[Freelance] Waiting For Love (Chapter 3)

jhghfh

Title                 : Waiting for Love

Author              : Lie SooHyun

Length             : Chaptered

Rating             : PG-13

Genre               : School-Life , Romance, Friendship

Cast                 : Xi Luhan as Im Luhan

Im Yoon Ah as Im Yoon Ah

Nana “After School” as Im Jin Ah aka. Nana

Other cast        : Byun Baekhyun “EXO” , Choi Sooyoung “SNSD” , Oh Sehun “EXO”

Note                : Story is Mine ! Typo bertebaran !

 

 

Preview

“Jika aku mengatakan tidak ?” Tanya Luhan menggoda .

“Kau akan mati !” jawab Sooyoung mengancam .

“Baiklah nona Choi Sooyoung , Aku mau” jawab Luhan sambil mengedipkan sebelah matanya .

 

Chapter 3

 

“ugh .okey . Jadi kalian sudah jadian ?’ Tanya Yoona pada Luhan dan Sooyoung .

“Yaaa . Seperti itulah . Hehe” jawab Luhan cengengesan .

“Ish . Padahal baru aku ingin melakukan sesuatu agar kalian bisa bersama . Kalian menggagalkan rencanaku dengan Nana . Bagaimana kalau kalian putus dulu lalu setelah itu aku dan Nana menyatukan kalian kembali .Otte ?” tawar Yoona .

PLETAK !

“Kau ini ! aku sudah susah payah mendapatkannya “ omel Luhan .

“Ya ! kau tidak boleh kasar pada adikmu sendiri “ balas Yoona .

“Kau hanya 5 menit lebih muda dariku Im Yoon Ah !” cecar Luhan

“Sudahlah . Kalian ini . Lagipula kau ingin melakukan apa ?” Tanya Sooyoung .

“hehe . Sebenarnya belum merencanakan keadaan . Hanya merencanakan dalam pikiranku sendiri .” ringis Yoona .

PLETAK !

Kali ini 2 jitakan berhasil mendarat di kepala mulus Yoona .

“Ya ! Kenapa kalian hobby sekali memukul kepalaku ? Apa kalian ingin tanggung jawab jika nanti kepalaku tidak mempunyai bentuk yang semestinya ? Kalian sangat kasar !” sungut Yoona mengomeli Luhan dan Sooyoung sang pelalu pemukulan .

“Lagipula kau ini sangat menyebalkan ! dan ..aneh -_-“

“Aku heran kenapa aku bisa berteman denganmu . Luhan-ah , bagaimana bisa ibumu melahirkan anak seperti dia ? Apa kau yakin terlahir kembar ?” Tanya Sooyoung .

“Entahlah . Aku juga tidak yakin .” jawab Luhan .

“Ya ! Kalian berdua lebih menyebalkan !” teriak Yoona .

Seketika itu juga tawa Luhan dan Sooyoung meledak saat itu juga . Bagaimana tidak , ekspresi Yoona saat itu tidak pantas jika dibilang sedang marah . Wajahnya memang memerah , namun ekspresinya itu . Mulut di kerucutkan , wajah ditekuk dengan mata yang sengaja disipitkan .

 

 

=_____________________=

 

 

“Sehun-ah , menurutmu apa yang namja inginkan disaat hari ulang tahunnya ?” Tanya Nana

“PSP” jawab Sehun lantang

“Aish , kau ini game saja yang ada diotakmu ! kau ingin aku menjadi ranking 1 lagi dikelas dan mengalahkanmu untuk yang kesekian kalinya ?” cecar Nana .

“Hhhh , arra . Aku tau kau itu pintar .” jawab Sehun malas .

“Jadi apa ?”

“Apanya ?”

“Aish , kau ini .  Aku sangat meragukanmu kenapa kau bisa berada 1 tingkat dibawahku dan menjadi ranking 2 dikelas” eluh Nana .

“Itu Karena aku sudah terlahir pintar” jawab Sehun dengan PDnya .

“Ayoolah , aku serius Oh Sehuuun” rengek Nana .

“Hmm , apa ya ? selera orang berbeda-beda Jin-ah . Tapi jika kau memberikannya dengan hati yang tulus ikhlas apapun hadiahmu akan berkesan untuknya .” jelas Sehun

“Memangnya kau ingin memberi hadiah pada siapa ?ulang tahunku sudah lewat” cecar Sehun .

“Siapa yang ingin memberikanmu hadiah ?” jawab Nana sarkatis .

“Lalu untuk siapa ?”

“Aku takut jika aku memberitahukannya paamu kau akan menertawakanku” jawab Nana lesu .

“Trust me . Aku tidak akan menertawakanmu “ janji Sehun .

“Yaksok ? “

“Ne”

“Aku ingin memberikan hadiah untuk Baekhyun  oppa “ ujar Nana .

“MWO ?” jerit Sehun .

“A-a-pa kau menyukai Baekhyun hyung ?” Tanya Sehun hati-hati .

“Sepertinya begitu”

“Aku sarankan kau tidak untuk mendekatinya lebih dari hubungan adik-kakak”

“Wae ?”

“Karna kau akan sakit nantinya”

 

 

=________________=

 

 

“Hhhhh , memangnya kenapa jika aku menyukai Baekhyun oppa ? Apa ada yang salah denganku atu Baekhyun oppa ?” gumam Nana saat berada di kamarnya dan sedang membungkus sebuah kado untuk Baekhyun .

Tok ..

Tok ..

Tok ..

“Siapa ?” Tanya Nana saat mendengar ada yang mengetuk pintu kamarnya .

“Ini aku Luhan” jawab Seseorang dibalik pintu kamar .

“Masuk saja oppa , Pintunya tidak dikunci “

Cklek .

“Kau sedang apa ?” Tanya Luhan heran .

“Seperti apa yang kau lihat . Oh ya oppa . Aku ingin meminta bantuanmu”

“Apa itu ?”

“Bisakah kau besok mengajak Baekhyun oppa pergi ke café didekat sekolah ? Aku ingin memberikan sebuah kejutan untuknya” kata Nana dengan mata yang berbinar-binar .

“…….”

Tidak ada jawaban .

“Oppa !” teriak Nana mengejutkan Luhan yang sedang asik melamun .

“a-a-ah n-n-ne ?” jawab Luhan tergagap .

“Apa kau mau besok membantuku mengajak Baekhyun oppa ke café didekat sekolaaah ?” jawab Nana gemas .

“Untuk apa kau memberi kejutan ?”

“Apa kau tidak tahu ? Besok ulang tahun Baekhyun oppa “ jawab Nana bersemangat .

“Lalu setelahnya kau ingin melakukan apa ?”

“That’s Secret” jawab Nana singkat .

 

 

=______________=

 

“Apa kau yakin akan melakukannya ?”

“Kalau aku menolak apa yang akan aku katakana padanya Yooong ?”

“Tapi jika kau tetap melakukannya aku takut Nana akan sakit hati Luhan-ah” lirih Yoona .

“Hhhhhh .. Lalu apa yang harus kulakukan ?” geram Luhan sambil mengacak rambutnya frustasi .

“Jika aku jadi kau , aku tidak akan melakukannya  . yasudah .Kuserahkan semua padamu”

 

=_________________=

 

 

“SUDAH AKU BILANG ! INI HANYA AKAN MEMBAWA MASALAH !” bentak Yoona pada saat Luhan dan  Nana baru saja pulang dari memberi kejutan pada Baekhyun . Keadaan Nana sangatlah kacau . Mata yang sembab yang menandakan bahwa ia sehabis menangis dengan makeup dan rambut yang acak-acakan .

“Aish . Mana aku tahu jika Nana akan menyatakan perasaannya pada Baekhyun !”bentak Luhan tak kalah keras .

 

Flashback on

Dendangan suara merdu Nana melantunkan sebuah lagu ulang tahun untuk Baekhyun .

“Oppa , saengil chukae” ucap Nana pada Baekhyun setelah menyelesaikan lagunya .

“Gomawo Nana” ucap Baekhyun mengacak rambut Nana saying dan tak lupa juga dengan  eyesmilenya  yang sangat menawan itu .

“Oppa , Aku sangat menyayangimu . Bukan sebatas kakak-adik , tapi layaknya seorang wanita yang menyayangi seorang pria . Maukah kau menjadi Namjachinguku ?” .

Membeku .

Perkataan Nana bagaikan petir yang menyambar dimalam yang cerah itu dan mampu membuat 2 orang sekaligus membeku ditempatnya masing masing .

Yang pertama Baekhyun .

Yang kedua …. Luhan .

Luhan memang tidak benar-benar meninggalkan Nana saat Nana memintanya untuk membiarkannya berdua dengan Baekhyun . Karena penasaran yang melanda akhirnya ia memutuskan untuk duduk tidak jauh dari keduanya dan tentunya dengan posisi Nana yang membelakanginya .

Dan kini pernyataan Nana benar-benar pukulan besar baginya . Dan kini ia bersumpah . Luhan benar-benar sangat menyesal menuruti permintaan Nana karena ia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya . Lebih tepatnya jawaban yang akan diberikan oleh Baekhyun .

 

Baekhyun ?

Seketika itu juga raut wajah Baekhyun yang tadinya menampakkan senyuman langsung memudar . Ditariknya tangannya dari puncak kepala Nana .

“Maaf , maafkan aku Jin-ah .”

“W-wae ?” jawab Nana dengat terbata-bata . Sungguh hatinya sangat sakit mendengar perkataan Baekhyun yang bisa diartikan bahwa dia … Menolak ?

“Maafkan aku Jin-ah . Aku tidak bisa . Aku sedang menunggu seseorang”

“Siapa ? Siapa yang kau tunggu itu ?Lalu apa maksud dari semua perlakuanmu terhadapku ?” jawab Nana dengan airmata yang menetes dengan deras (?) .

“Seseorang . Seseorang yang sudah lama sangat aku tunggu . Dan ia mengatakan akan datang hari ini . Kau salah pengertian Jin-ah . Semua itu karena aku menyayangimu hanya sebatas adik dan kakak . Tidak lebih .” jawab Baekhyun dengan nada menyesal .

“Jadi hanya itu ?hah , jadi aku hanya terlalu percaya diri menganggap kau menyukaiku  Pabo !” rutuk Nana pada dirinya sendiri setelah itu pergi keluar meninggalkan café itu .

Saat Baekhyun berniat untuk mengejar Nana , sebuah tangan menahan tubuhnya .

“Berhenti atau kau akan meti !” desis Luhan lalu mengejar Nana .

 

Flashback off

 

“Aku sudah memperingatkanmu Im Luhan ! “ geram Yoona .

“Kau mengatakan bahwa kau menyerahkan semuanya padaku ! Aku hanya melakukan apa permintaan Nana . Aku kira dia hanya akan memberi kejutan pada Baekhyun , tapi ternyata dia menyatakan perasaannya setelah memberikan kejutan pada Baekhyun “ bela Luhan .

“Kau sudah tau apa resikonya ! Tapi kenapa kau masih melakukannya ?! Aku menyerahkan semua padamu bukan untuk membuatnya bertambah buruk !”

“Kau tidak mendengarkan apa kataku tadi ?! Berhenti menyalahkanku ! Aku juga tidak ingin seperti ini !Kenapa kau menyerahkan semuanya padaku ?! Jika kau ingin semuanya berjalan sesuai keinginanmu seharusnya kau yang memutuskan !” bertak Luhan semakin marah .

“Karna kau kakak tertua dikeluarga ini ! Kau harus bisa mengambil keputusan !”

“Bukan berarti segala sesuatu harus kau bebankan padaku !” sinis Luhan .

“Bisakah kalian berhenti bertengkar ?! “

Luhan dan Yoona menoleh bersamaan saat melihat Nana yang entah kapan sudah ada diantara mereka berdua dengan dandanan yang masih terlihat acak-acakan .

“Kau ! Kembali kekamarmu ! Ini urusanku dengan kakakmu !” bentak Luhan .

“Wae ?kenapa kalian memperebutkan hal yang sangat tidak penting ?! Aku muak mendengarnya !” bentak Nana diakhir kalimatnya lalu masuk kekamarnya tak lupa dengan sebuah bantingan pintu yang amat keras .

“Kau membuat keadaaan bertambah buruk Im Luhan !”

“Wae ?kenapa kau selalu menyalahkanku ?!” bentak Luhan lagi lalu mengikuti jejak Nana memasuki kamarnya sendiri . Sampai-sampai pigura yang tergantung di dinding disamping pintu kamarnya terjatuh dan kacanya pecah .

 

=_______________=

 

Keesokan harinya ..

 

Luhan , Yoona dan Nana pergi berangkat kesekolah dalam 1 mobil . Saat didalam mobil tidak ada percakapan barang sepatah katapun . Mereka sibuk dengan kegiatan mereka sendiri seolah enggan membuka pecakapan . Dan hal itu terus berlanjut hingga mereka sampai disekolah . Tidak ada gurauan sebelum mereka keluar dari mobil . Tidak ada omelan Yoona saat Luhan dengan sengaja memberhentikan mobilnya secara tiba-tiba . Semua itu hilang . Tak tersisa .

 

“Sudah kukatakan . Kau akan sakit nantinya .“ kata Sehun saat Nana menceritakan kejadian kemarin padanya .

“Kenapa kau bisa mengatakan seperti itu ? . Apa hal yang mendasari kenapa kau bisa mengatakan hal seperti itu ?”

“Karena aku mengetahui segalanya . Bahkan Aku , Luhan hyung , Yoona Noona dan Sooyoung Noona mengetahuinya . Mengetahui siapa seseorang yang dimaksud oleh Baekhyun hyung”

“Cih . Kalian semua ternyata bersekongkol membuatku terlihat menyedihkan . Kenapa hanya aku yang tidak mengetahuinya ?” desis Nana dengan tangan yang dilipat didepan dada .

“Itu karena kami tidak ingin membuatmu sedih . Sebenarnya kami berempat sudah tahu bahwa kau menyukai Baekhyun hyung .tapi kami mengira kau akan memendamnya saja mengingat kau tidak mungkin mempunyai keberanian untuk menyatakan perasaanmu tapi terrnyata dugaan kami salah .”

“Lalu siapa seseorang yang dimaksud oleh Baekhyun oppa ?”

“Mantan kekasihnya” jawab Sehun singkat .

“Siapa ?”

 

=___________________=

 

“Kita punya urusan yang harus kita selesaikan Byun Baekhyun” desis Luhan sedikit memberi penekanan pada setiap kata-katanya dan menyeret Baekhyun ke taman sekolah agar lebih leluasa berbicara diikuti oleh Sooyoung dan Yoona .

“Aku tidak ada” jawab Baekhyun dengan tatapan sendu .

“Tapi aku ada !” jawab Luhan cepat .

“Tolong jangan bahas hal kemarin”

“Jangan dibahas ? Kau sudah membuat adikku menangis BYUN BAEKHYUN !” teriak Luhan geram .

“Kenapa kau berkata seolah-olah aku yang bersalah disini ?!” jawab Baekhyun menahan diri .

“Kau memang bersalah ! Kau membuatnya menunggu dan akhirnya menangis hanya karena Kim Taeyeon bodoh itu ! Yang meninggalkanmu tanpa kabar dan kembali seenaknya .berhentilah mengingatnya !  Dan sekarang kau senang kan sudah bertemu dengannya?!”

“Kau tidak berhak mengatakan aku bersalah atas semua ini ! Kau tidak berhak mengatur aku harus menyukai siapa ?!dan kau tidak berhak menghakimiku ! dan berhenti menghina Taeyeon ! Kau tau apa tentang dia ?! Ya aku memang senang dia sudah kembali tapi tidak dengan keadaan seperti ini !” jawab Baekhyun mulai terpancing emosi .

“Apa maksudmu ?” kini Yoona angkat bicara .

“Tidakkah kau menonton berita tadi malam ?”

“Jangan mengalihkan pembicaraan”

“Aku tidak mengalihkan pembicaraan ! Kemarin saat pesawat Taeyeon akan mendarat , pesawatnya tergelincir dan akhirnya menabrak bangunan yang ada didekat bandara dan kau pasti senang .” jawab Baekhyun dengan nafas yang tersengal-sengal dan menahan agar airmatanya tidak turun .

“Aku melihatnya kemarin saat menonton tv dirumah” celetuk Sooyoung .

“Jadi itu pesawat Taeyeon ?” Tanya Sooyoung

“Kau benar” jawab Baekhyun dengan suara bergetar .

“Lalu ?” Tanya Yoona .

“Pesawatnya meledak” jawab Sooyoung dengan mata memandang kosong kedepan .

“Dan tidak ada korban selamat” kini suara lain ikut dalam pembicaraan itu yaitu Sehun diikuti Nana disampingnya .dan sukses membuat suasana disana menjadi hening .

“itu artinyaa ..”gumam Luhan

Tes .

Airmata Baekhyun pun turun dari mata indahnya .

“Taeyeon eonni sudah meninggal” jawab Nana memecah keheningan .

“Kau memintaku untuk melupakannya ? Simpan kata-katamu untuk saudaramu itu ! agar ia berhenti menangisi namja yang sudah jelas-jelas tidak akan pernah ditemuinya lagi ! Kau pernah merasakannya Yoona , akurasa kau mengerti apa yang sekarang aku rasakan sekarang ” seru Baekhyun dengan airmata yang sudah merembes keluar membasahi pipinya .

 

 

TBC

 

=________________=

Waaaaaah . Akhirnya selesai juga chap 3nya . Setelah.sempet kehilangan feelnya buat lanjut ni ff . Dan sumpah aku bikin ni ff sampe emosi sendiri #alay .dan aku minta maaf banget kalo ceritanya gak sesuai dengan keinginan kalian atau jalan ceritanya bener-bener basi . Hanya menumpahkan segala angan-anganku aja kok #bukan berarti mau Taeyeon beneran meninggalnya  -_- . Oke gak banyak bacot .commet juseyo .^^ . Aku sangat mengharapkan kritik dan saran dari readers semua ^^

Advertisements

10 thoughts on “[Freelance] Waiting For Love (Chapter 3)

  1. belum sempet tahu hubungan baekhyun ma taeyeon nih…. jadi pnasaran bagaimana klanjutannya..
    tp masa iya hanya d antara mereka yg merasakan cinta, kurang wow

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s