[Freelance] My Three Idiots (Chapter 13)

Poster 8

My Three Idiots (Chapter 13)

Title            : My Three Idiot

Author        : Kam Ha Moon | @tslykam

Main Casts :    – Im Yoona

– Oh Sehun

– Lee Taemin

– Xi Luhan

– Kim Jongin / Kai

Other Casts :   – Krystal as Im Krystal/Yoona’s sister

– Minho as Im Minho/Yoona’s dad

– Kwon Yuri as Yoona’s mom

– and other SM artist

Genre         : Life, Sad, Friendship, Family, Romance

Rating        : G or maybe T

Length        : Multichapter

Disclaimer  : Semua casts milik SM dan orangtuanya masing-masing. Mohon maaf kalau ada kesamaan judul, cast, atau cerita. Cerita ini murni ide saya sendiri.

Note           : Annyeonghaseyo, Kam Ha Moon imnida. I’m newbie and this is my very first fanfiction. The main casts is my ultimate bias kkkk~ Sorry for bad poster. Hope you like it, Enjoy!

*jangan lupa komen chingu ^^

*bold flashback

My Three Idiots

.   .   .

Persahabatan, cinta, keluarga. Siapa yang harus mengalah?

 

Chu~ bibir dingin mereka bersentuhan, Yoona memejamkan matanya, dia tidak menolak perlakuan Luhan.

 

Luhan mulai menggerakan bibirnya, berharap mendapatkan kehangatan ditengah salju yang dingin itu, Yoona meremas jaket Luhan pelan sampai tiba-tiba dia membuka matanya lalu mendorong Luhan.

 

Oppa…ini..tidak benar” ucap Yoona lalu berlari meninggalkan taman.

 

Luhan mengacak rambutnya, dia kaget, dia sendiri tidak mengerti kenapa dia melakukan hal itu disaat yang seperti ini, dia merasa sangat bodoh, rasa cintanya pada Yoona kini sudah sangat nyata dan dia baru menyadarinya. Luhan hanya menunduk dan menutup kedua matanya, berharap salju malam itu dapat mengubur segala kebodohannya.

 

Sehun pov

 

Hah hari ini cuaca sangat sangat sangat dingin, lama-lama aku bisa beku jika berada terus diluar ruangan. Brrrr~

“Oh Sehuwwnn” teriak seseorang yang sudah aku hafal suaranya, Park Chanyeol.

“Eoh. Ada apa?” tanyaku.

“Bagaimana keadaan Krystal?” tanyanya dengan wajah serius, tumben sekali.

“Entahlah dia belum sadar sampai saat ini. Bagaimana kau bisa tau kalau dia sakit?” tanyaku lagi.

“Hmm berita ini cepat sekali menyebar hun, kemarin Taeyeon sunbae memberitahu Baekhyun, lalu Baekhyun memberitahuku, dan aku memberitahu semuanya di forum sekolah kita” jawabnya dengan wajah sangat polos.

MWO? Kau menyebarkannya di forum sekolah?!”

Ne, kenapa?”

“Tidak apa-apa, untung saja Taemin hyung sudah pergi”

“Ah aku tidak mengerti. Aku ingin menjenguknya hun” ucap Chanyeol lagi.

“Baiklah nanti kita pergi bersama yang lainnya. Bagaimana dengan izin pertandingan basket? Apa kita boleh pergi?” tanyaku sambil berharap, karena sejujurnya aku sangat ingin memenangkan piala, untuk Taemin hyung.

“Tentu saja boleh, kita akan pergi besok pagi-pagi sekali” jawab Chanyeol.

“Wah bagus kalau begitu”

“Ngomong-ngomong Yoona Noona tidak sekolah hari ini?”

“Tentu saja tidak” jawabku datar.

“LALU KAU MEMBIARKANNYA SENDIRIAN DISANA?!” tanya Chanyeol tiba-tiba berteriak.

“Ya! Dia yang memintanya! Aku tidak bisa menolak! Haisssss” ucapku kesal sambil langsung masuk kedalam kelas tanpa menunggu jawaban Chanyeol.

Author pov

 

Yoona sedang duduk melamun memandang keluar melalui jendela ruangan Krystal, dia masih memikirkan kejadian kemarin, dia merasa marah tapi juga merasa jantungnya berdetak sangat cepat, bagaimana tidak, seorang Luhan yang dia cintai kemarin mencium bibirnya.

Yoona menyentuh pelan bibirnya masih dengan pandangan kosong kearah hamparan salju diluar.

Kriingg. Suara telefon membuyarkan lamunannya.

Yeoboseyo?”

“Yoong, ini aku. Bagaimana keadaan Krystal?” tanya seseorang disebrang sana.

“Bibi Seohyun? Krystal masih belum sadar juga” jawab Yoona lemas.

“Hmm bersabarlah Yoong, aku yakin dia akan baik-baik saja. Hari ini kau tidak sekolah?”

“Tidak, karena tidak ada yang menjaga Krystal”

“Baiklah besok Bibi akan kesana untuk menjaga Krystal, kebetulan besok bibi tidak sibuk”

“Benarkah?! Terimakasihhh kau memang yang terbaik hehe” ucap Yoona senang.

“Hahah dasar, yasudah besok aku kabari lagi ya, kau istirahatlah dulu”

Ne bibi”

Klik. Yoona mematikan telefonnya dengan wajah yang senang, setidaknya masih ada keluarga yang peduli pada mereka. Yoona tiba-tiba teringat pada ayahnya, dia memandang Krystal sebentar lalu mengambil jaketnya.

Yoona berjalan ditengah salju yang sangat lebat, dia berencana untuk pulang kerumah sebentar.

“Huhhh dingin sekali” gumam Yoona sambil mengeratkan jaketnya.

Yoona sampai didepan rumahnya, dia memandang rumahnya cukup lama, salju sudah memenuhi seluruh halaman dan atap rumah. Tanpa sadar Yoona meneteskan air matanya, dia benar-benar merindukan kehangatan didalam rumah itu, dulu dia menikmati dinginnya salju bersama orang-orang tersayang, kini semuanya perlahan menjauh satu persatu, dia berganti memandangi rumah Taemin, lagi-lagi kenangan masa kecil berlarian dibenaknya seakan tidak ingin meninggalkan Yoona dalam ketenangan.

Tiba-tiba…

Noona..” ucap seseorang pelan bahkan sangat pelan dari arah belakang.

“Kai?!”

Yoona dan Kai duduk ditaman sungai Han, keduanya diam membuat suasana menjadi sangat sepi.

Noona…apa kau mencintai Taemin hyung?” tanya Kai tiba-tiba.

Yoona menolehkan kepalanya cepat karena dia kaget Kai bertanya seperti itu. Yoona lalu menggelengkan kepalanya.

“Tidak?” tanya Kai lagi untuk memastikan.

“Aku… juga tidak tau Kai, aku tidak mengerti, kau bisa menyebutku serakah atau apapun, tapi percayalah mereka bertiga memiliki tempat masing-masing dihatiku, aku tidak tahu aku mencintai siapa” jawab Yoona lemah.

“Me…reka bertiga? Aku hanya bertanya tentang Taemin hyung lho haha” ucap Kai bercanda.

“Eh? Ne! ne maksudku Taemin” jawab Yoona gugup.

“Haha tidak apa-apa Noona, aku tau kau mencintai mereka bertiga” jawab Kai.

“Hoh? Bagaimana kau bisa tau? Apa aku terlalu menunjukannya?” tanya Yoona gusar.

“Tidak…aku hanya lihat dari matamu dan caramu memperlakukan mereka, jika mereka peka, aku yakin mereka juga tau” jawab Kai sambil memandang lurus ke depan.

“Benarkah?” gumam Yoona pelan.

“Hmm lalu apa kau juga tahu siapa diantara mereka yang mencintaimu?” tanya Kai lagi membuat Yoona bingung.

“Apa maksudmu Kai? Aku tidak pernah memikirkan tentang itu karena sejujurnya aku juga tidak percaya dengan perasaanku. Memangnya kau tau?” tanya Yoona penasaran.

“Eoh? Eh..tidak Noona aku juga tidak tahu hehe bagaimana keadaan Krystal?” tanya Kai mengalihkan pembicaraan.

“Hmm dia belum sadar juga Kai, aku tidak tahu harus menunggu sampai kapan” jawab Yoona lemah.

“Bersabarlah Noona, aku yakin dia baik-baik sajaa” ucap Kai sambil memegang bahu Yoona.

“Iya aku tau hihi terimakasih Kai” jawab Yoona sambil mengacak rambut Kai.

 

Yoona dan Kai melanjutkan pembicaraan ringan mereka, tanpa Yoona sadari perlahan senyuman terlukis diwajahnya, dia tau dia hanya butuh teman sekarang, teman untuk sekedar berbagi cerita dan Kai adalah orang yang tepat, namun didalam hatinya dia ingin sekali menghindari Kai, karena dia tidak ingin hal kecil bernama cinta masuk kedalam celah diantara mereka, Yoona sudah cukup bimbang dengan perasaannya dan tidak ingin semuanya bertambah rumit.

 

Yoona kembali ke rumah sakit, dia masih tersenyum menurutnya Kai adalah orang yang sangat lucu, dia mirip sekali dengan Taemin.

“Tunggu dulu! Kai? Kenapa dia bisa ada disana? Bukankah seharusnya dia sekolah? Haiisshh kenapa aku baru sadar sekarang. Ya! Kai! Benar-benar anak itu!” gumam Yoona sambil mencari nomor Kai dihandphonenya.

 

Noona!” potong seseorang yang berteriak diruang tunggu.

“Oh Sehun!” balas Yoona sambil berlari ke arah Sehun.

 

Noona kau dari mana? Aku sudah disini sejak satu jam yang lalu” ucap Sehun sambil menggembungkan pipinya.

Aigoo… Mian Sehunna tadi aku pulang sebentar” ucap Yoona mencubit pipi Sehun pelan.

“Kenapa kau tidak masuk ke ruangan Krystal saja huh?” lanjut Yoona sambil duduk disamping Sehun.

 

“Aku sudah masuk Noona, tapi aku bosan” jawab Sehun dengan nada manja yang dibuat-buat.

“Hahaha hentikan! Arraseo maafkan aku ne. Lalu kenapa kau bisa kemari? Kau tidak sekolah?” tanya Yoona.

“Sudah pulang, semua guru mengadakan rapat. Dan aku kesini mau pamit dan meminta restumu Noona” ucap Sehun sumringah.

 

Mwoya! Mwo?! Mwo? Kau mau pergi juga seperti Taemin huh??” tanya Yoona panik.

Aniyo! Haiss dengarkan dulu. Besok aku akan mengikuti pertandingan basket di Daegu. Aku jadi kapten Noona, kapten!! Hahaha bukankah itu cool?” ucap Sehun sombong.

“Fyuhhh aku kira kau akan pergi juga. Tapi kenapa kau baru bilang sekarang?! Kapan kau pergi?” tanya Yoona.

Noona! Kau harus bilang dulu bahwa aku cool!” ucap Sehun.

“Aiisshh kau! Baiklah Oh Sehun kau benar-benar cool!! Daebak!” ucap Yoona semangat atau lebih tepatnya, pura-pura bersemangat.

“Hahhaha terimakasih terimakasih” ucap Sehun sambil melambaikan tangannya seperti seorang presiden yang habis berpidato.

“Baiklah, aku pergi besok pagi-pagi sekali Noona” lanjut Sehun.

 

“Yahh. Kalau begitu besok aku tidak ada teman disekolah” ucap Yoona sambil menekuk (?) wajahnya.

“Kau besok sekolah? Lalu Krystal? Dan apa maksudmu tidak ada teman? Kan ada Luhan hyung” ucap Sehun heran.

“Eh? Luhan oppa? Eh..ha.. iya kau benar” ucap Yoona gugup karena tiba-tiba teringat kejadian kemarin “Dan ah! Krystal dijaga oleh bibi Seohyun besok” lanjut Yoona.

“Kau kenapa Noona? Aneh. Apa kau lapar?” tanya Sehun.

“Ya! Ya! Aku lapar” ucap Yoona mengalihkan pembicaraan.

“Huuu! Baiklah kajja kita makan disini saja Noona, difoodcourt” ajak Sehun antusias.

“Ayoooo!” ucap Yoona sambil menggandeng tangan Sehun.

Luhan pov

Hah kenapa aku tidak bisa melupakan kejadian kemarin ya. Bodoh bodoh bodoh. Apa Yoona marah padaku? Apa aku telfon saja? Atau aku temui? Atau aku bilang saja kalau aku menyukainya?

Kringgg.. Siapa yang menelfon malam-malam begini?

Yeoboseyo

“………………..”

Yeoboseyoooo

“Luhan oppa?” suara seorang yeoja. Sepertinya aku kenal, tapi aku lupa.

Ne. Hmm ini siapa?”

“Aku adik kelasmu. Tiffany Hwang”

 

.                  .    .

 

Yoona pov

 

Ini adalah hari pertama aku bersekolah tanpa Taemin, dan entahlah aku sangat merindukannya. Sehun juga tidak ada hari ini, dia bilang dia akan pulang lusa. Dan Luhan oppa? Ah tidak-tidak, aku terlalu malu bertemu dengannya.

“Im Yoon! Kau kemana saja Im Yoon” teriak Eunhyuk begitu aku masuk kelas.

“Krystal sakit hyuk, aku yakin kau sudah dengar beritanya” jawabku lemas.

Mian. Dan jangan khawatir, aku yakin dia baik-baik saja” ucap Eunhyuk sambil mengacak rambutku lalu pergi meninggalkan kelas, aku hanya tersenyum sebagai jawaban.

Aku merasa sedikit lega, teman-temanku yang lain juga ternyata memberi semangat untukku, aku sangat berterimakasih.

“Yoong, kau sudah sarapan?” tanya Luhan oppa tiba-tiba menghampiri mejaku.

“Su-su-dah oppa” jawabku gugup, haduh untuk apa sih dia kemari.

“Hhhh kau bohong lagi, ini makanlah” ucapnya sambil menyodorkan bekal nasi goreng yang kelihatannya sangat enak. Kalau aku tidak punya harga diri sudah kulahap nasi itu.

“Ti-tidak apa-apa oppa. Aku benar-benar sudah makan” ucapku tanpa melihat kearahnya, aku malu entahlah.

Dan tiba-tiba dia duduk disampingku. Mau apa dia sebenarnya, hatiku akan meledak sebentar lagi ya Tuhannnnn.

“Yoong, apa kau marah?” ucapnya setelah diam beberapa detik.

Ne? Ti-tidak” jawabku seadanya berharap dia cepat pergi.

“Aku minta maaf Yoong, itu tidak sengaja, aku juga tidak tau kenapa aku melakukan hal bodoh seperti itu, aku harap kau tidak marah dan menghindariku Yoong” ucap Luhan oppa lemah.

Oppa? Sudahlah aku sudah melupakannya” oke kalian semua tahu aku berbohong “dan aku tidak marah oppa, sudah ya tidak usah dibahas” lanjutku.

“Benarkah? Kalau begitu makan bekalku” ucapnya sambil tersenyum.

Aigoo. Baiklahh” jawabku, baiklah aku tidak bisa lama-lama menahan gengsi, aku tidak suka melihat dia memelas seperti tadi, dan sejujurnya aku memang lapar.

“Haha bagus. Habiskan yaaa, aku tau kau lapar” ucap Luhan oppa sambil mengacak rambutku pelan. Apasih maunya? Mengapa dia selalu membuatku gila.

“He..he… ne

.                  .    .

 

Entahlah memang bekal yang sedikit atau aku yang lapar, yang pasti nasi goreng ini habis dalam waktu beberapa menit, ajaib. Seperti surga rasanya, setelah kenyang ditambah lagi sekarang guru-guru tidak masuk kelas karena melanjutkan rapat yang kemarin sempat tertunda. Mataku berkeliling, mencari sesuatu untuk dilakukan, tapi aku menangkap suatu pemandangan yang tak biasa, Kai sedang duduk sendirian ditaman. Aku diam-diam memperhatikannyaa, Kai benar-benar mirip dengan Taemin, aku jadi ingat biasanya aku melihat Sehun dan Taemin dari sini. Tanpa sadar aku menyinggungkan senyum, mereka benar-benar mirip, benar-benar sama.

Author pov

 

Kai masih melamun ditaman, dia merasa sangat bingung, Taemin tadi menelfon Kai dan mengatakan bahwa kepergiannya ke Jepang akan dipercepat, dan dia harus memberitahu Yoona.

‘Bagaimana ini, aku harus bilang apa pada Yoona Noona’ gumam Kai.

“Kaiiii!!” teriak Yoona sambil duduk disamping Kai.

“Eh?!! Noona” ucap Kai kaget.

“Sedang apa kau disini huh? Dan kemarin! Kau bolos yaaa?” tanya Yoona.

“Haha iya Noona, habisnya disekolah terlalu bosan” jawab Kai santai.

“Wahhh wah wahh kau benar-benar sama seperti Taemin. Aku tau kau mirip dengan Taemin, tapi malasnya jangan kau tiru juga! Atau jangan-jangan kau sama-sama playboynya ya!” ucap Yoona dengan nada yang berlebihan.

“Hmmm…bisa dibilang begitu haha” jawab Kai bercanda.

“Aisshh kalian berbahaya” ucap Yoona lalu dia tertawa sekencang-kencangnya.

Kai hanya tersenyum ‘bagaimana bisa aku menghapus tawa itu’ ucapnya dalam hati.

“Hey Kai! Kau belum jawab, kau sedang apa sendirian disini huh?” tanya Yoona setelah menghentikan acara tawa berlebihannya.

“Hmm, aku ingin membicarakan sesuatu Noona, tapi tidak sekarang” jawab Kai pelan.

“Eoh? Padaku? Kenapa? Tentang apa? Lalu kapan?” tanya Yoona bertubi-tubi.

“Tentu saja padamu Noona, nanti aku beritahu saat aku sudah siap ne” jawab Kai.

“Hmmm?! Kau…bukan mau menyatakan perasaanmu padaku kann?” tanya Yoona penuh selidik.

“Haahahhhahahaha tentu saja bukan Noona” jawab Kai terbahak-bahak.

“He..he..he kenapa aku geer sekali ya?” gumam Yoona pelan sambil menggaruk kepalanya, berjalan meninggalkan Kai, setelah cukup jauh dia berlari sekencang-kencangnya.

Noona! Kau mau kemana? Hahahahaa” teriak Kai tapi Yoona tidak mendengar sama sekali, dia terus berlari karena terlalu malu.

.                  .    .

 

“Anda keluarga nona Krystal?” tanya seorang dokter yang baru saja selesai memeriksa Krystal.

Ne. Saya bibinya. Bagaimana keadaan Krystal, dok? Apa dia membaik?” tanya Seohyun.

“Sebenarnya…tidak ada perbaikan sama sekali, keadaan masih sama dan dia sedang berada dititik terparahnya, saya sudah menyuntikan obat berharap penyebaran virusnya akan tertunda, tapi saya hanya bisa menunda, saya tidak bisa menghentikan” ucap sang dokter lemah.

Seohyun hanya menutup mulutnya, dia tidak ingin kehilangan Krystal sebagaimana dia kehilangan kakaknya, Yuri.

“Saya mohon dokter, adakah cara untuk menyembuhkan Krystal? Saya akan bayar berapapun, saya akan lakukan apapun, haruskah kita mengirimnya ke luar negeri?” tanya Seohyun sambil meneteskan airmatanya.

“Singapore. Disana pengobatannya memang sangat bagus, tapi itu tidak menjamin apapun nyonya, tidak ada yang tahu tentang usia. Tapi baiklah, tidak ada salahnya berusaha, saya akan mencari rumah sakit terbaik di Singapore, dan akan saya buatkan rujukan, kami akan melakukan yang terbaik” ucap sang dokter sambil memegang bahu Seohyun lalu meninggalkan ruangan Krystal.

“Yoona-ssi” ucap sang dokter kaget begitu melihat Yoona yang ternyata sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka dari luar.

“Tolong…berikan yang terbaik untuk Krystal” ucap Yoona sambil memegang tangan sang dokter dengan air mata yang sudah tidak dapat dibendung lagi.

Arraseo. Tentu saja kami akan melakukan yang terbaik. Anda harus bersabar Yoona-ssi”

“Terimakasih dokter” ucap Yoona serak.

Yoona masuk kedalam ruangan Krystal, dia melihat Seohyun sedang terisak sambil memeluk Krystal.

“Bi..bi” suara Yoona terdengar sangat parau.

“Yoonaya” ucap Seohyun sambil memeluk Yoona.

“Bibi akan melakukan yang terbaik untuk Krystal, jangan menangis ne. Percayalah dia akan baik-baik saja” lanjut Seohyun.

“Aku selalu percaya, aku terus menerus percaya, tapi aku tahu bibi, semuanya akan berakhir sama, Krystal, Ibu, sama.”ucap Yoona sambil menangis dipelukan Seohyun.

“Yoona! Kenapa kau berbicara seperti itu huh? Kau tidak pernah seperti ini, kau selalu berfikir positif, itu yang bibi tahu!” ucap Seohyun dengan nada bicara yang ditinggikan.

“Aku lelah berpura-pura baik-baik saja bibi! Aku lelah! Aku tahu Krystal tidak akan baik-baik saja! Aku tau dia tidak akan selamat!” ucap Yoona tiba-tiba berteriak.

“Im Yoona!!” bentak Seohyun.

“Apa kau sadar huh?! Ada apa denganmu Yoona!” lanjut Seohyun sambil menangis.

“Aku lelah bibi! Semua yang aku sayangi meninggalkanku. Ayah? Kemana dia sekarang? Dia bahkan tidak peduli pada Krystal! Dan aku tau, cepat atau lambat Krystal juga akan meninggalkanku! Aku tahu!” ucap Yoona sambil berlari keluar ruangan.

Begitu sampai diluar ternyata Luhan sudah berdiri sejak tadi, dia mendengarkan semuanya. Yoona hanya menangis dan berjalan meninggalkan Luhan namun Luhan mencegahnya.

“Kau mau kemana?” tanyanya lembut.

“Lepaskan aku oppa” ucap Yoona tanpa menoleh kearah Luhan.

“Kemarilah duduk dulu, istirahat, aku tau kau lelah” ucap Luhan sangat sangat lembut.

Oppa! Aku ingin sendiri sekarang! Aku mohon!” bentak Yoona sambil menghempaskan tangan Luhan lalu berlari meninggalkan Luhan.

.                  .    .

Luhan sedari tadi duduk ditaman rumah sakit, dia tahu kemana Yoona pergi, tapi dia tidak ingin mengganggu Yoona. Tiba-tiba handphonenya berdering. Luhan melihat siapa yang menelfonnya. “Tiffany? Lagi?” gumam Luhan.

Disaat yang sama Yoona masih duduk ditaman sungai Han, dia menghabiskan seluruh airmatanya, menenangkan fikirannya sejenak. Sampai tiba-tiba dia mendengar suara langkah kaki dari arah belakang. Saat Yoona menoleh.

Noona, aku akan memberitahu semuanya sekarang”

TBC

Hyaa… maaf ya yang nungguin ff ini terlalu lama (geer) author baru beres uas selama 3 minggu abis itu author sakit jadi baru sempet selesaiin sekarang. Makasih ya buat yang setia nunggu ff ini (?) mulai sekarang insyaAllah bakal rajin lagi update. Jangan lupa saran pairingnya ya! Gomawoooo~

@tslykam

45 thoughts on “[Freelance] My Three Idiots (Chapter 13)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s