[Freelance] Love Is Not For My Husband (Chapter 3/END)

Love Is Not For My Husband 3

Title : Love Is Not For My Husband

Author : Selvy

Length : Chapter

Rating : PG 17

Genre : Romance, Sad, Family

Main Cast : Taeyeon, Baekhyun

Other Cast : Lihat sendiri yah J

 

. . . . . . . . . . . . . . .

Taeyeon dilanda ketakutan besar, tentu tak mengherankan bagi anak patuh seperti dirinya bersikap seperti itu. Tetapi hatinya perlahan lebih tenang setelah melihat Baekhyun yang sedang menggengam erat tangannya, namja itu dengan cekatan memperhatikan suasana dihadapannya, jika merasa sudah aman berulah ia menarik Taeyeon untuk melewati halaman samping rumah keluarga Byun itu.

Taeyeon mengalihkan pandangannya sekeliling rumah, sempat terbesit dihatinya tentang keadaan rumah yang menurutnya terlalu sepi untuk ukuran rumah Tuan Byun yang terbiasa akan penjagaan ketat.

Karena terlalu asyik dengan fikirannya Taeyeon tak sadar Baekhyun kembali menariknya setelah melihat suasana cukup eman. “YA! Aww . . “ Taeyeon meringis, kakinya terkelir, badannya jatuh ke lantai sekitar rumah itu.

Malangnya pergelangan tangannya juga ikut terkilir karena sempat menahan berat tubuhnya. Mata baekhyun terbelalak lebar, dengan segera ia menghentikan langkahnya dan berlutut untuk melihat keadaan Taeyeon.

“Mana yang sakit?” Tanya Bakhyun khawatir. Ia menelusuri seluruh tubuh Taeyeon melihat apakah ada bercak darah di bagian tubuh mulus yeoja dihadapannya.

Taeyeon terpaku matanya terfokus menatap namja itu, ia menyadari dari tatapan namja itu. Ekspresi yang ditunjukkan Baekhyun, mimik dari wajahnya mampu menunjukkan seberapa besar cinta Baekhyun. “Apakah kau pernah bertemu denganku sebelumnya?” Tanya Taeyeon kemudian yang membuat ekspresi Baekhyun yang tadinya khawatir berubah menjadi bingung.

“Tak ada waktu untuk saat ini membahas itu semua Taeyeon” Tungkasnya kemudian.

Digenggamnya tangan yeoja itu, namun belum saja sempat berdiri tegak ringisan kembali terdengar, “Awww” Taeyeon merasakan sakit yang sangat pada pergelangan kakinya.

“Kenapa? Apa masih sakit?” Baekhyun langsung kembali pada posisinya merasa bersalah. Sungguh saat ini mereka sangat membuang waktu. Tapi anehnya kenapa Tuan Byun sama sekali tak mendengar mereka? Bahkan karena terlalu mengkhawatirkan Taeyeon, Baekhyun sampai tak berfikir sejauh itu.

“Kakiku terkilir, aku tak bisa berdiri” Tanpa menunggu aba- aba Baekhyun langsung saja menggendong Taeyeon.

Sampailah mereka di depan gerbang dan dengan sigap membuka gerbang yang memang tak terkunci itu.

Taeyeon POV

Aku merasakan getaran berbeda dalam dadaku, apalagi saat kulihat tatapn cinta yang ia lemparkan untukku membuat dadaku serasa ingin pecah. Aduh Taeyeon jangan berfikiran yang macam- macam dulu dalam suasana menakutkan seperti ini.

Kulihat Baekhyun sedikit kesusahan membuka pintu besar itu karena memang aku sedang berada dalam dekapan hangatnya.

Darahku berdesir cepat, tak mampu lagi rasanya aku mengeluarkan pergerakan maupun suara. Bahkan sekarang wajahku sudah dipenuhi peluh dan air mata ketakutan yang aku sendiri tak tahu kapan itu mulai menampakkan diri.

Bagaiaman tidak? Ahjusshi itu sedang berdiri tepat dihadapanku bersama Baekhyun. Tatapan membunuhnya benar- benar membuatku tak mampu mengangkat kepalaku melainkan hanya bersembunyi di dada baekhyun.

Kurasakan ia menarik kasar namja yang mendekapku, mendorong namja itu, Bruak “Aww” ringisanku bersama Baekhyun. Aku terjatuh dengan kasar ke tanah. Aku merintih, aku hanya menangis dalam diam saking sakitnya. Kesakitan itu menjalar keseluruh tubuhku karena benturan keras, sehingga sedikit saja aku bergerak aku sudah dihadiahi sakit yang sangat amat luar biasa.

Bruak . . .

Aku menangis tak membuka mataku, kulihat Baekhyun yang tadi didorong appanya sampai menabrak pohon dengan keras membuat namja itu mengeluarkan darah dari mulutnya. Bahkan sekarang aku tak tahu apa yang dilakukan appanya padanya yang membuat ia terus merintih kesakitan dan juga dapat kudengar suara pukulan yang sangat keras. Tapi aku terlalu takut untuk mengangkat kepalaku menatap mereka.

“AKU AKAN MEMBUNUHMU, KAU SANGAT LANCANG INGIN MEMBAWA EOMMAMU SENDIRI UNTUK LARI DARI RUMAH” Teriak Tuan Byun yang membuatku sangat ketakutan.

Baekhyun tak menjawab namun ia hanya terus meringis dengan pukulan yang bertubi- tubi menjalar ke tubuhnya. Sudah kuduga namja itu tak akan melawan pada appnya. Tapi bagaimana kalau dia benar- benar dibunuh? Aku tak akan membiarkan itu.

Dengan sekuat tenaga aku mengesot mendekati mereka. “Hentikan Tuan, hentikan” aku menarik tangan Tuan Byun yang masih ingin memukuli anaknya yang terbaring lemah dengan tubuh penuh luka. Tak kusangka orang ini akan melakukan hal separah ini.

Ia menghentakkan tangannya yang membuatku semakin tertidur di tanah, namun untung saja tangan kananku yang masih bisa menahan tubuhku agar tak benar- benar menyentuk tanah.

Ditariknya bagian belakang rambutku kasar yang membuatku meringis, “KAU SUDAH BERANI BERMAIN DENGANKU KIM TAEYEON” Ucapnya sangat dingin sambil mencengkram daguku kuat yang membuatku sangat tersiksa sungguh.

Ia menarik pergelangan tangan kiriku yang tadi terluka, aku hanya bisa meringis sangat sakit. Tarikannya memaksaku berdiri namun kakiku tak kuat yang membuatku semakin melonjat karena rasa sakit pada tubuhku yang sangat hebat.

Ia kembali mencengkram tanganku menarik paksa aku tanpa memperdulikan rasa sakitku. Aku terseret, “Hiks . . hiks . . hiks . . . Hentikan, hentikan kumohon” Ucapku masih menyimpan harapan ia mengasihaniku dengan suara parau ini.

Ia berhenti yang membuatku sedikit bisa bernafas lega, namun . .

Plak . . .

Plak . . .

Aku merasakan sakit sekaligus pedas di kedua pipiku. Bibirku berdarah mungkin bahkan lidahku juga berdarah. Ia kembali mensejajarkan tubuhnya denganku yang memang masih terduduk. Ia ulangi menarik rambut belakangku kasar membuatku mendongak ke langit, sekaligus meringis kesakitan.

“Kau terlalu bodoh sayang, kau tak tahu rencanaku. Dan kau tahu semua orang sudah kuliburkan bekeja agar tak ada yang mengganggu kita”  ucapnya dengan kesan lembut tapi sangat mengerikan ditelingaku.

Ia mencium bibirku dengan sangat kasar, menggigit keras bibirku yang memang berdarah yang membuatku malonjat kesakitan. “Ahrrrrrrrrg “Aku berusaha melepaskan diri namun ia malah semakin mendorong kepalaku dengan tangannya yang masih menjambak rambutku.

Air mataku semakin mengalir, aku hanya bisa pasrah sekarang. Rasanya sungguh benar- benar luar biasa sakit. Sampai akhirnya ia melepas ciuman ‘teroris’ tadi.

Tak kusangka ia tersenyum, namun baru kusadari bahwa itu adalah senyuman mengejek yang membuatku takut akan apa yang selanjutnya ia akan lakukan.

“Sebaiknya kita melakukan malam pertama kita disini. Di depan anak kita” Ucapnya menyeringai sedikit mengalihkan pandangannya dengan sinis ke arah baekhyun yang sudah babak belur tak bergerak sedikitpun.

Aku meronta, tapi ia membuka paksa bajuku. Bahkan namja tua itu merobek bajuku. Aku terus menolak. “BAEKHYUN TOLONG . . “Teriakku yang membuat Tuan Byun memberhentikan aktifitasnya.

Plak Plak Plak . . .

Tak terhitung berapa banyak tamparan yang jatuh ke wajahku. Bahkan saat ini ia masih menampariku dengan kasar. Rasanya nyawaku ingin lepas sudah, terlalu sakit untuk anak umur sepertiku diperlakukan seperti ini.

Bruak . . .

Tamparannya berhenti saat nyawaku benar- benar sudah berada di ujung tanduk. Tak ada suara sedikitpun. Aku bersyukur paling tidak rasa sakit ini sedikit bisa tertahankan sekarang.

“Hiks . . hiks . . hiks . . “ Ku dengar suara desah tangisan di tengah tubuhku yang tertidur tak berdaya di tanah. Pelan kubuka mataku, samar- samar kulihat Baekhyun yang bajunya sudah sobek ditambah wajahnya yang hampir tak ku kenali karena luka pada dan tubuhnya yang juga tak kala dari wajahnya duduk meringkuk memeluk lututnya. Mataku jatuh tepat disampingnya, dapat kulihat batu dengan ujung lancip bertempat tinggal di situ. Batu itu penuh akan darah.

Mataku yang bengkak membesar saat aku melihat Tuan Byun terbaring lemah disampingku. Kepalanya di penuhi darah yang membuatku ketakutan sekaligus bergidik ngeri.

Dengan segenap kekuatan yang kupunya aku mendekat ke arah baekhyun. Sudah kupahami apa yang telah namja itu lakukan pada appa kandungnya untuk menolongku. “Aku pembunuh Taeyeon aku pembunuh” Ucapnya masih menatap tangannya tak percaya.

Aku memeluknya sangat erat berusaha menenangkannya. “Taeyeon aku pembunuh” Lirihnya lagi.

Ku elus rambutnya lembut, kurasakan namja itu menangis sangat deras. Tubuhnya bahkan bergetar. Kutahu ini sangat berat untuknya.

 

. . . . . . . . . . . . . .

15 Tahun kemudian

‘Menanti’ suatu kegiatan yang sangat membosankan bukan? Tapi tidak bagiku, kenapa? Karena aku menikmati penantian ini. Menikmati sampai detik kebahagiaan itu tiba, tepat dimana aku mendapatkan masa depan yang cerah seperti yang kucita- citakan.

Dan tepat hari ini penantianku akan hilang sudah, aku benar- benar telah melewati waktu 15 tahun hanya untuk menunggu seseorang. ‘Time Is Money’ adalah kata yang sering kudengar, tapi sayang tak ada ‘Time Is Money’ dalam cinta. Aku tak pernah merasa rugi membuang waktuku untuk menunggunya. Karena memang aku tak pernah merasa membuang waktu saat ini.

Pintu itu perlahan terbuka, pintu yang akan menjadi saksi pertama aku kembali lahir. Dibalik itu kelihat ‘penantianku’ tersenyum cerah dan aku tentu saja membalasnya.

Tak terasa air mataku pecah berkeping- keeping saat kulihat Baekhyun menghampiriku yang sedang duduk menunggunya. Aku memang sengaja menunggu diluar untuk menyaksikan saat pertama kali Baekhyun menginjakkan kakinya di tanah yang bebas, saat ia kembali bisa menatap cahaya matahari secara langsung.

Ia langsung memelukku dengan mata berkaca- kaca. Aku tahu luka itu membekas jauh dalam lubuk hatinya, tapi ingatlah sumpahku. Aku berjanji akan menghilangkan luka itu menggantikannya dengan kebahagiaan yang akan kita rajut berdua nantinya.

Kurasakan ia mengecup puncak kepalaku lalu merenggangkan pelukan kami. Ditatapnya aku dengan sangat dalam kemudian menghapus air mataku, dapat kulihat matanya sudah memerah seperti menahan air mukanya untuk keluar.

Kami saling menggenggam, “Terima kasih telah menungguku” Ucapnya lirih penuh haru.

Aku hanya tersenyum manis menatapnya, “Aku tak pernah mununggumu, tapi aku menanti diriku sendiri. Menanti diriku yang juga ikut terbawa bersamamu” ia membalas senyumku, tapi pertahanannya sudah mulai runtuh. Air matanya perlahan menetes.

“Kini kubawa kembali apa yang telah ku ambil darimu. Dan kini tak akan ada lagi yang terbawa, karena kau dan aku kini adalah satu untuk selamanya” Tungkasnya kembali memelukku erat.

15 tahun memang terasa singkat karena keikhlasan yang berusaha kutanamkan untuk menunggu saat ini tiba. Sejak pertama kali ia menyerahkan dirinya ke pihak yang berwajib, ku sangka aku tak memiliki perasaan sedikitpun padanya.

Tapi perlahan cintaku mulai Nampak seiring berjalannya waktu. Namja yang kutemui di gereja saat dulu aku pertama kali tahu bahwa aku sedang dijodohkan. Dan namja yang tak kusangka akhirnya membebaskanku dari semua belengguh jiwaku pada akhirnya.

Tak ada kabar dari eommaku setelah itu, aku juga tak berusaha mencari tahu tentangnya. Bukan karena aku tak mencintainya, tapi itu karena aku sangat mencintainya. Aku tak mau mengganggu kebahagiaannya dengan datang sebagai beban. Tapi perlu eomma tahu, kapanpun eomma datang padaku, aku akan tetap membuka seluruh jiwaku untuk kehadiran eomma. Walaupun itu dalam keadaan terburuk sekalipun. Karena seperti kataku sebelumnya, walaupun dunia telah hancur sekalipun, namun cinta seorang anak sepertiku tak akan pernah hancur apapun yang terjadi. Kuharap eomma merasakan yang sama sepertiku.

Untuk sahabatku seohyun yang selalu ada untukku. Selalu menguatkanku disaat susah, aku hanya bisa mengucapkan terima kasih atas segalanya. Aku tak bisa memberikan lebih selain cintaku yang tulus padamu, tapi perlu kau tahu cintaku ini bahkan akan mengalahkan mahalnya seluruh permata di dunia ini untukmu.

Terima kasih telah memberikanku arti persahabatan yang sangat berharga. Kau hanya satu tapi berarti banyak untukku, terima kasih karena telah menjadi satu- satunya sahabatku dan telah menjadi sahabat paling berharga di dunia.

Dan untuk ‘Seohyun junior’ aku mengucapkan selamat untukmu karena telah lahir dari wanita yang istimewa. Luhan, kau benar- benar beruntung telah mendapatkan sahabatku. Jagalah dia untukku. Dan kuharap kau Seohyun, akan menjadi sahabat terbaikku sampai anak ke ‘100’ ku bersama Baekhyun akan hadir ke dunia.

Finally, Baekhyun ‘masa depan cerahku’ begitu sulit kita bisa mencapai kebahagiaan seperti sekarang ini. Jika mengingat masa lalu, bagaimana aku menjadi eomma tirimu, aku bahkan tak pernah menduga sebelumnya kalau akan berakhir seperti ini.

Kau ingat? Betapa sulitnya kita keluar dari ‘kemalangan’ itu? Bagaimana kita berjuang bersama untuk menghilangkan trauma yang melanda kita berdua? Kau ingat? Bagaiama kita keluar dari semua itu dengan bekerja sama walaupun di tempat yang berbeda? Yah aku masih mengingat persis semuanya kuharap kau pun begitu.

Aku harap kita bisa membangun ‘matahari’ kita mulai detik ini. Aku akan terus bersamamu, walaupun tanpa kemewahan, tanpa harta dan kekayaan, hidup dengan lelaki sederhana, dan menjalani keseharian yang juga sederhana. Tapi walaupun semuanya terasa sederhana, cintaku dan cintamulah yang membuat semuanya menjadi luar biasa.

Perjalanan hidup yang kelam tak akan menemukan jalan buntu seperti dalam cerita, jika kita tak terus larut didalamnya. Setidaknya dari semua yang kualami banyak pelajaran yang dapat kupetik. Sekarang aku dapat mengetahui tentang ketulusan cinta dari seorang namja, cinta dari seorang sahabat, dan ketulusan cinta dari seorang anak. Kini yang akan kucari dan kugali adalah ketulusan cinta dari seorang eomma, yang kuyakini akan segera kudapatkan.

‘Jangan pernah melupakan masa lalu, karena semua kenangan buruk dimasa lalu akan membuatmu lebih dewasa di masa depan. Dengan catatan jangan pernah menanigisinya lagi, karena masa lalu tak akan ada artinya dihidupmu. Tataplah masa depan karena disanalah kau akan mendapatkan makna yang sesungguhnya dari subuah jalur kehidupan.

Tetap sekses dengan cinta yang kita punya. Jangan pernah dendam kepada orang yang kau cintai tapi tak mencintaimu. Karena sesungguhnya kau lebih beruntung karena telah bisa merasakan bagaimana rasa dari pengorbanan dan cinta yang telah kau berikan. Sedangkan dia? Hanya bisa merasakan sesal dihari kemudian. Tanpa bisa mencicipi manisnya cinta. Untuk eommaku tercinta, kuharap eomma akan mendapat arti cinta yang sebenarnya dan menyadari besarnya cintaku untuk eomma’

End                                                                                                      

FF ketiga yang end yehhhhh . . .   #Bantingrumah

Oh akhirnya bebanku berkurang lagi . . .

Tapi jangan kecewa dengan FF aku yang pendek ini yah? karena memang dari awal rencananya memang pendek sih. Soalnya hanya ada sedikit konflik. Dan di ending FF yang ini aku tak terlalu mau banyak berkata- kata karena takutnya nanti kehabisan kata- kata (?)

Hehehe, kayaknya dari semua FF berchapterku ini yang paling kayak gimana gitu. Gak ada unsur comedinya, soalnya kalau aku ingat- ingat lagi FFku di dominasi dengan genre Comedi biasanya.

Dan Kalau untuk project baru idenya udah banyak, tapi sayangnya aku gak ada niat nih buat project baru#dimakan Dan sampai akhirnya karena memang pada dasarnya aku pelupa eh idenya udah pada terbang, wkwkwkwk . . ..

Sekarang yang tersisa hanya 4 FF saja, kalau untuk terkhusus ‘Someone’ sepertinya akan sedikit panjang. Tapi kalau untuk FF sisanya hanya dengan Chapter pendek. Oke deh, untuk target selanjutnya adalah ‘Incidentally meeting’ . . . .

Maaf untuk yang udah nungguin ‘Love It Is’ dan ‘Not Destined’ bukannya aku gak mau lanjut atau kehabisan ide. Tapi karena berbagai alasan yang gak bisa aku ungkapin satu- satu jadi sepertinya akan di pending dulu J . . .

Sampai jumpa di ending ‘Incidentally meeting’ . . . .

58 thoughts on “[Freelance] Love Is Not For My Husband (Chapter 3/END)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s