[Freelance] Wu Yi Fan

wu

Tittle : Wu Yi Fan

Author : Lola Adellia

Twitter : @neomu_yeppeoseo

Length : Ficlet

Rating : G

Genre : Romance

Cast : Tiffany SNSD & Kris EXO M

Other : EXO member

A.N : Haaaiii😀 Adellia Ozera baaaack :p Tiba-tiba pengen bikin FF yang cast-nya Kris jadi bikin deh FF ini. Semua POV punya Tiffany ya😀 Covernya aku nemu di google ahjussi. Aku ngga tau itu real pict atau editan. Yang jelas kalau itu editan saya sangat berterima kasih kepada si pengedit ^^ Ide cerita ini mungkin udah pasaran, jadi … kalau ada kesammaan mohon di maafkan. Tapi ini asli dari pemikiranku🙂

Yang udah baca RCL ya🙂 nggak RCL ?? Aku do’ain Masuk empang dan tersesat di kebon toge lho nanti !!!!!

Warning : Don’t Like Don’t Read and DON’T BE A PLAGIATOR !

Happy Reading ^^

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

EXO, Boyband rookie yang debut tahun 2012 silam. Meskipun masih terbilang baru, EXO sudah punya banyak penggemar yang kuyakini pasti sebagian besar terdiri dari para gadis. Menjadi kekasih seorang Hallyu Star tak pernah terbayang dibenakku. Bahkan untuk memikirkannya saja aku tak punya waktu. Tapi, disinilah aku. Duduk ditepi Sungai Han. Duduk disamping leader karismatik EXO. Wu Yi Fan.

 

Tak banyak yang mengetahui hubungan kami. Kami merahasiakanya karena peraturan agensi Yi Fan yang mengharuskan dia tidak terikat hubungan. Aku kembali ke alam sadarku setelah tangan kekar Yi Fan merangkul pundakku. Ia menyandarkan kepalaku di bahunya. “Ada Apa ?” Tanyaku To The Point. “Minggu depan kau ada waktu ?” Tanya balik Yi Fan. “Kurasa ada. Kenapa?” Jawabku lalu bertanya. “Kalau begitu, datanglah ke Fansign kami -EXO.” Pintanya Tegas. “Baiklah.” Aku menyanggupinya. Aku memejamkan mataku, menikmati udara sore. Yi Fan menyandarkan kepalanya dikepalaku. “Saranghae.” Bisiknya Pelan. Senyum tipis tergambar diwajahku. “Nado Saranghae Oppa.” Balasku sambil melingkarkan tangan di pinggangnya.

 

*********

 

Aku sedang berada di cafe dekat bandara. Saat sedang asyik memakan spageti, tiba-tiba ponselku bergetar -menandakan ada pesan masuk. Aku  meraih ponselku lalu segera membacanya.

 

 

From : Angry Bird Oppa

Kau ada dimana ? Apa kau sudah sampai ? Aku akan menjemputmu.

 

 

Aku segera mengetik balasan pesan untuknya. Aku hafal sekali sifatnya, tidak suka menunggu. Tapi suka sekali membuat orang menunggu.

 

 

To : Angry Bird Oppa

 

Aku di cafe dekat bandara. Aku sudah sampai sejak 15 menit yang lalu. Oppa tak usah menjemputku. Istirahat saja. Jangan sampai kelelahan.

 

 

Setelah memastikan pesanku terkirim, aku meletakkan ponselku di meja. Menit berikutnya, ponselku kembali bergetar.

 

 

From : Angry Bird Oppa

Tidak. Aku akan menjemputmu. Jagadirimu baik-baik. Saranghae

 

 

Keras kepala sekali. Tapi aku tetap menyukainya. Dia begitu tegas dan sangat perhatian. Senyumku semakin menggembang saat membaca kalimat terakhirnya. Kalimat yang paling kusukai saat dia mengatakannya. Aku terkikik geli saat membayangkan mata elangnya melembut saat mengatakan itu. 15 menit kemudian Yi Fan sudah sampai di kafe tempatku berada.

 

Penampilannya masih sama seperti sebelumnya -celana jeans dan jaket yang menutupi sekujur tubuhnya serta masker yang melekat di wajahnya. Yi Fan lebih mirip teroris jika berpenampilan seperti itu. Ia berjalan pelan menghampiriku. “Sudah lama menunggu ?” Tanya Yi Fan setelah mendudukan diri di kursi yang ada di depanku. “Tidak. Kenapa Oppa tidak istirahat saja ? Nanti Oppa lelah.” Ucapku sambil meminum coklat panas. “Aku merindukanmu. Apa tidak boleh ?” Jawabnya pura-pura kesal. “Benarkah ? Tapi nanti diacara Fansign EXO pasti banyak gadis-gadis cantik.” Godaku. “Aigoo, diantara gadis-gadis itu pasti hanya kau yang bisa dilihat oleh mataku.” Ucap Yi Fan dramatis.

 

Aku mati-matian menahan tawaku. Aku memincingkan mata seraya mencondongkan tubuh agak ke depan. “Drama apa yang barusan kau tonton eoh ?” Tanyaku penuh selidik. “The Conjuring.”J awabnya mantap. Aku menarik tubuhku sambil mengerucutkan bibir sebal. “Mana ada film horor yang dramatis seperti itu.” Aku melipat tangan didepan dada. “HAHAHA.” Tawanya meledak saat aku tak mampu lagi menggodanya.

 

Ia mengusap air yang keluar dari sudut mata lalu melirik jam tangannya. “Kajja kita pergi. Fansign dimulai 1 jam lagi.” Ucap Yi Fan setelah tawanya reda. “Oppa tidak mau pesan makanan dulu?” Tanyaku heran. Yi Fan menggeleng. “Aku makan di hotel saja.” Jelasnya singkat lalu berdiri. Aku mengangguk kemudian ikut berdiri. Setelah membayar makananku, kami beranjak menuju hotel EXO menginap.

 

*********

 

Aku sedang mengantri untuk mendapatkan tanda tangan member EXO. Sebenarnya malas juga menghadiri acara ini karena sebenarnya aku bukanlah fans EXO. Hanya saja demi sahabatku yang amat  sangat tergila-gila oleh EXO -Terutama Tao- aku rela mengantri seperti ini. Kini tibalah giliranku. Aku menyodorkan sebuah CD album Mirecle In Desember dan poster yang ukurannya lumayan besar. Satu per satu member EXO menandatangangi CD dan posterku.

 

Ah ralat, CD dan poster sahabatku. Saat Tao menandatangani poster, aku mencuri pandang pada Yi Fan yang duduk disebelahnya. Ia tiba-tiba berdiri lalu memeluk gadis yang ada di depannya. Aku tercenggang melihat itu. Aku tau, Yi Fan melakukannya sebagai public figure. Tapi sebagian diriku tak bisa menerimanya.

 

Aku masih menatap Yi Fan hingga Tao mengikuti arah pandangku. Refleks,Tao menarik ujung baju Yi Fan. Bisa dibilang, hanya Tao, Suho dan Luhan saja yang tau hubungan kami. Yi Fan melepas pelukannya kemudian menatap Tao seakan berkata ‘apa ?’. Tao menunjuk kudengan dagu. Aku mengalihkan pandanganku kepada Tao sambil tersenyum meskipun kilatan kemarahan tergambar jelas dimataku. “Kamsahamnida.” Ucapku lalu meninggalkan gedung Fansign.

 

Udara malam yang menusuk sampai ketulang tak membuatku merasa kedinginan. Tubuhku seakan terbakar oleh api hingga angin dingin yang berhembus menjadi sangat panas. “Chagi-ya…” Suara berat itu tak menghentikan langkahku. Aku mempercepat langkahku -nyaris berlari agar Yi Fan tidak bisa mengejarku. Beruntung saat hampir tiba di perempatan jalan, lampu sedang berwarna merah hingga aku bisa langsung menyebrang. Aku terus berjalan tanpa memperdulikan Yi Fan yang terus memanggilku. Tepat saat aku berada diseberang jalan …

 

TIIINN TIIIIIIN

Braaaakk

 

Langkahku terhenti. Keringat dingin tiba-tiba mengucur dari pelipisku. Aku menoleh kebelakang. Kulihat segerombolan orang yang mengerubungi bagian depan sebuah mobil. Wu Yi Fan. Nama itu tiba-tiba terlintas dipikiranku. Aku segera berlari ke kerumunan orang-orang itu. Aku berjinjit, mencoba melihat orang yang menjadi korban kecelakaan -mungkin. Air mataku mengalir tanpa bisa dikontrol. Aku bernafas lega saat melihat orang itu meringis sambil memegangi keningnya yang berdarah. Aku bersyukur dia bukan Yi Fan.

 

Aku mundur beberapa langkah hingga tubuhku menabrak seseorang. Aku menoleh, berusaha meminta maaf. Namun suaraku seakan berhenti di tenggorokan. Tanpa pikir panjang, aku langsung memeluk orang itu. “Ku pikir itu kau…” Isakku di salam pelukannya -Yi Fan. “Aku bukanlah orang yang akan menyebrang sambil berlari saat lampu sudah menjadi hijau.” Ucapnya sambil mengelus rambutku. “Maafkan aku.” Balasku masih terisak. “Tak apa. Tenanglah aku disini.” Yi Fan mempererat pelukan kami.

 

Hening menyelimuti kami sejenak. “Kenapa kau tiba-tiba pergi ?” Tanya Yi Fan khawatir sambil melepas pelukan. “Karena aku cemburu melihatmu memeluk gadis lain.” Aku berkata jujur sambil menyeka air mata. Ia terkekeh sebentar lalu menyerahkan selembar kertas dari dalam saku jasnya. “Apa ini ?” tanyaku tak mengerti. “Bacalah.” Aku membuka kertas itu lalu membaca kalimat yang tertulisdi dalamnya. Aku menatap Yi fan –masih- tak mengerti.

 

Ia tersenyum. “Di kertas itu tertulis ‘ Oppa can I hug you ?’. Karena itu adalah Fansign EXO, maka yang memeluk gadis disana adalah Kris Wu. Bukan Wu Yi Fan.” Jelasnya panjang lebar. “ Karena Seorang Wu Yi Fan tidak akan pernah memeluk gadis selain ibunya dan kekasihnya.” Tambahnya dengan dramatis. “Kau ini …” Aku memukul pelan lengannya. “Sungguh.” Ucap Yi Fan lembut. Mata elang itu kembali melembut. Aku sangat menyukai tatapan itu. “Saranghae Chagi-ya.”  Kata Yi Fan sambil memelukku kembali. “Nado Saranghae Wu Yi Fan.”

 

****** End ******

 

 

Gimana ?? Gimana ?? RCL please

Kritik dan Saran Sangat dibutuhkan :*

Gomawo ^^

28 thoughts on “[Freelance] Wu Yi Fan

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s