[Freelance] The Power of Love

the-power-of-love2

Title                 : The Power of Love

Author             : Quorralicious

Length             : Oneshoot

Rating             : –

Genre              : Romance, Sad, Hurt, Angst

Main Cast        :

  • Tiffany as Nathania Leader, Tiffany Hwang
  • Xiumin as Trainee SM, Wu Xiumin

Supporting Cast:

  • Kai as Xiumin’s bestfriend, Kai
  • Suho as Xiumin’s friend, Suho
  • Yoona as 2nd member of Nathania, Im Yoona
  • Jessica as 3rd member of Nathania, Jung Jessica
  • Sooyoung as 4th member of Nathania, Choi Sooyoung
  • Seohyun as 5th member of Nathania, Lee Seohyun a.k.a Magnae

Pairing             : Xiumin danTiffany

Disclaimer       : Cerita murni khayalanku dan cast hanya milik Tuhan dan Keluarganya

A.N                 : FF pertamaku, jika kalian menyukainya tolong tinggalkan koment agar semakin memotivasiku.

Poster              : Priskila ( Gomawo ^^)

 

Akankah kisah Romeo & Juliet terulang di negeri Ginseng?

Saat daun-daun berguguran,

tapi cintaku takkan pernah bisa berguguran meski tanpamu.

Langit kehidupan hanyalah warna mu yang mengitarinya.

Takkan ada yang seorangpun tahu kapan cinta akan datang menghampiri hidupnya. Begitu juga dengan Xiumin, mahasiwa jurusan Seni yang merupakan salah satu keturunan China-Amerika  inipun ternyata sedang mengalami hal yang serupa dia jatuh cinta, dan pertemuannya setelah tiga tahun tidak berjumpa dengan gadis yang menjadi dambaannya selama 3 tahun ini membuka luka lamanya kembali. Tidak ada yang tahu bahwa cowok bermata biru ini merupakan salah satu trainee SM entertainment di Korea Selatan yang terpilih dalam audisi yang diadakan dalam acara SM Audition pada tahun lalu saat dia masih tinggal di Amerika, dengan bakatnya memainkan piano, biola dan gitar serta teknik ngedancenya yang jago membuat pihak SM tidak bisa melepaskan matanya dari bakat-bakat terpendam Xiumin, ditambah lagi dengan ketampanan yang dimilikinya bagaimana tidak ketampanan seorang keturunan blasteran China-Amerika ini ternyata merupakan warisan dari ayahnya Kris Wu yang merupakan presiden perusahaan Wu Corporation .

*Author POV

”Argh… panas, tau gak bakal ada dosen kayak gini mending tiduran dirumah sambil makan es krim starwberry kan enak banget.” Keluh Xiumin.”Ne, mending kita cabut sekarang yuk ke Mall daripada diem disini gak karuan buang-buang waktu dan keringet,Hyung.” Sahut cowok ganteng berkulit agak kecokelatan dan berambut brunnette yang bernama Luhan. Kedua sahabat inipun langsung menancap gas mobil fortunernya diparkiran dan melaju menuju Mall favoritnya. Setibanya di Mall, mereka langsung ke restaurant cepat saji favorit mereka.”Saya gak pesen paket favorite set 1, yang saya pesen premium set 1 kok mbak salah nulis pesenan saya sih?? Mbak ngelamun ya? Kalo mau ngelamun udah gak usah kerja ginian daripada ngerugiin pelanggan seperti saya kan berabe, udah nunggunya lama, pesenannya salah pula. Huh!” cerocos cewek cantik dipojokan sana sambil memasang muka ketusnya. “Wah, bukannya itu Tiffany ya? Salah satu member girl grup Nathania? Yeppuda..” kagum Luhan saat pertama kali melihat Tiffany. “Ne, yeppo. Jeongmal yeppo..” sahut Xiumin setengah teriak karena gak mau kalah sama komentar dari Luhan barusan. Teriakan Xiumin yang agak keras itu membuahkan hasil, semua mata tertuju padanya yang kemudian otomatis memperhatikan Tiffany yang duduk dipojok. “Nice! Sekarang malah semua orang jadi memerhatikan aku! Omona!” teriak Tiffany, “Ngapain sih cowok itu sampe teriak-teriak segala, kampungan banget baru kali ini emang liat idol?eh,tapi kayaknya aku familiar deh sama cowok itu” batin Tiffany  yang terlihat olehnya hanya Luhan. Ada perasaan senang dalam hatinya, karena orang-orang sudah mulai mengenalinya meski dia baru memulai debut kariernya dua bulan yang lalu bersama dengan empat orang member lainnya dalam Nathania.

Karena tak nyaman dengan kejadian fanmeeting dadakannya, pesanannya yang salah, dan orang-orang sekitar yang mulai mengambil fotonya saat makan membuat Tiffany harus sesegera mungkin memanggil manager dan eonnie stylistnya. “Oppa, palli wa… udah mulai banyak orang nih. Jemput aku sekarang ya.” Klik, terdengar bunyi handphone yang terputus dari ujung penerima telepon tersebut. Jika sudah begini maka managernya selalu siaga dan secepatnya menjemput Tiffany yang sebenarnya pada hari itu dia sedang kesal dengan Sooyoung membernya. Meski Tiffany cuek dengan keadaan sekelilingnya, tapi rupanya peristiwanya direstaurant yang dikerumuni oleh fansnya itu merupakan titik awal kehidupan percintaannya. Karena tanpa sepengetahuannya, dua orang cowok yang pertama mengenalinya itu tetap memperhatikannya dari jauh, Tiffany berhasil merebut hati keduanya.

Keduanya memberikan seulas senyum yang bermakna sambil memperhatikan Tiffany yang sibuk mengemasi barangnya bersiap untuk pergi.”Wah,dia benar-benar yeppo……Luhan-ah”Ucap Xiumin lagi.”Tentu saja dia’kan idol terpopuler di korea selatan,selain itu dia juga merupakan anak dari Hwang Corporation,Hyung.”.Tentu saja perkataan Luhan tadi membuat Xiumin schock “Mwo?!Hwang Corporation?!Jjinja?Usaha Furniture yang terkenal se-korea itu?”Ucap Xiumin sambil melotot kepada Luhan (terlihat senatural mungkin).”Iya,Hyung jangan bilang kau tak tau, dia”Celetuk(?)Luhan.Xiumin hanya bisa meng-‘oh’ ria. Mereka pun bersama-sama mengikuti Tiffany dari kejauhan. Tanpa sepengetahuan Luhan, didalam pikiran Xiumin terbesit akan sebuah keluarga yang merupakan musuh bebuyutan dari keluarganya dan dia membayangkan. Bagaimana mungkin Pangeran Wu bisa meraih hati seorang Putri Hwang yang merupakan tahanan keluarga musuhnya, Xiumin sebenarnya mengetahui  dengan baik, siapa dan bagaimana keluarga Hwang tersebut, tetapi karena hatinya memutuskan untuk mengenal Tiffany lebih jauh maka dia pun secara tidak sadar berpura-pura tidak mengetahui mengenai keluarga Hwang.

Flashback ON~

Sejak tahun 1900an Hwang Corporation dan Wu Corporation merupakan saingan satu sama lainnya, karena keduanya menjalankan bisnis di bidang yang sama, meski tak serupa. Sehingga terkadang bisnis keduanya saling bersaing untuk mendapatkan proyek dari klien-kliennya. Jika, Hwang Corporation merupakan ahli di bidang furniture maka Wu Corporation merupakan ahli dalam bidang interior dan desain rumah. Keduanya selalu bertemu satu sama lain dalam perebutan sebuah proyek baru.

Selain dari perusahaannya yang saling bersaing, ternyata dalam kehidupan sosialnya pun kedua keluarga ini yakni keluarga Hwang dan keluarga Wu tidak saling menyuLuhan satu sama lain, dan memandang satu sama lain sebagai musuh, tak ada satu tahunpun yang damai diantara kedua keluarga tersebut. Bahkan masyarakat yang mengenal sangat dekat kedua keluarga ini seakan sudah memandang permusuhan kedua keluarga ini sebagai hal yang lumrah.

Flashback OFF~

*Tiffany POV

Kekesalannya semakin memuncak gara-gara kejadian yang tidak disangkanya, maka saat kembali ke dorm ia teringat kembali betapa memalukannya kejadian di restaurant tadi. Dia tidak berniat untuk memberitahu membernya, tetapi rupanya managernya telah memberitahu semua membernya sehingga saat Tiffany membuka pintu dormnya Tiffany langsung disambut oleh suara tertawaan membernya. “Eonnie,,, bagaimana kejadian itu bisa terjadi? Bisakah kau jelaskan padaku secara rinci?,kekeke” tanya Yoona dengan penasarannya, meski begitu tertawaan Yoona masih dapat terdengar. “Biasalah,, sebagai seorang idola yang lebih terkenal dari kalian harus bisa siap dengan segala kemungkinan yang ada, seperti kejadian fanmeeting dadakanku.” Sahut Tiffany tanpa peduli bagaimana reaksi membernya.

“Hmm… kurasa, salah satu raut wajah cowok itu sangat familiar.., “ batin Tiffany yang sudah berada diatas ranjang dan bersiap untuk tidur.

Saat matanya mulai terpejam.. “Oh!!!!aku ingat siapa dia, bukankah dia adalah anak dari keluarga Wu? Mungkinkah aku salah melihatnya.. ah tapi aku yakin sekali kalau itu adalah Xiumin, lalu, kenapa dia berpura-pura tak mengenalku?” kata Tiffany setengah teriak. “Ya! Sudah malam, aku sedang berusaha tidur kamu jangan coba ganggu tidur indahku!! Kalau mau teriak-teriak, pergi keluar!” omel Jessica.”Hm dasar nenek sihir tukang ngomel & cerewet!iya-iya aku tidur deh!!” sahut Tiffany sambil berusaha memejamkan  matanya, ketika itu Jessica sudah mulai melawan kata-katanya dengan cerocosan khas Jessica, tetapi karena hari itu hari yang melelahkan bagi Tiffany, dia hanya menganggap cerocosan itu angin lalu saja. Pikirannya kembali memikirkan Xiumin, dia mengenang masa SMAnya. Saat SMA, dia sebetulnya menyadari bahwa selalu ada mata yang memandangnya dari kejauhan. Sepasang mata seorang cowok yang Tiffany ingin mengetahui dan mengenalnya lebih jauh. Tetapi karena dia adalah keluarga Wu, maka niatnya itu selalu dia pendam.

Tiffany POV end#

*Xiumin POV

“Sungguh dia semakin cantik, sudah berapa tahun ya aku tak melihatnya sudah Tiga tahunkah? Empat tahunkah?” ujar Xiumin berbicara pada dirinya sendiri sambil mengingat bagaimana terakhir kali dia memandang Tiffany dari kejauhan saat perpisahan SMA. Dia menyadari saat itu yang bisa dia lakukan hanya memandang Tiffany dari jauh. “Sedang apa melamunkan apa kau hyung? Cepatlah kau tidur, besok ada ujian bulanan menari untuk trainee SM.”  Kata Luhan Setengah berteriak  mencoba mengingatkan hyungnya itu untuk tidur. Rupanya Luhan juga trainee SM, sejak masuk kuliah dia mulai bersahabat dengan Xiumin, karena itu dia tidak mengetahui apa-apa mengenai keluarga Xiumin dan keluarga Hwang.

Untung Luhan mengingatkannya, Xiumin tidak ingin melewatkan ujian bulanan ini karena masa traineenya bergantung pada hasil dari ujian trainee setiap bulannya. “Andai saja,,, dia bukan keluarga Hwang, setidaknya aku bisa menyatakan cintaku padanya.” Keluh Xiumin. Rasa suka Xiumin dengan Luhan berbeda, Xiumin sudah begitu lama memendam cintanya, sementara Luhan hanya sebatas rasa kagum saja. Terngiang-ngiang nasehat ayahnya, “Kau boleh menikahi siapa saja dan dari keluarga mana saja asalkan bukan dari keluarga Hwang!Xiumin-ah.”

 

Di pagi hari yang cerah…

“Enam jam lagi aku harus ketempat latihan untuk ujian, kau mau kan mengantar ku Luhan-ah?” seru Xiumin sambil mengoleskan mentega ke roti tawarnya. “Siap!” sahut Luhan pendek.”Ya! kenapa kamu tidak memanggilku hyung, lalu kenapa kau menjawabnya singkat saja?” teriak Xiumin amarahnya hampir memuncak. “Ne hyung, mianhae tadi aku lagi ‘sesuatu’, hehehe..” cengir Luhan tanpa rasa bersalah sedikitpun.

Setengah jam kemudian, Xiumin sudah tiba di kelasnya dia sudah bersiap untuk mendengarkan professornya berbicara mengenai teknik patung abstrak. Xiumin berusaha keras untuk mengejar ketertinggalannya dalam mengejar mata kuliah ini, maklumlah dia kan mahasiswa Amerika yang baru kembali ke korea, selama tiga tahun ini dia tinggal di Amerika dan karena urusan bisnis ayahnya yang harus dia tangani, Xiumin jarang sekali memasuki kelas ini. Baru seperempat menit Professornya memberikan kuliah, perhatian mata Xiumin sudah tertuju pada sesosok cewek yang baru memasuki kelas.”Tiffany..” Xiumin bergumam.

Xiumin POV End#

*Author POV

“Bagaimana bisa Tiffany juga kuliah di sini?ia juga se-fakultas denganku.”gumam Xiumin. Tak terbendung lagi perasaan bahagia menyelimuti hati Xiumin. Akhirnya dia mempunyai kesempatan untuk mengenal Tiffany lebih jauh, dia sudah membulatkan tekadnya untuk tidak memedulikan dari  keluarga mana dia dan Tiffany berasal.

Singkat cerita, Xiumin mengajak kenalan Tiffany tetapi yang mengganjal adalah dia tidak memperkenalkan diri sebagai anak dari keluarga Wu, dia hanya memperkenalkan diri sebagai anak dari keluarga biasa-biasa saja. Setelah mendengar perkenalan Xiumin, otomatis Tiffany pun memperkenalkan dirinya, bukan sebagai putri dari keluarga Hwang tetapi dari keluarga normal, seperti bagaimana Xiumin memperkenalkan diri.

Hubungan keduanya menjadi sangat dekat, entah mengapa tetapi chemistry yang dimiliki keduanya cukup kuat bahkan hal-hal favorit merekapun sama, seperti hobi mereka yang sama-sama menari dan menyanyi, penyanyi favorit mereka yang juga sama. Mungkin karena mereka berada dijurusan Seni maka kesamaan mereka semakin terlihat.

Saking sudah dekatnya Xiumin bahkan berani untuk memberitahu Tiffany bahwa dia ini sebenarnya trainee dari perusahaan tempat Tiffany bernaung yakni SM. Entah siapa yang mulai menyatakan cintanya, tetapi keduanya sepakat untuk menjalin cinta tanpa sepengetahuan keluarga mereka, mereka menyepakati persyaratan tersebut secara klik, tanpa harus memberi aba-aba.

Kisah percintaan mereka semakin erat dan bertumbuh semakin mengikat, Unmyeonginikka?

Tiffany POV~

“Eonnie..~ Jebalyo, kenalin aku ke temen yang keren dari pacar eonnie..” rengek Jessica. “Ya! Gak usah segitunya kali, malu minta sama Xiumin nya.” Sahut Tiffany cepat. Tanpa Tiffany sadari, tangan Jessica yang nakal sedang mencoba mengsms Xiumin dengan hp Tiffany. ~Oppa.. dongsaengku ingin dikenalkan dengan temanmu yang keren. Bisakah kau membantuku? Aing~wink.

Xiumin POV

Kelas sebentar lagi selesai, Xiuminar handphone Xiumin terlihat menyala rupanya ada sms. Saat Xiumin membacanya tersungging senyuman. Bagaimana bisa dia menolak permintaan putri Tiffany ujarnya dalam hati. Hanya dua orang yang terlintas dipikirannya yakni Luhan dan Suho, meski dia tidak terlalu dekat dengan Suho tetapi akhir-akhir ini Suho memang dekat dengan Luhan dan dia. Akhirnya dia memutuskan untuk mengunjungi dorm Tiffany bersama dengan Suho dan Luhan. Dia membalas sms dari Tiffany.~Sayang, aku tak bisa menolak permintaanmu. Hari ini jadwalmu kosong kan? Akan segera aku bawa teman-temanku ke dorm mu sore ini.~

 

Tiffany POV

“Mwoya igeo!!!!” teriak Tiffany sekencang-kencangnya. “Xiumin oppa, Luhan dan Suho mau ke dorm!!” lanjutnya.. “Yedeull-ahh, palli! Bersih-bersih dan beres-beres sebisa mungkin sekarang!” komando Tiffany. Semua member Nathania pun super sibuk membersihkan dan membereskan sisa party semalam, Tiffany cs itu mengadakan pesta kemenangan di inkigayo selama 6 minggu berturut-turut. “kenapa Xiumin oppa mendadak ingin ke dorm? Mengajak Luhan dan Suho lagi, kan memalukan jika ketahuan dorm kita berantakan seperti ini.” Kata Tiffany sambil membuang botol soju bekas mereka minum secepat kilat. “Molla eonnie,” jawab Sooyoung pada leadernya itu. Sementara Jessica hanya diam seribu bahasa, sambil dengan gesitnya dia membersihkan dan membereskan setiap sudut dorm. Jessica senang, akhirnya keinginannya untuk bertemu kembali dengan Suho tercapai.

Tiffany POV end

Author POV

Setengah jam tak terasa, perkuliahan Xiumin hari ini telah selesai. Xiumin, Luhan dan Suho yang mempunyai kelas yang berbeda janji untuk bertemu dengan gerbang kampus mereka, kemudian fortuner Xiumin pun melaju kencang menuju dorm Tiffany yang berada di sekitar Cheongdamdong. Sementara Tiffany cs masih sibuk membersihkan dorm mereka.

~Ting tong, ting tong..~ suara bell berbunyi. Untungnya dorm mereka sudah bersih dan beres 20 menit yang lalu, bahkan member Nathania itu semuanya sudah membersihkan dan berkaca agar terlihat cantik seperti sebelum mereka membersihkan dorm kotornya itu. Tiffany langsung membukakan pintu dormnya. “Oppa,,Wasseo? Ayo silahkan masuk.” Kata Tiffany saat dia melihat Xiumin. “Ne,,” jawab Xiumin. “Kenalkan ini Luhan dan Suho..” Xiumin langsung mengenalkan temannya itu saat dia melihat member Nathania yang lain sudah bersiap menyambut kedatangan mereka. Tiffany pun memperkenalkan membernya, “kenalkan yang paling ujung itu Yoona, disebelahnya Sooyoung, sebelah Sooyoung itu Jessica dan terakhir Maknae grup kita Seohyun.” Jawab Tiffany.”Annyeong, Luhan-imnida.” Luhan mulai menjulurkan sebelah tangannya bersiap untuk mengenalkan dirinya sekaligus berkenalan dengan keempat member lainnya itu, begitu juga dengan Suho.

“Mari kita duduk” kata Tiffany setelah melihat kedua pihak saling berkenalan. Luhan, Suho, Yoona, Sooyoung, Seohyun saling bercanda satu sama lain di ruang tengah, mereka sepakat untuk bermain jenga, permainan menarik balok susun, dimana setiap baloknya mempunyai misi yang berbeda-beda. Sementara Jessica sedang membantu Xiumin dan Tiffany menyiapkan makanan dan minuman untuk semuanya, matanya tidak bisa lepas dari sosok Suho yang dia suLuhan saat pertama berjumpa saat itu Tiffany minta manager untuk mengantarnya langsung ke taman dekat kampus Xiumin, padahal saat itu dia sedang bersamanya dan saat itulah dia melihat Suho bunga cinta di dadanya pun bersemi, hal inilah yang membuatnya selalu merengek minta untuk berkenalan dengan salah satu sahabat Xiumin itu.

Saat Jessica membawa nampan makanan dan minuman buatan Tiffany, tangan Suho dengan cekatan membantunya. “Sini, aku bantu” kata Suho, “Gomawoyo..” jawab Jessica malu-malu.. ternyata bukan hanya Jessica yang mengalami percikan itu, tetapi Suho juga yang membedakan adalah Jessica terpercik oleh Suho, sedangkan Suho terpercik oleh kecantikan yang dimiliki maknae, Seohyun. Pertemuannya pun berakhir saat jam sudah menunjukkan pukul 9 malam lewat 15 menit. “Sayang, sudah malam.. aku tak mau mengganggu waktu istirahatmu. Lebih baik aku pulang sekarang ya.”kata Xiumin dengan lembut sambil mengecup kening Tiffany, Tiffany pun hanya bisa mengangguk kecil. Pertemuan yang terjadi ini memberikan kesan yang berbeda pada setiap orang misalnya Jessica yang sibuk memikirkan Suho, Suho yang semakin penasaran darimana Seohyun mendapatkan kecantikan seperti Dewinya itu, atau seperti Luhan dan Sooyoung yang saling melirik tanpa semua orang sadari dan saling bertukar no hp. Saling berkenalan teman-teman mereka, maka hubungan Xiumin dan Tiffany pun semakin erat.

Beberapa hari kemudian, dengan jadwalnya yang semakin padat Tiffany tidak bisa bertemu dengan Xiumin sesering seperti biasanya. Tetapi tiba-tiba saat Tiffany cs sedang melantunkan single andalan mereka di panggung, tubuh Tiffany roboh, dia pingsan saat dipanggung. Semua kru panggung kelabakan dan terkejut akan hal ini, ambulans pun segera membawa Tiffany ke rumah sakit sementara member lainnya melanjutkan rekaman acara music, karena schedule mereka yang padat, hanya managernya yang bisa menemani Tiffany.

Di rumah sakit, Xiumin berlari tegopoh-gopoh saat dia menerima telpon dari manager Tiffany dia langsung meluncur ke rumah sakit dimana Tiffany dirawat. Sayang,, kamu tidak apa-apa kan? Apa yang terjadi? Semoga ini kau baik-baik saja. Doa Xiumin dalam hati, tanpa dia sadari air matanya mulai menggenangi pelupuk matanya, Tiffany yang kuat dan agak judes itu seperti sangat kuat, dia tak menyangka Tiffany yang dia amat cintai itu tiba-tiba tak sadarkan diri.

“Gejala kekurangan nutrisi dan kecapean.” Jawab dokter saat Xiumin dan managernya menanyakan perihal sakit yang diderita Tiffany. “Syukurlah tidak ada yang serius mengenai kondisinya.” Ujar Xiumin sambil mengusap air matanya. Managernya mempercayakan Tiffany padanya, akhirnya Xiumin sendiri menemani Tiffany yang tergolek lemas diranjangnya, sedang tertidur.

Tiffany POV

Ketika dia terbangun, dia melihat Taeyeon teman dokternya yang baru-baru ini dia sering temui, sudah tiga bulan ini dia sering mengunjungi rumah sakit tanpa seorangpun menyadarinya. Ya, inilah rahasia terbesarnya, sebenarnya dia mengidap kanker usus. Tiffany menemukan fakta ini saat dia check up di RS itu dan menemukan bahwa kankerlah penyebab kenapa dia selalu mengalami kram di perutnya itu. “Taeyeon-ah, aku mohon jangan beritahu manager dan teman-temanku perihal ini, jebal..” isak Tiffany saat itu.

“Taeyeon-ah, apa yang terjadi padaku?” Tanya Tiffany saat berdua dengan dokternya itu. “Gerakan tarimu itu menarik sebagian bawah perutmu sehingga ususmu ikut tertarik dan menyebabkan radang yang cukup parah.” Jawab Taeyeon.”Jebal, hanya beritahukan bahwa aku kecapean ya, pada mereka.” Pinta Tiffany sambil mulai memejamkan matanya saat Taeyeon menyuntikkan obat tidur dilengannnya. “Ne,,” jawab Taeyeon dengan suara mengecil, dalam hatinya Taeyeon ingin sekali menangis dia tidak menyangka bulimia yang menghinggapi sahabatnya itu akan memicu pertumbuhan kanker di usus Tiffany, sudah sejak lama dia mengingatkan Tiffany agar menghadapi dan menghentikan obsesinya pada tubuhnya, sering kali dia memergoki Tiffany mengeluarkan kembali makanan yang dia makan agar bisa menjaga bentuk tubuhnya yang sebenarnya sudah sangat kurus itu. Karena itu terpaksa, dia hanya menjawab Tiffany hanya mengalami kelelahan saja.

Tiffany POV end

Author POV

Tiga hari kemudian, Tiffany bisa keluar dari RS. Banyak orang yang mengunjunginya sehingga managernya harus membawa bodyguard di depan pintu kamarnya, tapi untungnya dia dirawat tidaklah terlalu lama. Tentu saja dia bisa dengan cepat keluar, akrena dia selalu merengek memminta diijinkan pulang pada Taeyeon. Xiumin menjemputnya untuk pulang ke dorm, dia membantu memapah Tiffany yang masih lemah itu. Jepret,,,jepret kamera mulai menangkap kejadian itu, padahal awak media dan pers tidak mereka beritahu bahkan keadaaan di RS lumayan lengang. Jadi siapakah itu yang mengabadikan foto mereka?

Xiumin POV

“Ada apa ayah menelponku?” Tanya Xiumin saat ayahnya menelpon, “tidak apa-apa, ayah hanya ingin kau menghadiri sebuah pesta perusahaan ayah di Busan.Ayah mau berbicara denganmu secara langsung.” Jawab Kris Wu singkat. Beep, telpon pun terputus. Xiumin tidak mau ke Busan, dia ingin menemani Princessnya itu yang masih lemas sambil dia melihat Tiffany yang sedang tidur. “Mianhae, sayang.. aku harus pergi dulu jaga baik-baik dirimu. Take care” bisik Xiumin, sambil mengecup ringan bibir Tiffany. Saat tiba di Busan, staff ayahnya langsung memintanya untuk masuk ruangan pribadi, ayahnya tengah berdiri menghadap jendela dengan pemandangan laut Busan. “Ayah.” Kata Xiumin.”Kamu sudah tiba Xiumin?” “Ne, ayah.” Jawab Xiumin. “Aku tau dirimu sedang melakukan dosa, bisakah kau hentikan dengan sendirinya dosa yang kau perbuat itu?” ungkap Kris Wu tiba-tiba. Xiumin bingung, tetapi dia langsung mengerti arah pembicaraan ayahnya itu, kontan hal itu membuat dia marah dan wajahnya sudah memerah menahan amarah. Bagaimana mungkin cintanya yang suci pada Tiffany disebut sebagai sebuah dosa ? “Tidak ayah!, lebih baik aku mati daripada harus berhenti mencintai nae yeoja..!!” teriak Xiumin, “Kalau begitu, aku hanya bisa menggunakan cara keras kepadamu!” ketus Kris Wu tak mau kalah dengan anaknya, “Bodyguard!!tahan Xiumin diruangannya tapi jangan sakiti dia sedikitpun.” Perintah Kris Wu pada pekerjanya itu. “Siap, tuan!” jawab ke delapan bodyguard itu langsung dengan sigap mencoba menahan amukan Xiumin dan akhirnya tertangkap, Xiumin meronta-ronta berharap bisa dilepaskan, tetapi dengan hanya dirinya yang melawan delapan bodyguard terlatih, itu hanyalah perbuatan sia-sia.

Xiumin POV end

Tiffany POV

Kedua matanya terbuka, sudah berapa lama sekiranya dia tertidur..”aaah,, Taeyeon-ah kau memberiku banyak dosis obat tidur..” keluh Tiffany, dia mencari Xiumin di sekitar kamarnya, tapi yang dia temukan hanyalah secarik kertas memo dimeja kecilnya, terlihat tulisan tangan Xiumin. Sayang, maaf aku harus ke Busan. Ada urusan mendadak disana, jadi aku harus secepatnya kesana, resep obatmu sudah aku bawakan dan Sooyoung sudah aku minta untuk membeli obatmu di apotek. Maafkan aku yang tak bisa disampingmu sementara waktu. Aku berjanji untuk cepat kembali. Love you… ps:aku sudah membuatkan bubur untukmu, tinggal kau hangatkan saja..😀

Melihat hal ini, air matanya bercucuran dia tidak sanggup membiarkan orang yang dia cintai terluka karena kepergiaannya taeyeon sudah memvonisnya paling lama sebulan waktu dia untuk bertahan hidup. Karena itulah dia memutuskan untuk mengsms Xiumin. Oppa, bagaimana bisa kau tak bertanggung jawab terhadapku, berapa lama kau akan di Busan?mungkinkah ada wanita lain selain aku? Aku sudah bosan denganmu, karena aku sudah mempunyai pria lain Aku ingin kita putus, berakhirlah hubungan kita sampai disini.

Tiffany POV end

Xiumin POV

Dirinya masih didalam kurungan kamar mewah tanpa kehangatan. “Tolong panggilkan Ayah.” Ujar Xiumin kepada pembantunya yang saat itu membawakan sarapan untuknya. Tak terasa sudah 2 minggu dia terkurung seperti ini. Dia bertekad untuk membujuk ayahnya agar mengeluarkannya. “Ayah, aku akan memutuskan dia. Aku mohon lepaskan aku.” Pinta Xiumin “huh, tanpa kau yang memutuskan pun, dia sudah memintamu untuk mengakhiri segalanya.” Jawab Kris Wu senang sambil memperlihatkan isi sms dari hp Xiumin ditangannya. Xiumin tidak mengerti, kenapa Tiffany memintanya untuk putus, tapi setidaknya ayahnya telah mempercayainya kembali dan dia akhirnya bisa kembali ke Seoul. Dua minggu tanpa berita, sudah cukup baginya, dia tidak akan meminta penjelasan dari Tiffany, mungkin jalinan cinta mereka itu Tiffany anggap hanya sebuah mainan dalam kesenggangan waktunya menjadi selebritis, pikir Xiumin kesal. Dia mencoba untuk melupakan Tiffany dengan clubbing setiap malam, menggandeng wanita yang berganti setiap malamnya. Tak terasa seminggu telah berlalu. Tiba-tiba, Luhan datang dengan wajah kesalnya lalu dia meninju Xiumin. “Hyung, aku tak tahu apa yang sedang terjadi, tetapi aku sungguh kesal dengan kelakuanmu yang setiap harinya begini.” Teriaknya dalam amukannya itu. Xiumin yang tersadarkan, langsung menangis. “akupun tak ingin seperti ini, tetapi aku sungguh terluka dengan berakhirnya hubunganku dengan Tiffany, dan aku tak ingin tahu lelaki seperti apa yang mampu mengisi hatinya dan membuatnya mendepakku dari kehidupannya.” Isak Xiumin. Luhan menghentikan pukulannya, dia terenyuh melihat cowok didepannya yang sudah dia anggap sebagai saudara sendiri begitu terpuruk.

“Ayo kita ke dorm mereka.” Ajak Luhan, “Hyung harus memintya penjelasan padanya.” Lanjut Luhan, saat mereka memasuki mobil tiba-tiba hp Xiumin berbunyi, ada telpon masuk dari Suho.”Hyung, kau dimana?, teriak Suho agak panik. Suho yang pada akhirnya berpacaran dengan Jessica, dan sibuk bercinta dengan Jessica, tidak memedulikan Xiumin yang sedang berputus cinta itu tiba-tiba menelpon dengan paniknya, Xiumin langsung menjawab dia sedang dalam perjalanan ke dorm Nathania. “ Khajima hyung, langsung saja ke rumah sakit dikawasan Incheon.” Jawab Suho, saat Xiumin baru mau menjawab dan menanyakan apa yang sbenarnya terjadi, Suho memutuskan telponnya.

Author POV

Nathania sedang mengisi acara Dream Concert di Incheon.. itulah info yang dia tahu saat mencari tahu kenapa dia harus kesana. Meski dengan perasaan bertanya-tanya, tetapi Luhan dan Xiumin langsung menuju kesana. Sesampainya di RS, sudah banyak berkerumunan pers, fans Nathania yang disebut Titan. Xiumin semakin bingung, bagaimana caranya dia menghubungi salah satu member Nathania dan menanyakan harus kemana dia pergi? Saat itulah Suho menelponnya kembali,”hyung, kau sudah di RS…? Aku akan menjemputmu di lobby, tunggu disana.” Klik, telpon terputus kembali, selang beberapa menit, terlihat Suho dengan wajah tak karuannya, memanggil Xiumin dan Luhan agar cepat mengikuti langkahnya, tetapi saat perjalanan keruangan, terdengar suara hape Suho berrbunyi, telpon dari Jessica,”apa? Kita sudah telat? Akh jangan bercanda denganku Jess, barusan kan dia masih sadar.” Rentet Suho, saat mendengar hal itu Xiumin, langsung mencium ada sesuatu yang tidak beres, Suho berlalri ke ruangan yang diikuti oleh Luhan dan Xiumin.

Dari luar ruangan, terdengar suara isak tangis perempuan suara yang berbeda terdengar tidak asing, suara dari Sooyoung, Seohyun, Yoona dan Jessica. “Eonnieeee…huhuhuuu”,”Eonnie, Kajima,, eonnie..”, “eonnie bagaimana mungkin ini terjadi, eonnie bangun” mendengar dari luar saja sudah cukup membuat kita bersedih membayangkannya. Xiumin langsung membuka pintu ruangannya itu, dia melihat wanita yang sangat dia cintai, wanita yang meskipun telah mengkhianatinya, tetapi dia tetap sayang dan cinta padanya. Wanita itu diam, seperti sedang tertidur, dan dikelilingi oleh member lainnya, hingga ramai sekali ruangan itu. “Ti,,Tiffany,,, sayangku Tiffany, kau sedang apa tiduran disini, ayo bangun,, bangun,, Tiffany buka kedua matamu, Tiffany,, huhuuhu” teriak Xiumin saat melihat keadaan dalam ruangan tersebut, dia mengguncang-guncang tubuh Tiffany, berharap itu hanyalah joke yang dibuat oleh seluruh member Nathania. “Tiffany, sayang,, sayang,, jangan pergi, mau pergi kemana kau,” rintih Xiumin disela isak tangisnya yang memilukan. Melihat hal itu member lainnya pun semakin menangis dan tangisnya sangatlah memilukan, Suho dan Luhan yang mengikuti Xiumin dari belakangpun ikut menangis.

“O,,oppa,,,” kata Jessica sambil tertatih-tatih dalam tangisnya, “Eonnie tidaklah mengkhianatimu, tidak sedikitpun dia pernah memikirkan lelaki lainnya, dia sakitpun kami tak tahu, kami tahu barusan dari dr. taeyeon ternyata eonnie selama ini mengidap mpenyakit kanker usus oppa, huuhu,hhuuhu.. aku menyesal tidak mengetahuinya lebih cepat, eonnie, huhuh, eonnie,, nappeun eonnie, kenapa kau hanya menyimpan semua ini untukmu saja,huhuh..” isak Jessica dalam penjelasannya sambil memandangi wajah Tiffany ayng semakin terbujur kaku.”apa,,apa yang kau katakan Jessica..aku sudah sangat yakin dia tidak peduli lagi padaku, meski aku masih mencintainya..”jawab Xiumin.”Hyung, jangan menangis lagi, aku sedih melihatmu terus-terusan menangis seperti ini, dia takkan bisa kembali lagi, dia sudah tiada hyung, relakanlah dia.” Bujuk Suho, Xiumin tidak bergeming dia terus menangis, dan memanggil manggil nama Tiffany, berharap keajaiban segera datang, atau berharap mereka itu hanya berakting, Xiumin menunggu Tiffany membukakan matanya berjam-jam, tetapi hal itu takkan mungkin terjadi, Tiffany sudah tiada. Datanglah Yoona, member Nathania kedua yang tertua kembali setelah mengurusi administrasi dan biaya pemakaman Tiffany, sementara member yang lainnya menunggu di koridor. “Oppa,maaf.. bukan aku tak mengerti kesedihanmu, tetapi kasian eonni jika dia tidak segera dikremasikan. Aku mohon padamu oppa, biarkan kami yang mengurusi jenazahnya.” Kata Yoona.”Baiklah” jawab Xiumin, ‘aku akan membantumu” lanjutnya, dia membopong jenazah Tiffany… “kemana aku harus membawanya?” Tanya Xiumin, “bawa keruang kremasi di gedung sebelah kanan oppa.” Kata Yoona. Dia melihat Xiumin membopong jenazah kekasihnya itu, seakan diapun akan ikut menemani Tiffany untuk dikremasi.

Diruang berduka, Xiumin sudah siap lengkap dengan paLuhanan berdukanya. “dimana anggota keluarganya yang lain?” Tanya Xiumin dengan matanya yang sembap, “Eonnie sudah lama tidak memiliki keluarga oppa, sejak dua bulan berpacaran denganmu, keluarganya mengetahui bahwa dia sedang pacaran denganmu, dan dia lebih memilihmu ketimbang keluarganya, oppa. Aku kira eonni sudah memberitahumu.” Jawab si Maknae Seohyun. Xiumin tak menjawab, dia hanya membayangkan bagaimana keluarganya sangat menentang Tiffany yang bersikukuh untuk berpacaran dengannya keluarga Wu. Ruang duka terisi sangat banyak orang, meski keluarganya tidak muncul, tetapi fans dan kerabat jauhnya tetaplah datang. Selama member penghormatan dan menemani Tiffany menyambut fans dan kerabatnya itu Xiumin tidak makan, dia tidak bernafsu untuk makan, meski begitu setiap jamnya Luhan selalu membawakan makanan untuknya, pada akhirnya Xiumin menolak semua itu dan tidak makan. Xiumin berpikir itulah cara dia menebus dosanya pada Tiffany, dia malah mencurigai bahwa Tiffany benar-benar telah membuangnya dan mendapat pria lain dan bersenang-senang diatas penderitaannya, rupanya Tiffany melakukan itu untuk dirinnya, agar dirinya bisa lebih cepat melupakan gadis manis itu.

“Tiffany sangat mencintaimu, Xiumin-ssi” ujar Taeyeon sambil berurai airmata yang sedang memberikan penghormatan terakhir untuk Tiffany.”Saat dia tahu dia mengidap kanker usus, yang dia khawatirkan hanyalah dirimu. Saat kuanjurkan dia untuk mencoba pengobatan khemoterapi dia menolaknya, karena dia tidak ingin kamu meninggalkannnya karena efek dari pengobatan itu rambutnya satu persatu akan rontok.”jelas Taeyeon. Hal itu semakin membuat hati Xiumin sakit. “Lalu, mengapa dokter tidak memberitahuku sebulan yang lalu, bahwa dia itu sebenarnya sakit parah?” Tanya Xiumin, “sudah saya katakana sebelumnya, dia tidak ingin merepotkanmu dan membuatmu khawatir Xiumin-ssi.” Jawab Taeyeon.

“Oppa, istirahatlah sejenak..biar kami yang menggantikan dan menyambut tamu yang sedang berduka.” Ujar Sooyoung bijak. “Ya, hyung benar kata Sooyoung, kebih baik kita istirahat sejenak.” Kata Luhan, bukan karena dia lelah, melainkan dia khawatir akan kondisi hyungnya itu yang tidak makan seharian. “tapi, aku masih ingin melihatnya,menemaninya sepanjang waktu.” Jawab Xiumin, karena itulah Luhan langsung menjawab,”ayoo lebih baik kita ke dorm Nathania yang sedang kosong, agar hyung masih bisa merasakan kehadirannya saat istirahat.” Jawab Luhan, dia langsung meminta Xiumin untuk berdiri dan berjalan menuju parkiran mobilnya, kali ini Luhan yang berada di belakang setir pengemudi. Di dorm Nathania, tidak ada tanda kehidupan, semuanya sibuk dan berbagi tugas. Sooyoung berada diruang berduka, Jessica sedang memberikan pernyataan meninggal dunianya Tiffany kepada Pers, Yoona dan Seohyun sedang menjadi MC di sebuah acara music, meski apa pun yang terjadi, jadwal mereka harus tetap berjalan dan mereka memutuskan untuk membagi tugas seperti itu.

Xiumin tanpa sadar memasuki kamar Tiffany, tempat biasa dia beradu mulut ketika sedang bertengkar, tempat dia dan Tiffany bersendau gurau selam setahun belakangan ini. Dia kembali menitikkan airmatanya, kali ini lebih dalam lagi, karena Xiumin semakin menyadari kepergian kekasihnya itu.Di kamar Tiffany yang dingin itu, Xiumin menemukan buku diarynya diatas meja belajar.

Buku diary yang berwarna soft pink itu sudah terlihat kusam, tertera tanggal jadian mereka setahun yang lalu, rupanya Tiffany secara khusus membelinya untuk mengenang masa ketika mereka berpacaran. Xiumin satu demi satu halaman buku diary itu dia buka, dia melihat halaman tanggal ulangtahunnya, dia teringat kebahagiaan dihari itu, air matanya kembali meleleh mengingat hal itu membuatnya semakin merindukan Tiffany.”Hari ini dia berulangtahun, lahirnya dia kedalam hidupku merupakan sebuah anugerah terindah yang kau berikan padaku, Tuhan… jangan ambil dia dari hidupku, jangan ambil kebahagiaanku. Aku bahagia bersamanya.”tulis Tiffany dalam halaman tersebut.

Author POV end

Flashback ON

Xiumin POV

“Oppa, tau gak? Hari ini hari apa? Aku sangat bahagia di hari ini, Tuhan sangat mencintaiku.” Kata Tiffany saat itu sambil menciumku.”Hmm… memangnya hari ini hari apa?” jawab Xiumin sambil pura-pura berpikir, padahal Xiumin menyadari bahwa hari itu adalah hari ulang tahunnya.”aargh oppa, hari ini kan oppa ulang tahun, makanya aku menciummu, meski in hari ulang tahunku tetapi kaulah kado terindah dalam hidupku.” Ujar Tiffany sambil mengecup pipi Baozi.

Flashback OFF

Author POV

Xiumin kembali membuka halaman selanjutnya, kali ini adalah halaman di hari ketika Tiffany divonis mengidap penyakit kanker usus stadium akhir. “Tuhan, jangan dulu ambil nyawaku, aku masih belum membahagiakannya, dia yang selalu membahagiakanku dengan cintanya, jadi beri aku waktu dan kesempatan untuk mencintainya sepenuh hatiku.”tulis Tiffany.

Halaman yang Xiumin baca selanjutnya adalah halaman ketika pertemuan teman-teman mereka di dorm, “Dia semakin keren, semakin ganteng, semakin baik dan semakin pas untuk segera debut sebagai actor. Masih adakah aku saat hari debutnya terjadi? Teman-temanku dan temannya saling akrab satu sama lain,, aku menyukai suasana malam ini..”

Saat Xiumin tengah membaca satu persatu diary itu, ada satu halaman dibagian belakang yang membuatnya tertarik untuk membaca.

“My Wish List”

  1. 1.      Ingin melihat Xiumin oppa debut
  2. 2.      Ingin  memilih dan mengenakan gaun pengantin dengan Xiumin oppa
  3. 3.      Ingin menikah dengan Xiumin Oppa
  4. 4.      Ingin segera mempunyai anak
  5. 5.      Ingin membuat Xiumin oppa melupakan aku sepenuhnya saat aku tiada nanti.

 “Jika lampu gosok Alladin hanya mampu memberikan tiga permintaan, karena umurku pendek aku terlalu sedikit dengan meminta ke-5 permintaan ini bukan, Tuhanku?Berikan dia penggantiku saat aku tiada.”

Selesai membaca diary itu, Xiumin melihat bunga mawar yang sudah mengering sepertinya bunga mawar yang pertama kalinya dia berikan untuk Tiffany. Xiumin bergegas keluar untuk membeli sesuatu. Lalu sesampainya di kamar Tiffany, dia membaringkan dirinya, seraya berkata.

”Tiffany.. sayang…aku akan selalu mencintaimu..tunggu aku disana, sebentar lagi”lirihnya..sambil meminum semua isi botol obat….memejamkan kedua mata untuk terakhir kalinya dan takkan pernah bangun untuk selamanya.

Langit tanpamu

Hanyalah sebuah penjara tanpa batas

Pembatas dirimu dan diriku untuk beradu kasih

Kuputuskan untuk menghapus penjara itu

Terbang bersama denganmu

Tersenyum bersamamu

Karena tak ada yang lebih berharga dalam hidupku ini, aku tak bisa hidup tanpamu.

-The End-

Waaaa…akhirnya selesai juga ..>.< gimana readers?suka?maaf kalo gaje and banyak typos yak ^^ karena ini FF pertama author >-<..by the way…Thanks for reading it!!#bow

4 thoughts on “[Freelance] The Power of Love

  1. Ceritanya bagus🙂
    Sayangnya bahasanya kurabg rapi + Waktu Cast POV itu narasinya tetep pke Author POV
    Tapi keren kok ^^ Ditunggu karya selanjutnya🙂

  2. aku suka sama Narasinya suka banget malahan, tapi kamu untuk dialognya sepertinya kamu butuh belajar lagi. hehehe keep writing yaaa ^_^

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s