[Freelance] Be Warmed (Chapter 1)

poster-be-warmed

Title : Be Warmed

Main cast :

Tae Yeon

Baekhyun

Other cast :

Seohyun

Luhan

EXO

SNSD

Genre : romance, hurt, friendship, school life

Length : twoshot

Rating : PG13+

Author : N_Bingle

Desclaimer : FF ini hanya milik author, plagiator go away, kalau kedapetan barbel melayang (?)

Warning : klw ada TYPO mian, tapi klw gk ada yahh syukur

Author POV

Sekarang sudah pukul  18.00 KST dan namja itu belum datang juga. Sebenarnya apa yang ada di pikiran namja itu, berjanji untuk datang pukul 16.00 dan sekarang sudah pukul 18.00? sang yeoja sebenarnya sudah yakin bahwa namja itu akan datang 1 jam atau 2 jam lebih dari waktu yang mereka sepakati dan yeoja itu selalu mengerti keadaan sang namja yang sibuk mengurus sesuatu yang yeoja itu sama sekali tidak tahu.

Tae Yeon. Gadis kelas 3 SM High School yang sedang duduk termenung di lapangan basket sambil menunggu seorang namja yang entah bagaimana caranya dapat meluluhkan hati Taeyeon, dan Taeyeon juga sudah lupa bagaimana namja itu dapat meluluhkan hatinya.

“mau pulang sekarang?” tiba-tiba terdengar sebuah suara dari belakang Taeyeon.

“o! Kau sudah selesai?” tanya Taeyeon

“aku bertanya padamu, apa sudah mau pulang, kau malah bertanya balik” kata Baekhyun dengan nada yang terkesan dingin.

“emmm… kalau kau sudah selesai, ya sudah kita pulang” jawab Taeyeon

Namja itu kemudian berjalan melewati Taeyeon dan Taeyeon langsung mengikuti namja itu. Mereka berjalan menuju mobil Baekhyun, selama berjalan mereka tidak pernah berjalan berdampingan dan keduanya memang tidak menginginkan itu. Taeyeon sudah terbiasa dengan sifat Baekhyun, ia sudah mengerti dengan berbagai ekspresi Baekhyun, mulai dari marah, jengkel, lelah dan masih banyak lagi dan Taeyeon  adalah satu-satunya orang yang bisa mengerti keadaan Baekhyun, mungkin yeoja-yeoja lain langsung kabur ketika mengetahui sifat Baekhyun, tapi tidak dengan Taeyeon.

“emmm… kita makan dulu, bagaimana? Apa kau tidak lapar seharian tidak makan?” tanya Taeyeon dengan hati-hati pada Baekhyun ketika di dalam mobil.

Ketika mendengar ucapan Taeyeon, Baekhyun hanya mendengus dan memutar arah mobilnya ke salah satu restoran. Baekhyun tahu maksud Taeyeon berkata seperti itu, sebenarnya yang lapar itu adalah Taeyeon bukan Baekhyun.

Ketika sampai di salah satu restoran, mereka langsung masuk dan memesan makanan kepada pelayan.

“kau mau makan apa?” tanya Taeyeon

“steak.” Jawab Baaekhyun singkat

“geueom… steak 2 lalu minumannya blackcurant” kata Taeyeon pada seorang pelayan.

Mereka pun menunggu dalam diam, tidak ada yang ingin membuka percakapan, alhasil mereka berkutat dengan handphone masing-masing. Sampai akhirnya pesanan mereka datang.

Dan hal yang sama kembali terjadi, mereka makan dalam diam, walau sebenarnya mengobrol saat makan itu dilarang. Saking lahapnya Taeyeon makan, saus dari steak itupun belepotan di sudut bibirnya, Baekhyun yang melihat hal itu langsung mengelap saus di sudut bibir Taeyeon dengan tangannya. Taeyeon pun akhirnya terkejut dengan apa yang dilakukan Baekhyun.

“jangan makan seperti babi” kata Baekhyun singkat.

“ya! aku ini bukan babi!!” kata Taeyeon jengkel

Merekapun melanjutkan acara makan-makan mereka dalam diam. Setelah selesai makan mereka tidak langsung pulang. Taeyeon memanfaatkan kesempatan ini untuk berbincang dengan Baekhyun.

“emm.. besok kan libur…a..”

“besok aku ada urusan” belum selesai Taeyeon berbicara, Baekhyun sudah memotongnya dan membuat Taeyeon jengkel dengan sikap Baekhyun.

“Baekhyun-ah, sampai kapan kita begini terus? Aku juga ingin seperti pasangan lain, pergi berkencan, ke taman, ke restoran yang romantis, dan hal-hal yang romantis lainnya, apa kau bisa mengerti?!?!” kata Taeyeon dengan mata yang berkaca-kaca

Baekhyun yang melihat sikap Taeyeon hanya tersenyum miris, sambil menarik tangan Taeyeon keluar dari restoran dan masuk ke dalam mobil. Setelah sampai di dalam mobil, tangis Taeyeon akhirnya pecah.

“hiks… kau selalu seperti ini, apa benar kita ini pasangan kekasih? Teman-temanku di sekolah selalu bertanya seperti itu, mereka mengatakan bahwa aku ini wanita bodoh, karena aku… akuu.. hiks”

Taeyeon tidak bisa lagi melanjutkan kata-katanya, ia menangis sekeras  mungkin dalam mobil Baekhyun. Sedangkan Baekhyun, dia hanya menatap Taeyeon dengan tajam.

“lalu…”

“Ya! Byun Baekhyun! Kau.. argh?!” Taeyeon yang kesal langsung membuka pintu mobil Baekhyun

Niatnya untuk turun dari mobil akhirnya batal karena Baekhyun segera menarik tangan Taeyeon.

“hajima” kata Baekhyun sambil menarik tangan Taeyeon

“wae? Bukankah kalau ada aku semuanya berantakan?! He?! Jadi lebih baik aku turun dan segera pergi, agar kau bisa lebih leluasa, benarkan?” kata Taeyeon dengan emosi

“akan ku antar kau pulang, eommamu pasti sangat khawatir padamu” kata Baekhyun

“mworagu?!? Dan sekarang kau menyuruhku untuk pulang, astaga” kata Taeyeon dengan nada sinis.

Akhirnya Baekhyun mengantar Taeyeon pulang. Selama di perjalanan, Baekhyun tidak pernah mengajak Taeyeon bicara, dan kalaupun Baekhyun mengajaknya bicara dipastikan Taeyeon tidak akan menjawabnya karena suasana hatinya yang kurang baik saat ini.

Setelah sampai di depan rumah,  Taeyeon langsung turun dari mobil

“terima kasih untuk hari ini, terima kasih karena sudah menyadarkanku kalau aku ini gadis terbodoh di dunia” kata Taeyeon sinis

Taeyeon segera membanting(?) pintu mobil Baekhyun dan beranjak masuk ke dalam rumahnya. Sedangkan Baekhyun, dia hanya termenung di dalam mobil dan ketika melihat Taeyeon sudah menutup pintu rumahnya, Baekhyun segera menyetir mobilnya keluar dari kompleks perumahan Taeyeon.

Sesampainya di rumah, Baekhyun langsung masuk ke kamarnya dan langsung merebahkan dirinya di tempat tidur ukuran king sizenya itu.

Sejenak ia berpikir tentang pertengkarannya dengan Taeyeon barusan. Baekhyun mendengus kasar dan mengacak-acak rambutnya karena stress dengan sifat Taeyeon yang tidak pernah bisa bersikap sedikit lebih dewasa. Baekhyun tahu  kalau Taeyeon iri dengan teman-temannya, yang setiap hari tampak romantis dengan kekasih mereka, tapi baekhyun tidak pernah mempunyai niat untuk membuat Taeyeon menjadi iri dengan temannya.

“taeyeon-ah maafkan aku, bukan ini maksudku sebenarnya” kata Baekhyun

~~~

Sesampainya di rumah Taeyeon langsung berlari menaiki tangga, dan langsung membanting (??)pintunya, membuat kakaknya dan kedua orang tuanya yang berada di ruang tamu terheran-heran dengan apa yang baru saja Taeyeon lakukan.

Kali ini Taeyeon benar-benar sudah tidak tahan dengan apa yang dilakukan Baekhyun. Kalau sekarang dia masih bisa menahan emosinya kepada Baekhyun, berarti Taeyeon benar-benar sudah gila. Sudah hampir satu tahun Taeyeon menahan emosinya dan sekarang dia benar-benar sudah tidak tahan dengan sikap Baekhyun yang sangat dingin dan tidak tahu bagaimana memberi kasih sayang kepada orang lain.

“dasar bodoh! Kenapa tidak dari dulu saja kau seperti ini Kim Taeyeon? Kau terlalu tinggi bermimpi bila Baekhyun tiba-tiba merubah sikapnya” kata Taeyeon di dalam kamarnya.

~~~

Keesokan paginya Taeyeon berangkat ke sekolah tanpa dijemput oleh Baekhyun. Baekhyun juga pasti tahu kalau hari ini suasana hati Taeyeon sedang kacau, dan itu karena Baekhyun sendiri.

“Eonni!!” teriak seseorang dari kejauhan

Taeyeon langsung berbalik. Ternyata itu Seohyun, sahabatnya. Seohyun langsung berlari untuk menemui Taeyeon.

“eonni, kenapa semalam kau tidak datang?” tanya Seohyun

“o! Seohyun-ah, mianhae, semalam aku tidak enak badan, makanya aku tidak datang” jawab Taeyeon bohong

“ooo… gwencana eonni, o iya, semalam Baekhyun oppa menelpon ku, katanya hari ini dia tidak datang sekolah, karena sedang sakit, dia memintaku untuk memberitahukan ini padamu, aneh, kenapa dia tidak langsung memberitahumu yahh” kata Seohyun

“seohyun-ah, sepertinya aku harus masuk sekarang, emm terima kasih untuk infonya” kata Taeyeon lalu beranjak pergi.

Sedangkan Seohyun, dia hanya berdiri di tempatnya dan mulai berfikir.

“kenapa Baekhyun oppa tidak memberitahukannya secara langsung pada Taeyeon eonni? Aneh..” kata Seohyun.

OTOS

Baekhyun terbaring di atas tempat tidurnya. Menutup mata dan berusaha untuk tidur, tapi sia-sia matanya masih saja terus terjaga. Baekhyun mencoba untuk tidur tengkurap tapi itu juga tidak berhasil membuatnya terlelap justru itu tambah membuat kepalanya semakin pusing.

“arghh?!?!” teriak Baekhyun di balik selimut tebalnya.

Ia menyesal kenapa tadi dia tidak ke sekolah saja, melihat kondisi tubuhnya yang sebenarnya tidak terlalu buruk. Tapi bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur, tidak ada lagi yang bisa dia lakukan selain menyesal, kalau dia ingin datang ke sekolah pasti dia sudah terlambat dan juga untuk saat ini dia masih belum ingin bertemu denganTaeyeon.

“Baekhyun-ah, makanlah dulu, sekarang sudah jam berapa, kau belum sarapan kan? Kau juga sedang sakit, sekarang waktunya makan” kata ibu Baekhyun yang entah sejak kapan muncul dari balik pintu kamar Baekhyun.

“nanti saja, eomma” kata Baekhyun

“kata ‘nanti’ itu sampai kapan? Heh? Ayo! Kau tidak boleh berbaring terus seperti itu,  sekarang kau harus makan” kata eomma Baekhyun

“eomma lupa yah kalau aku ini sakit” kata Baekhyun.

“o iya, kalau begitu eomma akan bawakan makananmu ke kamar, kau harus makan! Kalau kau tidak makan, eomma akan panggil Taeyeon untuk datang ke sini untuk menyuapimu, karena hanya dia yang kau turuti.”

Mendengar nama Taeyeon disebut, Baekhyun langsung mengangkat kepalanya dan untuk beberapa saat harus merasa sakit yang luar biasa di kepalanya karena mengingat masalahnya dengan Taeyeon kemarin.

“kau tunggu disitu! Eomma akan turun untuk mengambil makanan” kata ibu Baekhyun

~~~

Saat ini Taeyeon sedang mendengarkan musik di kamarnya, sebenarnya saat ini ia akan bertemu dengan Seohyun dan Luhan tapi untuk ke sekian kalinya Taeyeon membuat alasan untuk tidak ikut dengan mereka. Bagaimana jadinya kalau Taeyeon ikut dengan mereka, bukan ikut merasakan kebahagiaan, yang ada Taeyeon akan menjadi obat nyamuk untuk kedua pasangan itu.

Sering kali Taeyeon merasa iri, bukan sering tapi selalu. Ketika melihat mereka bersama-sama saat di sekolah dan dimanapun itu. Taeyeon seringkali berandai-andai, bagaimana kalau yang menjadi Seohyun dan Luhan itu dia dan Baekhyun, pasti akan seru sekali, tapi itu hanyalah mimpi Taeyeon yang entah kapan akan terwujud. Dan sekarang ia kembali memikirkan Baekhyun. Sial.

“dasar Byun Baekhyun, gara-gara kau aku jadi korban iri hati” kata Taeyeon.

Tiba-tiba handphone Taeyeon berdering, ternyata Baekhyun menelponnya, benar-benar panjang umur.

Untuk sesaat Taeyeon hanya memandangi layar handphonenya yang bertuliskan nama Baekhyun, sedangkan handphone itu erus berteriak agar si empunya segera mengangkat telpon itu. Taeyeon yang merasa terganggu dengan teriakan handphonenya langsung mengambil handphone itu dan mengangkat telponnya.

“yeoboseyo” kata Taeyeon dengan nada sinis

“…”

“hitungan ketiga kau tidak bicara akan ku tutup telponmu, hana.. dul.. sss…”

“mianhae!” kata Baekhyun

“hmm.. jujur ini pertama kalinya kau bilang maaf padaku, dan kedengarannya sangat lucu” kata Taeyeon

“temui aku di taman dekat rumahmu”

Tit..tit

Sambungan telepon akhirnya putus. Taeyeon hanya tertawa miris mendengar ucapan Baekhyun. Ia segera mengambil  jaketnya dan berjalan keluar rumah menuju taman yang dimaksud Baekhyun.

Ketika sampai di taman, Taeyeon bisa melihat Baekhyun dengan mengenakan mantel yang Taeyeon berikan saat ulang tahun Baekhyun dan Baekhyun memakai kaca mata?

“soal permintaan maafku, itu memang terdengar lucu karena selama ini aku tidak tahu bagaimana cara meminta maaf yang sebenarnya” kata Baekhyun tanpa menatap Taeyeon

“hmm.. akhirnya kau menyadari itu” jawab Taeyeon

“kenapa pakai kacamata? Kau menangis yahh?”tanya Taeyeon

Taeyeon akhirnya berjalan kedepan wajah Baekhyun untuk melihat mata Baekhyun, tiba-tiba …

CHU~

Baekhyun secara tiba-tiba mencium bibir Taeyeon singkat. Taeyeon yang menyadari hal itu hanya menatap Baekhyun dengan wajah yang penuh kebingungan.

“sejak kapan kau belajar mencium seorang yeoja?” tanya Taeyeon

“sejak aku menganalmu” jawab Baekhyun sambil tersenyum

“jangan gombal!” kata Taeyeon sambil memukul dada Baekhyun

Untuk beberapa saat mereka tersenyum, sepertinya keadaan sudah mulai membaik.

“jadi…”

“jadi apa?” tanya Taeyeon

“kita sudah impas kan?” tanya Baekhyun

“emmm.. bagaimana yahh???” kata Taeyeon sambil mencoba membuat wajah Baekhyun kembali cemberut

“oke! Tapi aku ingin minta satu permintaan padamu”  kata Taeyeon

“apa?”

“cobalah untuk menghilangkan sifat dinginmu itu” kata Taeyon

Baekhyun hanya tersenyum mendengar ucapan Taeyeon. Lalu Baekhyun berjalan mendekat ke arah Taeyeon dan memegang pipi Taeyeon dengan kedua tangannya.

“aku akan mencobanya” jawab Baekhyun lalu segera kembali ke posisinya

“sebenarnya, aku memperlakukanmu seperti ini itu agar kau bisa menjadi wanita yang mandiri, kalau setiap hari kita seperti Seohyun dan Luhan, aku tidak bisa menjamin kau bisa keluar rumah sendiri karena kau selalu bergantung pada orang lain, kau mengerti kan?”

“nan arraseo”

~~~

Sejak setelah kejadian malam itu terjadi, Baekhyun benar-benar membuktikan ucapannya.

“Annyeong!” sapa Baekhyun pada Seohyun dan Luhan saat baru tiba di sekolah

Seohyun dan Luhan yang melihat tingkah Baekhyun hanya melongo.

“setan apa yang merasuki tubuh Baekhyun?” tanya Luhan pada Seohyun

“nan molla” jawab Seohyun

Hari ini semua murid terheran-heran melihat sifat Baekhyun yang berubah 180⁰. Sedangkan Taeyeon tampak tersenyum dengan sumringah dari lantai dua sekolah melihat kelakuan Baekhyun yang tidak biasa itu.

“kau benar-benar berubah” kata Taeyeon sambil tersenyum.

~~~

Setelah pulang sekolah, Baekhyun mengajak Taeyeon ke sebuah tempat yang Taeyeon sama sekali tidak tahu. Ada sedikit perasaan khawatir di hati Taeyeon tapi saat ini ia sedang bersama dengan Baekhyun jadi perasaan khawatir itu sedikit terganti dengan perasaan penasaran dan bahagia, bahagia karena ini untuk pertama kalinya Baekhyun mengajak Taeyeon ke suatu tempat, selama ini Taeyeonlah yang berinisiatif untuk mengajak Baekhyun ke suatu tempat. Sekarang benar-benar berbeda.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam, mereka akhirnya sampai. Selama di perjalanan, Taeyeon tertidur dengan pulasnya karena mungkin kelelahan mengingat mereka berangkat ketika baru pulang sekolah. Selama Taeyeon tertidur, sesekali Bakhyun melirik ke arah Taeyeon  dan sesekali tertawa karena wajah Taeyeon sangat lucu ketika sedang tertidur. Dan di sinilah mereka sekarang.

“Taeyeon-ah” Baekhyun mencoba untuk membangunkan Taeyeon yang sedang tertidur dengan pulasnya.

“…” Taeyeon tetap terlelap

“chagiya, kita sudah sampai” kata Baekhyun sambil membelai pipi Taeyeon

“engg… aku masih mengantuk” kata Taeyeon sambil menepis tangan Baekhyun dari pipinya.

Baekhyun yang melihat kelakuan Taeyeon, hanya terkekeh dan membuka pintu mobilnya. Baekhyun segera turun dari mobilnya, meninggalkan Taeyeon yang masih terlelap. Dengan perlahan Baekhyun berjalan sedikit menjauh dari mobilnya dan menutup matanyamm ia sedang menikmati pemandangan yang terhampar di hadapannya dengan cara menutup mata untuk merilexkan pikirannya yang sedang kacau akhir-akhir ini, dan perlahan mulai membaik.

 TBC

21 thoughts on “[Freelance] Be Warmed (Chapter 1)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s