[Freelance] Tales of 9 Death Angels (BaekYeon – Part 2)

Tales of 9 Death Angel BaekYeon

Tales of the 9 Death Angel (Taeyeon and Baekhyun, Part 2)

Author             :  _agrn

Main Cast        : Taeyeon and Baekhyun

Other Cast       : Sooyoung, Kai, Luhan, Yuri, Sunny, Yoona

Genre              : Romance, Fantasy, Family, Friendship, Sad.

Rate                 : PG 15

Length             : Multichapter

A/N                 : Sekali lagi, maafkan atas keterlambatan author dalam mempost ff. -_- makasih buat yang masih mau baca,wkwkwk… Oiya, author baru bikin wordpress nih. Kalau ada yang mau main… silahkan yaah à infinitelya.wordpress.com

Ok, segitu aja. DON’T LIKE DON’T READ and Happy Reading~

oOoOoOo

“K..Kai…”

Gumaman dan rintihan Baekhyun terdengar oleh Taeyeon. Suara yang khas itu jelas Taeyeon kenali meskipun ada di tengah-tengah keributan ini.

“Baekhyun-a!!”seru Taeyeon ketika Baekhyun jatuh terduduk, masih dengan nafas yang terengah-engah dan peluh yang menetes dari ujung dagunya. Baru saja Taeyeon bergerak untuk menghampiri Baekhyun, sekelebat bayangan hitam muncul disamping Baekhyun dan membentuk sesosok makhluk bersayap hitam dan berkulit gelap. Taeyeon yakin itu malaikat lainnya.

Malaikat itu memapah Baekhyun dan bersiap mengepakkan sayapnya. Sebelum ia pergi, ia menatap Taeyeon yang masih menunjukkan raut khawatir. “Bersenang-senanglah, setelah selesai, pulanglah dan semua akan menjadi normal”

Kemudian malaikat itu pergi meninggalkan Taeyeon. Taeyeon masih menatap tempat dimana mereka berdua menghilang (ya, bukannya terbang, tapi menghilang). Apa yang membuat Baekhyun menjadi seperti itu? Apa dia salah bicara?

“Itu Jung Krystal dan Kwon Yuri”

Ia hanya mengucapkan itu. Apa mungkin Baekhyun merasakan sesuatu yang berhubungan dengan masa lalunya? Apakah ia akan merasa sakit ketika tahu masa lalunya?

Tapi, kenapa dia jadi mengkhawatirkan Baekhyun?

oOoOoOo

“Sooyoung Noona!!”

Sooyoung menoleh dan jelas kaget ketika melihat Kai datang membawa Baekhyun yang terlihat sangat menderita.

“Letakkan dia disana!”Sooyoung menunjuk sebuah tempat tidur. Ia segera memeriksa Baekhyun dan terkejut ketika menyadari adanya kesamaan Baekhyun dengan Hyoyeon dulu.

“Ada apa? Apa dia mengingat sesuatu di masa lalunya? Apakah yeoja tadi adalah kuncinya?”tanya Kai.

Sooyoung menggeleng. “Tidak. Tapi tadi dia memang mengingat sesuatu tentang masa lalunya.” Sooyoung menatap Kai. “Apakah Jung Krystal adalah adik dari tunangannya itu?”

“Mungkin saja. Marga mereka sama”ucap Kai enteng. “Jadi bagaimana? Apa kita harus menukar tugasnya dengan orang lain?”

“Jangan..”

Desisan Baekhyun terdengar ditengah obrolan serius Kai dan Sooyoung. Mendengar penolakan Baekhyun, Sooyoung langsung menatapnya tajam. “Apa maksudmu jangan, Byun Baekhyun?”

“Kumohon Nona Choi, biarkan aku menyelesaikan permintaannya yang kedua. Setelah itu aku akan menukar tugasku dengan orang lain. Kumohon, Nona Choi”ujar Baekhyun dengan nada serius sekaligus memohon.

“Apa kau ingin jatuh cinta padanya dan berakhir menyedihkan seperti Hyoyeon dan Sunny?!!”bentak Sooyoung, membuat Baekhyun bahkan Kai terdiam.

“Aku menyarankan yang terbaik untukmu Byun Baekhyun. Tugas turun ke bumi itu hanyalah tugas tambahanmu bukan? Kau turun ke bumi untuk menjalankan tugas yang kuberikan! Kau seharusnya mengutamakan itu! Seharusnya tidak masalah jika orang itu bukan Kim Taeyeon!!”seru Sooyoung lagi.

“Noona”

Sooyoung menoleh pada Kai. “Biarkan dia menyelesaikan permintaan kedua Kim Taeyeon. Biarkanlah”bujuk Kai.

Sooyoung menghela nafas. Ia lemah terhadap bujukan Kai dan juga lemah dengan tatapan memohon seperti yang Baekhyun tunjukkan. “Kuberi waktu dua hari untuk menyelesaikan permintaan kedua Kim Taeyeon. Setelah itu, kau tidak boleh mengurusi urusannya lagi”

Baekhyun tersenyum walaupun wajahnya masih pucat. “Terimakasih, Nona Choi. Apa aku sudah boleh pergi?”

“Sebentar, setelah aku mengambil beberapa pil.”

Sooyoung berjalan menuju rak pil, namun Kai menahan lengannya. Namja itu segera berbisik. “Aku tidak peduli dengan tugas yang noona berikan, tapi jangan beri dia pil selain pil untuk rasa sakitnya Noona”

Sooyoung berbalik, ingin memprotes Kai, namun Kai telah pergi. Sekali lagi, ia menghela nafas. Tangannya yang hampir menyentuh pil baru buatannya ia jauhkan. “Kau tahu sekali aku berniat menghilangkan perasaannya”

Ya, Sooyoung tahu kalau perasaan terlarang itu mulai tumbuh pada Baekhyun… dan juga Kai.

oOoOoOo

Taeyeon menghela nafasnya. Ia sudah terbaring kembali di tempat tidurnya. Tadi dia pulang sendirian. Mengganti  bajunya dan langsung berbaring di tempat tidurnya. Ia masih terbayang Baekhyun yang terlihat kesakitan dan tersiksa.

Taeyeon bangun dari tidurnya dan menghela nafas. “Apa yang terjadi sebenarnya?”

“Apa yang kau maksudkan?”

Taeyeon membelalak dan menatap Baekhyun yang telah duduk di tepi jendela. “Baekhyun-a! Kau kembali?!”serunya terkejut.

Baekhyun mengangguk-angguk lalu tersenyum mengejek. “Kenapa? Kau mengkhawatirkanku? Kau rindu padaku?”

Taeyeon mengalihkan pandangannya dan menjawab “A..Aniya… siapa bilang aku merindukanmu!”ucap Taeyeon. Yeoja itu berusaha menyembunyikan rona merah di wajahnya.

“Kau baru saja mengatakannya bodoh”

Taeyeon terdiam dan semakin membelalak ketika sadar Baekhyun sudah ada didepan matanya. Namja itu menatapnya dalam jarak yang begitu dekat.

“KYAAAAAA!!!!!!!!!”

“Taeyeon-a!!”

Luhan membuka pintu dengan kuat hingga pintu itu terbanting. Untung tidak hancur. Namja itu menatap Taeyeon yang memerah wajahnya. Dibelakang Luhan ada dokter dan dua orang suster.

“Ada apa?! Kenapa wajahmu memerah?! Apa ada yang sakit?! Kau melihat penjahat?! Atau apa?!”tanya Luhan bertubi-tubi.

“A..Aku…”jawab Taeyeon terbata-bata. Mana mungkin dia berkata kalau dia berteriak karena seorang malaikat menatapnya dalam jarak yang sangat dekat? Baekhyun tak bisa dilihat orang lain, dia bisa dianggap gila! “A..ada tikus besar lewat didepanku…. A..aku kaget, jadi berteriak..”

“Tikus?! Besar?! Di kamarmu!?”teriak Luhan. Dokter yang dibelakangnya segera memerintahkan para perawat dan suster untuk mensterilkan ruangan Taeyeon dan mencari tikus itu.

“Ne Oppa! Besar, hitam dan menjijikkan!!! Bahkan tikus itu…”

Baekhyun yang melihatnya terkekeh kecil. Taeyeon sibuk menceritakan betapa menjijikkannya tikus itu, dan Luhan menatapnya dengan serius. Pasangan kakak-adik yang cocok.

Baekhyun kembali terdiam saat mengingat wajah Taeyeon yang memerah saat ia tatap dan saat ia goda. Dulu memang dia mencap Taeyeon sebagai yeoja jelek, tapi tadi.. entah kenapa Taeyeon terlihat sangat cantik. Bahkan mengalahkan Sooyoung dan Yoona.

Wajah Baekhyun ikut memerah, dia menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia tidak boleh begini. Dia tidak boleh melanggar janjinya pada Sooyoung. Cukup dia meminta untuk bisa mengabulkan permintaan kedua Taeyeon.

Baekhyun menghela nafas, ia pun berjalan kearah jendela dan terbang diantara gelapnya malam.

oOoOoOo

Baekhyun melayang diatas atap stasiun tv tempat Kwon Yuri berada. Tepatnya tempat dimana ia mengenang nama Jung Krystal. Sampai sekarang dia masih tidak mengingat siapa itu Jung Krystal. Tapi, yang paling penting sekarang adalah cara dia membuat Taeyeon mengajukan permintaan keduanya dalam waktu dua hari.

Suara pintu terdengar, tanda ada seseorang yang memasuki area atap. Baekhyun tidak mengkhawatirkannya karena dia tak terlihat, tapi ternyata orang itu adalah Kwon Yuri. Kwon Yuri bisa melihat malaikat maut karena dia juga akan mati sebentar lagi, maka dari itu Baekhyun bersembunyi.

Kwon Yuri duduk ditengah-tengah atap, memeluk lututnya dan terisak pelan. Sepertinya dia sudah lama menahan tangisnya. “Tenang Yuri… 5 hari lagi kau akan mati… kau akan meninggalkan semuanya…”

Baekhyun tetap diam walau mendengar gumaman Yuri. Namun matanya membelalak saat melihat Kai muncul secara tiba-tiba dihadapan Yuri. Namja itu awalnya hanya diam dan menatap Yuri dengan pandangan datarnya, namun lama-kelamaan berlutut lalu memeluk Yuri.

Jika Sooyoung tahu, Baekhyun tidak bisa membayangkan apa yang akan Sooyoung lakukan. Kini Baekhyun bingung. Haruskah dia memberi tahu Sooyoung dan membiarkan momen bahagia temannya ini hancur? Atau haruskah dia berpura-pura tidak tahu?

“Menangislah. Jangan kau pendam sendiri.”ujar Kai, menyadarkan Baekhyun dari pemikirannya. Baekhyun menatap kedua makhluk itu lagi, dan terkesiap saat Yuri membalas pelukan Kai. Yeoja itu bahkan menangis kencang.

Tidak. Yang memberinya kesempatan turun ke bumi, yang memberinya kesempatan untuk bertemu Taeyeon dan yang mengabulkan permohonannya agar bisa mengabulkan permintaan kedua Taeyeon adalah Sooyoung. Mau bagaimanapun, Baekhyun tetaplah berkewajiban atas tugas khusus Sooyoung. Ia harus melaporkan ini pada Sooyoung.

Yuri dan Kai yang terus berpelukan itu memberikan waktu bagi Baekhyun untuk melaporkannya pada Sooyoung. Seperti yang ia prediksi, Sooyoung terdengar marah besar. Dan terdengar kecewa pula.

“Aku… adalah makhluk terjahat didunia…”ujar Yuri tiba-tiba. Sekali lagi, Baekhyun terfokus pada mereka. Beruntung ia sudah selesai mengubungi Sooyoung.

“Aku membunuh temanku sendiri. Aku membunuhnya demi mendapat perhatian dari semua orang. Padahal dia tidak bersalah. Dia selalu tersenyum padaku. Dia menyemangatiku saat kami masih trainee. Dia selalu membantuku. Dia tidak pernah berperilaku atau berpikiran buruk tentangku tapi aku membunuhnya!!!”

Baekhyun tidak bodoh. Ia tahu yang dimaksud Yuri disini pastilah Yoona. Yoona, malaikat berparas cantik namun sedingin es. Apakah ini yang membuatnya menjadi dingin? Apakah ini yang membuatnya begitu? Mendendam pada temannya yang membunuhnya, dan yang membuatnya menjadi makhluk abadi pencabut nyawa.

Tapi Yoona mati karena dibunuh, dan dia adalah malaikat tingkat bawah. Yuri masih hidup untuk 5 hari ke depan. Kalau Yoona memang mendendam pada Yuri, Yoona pasti memilih pilihan pertama, dan Yuri sudah mati sekarang. Lalu apa yang membuat Yoona terlihat masih memendam sesuatu sampai sekarang?

“Malaikat… punya kasta masing-masing”

Baekhyun mengalihkan pandangannya pada Kai. Kai pasti akan menjelaskan tentang kasta-kasta pada Yuri. Ada baiknya Baekhyun juga mendengarnya, karena ia juga harus mengerti tentang kasta-kasta itu.

“Kasta paling atas, adalah jiwa yang benar-benar ditakdirkan untuk menjadi malaikat maut. Malaikat maut murni. Mereka tidak akan mengambil nyawa-nyawa sepertiku. Mereka akan menjadwalkan kematian kalian, dan kebanyakan dari mereka akan menjadi tetua di alam sana”

Malaikat maut murni. Baekhyun belum pernah bertemu dengan malaikat maut murni. Mungkin malaikat maut murni itu adalah tetua yang pernah tak sengaja ia lihat saat Sooyoung mengundang tetua itu ke lab-nya.

“Yang kedua, adalah anak dari malaikat maut murni dan malaikat maut biasa. Mereka biasanya akan menjadi asisten dari para tetua. Jarang sekali mereka turun ke bumi untuk mengambil nyawa”

Mungkin inilah yang dimaksud dengan malaikat maut tingkat tinggi, seperti Choi Sooyoung dan seorang yang bernama Lee Sunny.

“Lalu… golongan menengah. Anak dari pasangan malaikat maut biasa. Merekalah yang sering turun untuk mengambil nyawa. Dan yang terakhir adalah malaikat buangan. Mereka adalah kumpulan malaikat yang telah melanggar aturan mereka biasanya hanya akan mengabarkan sesuatu pada manusia atau menjadi budak para malaikat lainnya”

“Dan yang terlalu bodoh untuk memilih pilihan kedua”batin Baekhyun. Tapi ia masih penasaran dengan aturan-aturan yang dimaksudkan Kai.

Tiba-tiba saja ada hembusan angin yang pelan namun terasa sangat dingin dari sebelah Baekhyun, bahkan ia bisa melihat sedikit percikan api disana. Tak lama kemudian, Baekhyun bisa melihat sosok manusia Sooyoung. Yeoja itu masih tampak mempesona walau dalam wujud manusia.

Sooyoung menatap Baekhyun. “Terimakasih sudah menjaga tanggung jawabmu, Byun Baekhyun”Ia menyelipkan senyum kecil diantara kata-katanya.

Baekhyun hanya dapat menunduk hormat pada Sooyoung. Sooyoung menatap lurus kea rah Kai dan Yuri. Baekhyun tahu kalau Sooyoung marah, terbukti dari kepalan tangannya dan percikan api dari kepalan itu, namun sepertinya Sooyoung masih berusaha menjaga emosinya.

“Kai, jangan lakukan hal bodoh agar Nona Choi tidak semakin marah. Sudah cukup dia datang kesini dengan emosi. Bahkan dia memakai wujud manusianya!!”batin Baekhyun lagi. Namun harapannya hancur ketika ia mendegar sebuah kalimat dari Kai.

“Aku harus berterimakasih pada Noona… karenanya, aku bisa menjadi malaikat kelas menengah dan bertemu denganmu, Kwon Yuri”

Baekhyun segera menatap Sooyoung yang juga terlihat membelalak kaget.

“Aku… tertarik padamu. Ya. Aku tertarik”Kai tersenyum saat mengatakannya.

“Cukup sudah…” gumam Sooyoung, membuat Baekhyun menatap khawatir padanya.

Tepat ketika Yuri akan mengucapkan sepatah kalimat, Sooyoung sudah memotongnya dengan mengucapkan nama asli Kai dengan serius dan tentunya emosi. Baekhyun bisa melihat Kai yang terdiam lalu berdiri karena kaget.

Baekhyun menghela nafas. Ia memunculkan sayapnya dan kembali terbang. Ia harus menyusun rencana agar Taeyeon mengungkapkan keinginannya yang kedua.

oOoOoOo

Taeyeon membuka matanya dan sinar mentari langsung menyapanya. Ada yang membuka gorden kamarnya hingga sinar itu masuk dan mengusik tidurnya.

“Oppa… tutup lagi, aku masih ingin tidur”ujar Taeyeon pelan sambil menarik kembali selimutnya.

“Itu permintaanmu?”

“Tentu saja, tutup lagi, cepat”jawab Taeyeon.

“Kalau begitu permintaanmu tinggal satu” Taeyeon mengerutkan keningnya. Luhan tidak mungkin membicarakan tentang permintaan-permintaan.

“Baekhyun!!”seru Taeyeon. Ia langsung duduk dan menatap kearah jendela, tempat Baekhyun biasa duduk.

Baekhyun mengangkat tangannya. “Yo!”

“Sedang apa disini? Pagi-pagi sekali pula”ujar Taeyeon lalu mengambil sisir yang ada di meja kecil disampingnya. Entah kenapa, ia merasa malu jika Baekhyun melihatnya yang kusut sehabis bangun tidur.

“Apa kau tahu besok hari apa?”tanya Baekhyun.

Taeyeon mengingat-ingat dan terkesiap. “Hari ulang tahun Kwon Yuri!!”

Baekhyun mengangguk-angguk. “Apa yang biasanya kau lakukan saat ulang tahunnya?”

“Biasanya… aku berusaha menjadi yang pertama mengucapkan selamat ulang tahun, mengirimkan hadiah ke manajeman-nya agar bisa langsung diserahkan, membuat video… semacam itulah”ucap Taeyeon. “Memangnya kenapa?”

“Apa kau tidak ingin memberikannya langsung dan mengucapkannya langsung? Bertemu langsung?”tanya Baekhyun lagi.

Taeyeon terlihat berpikir. Sebelum dia mati, ada baiknya dia melihat idolanya itu secara langsung bukan, dan tentunya bercakap-cakap langsung. Dia punya 2 permintaan lagi. Permintaan terakhirnya masih ada. Tidak salah kalau dia meminta hal itu.

“Geurae, kau bisa mengabulkannya?”

Baekhyun tersenyum tipis. “Tentu saja. Permintaanmu tinggal satu, gunakan sebaik yang kau bisa”

“Tapi, kenapa kau menyarankannya?”

Baekhyun diam. Tidak mungkin dia mengatakan kalau dia memancingnya untuk mengatakan permintaan keduanya. “Memang salah kalau aku menyarankan sesuatu?” lagipula, sebenarnya ia ingin lebih tahu tentang Jung Krystal. Ia tahu Jung Krystal pernah ia kenal, namun entah kenapa lambat laun ia melupakannya sampai benar-benar lupa. Walaupun ini beresiko, rasa penasarannya mengalahkan segalanya.

“Tidak, kalau begitu bisa kau kirimkan dulu buket mawar dan kado itu?”tanya Taeyeon. Baekhyun melirik kearah yang ditunjuk Taeyeon. Baekhyun mendekati kado itu dan membaca sebuah kertas yang tertempel disana. Ia terlihat bingung.

“Apa maksudmu ‘ Yuri Eonni, sebentar lagi ulang tahunmu bukan? Kurasa aku tidak akan bisa mengirimkannya padamu saat ulang tahunmu nanti… jadi aku mengirimkannya sekarang. tetaplah menjadi bintang diantara semua bintang, saranghamnida’ ”ujarnya.

“Emm… entah kenapa aku sering merasa akan mati sebelum kau datang. Aku menyiapkan kado untuknya dan menulis itu. Jadi…”

Baekhyun hanya dapat mengangguk-angguk. “Baiklah, aku akan menyampaikannya”

oOoOoOo

Baekhyun meletakkan kado itu di ruangan manager Yuri. Dia tahu orang itu akan menyampaikan kado itu pada Yuri. Baekhyun menghela nafas dan mengingat kata-kata yang disampaikan Sooyoung lewat telepati semalam. Baekhyun tahu betul kalau Sooyoung sangat kacau. Suaranya berubah.

Pintu terbuka dan manager Yuri datang. Dia mengambil kado itu dan membawanya keluar. Baekhyun mengikutinya karena pasti orang itu akan membawanya pada Yuri.

Benar saja, ia menemui Yuri dan memberikannya pada Yuri. Tapi Yuri hanya mengambil buket mawar putih Taeyeon dan kadonya. Buket mawar merah yang satu lagi ia lupakan. Yeoja itu membuka kadonya dan tersenyum saat mengetahui ada boneka mickey mouse didalamnya. Ia juga membaca kertas kecil yang ditulis Taeyeon. Ia terlihat bingung.

“Itu dikirimkan oleh seorang penggemarmu yang akan mati sebentar lagi”

Yuri menoleh pada Baekhyun yang melayang tepat di belakangnya. “Kau…”

“Kau juga akan mati. Pasti kau tahu apa aku”ujar Baekhyun. Yuri terlihat kesal. Mungkin cara Baekhyun bicara terlalu berterus terang sehingga yeoja itu tersinggung. Tapi apa dia pikir Baekhyun peduli?

“Ya, aku tahu. Dan kenapa kau ada disini?”tanya Yuri dingin. Sepertinya yeoja itu juga ingin membuat Baekhyun kesal. Baekhyun akui, yeoja itu berhasil. Entah kenapa ia kurang suka dengan sikap yeoja ini. Bagaimana mungkin Taeyeon bisa menyukai Yuri.

“Hei, apa aku tidak boleh menemuimu?”sungut Baekhyun.

Yuri mengedikkan bahu. “Terserah kau sajalah”

Ketika Yuri berbalik dan pergi, Baekhyun ingin sekali menimpuknya dengan sesuatu. Tapi ia teringat dengan pesan Sooyoung.

“Oi, aku hanya ingin menyampaikan pesan Nona Sooyoung”

Sukses. Yuri menoleh dengan raut penasaran. “Sooyoung?”

“Ya, dia berpesan agar kau melupakan perasaanmu pada Kai”ucap Baekhyun berusaha terdengar tidak merasa bersalah sama sekali. Baekhyun tersenyum senang saat Yuri terlihat membeku dan mengepalkan tangannya.

Untuk soal ini, ia berkomplot dengan Sooyoung. Ia tidak terlalu menyukai Yuri.

oOoOoOo

“Bagaimana? Bagus tidak? Apa sudah terlihat cantik? Apa aku cantik?”tanya Taeyeon bertubi-tubi.

Sayangnya, Baekhyun tidak akan sudi mengakui kalau Taeyeon cantik. Lagipula, mana mungkin ia terlihat cantik jika ia ada di balutan pakaian serba hitam dan menutupi seluruh tubuhnya. Apalagi dengan syal yang menutupi wajahnya. “Kau ingin bertemu Kwon Yuri atau ingin melayat huh?”

Taeyeon terkekeh kecil. “Hari ini aku merasa aneh saja… merasa sedikit berduka, entah karena apa. Padahal aku masih punya cukup waktu hidup bukan?”

Baekhyun menghela nafas. Taeyeon tidak salah. Yuri memang akan mati hari ini. Ternyata Taeyeon benar-benar memuja Kwon Yuri sampai punya ikatan batin seperti itu. “Sudahlah. Ganti dengan yang sedikit lebih cerah.”ujar Baekhyun.

Taeyeon mengangguk. Ia memilih beberapa baju yang sudah ia siapkan dan kembali masuk ke kamar mandi. Sementara Baekhyun mengalihkan pandangannya pada langit.

“Besok, aku sudah tidak bisa duduk disini lagi”gumamnya kecil. Ia terkekeh. “Padahal ini tempat favoritku”

“Baekhyun-ah, bagaiamana dengan yang ini?”

Baekhyun menoleh dan kali ini ia terpana. Taeyeon memakai pakaian yang berlapis-lapis, tapi sesungguhnya, ia jadi semakin manis. Apalagi posturnya memang mungil. Yeoja itu memakai celana bahan berwarna biru muda, sweater berwarna putih dan mengikat rambutnya menjadi kuncir kuda. Taeyeon mengambil jaket berwarna krem dan memakainya. Baekhyun yakin Taeyeon juga memakai selapis celana lagi, hari semakin dingin belakangan ini.

“Cocok”jawab Baekhyun singkat. Padahal kata ‘cantik’ sudah ada di ujung lidahnya tadi. “Apalagi jika ditambah dengan barang yang ada disitu”

Taeyeon menoleh kearah yang ditunjuk Baekhyun. Gantungan baju dibalik pintu ruang rawatnya. Dan disana, tiba-tiba saja ada sebuah syal berwarna merah. Syal yang sangat cantik menurut Taeyeon.

“S..Sejak kapan…”ucapnya terbata-bata.

Baekhyun mengepakkan sayapnya pelan dan bergerak menuju pintu. Baekhyun mengambil syal itu lalu kembali bergerak menuju Taeyeon. Namja itu melilitkan syal merah ke leher Taeyeon. “Agar tidak kedinginan”ujarnya. Lalu tersenyum. “Nah, ini lebih baik”

Senyumannya yang tulus itu membuat pipi Taeyeon kembali memerah. Mungkin sudah semerah syal yang ia pakai. “B..Begitu”

“Tunggu apalagi? Ayo pergi”

oOoOoOo

Baekhyun memang tidak berubah menjadi manusia, tapi ia tetap melayang diatas Taeyeon. Ia tetap mengarahkan Taeyeon kearah Yuri berada. Taeyeon entah kenapa merasa senang. Malah pada awalnya merasa ingin sekali dipegang tangannya. Untung ia segera menyingkirkan pemikiran itu.

“Apa ini memang arahnya?”tanya Taeyeon, sedikit terdengar ragu.

“Kau meragukanku, huh?”Baekhyun balik bertanya dengan nada kesal.

“Bukannya begitu… aku hanya sedikit lelah karena terus berjalan sejak tadi”jawab Taeyeon. Saat ia menatap orang-orang disekitarnya, orang-orang itu justru menatap Taeyeon dengan pandangan bingung.

“Kau bisa dianggap orang gila kalau membalas ucapanku ditengah-tengah keramaian begini”ujar Baekhyun.

Taeyeon menghela nafas. Ia lupa kalau Baekhyun tak bisa dilihat orang lain. Yeoja itu akhirnya berjalan sedikit lebih cepat. Ia terus menunduk sampai sesuatu didalam dirinya tiba-tiba berbisik agar dia mengangkat kepalanya.

Taeyeon membelalak ketika melihat seseorang dengan syal yang menutupi wajahnya. Kulitnya sedikit kecokelatan dan tubuhnya sangat bagus. Walaupun hanya matanya yang terlihat, Yuri tahu kalau orang itu adalah Kwon Yuri. Idolanya.

Baekhyun mendorong pelan bahunya, menyuruh Taeyeon untuk maju dan menyapa Kwon Yuri. Tapi Taeyeon yang gugup justru menatapnya dengan ragu. “Bagaimana kalau dia menolak untuk bertemu denganku?”

Baekhyun menunjukkan senyumnya. “Tenang saja. Kau boleh menambah permintaanmu kalau dia menolakmu”ujar Baekhyun, terdengar serius. Tentu saja tidak mungkin untuk menambah permintaan. Karena ia yakin, Yuri tidak akan menolak Taeyeon, makanya Baekhyun berani berkata begitu.

“Kau serius tidak apa-apa?”tanya Taeyeon. Baekhyun mengangguk.

Taeyeon mengatur napasnya lalu berjalan maju, menuju Kwon Yuri. Kira-kira setengah meter dari Yuri, Taeyeon mulai berani bersuara “Chogi…”

Kwon Yuri menoleh dan memasati Taeyeon dari ujung kepala ke ujung kaki. Tatapannya yang datar membuat Taeyeon kaget dan menahan nafas.

“Kau… apa kau Kwon Yuri?”Taeyeon kembali mencoba bersuara.

Kwon Yuri diam, namun Taeyeon sadar kalau Yuri sedang menatap Baekhyun yang ada diatas kepalanya. Yuri kembali menatap Taeyeon. Kali ini dengan pandangan kaget dan bingung.

“Ah, apa kau bukan dia? Tapi Baekhyun bilang…”Taeyeon hampir saja merutuki dirinya sendiri saat mengucapkan nama Baekhyun, namun jawaban Yuri membungkamnya.

“Ya, itu aku”

Yuri merendahkan syalnya. Taeyeon dapat melihat wajah Yuri yang masih terlihat sangat cantik meski tanpa make up. Demi Tuhan, Taeyeon sangat-sangat bahagia sekarang, apalagi saat Yuri menawarkannya untuk minum kopi di sebuah café. Taeyeon sempat melirik Baekhyun dan Baekhyun berkata kalau itu tidak apa-apa. Tubuh Taeyeon kuat sekarang.

Mereka berbincang di café itu. Mengobrolkan tentang apa saja, tapi lebih tentang diri sendiri. Taeyeon memberi tahu Yuri tentang penyakintnya. Yuri juga memberi tahu Taeyeon tentang asal usulnya. Yuri juga terlihat senang saat tahu Taeyeon adalah fans sejatinya yang selalu mengidolakannya walau hanya sekali menonton aksi panggungnya langsung. Itupun bisa Taeyeon lakukan karena Baekhyun.

“Aku sangat mencintaimu Yuri… kau sungguh hebat, aku bahkan…”

“Aku pembunuh Im Yoona”

Celotehan Taeyeon berhenti ketika Yuri mengatakannya. Matanya membelalak dan jelas ia sungguh terkejut. Bahkan sepertinya Baekhyun ikut menghentikan kegiatannya menjahili seekor cecak.

“Aku adalah pembunuh partnerku sendiri, Im Yoona. Kau sudah tahu itu. Apa kau masih akan mengatakan bahwa kau menyayangiku?”tanya Yuri. Taeyeon bisa melihat air mata di sudut matanya. Astaga, sekarang Taeyeon sedang melihat Kwon Yuri yang menangis. Bahkan saat Yuri memenangkan penghargaan, dia tidak menangis. Kini dia menangis.

Tapi pada akhirnya Taeyeon tersenyum dan menjawab pertanyaan Yuri. “Semua orang memiliki pandangan berbeda-beda. Namun aku… dan mungkin beberapa orang lain… akan tetap menyayangimu. Semua orang akan melakukan apapun jika ada yang diinginkan. Dalam kasusmu, mungkin membunuh juga termasuk salah satu solusinya. Aku mengerti itu. itu salah. Namun kau sepertinya sudah menyadari bahwa itu salah, kau juga sudah merasa bersalah dan kau sudah mengakuinya walau tidak pada orang banyak. Itu sisi positifnya. Yang perlu kau lakukan sekarang, hanyalah berprestasi dalam bidangmu, jadilah bintang… dan mainkan juga peran Im Yoona. Aku yakin Yoona akan merelakan kematiannya dan mendukungmu”

Yuri terlihat terdiam saat mendengar penuturan Taeyeon. Bahkan Baekhyun juga ikut terdiam. Taeyeon sempat merasa gugup. Ia takut kalau-kalau ia salah bicara.

Tanpa Taeyeon sangka, ternyata Yuri justru memeluknya dan menangis dibahunya. Pelukannya sungguh erat. Taeyeon membalasnya. Ia tersenyum saat Yuri berkata Yuri beruntung memiliki orang seperti Taeyeon bahkan di akhir hidupnya.

Tunggu. “Akhir.. apa?”

Yuri tersenyum kecil lalu segera berlari pergi. Taeyeon justru menatap Baekhyun dengan wajah kaget. “Apa maksudnya, Baekhyun-a? Tadi dia bilang akhir hidupnya! Ia juga sepertinya bisa melihatmu. Apa maksud semua ini?!”

Baekhyun menghela nafas dan menepuk punggung Taeyeon. “Kwon Yuri… memang akan mati malam ini.”

“Apa?! B..bagaimana bisa?”tanya Taeyeon lagi. Meski dengan volume kecil, Baekhyun bisa tahu Taeyeon shock.

“Dia dibunuh.”jawab Baekhyun kecil.

Taeyeon merasa tubuhnya akan hancur saat itu juga. Dibunuh? Kwon Yuri dibunuh?! “Siapa?! Siapa yang melakukannya?! Siapa yang tega melakukannya padanya?!”seru Taeyeon. Ia sudah tidak bisa lagi menahan emosinya.

Beruntung Baekhyun sempat berubah menjadi manusia, sehingga Taeyeon tidak terlihat gila karena bicara sendiri.

“Tenanglah Kim Taeyeon. Aku akan menjawab semua pertanyaanmu kalau kau berjanji tidak akan lepas kendali atas emosimu.”ucap Baekhyun.

Taeyeon menghela nafasnya dengan kasar. Ia duduk bersandar pada tembok seakan sudah terlalu lemah. “Baiklah, aku berjanji”

“Yang membunuhnya adalah partnernya… Jung Krystal” Dan aku belum bisa tahu siapa Jung Krystal tambah Baekhyun dalam hatinya.

“B..Bagaimana bisa?! Apa yang membuat dia membunuh Yuri?”gumam Taeyeon, merasa marah sekaligus kacau.

“Aku tidak mengetahuinya.”jawab Baekhyun. Namja itu menatap Taeyeon. Ia ingin membawa Taeyeon pulang sekarang, tapi sebuah suara menginterupsinya.

“Byun Baekhyun”

Baekhyun dan juga Taeyeon menatap yeoja yang memanggil Baekhyun. Baekhyun membelalak saat tahu sosok manusia Sooyoung-lah yang mendatanginya. “N..Nona Choi”gumamnya. Bagus sekali. Dia sedang menjadi manusia sekarang, dan Sooyoung datang. Sooyoung bisa menghukumnya!!

“Ikut aku”ucapnya. Lalu dalam sekejap, ia mengubah sosoknya menjadi malaikat. Beruntung sekali orang di café itu tinggal Taeyeon, Baekhyun, Sooyoung dan para pegawainya saja. Baekhyun menatap Taeyeon sekilas lalu segera mengubah sosoknya juga.

“Pulanglah sendirian. Hati-hati”ujar Baekhyun dan pergi dengan Sooyoung, meninggalkan Taeyeon sendiri lagi.

Taeyeon menepuk-nepuk pipinya. Ia merasa aneh ketika Baekhyun terlihat dekat dengan Sooyoung. “Apa-apaan aku ini…”batinnya.

oOoOoOo

“Kemana kita akan pergi Nona Choi?”tanya Baekhyun. Namun Sooyoung sama sekali tidak menjawab. Sooyoung hanya diam dan terus terbang. Baekhyun menghela nafas dan terus mengikuti Sooyoung. Dan mereka akhirnya berhenti tak jauh dari atap sebuah gedung pencakar langit. Baekhyun bisa melihat Yuri yang sedang duduk sambil terisak.

“Kita… akan menyaksikan keputusan Kai”ujar Sooyoung.

Baekhyun terdiam mendengar penuturan Sooyoung. Mungkin Sooyoung butuh teman agar tetap bisa berdiri setelah melihat keputusan Kai. Karena bagaimanapun hasilnya, perasaan Kai tetap sama. Namja itu sudah pasti menyukai Kwon Yuri.

Yuri tiba-tiba berdiri dan menengadah. “Kai… andaikan kau bisa mengabulkan permintaanku sekali lagi… aku ingin kau disini sekarang… aku merindukanmu… amat merindukanmu…”ujarnya.

Baekhyun bisa merasakan tangan Sooyoung yang bergerak menggenggam lengan baju Baekhyun. Baekhyun menepuk-nepuk bahu Sooyoung. Ketika genggaman itu berubah menjadi remasan kecil, Baekhyun menatap Sooyoung. “Ada ap..”

Ia terdiam saat melihat Sooyoung yang membelalak. Segera saja ia melihat kedepan dan dia mendapati Kai yang sedang mencium bibir Yuri. Jelas saja Sooyoung jadi membeku seperti itu. “Nona Choi, kajja…”

“Tidak. Aku belum pernah melihat Kai mengambil nyawa seseorang… siapa tahu itulah caranya mengambil nyawa Kwon Yuri”ucap Sooyoung. Suaranya bergetar. Baekhyun tahu Sooyoung pasti akan menangis jika dia bisa. Badannya sudah bergetar, mungkin menahan rasa takut dan rasa kecewanya.

Rasa kecewa Sooyoung sepertinya semakin menjadi ketika mereka melepaskan tautan bibir mereka. Kwon Yuri masih hidup. Bahkan sekarang mereka saling berpelukan. “Ini gila, aku akan…”

“Tidak.”ucap Sooyoung cepat. “Kita kesini untuk melihat keputusan Kai. Biarkan saja mereka”

Baekhyun menghela nafas. Tepat pada saat itu juga, lonceng berbunyi. Tanda hari telah berganti. Dan tanda waktu Yuri sudah habis. Tatapan Kai pun terlihat cemas, dan tentunya menambah luka di hati Sooyoung.

“Nona Choi…”

“Diam dan perhatikan saja”bantah Sooyoung lagi.

“Ada yang bilang, manusia sudah memutuskan kapan ia mati dan bagaimana cara dia mati. Hanya saja kita tidak mengingatnya. Haha… kalau begitu aku bodoh sekali ya? Meminta kematian dengan cara sadis dan disaat aku sedang jaya-jayanya. Hahaha”

Suara Yuri terdengar. Membuat kedua makhluk itu diam dan menatapnya. Baekhyun berpikir, berarti dia juga bodoh. Meminta mati dengan dibunuh oleh orang yang di…

Tunggu. Karena orang yang dicintainya? Siapa?

“Orang tuaku bilang, saat kita mati nanti… kita akan berwujud sama, seperti saat paling bahagia kita di dunia. Dan kau tahu? Kurasa aku akan tetap berwujud seperti ini disana”

Saat-saat Baekhyun merasa paling bahagia… saat-saat ia merasa seperti tidak memerlukan apa-apa orang lagi di dunia selain dia dan…

Selain siapa?!

“Kenapa?”

“Karena aku sangat sangat bahagia sekarang, Aku bahagia karena dapat bertemu denganmu. Aku bahagia karena dapat mengerti apa arti aku hidup sebagai public figure. Dan aku bahagia… karena dapat mencintaimu”

Baekhyun beruntung, jika dia terus berusaha menjawab semua pertanyaan dari hatinya itu, dia pasti sudah kembali ambruk. Sooyoung yang mengeluarkan api membuat Baekhyun membuyarkan pemikirannya.

“Nona Choi!!”seru Baekhyun. Sooyoung menghela nafasnya dan memadamkan api yang ia buat. Hampir saja ia membakar gedung itu. “Jika kau melakukannya Kai pasti tahu kalau kita mengintainya sekarang”

“Kalau dia tidak dibutakan wanita itu, dia sudah lama tahu kalau kita mengintainya! Kepekaannya tumpul karena wanita itu!!”seru Sooyoung lagi.

“Untuk saat ini kita lebih baik bersabar…”ujar Baekhyun.

BRAK!

Keduanya bahkan Kai dan Yuri sama-sama menoleh kearah suara itu. Jung Krystal datang dengan pisau dan rambut yang berantakan. Yuri terlihat tenang, ia mungkin sudah menyangka kalau Krystal-lah yang membunuhnya. Tak butuh waktu lama, pisau itu sudah menancap di dada bagian kirinya, membuat darah merembes dari sana. Setelah melakukannya, Krystal sempat terduduk kaget, namun segera pergi.

Tangan Yuri perlahan menyentuh gagang pisau itu, dan dengan sekali tarikan mencabutnya. Baekhyun meringis, ia yakin itu pasti sakit. Amat sangat sakit.

“Ini saatnya. Jika Kai berhasil, maka Kwon Yuri akan mati. Kalau tidak, dia yang akan menanggung akibatnya.”ucap Sooyoung. “Walau hasilnya pun mungkin sama saja”

Baekhyun menoleh. “Apa maksudmu?” namun Sooyoung sudah lebih dulu pergi. Baekhyun kembali menatap Kai dan Yuri.

Sekarang Kai justru sedang menatap Yuri dengan pandangan khawatir. Sedangkan Yuri tersenyum kecil dan segera menyuruh Kai mencabut nyawanya. Kai menciumnya, dan benar saja. Itu caranya untuk mengambil nyawa seseorang. Dengan skinship. Kai memejamkan matanya dan membuka tangannya. Asap hitam keluar dari tangannya dan membentuk seseorang. Kwon Yuri.

Sekelebat bayangan hitam muncul. Dan Yoona muncul dari sana. Yoona menyampaikan sesuatu pada Kai dan menatap nyawa Yuri yang ada dihadapannya. Senyum kecil terlukis diwajahnya dan dia pun membimbing nyawa Yuri.

Baekhyun terdiam. Yang tadi dia lihat seperti drama romantisme remaja. Namun ia sendiri mengerti rasa sakit yang Kai rasakan. Rasa sakit karena orang yang dicintai pergi, dan dia sendirilah yang membunuh Yuri. Pasti rasanya sakit sekali. Apalagi ia dihadapkan dengan kenyataan bahwa ada Sooyoung yang mencintainya.

Tunggu.

Ia merasakan de javu. Rasa sakit karena masa depanmu dengan orang yang kau cintai direbut. Rasa sakit karena kau harus bersama dengan orang yang mencintaimu namun tak kau cintai. Ia kenal orang yang merasakan hal yang sama. Je.. Jess..

Jessica. Jessica Jung.

oOoOoOo

“Ya! Ada apa denganmu, Taeyeon-a?”

Taeyeon menoleh pada Luhan dan tersenyum kecil. “Ada apa apanya Oppa? Tidak ada apa-apa”ujar Taeyeon.

“Kau terlihat lebih lesu. Kau serius tidak apa-apa?”tanya Luhan lagi. Jelas ia khawatir dengan keadaan adik satu-satunya itu.

Taeyeon sendiri menghela nafas. Sudah dua hari berlalu. Yang berarti ini adalah hari ke 10. 5 hari lagi dia akan mati. Namun semenjak kejadian itu, ia belum pernah melihat Baekhyun lagi. Ia masih shock saat mendengar pemberitaan Yuri meninggal. Ia marah saat agensi Yuri berkata Yuri meninggal karena bunuh diri. Depresi katanya. Ia hampir berteriak kalau Krytal yang membunuhnya. Sekarang mereka semua justru sedang mencari pengganti Yuri.

Tapi semua pemikiran dan protesannya tentang berita itu hanya sesaat. Dia memikirkan Baekhyun yang menghilang dan yeoja bernama Sooyoung. Ia khawatir pada Baekhyun, entah kenapa. Ia merasa ada yang berbeda. Mungkin karena dia sudah terlalu terbiasa dengan Baekhyun.

Luhan menghela nafas saat melihat adiknya terdiam. “Aku akan keluar”ucapnya. Taeyeon mengangguk tanda dia mengiyakan.

Tepat saat Luhan keluar, angin berhembus melewati jendela kamar rawat Taeyeon yang terbuka. Taeyeon menutup matanya, dan melindungi wajahnya dengan tangannya. Tak lama, angin itu mereda. Ketika Taeyeon membuka matanya, seorang malaikat maut bersayap hitam kelam, berambut pirang pendek, bertubuh mungil dan berkulit pucat ada didepan matanya.

“N..Nuguya?”ucap Taeyeon terbata.

“Kim Taeyeon. 5 hari lagi. Malpraktik. Aku Lee Sunny, malaikat maut pengganti Byun Baekhyun. Permintaanmu tetaplah satu. Pergunakan sebaik mungkin”ucapnya dingin dan tentunya dengan wajah tanpa ekspresi.

Berbanding terbalik dengan Taeyeon yang membelalak kaget. “Mwoya?! Pengganti?! Kemana Byun Baekhyun?”tanya Taeyeon bertubi-tubi.

Lee Sunny terdiam sejenak. Lalu kembali membuka mulutnya. “Ia mulai mengingat masa lalunya, yang berarti dia sedang ada diujung tanduk. Dia bisa saja menghilang karena mengingat masa lalunya. Saat ini Choi Sooyoung sedang menyembuhkannya”

Taeyeon terdiam sejenak. Ia penasaran dengan masa lalu Baekhyun. Mungkinkah Jung Krystal atau Kwon Yuri berhubungan dengan masa lalunya? Tapi yang sekarang menambah penasarannya adalah siapa itu Choi Sooyoung… “Apa Choi Sooyoung kekasih Baekhyun?”tanya Taeyeon.

“Apa itu permintaanmu? Apa kau ingin mengetahui siapa dia?”

“Ayolah… aku hanya bertanya. Kenapa itu termasuk permintaanku”cibir Taeyeon lalu mengerucutkan bibirnya.

Sunny tersenyum dalam hati. Yeoja didepannya mengingatkannya pada Hyoyeon. “Choi Sooyoung adalah mantan majikan Byun Baekhyun. Kini Baekhyun sudah menjadi malaikat tingkat menengah.”jawab Sunny.

Taeyeon mengangguk-angguk. Ia berbaring dan memunggungi Sunny. “Bisakah kau pergi dulu? Aku ingin tidur sebentar”

Sunny mengiyakan dan terbang keluar dari kamar Taeyeon. Saat yakin Sunny sudah pergi, Taeyeon kembali duduk dan mengambil iPad-nya. Ia mulai membuka browser dan mengetikkan sebuah nama Byun Baekhyun.

Muncul. Berbagai macam artikel tentang seorang pebisnis muda bernama Byun Baekhyun. Taeyeon pernah ingat kakak dan ibunya berbicara tentang Perusahaan Byun. Taeyeon membuka semuanya dan akhirnya dia tahu kalau Baekhyun adalah pewaris perusahaan Byun. Ia memiliki satu adik laki-laki yang mengambil alih perusahaan ketika ia meninggal. Ia meninggal sekitar beberapa bulan sebelum bertemu Taeyeon. Mungkin Taeyeon adalah orang pertama yang memiliki Baekhyun sebagai malaikat pencabut nyawanya.

Ia membaca satu artikel lagi dan terkejut saat melihat judul artikel itu. Pasangan paling harmonis tahun ini. Jung Jessica dan Byun Baekhyun.

Jung Jessica. Kakak dari Jung Krystal. Jadi Baekhyun merasa sakit luar biasa karena mengingat Jung Krystal?! Dan dia berada di ujung tanduk karena akhirnya mengingat Jung Jessica?! Astaga, tahu begini, Taeyeon tidak akan pernah berbicara tentang Jung Krystal ataupun tentang Kwon Yuri. Kalau begitu, Baekhyun pasti tidak akan pergi darinya.

Tunggu. Kenapa Taeyeon ingin Baekhyun selalu ada disampingnya?

Yeoja itu menggeleng-gelengkan kepalanya dan mencari artikel tentang Jung Jessica dan Byun Baekhyun. Ia menahan sesak didadanya (entah kenapa bisa muncul) saat melihat foto-foto mesra mereka. Saat mereka berpelukan, berpegangan tangan, bahkan berciuman. Mereka memang terlihat mesra.

Namun kenapa dia tidak menemukan artikel tentang kesedihan Jessica Jung saat Baekhyun meninggal? Ia justru menemukan foto Jessica Jung yang mengadakan pesta di suatu bar tak lama dari kejadian Baekhyun. Apa Jessica Jung serius mencintai Baekhyun?

Astaga, kenapa Taeyeon jadi sewot begini. Kenapa dia mulai membenci Jessica Jung sekarang. Harusnya tak ada masalah baginya.

Jessica Jung jatuh sakit akibat terlalu sering minum-minum.

Taeyeon membaca artikel dengan judul itu dan akhirnya tahu kalau Jessica dirawat di rumah sakit mewah tak jauh dari sini.

“Aku akan menjenguknya”batin Taeyeon

“Tidak bisa”

Taeyeon membelalak saat melihat Sunny disampingnya. “S..Sunny…”

“Kau tidak perlu lagi mencampuri urusan para malaikat.”ujar Sunny dingin.

“A..Aku hanya ingin mengunjunginya. Tidak ada hubungannya dengan Baekhyun”ucap Taeyeon membela diri.

“Tidak ada yang bicara tentang Baekhyun. Ini membuktikan kalau kau memang ingin mencampuri urusannya”bantah Sunny.

Taeyeon diam saat ia terbukti sedang memikirkan Baekhyun. Ia menghela nafas dan menunduk saat sadar bahwa dia sudah tidak bisa mencampuri urusan Baekhyun sama sekali.

oOoOoOo

Baekhyun terduduk di sebuah bangku taman. Ia masih ingat jelas kejadian dua hari lalu. Ia terbangun di atas ranjang rawat Sooyoung. Sooyoung bilang Baekhyun sempat menyebutkan nama Kai, makanya dia selamat. Kai membawanya segera pada Sooyoung.

Jelas saja penyebab dia berada di ujung tanduk begitu adalah ingatannya selama menjadi manusia mulai kembali. Sooyoung tidak tega merapalkan mantera pada Baekhyun. Sooyoung hanya bisa memberinya pil pengurang rasa sakit dan menasihati Baekhyun panjang lebar tentang bagaimana nekatnya dia, dan bagaimana mengerikannya dicabut sayap. Memori tentang Jessica Jung masih ada di benaknya. Ingatan itu tidak hilang. Dan rasa penasaran Baekhyun masih ada. Itu juga yang membuatnya kena luka bakar di bahu kanannya. Sooyoung benar-benar kesal dan tambah kesal saat Baekhyun mengatakan tentang rasa penasarannya. Yeoja itu emosi dan mengeluarkan api hitam khas keluarga Choi. Beruntung ia bisa menguasai dirinya dan dengan cepat memadamkan api itu. Tetap saja luka bakarnya masih ada disana. Dan masih terasa sakit.

Ia ingat bagaimana ia mencintai Jessica, tapi ia tidak ingat siapa namja yang dicintai Jessica. Ia ingat bagaimana tangis Jessica padanya, tapi tidak ingat bagaimana yeoja itu tersenyum padanya. Ia ingat betapa cantiknya Jessica saat pesta pertunangan mereka, namun tidak ingat saat-saat Jessica menyetujui hubungan mereka. Banyak yang  ia ingat, tapi lebih banyak yang ia lupakan. Ia tidak ingin mencari tahu untuk sekarang.

Sekarang, ia justru penasaran dengan Kim Taeyeon. Apa kabar yeoja itu, apakah Lee Sunny berlaku baik padanya, apakah ia senang dengan Lee Sunny, apa reaksinya saat Baekhyun tidak ada, dan apa permintaan ketiganya?

Baekhyun menghela nafas. Ia sedikit merindukan saat-saat ia bersama Taeyeon. Apalagi saat teringat bagaimana reaksinya terakhir kali mereka bertemu. Ada rasa penasaran, kesal dan bingung di rautnya.

Baekhyun mengacak-acak rambutnya. Ia merindukan Taeyeon. Tapi dia tidak mungkin diperbolehkan turun ke bumi oleh Sooyoung. Ia dalam masa penyembuhan sekarang.

“Kau ingin turun ke bumi?”

Baekhyun menoleh dan sudah mendapati Yoona disampingnya. Yeoja itu menatapnya datar.

“Kau bisa membaca pikiranku. Aku lupa”ucap Baekhyun. “Kau pasti tahu jawabannya”

Hening sejenak sampai Yoona mengucapkan sebuah pertanyaan. “… Kakak dari Kim Taeyeon… bagaimana dia menurutmu?”

“Kau menyukainya?”

Yoona terkekeh. Lalu menggeleng. “Kau gila? Aku hanya bertanya”

“Kau bohong. Kau pikir bisa membohongiku, begitu?”tanya Baekhyun dengan nada jenaka.

Yoona menghela nafas. “Aku malaikat kelas bawah. Aku tidak berani bertingkah dengan mencintai manusia atau melalaikan tugas. Yang bisa kujalani sekarang hanyalah takdirku.”

Baekhyun menatapnya dan berkata “Bagaimana kalau takdirmu membuatmu harus kehilangan sayapmu?”

Yoona menunduk lalu menatap Baekhyun. “Kurasa itu tidak masalah. Karena meskipun kita sudah mati, sudah memiliki hidup abagi sebagai malaikat maut, takdir itu masih ada.”

Baekhyun terdiam. “Menjalani takdir ya…”

oOoOoOo

Taeyeon terdiam dan menghela nafasnya. Ini adalah hari dimana hidupnya akan berakhir. Hari dimana dia terakhir kali melihat keluarganya, merasakan udara segar dan terakhri kali merasakan rasanya hidup.

“Ini hari terakhir”

Taeyeon menoleh saat Sunny mengatakannya. “Ya.”jawabnya pelan. Setelah hari dimana ia sadar bahwa ia tidak bisa melakukan apapun lagi untuk Baekhyun, ia merasa sudah tidak bersemangat lagi untuk melanjutkan sisa hidupnya.

“Kau sungguh tidak mau menggunakan permintaan terakhirmu?”tanya Sunny lagi.

Taeyeon kembali menghela nafasnya dan menggeleng. “Apa aku bisa meminta Baekhyun menemuiku lagi?”tanya Taeyeon tiba-tiba.

Sunny jelas menggeleng. “Ia masih dalam tahap pemulihan, tidak mungkin dia turun ke bumi dengan alasan apapun.”

“Kalau begitu bagaimana kalau aku yang kesana?”balas Taeyeon lagi. Matanya tidak menatap Sunny, tapi Sunny tahu Taeyeon sedang menahan emosinya. Ia sedang berusaha agar tidak menangis.

“Untuk apa kau kesana Kim Taeyeon?”tanya Sunny. Matanya menyipit, kebiasaannya jika dia sedang bingung akan sesuatu.

“Aku ingin menemuinya untuk yang terakhir kalinya. Aku ingin… aku ingin menemui orang yang kucintai untuk terakhir kalinya!!”seru Taeyeon. Air matanya tak bisa dibendung hingga air mata itu mulai menetes.

“Kau tahu resiko malaikat maut yang saling cinta dengan…”

“Bukan!!”bantah Taeyeon. “Bukan Baekhyun, tapi aku. Aku yang jatuh cinta padanya. Bukan dia… ini hanya perasaan sepihak”ucapnya lagi dengan nada yang lebih halus. “Sebentar saja”

Sunny menghela nafas. Mau tak mau, ia harus mengakui kalau ia juga pernah merasakan yang namanya cinta. ia mengerti bagaimana perasaan Taeyeon sekarang. “Karena ini permintaan… kurasa ini bisa dimaklumi. Hanya 10 menit, bagaimana?”

Taeyeon tersenyum cerah dan mengangguk. “Iya.. Iya! Terimakasih Sunny…”

Sunny mengangguk. “Kai”gumamnya kecil. Sesuai yang diduga, Kai segera muncul disana. “Ne, Noona?”

Sunny menjelaskan secara singat dan dengan nada yang tegas, seakan menyuruh Kai untuk mematuhinya. Namun Kai jelas menentangnya. Ia takut Baekhyun akan kembali ingin turun ke bumi.

“Ini adalah permintaannya. Tugas utama kita adalah mencabut nyawa mereka dan mematuhi 3 permintaan terakhir mereka. Ini adalah permintaan yang paling penting bukan?”ujar Sunny enteng.

Kai menghela nafas. “Kau yakin Sunny Noona?”

Sunny mengangguk. “Buat apa ragu sekarang? Cepat antar aku dan Taeyeon kesana”

Kai menggenggam tangan Sunny dan menggenggam lengan kurus Taeyeon. Tak butuh waktu 3 detik, mereka sudah ada di sebuah taman. Taman yang begitu indah, dengan berbagai macam tanaman yang tidak pernah Taeyeon lihat. Dengan berbagai warna yang indah. Taeyeon juga merasakan sesuatu yang lembut di kakinya dan akhirnya sadar kalau yang ia injak adalah awan.

“Ini… seperti surga”

“Ini alam malaikat maut. Mungkin menurutmu seperti surga, tapi sesungguhnya surga lebih baik dari ini”ujar Sunny.

“Kim… Taeyeon?”

Sunny, Taeyeon dan Kai menoleh saat mendengar suara Baekhyun. Benar saja, Baekhyun ada dibelakang mereka bersama Sooyoung. Ia tampak terkejut, begitu juga Taeyeon. Taeyeon membelalak. Tak menunggu lama, ia segera berlari dan memeluk Baekhyun erat. “Aku merindukanmu… aku merindukanmu…”ujarnya.

“Kenapa…?!!!”seruan Sooyoung terhenti saat melihat Sunny yang menatapnya datar. “Sunny Unni…”gumamnya kaget. Tentu saja, ia sudah lama tak melihat Sunny. Saat ia akan melanjutkan kata-katanya, Sunny sudah memberinya tatapan jangan membantah.

“Kau.. bagaimana kau bisa kesini?”tanya Baekhyun kaget.

“Aku… menggunakan permohonan terakhirku. Aku ingin bertemu denganmu”jawab Taeyeon jujur. Ia melepas pelukannya.

“Bodoh. Ini permintaan terakhirmu. Bukannya meminta kebahagiaan untuk keluargamu, kau malah meminta hal seperti ini”ujar Baekhyun. Namun nadanya justru terdengar seperti nada bahagia dan tersentuh.

“Sudah hampir 10 menit. Cepatlah”ucap Sunny. Membuat Taeyeon kaget dan langsung mengucapkan apa-apa yang ingin ia ucapkan.

“Baekhyun-a. Aku akan mati hari ini. Kita mungkin tidak akan bisa bertemu lagi. Jadi kuharap kau bisa berbahagia. Kau jangan lagi mencari-cari tentang jati dirimu. Kau bisa hilang nanti, dan aku tidak ingin itu terjadi. Arraseo?”

Taeyeon tersenyum meskipun butir-butir air mata sudah kembali tampak di pelupuk matanya. “Saranghae”

Baekhyun membelalak kaget. Ia membeku dan tidak tahu harus berbuat apa.

Taeyeon berbalik dan berjalan menuju Sunny. Ini sudah waktunya ia kembali. Sebelum Kai membawa mereka pulang, Taeyeon sempat menoleh pada Baekhyun dan berucap samar “Kuharap kita bisa bersama”

Detik berikutnya, ketiga orang itu kembali pergi dan meninggalkan Sooyoung bersama Baekhyun yang masih kaget.

“A..Apa maksudnya tadi…? Apanya yang bersama?”gumamnya.

Sooyoung menghela nafas. “Sudahlah Baek. Kalian tidak akan pernah bisa bersama”

oOoOoOo

Taeyeon sudah berada di ranjang rawat yang akan membawanya ke ruang operasi. Ia yakin ia akan mati karena malpraktik, dan dia tidak mengharapkan keajaiban sama sekali. Taeyeon sudah lega saat ia menyampaikan perasaannya pada Baekhyun. Yang harus ia lakukan sekarang hanyalah menunggu.

“Sunny, terimakasih untuk semuanya”ujar Taeyeon sambil tersenyum tulus. Sunny balas tersenyum.

Para perawat masuk ke kamarnya dan segera membawanya ke ruang operasi. Saat menuju ruang operasi, Taeyeon bisa melihat Luhan dan Ibunya yang jelas khawatir. Taeyeon tersenyum. Ia sudah menyiapkan sepucuk surat untuk mereka. Namun ia meminta perawat berhenti. Ia ingin mengucapkan sesuatu pada Luhan.

“Oppa…”lirihnya kecil.

“Ne? Ada apa?”tanya Luhan. Namja itu menggenggam tangan adiknya itu.

“Cobalah bangkit… dan temukan pengganti Yoona Eonni. Ne?”

Luhan terdiam. Tidak bisa menjawab. Taeyeon tahu Luhan pasti tidak bisa menjawab, makanya ia kembali meminta perawat membawanya ke ruang operasi.

Taeyeon ada dibawah lampu-lampu yang pasti akan menyala sangat terang. Ia sudah siap dioperasi sekarang, dan dia sudah siap dicabut nyawanya. Ia bisa melihat Kai dan Sunny ada diujung sana. Disamping Sunny, juga ada seorang malaikat pencabut nyawa lain. Dia memakai pakaian serba hitam. Sepertinya dress. Dan dia juga memakai topi yang menutupi wajahnya.

Lampu-lampu itu dinyalakan, dan Taeyeon yakin operasinya akan dimulai. Taeyeon tersenyum kecil dan menutup matanya.

Ia menghirup udara yang berbau khas obat itu. Udara yang ia hirup untuk hampir separuh hidupnya. Taeyeon menghembuskan nafasnya dan kembali tersenyum, lalu menyebutkan beberapa kata terakhir yang tidak bisa ia sampaikan.

“Eomma, Appa. Terimakasih sudah membesarkanku dengan tulus dan sabar. Terimakasih kalian sudah rela membiayai pengobatanku. Terimakasih sudah melahirkanku, Eomma. Terimakasih mungkin tidak cukup untuk melukiskan betapa aku menghargai, menghormati, menyayangi dan bersyukur telah lahir diantara kalian. Oppa, maafkan aku yang selalu menyusahkanmu, maafkan aku yang sering membuatmu kesal. Sampaikan salamku untuk Seohyun”

Ketika ia merasakan cairan bius sudah memasuki tubuhnya, ia tersenyum kembali. Dan sebelum kesadarannya hilang, ia mengucapkan kata-kata itu dengan amat sangat kecil “Byun Baekhyun, saranghae”

END of This Part

Yehet~ akhirnya jadi… maaf buat yang udah nunggu lama. Gimana? Feelnya dapet apa ngga? Bagus apa ngga?

Wkwkwk, sekali lagi, aku tertimpa musibah. Tab aku rusak >< konektor chargernya patah, dan gabisa dicas. *cry* aku gatau harus apa. Aku gatau ayah masih mau benerin apa nggak, yang jelas, mohon doanya yah L

Next will be Suho and Tiffany. Okay then, See ya. RCL~

34 thoughts on “[Freelance] Tales of 9 Death Angels (BaekYeon – Part 2)

  1. Kyaaaa,,mau nangis pas Taeng bilang ke Baekkie supaya Baekkie gak nyari tentang jati dirinya lagi,,supaya baekkie gak hilang😥
    Dan wktu taeng ngucapin kata² terakhirnya buat keluarga nya😥 ituu sedih banget!
    Dua couple fav ku ada di sini,,mungkin mereka nanti bisa bersama lagi😥
    walapupun mereka berbeda,yg satu Manusia yg satu malaikat pencabut nyawa,,
    pokoknya LuYoon harus bisa bersatu,BaekYeon juga! dan buat semua couple lainnya,bener kan Couple disini itu LuYoon & BaekYeon & KaiYul ?
    dan terakhir suho & tiff?

    cepet dinext! dan part ini ngegantung banget!!!
    Ppali!!! dinext ne?!

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s