[Freelance] Wolves Became Human (Chapter 2)

tumblr_mbnq72nRq91rakxhdo1_500

Title               : Wolves became human (Chapter 2)

Author           : Jung Soo Hee

Lenght           : Multichapter

Rating            : PG-15

Genre            : Romance, Friendship

Cast              : SNSD , EXO MEMBER

Note              : Mungkin sedikit gaje karena pendek bingit. Tapi ini asli dari pikiran JSH (nama panggilan). Don’t be SIDERS! Warning typo and garing. Let’s see http://sooheej.wordpress.com/

Salah satunya adalah wanita yang bertubuh pendek menggunakan kacamata dengan rambut di kepang satu dan rambutnya di letakan di depan pundaknya. Terjatuh tepat di hadapan Baekhyun karena ada salah satu murid yang tidak suka dengannya maka sengaja disandungi dan ternyata jatuh tepat di hadapan Baekhyun. “Gwaenchana?” Ucap Baekhyun. “Ne. Aku baik-baik saja, maaf aku tidak sengaja mungkin tidak sengaja menginjak sesuatu. Sekalin lagi maafkan aku. Apakah kau baik-baik saja?” Ucap yeoja ini sambil membungkuk dan mengecek seluruh bagian tubuh Baekhyun

“Nado. Bolehkah aku berkenalan dengan mu? Perkenalkan nama ku Baekhyun dan ini saudara-saudara kandungku.” Ucap Baekhyun yang disambut dengan senyuman jahil saudara-saudaranya. Saat Baekhyun mau berjabat tangan tiba-tiba ada segerombol perempuan cantik datang. “Apa yang sedang kau lakukan Sunny-ah!?” Ucap Sooyoung dengan kerasnya.

“Ani.. Tadi aku tidak sengaja menabraknya.” Ucap Sunny dengan tenang. “Namaku Sunny dan ini teman-teman ku yang ini namanya Sooyoung, Yoona, Tiffany, Yuri, Seohyun, Jessica, Taeyeon, Hyoyeon.” “Annyeonghaseo senang bisa bertemu dengan kalian.” Ucap Taeyeon dengan senyuman khasnya. “Ah ne annyeonghaseo namaku Baekhyun dan mereka adalah saudaraku.” Ucap mereka satu persatu *mian yaa author males nulisnya kebanyakkan toh kalian juga udah kenal kan, kenal banget malah hehe*

“Sepertinya aku jarang melihat kalian apa kalian murid baru disini?” Tanya Yoona. “Ne kami murid baru disini dan baru pindah ke Korea.” Ucap Kris. “Oh~ Apa kalian semua satu kelas?” Tanya Tiffany “Ani untuk Kris Xiumin Suho Luhan Chanyeol Baekhyun Chen D.O oppa di kelas 3, Kai Lay Tao Sehun oppa di kelas 2 dan..” Ucap Hyo Jin terpotong oleh Sooyoung “Kau di kelas 1?” Tanya Sooyoung “Ne sunbaenim.” Ucap Hyo Jin ramah. “Kurasa kita dapat berteman bukan kah kita sudah saling mengenal? Walaupun tidak kenal dekat.” Ucap Jessica yang dianggukan oleh semuanya.

“Baiklah sampai jumpa besok. Annyeong.” Ucap ke-9 perempuan cantik itu. “Ne.. Annyeong, Kamshamida~” Ucap ke-13 orang itu bersamaan. Sekarang mereka menuju mobil mereka, ditengah keheningan Hyo Jin tiba-tiba mengatakan “Bukan kah mereka sangat cantik?” Ucap Hyo Jin yang sedang melihat pemandangan kota Seoul. “Eh? Mereka siapa?” Ucap Xiumin.

“Oppa~ jangan pura-pura tidak tahu aku melihatnya sendiri.” Ucap Hyo Jin yang membuat ke-12 orang ini penasaran, “Kau melihat apa? Melihat pemandangan kota Seoul?” Ucap Luhan yang membuat Hyo Jin akhirnya menengok ke arah mereka.

“Aigoo~ Apa kalian sedang jatuh cinta? Tatapan mata kalian berbeda ketika melihat ke-9 yeoja tadi.” Goda Hyo Jin. “Aishh kau ini masih terlalu muda untuk tahu itu.” Ucap Suho “Berarti oppa sudah tua? Hahaha” Ucap Hyo Jin yang disambut dengan tawa seisi mobil. “Apakah menurutmu mereka cantik?” Tanya Sehun kepada Hyo Jin “neomu yeppeo.” Ucap Hyo Jin “Apa kau tidak cemburu jika kami mendekati mereka?” Tanya Kai menggoda Hyo Jin “Eyyy tentu tidak, bukan kah itu berarti oppa sudah tumbuh dewasa?” Ucap Hyo Jin.

“Lucunya adikku ini~” Ucap ke-11 namja ini sambil mengacak, mengelitik, mencubit pipi Hyo Jin. 11? Tentu saja yang satu lagi sedang menyetir mobil.

Kini mereka sudah sampai dirumah masing-masing. Ke 12 namja ini sudah ke kamar mereka masing-masing tapi tidak dengan Hyo Jin adik perempuan mereka, Hyo Jin sedang sibuk di dapur untuk membuatkan makan malam. “Eotteoke? Aku harus masak apa? Haishh jinjja.” Hyo Jin yang masih bingung memutuskan untuk browsing di internet. Tiba-tiba muncul lah sesosok namja yang kedatangannya tidak diharapkan Hyo Jin.

“Oppa?! Apa yang kau lakukan disini?” Ya namja itu adalah Kai, dengan menggunakan kekuatannya dapat berpindah tempat. “Aku hanya ingin bermain ke kamar mu apa itu salah?” Ucap Kai dengan santainya. “Tentu saja salah. Bagaimana jika aku sedang berganti pakaian dan oppa datang disaat yang tidak tepat?” Ucap Hyo Jin. “Eyyyy tentu saja aku datang disaat yang tepat aku tidak akan menyalahgunakan kekuatan ku ini Hyo Jin-ah.” Ucap Kai dengan nada yang menggoda. “Arraseo. Terserah.” Ucap Hyo Jin yang terlanjur kesal.

“Kau sedang apa?” Ucap Kai yang sedang tiduran di kasur Hyo Jin. “Aku mau mencari bahan makanan. Hmmm lebih tepatnya mencari makanan apa yang akan kita makan nanti malam.” Ucap Hyo Jin yang masih sibuk mencari di internet. “Bagaimana jika kita makan malam di restoran?” Ucap Hyo Jin yang sudah frustasi dengan makan malamnya. Ternyata tidak ada respon dari Kai, ya namja itu tertidur pulas di atas kasur Hyo Jin. “Aigoo oppa.” Ucap Hyo Jin yang sambil menutupi tubuh Kai dengan selimut.

Sekarang sudah pukul 6 sore waktu Korea. Setelah semuanya sudah mandi sekarang ke-13 orang ini pergi keluar rumah untuk makan. “Bagaimana jika kita berjalan kaki saja? Kurasa jalan raya saat malam hari sangat ramai.” Ucap Kris yang mendapat anggukan dari saudara-saudaranya. Sekarang mereka sedang berjalan keluar bersama-sama perjalanan mereka diiringi canda tawa sampai pada akhirnya di suatu tempat dimana menyediakan berbagai jenis makanan. Mereka memsan kimchi, ramyun, soondubu jigae, seolleongtang, yangnyeom tongdak, japchae, bulgogi, dan masih banyak lagi.

Mereka tidak bisa pulang malam-malam mengingat mereka sudah memulai aktifitasnya sebagai pelajar. “Oppadeul aku mau membeli bahan makanan untuk sarapan besok, kalian pulang duluan saja.” Ucap Hyo Jin yang mengkhawatirkan kakak-kakaknya. “Gwaenchana?” “Gwanchanayo~ Kalian harus banyak istirahat. Annyeong.”

————————–

Hyo Jin POV

Jam sudah menunjukan pukul 04.00 ini saatnya aku membuat sarapan untuk kakak-kakaku. Kali ini aku membuat Rice Bowl sebagai sarapan pagi ini, jujur ini pertama kalinnya aku masak apalagi masak untuk keluarga ku. Aku akan berusaha sebaik mungkin supaya makanan ini enak. FIGHTING!! Setengah jam sudah kulewati untuk membuat 13 porsi Rice Bowl kuharap oppa menyukainya. Aku pun menyiapkan Rice Bowl di meja makan, setelah itu aku membangun ke 12 oppa ku.

Yang pertama aku harus membangunkan Kris,Luhan,Kai oppa. Ya mereka paling susah dibangunkan terutama Kris dan Luhan oppa mungkin mereka akan memilih tidur dibandingkan makan cara ku membangunkan mereka adalah lompat di kasur mereka sambil berteriak. “OPPAAAAAAAA!!!!!!!! KEBAKARAN!! GEMPA!! ADA TORNADO!! BANJIR!!! WAKE UP!!!” Ya! Caraku berhasil bahkan tidak hanya Kris,Luhan, dan Kai oppa, yang lain juga bangun mendengar teriakan ku.

 

“SELAMAT PAGI OPPA~ SEKARANG MANDI DAN CEPAT SARAPAN! SEBELUM SARAPAN KALIAN AKU YANG MAKAN!” Ucap ku dengan nada mengancam, ingin rasanya aku tertawa saat itu karena melihat wajah mereka yang bisa dibilang polos hahaha. Setelah aku mengucapkan itu mereka semua bergegas mandi tidak hanya mereka aku juga ingin mandi karena hampir setengah jam aku didepan kompor.

Author POV

Sekarang sudah menunjukan pukul 06.00 mereka sudah berjalan menuju halte bus ternyata di halte bus mereka bertemu dengan ke-9 gadis yang pernah mereka temui waktu itu. Hyo Jin yang melihatnya langsung membungkuk dan mengucapkan salam “Annyeonghaseo sunbaenim.” “Ne annyeonghaseo.” Hyo Jin melihat sikap oppanya yang cuek langsung menyenggol sikut Tao yang kebutulan ada disebelahnya. “Oppa ayo beri salam kepada mereka.” Sikap Hyo Jin yang dilihat oleh oppanya membuat mereka sadar akan kehadiran ke-9 gadis itu. “Annyeonghaseo maaf kami tidak melihat kalian.” Ucap Xiumin. “Ne annyeonghaseo. Ne gwanchana” Ucap Tiffany dengan eyesmilenya.

Sekitar 15 menit menunggu akhirnya datang bus yang mereka tunggu-tunggu. Sebagai namja tentunya mereka mendahulukan perempuan yang masuk. Yang pertama masuk adalah Hyo Jin karena dipanggil oleh Yoona untuk duduk bersamanya setelah itu diikuti yang lainnya yang terkahir masuk adalah Jessica, saat Jessica mau naik bus ternyata tali sepatunya belum terikat dengan benar alhasil saat naik tangga bus Sica pun terjatuh. Dia tidak merasa sakit sedikit pun. Mengapa? Karena ada sesosok namja yang menangkapnya tangan namja itu pun melingkar di bagian perut Jessica.

“Eoh? Mianhe.. Nugu?” Ucap Jessica kepada namja yang berhasil menyelamatkan hidupnya. “Ne gwanchana. Naneun…”

JENG JENG!!!!! AHAHAHAA. Penasaran ga tuh? Sabar yaa. Keep reading and waiting. Annyeong~

41 thoughts on “[Freelance] Wolves Became Human (Chapter 2)

  1. Thor…… cepat yaa thooorrr…. fighting!!!! Kayanya aku belum pernah baca Kaiyul dehh eon bikin kaiyul ya eon, trus itu siapa yg nolongin jessica eonnie? *berharapkrissica

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s