[Freelance] Replay

Replay_resized

Replay

By Lee Yoon Ji

Pairing

Baekhyun-Yoona | Lay-Yuri | Kris-Jessica | Tao-Tiffany | Chen-Sunny

Genre

Romance | Life School

Length

Drabble Compilation

Rating

PG 13+

Disclaimer

Inspired from Replay (Noona Is So Pretty) by SHINee (Japan Ver.) MV

Semua cast milik orang tua dan agensi mereka. Saya hanya meminjam. Ide murni dari MV SHINee dan pemikiran saya. No bash and copy. Happy reading ^^.

-BaekYoon-

Ruang kesenian itu sudah kosong sejak 1 jam yang lalu tapi Baekhyun tetap tidak beranjak untuk mengikuti jejak teman-temannya yang sudah pulang. Tidak sampai dia bisa menyelesaikan patung buatannya yang terinsipirasi dari diri seseorang yang saat ini berada di ruangan yang sama dengannya. Im YoonAh. Sunbae Baekhyun di Genie Art School itu masih sibuk dengan pekerjaannya sehingga dia tidak sadar bahwa dari tadi salah seorang hoobaenya sedang menggunakan dirinya sebagai model.

“Hey aku pulang duluan ya, tolong jangan lupa kunci ruangan ketika kau pulang”. Suara halus itu membuyarkan konsentrasi Baekhyun pada sentuhan terakhir patung buatannya. Yoona sedang berdiri di hadapannya sambil mengulurkan kunci ruang kesenian yang memang menjadi haknya semenjak dirinya di daulat oleh sekolah sebagai salah satu pemahat terbaik.

“Ne noona”. Jawab Baekhyun berusaha menutupi kegugupannya bisa berbicara dengan yeoja paling di idolakan di sekolah.

“Kau segalanya bagiku, Noona”

-LayYul-

Hentakan musik halus itu terus mengalun memenuhi ruang menari yang hanya berisi dua orang. Satu namja dan satu yeoja. Keduanya tampak tidak perduli dengan kehadiran masing-masing walaupun kenyataannya sedari tadi si namja bernama Lay terus-terusan mencuri pandang pada yeoja yang sedang menari dengan anggunnya di depan cermin. Kwon Yuri. Penari terbaik di Genie Art School itu berhasil membuat mata seorang Lay tidak bisa melihat ke arah yeoja lain jika dirinya sedang menari.

“Kapan aku bisa menari denganmu?”. Lay bergumam dalam hati sambil memperhatikan dengan seksama gerakan-gerakan yang Yuri lakukan. Bagi Lay, setiap gerakan yang Yuri lakukan seperti sebuah paku yang sangat tajam. Menancap kuat pada kedua kakinya dan membuatnya tidak bisa bergerak kemana-mana. Ayunan halus tangan Yuri seperti sebuah tamparan. Membuat Lay akan terus melihat ke arahnya. Diam-diam Lay tersenyum. Dia tahu apa yang bisa ia lakukan.

“Memperhatikanmu, aku menjadi gila”

-KrisSica-

Langit sudah sedikit gelap tapi ke enam namja di lapangan itu belum juga mengakhiri pertandingan mereka. Tim Kris melawan Tim Suho. Dua tim yang menjadi satu kesatuan ketika situasi mengharuskan mereka menjadi satu tim.

“Oper bolanya ke sini!”. Teriak Kris sambil berlari ke garis tengah di luar three point. Luhan yang mendengar perintah Kris langsung melempar bola basket yang sedang dipegangnya erat ke arah hyung-nya itu.

Hop!

“Ayo hyung! Three point!”. Teriak Luhan ketika Kris sudah menangkap bola lemparannya. Kris sudah siap menyelesaikan ancang-ancangnya ketika terdengar bunyi sol sepatu beradu dengan tangga besi yang berada di samping lapangan. Kris mengalihkan pandangannya dari ring menuju arah suara tadi berasal dan dia bisa melihat yeoja yang selama ini selalu di kaguminya sedang berjalan ke arah atas. Jessica Jung atau Ice Princess. Begitulah Kris sering menyebutnya. Dalam hati tentu saja. Kris tidak pernah sekalipun berani menegur Jessica. Tidak ketika yeoja itu justru sering lewat di depannya. Baginya, Jessica bukan sekedar Putri Es biasa. Jessica adalah seorang Putri Es yang hangat. Yang membuatnya bisa meleleh di tengah musim gugur saat ini.

“Dia selalu menjadi pusat perhatian-ku”

-TaoFanny-

Berhelai-helai kain warna-warni itu seperti sebuah air. Menutupi hampir seluruh inci ruangan berukuran 6X7 meter tersebut. Di depan sebuah meja kayu lebar, Tao sedang sibuk menyelesaikan pesanan dress yang di buatnya sejak 5 hari yang lalu dan saat ini dia sudah mencapai bagian finishing. Tao baru saja mengangkat dress hasilnya ketika pintu kerjanya itu berbunyi.

“Annyeong”. Sapa seseorang yang tadi mengetuk pintu kerja Tao. Senyum tergambar di bibir dan mata orang itu ketika melihat dress pesanannya yang sedang di angkat Tao.

“Noona, kau mau mengambil dress mu ini kan?”. Tanya Tao berusaha tenang walaupun dia tahu hatinya saat ini sedang bergetar hebat setelah melihat eye-smile dari mata seorang Tiffany Hwang. Seorang sunbae-nya di kampus yang merangkap menjadi model majalah di usianya yang menginjak angka 20 tahun. Masih sangat muda.

“Mmm, dress ini benar-benar cantik, haruskah aku mencobanya terlebih dahulu?”. Tanya Tiffany sambil menumpukkan dress berwarna merah di atas setelan yang sedang ia kenakan saat itu.

“Tentu saja, setelah itu aku akan mengambil fotomu”. Jawab Tao sambil mengeluarkan kamera Polaroid-nya yang tersimpan bersih dalam kotak kayu.

Klik!

“Noona, neommu yeoppo”. Gumam Tao sambil melihat hasil foto Tiffany.

“Gerakan yang kau tunjukkan padaku”

-DaeSun/SunDay-

Kafetaria itu sudah sepi sejak 3 jam yang lalu tapi Chen belum juga bisa menuntaskan hukuman yang ia dapat dari Park sonsaengnim yang menyuruhnya untuk membersihkan semua kaca yang menutupi kafe tersebut. Seandainya saja dia lebih hati-hati, dia yakin dia tidak akan di hukum oleh salah satu guru killer di kampusnya itu.

Kling

Bunyi bel pintu kafe yang berdering itu sontak membuyarkan lamunannya yang sedang melayang ke sketsa tempat tidur hangat yang sedang menunggunya. Chen harus beberapa kali mengerjapkan matanya ketika sadar bahwa sosok yang tadi baru masuk adalah sosok yeoja paling terkenal di kampusnya. Lee Sunny.

“Apa aku menganggumu?”. Tanya Sunny yang memilih tempat duduk tidak jauh dari tempat Chen berdiri. Chen tersentak mendengar pertanyaan Sunny dan segera berusaha mengatur dentuman di hatinya yang sedang tidak karuan.

“Tentu saja tidak noona, pekerjaanku juga hampir selesai”. Jawab Chen sambil mengangkat kain pelnya tinggi-tinggi hingga menyentuh ujung kaca atas. Sunny tersenyum lalu dengan pelan mengeluarkan sebuah buku bacaan dari tasnya dan mulai tenang tenggelam ke dalam ceritanya. Tidak sadar bahwa Chen terus memperhatikannya.

“Noona, aku tidak ingin meninggalkanmu sendiri”

-END-

*Ottoke? Aneh kah? Hahaha ini adalah FF Drabble pertama author jadi tolong pengertiannya kalo rada aneh atau maksa. Please leave comment yaaa ^^. *bow*

27 thoughts on “[Freelance] Replay

  1. Bagus banget ff ny thor apa lagi ada baekyoon. Q karya mu yang lainny n buat ff yang main castny baekyoon karena q pling suka couple ini.

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s