[Freelance] Someday

pjj

Title: Someday

Author: Jung Hyerin

Length: Oneshoot

Rating: PG 15

Genre: Friendship,Romance, Sad (maybe)

Main Cast: Jessica Jung

Kris Wu

Other Cast: Tiffany Hwang

Pairing: Krissica

Author Note:  Baru pertama kali ngirim ff di exoshidae nih. Gara-garanya abis re-watch mbajess nyanyi Someday-nya Nina dan entah kenapa langsung kepikiran Krissica dan jadilah ff abal-abal ini. Ini mungkin lebih ke jessica’s side ya wkwk Enjoy 😉

***

Yeoja itu terus memeluk gulingnya sambil menangis, entah sudah berapa jam ia habiskan hanya untuk menangisi lelaki bodoh yang telah menhancurkan hatinya. 1 jam? Tidak, dia bahkan sudah melewatkan jam les pianonya –yang biasanya berlangsung 2 jam.

“Sssh.. Jess, berhentilah menangis, kau sudah menangis dari pulang sekolah tadi dan sekarang sudah jam makan malam. Yaampun, kau itu  tidak sayang dengan matamu ya?” omel Tiffany. Tapi sayang, ocehannya diabaikan oleh Jessica dan sahabatnya itu masih tetap menangis sambil memeluk guling.

Tiffany kembali mengoleskan cat kuku di kuku tangannya “Kau tau tidak kenapa aku lebih memilih mengecat kuku-kuku ku yang cantik ini dari pada menenangkanmu? Itu karena kau bodoh mau menangisi namja tinggi bagai tiang listrik itu, Aigoo kenapa kau begitu bodoh sih” kata Tiffany lagi sambil sesekali meniup kukunya. Jessica bangkit dari posisi tidurnya dan melihat Tiffany dengan tatapan tajamnya, Tiffany membalas tatapannya “Haah, Jess, itukah kau? Yaampun kenapa matamu seperti itu? Astaga kau jelek sekali” teriak Tiffany sambil menyodorkan kaca pada Jessica.

“Kenapa kau cerewet sekali sih? Aku memanggilmu untuk menghiburku, bukan malah seperti ini Tiff, aku baru saja putus dengan Kris-pacarku. Dan kau malah mengomeliku seperti ini? Sahabat macam apa kau huh” omel Jessica

Tiffany menatapnya dengan tatapan datar, lalu menghampiri Jessica dengan beberapa lembar tissue ditangannya “Kau itu cantik Jess, kenapa kau bodoh sekali mau menangisi namja bodoh seperti Kris? Kau tidak sayang pada dirimu? Kau cantik, suaramu bagus, walaupun kau agak sedikit bodoh dipelajaran ya, tapi kau itu sangat modis dan percaya diri! Belum lagi segudang bakatmu dibidang modelling. Kau bisa saja mendapatkan namja yang lebih baik daripada Kris” nasihat Tiffany. Jessica melihat Tiffany dengan penuh tanya, jadi maksudnya Kris itu bukan namja yang baik? Jessica mengalihkan pandangannya pada bingkai foto yang sudah menghiasi meja belajarnya selama 8 bulan ini –fotonya dengan Kris-, entah kenapa tapi foto itu malah membuatnya mengingat bagaimana ia dan Kris bisa bersatu dan berpisah seperti ini

#Flashback

Jessica melangkah dengan anggun menuju kelasnya di 3-2. Rambutnya yang ia biarkan tergerai seolah mengundang beberapa pasang mata yang kebetulan berada dikoridor itu untuk melihat dan mengagumi bagaimana sosok Jessica Jung, gadis dingin dengan sejuta pesona. Ice Princess, begitu julukannya disekolah.

Bruk.. ada yang menabraknya, Jessica terjatuh dan mendengus kesal. Ia menatap sosok yang menabraknya dengan tatapan tajamnya, ia masih berdiri dan sama sekali tidak membantu Jessica?

Apa laki-laki ini gila atau tidak punya otak? Bukannya membantuku

Jessica terus menggerutu dalam hati sambil berusaha berdiri, moodnya berubah hari ini gara-gara laki-laki dihadapannya. Jessica masih diam berdiri selama beberapa menit memastikan bahwa namja didepannya ini minta maaf atau tidak tapi bukannya mendapat permintaan maaf, namja itu malah memberikan Jessica tatapan yang tidak kalah tajam.

“Kris apa yang kau lakukan disini, kita ada pr bo….doh” seorang laki-laki lain berlari dan memukul pundak Kris-namja yang menabrak Jessica- tapi kalimatnya berhenti begitu melihat Jessica

“Annyeong Haseyo Sunbae. Luhan imnida” sapa Luhan dengan sopannya sambil membungkuk didepan Jessica.

Jessica menatap Luhan dengan bingung “Apa aku pernah bertanya siapa namamu?” tanya Jessica sarkastik lalu berlalu dihadapan 2 namja itu. Jangan salahkan Jessica kenapa dia bersikap dingin seperti itu, salahkan Kris yang sudah membuat moodnya buruk.

***

Pelajaran hari ini dimulai dengan olahraga, sungguh ini pelajaran yang paling membuat Jessica muak, bagaimana tidak? Ia harus menahan panas dan membiarkan keringatnya bercucuran.

“Teman-teman karena guru olahraga hari ini tidak datang, terpaksa kita harus bergabung dengan anak kelas 2. Karena akan mengambil nilai praktek” teriak Eunhyuk, ketua kelas 3-2.

Jessica mendengus sebal “Sabar Jess, hanya 2 jam kok” kekeh Tiffany sahabat satu-satunya.

Anak 3-2 dan 2-1 sudah berkumpul dilapangan, basket.

“Baiklah hari ini kalian akan bergabung dengan sunbae kalian dari kelas 3-2. Untuk pemanasan silahkan yang perempuan lari 4 kali keliling lapangan dan yang laki-laki 6 kali” perintah Kang Seongsangnim. Semua murid mengeluh tapi tetap melaksanakan perintahnya

Pertandingan dimulai, para murid namja 2-1 dan murid namja 3-2 sedang bertanding basket, teriakan yeoja dimana-mana membuat Jessica terganggu dan memilih bersandar dibahu Tiffany yang juga sedang berteriak heboh.

“Tiff, bisakah kau diam?” keluh Jessica tapi diabaikan Tiffany. Jessica berdiri hendak mengomeli Tiffany tapi sayang sebuah bola baru saja menhantam kepalanya dan membuatnya kehilangan kesadaran.

“OH MY GOD JESSI!! SIAPA YANG MELEMPAR BOLA INI HAH?” teriak Tiffany murka, dan membuat lapangan yang tadinya ribut seketika hening. Semua menatap Kris,

“Oh baiklah aku akan mengantarnya keruang kesehatan” eluhnya lalu menggendong Jessica keruang kesehatan.

***

Kris mengamati yeoja didepannya yang sedang menutup mata dengan tatapan bingung, ini sudah jam pulang sekolah dan yeoja itu belum bangun, bahkan sahabatnya Tiffany sudah meminta ijin untuk pulang duluan dan menitipkan Jessica pada Kris.

“Kau ini pingsan atau mati? Kenapa belum bangun-bangun?” bisik Kris. Jessica menggeliat dan perlahan membuka matanya

“Hoaamm sudah jam berapa sekarang? Apa aku tidur terlalu lama Tiff?” tanya Jessica

“Jadi kau tidur? kenapa tidak bilang dari tadi? Hah? Menyusahkan ku saja” marah Kris. Jessica berbalik menatap pemilik suara berat disampingnya, sedikit terkejut bahwa yang ada disampingnya bukan Tiffany tapi namja yang menabraknya tadi pagi

“Oh jadi kau, mungkin tadi aku pingsan. Tapi sebenarnya aku sudah sadar dari beberapa jamyang lalu, karena pusing aku memilih tidur. Lagian ini bukan salahku kan? Aku tidak pernah memintamu untuk menjaga atau menungguku, dan .. oh apa kau yang melemparkan bola sialan itu kekepalaku?” jelas Jessica. Kris mengangguk tanpa memperlihatkan wajah bersalahnya

“Baiklah, kau sudah menabrakku pagi ini dan melemparkan bola basket kekepalaku dan membuatku pingsan DAN KAU TIDAK MEMINTA MAAF HAH? MEMANGNYA KAU PIKIR KAU SIAPA BERANI MENABRAKKU DAN MELEMPARKAN BOLA KE KEPALAKU? ”teriak Jessica dengan suara cemprengnyadan itu membuat Kris menutup telinganya

“Bisakah kau tidak berteriak miss? Baiklah aku minta maaf, dan kau tidak tau aku siapa? Kau betul-betul tidak tau Kris Wu? Kapten basket yang ganteng dan selalu membanggakan sekolah dengan medali yang kudapat disetiap olimpiade. Harusnya kau berterima kasih padaku karna berkat semua insiden itu kau bisa sedekat ini denganku, banyak sekali diluar sana fans ku yang ingin berada di posisimu sekarang”narsis Kris

Jessica mendelik “What? Jadi kau pikir aku ini salah satu dari fans mu? APAKAH KAU TIDAK TAU SIAPA JESSICA JUNG? Ingat ya, aku tidak akan pernah melupakan insiden ini, minggir aku mau pulang” kata Jessica sambil memasang sepatunya

“Ini tas mu, tadi Tiffany noona mengantarkannya dan menyuruhku memberikannya padamu” kata Kris dengan lembut, Jessica menatapnya dan entah kenapa ada sesuatu yang lain pada dirinya, seperti sesuatu sedang menggelitik perutnya

Jessica menyambar tasnya “cih, Tiffany dipanggil noona sedangkan padaku sangat tidak sopan” omel Jessica dengan suara kecil, tapi sayangnya terdengar oleh Kris

“Jadi kau juga mau kupanggil noona? Jessica noona?” balas Kris, masih dengan suara lembutnya. Mendengarnya saja Jessica sudah tidak bisa mengontrol diri dan lebih memilih menyibukkan diri dengan mencari sesuatu ditasnya

“Berhenti! Itu terdengar menggelikan ditelingaku, aish dimana Hpku. Ah aku lupa dimeja makan” keluhnya.

“Kau bisa memakai Hpku jika kau mau” tawar Kris, sekali lagi masih dengan suara lembut nya.

“Apa kau menyimpan nomor supirku? Kalau iya, boleh aku meminjam Hpmu untuk menyuruhnya menjemputku? Tidak kan?” tanya Jessica dingin berusaha menutupi perasaannya sekarang.

“Kau bisa saja menelfon orangtua mu dan menyuruh mereka menjemputmu” usul Kris

“Tapi sayangnya orang tua ku di San Fransisco” balas Jessica sambil mengerucutkan bibir tipisnya, membuat Kris gemas

“baiklah biar kuantar, sebentar lagi hujan loh” tawar Kris lagi, kali ini dengan suara lembut dan senyuman tipis miliknya. Jessica terpaku menatapnya, tidak.. selain perutnya, kini detak jantungnya juga ikut bereaksi.

“Kau serius?”tanya Jessica sambil memperhatikan lekuk wajah manusia didepannya

“Apakah aku terlihat sedang bercanda?” tanya Kris lagi kembali dengan sifat menyebalkannya.

Jessica mendengus “Sssh.. baiklah” ucapnya akhirnya.

Mereka berdua pun berjalan menuju gerbang sekolah, benar apa kata Kris hari ini mendung dan mungkin sebentar lagi hujan.

“kau tunggu disini, aku ambil motor dulu” kata Kris, Jessica mengangguk. Setelah memastikan Kris sudah tidak berada disampingnya ia segera memegang dadanya yang sedari tadi berdetak dengan kencang.

“Apa yang terjadi? Oh no jess, kau tidak mungkin suka pada seseorang yang lebih muda darimu” kata Jessica pada dirinya sendiri sambil menggeleng-gelengkan kepalanya

“Sampai kapan kau mau menggelengkan kepalamu seperti itu? Mau menggelengkannya sampai tahun depan juga kepalamu tidak akan putus” kata Kris sambil menyodorkan helm pada Jessica

“Maaf Kris, tapi leluconmu tadi sama sekali tidak lucu” komentar Jessica sambil mengambil helm dari tangan Kris dan naik ke motor besar Kris.

Tidak ada pembicaraan selama perjalanan kerumah Jessica, kecuali ketika Kris bertanya arah jalan yang mana yang harus ia lewati.

“Terima kasih Kris” ucap Jessica ketika sampai didepan rumah bergaya eropa klasik yang tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil tapi terkesan mewah dan hangat.

“Ya noona, masuklah. Disini dingin” kata Kris, Jessica mengangguk malu dan tidak bisa menyembunyikan senyumnya hingga ia sudah tiba dikamarnya.

Semua berjalan begitu saja seperti air, entah apa tapi sejak kejadian itu mereka berdua menjadi dekat, saling menyapa disekolah, belajar bersama diperpustakaan, dan sesekali nonton bersama.

Entah siapa diantara mereka yang memulai menyadari perasaan sayang, tapi kejadian Kris menembak Jessica menjadi berita heboh disekolah karena akhirnya Ice Princess bisa meleleh ditangan Ice Prince.

Jessica meminum Orange Juice nya sambil mendengarkan curhatan Tiffany didepannya, tiba-tiba saja lagu yang diputar diradio sekolah berhenti dan berubah menjadi suara lelaki yang sangat Jessica kenal, ya itu suara Kris.

“Annyeong, maaf mengganggu kalian tapi bisakah aku meminta waktu kalian sebentar? Hanya lima sampai tujuh menit. Okay? Baiklah, apa kau mendengarkanku nona Jessica Jung?….” suara Kris terdengar dan membuat seisi kantin menatap  Jessica, Jessica membalas tatapan mereka semua dengan bingung dan berkata aku-tidak-tau-apa-apa dengan matanya.

“Baiklah kuharap kau tidak tidur saat ini, baiklah mungkin ini terdengar konyol tapi aku serius dan sangat serius padamu. Aku tidak tau kapan persaan ini muncul yang jelas aku merasa sedikit resah jika kau tidak membalas pesanku atau kau tidak masuk sekolah. Apa kau mengerti maksudku Jung? Apakah ini bisa dibilang sayang? Atau mungkin cinta?  Apa kau punya perasaan yang sama? Dan…. maukah kau menjadi pac..arku?” sederetan pernyataan Kris membuat Jessica menunduk malu sambil mengetik pesan untuk Kris. Apa ia bahagia sekarang? Jawabannya adalah iya! Jessica bahkan butuh beberapa menit untuk mengetik pesan

            “Kris apa kau bodoh? Apa ada setan yang sedang merasukimu? Hah? Untuk apa kau melakukan semua itu? Kau itu frustasi atau memang kau tidak punya otak? Tentu saja aku mau bodoh! Kris babo!” begiulah isi pesan Jessica pada Kris.

            “Terima kasih sudah menerimaku menjadi namjachingumu Ice Princess” bisik seseorang dibelakang Jessica, Jessica terlonjak kaget dan hampir saja menjatuhkan Hpnya kelantai. “Sejak kapan Kris ada dibelakangku?”batinnya

            “Boleh kupeluk?” tanya Kris,Jessica tidak menjawab dan masih sibuk dengan pikirannya yang kacau balau. Tanpa meminta persetujuan Jessica, Kris memeluknya dengan hangat dan membuat kantin menjadi riuh dan berisik. Jessica tersenyum dan membalas pelukan Kris.

            Menjadi pasangan ter-populer,ter-sweet, dan ter-cocok. Mungkin itu yang sering Jessica dan Kris dengar selama mereka menjadi pasangan paling ‘wah’ di Seoul International High School, tidak masalah. Mereka senang mendengarnya, dan selama mereka berpacaran, Jessica baru tau kalau sebenarnya dibalik wajahnya yang dingin dan tampak cool, Kris itu sangat malas dan manja satu lagi, Kris sangat suka menjahilinya.

            “Chagi-yaaaa aku lapar, mau masak untukku?” eluh Kris saat mereka sedang belajar bersama dirumah Jessica.

            “Kau mau makan apa? Ingat kan? Aku tidak bisa membuat apapun kecuali ramen dan sandwich” jawab Jessica sambil memperhatikan Kris yang berusaha beraegyo didepannya

            “Aku mau mencicipi bibirmu boleh tidak?” canda Kris. Akibatnya, bantal sofa yang sedari tadi menjadi sandaran Jessica sudah mendarat diwajah Kris.

            “Kau pervert!” kata Jessica sambil terus menulis ah lebih tepatnya menyalin PR Fisikanya.

            “Tapi kau suka kan baby?” tanya Kris yang mencium pipi Jessica kilat lalu berlari kedapur rumah Jessica.

            “KRIS!!!!” teriak Jessica marah, tapi terlihat cute dimata Kris.

            ***

            Hari ini mereka berencana berkencan ditaman, seperti biasa. Jessica harus menunggu beberapa jam dari waktu yang ditentukan karena sifat malas Kris.

            “KRIS BISAKAH KAU CEPAT SEDIKIT? DISINI PANAS BODOH” kata Jessica lewat SMS

            “Sabar sedikit sayang, tadi aku terkena syndrom malas mandi dan malas bangun, tapi untung saja wajah imut mu terbayang dimataku, kau memang hebat” balas Kris tak lama kemudian.

            “Kau pikir aku mau termakan gombalan busukmu itu tuan Wu? CEPAT KESINI SEKARANG ATAU AKU TIDAK AKAN MENGABARIMU SELAMA SEMINGGU” Jessica mengetik sms dengan penuh emosi tapi tetap saja tersenyum

            “Memangnya kau sanggup?” tiba-tiba saja suara Kris sudah terdengar olehnya, Jessica menoleh dan sudah mendapati Kris dengan kaos biru langit dan celana jins andalannya.

            “tentu saja aku sanggup” kata Jessica sambil menggeser posisi duduknya. Kris duduk disampingnya, dan memainkan hp Jessica. Jessica menghela nafas panjang setelah mencium bau aneh yang mampir kehidungnya.

            “ KRIS JANGAN BILANG HARI INI KAU TIDAK KERAMAS YA” teriak Jessica, untungnya taman itu sedang sepi. Jadi setidaknya, Kris tidak perlu malu jika saja ia ketahuan bahwa tidak keramas hari ini.

            “Bagaimana kau bisa tau baby?” tanya Kris dengan tampang polosnya.

            “Kau pikir aku tidak tau bau shampoo mu dan bau keringatmu? Sudah berapa kali kubilang kau harus keramas setiap hari” ceramah Jessica

            “Tapi aku malas baby” komentar Kris yang sedang sibuk berselca menggunakan HP Jessica.

            Jessica merampas Hpnya dari tangan Kris, “kita kesalon sekarang, kurasa aku butuh sedikit treatment, dan kau juga harus keramas” ajak Jessica.

            “Baby aku ini laki-laki, masa aku harus kesalon? Shireo!!” seru Kris.

            Jessica menatap Kris dengan tatapan tajamnya “N.O.W RIGHT NOW KRIS WU” kesal Jessica.

            Kris menunjuk bibirnya sebagai syarat agar ia mau diajak kesalon, sekali lagi Jessica harus menghela nafas karena sifat namjachingunya yang tidak biasa ini. Jessica sedikit berjinjit untuk mencium bibir Kris. Cup..

            “Sudah kan? Ayo” ajak Jessica. Kris tersenyum senang dan membisikkan sesuatu “Kalau kau peka dengan bau shampoo ku maka aku peka dengan rasa lipglossmu jung, aku tidak suka dengan rasa yang Strawberry, yang cherry sepertinya lebih enak”

            “kau…..” desis Jessica sambil mencubit lengan Kris.

***

            6 bulan berjalan begitu manis bagi Jessica dan Kris. Hari ini adalah hari jadi ke 6 bulannya mereka, Kris meminta Jessica datang ke apartemen nya untuk membuat pesta kecil-kecilan, tapi sekali lagi rencana itu gagal karena mereka terlalu malas membeli perlengkapan dan cake. Harusnya ini menjadi hari yang manis bagi Jessica dan Kris, tapi sepertinya peringatan setengah tahun hubungan mereka berjalan begitu datar.

            “Baby.. kau dimana? Aku menunggumu, cepatlah datang” rengek Kris lewat telefon

            “Bisakah kau sabar Kris Wu? Aku sudah kesusahan didepan pintu apartemen mu karena titipan cemilanmu yang segudang ini. Dasar cerewet” omel Jessica yang ternyata sudah masuk diapartemen Kris. Kris memang tinggal diapartemen karena keluarganya berada di China.

            Kris membantu Jessica membawa barang belanjaanya menuju ruang TV , hanya beberapa cemilan dan soda “Kris aku ada film baru, aku mau nonton disini ya honey” pinta Jessica dengan senyuman manisnya.

            Kris mencubit pipi Jessica dengan gemas “Apa aku  pernah melarangmu nona Jessica Jung yang terhormat?” tanya Kris. Jessica tersenyum senang atas kata-kata Kris barusan. Dengan cepat ia lalu menyetel DVD dan duduk dengan manis di sofa milik Kris. Kris lalu tidur dipangkuan Jessica sambil memainkan PSP nya dan memakan cemilan yang tadi. Entahlah, tapi ini memang menjadi kebiasaan mereka kalau Jessica menonton DVD atau drama, Kris akan selalu tidur dipahanya dan meminta Jessica untuk mengelus kepalanya. Memang terdengar sederhana, tapi siapa sangka kegiatan ini menjadi kegiatan favorit dan mendebarkan untuk Jessica?

“Sica baby” panggil Kris tanpa mengalihkan pandangannya dari psp hitamnya

“Hm..” balas Jessica.

“Aku mencintaimu hehe” kata Kris diiringi tawa ringannya

“Aku juga Kris. I love you too” kata Jessica sambil memperhatikan Kris, kenapa ia begitu mencintai namja ini? Namja yang lebih muda satu tahun darinya. Baiklah, hanya satu tahun dan itu bukan berarti apa-apa.

***

Jessica mengetuk-ngetukkan jarinya dimeja belajar miliknya, ia terlihat bosan sambil sesekali menatap layar ponselnya yang sedari tadi tidak memunculkan satupun SMS dari Kris. Baiklah, Jessica memang membenci ini, tapi apakah hanya karena Kris harus mengikuti olimpiade Sains tingkat Nasional itu berarti harus mengabaikan pesan Jessica? Tidak kan? Jessica ingin sekali menelfon Kris dan menyemprotnya dengan berbagai pertanyaan kenapa ia tidak membalas pesan Jessica, tapi Kris bilang ia ada bimbingan disekolah dan tentu saja Jessica tidak mau mengganggu pacarnya. Ia tau ini sangat penting bagi Kris.

Pintu Jessica terbuka dengan kasar, membuat Jessica kaget dan ingin memaki siapa saja yang membuatnya tersadar dari lamunan singkatnya tentang Kris, dan oh ternyata itu sahabatnya, Tiffany Hwang

“JESSIE KAU HARUS TAU INI!!! AKU MELIHAT KRIS BERMESRAAN DENGAN TEMAN OLIMPIADENYA TADI” pekik Tiffaany yeoja ber- eyesmile itu berlari menghampiri  Jessica

“Kau tau jess? Dia bahkan membantu yeoja itu memakai kalungnya! Bukankah itu sangat kurang ajar? Saranku, putuskan namja bejat tiang listrik itu!!” kata Tiffany. Jessica menggeleng tidak percaya, betulkah? Tapi setaunya Tiffany tidak akan pernah berbohong. Apa itu benar?

“Mungkin kau salah liat Fany-ah. Barusan Kris menghubungiku dan bilang ia sudah ada dirumah” bohong Jessica. Setidaknya, ia harus meyakinkan dirinya bahwa apa yang dikatakan Tiffany itu salah. Dia belum siap jika harus berpisah dengan namja manjanya itu.

“Benarkah? Tapi aku tidak salah liat Jessie!! Itu betul-betul Kris!” bantah Tiffany. Jessica menggeleng sambil terkekeh, tapi didalam hatinya ia sangat khwatir.

“Sudahlah Tiff, apa kau mau menginap disini? Mommy dan  Daddy ke San Fransisco lagi menjenguk grandma” tanya Jessica. Tiffany tersenyum manis “TENTU SAJA!!!!” teriak Tiffany lagi.

Pagi ini Jessica tidak kesekolah, dia tidak sakit ataupun telat bangun. Lebih tepatnya ia ingin tau bagaimana reaksi Kris saat tidak melihatnya disekolah dan tidak mengubunginya kemarin. Tiffany sudah pergi duluan tadi pagi, dan sekarang Jessica tinggal seorang diri dikamarnya. Beberapa kali ia mendesah keras karena lagi-lagi ia tidak mendapatkan telefon atau sms dari Kris. Apa Kris benar-benar sesibuk itu?

Bulan sudah menunjukkan sinarnya, tapi  sayangnya Jessica masih tetap murung dikamar. Hari ini ia tidak mendapat kabar apapun dari Kris. Apa Kris marah padanya? Tapi apa salahnya? Seingatnya akhir-akhir ini mereka tidak ada masalah serius kecuali olimpiade sialan itu! Apa benar ada perempuan lain?

Jessica tidak bisa menahan rasa penasarannya ini, kata-kata Tiffany kemarin seperti menghantui otaknya. Tanpa pikir panjang lagi, Jessica segera menelfon Tiffany.

“Yoboseyo Tiffy!” sapaa Jessica

“Yes, ada apa Jessie? Apa aku sudah cerita padamu hari ini tentang kelakuan pacar sialan mu itu?”Tanya Tiffany diujung telefon. Mata Jessica membulat, hanya satu harapannya, semoga Kris tidak akan melakukan hal-hal yang bisa menyakitinya.

“Kau diam, berarti belum. Dengar ya, aku melihat dia bersama yeoja yang kemarin diperpustakaan. Dia mengajari yeoja yang kalau tidak salah bernama Seohyun itu diperpustakaan, menyuapi yeoja jelek itu dengan sepotong roti dikantin dan membawakan tas seohyun jelek itu sampai kegerbang sekolah! Kau tau Jess? Pemandangan tidak mengenakkan ini menjadi hot topic disekolah! Mereka mengira kalian berdua putus! Kalau saja aku tidak mengingatmu jess, mungkin sudah dari tadi aku menghantam Kris dan yeoja itu dengan jurus taekwondoku” cerocos Tiffany dengan nada suara yang terdengar sangat emosi. Jessica lemas, penuturan Tiffany itu membuatnya semakin takut kalau saja Kris akan memintanya putus. Jessica ingin menangis, tapi ia tidak ingin terlihat lemah, tidak sampai dia sendiri yang melihat kejadian itu. Tanpa balasan apapun, ia mematikan sambungan telefon.

***

Hari ini Jessica masuk sekolah, dan lagi-lagi ia harus bersabar menunggu Kris menghubunginya duluan. Bukannya ia tidak mau menghubungi Kris duluan, tapi dia takut kalau bunyi Hp Kris akan mengganggu proses belajar Kris.

Seminggu berjalan begitu hampa bagi Jessica, Kris tidak pernah memunculkan batang hidungnya didepan Jessica, tidak pernah menghubungi Jessica dan belum lagi kabar yang mengatakan bahwa Seohyun dan Kris berpacaran. Cukup. Ini sudah kelewat batas, kali ini Jessica berniat mencari keberadaan Kris lewat teman-teman Kris.

“Ah itu dia mereka” gumam Jessica ketika melihat Luhan dkk berada dilapangan basket. Dengan sedikit berlari dia menhampiri kawanan itu,tapi mungkin niat itu ia urungkan ketika tidak sengaja mendengar pembicaraan Luhan dkk.

“Aku kasian melihat Jessica noona, dipermainkan oleh Kris. Padahal setauku tidak ada yang salah dengan Sica noona” ucap Kai. Ada apa? Apakah pembicaraan ini mengarah ke hubungan Kris dan Seohyun? Jessica semakin penasaran dan lebih memilih menajamkan telingannya

“Ya, Kris memang bodoh lebih memilih Seohyun daripada Jessica noona. Apalagi yang kurang dari Sica noona? Dia cantik, kaya, walaupun dingin sih. Tapi itulah pesonanya” tambah Luhan

“Ralat ya, Jessica noona itu dan selalu mengeluh tentang ini-itu kepada Kris, ia tidak pernah memasakkan Kris sesuatu dan otaknya juga tidak pintar. Ya setidaknya itu yang dikatakan Kris padaku” tutur Sehun

“Jadi maksudmu Kris lebih memilih Seohyun yang kaku itu daripada Jessica noona hanya karena hal masak memasak dan kepintaran otak? Aku berani bertaruh Jessica noona lebih seru diajak pacaran dibanding Seohyun itu!” maki Luhan. Stop. Jessica sudah tidak bisa mendengar ini semua, ia muak. Hatinya sakit, jadi ini yang membuat Kris seperti ini? Hanya karena Jessica tidak bisa memasak, otaknya tidak pintar dan selalu mengeluh pada Kris? So childish! Jessica perlahan menjauhi kerumunan itu, tidak. Belum saatnya Jessica menangis. Ia yakin bisa memperbaiki hubungan ini. Ya.. sepertinya

Berkali-kali ia menghubungi Kris, tapi nihil Jessica tidak akan pernah mendapat balasan seperti yang ia harapkan, baiklah mungkin Jessica harus lebih bersabar?

Satu bulan! Jessica bertahan dalam situasi dan hubungan tidak jelas seperti ini, ia jenuh dan tekadnya sudah bulat. Hari ini ia akan mengajak Kris bertemu di kelasnya sepulang sekolah. Terserah dengan apa keputusan Kris nantinya, ia akan terima walaupun sebenarnya masih belum siap

“ Ada apa memintaku kesini?” suara Kris membuyarkan lamunannya. Dingin, setidaknya itulah yang bisa ditangkapnya dari nada bicara Kris. Saat ini ia dalam posisi membelakangi Kris, dia tidak mau terlihat lemah

“Hubungan kita Kris” balas Jessica tidak kalah dingin

“bukankah kau mendengar gosip gosip yang beredar jess? Aku dan Seohyun. Ya hubungan itu memang benar adanya” kata Kris dengan entengnya

“Baiklah. Jadi hubungan kita berakhir?” tanya Jessica.

“Apakah menurutmu begitu? Bukankah kita sudah berakhir sejak sebulan yang lalu?” tanya Kris. Jessica diam untuk beberapa saat, memaki Kris dalam hatinya. Segampang itu dia mengucapkan putus? Sejak sebulan yang lalu? Dia pikir perasaan ini mainan? Dasar bejat

“Baiklah. Saranku, jangan menyia-nyiakan orang yang menyayangimu. Goodbye” kata Jessica dengan penuh penekanan.

#FlashbackEnd

Jessica menarik nafas panjang dan mengalihkan pandangannya dari pigura itu

“Tiff” panggil Jessica.

“Yap Jess?” balas Tiffany

Jessica menatap mata Tiffany dengan tatapan tajamnya “ganti peranku di pesta kelulusan nanti, aku akan bernyanyi solo dan bermain piano. Lagunya biar aku yang ciptakan, dan bisakah kau membantuku mencari kuliah fashion designer di Paris?” tanya Jessica.

Mata Tiffany membelalak kaget “Are you sure? Kau mau pindah ke Paris Jess? Kau akan meninggalkanku?” tanya Tiffany. Jessica mengangguk mantap dan membuang semuanya yang berkaitan dengan Kris.

“Aku senang kau tidak menangis lagi, aku tau kau perempuan yang kuat Jessie. Tapi bisakah aku tidur sekarang? Aku mengantuk” kata Tiffany “huh aku sedih kau akan meninggalkanku! Kau jahat!” lanjut Tiffany sambil menutup badannya dengan selimut.

Jessica tersenyum tipis melihat sahabatnya itu, lamunan singkat itu menyadarkannya bahwa Tiffany benar, ia berbakat dan tidak seharusya ia menghabiskan air matanya hanya karena Kris. Jari-jari lentiknya sudah bergerak diatas selembaran kertas, menuliskan beberapa lirik lagu yang mungkin pas untuk dirinya saat ini. Cukup lama ia berkutat dengan pulpen dan kertasnya itu, ia melirik jam sebentar. Jam 02.00AM  dan ia memutuskan untuk tidur.

***

Pagi-pagi teriakan Tiffany dan Jessica sudah meramaikan kediaman keluarga Jung yang memang hanya ditempati oleh Jessica,Tiffany supir dan beberapa pembantu Jessica.

“JESSIE CEPAT KITA SUDAH TERLAMBAT, AKU MAU LATIHAN DRAMA” Teriak Tiffany dari lantai satu.

“BISAKAH KAU SABAR SEDIKIT TIFFY? AKU SEDANG MENCARI JEPITANKU” balas Jessica dari kamarnya dan tak lama kemudian Jessica sudah berlari menuruni tangga.

Jessica Tiffany  diantar oleh Kim ahjussi, diperjalanan Tiffany tidak berhenti mengomeli Jessica, sebenarnya ia tidak tega, tapi ini semua hanya semata-mata agar Jessica tidak memikirkan Kris. Itu saja.

Mereka berdua menuju ruang teater, tempat dilaksanakannya latihan drama bagi para murid kelas 3 yang kurang dari 2 minggu lagi akan menanti kabar kelulusan mereka. Jessica berpapasan dengan Kris, tidak ada sapaan seperti biasa. Semuanya berlangsung kurang dari lima detik, Jessica menatap lurus kedepan dengan aura dinginnya tanpa sedikit pun menatap Kris walaupun sebenarnya ia sangat ingin memeluk Kris. Begitu juga dengan Kris, ia sama sekali tidak melirik Jessica.

“Mohon maaf semuanya, tapi sepertinya aku akan keluar dari drama. Bolehkah aku mengambil solo saja?” tanya Jessica kepada semua anggota Drama.

“What? Tapi pesta kelulusan tinggal berapa hari lagi, apa kau yakin? Ya maksudku kau tidak apa-apa mengundurkan diri toh Amber bisa menggantikanmu. Tapi bagaimana dengan solo? Apa kau sudah berlatih?” tanya Victoria, wakil ketua acara pesta kelulusan SMIHS itu.

Jessica mengangguk mantap “Terima kasih vic, aku tidak apa-apa. Dan aku yakin aku bisa” kata Jessica yakin

“Tapi… kurasa jika kau baru mau mendaftar sekarang kau akan tampil pas penutupan. Apa itu tidak apa-apa buatmu? Maksudku.. ya kau tampil paling terakhir Sic” tambah Jiyeon

“It’s okay jiy, aku permisi ke ruang musik sebentar” pamit Jessica, lalu pergi keruang musik yang jarang dipakai dan letaknya diujung koridor lantai 4.

Jessica duduk didepan piano, mulai menekan tuts tuts yang menghasilkan sederetan melodi indah yang sangat pantas untuk suaranya yang terkesan manis. Entah berapa lama Jessica berkutat dengan piano itu, yang ia tau sekarang ia sudah berhasil menyelesaikan seperempat karangan lagunya.

Jessica berlatih lagi dengan giat, hanya satu yang ada dihati dan pikirannya saat ini. ‘Kris harus tau kalau dia bukan Jessica yang lemah dan bodoh yang akan menangis ketika perasaannya dipermainkan’ begitu saja.

“Makan saja Seohyunmu itu Kris bau yang tidak pernah keramas” gerutunya kesal

“Ah.. sudah berapa lama aku duduk? Pantatku kram” keluhnya saat mulai berdiri. Ia letih dan ingin pulang saat ini. Tiffany juga sudah sibuk menelfonnya daritadi.

Jessica keluar dari ruang musik itu, merasa sedikit merinding karena letaknya yang diujung koridor lantai 4! Dan dia baru sadar kalau sekarang sudah jam 7, pantas saja sekolah sepi. Jessica mempercepat langkahnya agar bisa segera turun dan pulang kerumahnya. Bersyukur lagunya sudah jadi.

***

[Graduation Party]

Jessica berdandan dibelakang panggung, kali ini ia mengenakan kemeja lengan panjang dan rok diatas lutut, terkesan cute dan manis. Rambutnya ia biarkan tergerai. Jessica merasa gugup kali ini, memang ini kali pertamanya bernyanyi didepan umum. Dan mungkin ini juga akan menjadi hari terakhirnya berada disini, diKorea. Mommynya baru saja menelfon kalau Jessica sudah bisa masuk diuniversitas barunya diParis dan mengambil jurusan Fashion Designer. Semuanya sudah diurus, memang berat meninggalkan orang yang kita cintai untuk waktu yang lama. Tapi lebih berat lagi jika kau harus melihat orang yang kau cintai memilih orang lain kan?

“…. baiklah ini dia ratu sekolah kita sang Ice Princess Jessica Jung” namanya sudah dipanggil. Dengan langkah pasti Jessica naik kepanggung dan menuju ke piano putih yang terletak ditengah-tengah panggung. Matanya mencari-cari dimana sosok Kris, dan yap.. itu dia, Kris sedang menatapnya dengan tatapan tajam. Demi tuhan Jessica rindu tatapan manjanya Kris saat ini! Dan.. apakah perempuan disebelahnya itu seohyun? OH

Jessica mulai memencet tuts piano,suara merdunya mulai terdengar. Ya, seorang Jessica Jung sedang menyanyikan lagu-nya sendiri yang 100% dia persembahkan untuk Kris.

Someday, you’re gonna realize
One day, you’ll see this through my eyes
By then I won’t even be there
I’ll be happy somewhere
Even if I cared

Jessica menatap mata Kris dengan dalam sambil terus menyanyikan lagunya, tidak ada yang cacat dari penampilannya kali ini, dari setiap kata yang Jessica ucapkan semuanya mengandung makna dalam untuk seorang Kris.

Someday someone’s gonna love me
The way I wanted you to need me
Someday someone’s gonna take your place
One day I’ll forget about you
You’ll see I won’t even miss you
Someday, someday

Jessica menyanyikan bait terakhir lagunya dengan memejamkan mata, dia percaya bahwa suatu saat nanti akan ada yang bisa menggantikan Kris. Ya.. nanti, mungkin di Paris? Bisa saja.

Tepuk tangan meriah mengiringi Jessica menuruni panggung, Tiffany menyambutnya dengan haru

“Jess lagu mu begitu menyentuh! Aku salut padamu. Kenapa Kim ahjussi menjemputmu? Dan jangan bilang kau akan segera keparis hari ini. Aku akan sangat merindukanmu Jessie” kata Tiffany sambil menangis

“Maafkan aku Tiff, tapi inilah yang harus kulakukan. Ini semua juga berkat kau kan. Apa Kim ahjussi sudah menunggu lama untukku? Datanglah sekali-sekali ke Paris kalau kau sempat hem? Aku akan meninggalkan semua perasaanku disini.” Tutur Jessica. Kali ini air matanya tidak bisa ditahan. Kedua sahabat itu saling berpelukan dan menangis haru.

“kau juga harus sukses dikorea ne? Aku akan sangat mendukung apapun yang kau pilih Tiff. Hwaiting!! Aku pergi, bye” pamit Jessica. Tiffany mengangguk sambil menghapus air matanya.

***

Gadis bernama Jessica Jung itu menatap langit malam Seoul dengan tatapan sendu, kali ini yeoja itu yakin dengan pilihannya. Dirinya harus pergi dan meninggalkan perasaannya disini. Dia tidak akan membawa perasaannya ke Paris. Jessica hanya akan mengejar karir nya yang cemerlang.

Because someday someone gonna take your place, Kris” batin Jessica dan melangkah sambil mendorong kopernya

*FIN*

Advertisements

37 thoughts on “[Freelance] Someday

  1. Anyyoeng!! Readers baru disini!!! Mau ninggalin jejak nih thor. Huwaa sad bgt. Menurut aku masih cantikan jessica daripada seohyun( uwooo maaf ya bgi yang ngefans sama soehyun ) huuu sedihh masa. Ih kok krisnya jahat juga sih? Cuma gegara gak bisa masak sama jessica kurang pinter aja putus. Huuu sebel sebel sebel. Thor, alangkah lebih indah ada sequelnya hehehe

  2. Sumpah sebel banget ama Kris Щ(ºДºщ)
    Masa Sica dipermainkan gitu, cuman gara-gara gak bisa masak & gak terlalu pintar -,-
    Sica yeoja yang kuat ^^ benar kata Fany, jangan tangisi namja sialan itu -_-”

    Squel donk chingu 🙂 buat Kris nyesel udah nyakitin Sica, tapi jangan buat mereka bersatu !

  3. ck aku kira kris akan kembali pada sica eh ternyata engga, dasar namja berengsek,aku benci endingnya thor tapi yasudahlah toh sica juga udah pergi, bikin sequelnya dong thor..

  4. waaaah udah di post lama ya wkwk. makasih ya semuanya udah baca ._.
    buat sequel nanti aja kalo dapet feel krissica pasti berjodoh koook XD
    maaf gabisa reply satu-satu takutnya nanti malah spam lagi XD
    gomawo *bow*

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s