[Freelance] This Is All About The First Love (Chapter 2)

this-is-all-about-the-first-love1

This Is All About The First Love (Chapter 2)
_______________________

Author: Song Eunsuk
_______________________

Length: Multichapter
_______________________

Rating: Teen
_______________________

Genre: Romance, Drama
_______________________

Main Cast: Im Yoona, Kim Jongin, Kim Taeyeon, Kim Heechul
_______________________

Other Cast: Choi Sooyoung, Jessica Jung, Kim Joonmyeon, Lee Donghae, Lee Jinki, Stephany Hwang

_______________________

Wanita sempurna, bagai pedang dan pena. Wanita sempurna yang bisa memikat hati pria hanya dengan hela napas. Kim Taeyeon

Tak sengaja Taeyeon bertemu kedua hoobaenya. Yoona dan Sooyoung

Yoona menganggumi Taeyeon, yang sangat berbakat. Namun saat ia mengetahui bahwa Taeyeon adalah cinta pertama dari lelaki yang ia suka, ia merasa semakin rendah…

_______________________

Author Note: FanFic ini terinspirasi dari salah satu kisah Detective Conan. Tapi diubah kasusnya menjadi hal lain~ baca aja deh!  maaf kalo jelek, ini baru pertama kalinya mengepost fanfic.
silahkan saja langsung baca~ happy reading~
_______________________

 

Semua sudah berkumpul di vila sehari sebelum hari ulang tahun Taeyeon. Suasana vila di pedalaman memang menyegarkan. Pohon-pohon yang mengelilingi, udara yang sejuk, suasana yang sepi… namun semua itu seakan tidak terasa jika ada Lee Donghae di sana.

“Hahaha! Suatu kehormatan bagiku bisa minum bir bersama para mahasiswa hebat dari universitas hebat!” kata Donghae lalu menenggak birnya. “Selain itu, orang-orang berbakat ini ternyata tampan dan cantik!”

“Memang dancer terkenal yang baik hati… anda tahu cara menarik perhatian orang dengan kata-kata.” Ujar Heechul dengan tenangnya. Ia lalu mencabut rokok dari mulutnya.

“Lho, bukankah itu kau? Kim Heechul sang playboy?” Jessica melirik sinis ke arah Heechul.

“Kami juga sudah dengar. Katanya baru-baru ini hyung membuat salah satu mahasiswi tingkat satu menangis!” tiba-tiba Jinki berkata dengan semangatnya.

“Hah? Jinjja?” ujar Tiffany tak percaya.

Heechul menggeleng-geleng sambil tersenyum malu. “Yak, yak. Ini kan acara ulang tahun Taeyeon…”

“Sekaligus merayakan kemenangan juara pertama lomba menari Taeyeon beberapa hari yang lalu.” Kata Jessica.

“Sayang, ya, Joonmyeon. Kau mendapat peringkat terakhir dalam lomba kemarin.” Heechul menatap Joonmyeon dengan prihatin.

“Yah, apa boleh buat.” Joonmyeon menggaruk-garuk kepalanya. “Aku kalah dari Taeyeon noona, anggota baru grup tari yang menjadi harapan kita.”

“Ngomong-ngomong soal kalah, aku juga kalah olehnya dalam final kejuaraan tenis fakultas seni…” kata Jinki sambil ikut menggaruk kepalanya. “aku dengar dia sudah ikut klub tenis sejak dia masih SMP.”

“Baru tingkat satu dia sudah jadi miss universitas kita. Aku gagal dalam seleksi.” Tiffany mendecak kecewa.

Jessica menopang kepalanya sambil menggeleng-geleng. “Aku kagum padanya. Dia bisa apa saja, tapi tak pernah sombong.”

“Dia juga pintar masak.” Tambah Jinki dengan semangat.

Mendengar kata masak, Heechul mengedarkan pandangannya ke seluruh meja.

“Oh ya, lemon pie buatan Taeyeon, kok, tidak ada?” ujarnya setelah tidak menemukan hasil atas pencariannya.

Tiba-tiba Sooyoung datang sambil membawa makanan lauk dari dapur. “Dia sedang memanggangnya bersama Yoona.”

“Lho? Katanya Taeyeon noona sendiri yang mau memasaknya dan membawanya ke sini.” Kata Joonmyeon heran.

“Maaf kelamaan~” tiba-tiba terdengar suar Taeyeon dari arah pintu. Ia bersama Yoona dan lemon pie di tangan Yoona terlihat sedang berdiri di sana.

“Akhirnya!” ujar Jinki semangat.

Ditaruhlah lemon pie itu di meja. Kelihatannya memang agak berantakan dan gosong. Sehingga teman-teman Taeyeon tak percaya bahwa itu adalah buatannya.

“Lho, kok berantakan?” kata Jinki.

“Benarkah ini Taeyeon yang buat?” tanya Heechul tak percaya.

“Bukan, itu buatanku. Maaf, aku baru pertama kali mencoba membuat lemon pie.” Jawab Yoona dengan perasaan bersalah.

“Buatanmu mana, Taeyeon noona?” tanya Joonmyeon.

“Aku lupa sama sekali. Untung ada Yoona yang mau membuatkannya.” Taeyeon tersenyum sambil menepuk punggung Yoona.

“Kok, bikin yang tak biasa sih.” Tanya Donghae pada Yoona dengan datar.

Yoona cemberut ke arah kakak sepupunya itu. “Habis….”

“Sudahlah, protesnya nanti saja. Setelah mencicipi.” Potong Taeyeon.

Tanpa basa-basi, Jessica pun mengambil potongan dari pie itu. “Wah pie ini…”

“Memang agak gosong tapi…” ujar Tiffany yang juga mulai memakan pie itu.

“Emm, mashita!” puji Jinki.

Mendengar pujian-pujian itu, Donghae pun ikut mencicipinya. “Benar juga!”

“Aku juga mau!” kata Joonmyeon dengan semangat.

“Masakan itu yang penting rasanya. Kalau cuma dilihat dari penampilan luarnya, mana bisa ketahuan!” ucap Taeyeon pada Yoona sambil tersenyum memuji.

Makan malam itu terasa sangat mengasyikan. Apalagi suasananya sangat ramai oleh pembicaraan konyol dari Donghae. Tentu saja karena sifatnya yang selalu senang bercanda itu.

Waktu kini sudah menunjukan pukul 00.00. Tapi para lelaki masih saja asik mengobrol sambil minum bir.

Tiba-tiba bunyi handphone terdengar.

“Handphone siapa itu yang berbunyi?” tanya Heechul.

“Sepertinya milik Taeyeon.” Kata Tiffany sambil mengambil handphone milik Taeyeon di meja makan.

Ia membuka kunci handphone itu. Ternyata ada email dari profesor Park. “Taeyeon! Ada email dari profesor Park!”

“Sst. Dia sudah tidur.” Kata Yoona yang tengah menyelimuti Taeyeon yang tertidur di sofa.

“Yak, yak, lalu bagaimana dengan kue ulang tahun ini?” tanya Jessica sambil menaruh kue tart dengan lilin itu di atas meja.

“Lagipula kita kan mau ke karaoke di depan stasiun?” tambah Tiffany sambil memandang sedih Taeyeon yang sudah tidur.

“Ya… kita sudah janji.” Ujar Joonmyeon kecewa.

Heechul berdiri dari duduknya. “Apa boleh buat, kuenya untuk besok saja! Sekarang bagaimana kalau kita ke tempat karaoke?”

***

“Danji neol saranghae ireohke malhaetji, ijekko jeonbihaessdeon maneun mareul dwirhan… (H.O.T – Candy).”

Jinki sangat antusias menanyi lagu di karaoke. Apalagi suaranya yang memang bagus itu membuat semuanya dengan gembira ikut bernyanyi.

Tapi tidak dengan Yoona. Ia terlihat terdiam murung. Sepertinya ia tengah memikirkan sesuatu yang sangat mengganggu pikirannya.

“Wae geurae? Kenapa murung?” tanya Sooyoung tiba-tiba.

Dengan sekejap Yoona mengembangkan senyumnya. Matanya seolah-olah mau mengatakan bahwa hal yang tadi dikatakan Sooyoung tidak benar. “Ah, amugeutdo aniya! Siapa bilang?”

Mendengar itu, Sooyoung hanya terdiam menatap Yoona. “Mau kutebak, apa yang sedang ada di kepalamu?”

“Hm?”

“Wanita cantik dan berbakat, bagai pedang dan pena. Disayangi dan sangat terkenal… apapun yang dilakukannya selalu menjadi nomor satu.” Kata Sooyoung. “Dengan kata lain, kau sedang memikirkan Taeyeon sunbaenim, kan?”

Semburat merah muncul di muka Yoona. “Haaah? Bagaimana eonni tahu?”

Sooyoung tersenyum. “Tertulis di wajahmu sih… ‘aku tak bisa menang’”

Yoona terdiam mendengar pernyataan Sooyoung yang seakan-akan tepat menghantam ke hatinya.

“Yaah, wajar kalau Jongin menyukainya. Dulu kan Taeyeon sunbaenim adalah manajer klub dance…” sambung Sooyoung.

Yoona menunduk sambil tersenyum pahit. “Ya…”

Sooyoung terdiam lagi menatap Yoona. “Sudah jangan dipikirkan lagi! Lagipula Jongin sudah ditolaknya. Dan juga, kalian cuma teman masa kecil, kan?” kata Sooyoung mencoba terhibur. Ia sengaja menegaskan bahwa Yoona tidak perlu bersedih karena Jongin dan Yoona ‘hanya’ teman masa kecil.

Yoona hanya terus menunduk sedih. “Sooyoung eonni, kau tahu tidak? Ternyata Jongin suka lemon pie…”

Sooyoung sangat kaget dengan perkataan Yoona karena tidak mengerti maksudnya. “Ne?”

“Hari ini aku baru mendengarnya dari Taeyeon sunbaenim…”

~flashback~

Di dapur…

“Haah? Jongin suka lemon pie?” tanya Yoona sambil meletakan pie yang dibawa oleh Taeyeon ke atas meja dapur.

“Ne! Ini kesukaannya. Aku membawanya karena sudah terlanjur berjanji pada teman-teman. Kukira Jongin juga akan datang…” jawab Taeyeon sambil mengelap piring.

“Ooh, Jongin suka ini ya…” Yoona menatap pie di atas meja itu dengan pandangan nanar. Seolah ia berpikir bahwa kenyataan yang ia hadapi adalah ada orang yang lebih tau mengenai Jongin lebih dari dirinya sendiri. Lalu ia tancapkan pula fakta Jongin itu. Walau ia sendiri tak tahu apa fakta Jongin itu akan berguna nantinya.

Taeyeon terdiam sejenak. “Mau kuajarkan, cara membuatnya?”

~end flashback~

Yoona masih menunduk lesu saat menceritakan kejadian tadi saat di dapur bersama Taeyeon. “Aku tak bisa menang. Taeyeon sunbaenim tahu banyak hal yang tidak kuketahui tentang Jongin…”

Tiba-tiba saja Sooyoung merasa sangat sedih sekaligus marah. Sedih karena sahabatnya yang ceria menjadi murung akibat cinta. Dan marah oleh keadaan yang membuat Yoona menjadi seperti ini. Ia juga tak tahu sebenarnya siapa yang patut disalahkan.

“Sudah, semangat dong! Kau, kan’ juga punya sisi yang baik!” Tiba-tiba saja ia memukul pundak Yoona sambil bermaksud mengiburnya.

Yoona hanya tersenyum mendengar itu. Walau ia tak tahu sisi baik apa yang Sooyoung maksud. Ia tak tahu kelebihan apa yang ia punya yang bisa menyaingi Taeyeon.

“Semuanya! Aku keluar dulu untuk membeli rokok.” Heechul tiba-tiba berdiri dari duduknya.

“Kau mau beli dimana?” tanya Donghae.

“Di mesin rokok yang ada di gang sebelah tempat karaoke ini. Kau mau?”

Heechul pun keluar dan berjalan menuju gang yang ia katakan tadi. Tiba-tiba saja ia melihat Taeyeon ada di sana. Ia tak sendiri, melainkan bersama para lelaki misterius yang memakai masker hitam. Sepertinya mereka punya niat buruk terhadap Taeyeon.

Dengan hati-hati Heechul memerhatikan mereka. Ia tak mau bertindak gegabah sebelum ada bukti kuat bahwa para lelaki itu memang mau menjahati Taeyeon.

“Ah!!”

Setelah mendengar jeritan itu, Heechul pun langsung menghampiri mereka. Dengan cepat ia memukul salah satu dari mereka yang sedang mencengkram tangan Taeyeon. Tapi sepertinya Heechul tidak bisa melawan mereka sendirian. Apalagi di dalam gang yang gelap itu, pakaian para lelaki itu serba hitam. Sulit bagi Heechul untuk melihat dengan jelas para lelaki itu.

Sementara itu, di tempat karaoke…

“Heechul hyung kok lama, ya?” gumam Joonmyeon.

“Iya. Bukankah mesin rokoknya dekat dari sini?” kata Jinki.

“Aku akan menyusul. Mungkin terjadi sesuatu padanya.” Donghae pun berjalan keluar ruangan karaoke mereka.

Disusul dengan Joonmyeon. “Aku ikut!”

Setelah mereka menemukan mesin yang dimaksud, mereka pun melihat Heechul yang sedang dikeroyok oleh kumpulan lelaki berbaju hitam.

“Heechul!”

Dengan sigap Donghae dan Joonmyeon pun melawan mereka semua. Tak mudah memang  melawan kumpulan lelaki yang berjumlah tiga orang itu. Apalagi salah satu dari mereka memakai alat pukul.

Sementara itu Taeyeon dan Heechul duduk di pojok gang sambil menonton mereka.

“Heechul oppa, neo gwaenchanha?” tanya Taeyeon dengan khawatir.

“Ne, gwaenchanha…” Heechul langsung berdiri dan membantu Joonmyeon dan Donghae melawan para penjahat. Posisi kini berimbang, tiga lawan tiga.

Akhirnya, setelah lima menit perjuangan keras, para penjahat pun kalah. Walau tak sedikit luka dan lebam yang diterima Heechul, Donghae dan Joonmyeon.

“Kalian kembali duluan. Jangan lupa jaga Taeyeon. Aku akan mengurus sedikit para bajingan ini.” Kata Heechul sambil menggeram kesal.

“Arasseoyo. Jangan lama-lama. Kita harus kembali ke vila.” Balas Donghae.

Akhirnya Taeyeon bersama Donghae dan Joonmyeon berjalan kembali ke tempat karaoke. Saat baru sampai di pintu, Donghae menyadari bahwa handphonenya tak ada di sakunya. “Aku kembali ke gang tadi ya. Sepertinya ada barangku yang terjatuh.” Ia pun berlari menuju gang tadi.

Memang benar dugaannya. Handphone miliknya tergeletak di mulut gang. Saat ia mengambilnya, ternyata tombolnya tertekan entah oleh siapa dan aplikasi kamera videonya terbuka. Keadaannya saat itu sudah merekam video.

Saat akan menstop perekaman dan menutup aplikasinya, tanpa sengaja ia melihat Heechul yang sedang berbicara dengan para penjahat tadi. Ia mendengar sayup-sayup suara Heechul. “Ini uang kalian. Terimakasih, kalian sudah berakting bagus sekali.”

To Be Continue…

4 thoughts on “[Freelance] This Is All About The First Love (Chapter 2)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s