[Freelance] Lucky in Love (Chapter 1)

35

Titlle : Lucky in Love

Author : love JJ forever

Maint Cast : Jessica Jung ( GG )
Kris Wu ( EXO )
Kim Myungsoo/L ( Infinite )
Xi Luhan ( EXO )

Other Cast : T-ARA & INFINITE member

Genre : School Life, Romance, Angst

Lenght : Chaptered

Rating : +15

Note : Cerita ini asli hasil dari pemikiran kerja keras otak saya. Jadi kalau ada unsur kesamaan dengan cerita ff lain itu hanya kebetulan semata, tanpa adanya niat plagiat sama sekali. Dan ini karya ff pertama saya, mian klo ceritanya aneh, gaje atau membosankan. Jadi mohon koment, kritik dan sarannya. Happy Reading^^

Author POV.

Pagi itu terasa begitu riuh di depan gerbang utama SM High School, salah satu sekolah menengah atas yang terbilang cukup elite di kota Seoul. Di karenakan adanya segerombolan siswa-siswi yang berdiri mengerubuni seorang yeoja bertubuh mungil, berparas imut berambut panjang bergelombang ikal dengan warna rambut coklat keemasan dengan poni lurus yang menutupi dahinya, yang menambah daya tarik yeoja tersebut.

“Kau murid baru itu ya?”

“Neomu yeoppo!”

“Kau bukan asli warga Korea ?”

“ Aigo… wajah mu seperti barbie saja”

“ Kau kelas berapa?”

“Gwiyeopta!”

Begitulah pertanyaan dan pujian yang yeoja itu dengar dari para siswa-siswi yang mengerubuninya dengan penuh antusias. Sedangkan sang yeoja tersebut hanya membalasnya dengan sebuah senyuman tipis, untuk membalas perkataan dari para murid tersebut.
Saat bel tanda masuk berbunyi serempak para murid tersebut menghela napas, dan segera berhambur  untuk  menuju ke kelas mereka masing-masing !

KRING… KRING…

“Huft… bel masuk sudah berbunyi, pada hal kita belum sempat berkenalan” ucap salah seorang yeoja manis dengan postur tubuh yang lebih kecil sambil tersenyum manis kearah yeoja tersebut.

Sedangkan yeoja itupun  hanya mengangguk sambil tersenyum kembali. Tapi bukan seperti tadi, yeoja tersebut tersenyum dengan sangat manis. Membuat para murid namja yang tadi sempat memujinya semakin terpukau dengan kecantikan yang yeoja itu miliki.

Yeoja itupun  semakin melangkahkan kakinya masuk ke dalam area wilayah sekolah, setelah merasa para segerombolan murid-murid itu sudah benar-benar pergi dari hadapannya.

“Hai… kau murid baru itu ya?” sapa seseorang dari arah belakang yeoja itu, sambil menepuk pelan bahunya.

“Nde!” sentak yeoja itu  sambil membalik badan kearah orang yang menepuk bahunya.

“Xi Luhan imnida” lanjut orang tersebut  yang ternyata adalah seorang namja yang berperawakan imut dan tampan. Sambil tersenyum manis dan mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan yeoja tersebut.

Sedangkan yeoja itu hanya bisa terperangah melihat  senyuman namja yang ternyata bernama Luhan itu,  yang sedang mengulurkan tangannya dan sambil memandanginya yang tak  kunjung membalas uluran tangannya. Setelah beberapa saat barulah yeoja itu tersadar.

“Eoh… Jessica Jung imnida” balas sang yeoja yang ternyata bernama Jessica sambil membalas uluran tangan Luhan dengan senyuman kikuk.

“Aku tadi mendengar dari beberapa siswa disini, katanya ada murid baru pindahan dari Amerika ! Dan pasti murid tersebut adalah kau, karna aku baru pertama kalinya melihatmu disekolah ini” kata Luhan sambil terus memperhatikan Jessica dari bawah sampai atas sambil tetap tersenyum.

“N-ne…” jawab Jessica dengan agak gugup karna terus dipandang intens oleh Luhan.

“Owh… kau sekarang pasti sedang mencari ruang guru kan?” tanya Luhan. Jessica hanya menjawab dengan sebuah anggukan, pertanda bahwa dia mengiyakan pertanyaan Luhan.

“Apa kau mau aku antarkan?” tanya Luhan tetap dengan senyuman yang terus mengembang diwajah tampannya.

“Apa tidak merepotkanmu Luhan-sshi? Dan ini pun sudah jam masuk, apa kau tidak takut dapat hukuman dari songsaenim bila lambat masuk kelas?” tanya Jessica sambil melihat jam tangan putih yang melingkar manis di lengan kirinya. Luhan yang mendapat pernyataan tersebut hanya dapat terkekeh melihat reaksi dari Jessica.

“Tidak apa-apa, songsaenim pasti akan mengerti kalau dia tau aku membantu murid baru untuk mengantarnya ke ruang guru” jawab Luhan enteng membuat Jessica mengangguk-anggukan kepalanya pelan, sambil membentuk huruf  ‘o’ dimulutnya.

“Ne… aku sedang mencari ruangan Park songsaenim” kata Jessica yang membuat Luhan menganggukan kepalanya.

“Kajja..” ajak Luhan sambil menarik lembut lengan Jessica untuk mengikutinya berjalan berdampingan.

Jessica yang mendapat perlakuan mendadak tersebut jadi salah tingkah dan mengikuti Luhan dalam diam sambil menunduk, mungkin karna terkejut dan malu. Setelah berjalan melewati beberapa ruangan dan belokan diujung lorong, sampailah mereka ditempat tujuan.

“GomawoLuhan-sshi telah megantarku” kata Jessica sambil tersenyum canggung karna Luhan belum melepas genggamannya dari lengan Jessica. Luhan yang menyadari senyuman dari Jessica dan melihat arah tatapan Jessica, segera melepaskan genggaman tangannya sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal.

“Cheonmaneyo… sudah seharusnya kita saling menolong bukan” jawab Luhan sambil menunduk. “Oh iya aku hampir lupa, kau berada dikelas berapa?” tanya Luhan lagi.

“Aku sekarang sudah duduk dikelas XII untuk penempatan kelasnya aku belum tau, aku akan berada dikelas berapa nantinya” jawab Jessica seadanya.

“Jadi kita satu angkatan rupanya! Aku harap kita bisa sekelas nantinya” ucap Luhan girang.

“Ne… kalau begitu aku masuk dulu ya, sekali lagi gomawo sudah mengantarku” kata Jessica sambil tersenyum manis.

“Gwecanhayo Jessica-sshi” jawab Luhan sambil membalas senyuman Jessica yang berbeda dengan senyuman sebelumnya.

Author End.

Jessica POV.

Saat Luhan telah pergi berlalu untuk menuju kelasnya, barulah aku mengetuk pintu berwarna coklat kemerahan tersebut. Setelah mendapat seruan untuk masuk, dengan segera aku melangkahkan kakiku untuk memasuki ruangan yang bernuansa kental dengan adat Korea itu.

“Owh.. kau sudah datang rupanya! Aku kira kau akan tersesat dulu, karna bingung dengan letak ruanganku” sambut Park saem dengan kekehannya setelah tau bahwa akulah yang datang ke ruangannya. Dan mempersilahkan aku untuk duduk di sebuah sofa panjang berwarna coklat.

“ Aniyo saem, tadi ada yang mengantarku sampai disini! Jadi mana mungkin aku tersesat, kecuali orang itu juga tidak tau ruangan ini” jawabku sambil terkekeh pula.

Aku dan Park saem memang akrab, karna dia salah satu sahabat appaku sewaktu masih muda dulu. Mereka masih bersahabat baik hingga sekarang, walau pun appaku bekerja sebagai pengusaha dan Park saem menjadi seorang guru. Jadi otomatis aku juga bisa akrab dengannya, aku pindah ke sekolah ini pun atas rekomendasi dari beliau.

“ Nuguya?? Siapa yang mengantarmu, kenapa aku tak melihatnya?” tanya Park saem penasaran.

“ Seorang namja yang cute” jawabku singkat
Sambil menginggat wajahnya yang selalu tersenyum, terlihat tampan tapi juga err… cantik itu. Aku saja merasa dia lebih cantik dari sahabatku yang berada di Amerika yaitu Park Hyomin yang terkenal dengan senyumannya yang sangat menawan, walau pun banyak yang mengatakan wajahnya itu jutek tapi ketika dia tersenyum dia memiliki aura tersendiri.

Ya Hyomin adalah anak dari Park saem, aku dan dia melanjutkan sekolah menengah pertama bersama di Amerika. Aku bersahabat dengannya dari jaman masih umur 5 tahun, ketika kami masuk di tk yang sama. Banyak yang mengatakan kalau wajah kami itu mirip dan sikap kami pun hampir sama, tapi karna perintah dari appa aku terpaksa pulang untuk menyelesaikan sekolahku di Seoul saja. Menyebalkan memang tanpa alasan yang jelas aku diharuskan kembali ke Seoul, dan berpisah dengan Hyomin.

Setelah berbicang-bincang sebentar dengan Park saem dia mengantarku menuju ruang kelas yang akan aku tempati nantinya. Dan sekarang sampailah aku didepan kelas XII 2. Setelah Park saem berbicara dengan wali kelasku dia segera berpamitan untuk kembali ke ruangannya.

“ Oke murid-murid hari ini kita kedatangan murid baru pindahan dari Amerika, saya harap kalian bisa menyambutnya dengan baik” kata Kim saem setelah memasuki ruang kelas kembali. Kelas yang semulanya ribut berubah menjadi hening ketika aku memasuki kelas setelah dipersilahkan ole Kim saem.

“Silahkan masuk dan perkenalkan dirimu” suruh Kim saem.

“Anyyeong haseyo… je iremeun Jessica Jung imnida bangapseumnida chingeudul”ucapku memperkenalkan diri sambil membungkuk 30 derajat disertai senyum tipisku.

Setelah itu aku dipersilahkan duduk disalah satu bangku yang terletak dipojok sebelah kiri, kursi ketiga dari depan. Disana telah duduk manis seorang murid berparas imut, yang terus tersenyum kearahku, dan kuyakini dia adalah teman sebangkuku nantinya.

“Hai… kita sekelas rupanya, bahkan kita satu bangku” sapanya setelah aku duduk disampingnya.

“Ne…”ucapku sambil balik memandangnya yang masih saja teresenyum.

“Naneun Jeon Boram imnida” ucapnya sambil mengulurkan tangan untuk berkenalan denganku.

“Jessica Jung imnida, kau bisa memanggilku Sica” balasku sambil menjabat tangannya.

“Selamat datang disekolah ini, nanti aku akan mengajakmu untuk berkeliling sekitar wilayah sekolah. Aku berharap kita bisa bersahabat baik nantinya! Kau mau kan?” Boram dengan antusiasnya.

“Jinjja… ne gomawoyo Boram-sshi” ucapku tak kalah antusiasnya.

“Kau tak perlu menyebut namaku dengan embel-embel sshi, kita kan sudah menjadi sahabat Sica-ah” Boram dengan sebalnya memangku tangannya sambil mengerucutkan bibirnya lucu.

“Mian hehehee…” kataku sambil terkikik geli.

Setelah itu aku pun mengeluarkan buku dan alat tulisku untuk mengikuti pelajaran yang sempat tertunda tadi. Tetapi ada sesuatu yang mengganjal, seperti ada yang memperhatikan gerak-gerik ku sedari tadi. Aku pun berinisiatif untuk berbalik melihat kiranya siapa orang tersebut. Seketika itu pula mataku tertuju kepada seseorang yang duduk dibangku paling belakang disebelah bangkuku, mata kami pun beradu. Tapi itu tak berlansung lama, karna dia lansung memutuskan kontak mata diantara kami. Dan aku pun baru tersadar ketika Boram menyikut lenganku pelan.

“Gwechana Sica-ah” Boram sambil berbisik.

“Nan gwecahana Boram-ah” jawabku seadanya.

Aku pun berbalik melihat kearahnya lagi, sekali lagi mata kami pun bertemu. Tapi kali ini dia tersenyum kearahku lalu melihat lurus kedepan, senyuman yang tak dapat kuartikan maksudnya.

“Orang yang aneh” batinku

Akhirnya bel istirahat pertama pun berbunyi, aku segera memasukan buku dan alat tulisku tadi. Aku segera mengajak Boram untuk kekantin sekolah, karna perutku yang sudah tidak bisa diajak berkompromi lagi, dikarenakan tadi pagi aku hanya memakan dua helai roti dengan selai coklat kacang dan segelas susu coklat.

“Boram-ah kajja kita segera ke kantin, aku sudah lapar” jawabku sambil merengek kearahnya, dikarenakan dia masih sibuk menulis sesuatu dibukunya yang aku tak tahu buku apa itu.

“Ne… tunggu sebentar” jawabnya masih sibuk dengan kegiatannya tanpa menatap kearahku.

“Huft… kau ini terlalu rajin Boram-ah, ini sudah jam istirahat kau masih saja sibuk menulis, memangnya kau menulis apa hah” ucapku sebal sambil meniup poniku, kebiasaanku ketika sedang sebal.

“Aku menulis sesuatu di diaryku! Kajja…” ucapnya riang sambil mangeret lenganku keluar kelas.

“Pelan-pelan Boram-ah… kau terlalu bersemangat sekali” cibirku sambil memutar mata.

“Hehehee… aku juga sudah sangat lapar” Boram dengan cengirannya.

Jessica End.

Author POV.

Tanpa kedua yeoja manis itu sadari, sedari tadi ada seorang namja yang berwajah dingin menatap mereka dengan tatapan yang sulit diartikan. Dan setelah mereka berdua keluar, sang namja itu pun bangkit dari duduknya sambil bergumam kecil.

“Jessica Jung nama yang cantik, seperti orangnya! Wajahnya pun hampir mirip denganmu, apa dia utusan tuhan untuk mengantikan posisi mu?” gumamnya lalu tersenyum kecut, sambil menegadahkan kepalanya menatap keatas untuk menahan sesuatu yang ingin keluar dari kedua bola matanya.

Saat Jessica dan Boram berjalan menuju kearah kantin bersama melewati lorong-lorong kelas, mereka dilihat oleh para murid disekolah tersebut sambil berbisik-bisik, ah lebih tepatnya Jessica. Karna Jessica yang notabenenya murid baru disekolah tersebut, yang menjadi pusat perhatian murid-murid yang dilewati dan berpapasan dengannya. Jika para yeoja melihatnya dengan tatapan iri, lain dengan para murid namja yang melihatnya dengan tatapan kagum tanpa berkedip.

“Boram-ah aku merasa risih dengan tatapan para murid-murid disini” ucap Jessica setengah berbisik kearah Boram.

“Cuek saja, mereka memang begitu kalau disekolah ini kedatangan murid baru, apa lagi murid itu cantik seperti kau!” Boram dengan santainya menarik lengan Jessica untuk berjalan lebih cepat menuju kantin, karna Jessica yang merasa risih dan karna perutnya yang sudah berbunyi minta untuk segera diisi itu.

Setelah mereka sampai dikantin tatapan para murid-murid disana masih sama dengan tadi. Dikarenakan mendengar perkataan Boram tadi Jessica menjadi cuek saja, selain karna dia juga sudah sangat lapar jadi dia tidak terlalu menghiraukan tatapan tersebut.

“Sica-ah kau mau makan dan minum apa? Biar aku pergi memesan kau duduk manis saja disini ne!” ucap Boram.

“hmm… aku pesan bubble tea coklat, ramyun, bibimbap dan ddeokbokki saja. Tapi jangan lama ne, karna aku sudah sangat lapar” Jessica berucap sambil mengelus perutnya yang sudah minta diisi.

“Ne ne… ternyata kau makan banyak juga ya, pada hal tubuhmu kecil! Aku kira cuman aku saja yang bertubuh kecil tapi makan banyak” ujar Boram sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.

“Aku begini kalau sudah sangat lapar, kalau lagi badmood aku biasa tidak makan seharian dan lebih memilih untuk tidur” Jessica dengan cengirannya.

Setelah itu Boram pun segera melesat untuk memesan, meninggalkan Jessica seorang diri duduk dikursi sambil bermain dengan iphone putih kesanyangannya. Dan karna saking asyiknya sendiri dengan kegiatannya, Jessica tidak menyadari seseorang yang telah duduk dihadapannya sambil memperhatikannya intens. Setelah beberapa menit barulah Jessica tersadar dengan kehadiran sesosok yang sedari tadi memperhatikan gerak-geriknya tersebut.

“Apa aku menganggumu?” tanya orang tersebut.

“A-aniyo” ucap Jessica terbata sambil memasukan kembali iphonenya ke dalam saku bajunya

“Lee Sungjong imnida, bangapseumnida” sapa orang tersebut sambil memperkenalkan dirinya.

“Jessica Jung imnida” balas Jessica.

“Aku sudah tau nama mu saat dikelas tadi, aku duduk dibangku paling depan! Masa kau tidak kenal aku?” ujarnya sambil mengerucutkan bibirnya lucu.

“Nde… mianhe tadi aku tidak begitu memperhatikan murid-murid dikelas tadi” ucap Jessica yang merasa bersalah, karna tidak mengenali teman sekelasnya itu.

“Nan gwechana, aku hanya bercanda tadi. Oh iya… aku adalah sahabat Boram teman sebangkumu itu! Kemana dia, aku tidak melihatnya bersamamu disini? Padahal tadi aku melihat kalian keluar bersama” ucap Sunjong panjang lebar.

“Aku disini!” ujar seseorang yang tak lain adalah Boram yang datang membawa makanan dan minuman.

‘Boram-ah kau tega sekali meninggalkanku dikelas tadi, mentang-mentang kau sudah memiliki sahabat baru ya!” Sunjong sambil melipat tangannya sebal.

“Kau sudah tau sendiri kan kalau aku sudah lapar jadi bagaimana” ujar Boram sambil memutar matanya karna kelakuan Sunjong.

“Ne ne… aku tahu! Oh iya makananku mana?” Sunjong sambil menegadahkan tangannya kearah Boram.

“Hei kau pesanlah sendiri sana! Jangan mencoba-coba untuk mengambil makananku ya, karna aku sudah sangat lapar” Boram sambil mengusir Sunjong yang semakin kesal atas sikap sahabatnya itu.

“Dasar nenek lampir pelit” cibir Sunjong sambil berlalu pergi untuk memesan makanan.

“Yakk… aku dengar itu Lee Sunjong” teriak Boram kesal.

Jessica yang sedari tadi hanya diam memperhatikan kelakuan dua sahabat yang berbeda jenis itu hanya dapat terkekeh sambil mengelengkan kepalanya. Setelah Sunjong pergi untuk memesan Jessica dan Boram pun segera melahap makanan mereka dengan lahap.

Setelah mereka berdua selesai makan Boram pun mengajak Jessica untuk berkeliling disekitar wilayah sekolah. Sunjong pun ikut serta karna tidak mau ditinggal lagi oleh dua yeoja manis tersebut. Mereka berjalan berdampingan sambil sesekali tertawa karna candaan Sunjong, mereka terlihat sangat akrab seperti telah bersahabat lama, pada hal belum genap sehari mereka mengenal satu sama lain. Saat mereka melewati lorong dekat wilayah lapangan basket, Sunjong tak sengaja terkena lemparan bola basket dikepalanya yang mengakibatkan dia terjatuh sambil meringis kesakitan.

“Auww… kepalaku sakit sekali” Sunjong yang terjatuh sambil memeganggi kepalanya yang terasa pusing itu.

“Sunjong-ah gwechana” khawatir Boram sambil berjongkok untuk menyamakan tinggi mereka.

“Biar kita bawa saja dia ke ruang uks” usul Jessica sambil mambantu Boram untuk memapah tubuh Sunjong.

“Lagi-lagi bolaku melesat kearah murid yang lembek itu” cibir seorang namja sambil memunguti bola basketnya tersebut.

Boram hanya bisa menunduk takut sambil membantu Sunjong yang masih kesakitan itu. Dia tidak berani untuk melawan dan membela sahabatnya tersebut. Lain halnya dengan Jessica yang mengepalkan tangannya kesal atas sikap murid yang menurutnya tidak punya sopan santun itu. Tapi dia berusaha untuk tidak menghiraukan murid tersebut dan segera membawa sahabatnya pergi dari tempat itu dan tidak membuat masalah dihari pertamanya bersekolah.

“Dasar namja setengah yeoja, aku heran kenapa sekolah ini bisa menerima murid seperti kalian! Dan teman kecilmu yang cengeng itu yang bisanya hanya menangis saja, benar-benar sukar untuk dipercaya masih ada saja murid seperti kalian yang bersekolah disini ” namja itu dengan kata-kata pedasnya sambil memandang remeh Boram cs

Jessica yang awalnya tidak menghiraukan namja itu pun berbalik menatap namja yang sangat ingin dia hajar karna menghina orang seenaknya, menurutnya namja itu harusnya membantu Sunjong yang sedang kesakitan itu atau setidaknya meminta maaf bukannya marah dan menghinanya.

“Aku kira disekolah seelite ini murid-muridnya memiliki tingkat kepintaran dan tata krama yang baik” ucap Jessica sambil membalik tubuhnya untuk melihat namja yang dipungungginya itu.

“Ternyata aku salah besar rupanya, buktinya didepanku ini ada murid berandalan dengan tingkat IQ dibawah rata-rata!” ucap Jessica tak kalah pedas sambil menatap namja itu tajam.

“Sica-ah tidak usah cari ribut, kami tidak apa-apa kok” ucap Sunjong sambil menepuk pundak Jessica pelan, bermaksud agar Jessica pergi dari hadapan namja itu dan tidak mendapat masalah dari namja itu.

“Tidak Sunjoong-ah dia terlalu semena-mena terhadap kalian, aku tidak bisa tinggal diam saja kalau sahabatku dihina seperti tadi” ucap Jessica tanpa mengalihkan tatapannya dari namja tersebut.

“Sica sudahlah kami benar-benar tidak apa-apa, lebih baik kita segera ke ruang uks saja” Boram akhirnya bersuara juga setelah lama menunduk karna takut dan menahan air matanya.

“Baiklah” Jessica menghela napas kasar.

Mereka pun segera berlalu dari hadapan namja itu, sebelum benar-benar pergi Jessica berbalik untuk memberikan death glare andalannya untuk namja itu. Namja itu tak berkutik sama sekali, dia seakan diam membatu karna tatapan dan perkataan seorang yeoja yang baru pertama kali dilihatnya itu.

“Gwechana” seorang murid lain yang sedari tadi berdiri disamping namja itu menepuk pundak namja itu keras, dia terheran-heran dengan sikap namja yang biasanya tidak mau kalah dalam hal berdebat dengan siapa pun itu berubah menjadi mati kutu hanya karna tatapan seorang yeoja yang berwajah dingin.

“E-eoh.. nan gwechana Sungyeol-ah” akhirnya namja itu bersuara juga setelah sekian menit terdiam dengan kejadian yang baru saja dialaminya itu.

“Tumben kau hanya diam saja? Biasanya kau akan berdebat dengan siapa pun dan tak mau kalah walau pun itu dengan orang tuamu sendiri! Apa kau merasa bersalah karna terlalu sering membully dan mempermalukan mereka?” tanya Sungyeol sambil menautkan kedua alisnya bingung karna tingkah aneh sahabatnya itu.

“Aniyo… mana mungkin!” jawab namja itu kesal.

“Lalu itu tadi apa?” Sungyeol dengan senyum mengejeknya.

“Hanya lagi tidak mood saja” ujar namja itu cuek sambil berlalu meninggalkan Sungyeol.

“Hei tunggu aku, aissh… dia benar-benar aneh” Sungyeol mengerutu sambil berlari untuk mengejar namja itu.

“Ada apa denganku?” namja itu membantin

Dilain tempat Jessica, Boram dan Sungyeol telah kembali kekelas mereka setelah mereka pergi ke ruang uks untuk mengobati Sunjong. Sepanjang jalan Jessica terus mengerutu atas sikap kedua sahabatnya itu yang menurutnya sangat pasrah-pasrah saja saat mereka dihina seperti tadi. Boram dan Sungjong hanya mengeleng-gelengkan kepala melihat Jessica yang sangat kesal atas perlakuan namja tadi sambil melipat tangannya didepan dada dan mengerucutkan bibirnya lucu kebiasannya jika sedang kesal atau marah.

“Sudah lupakan saja, kami sudah terbiasa dengan perlakuan seperti tadi” Sungjong yang mencoba membuat Jessica mengalihkan topik pembicaraan itu seketika mendapat semburan kekesalan dari Jessica.

“Yakk… kau ini benar-benar ya makin membuat aku makin kesal saja! Seandainya tadi kalian membiarkan aku memberi pelajaran namja sok keren itu” teriak Jessica dengan sangat kesal.

“Suaramu ternyata tak kalah nyaring dari si nenek Boram ketika marah ya, sangat berpotensi membuat gendang telinga orang pecah” Sunjong sambil mengusap-usap telinganya.

“Yak… Lee Sungjong!” teriak Boram ikut kesal sambil mengetuk kepala Sunjong.

“Appo….” ringis Sunjong sambil mengelus kepalanya yang mendapat ‘hadiah’ dari Boram itu.

Jessica hanya meniup poninya sambil melihat kearah belakang karna merasa ada yang melihatnya, mata foxy Jessica kembali beradu dengan sipemilk mata tajam itu. Seperdetik kemudian Jessica lansung membuang muka, tak mau lama-lama menatap namja itu.

“Hanya perasaanku saja atau dia selalu memperhatikanku?!” batin Jessica

Setelah itu keadaan kelas yang semulanya ribut berubah menjadi hening ketika songsaenim masuk untuk mengajar dijam pelajaran kedua yaitu pelajaran matematika yang sangat dibenci oleh Jessica dan kedua sahabatnya.

KRING… KRING…

Saat bel pulang sekolah berbunyi para murid SM High School pun segera bergegas merapikan alat tulis dan buku mereka ke dalam tas untuk segera pulang. Tak terkecuali untuk ketiga sahabat baru itu, mereka akan pulang bersama karna alasan jalan rumah mereka searah. Saat mereka bertiga keluar kelas Jessica meminta izin untuk ke toilet.

“Guys aku akan ke toilet sebentar ya” seru Jessica setelah mereka bertiga keluar kelas.

“Biar aku temani, kau kan belom terlalu hafal tempat-tempat disini” Boram sambil membalik badan, karna Jessica yang memang berada dibelakan Boram dan Sunjong.

“Tak perlu Boram-ah… aku hanya sebentar, lagi pula toilet kan hanya berada diujung lorong belokan ini!” Jessica sambil menepuk pundak Boram pelan.

“Apa tak apa-apa?” kali ini Sunjong pun ikut bersuara.

“Aissh… jinjja kalian ini seperti menganggap aku anak kecil saja, kalian tak perlu mengkhawatirkan aku. Aku bisa sendiri dan kita tak perlu kemana-mana bersama kan? Seperti teletubbies saja” cibir Jessica sambil mengerucutkan bibirnya lucu.

“Algesseumida cerewet” Sunjong sambil memutar bola matanya jengah.

“Arraseo… kalian tunggu aku saja di depan gerbang sekolah ne!” Jessica sambil mengibaskan tangannya bermaksud untuk menyuruh kedua sahabatnya itu untuk segera pergi.

Jessica pun lekas menuju toilet yang berada diujung lorong setelah belokan dari arah kanan. Setelah selesai dengan kegiatannya, Jessica pun bercermin untuk sekedar merapikan penampilannya. Saat keluar dari toilet ada seseorang yang menarik lengan Jessica, yang otomatis membuat langkah Jessica terhenti, Jessica pun menenggok ke belakang untuk melihat siapa orang tersebut.

“Kau…” seru Jessica tak menyangka bahwa orang tersebutlah yang menarik lengannya.

TBC.

Note : Gimana? Gimana? aneh atau jelek kah -,- aku sempat minder deh setelah baca ulang ff ini, apa bakal ada yang suka atau nunggu kelanjutannya ._. ???
Mianhe kalau ada typo yang bertebaran atau penulisan kata yang tidak baku, saya hanya makhluk tuhan yang memiliki banyak kekurangan! Kesempurnaan hanya milik Allah swt…
Pasti ada yang bertanya-tanya kenapa other castnya member T-ara dan Infinite bukannya SNSD dan EXO #plakgakadakok -_-“
Ok… aku akan jawab walau gak ada yang nanya seh, karna mereka bias kedua aku setelah SNSD dan EXO tentunya! Jadi aku pke nama mereka, kalau ada yang gak suka mian L
Kalau responnya baik saya akan cepat menpost next chaptnya J

8 thoughts on “[Freelance] Lucky in Love (Chapter 1)

  1. Wahhhhhhhhhhhh seruuu .
    Aduh ini yg bru nongol si luhan doang .
    Yg kris ama si L belom ketauan .,
    masih misterius ..
    Hemmmmmmmm kira” siapa sih yg suka memperhatikan sica di kelas pasti si L.
    Terus yg maen basket pasti si kris #soTauuu lanjutt eonni

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s