[Freelance] My Schoolife (Chapter 1)

t_8b427cc595c941eea1998edd1b79e1bc_

Title               : My Schoolife

Author           : Jung Soo Hee

Lenght           : Multichapter

Rating            : PG-15

Genre             : Romance, Friendship

Cast                : SNSD , EXO MEMBER

Note               :   Entah author lagi suka sama schoolife gitu. Warning typo dan garing dan bete dan bosan yaa readers. Let’see http://sooheej.wordpress.com/

———————–

Yoona POV

2014! Ya ditahun yang baru ini aku ingin sekali menjadi murid SMA apalagi di SM High School. Sudah tidak asing lagi dikalangan orang-orang, sekolah yang menghasilkan lulusan-lulusan yang super duper luar biasanya bahkan sampai mengembangkan karir di luar negri. Nah di tahun 2014 ini sudah saatnya aku masuk SMA dan tujuan utama ku adalah SM High School aku yakin pasti aku bisa menjadi murid di SM High School ini!

Author POV

Besok adalah jadwal tes tertulis dan interview maka Yoona berlajar dengan sangat giat supaya dapat lulus tes dan bersekolah di sekolah impiannya. “Yoona-ya? Ayo sayang makan dulu ini sudah malam jangan terlalu memaksakan diri untuk belajar jika perutmu kosong nak.” Ucap Im Soon Kyu yaitu Eomma yoona. “Ne eomma.” Ucap Yoona dengan manjannya.

Kini di meja makan sudah ada Im Min Seok, Im Soon Kyu, Im Yoona dan adik laki-lakinya Im Jong In. Saat eomma sedang mengambil makanan tiba Jong In yang akrab dipanggil Kai membuka pembicaraan. “Ku dengan besok noona test di SM High School. Apa itu benar?” Tanya Kai. “Ne itu benar, ada apa?” Tanya Yoona dengan penasaran. “Ani. Aku juga ingin sekolah disana kuharap noona bisa lulus test.” Ucap Kai. “Arraseo Kai-ya maka dari itu kau juga harus lulus dari SMP mu, dan jika bisa kau harus mendapat nilai bagus supaya tidak seperti ku. Harus mendapat test tertulis.” Ucap Yoona panjang lebar. “Ne noona~” Ucap Kai.

Setelah pembicaraan mereka selesai sekarang saatnya makan malam, makan malam mereka diiringi canda tawa yang hangat. “Annyeong doakan aku ya besok semoga aku bisa mengikuti test dengan baik dan mendapat hasil yang terbaik.” Ucap Yoona kepada appa,eomma dan kai. “Pasti nak, Appa, Eomma dan Kai pasti selalu mendoakanmu! Ucap Im Min Seok sambil mengelus rambut anak pertamanya itu. “Gomawo appa, aku tidur dulu ya. Annyeong.”

Saat ini Yoona sangat gelisah dia takut akan test yang diikutinya besok banyak kekhawatiran entah senior yang galak, guru yang killer, tidak lulus test dna masih banyak lagi. Tapi akhirnya Yoona pun bisa tidur dibantu dengan alunan musik ballad.

KKKKRRRRIIIINNNNGGGGGGG. Itu bunyi jam weker Yoona dia sengaja bangun lebih pagi supaya bisa sampai di sekolah lebih awal karena Yoona menggunakan sepeda untuk pergi ke sekolah karena Yoona paling tidak suka merepotkan kedua orang tuanya. Sarapan kini sudah siap dan Yoona melahapnya dengan lahapnya. “Noona.. makanlah pelan-pelan nanti jika kau tersedak lalu tidak bisa ikut test.” Ucap Kai dengan santainya, tiba-tiba Yoona berhenti dan memperlambat makannnya.

Jam sudah menunjukan pukul 06.00. Yoona juga sudah bersiap-siap “Yoona-ya kamu tidak mau appa antar? Nanti kamu kelalahan.” Ucap appa Yoona . “Anniyo appa, gwaencahana aku juga ingin berolahraga supaya pikiranku lebih fresh. Hehe annyeong~” Kini Yoona menggoes sepeda dengan semangatnya sambil bersenandung ria ditemani dengan udara pagi kota Seoul dan lalu-lalang orang-orang.

Setelah 15 menit menggoes pedal akhirnya sampai di SM High School. Tepat di depan gerbang SM High School Yoona mengucapkan di dalam hatinya. Sekolah ini akan jadi tempatku belajar selama 3 tahun itu pasti pasti. SEMANGAT IM YOONA!

TIIINNNN!!!!!!!!!!! Suara klakson mobil yang mengagetkan Yoona. “Ya! Tidak bisakah kau kepinggir? Mengapa harus ditengah jalan?” Ucap seorang namja dari dalam mobil. Saatnya membalikan badan ternyata dia melihat sesosok namja yang tampan dengan wajah yang rupawan benar-benar membuat Yoona menjadi ternganga. TINN!! Suara klakson itu menyadarkan Yoona dari lamunannya.

“Ne joesonghabnida.” Ucap Yoona sambil senyum-senyum.

Yoona POV

KKKYYYAAAAAAAAAAA!!!!!!! Dia tampan sekali apakah dia akan ikut test juga? Wah betapa indahnya hidup ku jika setiap hari bertemu dengannya. Saat aku sedang berjalan di koridor tiba-tiba namja itu sedang berjalan juga ku sempatkan melirik ke namja itu dan GOTCHA! Dia menatapku, ini kesempatanku untuk menarik perhatiannya maka kutunjukan senyumku sambil membungkuk sedikit tapi… praakkk rasanya seperti tertusuk 1000 pedang mata 4 *author lebay~*

Kukira dia akan membalas sapaan ku tapi ternyata dia hanya melirik tajam sambil berjalan. Pupus sudah harapanku untuk mendekatinya sepertinya dia namja yang sulit di takhlukan. Sekarang aku menuju papan pengumuman untuk melihat dimana ruangan test ku tiba-tiba aku mendengar ada beberapa yeoja yang membicarakan tentang Luhan.

Ya akhirnya aku mengetahui namanya ketika melihat namanya di jas. “Luhan oppa benar-benar sulit ditakhlukan,semua kado yang kuberikan hanya disimpan di lacinya benar-benar menyebalkan!” “Tapi ketampanannya itu tidak dimiliki oleh siapapun sorot matanya yang dapat aaaaaaaaa!!!!” Teriakan itu menyadarkan Yoona dari ngupingnya. Setelah sibuk mencari namanya di ruangan mana dengan telunjuk lentiknya akhirnya dia menemukannya di lantai 4 ruang 5. Ya SM High School ini mempunyai 5 lantai lantai 5 adalah lantai khusus untuk menari menyanyi, drama dan sebagainya.

Dan lantai 4 adalah lantai untuk kelas 3, lantai 3 untuk kelas 1, dan lantai 1 untuk kelas 2. Anak tangga kulewati dengan penuh kesabaran karena lift hanya boleh digunakan guru dan karyawan.

Author POV

Yoona sudah sampai didepan kelasnya kini Yoona duduk di belakang karena menurut Yoona tempat dibelakang cukup sepi sehingga memudahkan Yoona untuk belajar. Pukul 07.00 test dimulai saat mendapat kertas jawaban dari orang yang di depan Yoona orang tersebut menyempatkan diri untuk berkenalan. “Annyeonghaseo perkenalkan nama ku Hwang Taeyeon panggil saja aku Taeyeon.” Ucap yeoja yang bernama Taeyeon itu kepada Yoona.

“Ah ne annyeonghaseo perkenalkan nama ku Im Yoona panggil saja aku Yoona, senang bisa berkenalan denganmu.” Ucap Yoona dengan senyum ramahnya. Soal demi soal dapat dilewatai dengan Yoona dengan mudah karena apa yang dia pelajari hampir semuanya keluar. Setelah mengerjakan soal Bahasa Korea dan IPA masih dilanjutkan dengan test interview. Jam sudah menunjukan pukul 11.30 saatnya makan siang.

“Yoona-ssi mau makan bersama di kantin?” Tanya Taeyeon kepada Yoona. “Hmmmm boleh tapi aku tidak tahu dimana letaknya, apakah kau tahu Taeyeon-ssi?” Tanya Yoona balik. “Tentu aku tahu. Kajja kita kelantai 1, kantin yang lengkap hanya ada di lantai satu sedangkan kantin yang di setiap lantai hanya menyediakan makanan dan minuman ringan.” Ucap Taeyeon yang sdang berjalan dengan Yoona.

“Bagaimana kau bisa tahu?” Tanya Yoona. “Sejak orang tua ku bekerja di SM High School sebagai guru.” Ucap Taeyeon kepada Yoona. “Jinjja? Jika boleh tau sebagai guru apa? Guru bidang studi atau guru di bidang khusus?” Tanya Yoona yang penasaran. “Sebagai Guru Konseling dan wali kelas 3.” Jelas Taeyeon kepada Yoona. “Ohhhh~” Balas Yoona.

Kini mereka berdua sedang makan siang bersama dengan menu yang sangat spesial. “Apa kau mau kubelikan minum Taeyeon-ssi?” Tanya Yoona yang makanannya sudah habis. “Boleh jika kau tidak keberatan.” Ucap Taeyeon yang sedang meminum kuah soup ayam. “Arraseo, tunggu sebentar ya. Yoona sudah kembali dengan membawa 2 Thai Ice Tea.

Saat Yoona sedang meminum Thai Ice Tea-nya tiba-tiba ada segerombol yeoja mendatangi Taeyeon dan Yoona. “Ya! Kau anak baru! Jangan mulai bertingkah ya!” Ucap yeoja ini kepada Yoona, Yoona yang merasa bingung pun tidak bisa mengucapkan apa-apa. “Memangnya ada masalah apa?” Tanya Taeyeon dengan beraninya. “Kau temannya? Bilang kepada temanmu ini untuk menjauhi Luhan! Jangan berani mendekatinya! Ingat itu!” Ucap yeoja ini kepada Taeyeon.

“Memangnya kau punya hubungan apa dengan namja yang bernama Luhan itu Yuri-ssi?” Tanya Taeyeon kepada yeoja bernama Yuri itu. “Mwo? Kau menyebut namaku? Tidak kah kau tahu aku ini sunbaenim mu?!” Tanya Yuri yang sudah mulai kesal. “Mianhae SUNBAENIM, baiklah kurasa sudah selesai. Permisi kami mau pergi dulu. Kamsahamnida” Ucap Taeyeon sambil membungkuk bersama Yoona.

Ternyata semenjak pertengkaran kecil itu dimulai ada sekelompok namja popular yang menyaksikannya. “Yeoja tadi cukup berani untuk melawan Yuri.” Ucap salah satu namja. “Kau ingin mendekatinya? Itu tidak mungkin.” Ucap namja sebelahnya. “Baiklah akan kubuktikan pada kalian dalam waktu dekat ini.”

Mengapa bisa ada sunbaenim  yang ada disekolah ini? Ya itu karena mereka adalah panitia MOS untuk siswa baru termasuk namja popular itu, mereka sengaja untuk menjadi panitia supaya bisa lebih dikenal dengan dengan dongsaengnya nanti. Saat calon siswa mengikuti test interview giliran Taeyeon dan Yoona masih sangat lama kira-kira harus menunggu 30 murid lagi. Sambil menunggu mereka bercengkrama. “Taeyeon-ssi. Gomawo~ untuk tadi.” Ucap Yoona.

“Eoh? Ne cheonma, lain kali kau jangan diam saja jika kau bisa melawan ya lawan saja.” Ucap Taeyeon dengan santainya. “Oh ya jika boleh tau memangnya kau ada hubungan apa dengan namja yang bernama Luhan itu?” Tanya Taeyeon tiba-tiba. “Tadi pagi aku bertemu dengannya, karena kurasa dia adalah sunbaenim jadi kuberi salam.” Ucap Yoona. “Jangan bilang jika kau menyukainya?” Ucap Taeyeon yang pertanyaannya tidak terduga.

“Ne?  Tadinya hampir saja aku menyukainya tapi melihat gayanya yang sok jadi membuat ku ilfeel.” Jelas Yoona dengan santainya. “Jinjja? Jika dia mendekatimu bersikaplah dingin seperti yang dia lakukan padamu.” Ucap Taeyeon yang membuat Yoona tertawa. “Hahaha, arraseo Taeyeon-ssi.” Kini giliran Taeyeon dan Yoona di test interview. Setelah mereka selesai kini saatnya mereka pulang. “Kau pulang naik apa Taeyeon-ssi?”Tanya Yoona kepada Taeyeon. “Bagaimana denganmu?” Tanya Taeyeon balik. “Sama! Aku juga naik sepeda, dimana rumahmu?”

“Di daerah Yongguk *ini author asal loh ya jadi anggap aja ada nama jalan Yongguk*, rumahmu di mana?” Tanya Taeyeon kepada Yoona. “Benarkah? Berarti kita hanya beda jalan saja, rumahku ada di jalan Dongguk” *ini author asal loh ya jadi anggap aja ada nama jalan Dongguk* “Wah dunia ini benar-benar sempit Yoona-ssi.” Ucap Taeyeon yang membuat mereka tertawa. Saat mereka sudah mendekati Jalan Dongguk Taeyeon dan Yoona berhenti. “Taeyeon-ssi bolehkah akku meminta nomer handphone mu? Supaya kita bisa janjian besok pagi.” Ucap Yoona.

“Tentu. Ketik ya nomor ku +82xxxxxxxx” Ucap Taeyeon. “Ne arraseo Taeyeon-ssi sampai jumpa besok.” Ucap Yoona kepada Taeyeon. “Ne.” Kini mereka sudah sampai dirumahnya masing-masing. “Noona!! Annyeong, bagaimana dengan testmu tadi?” Tanya Kai kepada Yoona. “Annyeong Jong In, cukup mudah dan sangat melelahkan.” Ucap Yoona yang duduk disamping Kai. “Itu pasti, ya sudah noona mandi dulu, aku akan menghangatkan makan malam.” Jelas Kai. “Memang appa dan eomma kemana?” Tanya Yoona. “Mereka harus keluar negri mendadak karena appa ada tugas disana kira-kira 1 bulan. Bukan kah kau sudah di SMS eomma?” Ucap Kai. “Jinjja? Tunggu aku cek dulu.” Yoona langsung mengecek handphonenya. Ya benar ada kira-kira 10 sms dari eomma dan appanya, padahal Yoona sempat membuka handphonenya. “Aigoo. Anak macam apa aku ini tidak membalas pesan dari eomma dan appa.” Ucap Yoona kepada dirinya sendiri.

Tiba-tiba handphone Kai berdering, ternyata video call dari eommanya. Yoona yang berada di smapingnya langsung merebut hp Kai dan menjawab video call dari eommanya. “EOOMMAAA!!!!! Aku snagat merindukanmu maafkan aku tidak membalas pesanmu. Jeongmal minhae eomma….” Ucap Yoona yang memasangkan wajah sedihnya. “Gwaenchana Yoona-ya. Bagaimana dengan test mu tadi? Kami yakin kau pasti bisa melewatkannya.” Ucap eomma Yoona. “Ne eomma doakan saja supaya aku bisa lulus dari test itu. Eomma tahu tidak aku mendapat teman baru yang bernawa Hwang Taeyeon, dan dia tinggal di Jalan Yongguk.” Jelas Yoona panjang lebar, Kai yang ada disebelahnya hanya bisa membuang nafas melihat tingkah laku noona nya.

“Jinjja? Hwang Taeyeon? Eomma kenal dengannya ibunya bernama Hwang Mi Young yang bekerja di SM High School.” Jelas eomma Yoona. “Eomma mengenalnya? Dunia ini benar-benar sempit.” Ucap Yoona yang membuat eommanya tertawa. “Noona~ kapan giliran ku berbiacara dengan eomma?” Tanya Kai yang sudah hampir bosan mendengar noonanya asik berbicara dengan eommanya. “Hehe mianhae Kai. Eomma Kai juga ingin berbicara denganmu. Kuharap kita bisa video call lagi.” Ucap Yoona yang memasang wajah sedihnya lagi.

“Arraseo, Oh ya Yoona appa sedang mengirim uang ke rekeningmu jadi jangan lupa besok di cek.” Ucap eomma Yoona dan Kai. “Arraseo. Gomawo Eomma, handphonenya akan kuberikan pada Kai.” Ucap Yoona kepada eommanya. Kini Yoona membersihkan diri, setelah itu Yoona mengecek hpnya ternyata ada pesan dari teman barunya yaitu Taeyeon.

“Yoona-ssi annyeong. Apa kau sudah belajar untuk test besok.?” 06.00 PM

“Annyeong Taeyeon-ssi, aku sudah belajar kemarin jadi hari ini tinggal mengulang. Apa kau sudah belajar?.” 04.02 PM

“Aku juga sudah belajar, Yoona-ssi bolehkah aku memanggilmu dengan Yoona-ah?” 06.03 PM

“Wah itu bagus! Tentu saja boleh Taeyeon-ah. Kekekeke. Oh ya ada sesuatu yang mau kuceritakan padamu. Bolehkah aku bercerita?”06.04 PM

“Tentu saja! Kebetulan aku sedang bosan.”06.04 PM

“Benar katamu Taeyeon-ah. Dunia itu benar-benar sempit, ternyata eomma ku mengenal eomma mu. Apa nama eomma mu Hwang Mi Young?” 06.05 PM

“Jinjja? Iya! Itu nama eomma ku. Wah ternyata eomma kita sudah saling mengenal ya. Kekekeke.” 04.06 PM

“Noonaaaaaaaaaaaa. Makanannya sudah matang.” Teriak Kai yang ada di lantai bawah.

“Taeyeon-ah. Kurasa sampai disini dulu nanti kita lanjutkan lagi. Aku mau makan malam dulu, Oh ya kau jangan lupa makan malam. Annyeong Taeyeo-ah~” 06.07 PM

“Ne. Arraseo, jangan lupa belajar lagi Yoona-ah~ Bye~” 06.07 PM.

Setelah Yoona membaca pesan dari Taeyeon, Yoona bergegas turun untuk makan malam. Yoona mengambilkan nasi untuk Kai serta lauk pauknya. “Ini untukmu Kai.” Ucap Yoona setelah mengambil makanan untuk Kai. “Ne. Gomawo noona.” Mereka sudah terbiasa jika ditinggal appa eommanya karena dari kecil mereka sudah diajarkan untuk bisa mandiri. Setelah mereka selesai makan Kai membuka pembicaraan.

“Noona lebih baik kau belajar lalu istirahat, piring-piring kotor ini biar aku yang mencucinya.” Ucap Kai. “Tidak apa-apa? Memang kapan kau masuk sekolah?” Tanya Yoona kepada Kai. “Kira-Kira 2 minggu lagi noona.” Jelas Kai. “Oh baiklah. Oh ya jadi setiap pagi aku yang mencuci piring dan malam kau yang mencucinya bagaimana? Setuju?” Tanya Yoona. “Anni. Selama aku masih libur urusan rumah jadi urusan ku lebih baik kau fokus dengan sekolahmu.” Ucap Kai. “Eyyyy. Besok juga selesai test. Setelah itu urusan rumah jadi urusan kita berdua. Arraseo?” Ucap Yoona. “Ne. Arraseo noona.” Ucap Kai yang sedang mengangkat piring kotor.

Yoona POV

Kini saatnya aku mengulang kembali pelajaran IPS dan Matematika. Hmmmmm ini kesempatan terakhirku untuk ‘mendapatkan’ sekolah impian ku. Tak terasa hanya butuh satu jam bagiku mengulang semuanya karena aku sudah mempersiapkan sebelumnya, karena bingung apa yang harus kulakukan aku memutuskan untuk sms Taeyeon.

“Taeyeon-ah annyeong~” 07.45 PM

“Ne. Yoona-ah annyeong~” 07.45 PM

“Apa kau sudah selesai belajar?” 07.45 PM

“Tentu sudah, apa kau sudah belajar Taeyeon-ah? 07.46 PM

“Ne. Aku sudah belajar, kuharap besok kita bisa mengerjakan test dengan jawaban yang tepat! :)” 07.46 PM

“Ne! Semoga saja.” 07.46 PM

“Oh ya Yoona, kudengar di dekat sekolah ada sebuah kedai kopi yang menjual minuman dan makanan, apa kau mau kesana setelah test selesai?”07.47 PM

“Kedengarannya bagus, tapi apa kah kau mau menemani aku kea tm dulu besok?” 07.47 PM

“Oh. Tentu saja kau sudah punya kartu kredit? Hebat sekali! Kekekeke” 07.47 PM

“Iya karena aku sedang tinggal berdua dengan adikku jadi appa mengirim ku uang untuk keperluan ku dan adikku selama dia masih di luar negri.” 07.48 PM

“Apa kalian baik-baik saja tinggal berdua?” 07.48 PM

“Tentu kami baik-baik saja, kami sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini. Kau tidak perlu khawatir Taeyeon-ah~”07.49 PM

“Aku ingin bercerita besok saat di kedai kopi. Boleh kah yoona-ah?” 07.49 PM

“Tentu boleh! Kenapa tidak sekarang saja?” 07.49 PM

“Lebih baik istirahat saja supaya besok tidak terlalu lelah.” 07.50 PM

“Oh iya kau benar juga. Arraseo~ selamat malam Taeyeon-ah.” 07.50 PM

“Ne..” 07.50 PM

“Taeyeon-ah!! Besok kita janjian jam berapa?” 07.51 PM

“Oh ya! Aku hampir lupa! Bagaimana jika jam 06.10? Apa terlalu siang atau terlalu pagi?”07.52 PM

“Kursa tidak. Baiklah sampai jumpa besok. Kutunggu di depan Jalan Yongguk ya~” 07.52 PM

Aku kembali mengeset jam weker jam 05.00, ya karena kali ini aku harus membuat sarapan untukku dan adikku. Karena merasa belum ngantuk Yoona pergi ke kamar Kai. Tok tok tok. “Kai-ah~” Panggilku kepada Kai. “Ne? Noona?” Ucap Kai sambil membukakan pintu. “Besok kau tidak perlu bangun pagi biar aku saja yang membuat sarapan.” Jelasku pada Kai. “Ne arraseo noona.”Ucap Kai padaku. Aku tidak sengaja melihat Kai sedang video call di laptopnya bersama dengan… SEORANG YEOJA?

Aku yang penasaran langsung menorobos masuk pintu tapi tenaga Kai lebih besar. “Kai-ah. Kau sudah besar sekarang, kenalkan pada noonamu inilah~”Goda ku pada Kai. “Noona bisa saja. Tunggu waktu yang tepat baru ku kenalkan padamu. Sudah malam noona lebih baik kau tidur.” Ucap Kai sambil membalikan badanku sehingga membelakanginya. Aku hanya bisa tertawa melihat tingkahnya yang lucu.

Bisa dibilang aku jarang sekali bertengkar dengannya karena kami bersikap layaknya teman.

TBC~

27 thoughts on “[Freelance] My Schoolife (Chapter 1)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s