De Javu

de javu

 

Title : De Javu

Author : AutumnFlow

Cast : Xiumin EXO | Tiffany GG | Sehun EXO

And Other for Minor Cast

Leght : Ficlet

Ranting: T

Disclaimers : Pure from my  mind . Don’t bash. Don’t Be plagiat please. Thank SM Den for u Insp.

 

 

DE JAVU

 

Aku seorang pekerja paruh waktu, tak kurang tak lebih. Namaku Kim Min Seok.

 

 

Sekali lagi saat hujan gadis itu memandangi jendela.

.

.

.

.

Saat itu adalah hari ke-empat ku bekerja. Disana. aku selalu saja melihat gadis itu duduk pojok, memesan americano dan cemilan manis lalu melihat kearah jendela termenung. Dan aku mulai penasaran, ada apa gerangan dengan gadis cantik itu. Apakah dia sedang menunggu kekasihnya ?.  menunggu sesorang yang tak kunjung datang. aku bertanya kepada JongIn. Ada apa dengan gadis yang selalu terlihat penyendiri juga murah senyum itu. Dengan singkat pelayan pria yang pertama kukenal setelah bekerja di cafe ini itu menjawab dengan senyuman yang misterius.  Aku mencoba bertanya lagi. Adik kecil dicafe ini itu pun mendesah sambil menuangkan air hangat.

“tanya sendiri, Hyung ?”

okey. Itu jawaban terburuk. Ia mulai tersenyum misterius lagi sambil membubuhkan bubuk cofee. Aku bersandar pada meja kasir dan memukul punggung jongin dengan sedikit kasar. JongIn pun hanya terkekeh tak merasa kesakitan sama sekali.

“kau tertarik padannya Hyung?” ucapnya.

Aku menyahut nampan yang dibawa pria berkulit kecokelatan itu. Melupakan hal yang kutanyakan tadi memang terlalu mudah untukku. Dan segera saja aku memalingkan muka bertanya kepada siapa pesanan ini. Jongin menunjuk gadis yang termenung di pojokan itu sambil kembali mengeluarkan senyuman sok  kerennya. Yah mau tak mau aku harus melayani pelanggan bukan.

tak begitu banyak pengunjung hingga beberapa pelayan pun nampak leluasa menghabiskan waktu luang yang tersisa sebelum akhirnya kembali bekerja. Aku meletakkan pesanan di meja gadis itu. Seperti menyadari keberadaanku gadis itu tersenyum membantuku meletakkan beberapa makanan yang dipesannya.

“Jika ada sesuatu yang kurang silahkan panggil salah satu pelayan” ucapku.

Si gadis hanya mengangguk tersenyum manis sebelum akhirnya mengucapkan ucapan terima kasih dengan suara khas yang serak.Aku handak pergi meninggalkan gadis yang mulai memakan salah satu pesanannya itu tetapi fikiran tentang pertanyaanku yang kuajukan pada jongin tadi begitu mengganggu hingga kuputuskan kemabanli menuju meja gadis itu dan duduk di depannya. Dan ia pun hanya terbengong sambil menanyakan

“ada apa ?”

Aku pun menghembuskan nafas berat hingga rasanya benar benar siap untuk melontarkan pertanyaan pertama tanpa mengenal terlebih dahulu nama gadis. itu aku pun langsung bertanya dengan sedikit targagap.

“apa yang membuatmu terus termenung disini sepanjang waktu?”

Dan sebagai respon gadis itu tersenyum kepada salah satu penjaga cafe yang tengah mempbersihkan meja disamping kami,  yang tak lain Jongin dan langsung  tersenyum ke arahku. Aku menggeleng tak mengerti tentang senyum jongin. Apa dia mengerjaiku?. Fikirku.

“Sebelumnya siapa namamu?, sepertinya kau pelayan baru disini. Aku dengar kau menanyakanku kepada jongin.” Ucapnya tersenyum ramah yang berhasil membuatku tersenyum keki.

“kau selalu saja berada di meja ini, setiap hari dan selalu saja seperti orang patah hati menghadap keluar jendela” aku berhenti sejenak menerangkan. Memberi jeda dengan jawaban selanjutnya yang pastinya menjadi inti jawabannya.

“namaku Kim Minseok. Part time disini dan aku seorang mahasiswa! Bukan anak SMP !” Ucapku sebagai jawaban pertanyaannya dan menekankan kata-kata terakhirnya. membuat gadis itu tertawa anggun.

“aku Tiffany Hwang , yah.. kufikir wajahmu terlihat sedikit mengelabuhi semua orang yang pernah bertemu denganmu,”dia tertawa. Dan berhenti dengan hekaan nafas.

“dan alasan kenapa aku selalu saja disini…”

 

 

Itu satu tahun lalu..

 

Semenjak setahun itu, aku bahagia bisa menjadi salah satu yang bisa membuatnya tersenyum dengan menampilkan mata tersenyumnya yang indah itu. Menjadi seorang yang selalu menjadi tempat cerita tentang segala hal.

selain satu hal.

Ia dengan mudahnya menceritakan tentang kakaknya yang memiliki pacar, dan temannya yang selingkuh dengan pacar satu klubnya. Tetapi ia sama sekali tak pernah menceritakan tentang kisah cintanya. Sesekali aku memancingnya, dengan mengatakan atau menceritakan tentang mantan kekasihku. Tetapi ia selalu saja mengalihkan pembicaraan.

Aku benar benar penasaran. tapi, kulihat seksama dari caranya menceritakan kisahnya satu persatu, ia sepertinya belum memiliki kekasih.  Aku yakin itu. maka dari itu, mulai saat itu (saat aku menyadari ia benar benar tidak memiliki kekasih). aku berusaha mencarikan dia kekasih. hatiku yang selalu berniat seperti demikian.

Mungkin karena dia sudah kuanggap sebagai adik perempuan hingga ia begitu istimewa. apa yang membuatku merasa seperti itu dan ia pun mengatakan hal yang sama. Bahkan ia mengatakan  aku jauh lebih baik ketimbang kakaknya yang sebenarnya. Dan secara tidak resmi kami telah menjadi sepasang saudara yang tak memliliki hubungan darah juga surat pernyataan yang resmi.

Ia ceria, berbeda dari kesan pertama saat aku melihatnya. Kufikir ia seseorang yang kaku dalam pergaulan. Dan sifat cerianya itu yang membuatku terus merasa nyaman didekatnya hingga membuat JongIn, Yi Xing, Luhan dan Baekhyun serta beberapa pelayan yang bekerja disana bertanya tanya. Apakah aku kekasih Tiffany ?.Tentu saja aku hanya menjawabnya dengan gelengan dan menjawabnya “dia adikku” dan kurasa itu juga masih menjadi pertanyaan sendiri bagi orang orang yang menanyakan itu maupun berfikir tentang hubunganku dengan Tiffany, si gadis pojok cafe.

 

 

 

Hari itu, Hari berhujan.

Hujan turun di musim panas membuat cafe terlihat sedikit lebih ramai dikarenakan beberapa pegunjung mempunyai niat untuk berteduh sekaligus menikmati minuman hangat, tak ada salahnya. Dan hal itu sama sekali membuatku tak bisa meluangkan waktu untuk mengobrol bersama Tiffany yang sekarang terlihat seperti saat sebelum mengenal diriku. Ia termenung, mengamati tetesan air hujan yang dapat ia lihat dengan mudah karena sampingnya adalah dinding kaca yang memproyeksikan hal yang terjadi diluar cafe ini untuknya.

“selamat sore”  salam dari Lu Han pria cina yang wajah cantik yang menghipnotis pria maupun wanita. padahal dirinya berkoar-koar pada kami adalah tulen seorang pria.

Seorang pelanggan masuk dengan kepayahan membersihkan tetesan air hujan yang mengenainya selama perjalannya menuju kemari. Kulihat pria yang kurasa lebih muda dariku (dalam urusan umur, dan tidak untuk wajah) itu melihat sekeliling memeriksa keadaan sebelum akhirnya memberikan raut wajah yang menunjukkan bahwa ia kecewa.

“maaf ada yang bisa saya bantu “ ucap luhan.

Pria itu mengangguk “apakan masih ada tempat kosong..?”

Luhan memberikanku kode untuk melihat sekeliling apakah masih ada kursi kosong. Aku mulai meneliti jeli. Sama sekali tak ada meja yang tersisa, tetapi aku solusi yang tepat. Aku memanggil Luhan untuk menggatikanku membuat pesanan meja no 3. aku menempatkan diriku untuk menggantikan luhan memberikan solusi yang pas.

“apakah kau keberatan jika aku tempatkan dengan orang lain, kulihat kau kesini hanya untuk berteduh bukan?” ucapku sopan. Dia tersenyum mengangguk sebagai tanda setuju.

Aku mengajaknya berjalan, menuju meja no. 18. Tempat yang hanya memiliki satu penghuni disana meskipun ada 2 kursi yang disediakan. Dan tentu itu meja pojok, dekat dengan dinding kaca yang terdapat seorang gadis merenung, melihat keluar jendela dengan tatapan sendu.

“Tiff.” Panggilku untuk membuatnya tersadar dari lamunannya, dia menoleh sambil tersenyum.

“ada apa oppa?” ucapnya sambil melihat pria yang berada dibelakangku yang tak lain adalah pria yang tak kebagian meja itu.

“bolehkan, kalau pria ini menumpang sebentar disini,  ia juga hanya menunggu hujan, toh sebentar lagi hujan juga sudah reda. Tak apa kan?” ucapku dengan sedikit manis. Dan tentu saja tanpa mengira ia selalu saja menganggukkan kepala.

“terima kasih. Sebagai gantinya aku berikan  bonus satu Americano. Dan kau, mau pesan apa ?” tanyaku sambil menyiapkan sesobek kertas dan bergantian menoleh kepada pria itu.

“sama dengan dia “ ucapnya.

Aku pun mengangguk dan segera menyiapkan pesanan.

itu perasaanku atau bukan. Aku telah menemukan hal terbaik yang pernah kucari. Kurasa ada sesuatu hal yang misterius yang terus membisikiku tentang hal itu. Hal yang selama ini kucari. Kekasih untuk seorang Tiffany Hwang.

Kulihat sambil terus menuangkan air panas, melayani keduanya tampak asyik mengobrol. sudah kuperkirakan Tiffany bukanlah orang yang tak sulit untuk berbicara. Dan itu salah satu keunggulan milik adik palsu ku itu. Dan mungkin setelah semuanya lenggang, ia menungguku untuk bisa mendengarkan ceritanya. Dan pasti kali ini ia menceritakan tentang pria itu. Aku Yakin itu.

 

 

“namanya Oh Sehun, dia sebaya denganku, dia suka sekali dengan bubble tea. Kulihat wajahnya sepertinya ia nampak tak asing bagiku. Dan sepertinya kali ini aku mengalami de javu dengan pria itu”

Ucap Tiffany.

 

 

Hari berlalu,

 

dan hari kedua saat mereka bertemu kurasa mereka berencana untuk melakukan pertemuan kedua di cafe tempaatku bekerja. Dan semua tampak lancar seperti yang kukira. Semua tampak bahagia, ia dan pria bernama Sehun itu mereka semakin dekat. Kedekatannya bukan hubungan seperti ku dengannya. Tetapi seperti benar benar sepasang kekasih yang membuat semua iri dengann semua kemesraan yang mereka lakukan. Mereka semakin dekat, walau akhirnya si pria sama sekali tak pernah mengutarakan rasa suka yang ia sembunyikan.

Mereka berdua berkencan yang berakhir dengan manis. Sore itu mereka bercengkrama tanpa henti dan tak sadar cafe ini segera tutup. Aku mengatakan dengan menyesal bahwa mereka harus pergi dan melanjutkan kencan ditempat lain, mereka bergandengan tangan berdiri lalu menundukkan kepala tanda salam.  Lalu pergi dengan pamit untuk berkencan. Hubungan itu terus terjalin hingga saat itu. Saat di mana semua yang terjalin menjadi awal yang baru dan tak diduga oleh Tiffany.

 

 

“Matahari tak selalu bersinar cerah, ada kalanya suatu saat matahari akan terpejam untuk selamanya”

 

 

 

3 bulan hubungan antara Tiffany Hwang dan Oh Sehun.

 

 

Malam Hari, kali ini kulihat Tiffany terus saja terduduk di mejanya sedari tadi. Wajahnya yang tersenyum cerah seperti biasa masih termenung kembali menatap jendela kaca di sampingnya. Kufikir itu hal yang aneh karena,  Kenapa pria Oh Sehun tak datang padahal gadis itu telah menunggunya hingga larut malam?. Aku yang bertanya tanya dan membatin dalam hati.

Ada apa?.

Kalau difikir fikir sudah sejak7 hari lalu saat diriku menagambil cuti 7 hari tak masuk kerja dikarenakan ujian kuliah.  Kudengar desas desus bahwa Oh Sehun tidak datang ke cafe lagi. Aku mencoba mengirim pesan singkat pada Tiffany. Tapi sama sekali tak ada respon hingga akhirnya aku kesal dan sama sekali tak menjalin kontak dengannya.

hari ini saat pertama kalinya kulihat gadis itu setelah lama mengambil cuti. Ekspresinya sama, masih dengan senyum hangat juga sapaan ramahnya, tetapi satu yang ganjil, benarkah desas desus itu Oh Sehun tak datang ?. Aku pun yang hanya mengamati dari jauh sama sekali tak berani bertanya. Takut kalau aku salah dan akhirnya membuatnya menangis. Jadi, selama tujuh hari itu apakah ia mengalami saat saat yang sulit? Apakah dia menangis? .

 

aku merasa diriku tak berguna sekarang

 

 

 

Pukul 20.00. saat cafe hendak tutup di hari yang sama

 

 

 

Ia berdiri sambil menghela nafas melangkah kan kakinya kearah ku yang sedang membersihkan meja dekat dengan pintu masuk keluar, aku masih menjaga jarak dengannya.

“Oppa tak bertanya apa alasanku  sekarang, duduk disini ?” ucapnya.

Aku menegakkan badan, Mengangguk ringan sambil memasang tampang bodoh.Ia tersenyum manis seperti biasa.

 

 

“alasanku disini, aku sedang menunggu de javu lagi”

Ucapnya.

Ternyata jawaban yang sama.

Dan aku mengerti sekarang ia menjawab seperti ini saat itu

Saat pertama kalinya kami berjumpa.

.

 

Fin

 

 

Aloha ^^. Aku nyempil sedikit dengan cerita yang mudah mudahan mudah dimengerti -.-“. Stelah nulis ini aku baca lagi satu kali tapi hasilnya. JDUARR!! Aku sama sekali nggak mudeng apa yang aku ketik T.T. haha maaf untuk readers yang bingung dengan ff kemarin. Aku nggak sempet jawab karena limitnya pulsa.

Thank SM sama Temen temenku yang udh memberi pencerahan pencerahan expclly, Nekochan.Den ^^. Yang memberi insp insp selama ini.dan juga sahabat sahabatku WdA. Yoorim. Juga Hyung tersayangku Cho Kyuri.

Thank SM juga yang udah mau baca ff-ffku ditahun kemarin yang udh mau ngecommennt, ninggalin jejak, dan mengoreksi kesalan juga pertanyaan pertanyaan yang kalian ajukan. and kalau yang bingung comment ajje ^^. terus ini baru aja aku edit karena ternyata yang aku osting tadi sketsa kasarnya😄

Ff pertama tahun 2014.

Maaf kepanjangan😄.

 

 

 

 

20 thoughts on “De Javu

  1. Gaya bahasa beeeh bagus banget thor ^^ aku suka sudut pandang orang pertama😀
    Tapi …. sejujurnya aku ngga ngerti maksud ff ini #Lemot

    • Makasih udh mau baca dan ninggalin jejak ^^… dan ini jawaban untuk comment2 dbawah juga.
      Xiu it knalan ama tiffany trus jadi sahabat dket layaknya kakak adek. Xiu tanya kenapa tiff selalu kecafe itu dan mernunh dtempat yg sama. Dan xiu pny inisiatip utk mencarikan pacar tiff. Lalu ketemulah sehun. Hubungan sehun tiff berjalan mulus dan sehun belum mengakui bahwa dia suka ama tiff. Dan tiff jg mulai suka ama sehun. Sampai suatu hari saat xiu gak kerja 7 hari. Dihri prtama xiu masuk ke kafe itu ngeliat tiffany duduk sndiri nd smpek cafe itu mau tutup. Akhirnya xiu tanya kenapa tiff terus duduk dsana. Dan tiff njawab sama kayak saat xiu brtanya sprti itu diawal mereka knalan.XD

  2. aku suka ceritanya, mungkin karena bahasanya jadi gak terlalu dimengerti tapi kalo ngerti, nih ff bagus bgt, aku suka bgt apalagi bagian yg endingnya, kata-katanya bagus, ditunggu karya yg lainnya thor, fighting (9^.^)9

  3. Gaya bahasa itu loh thor keyeeeen (y)😀

    Rada ga mudeng sm jalan ceritanya tapi pas baca commentnya mulai ngerti deh . Keep writing! Saya new reader😀

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s