaku ke bandara Taengo ku yg imut” Jawabku sambil mencubit hidungnya “ lagipula aku sudah memberi tahu Luhan ” Tambahku

“Ayolah aku tidak pernah percaya dengan kata – kata Ajhussi itu, wajahnya tidak pernah meyakinkan” Ucap Taeyeon dengan melirik Luhan,

“Yak.. yak bagaimana bisa kau memanggilku Ajhussi lagi .. kesini kau kecil , aku akan memberimu sedikit pelajaran” Luhan pun tidak terima dipanggil ajhussi, padahal Luhan memiliki wajah baby face tetapi entah kenapa Taeyeon senang sekali memanggil Luhan dengan Ajhussi dan hanya 1 kata ‘Ajhusi’ tersebut telah berhasil membuat mereka kejar – kejaran dirumah Tiffany…

17:00

Tiffany Pov

Mereka menghabiskan waktu seharian dirumah Tiffany, entah waktu itu digunakan untuk mengobrol atau hanya sekedar menonton televisi tetapi waktu sudah menunjukkan pukul 17:00

“Chinguya, kurasa aku harus pulang duluan, aku takut eomma mencariku” kata Baekhyun

“Oh kau benar Baekhyun-ah kalian sudah 4 jam disini, dan juga kau Taeng dan Baby kalian juga harus pulang” kataku mengiyakan

“aww so sweet, itu panggilan darimu Fany-ah… Hai baby neomu yeppo my baby” Goda Taeyeon dengan mengelus kepala Luhan yang berada disampingnya, Luhanpun langsung saja mengaitkan tangannya kepundak Taeyeon dan mulai mencekiknya lagi

“Yak, kalau kau yang memanggilku baby rasanya bulukudukku merinding, lebih baik kau diam atau aku akan membunuhmu” sergah Luhan,

“lepaskan aku Luhan-ah, apa kau tak sadar ketiakmu sangat bau” Ucap Taeyeon dan itu sudah menjadi pertanda akan ada perang besar diantara keduanya.. Luhan pun makin menguatkan tautan tangannya dipundak Taeyeon, tapi mereka tidak seperti orang berkelahi malah seperti orang yang berpelukan dengan posisi si yeoja yang membelakangi si namja.. yang melihatnya pun sudah tidak asing lagi dengan kejadian tersebut ini sudah menjadi kebiasaan Taeyeon dan Luhan selalu saja bertengkar seperti anak SD

“kalau seperti ini kapan aku akan pulang, yasudah fany-ah lebih baik aku pulang dulu dan untuk si dua anak SD itu, kalian bisa pulang sendirikan ” Kata Baekhyun tidak peduli dengan keributan besar yang terjadi didepannya

“Baiklah.. bye baekhyun-ah” kataku dengan melambaikan tangan

Setelah beberapa menit kemudian Yang sedari tadi bertengkarpun sadar dengan ucapan Baekhyun “Pulang sendiri, Mwo? Mwo? Baekhyun-ah bagaimana aku pulang” teriak Taeyeon dengan kerasnya tetapi nihil Baekhyun sudah pergi dengan mobilnya 2 menit yang lalu

“semua ini gara – gara kau” timpalnya pada Luhan

“Yak .. yak kalian sudah kuliah tetapi tetap saja seperti anak SD.. sudahlah sekarang kalian pulang, nanti eomma kalian mencari kalian” kataku seperti menasehati anak SD yang tengah bertengkar

“Baiklah, Chagiya aku pulang dulu ya, sampai jumpa lagi di kampus besok” pamit Luhan padaku dan tak lupa aku memberi kecupan singkat dipipinya..

“kalian benar – benar manis, apa aku juga harus menyusul kalian ” kata taeyeon dengan senyum mengembang diwajahnya, sepertinya dia juga ingin merasakan jatuh cinta sepertiku dan Luhan

“Yak kecil, hentikan omongkosong mu itu dan sekarang ayo kita pulang” ajak luhan dengan menggandeng tangan Taeyeon keluar dari rumahnya tiffany layaknya seorang adik

Merekapun memutuskan untuk pulang bersama menggunakan taxi, karena selain rumah mereka searah, rumah Luhan hanya terhalang 2 rumah dari rumah taeyeon dan berarti mereka termasuk bertetangga. Pantas saja selama didalam taxi luhan dapat bernafas dengan lega dan penuh ketenangan, yeoja yang dipanggilnya kecil tersebut ternyata tertidur lelap didalam taxi, entah kenapa Luhan memandangi pemandangan seorang yeoja yang berada disampingnya tersebut kemuadian tangannya mulai menyentuh rambut yang menghalangi wajah putih yeoja tersebut dan kemudian menyandarkan kepalanya kepundak lelaki tersebut, Luhanpun ikut tertidur lelap dengan posisi duduk keduanya. Tak terasa taxi mereka sudah berhenti tepat didepan rumah Taeyeon

“Tuan, sudah sampai tuan” panggil Ajhussi taxi tersebut pada Luhan

“emm.. iya Ajhussi” luhanpun langsung tersadar dan melihat yeoja yang berada disampingnya ternyata belum bangun juga, iyapun bingung apa ia harus membangunkan Taeyeon, tetapi kasihan sekali taeyeon kelihatannya ia sangat lelah, dan akhirnya ia memutuskan untuk menggendong Yeoja mungil tersebut kedalam pelukannya

Luhan Pov

“Kau mungil tetapi berat juga ya” ucapku dengan mendorong pagar besi yang berdiri kokoh dengan menggunakan kakiku.. untung saja tidak dikunci

“Ajhumma .. ajahumma .. ” akupun berteriak pada orang yang berada didalam rumah Taeyeon, aku tau yang pasti bukan eomma atau appanya karena aku tau pasti orang tua Taeyeon sangat sibuk dengan urusan kantor, dan tak lama kemuadian akhirnya pintu bergagang krystal itupun terbuka dan yang membukannya aku sudah bisa menebak pasti pembantu Taeyeon, iapun panik setelah melihat taeyeon berada digendonganku

“Luhan, ada apa dengan Nona Taeyeon” kata ajhumma yang sudah akrab denganku, karena aku sudah sering kerumah Taeyeon walaupun hanya sekedar menonton TV

“tidak ada apa – apa ajhumma, hanya saja tadi ditaxi sehabis dari rumah Tiffany ia ketiduran” jawabku setidaknya bisa menenangkan orang yang kupanggil dengan Sooyoung ajhuma ini

“syukurlah, kalau begitu bawa dia kekamarnya” ucapnya seraya memberi kode untuk menuju lantai atas dimana kamar Taeyeon berada

Walaupun aku sedikit kesusahan membuka pintu kamar taeyeon tapi pada akhirnya aku berhasil juga membukanya, kurebahkan tubuh mungil sahabatku itu keranjangnya dan juga tak lupa kupakaikan selimut tebal miliknya entah kenapa aku tidak ingin beranjak pergi dari yeoja mungil tersebut dan juga tanganku seperti tergerak untuk menyingkirkan rambut – rambut yang menutupi wajah putihnya, akupun duduk ditepi ranjang miliknya kupandangi lama wajah yeoja mungil itu, aku seperti tidak sadar tanganku mulai menyentuh pipinya tapi aku menepis dengan cepat tanganku dan menggeleng tidak percaya dengan apa yang akan aku lakukan tetapi seperti bukan diriku, aku telah dikuasai nafsu, dan pada akhirnyapun aku menyentuh pipi gadis itu, pipi yang putih merona dengan bibir pink mungilnya… tunggu bibir? Setelah menyentuh wajahnya seperti seorang yang tidak sadar aku mendekatkan wajahku kewajahnya

Sedikit lagi jarak kami sangat dekat

5cm

4cm

3cm

Dan “Ajhussi apa yang kau lakukan???”

TBC

15 thoughts on “[Freelance] My Love Just For You (Chapter 1)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s