[Freelance] Should I Love You?

asd

Tittle : Should I Love You ?

Author : Lola Adellia

Length : OneShoot

Rating : PG +15

Genre : Romance, Sad, Thriller, Angst, Action

Cast : Tiffany SNSD & Chanyeol EXO-K

Other : Some People

A.N : Annyeonghaseyo ^^ Ini FF yang pertama kali aku kirim kesini🙂 Maaf kalau ada reader yang kurang nyaman dengan FF ku. Meskipun begitu, tetep RCL ya😀 Ngga RCL ? Bisul tangung sendiri :p

Happy Reading🙂

 

Hari Minggu baru dimulai sejak 8 jam lalu. Matahari bersinar dengan lembut menerangi bagian bumi yang menghadap dirinya. Suara merdu burung-burung terdengar disetiap indra pendengar manusia. Benar-benar hari yang sangat sempurna. Namun hal ini tak berlaku untuk seorang agen rahasia dari badan intelijen Korea selatan, National Intelligence Service (NIS). Robert Hwang, begitulah orang-orang memanggil namanya. Pria berusia 45 tahun ini memasuki rumah megahnya dengan tergesah-gesah.

“Fany-ah….” Panggilnya pada anak tunggalnya. “Tiffany…..” Panggilnya lagi sambil berlari munuju ke kemar Tiffany. Kosong, Tiffany tak ada dikamarnya. Rasa khawatir mendominasi otaknya. “Tiffany Hwang !!!” Teriaknya memanggil Tiffany untuk ke tiga kalinya. “Chagi-ya, Waeyo ?” Tanya Isrtinya yang tiba-tiba muncul dari dapur. “Fany…Tiffany…Dimana dia ?” Tanya Robert pada istrinya. “Dia ada di taman belakang. Ada apa ?” Tanpa menghiraukan pertanyaan Istrinya, Robert segera berlari taman belakang.

 

“Fany-ah.” Panggil Robert setelah melihat sosok gadis yang berusia jauh lebih muda darinya. Tiffany menoleh ke sumber suara. “Appa.” Balas Tiffany setelah melihat lelaki paruh baya yang memanggilnya. “Fany-ah, kau harus menjaga dirimu baik-baik.” Ucap Robert dengan segurat kekhawatiran di wajahnya. “Apa yang Appa maksud ?” Tiffany tak bisa mencerna perkataan Appa-nya. Robert kemudian duduk di sebelah Tiffany. “Tadi pagi saat Appa ke kantor, Appa mendapat sebuah kiriman. Ternyata isi dari kiriman itu adalah sebuah surat ancaman.” Ucap Robert saat agak tenang. “Surat ancaman ? Apa isinya ?“ Tanya Tiffany penasaran. “Orang itu mengatakan akan balas dendam pada Appa dengan cara membunuhmu.” Jelas Robert. “Apa Appa tau siapa pengirimnya ?” Tanya Tiffany lagi. “Aniya. Tapi ada inisial PSY dibawah surat itu.” Jawab Robert sambil mengingat-ingat. “Geurae Appa. Aku akan berhati-hati.” Balas Tiffany sambil memamerkan Eye-Smilenya.

 

***************

 

Next Day

 

Hari ini Tiffany ada jadwal kuliah. Namun itu sudah usai sejak 15 menit yang lalu. Gadis bersurai coklat keemasan ini berjalan menuju cafeteria Universitasnya. Sesampainya disana ia segera memesan makanan untuk mengisi perutnya yang sudah kosong sejak tadi. Saat sedang asyik melahap makanannya, Tiba-tiba seseorang duduk didepannya. “Annyeong Chagi.” Sapa orang itu pada Tiffany. “Eoh ? Annyeong Chanyeol-ah.” Balas Tiffany. Park Chanyeol, dia adalah Namjachingu Tiffany. Mereka berpacaran sejak 2 minggu yang lalu.

Percaya atau tidak, 2 Bulan yang lalu Chanyeol adalah penggemar berat Tiffany. Ia adalah mahasiswa pindahan dari Busan. Setiap hari, Chanyeol selalu ‘Mengejar-ngejar’ Tiffany. Namun hal itu selalu tak pernah di tanggapi oleh gadis bermarga Hwang itu. Tetapi hati Tiffany luluh setelah melihat kebaikan dan kegigihan Chanyeol. Itu terbukti di malam Tiffany hampir dibunuh oleh perampok. Saat itu dengan beraninya Chanyeol menghajar perampok yang berjumlah 3 orang. “Chagiya, hari ini kau akan pergi kemana ?” Tanya Chanyeol sambil memandangi intens kekasihnya itu. “Aku tidak kemana-mana. Waeyo ?” Jawab Tiffany setelah makanannya tertelan. “Aku ingin kau bertemu dengan Noona-ku.” Jelas Chanyeol. “Kapan ?” Tanya Tiffany. “Setalah ini.” Jawab Chanyeol mantap. “Baiklah.” Tiffany mengangguk setuju.

 

**************

 

Kini Tiffany dan Chanyeol sudah sampai dikediaman Park. “Masuklah.” Chanyeol mempersilahkan. Ini adalah kali pertama Tiffany berkunjung ke rumah Chanyeol. Berbeda dengan Chanyeol yang hampir setiap hari berkunjung ke rumahnya. “Noona, kau dimana ?” Panggil Chanyeol karena tak mendapati Noona-nya tidak ada di ruang santai. Biasanya saat sore seperti ini Noona-nya selalu membaca Majalah Fashion di ruang santai. “Noona…” Panggilnya sekali lagi. “Ne. Ada apa Chanyeol-ah.” Tanya Noona Chanyeol yang baru keluar dari kamar. “Aku mau mengenalkan seseorang.” Jelas Chanyeol. “Nugu ?” Tanya Noona-nya penasaran. “Yeojachingu-ku.” Jawab Chanyeol sumringah. Mereka lalu menghampiri Tiffany.

 

Chagi-ya.” Panggil Chanyeol pada Tiffany. “Ne.” Jawab Tiffany. “Perkenalkan, ini Noona-ku.” Kata Chanyeol sambil menoleh ke arah kakaknya. “Annyeonghaseyo. Tiffany Hwang imnida.” Ucap Tiffany sambil menundukkan sedikit kepalanya. “Park Hyomin imnida.” Balas Noona Chanyeol. Mereka lalu berjabat tangan. “Noona, kau ingat seseorang yang selalu aku ceritakan sejak 2 bulan yang lalu ?” Tanya Chanyeol mengingatkan. Hyomin mengangguk sebagai tanda bahwa ia ingat. “Tiffany adalah orang yang aku ceritakan itu.” Balas Chanyeol. “Aigoo… kau beruntung sekali bisa mendapatkan hatinya.” Kata Hyomin sambil tersenyum. “Chanyeol-ah, bahan makanan kita sudah habis. Tolong belikan ya ?” Pinta Hyomin. “Aku yang akan menemani Tiffany disini.” Lanjutnya kemudian. “Ne Noona.” Chanyeol menurut.

 

**********

 

Kini Tiffany dan Hyomin berada di ruang keluarga. Sedangkan Chanyeol, ia sedang di supermarket. “Jadi Fany-ah, karena kau sudah menjadi yeojachingu Chanyeol. Mulai sekarang panggil aku Eonni saja.” Kata Hyomin. “Nde eonni.” Balas Tiffany kaku. Ia masih belum terbiasa. “Eonni, sepertinya dari tadi aku tak melihat orang tua kalian. Apa mereka bekerja ?” Tanya Tiffany menyuarakan pikirannya. “Aniyo. Mereka sudah meninggal.” Ucap Hyomin dengan tatapan mata sendu. “Eomma meninggal saat Chanyeol berusia 15 tahun. Sedangkan Appa, beliau meninggal 2 tahun yang lalu.” Hyomin bercerita dengan mata yang berkaca-kaca. “Mianhamnida Eonni. Aku tak tau. Aku turut berduka cita.” Ucap Tiffany merasa bersalah. “Gwenchana, Fany-ah.” Balas Hyomin sambil tersenyum.

 

****************

 

Tiffany sudah berada di rumahnya. Biasanya, Chanyeol akan mampir ke rumahnya jika sedang mengantar Tiffany pulang. Namun hari ini, entah kenapa ia langsung berpamitan untuk pulang. Tiffany berjalan menuju ke dalam rumahnya. Alisnya berkerut saat melihat sepupunya ada di ruang tamu. ‘Tumben sekali Oppa berkunjung.’ Batin Tiffany. “Annyeong Appa. Annyeong Sungmin Oppa.” Sapa Tiffany pada kedua pria yang ada dihadapannya itu. “Annyeong.” Balas mereka kompak. “Oppa, tumben sekali kau berkunjung ?” Tanya Tiffany seraya duduk disamping Sungmin. Tak biasanya sepupunya itu berkunjung. Suatu kesempatan yang langkah jika Sungmin berkunjung ke rumahnya mengingat pekerjaannya sangat menyibukkan. “Aku hanya menyerahkan data pada Ahjussi.” Jelas Sungmin. “Data apa ?” Tanya Tiffany binggung. “Data pengirim surat ancaman waktu itu.” Ucap Robert mengambil alih pembicaraan.

 

“Kau mengingat Park Jung Soo ? Pengedar narkoba sekaligus Oknum penjual manusia tingkat Internasional.” Tanya Robert pada Tiffany. Tiffany mengangguk kecil. Ia masih ingat siapa orang yang bernama Park Jung Soo karena dulu Tiffany pernah di jadikan umpan untuk memancing Park Jung Soo. Dan hasilnya mereka berhasil. “Ne Appa. Tapi bukankah ia sudah dijatuhi hukuman mati ? Apa dia masih hidup ?” Tanya Tiffany polos. “Ani. Bukan Park Jung Soo yang mengirim surat ancaman itu melainkan anaknya.” Jelas Robert. “Nuguseyo ? Aku tak tau kalau Park Jung Soo memiliki anak.” Tiffany terus ‘Mengintrogasi’ Appa-nya. “Park Sun Young. Dia memang tidak diketahui identitasnya karena sejak dia berumur 5 tahun, Ibunya membawa dia menetap di Thailand.” Robert menceritakan identitas Sun Young. “Kau harus berhati-hati Tiffany.” Peringat Sungmin sambil menepuk-nepuk bahu Tiffany. “Arraseo Oppa.” Tiffany mengangguk.

 

*******

 

Seminggu berlalu. Tak ada lagi surat ancaman yang Robert terima. Namun ia masih khawatir dengan keselamatan putri satu-satunya. Waktu sudah menunujukkan pukul 4 PM KTS. Tetapi Robert masih belum beranjak dari duduknya. Tiba-tiba dering ponselnya membuyarkan sejenak lamunannya. Nampak sederet angka yang tak dikenal di layar ponselnya. “Yeoboseyo.” Sapanya pada si penelepon. “Yeoboseyo Mr. Robert Hwang.” Sapa balik sang penelepon. “Nuguseyo ?” Tanya Robert sesopan mungkin. “Kau tak mengenalku ?” Tanya si penelepon. “Mianhae. Tidak.” Jawab Robert jujur. “Baiklah. Mungkin kau mengenal Park jung Soo ?” Pancing Penelepon.

Robert tersentak nama Park Jung Soo disebut. Perasaannya tak enak sekarang. “Sudah ingat ? Yah, aku Park Sun Young. Emm Robert-ssi, sepertinya kau tak menjaga dengan baik putrimu. Aku hanya ingin memberitahu. Segera siapkan pemakaman anakmu sekarang juga. Hahaha.” Setelah mengatakan semua itu, Sun Young langsung memutus sambungan teleponnya. Tanpa pikir panjang, Robert langsung menelepon Tiffany. Namun hasilnya nihil. Berkali-kali ia mencoba menghubungi Tiffany, namun tak ada jawaban dari gadis itu.

 

****************

 

Chanyeol dan Tiffany sedang berjalan-jalan ditaman. Chanyeol sedang duduk sendirian di salah satu bangku taman. Ia sedang menunggu Tiffany yang sedang membeli Ice cream. Tiba-tiba di sampingnya ada ponsel yang berdering. Ia melihat siapa yang menelepon. Chanyeol membiarkan panggilan itu. Setelah panggilan itu selesai, Chanyeol segera men-silent ponsel Tiffany lalu mengembalikan ponsel itu ke tempat semula. Tak lama setelah itu, Tiffany datang dengan membawa sebuah Cup Ice cream. “Fany-ah ayo ikut aku.” Ajak Chanyeol. Tiffany mengambil ponselnya lalu mengikuti Chanyeol dari belakang.

 

*****************

 

Chanyeol melajukan mobilnya ke suatu tempat. “Chanyeol-ah, kita mau kemana ?” Tanya Tiffany penasaran. “Kau akan tau nanti.” Jawab Chanyeol sambil melirik Tiffany sekilas. Mereka sudah sampai di tempat tujuan. Sebuah gedung tua yang sudah tak terpakai. “Chanyeol-ah, kenapa kita ketempat seperti ini.” Tanya Tiffany takut. Ia mendekatkan diri ke tubuh Chanyeol. Chanyeol memasuki gedung tua itu terlebih dahulu di ikuti Tiffany di belakangnya.

 

BRUKK

 

Seseorang memukul kepala Tiffany dari belakang. Gadis itu langsung pingsan. Chanyeol membalikkan tubuh menghadap Tiffany. “Bagus. Sekarang bawa dia ke ruangan yang sudah kusiapkan.” Perintah Chanyeol pada orang yang memukul Tiffany tadi. Jika dilihat lagi, orang yang memukul Tiffany adalah salah satu dari ketiga perampok yang akan membunuh Tiffany dulu. Orang itu mengangguk lalu mengendong Tiffany ke ruangan yang dimaksud. Chanyeol mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang. “Gadis itu sudah ku bereskan.” Ucapnya pada seseorang disebrang sana.

 

******************

 

1 jam berlalu. Tiffany sudah sadar dari pingsannya. Ia merasakan keanehan pada tubuhnya. Setelah kesadarannya kembali sepenuhnya, ia mendapati dirinya terikat dikursi. Tiffany tak bisa mencerna kejadian yang ia alami. Seingatnya ia masih bersama Chanyeol tadi. Saat sibuk memikirkan keadaanya, Pintu ruangan terbuka membuat Tiffany menghentikan pikirannya. Seorang Yeoja dan namja masuk kedalam ruangan itu. “Eonni…Chanyeol…” Ucapnya tak percaya. “Annyeong Fany-ah.” Sapa Hyomin sambil tersenyum. Senyum yang menakutkan bagi Tiffany. “Apa maksud semua ini ?” Tanya Tiffany sambil mencoba melepaskan ikatannya . “Aku ingin balas dendam.“ Jawab Hyomin santai. Ia menghempaskan tubuhnya ke sofa yang ada diruangan itu. Chanyeol juga melakukan hal yang sama. “Balas dendam ? Padaku ? Tapi kenapa ?” Tanya Tiffany tak mengerti. “Huh ternyata kau belum mengerti.” Jawab Hyomin pura-pura kesal. “Chanyeol, bisa kau jelaskan apa yang kita maksud pada yeojachingu-mu ini ?” kata Hyomin dengan nada manja. “Cih, dia bukan yeojachingu-ku noona.” Ucap chanyeol jijik.

 

Tiffany yang mendengarnya merasa sakit hati. Benar saja, disaat Tiffany mulai mencintai Chanyeol, Chanyeol malah mengatakan hal yang tak ingin Tiffany dengar. “Baiklah, akan ku jelaskan padamu semuanya, nona Hwang.” Lanjut Chanyeol. “Aku dan Hyomin Noona adalah anak dari mafia yang bernama Park Jung soo. Setelah Eomma meninggal, kami tinggal bersama Appa. Appa merahasiakan identitas kami karena Appa menyadari bahwa ia seorang buronan. 2 tahun kemudian Appa tertangkap oleh agen NIS yang bernama Robert Hwang yang tak lain adalah Appa-mu.” Kata Chanyeol sambil menahan amarahnya.

Kemudian ia melanjutkan ceritanya. “Saat kami tau Appa dijatuhi hukuman mati, kami merencanakan pembalasan dendam. Aku tau semua orang mengenal Appa sebagai mafia yang kejam. Tapi tanpa mereka ketahui, Appa sangat menyanyangi keluarganya.“ Chaenyol dan Hyomin kemudian berdiri. “Oleh sebab itu, kami ingin membunuh Robert Hwang beserta anaknya.” Hyomin berucap. Chaenyol menodongkan pistol kearah Tiffany. “Kenapa? Kenapa kalian juga ingin membunuhku.?” Tanya Tiffany mulai panik. “Karena kau juga terlibat Tiff.” Jawab Chaenyol. Chaenyol menarik pelatuknya, bersiap untuk menembak Tiffany. Tepat saat Chaenyol akan melepas tembakan, pintu terbuka paksa dan menampakkan beberapa agen NIS. Sungmin dan Robert salah satunya. Hyomin dan Chaenyol sontak menoleh kebelakang.

 

“Berhenti.” Teriak Sungmin. “Sial.” umpat Hyomin, baku tembakpun tak terhindarkan. Saat semua orang sibuk menembak, Sungmin berlari kearah Tiffany. Sesegera mungkin Sungmin melepaskan ikatan tubuh Tiffany. “Oppa !!! Awas !!” Tiffany menjerit.

 

DOR

 

Terlambat. Sungmin sudah terkena tembakan Chanyeol. Darah segar mengalir dari mulut Sungmin. “Fany-ah, kau harus selamat.” Ucap Sungmin sebelum tubuhnya ambruk. Tiffany menangis histeris saat Sungmin sudah tidak bernafas lagi. Ternyata kemampuan menembak Chanyeol dan Hyomin tidak bisa diremehkan lagi. Terbukti saat ini hanya tinggal Robert dan Kris satu-satunya agen NIS yang masih hidup dan terus berusaha melumpuhkan Chanyeol dan Hyomin. Tiffany segera mengambil 2 buah pistol yang dia sembunyikan dibawah dress-nya. Yah, sejak Appa Tiffany mendapat surat ancaman, Gadis ini di bekali 2 buah pistol oleh Appa-nya. “Kalian !!” Teriak Tiffany pada Chanyeol dan Hyomin. Keempat orang yang masih saling beradu tembak pun berhenti dari kegiatannya lalu menoleh ke arah Tiffany.Chanyeol dan Hyomin tersentak mendapati Tiffany berjalan kearah mereka sambil mengacungkan pistol. “Aku sungguh tak menyangka bisa mengenalmu Park Chanyeol. Aku juga tak menyangkah bisa memanggil orang yang akan membunuhku dengan sebutan Eonni.” Ucap Tiffany dengan deraian air mata. Saat mereka sedang sibuk mencerna perkataan Tiffany, Tiffany segera melepaskan tembakan kearah Chanyeol dan Hyomin. Kedua orang itu ambruk seketika.

 

Setelah Tiffany melakukan itu, Ia jatuh terduduk. Kakinya tak mampu lagi menopang berat tubuhnya. Ia tak percaya sudah membunuh Chanyeol dan Hyomin. Robert dan Kris segera menghampiri Tiffany. “Tiff…” Panggil Robert sambil menyentuh pundak Tiffany. Tiffany menoleh kearah Robert. Ia segera menghambur ke pelukan orang tua itu. “Appa….Sungmin Oppa…” Tiffany menangis sesenggukan. “Uljima Chagi. Oppa-mu meninggal dengan cara terhormat. Dia rela mati demi menyelamatkanmu.” Robert menepuk-nepuk pundak Tiffany. “Mianhae Oppa….Mianhae…” Tiffany terus menggumamkan kata yang sama. Kris yang melihatnya akhirnya terbawa suasana. Ia berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan Tiffany. “Tiffany…Tenanglah. Aku yakin, Sungmin tak marah padamu.” Kris juga menupuk-nepuk pundak Tiffany, Berusaha menyalurkan kekuatan. Setitik air keluar dari matanya. Bukan hanya terbawa suasana, tapi Kris juga sedih karena Sungmin yang memang sahabatnya sudah meninggal.

 

************

 

5 Tahun Kemudian

 

Seorang gadis berambut merah panjang tengah berjalan pelan menjauhi mobilnya yang berada di parkiran. Disebelahnya, banyak gundukan tanah yang berjajar rapi. Yah, gadis ini sedang berada di pemakaman. Ia berjongkok setelah sampai makam yang dituju.

 

Annyeonghaseyo Oppa. Bagaimana kabarmu ?” Tanya gadis itu berbasa basi meskipun ia tau tak akan ada yang menjawabnya. Gadis itu mulai menangis. “Mianhae Oppa. Harusnya batu nisan di depanku ini bertuliskan ‘Tiffany Hwang’ bukan ‘Lee Sungmin’.” Ucapnya lirih. Tiffany –Gadis itu- selalu saja menangis tiap kali berkunjung ke makam sepupunya yang telah mempertaruhkan nyawa demi dirinya. “Mianhae Oppa….” Gumamnya entah untuk keberapa kalinya selama 5 tahun ini. Tiffany menyekah air matanya yang tak kunjung berhenti.

 

Chagiya, kau menangis lagi ?” Tanya seorang pria yang tiba-tiba memeluk Tiffany dari belakang. Tiffany mengangguk kecil “ Aku yakin, kau pasti mengatakan ‘Mianhae oppa’.” Ucap pria itu menirukan gaya bicara Tiffany. Tiffany hanya terkekeh mendengarnya. “Oppa, sebulan lagi adalah hari pernikahanku dengan Kris Oppa. Aku harap kau bisa datang.” Ucap Tiffany seolah berbicara dengan Sungmin. ‘Sungmin-ah aku berhasil membuatnya kembali. Dia mulai mencintaiku. Gomawo sudah memberiku kepercayaan untuk menjaganya’. Batin Kris.

 

********

Epilog

“Kris-ah.” Panggil Sungmin. Kris yang sedang menyiapkan senjata untuk misi penyelamatan anak komandannya pun menghentika kegiatannya. Ia menoleh kearah Sungmin, menunggu apa yang akan di katakan pria imut itu. “Kris, jika aku tak selamat, kau harus mengantikanku menjaga Tiffany. Kau tau kan dia Dongsaeng kesayanganku.” Ucap Sungmin serius. “Apa yang kau bicarakan ? Kau tak akan pergi kemana-mana.” Balas kris kemudian melanjutkan kegiatannya. “Aku yakin setelah kejadian ini, Tiffany akan mengalami trauma. Jadi, kumohon. Kembalikan dia seperti semula. Kemalikan dia menjadi Gadis yang ceria. Hanya kau yang bisa ku percaya. Berjanjilah padaku.” Ucap Sungmin memohon. “Aku berjanji padamu Sungmin-ah.” Balas Kris tulus pada akhirnya. Setelah menyiapka barang yang akan digunakan untuk misi ini, mereka dan agen-agen NIS lainnya. menuju tempat penculikan Tiffany.

13 thoughts on “[Freelance] Should I Love You?

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s