[Series] Love Business (Chapter 2)

business-loveTitle       : Business Love

Author  : Kang Tae Hee

Rating   : PG – 15

Length  : Series

Genre   : Romance, school life, sad

Main Cast :

– SNSD Jessica

– EXO Luhan

– EXO Sehun

– SNSD Seohyun

Other Cast :

– SNSD Tiffany

– EXO Chanyeol

– EXO Kai

– SNSD Yoona

Author note : Hope you like it 🙂

=== Business Love ===

                Semenjak Jessica keluar dari kamar mandinya dan hingga saat ini Jessica sudah tiba di bandara bersama Luhan, gadis itu benar-benar belum mengeluarkan suaranya sama sekali. Bahkan Jessica tak menghiraukan saat beberapa kali Luhan memancing emosi Jessica agar gadis itu angkat bicara. Sepertinya julukan boneka hidup sangat cocok untuk gadis itu ketika sedang marah.

Jessica terlihat menghela nafas berat sambil menyeret kopernya dengan sangat malas. Pandangan matanya terlihat tertuju pada Luhan yang saat ini berjalan lebih cepat di depannya. Kali ini gadis berambut pirang itu benar-benar menyesal telah tak menghiraukan Luhan sehingga membuatnya sedikit gengsi untuk meminta bantuan Luhan membawakan koper miliknya tersebut. well, Jessica memang tak terbiasa membawa kopernya sendiri. Tentu saja, segala urusannya termasuk membawa kopernya adalah pekerjaan pelayan pribadinya yang sekarang telah menjadi pelayan pribadi ibunya saat dirinya pindah ke Korea.

“ Tuan putri, bisakah kau jalan tak selambat itu?” tanya Luhan namun hanya mendapat tatapan datar dari Jessica. gadis itu terlihat mendengus mendengar perkataan calon tunangannya tersebut. dalam hati gadis itu merutuki Luhan yang benar-benar tak peka telah membiarkannya membawa kopernya tersebut.

“ jika kau memanggilku tuan putri, kau seharusnya tak membiarkanku membawa koper. Bagaimana bisa tuan putri membawa kopernya sendiri?” Sinis Jessica pada Luhan yang saat ini berjalan di sampingnya. Tangan kiri Jessica terlihat menepis tangan Luhan yang sepertinya akan merangkul pundaknya. Sedangkan Luhan hanya terkekeh pelan melihat tingkah dingin Jessica tersebut.

“ Jessica Jung, sepertinya kau benar-benar tak terbiasa harus membawa koper. Sayangnya pangeran juga tak terbiasa membawakan koper untuk tuan putri.” Ujar Luhan membuat Jessica menunjukkan pandangannya yang terlihat tajam. Selanjutnya gadis itu terlihat tersenyum sinis sambil membuang mukanya dari Luhan. Sungguh, kali ini Jessica benar-benar malas membalas perkataan Luhan. Lagipula hal itu hanya membuang tenaganya sehingga membuatnya semakin malas saja membawa koper.

“ sini aku bawa kopermu.” Ujar Luhan pada akhirnya mengambil koper yang Jessica bawa. Sedangkan gadis itu terlihat menoleh ke arah Luhan dan tak menahan Luhan saat akan membawa kopernya.

wae? Mengapa terus melihatku? Apakah kau baru saja terpesona dengan ketampananku?” ujar Luhan sambil tersenyum sok manis pada Jessica Jung. Gadis berambut pirang itu terlihat memutarkan bola matanya saat tunangannya tersebut mengatakan hal itu.  Kemudian, seperti biasa gadis keturunan Korea-Amerika itu kembali menatap Luhan dengan pandangannya yang sama sekali tidak bersahabat.

“ Xi Luhan, jangan bertingkah sok manis di hadapanku. Bukankah semalam kau mengajakku untuk menolak perjodohan ini?” ujar Jessica sebenarnya terdengar sedikit tidak tahu berterimakasih pada Luhan. Luhan telah membawakan kopernya, tapi respon Jessica adalah seperti saat ini. Sedangkan Luhan sepertinya tak terlalu menghiraukau perkataan yang dilontarkan oleh calon tunangannya tersebut. Lelaki itu terlihat memamerkan senyuman manisnya yang mungkin bisa melelehkan es yang ada dalam diri Jessica kapan saja. selanjutnya Luhan meletakkan kepalanya di puncak kepala Jessica dan mengacaknya pelan.

“ aku sedang mencoba belajar mencintaimu. Bukankah kau yang mengatakan hal itu padaku?” Sepertinya perkataan itu akan selalu teringat di otak Luhan dan mendoktrinnya untuk terbiasa dengan perjodohannya dan Jessica dengan belajar mencintai gadis itu. mencairkan hati seorang Jessica Jung memang tak semudah apa yang dirinya pikirkan. Terbukti, sekalipun Luhan mengatakan bahwa lelaki itu akan belajar mencintai Jessica. respon yang diberikan Jessica hanyalah tatapan tajam mengintimidasi khas Jessica Jung.

“ dan aku juga ingat bahwa kau mengatakan kau mencintai orang lain, Xi Luhan.” Ujar Jessica dengan senyuman sinisnya. Entah mengapa sepertinya gadis itu tak bisa bersikap sedikit manis pada Luhan. Apapun yang dikatakannya pada seorang Xi Luhan akan terdengar cukup sarcastic seperti saat ini. Sepertinya Luhan harus benar-benar bekerja keras untuk mendapatkan hati seorang Jessica Jung, atau pilihan kedua adalah membatalkan perjodohan tersebut seperti yang dikatakannya tadi malam.

“ belajar lah mencintaiku saat kau berhasil melupakan orang itu.” ujar Jessica sambil berjalan meninggalkan Luhan.

 

***

“ ah, jadi kau calon adik iparku? Perkenalkan aku kakak perempuan Luhan, Xi Tiffany.” Ujar seorang wanita yang sangat cantik sambil mengulurkan tangannya pada Jessica yang memang berdiri tepat di hadapan wanita tersebut. senyuman yang menghiasi wajahnya, membuat kakak perempuan Luhan itu terlihat sangatlah cantik. Setidaknya senyuman itu dapat menular pada Jessica, membuat gadis bersifat seperti es itu tersenyum tipis sambil memandangi kakak calon tunangannya itu.

“ Jessica Jung imnida. Senang berkenalan dengan eonni.” Ujar Jessica membalas uluran tangan Tiffany disertai dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya. Luhan terlihat mencibir kejadian di hadapannya pelan. Pasalnya Jessica bahkan tak pernah bersikap manis padanya, tapi gadis itu malah bersikap cukup manis pada kakaknya.

“ bagaimana bisa kau tersenyum sangat manis pada orang lain tapi pada calon suamimu kau begitu brutal.” Keluh Luhan dengan nada suara cukup pelan namun ternyata dapat terdengar oleh Jessica dan Tiffany. Tiffany terkekeh pelan mendengar keluhan adiknya tersebut. sedangkan Jessica terlihat memandangi Luhan dengan tatapan datarnya kembali.

“ Jessica, sepertinya kau harus sabar menghadapi adikku yang cukup kekanakan ini.”

 

***

                Sudah dua hari ini Jessica berada di Korea, dan itu artinya sudah dua hari pula Jessica tinggal di rumah Luhan. Keputusannya untuk pindah ke apartement benar-benar ditolak oleh ibunya Luhan dengan alasan bahwa Jessica adalah seorang gadis, tak baik untuk tinggal sendiri di Korea. Lagipula sepertinya Nyonya Xi juga tahu bahwa gadis itu memang tak terbiasa tinggal sendirian. Ya, Jessica memang membutuhkan banyak pelayan.

“ Luhan kemana?” kakak calon suaminya itu terlihat ikut bergabung dengan Jessica yang saat ini sedang duduk di pinggir kolam renang sambil mencelupkan kedua kakinya ke dalam air. Tiffany, gadis itu terlihat duduk bergabung dengan adik iparnya. Sedangkan Jessica terlihat menggelengkan kepalanya pelan menjawab perkataan Tiffany.

“ dia sedang latihan. Katanya hari ini jadwal dia jogging. Tapi sudah beberapa jam Luhan tak kembali.” Ujar Jessica. Dalam hati gadis itu benar-benar mensyukuri bahwa Luhan memiliki waktu latihan yang sangat lama. Bahkan Jessica berdoa semoga saja Luhan tak pulang-pulang dari latihannya. Setidaknya gadis itu tak akan mendapat gangguan menyebalkan dari calon suaminya tersebut.

“ dia memang terbiasa lari secara rutin 8 hingga 10 km.” Ujar Tiffany singkat membuat Jessica membulatkan matanya sempurna. Detik berikutnya gadis itu mengalihkan pandangannya pada calon kakak iparnya itu dengan pandangan tak percaya. Ayolah, berlari sejauh itu? Bisa-bisa Jessica mati kelelahan jika dia melakukan hal tersebut.

eonni, kau…”

“ Chagiya ~” ujar sebuah suara mampu membuat Jessica menghentikan perkataannya dan membuat mood Jessica turun seketika. Wajahnya yang tadinya biasa saja benar-benar terlihat dirinya tekuk saat mendengar seseorang berkata ‘chagiya’. Tanpa Jessica menoleh pun Jessica benar-benar sudah hapal jika orang yang berteriak tersebut adalah Luhan. Sepertinya tinggal 2 hari dengan Luhan membuatnya menjadi hapal suara Luhan tersebut.

“ kau tak berniat bertingkah sebagai tunangan yang baik, chagiya? Seharusnya kau memberikanku minuman atau mengelap keringatku saat aku baru saja selesai berlatih.” Ujar Luhan yang saat ini sudah berdiri di belakang Jessica yang sedang duduk. Kehadiran Luhan itu benar-benar membuat Jessica bangkit dari duduknya dan berniat untuk meninggalkan Luhan. Hanya saja gerak Luhan ternyata lebih cepat. Lelaki itu terlihat memeluk Jessica dari belakang saat Jessica baru selangkah jalan untuk meninggalkannya.

“ Luhan!” geram Jessica sambil berusaha melepaskan tangan Luhan yang melingkar di pinggangnya. Bukannya melepaskan pelukannya tersebut, Luhan malah meletakkan kepalanya di pundak Jessica. hal itu tentu saja membuat Jessica semakin sulit untuk bergerak dan tak nyaman dengan posisinya saat ini.

“ yah! Xi Luhan! Berhentilah bertingkah manis dengan Jessica di hadapanku! Kalian membuat mataku sakit.” Sindir Tiffany sambil meninggalkan kedua pasangan tersebut. sedangkan Jessica terlihat menyesali kepergian Tiffany. Kakak Luhan itu hanyalah harapannya untuk bisa terlepas dari pelukan Luhan.

“ telpon saja Chanyeol hyung!” balas Luhan sedikit berteriak. Sedangkan Jessica terlihat berusaha melepaskan pelukan dari seorang Xi Luhan dan Luhan terlihat terkekeh pelan melihatnya. Entah mengapa lelaki itu merasa terhibur saat wajah dingin seorang Jessica Jung terlihat kesal seperti saat ini. sepertinya dua hari berada di Korea, dan dua hari mereka selalu berdekatan membuat hubungan Luhan dan Jessica tidak secanggung ketika pertama kali bertemu.

“ aku lelah, jika aku memelukmu rasa lelahku pasti menghilang.” Ujar Luhan terdengar sedikit bermain-main membuat Jessica memutar bola matanya. Gadis itu terlihat menghela nafas berat karena cukup frustasi menghadapi tingkah Xi Luhan. Sungguh, Jessica sudah kehabisan akal untuk menghadapi kelakuan Luhan. Jika terus-terusan berada dalam keadaan seperti ini, gadis itu pikir lama kelamaan dirinya bisa mati di Korea karena gila menghadapi tingkah seorang Xi Luhan.

“ yah! Aku sudah mandi. Dan kau memelukku dengan badan masih berkeringat. Kuman-kuman di tubuhmu nanti pindah. Lepaskanlah.” Ujar Jessica terdengar sedikit berlebihan namun tak begitu ditanggapi oleh Luhan. Justru karena perkataan yang dilontarkan oleh Jessica, kali ini Luhan terlihat mengeratkan pelukannya lagi.

“ aku sedang ingin memelukmu. Kau bisa mandi lagi, kita mandi bersama.” Candaan Luhan tersebut sukses membuat Jessica memikirkan berbagai cara untuk terlepas dari Xi Luhan. Selanjutnya Jessica menginjak kaki Luhan dengan kerasnya membuat Luhan melepaskan pelukannya dan merintih kesakitan.

“ Jess! Bertingkahlah sedikit manis padaku!”

“ Lucu Xi Luhan, candaanmu benar-benar lucu.” Ujar Jessica sarcastic sambil memandangi Luhan dengan tatapan tajam. detik berikutnya Jessica memanfaatkan kesempatan ketika Luhan sedang merintih kesakitan dengan mendorong Luhan ke kolam renang sehingga lelaki itu tercebur.

“ rasakan, Xi Luhan!” teriak Jessica pada Luhan yang sudah tercebur di kolam renang. Terdengar tawa puas dari Jessica yang mungkin terlihat cukup jarang. Sedangkan Luhan, lelaki itu terlihat berusaha keluar dari kolam renang membuat Jessica berlari kabur dari Luhan agar lelaki itu tidak membalasnya dengan perbuatan apapun yang menurutnya cukup merugikan dirinya.

“ yah! Jung Jessica! akan kubalas kau.” Teriak Luhan namun tak ditanggapi oleh Jessica sama sekali.

 

***

                Matanya terlihat menatap ragu salah satu kontak di smartphone miliknya. Menelponnya, atau tidak? itulah pertanyaan yang sedari tadi terlintas di otaknya. Sudah dua hari berada di Korea, tapi Jessica benar-benar belum memberitahu kekasihnya. Bukan belum memberitahu sebenarnya. Gadis itu bahkan sudah memberitahu nomor barunya dan mengatakan bahwa dirinya pindah ke Korea melalui pesan singkat. Hanya saja sampai saat ini gadis itu tidak memiliki keberanian untuk menelpon kekasihnya tersebut. Ketakutan untuk memberitahu Sehun dan mengatakan bahwa Jessica kembali ke Korea untuk dijodohkan membuat dirinya tak memiliki nyali untuk menelpon kekasihnya tersebut. Pada akhirnya, kali ini gadis itu terlihat melemparkan ponselnya ke kasur dan membaringkan tubuhnya di kasur.

Bagaimana jika Sehun tahu bahwa Jessica akan dijodohkan? Lalu bagaimana kelanjutan hubungan Sehun dan Jessica setelah perjodohan ini?

Pertanyaan itu tiba-tiba saja terlintas di otak Jessica membuat dada Jessica terasa sesak memikirkan jawaban atas pertanyaannya tersebut. kenyataannya bahwa cinta Jessica dan Sehun memang sulit untuk disatukan. Kenyataannya bahwa Jessica memang harus mengikuti ibunya untuk menikahi seseorang yang dipilih oleh ibunya. Mengapa kenyataan-kenyataan tersebut semuanya terasa menyakitkan bagi seorang Jessica Jung?

Jessica terlihat mengambil smartphone miliknya kemudian membuka galerynya. Dilihatnya Jessica membuka foto kekasihnya, Oh Sehun. Sebuah senyuman tipis terlihat terukir di bibirnya saat dirinya melihat foto Oh Sehun. Betapa gadis itu benar-benar mencintai kekasihnya tersebut. Bahkan Jessica benar-benar tak bisa berpikir jika nantinya gadis itu harus berpisah dengan Sehun. Hal itu seperti membunuhnya secara perlahan, terlalu menyakitkan baginya jika harus berpisah dengan Sehun. Tapi Jessica benar-benar tak akan bisa melawan perintah ibunya. Mengingat setiap dirinya tak menuruti kemauan ibunya tersebut selalu saja ada masalah yang terjadi.

“ Sehun – ah, saranghaeyeo.” Ujar Jessica berbicara pada foto Sehun. Setitik cairan terlihat keluar begitu saja dari pelupuk mata Jessica. Baru saja Jessica akan mematikan smartphone miliknya, tertera nama Sehun di LCD smartphone miliknya. Dengan gerakan cepat Jessica mengangkat panggilan masuk tersebut. gadis itu terlihat menghapus airmatanya sebelum dirinya berbicara pada Sehun.

“ Sehunie. Aku ada di Korea. Padahal aku sudah memberitahumu lewat pesan singkat, tapi kau tak kunjung menelponku.” Ujar Jessica nampak tak bersemangat. Jessica terlihat menghela nafas berat untuk menahan agar tangisnya tidak keluar saat dirinya sedang berbicara dengan kekasihnya tersebut. seharusnya Jessica senang bahwa dirinya berada di Korea. Seharusnya gadis itu senang bahwa dirinya dapat bersekolah di sekolah yang sama dengan kekasihnya, dapat dekat dengan kekasihnya sepanjang waktu. Tapi itu kebahagiaan itu akan terjadi jika saja Jessica tidak mengalami perjodohan bodoh ini.

“ mianhae. Pulang sekolah latihanku sangat ketat. Kau pindah, chagi?”

“ neh.”

“ tapi mengapa kau tidak bersemangat? Bukankah itu bagus jika kau berada di Korea? Itu artinya kita tidak lagi terpisah oleh benua dan samudera.” Ujar Sehun. Terdengar tawa kecil dari lelaki tersebut. Jessica terlihat terdiam tak menanggapi perkataan Sehun. Keadaannya akan sangat berbeda jika Jessica kembali ke Korea bukan untuk dijodohkan dengan oranglain. Mungkin Jessica akan sangat bahagia jika saat ini dia kembali ke Korea hanya untuk menetap. Tapi kenyataannya saat ini kembalinya Jessica ke Korea merupakan awal dari perjodohannya dan  Luhan serta berakhirnya hubungan dirinya dan Oh Sehun.

“ Jess, kau tidak tertidur kan?”

“ ani. Sehun – ah, aku mencintaimu. Jangan meninggalkanku bagaimana pun alasannya. Jangan seperti semua orang.” Ujar Jessica pada akhirnya mengeluarkan airmata yang sedari tadi sudah menggenangi matanya. Dadanya benar-benar terasa sangat sakit saat ini. bahkan setelah mengucapkan kata-kata tadi kerongkongannya terasa benar-benar tercekat. Rasanya sulit sekali untuk berbicara. kali ini, tidak terlihat Jessica yang biasanya bersikap dingin dan arogan. Yang ada, Jessica yang benar-benar terlihat sangat menyedihkan.

“ Jess, wae? Apakah eommamu berbuat sesuatu lagi padamu?”

Nada khawatir yang terlontar dari mulut kekasihnya itu benar-benar membuat Jessica semakin terisak. Entah gadis itu harus menceritakan atau tidak dan harus menceritakannya darimana, gadis itu sendiri benar-benar bingung. Jessica terlalu takut, takut Sehun meninggalkannya, takut dirinya tak bisa menata hatinya kembali dan mencintai Luhan saat Sehun meninggalkan dirinya.

“ Sehunie…”

Tok.. Tok.. Tok..

Suara ketukan pintu kamar Jessica membuat Jessica menghentikan perkataannya tersebut. Matanya yang terlihat berair itu terlihat menatap pintu kamarnya “ aku mencintaimu. Apapun yang terjadi, kau harus percaya bahwa aku hanya mencintaimu.”

Jessica mematikan sambungan telponnya setelah mengatakan hal tersebut. selanjutnya Jessica terlihat turun dari kasurnya dan berjalan ke arah pintu. Telapak tangannya terlihat mengusap airmata yang tadi keluar.

“ siapa?” tanya Jessica saat dirinya berada di depan pintu tanpa membuka pintu kamarnya sama sekali. Gadis itu hanya ingin memastikan bahwa yang mengetuk pintu kamarnya bukanlah Tiffany ataupun Victoria ahjumma. Jessica hanya tidak ingin mereka berpikiran macam-macam melihatnya sehabis menangis seperti ini.

“ Luhan.”

Kriett

Tanpa babibu Jessica membuka pintu kamarnya saat mengetahui siapa yang mengetuk pintunya. Luhan sedikit terkejut melihat keadaan Jessica dengan mata sembab seperti saat ini. Well, Jessica yang Luhan tahu adalah gadis yang memiliki rasa percaya diri tinggi, sedikit arogan, dan dingin. Tapi kali ini Luhan menemukan sisi baru dari seorang Jessica Jung yang tak pernah terpikirkan olehnya. Seorang Jessica yang merupakan gadis biasa yang bisa menangis.

“ jangan bertanya kenapa aku menangis. semua orang punya masalah masing-masing. Kenapa kau kesini? Aku sedang ingin tidur.” Kali ini Luhan tak berniat untuk menggoda Jessica seperti biasanya. Lelaki itu menyerahkan sebuah seragam tanpa banyak berbicara. Meskipun Luhan memang terkadang menyebalkan pada Jessica, tapi lelaki itu tak akan mengganggu Jessica disaat seperti ini. Sepertinya Jessica memiliki masalah yang memang cukup besar. Lagipula Luhan sangat hapal tipe wanita seperti Jessica. Jessica merupakan wanita keras yang mungkin akan sulit untuk mengeluarkan airmatanya.

“ itu seragam milikmu. Besok kau berangkat bersama mommy. Cepatlah tidur. Jangan menangis terus.” Ujar Luhan mengusap puncak kepala Jessica pelan sebelum lelaki itu pergi meninggalkan Jessica.

 

***

 

“ yah! Xi Luhan! Kemana saja kau selama dua hari?” seorang lelaki berkulit agak kecoklatan itu terlihat bertanya pada Luhan saat Luhan baru saja sampai di kelasnya. Luhan tak menjawab pertanyaan dari sahabatnya tersebut dan memilih untuk duduk di bangku yang berada di samping sahabatnya tersebut.

“ apakah kau tidak sekolah karena kau kalah oleh Oh Sehun untuk kesekian kalinya?” ejek Kai membuat Luhan mendengus kesal. Sebenarnya Luhan sudah tahu jika dirinya akan menjadi bahan ejekan Kai saat dirinya masuk. Well, setidaknya ejekan itu memotivasinya untuk bisa mengalahkan Oh Sehun di sirkuit.

“ kau pikir aku semenyedihkan itu karena kalah dari Sehun. Kemarin aku sibuk mengurusi kepindahan calon tunanganku.” Ujar Luhan dengan nada yang terdengar sangat biasa saja namun cukup mampu membuat Kai terkejut. Kai memandangi sahabatnya tersebut dengan pandangan sedikit tidak percaya. Kai memang tahu betul jika Luhan sangat suka sekali menjahilinya. Tapi rasanya pernyataan Luhan kali ini terdengar serius.

“ kau berbohong?”

 

***

                Sebuah mobil berwarna hitam itu terlihat memasuki arena parkiran Hannyoung High School. Seorang wanita yang mungkin sudah cukup berumur itu keluar dengan gadis cantik berumur sekitar 17 tahun. Jessica Jung, gadis itu terlihat berjalan di samping ibunya Luhan, Victoria untuk pergi ke ruangan kepala sekolah.

“ Aku yakin gadis itu ada hubungannya dengan Luhan. Dia diantar oleh Ketua Dewan, ibunya Luhan. Beruntung sekali dia.” Samar-samar Jessica dapat mendengar percakapan beberapa siswi perempuan saat dirinya melewati sebuah kelas yang murid-muridnya terlihat keluar kelas dengan membawa baju olahraga. Sepertinya setelah ini mereka memiliki jadwal olahraga. Sedangkan Jessica, gadis itu terlihat tak menanggapi beberapa perkataan dari murid wanita itu. seperti biasa, ekspresi dingin itu saat ini terlihat menghiasi wajahnya.

 

***

                Semua murid di kelas itu terlihat memperbaiki posisi duduknya saat Jessica dan wali kelasnya itu memasuki kelas Jessica. semenjak ditinggalkan oleh Victoria, gadis itu terlihat terdiam seperti boneka hidup. Bahkan saat dirinya telah berada di depan kelas, Jessica benar-benar hanya menunjukkan ekspresi datarnya tanpa memberikan teman-teman barunya itu senyuman.

“ annyeonghaseo. Jessica Jung imnida. Aku pindahan dari San Fransisco. Mohon bantuannya.” Nada suaranya benar-benar tak menunjukkan ketertarikan sama sekali terhadap teman-teman barunya tersebut. Bahkan beberapa teman-temannya terlihat berbisik mengomentari sikap dingin Jessica. sepertinya wajah Jessica yang terlihat angkuh itu menambah kesan sombong pada diri Jessica.

“ Seo Joo Hyun, sepertinya lebih baik kau duduk di samping Taeyeon. Jessica membutuhkan bantuan dari ketua murid selaku murid baru.” Perintah guru tersebut pada gadis berambut coklat panjang. Mata Jessica terlihat membulat karena sedikit terkejut. Entah perasaan senang atau sedih yang harus ditunjukkannya saat ini. Sehun, kali ini Jessica melihat Sehun sedang memandanginya dengan pandangan penuh tanya.

“Jessica, kau bisa duduk di samping Sehun. Dia ketua murid di kelasmu.” Jessica terlihat melangkahkan kakinya sedikit ragu menuju ke tempat duduknya yang berada di samping Sehun. Lelaki itu terlihat tersenyum namun tentu saja menunjukkan pandangannya pada Jessica dengan pandangan penuh tanya. Sedangkan Jessica, gadis itu terlihat menghindari pandangan mata kekasihnya tersebut. Otaknya terus memikirkan cara untuk memberitahu kekasihnya perihal pertunangannya dengan Luhan.

“ aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya padamu. Yang jelas, sekarang kita sedang belajar. Aku tak bisa menjelaskannya sekarang.” Ujar Jessica saat dirinya telah duduk di samping Sehun sambil mengambil beberapa buku di tas miliknya. Sehun terlihat terus memandangi kekasihnya tersebut. Jessica menjadi cukup dingin sekarang, dan lelaki itu yakin pasti kekasihnya itu sedang memiliki masalah.

 

***

“ Jess, kau melihat apa?” tanya seorang gadis cantik bernametag Im Yoona pada Jessica yang saat ini terus memperhatikan Tiffany, kakak Luhan yang saat ini mungkin sedang mempermalukan atau bahkan membully gadis yang Jessica ketahui bernama ‘Seo Joo Hyun’ tersebut. entah mengapa, saat dirinya baru saja memasuki caffetaria di Hannyoung High School, pemandangan itu adalah pemandangan yang pertama kali menarik perhatiannya.

“ Oh. Kau melihat itu.” ujar Yoona terkesan tidak tertarik dengan apa yang dilihatnya. Selanjutnya Yoona terlihat menarik tangan Jessica untuk pergi lagi dari caffetaria tersebut, karena Yoona yakin setelah ini ada pemandangan yang mungkin tak ingin Jessica lihat sama sekali. Namun Jessica menahan Yoona untuk diam di tempatnya.

“ jadi perkataanmu benar tentang Sehun yang berselingkuh dengan Joo Hyun itu?” perkataan yang dilontarkan Jessica itu memang terdengar sangat datar bahkan tanpa ekspresi. Tapi Yoona benar-benar bisa merasakan kesedihan saat sahabatnya itu mengatakan hal tersebut. gadis bertubuh lebih tinggi dari Jessica itu terlihat mengeratkan genggaman tangannya pada Jessica, mencoba membuat perasaan Jessica lebih baik. Sedangkan Jessica terlihat menatap lurus Sehun yang sedang membantu Joo Hyun.

“ kita pergi sa…”

“ aku tidak mau.” Potong Jessica saat Yoona akan mengajak gadis berambut pirang itu pergi dari caffetaria. Tak hanya menolak ajakan Yoona, Jessica pun melepaskan genggaman tangan sahabatnya itu dan berjalan meninggalkan sahabatnya tersebut. pandangan Jessica terlihat mengarah ke arah Sehun yang saat ini sedang membantu Joo Hyun berjalan karena yang Jessica lihat sepertinya Joo Hyun selalu tak berkutik saat berhadapan dengan Tiffany.

Mungkin kali ini Jessica benar-benar telah dibutakan oleh Oh Sehun. Sebenarnya untuk apa dirinya mencampuri urusan Oh Sehun dan Seo Joo Hyun padahal pasti setelah ini semua orang akan mengetahui bahwa dirinya adalah tunangan Xi Luhan. Jessica sadar, jika kali ini dirinya mengatakan pada Seohyun untuk menjauh dari Oh Sehun pasti semua orang akan berpikiran yang aneh mengenai dirinya. Jessica memang mencintai Sehun, tapi rasanya Jessica tak akan melakukan hal yang membuatnya berada dalam keadaan yang buruk.

Kali ini Jessica pura-pura berjalan sambil memainkan smartphone miliknya. Beberapa kali Jessica mencuri-curi pandang pada seorang Oh Sehun. Sepertinya gadis itu tengah merencanakan sesuatu. Terbukti, beberapa saat setelahnya Jessica pura-pura tak sengaja menabrak Joo Hyun yang memang tak terlalu memperhatikan jalan.

Prang

Joo Hyun terlihat terkejut saat dirinya tak sengaja menabrak Jessica. sedangkan Jessica terlihat memandangi Joo Hyun dengan pandangan tajam yang terkesan meremehkan. Yoona yang baru saja berhasil menyusul Jessica terlihat menatap pemandangan di hadapannya tak percaya. Ayolah, Joo Hyun baru saja berurusan dengan Tiffany. Sekarang gadis itu menumpahkan makanannya di seragam milik Jessica, bukankah ini sebuah kesialan bagi Seo Joo Hyun. Ayolah, bahkan banyak murid Hannyoung School yang terlihat berkumpul untuk menonton pertunjukkan antara anak baru, dan mungkin Tiffany serta Chanyeol pada Joo Hyun.

oh my gosh! Jessie, are you okay?” Tiffany sedikit heboh saat dirinya menghampiri Jessica. Gadis yang merupakan calon kakak iparnya itu terlihat mengambil sapu tangan dari saku roknya lalu membersihkan makanan yang tumpah di baju seragam Jessica. sedangkan pandangan Jessica saat ini tertuju pada Sehun yang sedang membantu membersihkan baju seragam Joo Hyun. Jika dirinya mengatakan bahwa dirinya tak peduli atau bahkan baik-baik saja melihat pemandangan tersebut, maka itu semua bohong. Kenyataannya bahwa Jessica ingin sekali mengatakan pada Joo Hyun bahwa Sehun adalah miliknya, dan gadis itu tidak boleh dekat dengan Sehun.

“ Joo Hyun – ah. Sungguh, jika kau tak suka denganku, kau bisa mengatakannya padaku. Tak usah menggunakan Jessica untuk membalas perbuatanku padamu! Dan tak usah memasang wajah sok pasrah di hadapanku. Lihatlah apa yang kau lakukan pada Jessica.” ujar Tiffany terlihat menghakimi Joo Hyun. Kali ini, Tiffany benar-benar berbeda seperti yang biasanya Jessica lihat. Meskipun Jessica tahu, Tiffany melakukan hal ini untuk membelanya.

“ minta maaf padaku!” bentak Jessica terdengar cukup keras pada Joo Hyun yang berada di hadapannya. Pandangan matanya yang benar-benar cukup tajam itu terlihat tertuju pada Joo Hyun membuat gadis itu merasa sedang dihakimi. Beberapa orang termasuk Tiffany dan Chanyeol yang memang terbiasa melakukan pembullyan pada seorang wanita yang dibentak oleh Jessica terlihat terkejut. Pasalnya setelah membentak, Jessica terlihat menumpahkan minuman salah satu murid yang berdiri di belakangnya di atas kepala wanita bernametag ‘Seo Joo Hyun’ tersebut. apalagi dengan posisi Jessica sebagai murid baru di sekolah ini membuat orang lain memandanginya aneh. Sebenarnya bukan karena makanan Joo Hyun yang tumpah, Jessica meminta permintaan maaf Joo Hyun. Tetapi karena Joo Hyun telah dekat-dekat dengan Sehun.

“ Apa yang aku katakan saat di Amerika benar, kan? Kau ternyata sering dekat-dekat dengan gadis ini. Untuk apa kau menolongnya, huh?” sekarang giliran lelaki yang merupakan kekasih Jessica yang mendapatkan tatapan tajam dari seorang Jessica Jung. semua orang yang melihatnya tentu saja akan sedikitnya takut dengan gadis itu, ditambah lagi dengan fitur wajah Jessica yang memang selalu terlihat dingin membuatnya terlihat seperti Tuan Putri yang sedang marah. Tiffany sendiri, gadis itu terlihat tak bisa berkata-kata karena Jessica.

“ Chagiya. Apa yang kau lakukan? Biar saja noonaku yang selalu membully gadis ini. kau tak perlu ikut-ikutan.” Ujar seseorang menyelamatkan atmosfer yang tadinya sangat dingin menjadi mencair. Jessica terlihat melirik sebuah tangan yang memeluknya dari belakang. Gadis itu benar-benar membenci suara seseorang yang memeluknya. Gadis itu membenci suasana seperti ini. Lelaki yang memeluk Jessica dari belakang itu terlihat meletakkan telapak tangannya di depan mata Jessica untuk menghindari pandangan Jessica yang terus tertuju pada kekasih aslinya, bukan tunangan seperti dirinya. Ya, lelaki itu hanya tak ingin terjadi saling bertukar pandangan antara Jessica dan kekasihnya.

“ ah, maafkan calon tunanganku yang telah mengganggu momment romantis kalian. Kalian bisa melanjutkannya kembali.” Ujar lelaki yang merupakan tunangan Jessica itu sambil menarik Jessica dari caffetaria tempat dimana murid-murid di sekolahnya makan siang. Sedangkan Jessica hanya bisa pasrah tanpa bisa melakukan hal apapun jika sudah seperti ini.

“ yah! bubar-bubar. Ini bukan tontonan.” Ujar Chanyeol sambil mengajak Tiffany untuk pergi dari caffetaria setelah kepergian Luhan dan Jessica membuat murid yang lainnya kecewa karena tontonan gratis harus terhenti karena kedatangan Luhan tadi.

 

***

 

“ yah! Xi Luhan! Lepaskan! Kau pikir kau siapa bisa menyeret-nyeretku ke ruangan khusus dirimu dan teman-temanmu sekolah?” marah Jessica membuat Luhan melepaskan tangannya dari tangan Jessica. Pandangan Jessica yang memang selalu saja terlihat menantangnya untuk berdebat tidak membuatnya membalas Jessica dengan hal yang serupa. Luhan tahu betul, jika dirinya berdebat dengan gadis keras kepala di hadapannya ini tak akan pernah mendapatkan titik temu.

“ Jung Jessica, kenapa kau masih bertanya aku siapamu, huh? Aku calon tunanganmu. Mulai saat ini aku berhak mengaturmu.” Ujar Luhan membuat Jessica tertawa sinis. Sungguh menyedihkan bukan kehidupannya? Begitulah apa yang terdapat di pikiran seorang Jessica Jung. dirinya hanyalah boneka yang hanya bisa diatur-atur oleh siapapun. Oleh ibunya, sekarang Luhan juga berniat menjadikannya sebagai boneka? Ironis memang, namun itulah kehidupan Jessica Jung. terlihat membuat iri jika hanya dilihat dari luar. Tapi siapa tahu jika Jessica sendiri bahkan tak menginginkan kehidupannya tersebut.

“ ya, kau berhak mengaturku. Bukankah aku secara tidak langsung hanya boneka yang baru saja dijual oleh ibuku dengan perjodohan memuakkan ini? Harusnya boneka ini tak memiliki perasaan. Agar boneka ini tak pernah merasakan sakit. Iya kan?” perkataan Jessica membuat Luhan benar-benar merasa bersalah dengan apa yang dirinya katakan. Bahkan airmata seorang Jessica Jung terjatuh saat mengatakan hal tersebut. Luhan tak bermaksud mengatakan hal seperti itu. Hanya saja Jessica adalah tunangannya, dirinya tak ingin Jessica terlibat apapun dengan saingan terberatnya, Oh Sehun.

“ aku bahkan tak pernah mengaturmu. Karena aku hanya boneka. Bahkan kekasihku sendiri baru saja mempermainkanku. Bukankah itu membuktikan bahwa aku hanya bisa dipermainkan. Aku hanya boneka.” Ujar Jessica semakin terisak. Luhan terlihat menarik Jessica ke dalam pelukannya, membiarkan calon tunangannya itu menangis. Luhan benar-benar bingung dengan Jessica. gadis itu bahkan selalu menjadi gadis yang arogan, tapi mengapa saat bermasalah dengan Sehun gadis ini seperti benar-benar tersiksa.

“ kau yang mengatakan bahwa aku harus belajar mencintaimu. Bagaimana jika kau juga melakukan hal yang sama denganku. Belajarlah mencintaiku. Dan kau harus mengingat bahwa tak pernah sekalipun aku berpikir untuk mengatur hidupmu dan menjadikanmu sebagai boneka milikku.” Ujar Luhan membuat Jessica melepaskan pelukannya.

“ lupakanlah Sehun, dan belajarlah mencintaiku. Karena bagaimanapun aku yang akan menjadi calon suamimu kelak.” Jessica hanya memandangi Luhan dengan pandangan biasanya yaitu datar-datar saja saat Luhan mengatakan hal tersebut.

“ aku tidak bisa mencintaimu sebelum kau melupakan orang yang kau cintai. Lupakanlah gadis yang kau cintai dan mulailah mencintaiku. Maka pada saat itu aku akan berusaha mencintaimu dan melupakan Sehun.”

 

***

 

Tiffany terlihat memandangi Luhan dengan pandangan mengintrogasi saat dirinya memasuki ruangan khusus dimana Luhan dan teman-temannya berkumpul. Mata Jessica yang terlihat sembab akibat menangis membuat Tiffany yakin bahwa adiknya itu sudah berlaku macam-macam pada Jessica. sedangkan Chanyeol yang tadi datang bersama Tiffany terlihat duduk di samping Luhan.

“ Luhan – ah, apa yang kau lakukan pada Jessica hingga membuatnya menangis seperti ini?” tanya Tiffany namun Luhan terlalu malas untuk menjawabnya. Lagipula ini terlalu rumit dan sulit untuk dijelaskan.

“ bajuku kotor, jadinya aku menangis.” ujar Jessica beralasan yang benar-benar tidak masuk akal membuat Luhan tertawa keras. Sedangkan Chanyeol dan Tiffany terlihat mengerjap-ngerjapkan kedua matanya seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja keluar dari mulut Jessica.

“ Jess, bagaimana bisa wanita sedingin dirimu menangis hanya karena baju kotor? Sungguh lucu.” Ejek Luhan membuat Jessica menatap Luhan tajam. gadis itu terlihat bangkit dari duduknya dan memilih untuk meninggalkan tempat ini. lagipula sebentar lagi dirinya ada kelas, dan Jessica paling pantang untuk membolos.

“ aku pergi. Annyeong.” Pamit Jessica sambil meninggalkan Luhan, Chanyeol, dan Tiffany. Sedangkan Luhan terlihat menghela nafas berat. Benar-benar sangat sulit membuat Jessica menjadi ramah pada dirinya.

“ Luhan, Luhan. Lucu sekali melihat hubunganmu dan Jessica.” ejek Chanyeol membuat Luhan mendengus kesal.

 

***

                Kali ini hanya tersisa Sehun dan Jessica saja di kelas. Bel pulang sudah berbunyi daritadi, akan tetapi Jessica masih sibuk mencatat apa yang berada di papan tulis. Sedangkan Sehun masih menunggu Jessica selesai menulis. Sedaritadi Jessica terus menghindarinya, atau bahkan tak menghiraukannya. Maka dari itu Sehun harus menjelaskan kesalahpahaman tentang apa yang terjadi di caffetaria tadi.

“ kau berubah, Jess. Mengapa sifatmu berbeda saat kau berada di Korea?” Ujar Sehun ikut bangkit dari duduknya saat Jessica terlihat mengambil tasnya dan berniat untuk pergi. Gadis itu hanya memandangi Sehun tanpa ekspresi. Terdengar helaan nafas berat dari Jessica. sekilas Jessica hanya tersenyum kecil menanggapi perkataan yang dilontarkan oleh Sehun tersebut. Jika Sehun mengatakan bahwa dirinya berubah, dirinya tidak sepenuhnya berubah. Sebenarnya hanya Sehun yang bisa membuat dirinya menjadi gadis penurut, ceria. Hanya saja kejadian di caffetaria membuat Jessica menunjukkan sikap dingin bak tuan putri itu pada Sehun.

“ jangan pernah menolong Joo Hyun lagi. karena aku benar-benar tak suka.” Ujar Jessica tak sedingin seperti saat dirinya berbicara pada Luhan. Tapi wajahnya masih belum menunjukkan wajah bersahabat pada seorang Oh Sehun. Gadis itu terlihat duduk kembali di kursinya, begitu pun Sehun. Meski gadis itu benar-benar marah pada Sehun, tapi Jessica harus mengakui bahwa gadis itu ingin berlama-lama dengan kekasihnya tersebut. Gadis itu benar-benar merindukan Oh Sehun.

“ kau ingin orang-orang berpikiran tentangmu macam-macam saat aku menolongmu, dekat-dekat denganmu, dan mengakui bahwa kau adalah kekasihku? Bagaimana pun juga semua orang tahu bahwa kau memiliki hubungan dengan …”

“ aku akan bertunangan dengannya.” Potong Jessica membuat Sehun menoleh ke arah gadis itu. sehun hanya tersenyum lirih setelah mendengar pengakuan dari Jessica. sedangkan Jessica terlihat menggigit bibirnya kuat-kuat untuk menahan tangisnya. Setidaknya gadis itu harus menyiapkan apapun yang dikatakan oleh Sehun yang mungkin akan menyakiti hatinya.

eommamu menyuruhmu?” tanya Sehun namun hanya ditanggapi oleh anggukan pelan dari seorang Jessica Jung. Tubuh Sehun terasa lemas setelah mengetahui bahwa eomma Jessica lah yang menyuruh kekasihnya itu untuk bertunangan dengan pria lain. Ada perasaan tidak rela dalam hati Sehun untuk melepaskan gadisnya itu. bayangkan saja, hubungan yang telah dirinya jalani semenjak sekolah dasar harus berakhir begitu saja. hubungan yang awalnya hanya dilakukan karena mengikuti banyak orang dewasa yang berpacaran ternyata mampu membuat Sehun maupun Jessica sulit untuk melepaskan satu sama lain. Terlalu banyak kenangan yang mereka lakukan bersama. Sehingga pada saat seperti ini, keduanya merasa benar-benar tersiksa untuk melepaskan satu sama lain.

“ apakah masih ada harapan untuk hubungan kita?” tanya Sehun memandangi Jessica yang tetap menatap lurus ke depan tanpa membalas pandangannya. Jessica hanya terdiam tak menjawab pertanyaan dari Sehun tersebut. jika dirinya mengatakan masih, pada kenyataannya hubungan Jessica dan Sehun sudah tidak ada harapan lagi. Tapi gadis itu sama sekali tak bisa melepaskan Sehun.

“ kupikir janji kita dulu memang hanyalah janji anak kecil. Apakah aku harus melepaskan gelang ini?” tanya Sehun sambil menunjukkan gelang yang sama Jessica gunakan. Jessica terlihat memejamkan matanya sambil menghela nafas berat saat Sehun mengatakan hal tersebut. jika airmata bisa Jessica jadikan tinta untuk menuliskan seberapa besar kesedihannya, mungkin Jessica akan menuliskan kesedihannya itu lewat airmatanya. Apakah perkataan Sehun itu adalah akhir dari semuanya? Jika iya, bisakah Jessica membuka hatinya untuk Luhan? Rasanya akan sangat sulit bagi Jessica.

“ bukan maksud untuk mengingkari janji yang dulu pernah kita buat. Tapi keadaanlah yang membuatku mengingkari janji tersebut. maaf.” Isak tangis Jessica terdengar cukup jelas membuat Sehun menarik Jessica ke dalam pelukannya. Sehun benar-benar mencintai gadis itu, jadi saat Jessica terlihat sangat tertekan seperti ini, maka Sehun akan merasakan hal yang sama. Jika memang membiarkan Jessica pergi adalah hal yang terbaik, maka Sehun akan membiarkannya. Lagipula Sehun tak ingin membuat usaha Jessica untuk selalu menuruti perkataan ibunya itu menjadi sia-sia. Membiarkan Jessica tetap bersama Luhan menurutnya adalah hal yang terbaik.

“ jika hubungan kita memang tak ada harapan. Bolehkah aku membagi hatiku untuk gadis lain? Dan tak tertuju untukmu saja?” perkataan yang dilontarkan oleh Sehun benar-benar membuat dada Jessica benar-benar menjadi sangat sesak. Bahkan Jessica seras lupa caranya untuk bernafas, benar-benar sangat sulit. Bukan perkataan itu yang diinginkan dirinya untuk keluar dari mulut Sehun. Tapi memang bukankah dirinyalah yang mengisyaratkan bahwa hubungan mereka sudah tidak ada harapan. Bukankah Jessica pula yang menyetujui perjodohan ini? jadi Jessica mau tak mau harus melepaskan Sehun.

Advertisements

56 thoughts on “[Series] Love Business (Chapter 2)

  1. Oh my to the God
    Kasihan hunsica nya sih tapi biarpun begitu kok sehun bisa ngomong maya gitu sih -_-
    Tapi emg chemistry nya lebih dapet ke lusica buat aku hehe 😀
    Kece deh lanjutannya, next part will be waited by readers so fight for writing ya thooor hehe 😀

  2. Hiks :'(,ksian sica nya kyak boneka yg dipermainkan’
    luhan kmu hrus buat sica ceria lagi okey #maksa
    sehun jht msa sempet2nya blang gtu sma sica,saat sica lgi terpkul <\3 '
    ditnggu klnjutannya'hwaiting 🙂

  3. Yaampun thor jjang bgt ceritanya hehe aku suka disini jessica elegan bgt trs luhan nya sosweet bgt ama sica huahaha thor next chapter nya jgn lama2 yah ga sabar

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s