[Freelance] Funny Married

PhotoGrid_1388975303237

Title:Funny Married

 

Author: fiyyachan (@fiyyachan98)

 

Length: Twoshoot

 

Rating: PG 15

 

Genre: Romance,marriage life.

 

Main Cast: 1. Huang Zi Tao EXO

                2. Kwon Yuri SNSD

 

Other Cast: read the story

 

Pairing: read the story

 

Disclaimer:

The story is mine. But the cast is from God and their parents and their agency,I just BORROW it. But over all,this is pure from my head. Please don’t copy it,if you copy it? Yeah I know you don’t have idea in your head!

Kalau ada kesamaan tempat/cast/dll tidak disengaja karena semua kembali. Its from my head,I make it with my hands.

 

Author Note:

Annyeong ^^. This is the first time I send my fanfiction!! Sebenarnya aku udah sering bikin fanfiction cuma belum pernah dipublish T.T

#abaikan.

Aku harap para readers suka,mungkin ada sequel,tapi tergantung sama para readers juga sih. Finally,leave your comment please ^^ readers is number 1!!

 

                       &&

 

‘Hatiku dingin saat menatapmu,tapi entah kenapa ada perasaan berdesir yang aneh didalamnya. Sepertinya… aku menyukaimu…’

 

                       &&

                    

Gadis berseragam pelayan Cafe itu terus menerus membungkuk berterimakasih kepada pembelinya,kemudian menyapa pembelinya yang baru dan begitu seterusnya.

 

“Selamat datang. Ada yang bisa kubantu?”

“Aku pesan goguma latte dan fish and chips.”

“Baik. Goguma latte,dan fish and chips. Ada lagi?”

Gadis berambut panjang hitam itu kembali menekan-nekan layar kasirnya,kemudian menyebutkan jumlah uang yang harus dibayar.

 

“Terimakasih. Silahkan datang kembali!!”Serunya sambil tersenyum ramah,tentu saja setelah memberikan pesanan pembelinya tadi.

 

“Yuri,tolong berikan kopi ini di meja 17.”

Gadis berambut panjang berwarna hitam legam itu menengok,kemudian mengangguk,mematuhi perintah seniornya.

 

Tanpa sengaja,Yuri mencium aroma cangkir putih tersebut. Harum espresso chocolate dengan coffee art berbentuk pohon cemara ditengahnya dan buih putihnya yang menyembul disekitar pinggiran cangkir itu,membuat pernapasannya menjadi segar.

 

Segelintir gadis remaja kelas 3 SMA yang baru lulus seperti dirinya,mungkin tidak akan menyukai aroma kopi yang seperti itu. Mungkin gadis-gadis seusianya lebih menyukai Myeongdong yang notabennya adalah surga belanja atau tidak bermain di Cafe yang menjual ice cream atau milk shake,kalaupun mereka suka,pasti hanya mencicipi kopi kaleng dengan pemanis yang berlebihan.

 

Namun tidak untuk seorang gadis berambut hitam ini-Kwon Yuri. Ia sangat menyukai pekerjaan part timenya sebagai kasir di Triste –Cafe tempat ia bekerja–ia menyukai harum kopi yang menusuk indra penciumannya,ia menyukai senyuman setiap pembelinya yang puas dengan rasa kopi yang baru saja mereka cicipi,ia suka suasana Cafe-nya yang penuh dengan meja kopi berbahan marmer.

 

Ia sangat sangat mencintai harum kopi.

Yuri hafal betul bagaimana caranya menyaring bubuk kopi agar nanti kopi yang diseduh tidak menggumpal,ia juga tahu bagaimana membuat coffee art,dan yang paling hebat. Ia hapal berbagai macam jenis kopi darimulai original,latte,espresso,robusta,macciato bahkan sampai kopi yang berada di New Zealand.

Well,she is maniac of coffee.

 

 

Dengan perlahan,Yuri berjalan membawa nampannya dan mencari-cari meja nomor 17.

‘Ah itu dia.’

Ia berjalan kearah meja yang terletak dipojok ruangan Cafe-nya. Yuri meletakan cangkir kopi itu dengan hati-hati.

“Silahkan dinikma..”

Tiba-tiba saja ada seseorang yang seperti mendorong punggungnya,tubuhnya sedikit oleng dan menyebabkan meja kopi disebelahnya berguncang hebat dan membuat cangkir kopi yang baru saja ia letakan tadi jatuh tepat diatas celana laki-laki yang tadi memesan espresso chocolate-nya.

 

“Ahh maafkan aku Tuan!”

Yuri langsung menyeimbangkan tubuhnya,ia menengok kearah seseorang yang tadi mendorongnya.

 

Ternyata seorang wanita murahan, itu terlihat dari pakaiannya yang terbuka lebar dan dandanannya yang menor,wanita itu bersama dengan seorang laki-laki tinggi dengan topi chaplin berwarna abu-abu,yang kini menatap kejadian tadi dengan pandangan aku-sudah-tahu-akan-seperti-ini.

 

“Apakah Nona tidak mempunyai mata?? Bagaimana bisa Nona mendorong saya seperti itu??”

“A-apa?”

 

Beberapa pengunjung cafe Triste mulai menatap kearah mereka,tertarik dengan pertengkaran kecil tersebut.

 

 

“Nona harus minta maaf kepada Tuan ini,dia sudah menunggu lama kopinya dan gara-gara anda,kopi itu jatuh ke pakaiannya!!”

“A-apa kau bilang??!! Enak saja kau menuduhku seperti itu.”

Wanita itu langsung memegang lengan laki-laki disebelahnya kemudian bergelayut manja.

 

“Sayang,tolong marahi dia. Aku tidak sengaja,masa aku disuruh untuk meminta maaf”Ujar wanita murahan itu dengan nada yang dibuat-buat.

Dada Yuri sudah naik turun, sekarang ia benar-benar kesal.

 

“Berapa harga kopinya? Nanti kuganti,dan bajunya juga..”

Laki-laki itu mulai mengeluarkan sesuatu dari dompetnya.

Yuri mendengus.

 

“Yang anda perlukan hanyalah meminta maaf kepada Tuan ini,lalu anda boleh pergi dari tempat ini.”

“Hey,kau seorang pelayan tapi kenapa bicaramu bisa selancang ini?”Laki-laki itu membalas perkataan Yuri dengan pandangan menusuk.

 

“Karena anda salah. Saya tidak akan seperti ini kalau anda bisa memberitahu pacar anda untuk berjalan dengan benar!”Tukas Yuri sambil memincingkan kedua matanya,tidak takut dengan gertakan laki-laki dihadapannya ini.

 

“Kau butuh berapa? Hah??!!”

“Aku tidak pa-pa,Nona. Kalian bisa pergi sekarang!”

Laki-laki yang tadi terkena tumpahan kopinya melerai Yuri dan pasangan tadi dengan wajah tenang dan nada yang halus.

 

“Ta-tapi?”Gagap Yuri.

“Ayo kita pergi,sayang.”

Dengan cepat,wanita murahan itu langsung menyeret laki-lakinya yang tetap menatap Yuri dengan pandangan marah.

 

Yuri menyentuh keningnya,kemudian membungkuk kembali meminta maaf.

“Tidak pa-pa. Lagipula baju ini bisa di laundry,dan untuk kopinya..”

“Akan saya ganti,Tuan. Tenang saja!”

“Ah maksudku..”

 

Yuri langsung melesat kembali kedapur Triste cafe dan meminta Suho-Bartender Triste-untuk membuat espresso chocolate kembali.

 

“Aku benar-benar menyesal Tuan,aku tidak tahu bahwa aku didorong.”Ujar Yuri panjang lebar sambil membersihkan sisa-sisa kopi yang berada dimeja kopi dan dilantai dengan pel dan serbet basah.

 

Laki-laki itu hanya tersenyum.

Yuri tambah bersalah saat melihat kemeja putih laki-laki itu berwarna kecoklatan. Pasti setelan jas itu tidaklah murah.

 

Ia kembali ke meja laki-laki tersebut dengan secangkir kopi espresso chocolate dan sebuah bungkusan berwarna biru.

 

“Silahkan dinikmati. Sekali lagi,aku minta maaf!”

Yuri membungkuk kembali.

“Tidak pa-pa. Tenang saja.”

Laki-laki itu mulai menghirup kopinya dan menenguknya.

 

Laki-laki itu menatap jam dipergelangan tangannya,kemudian mendengus kesal,ia beranjak dari kursinya,padahal kopinya masih tersisa setengah.

“Terimakasih untuk kopinya. Tapi aku harus kembali ke tempat kerjaku.”

“Ah ini..tolong diterima..”

 

Dengan canggung,Yuri mengulurkan tangannya kearah laki-laki itu.

Laki-laki itu menatap bungkusan biru yang diberikan Yuri kepadanya.

“Ini..”

“Ini kue cokelat paling enak di cafe ini. Aku harap Tuan mau menerimanya.”

Yuri memejamkan matanya,menahan kegugupannya.

“Te..terimakasih..”

Laki-laki itu mengambil bungkusan tersebut,kemudian tersenyum dan berjalan kearah pintu kaca Triste cafe.

 

Ia baru menyadari bahwa sosok laki-laki tadi,adalah sosok laki-laki sopan dan sangat tampan.

Ia sedikit menyesal saat melihat isi cangkir kopi laki-laki itu yang masih menyisahkan setengah dari espresso chocolate-nya.

 

                     &&

 

Yuri berjalan lemas kearah penyerbangan jalan yang kini sudah penuh sesak dengan orang-orang yang mempunyai tujuan sama seperti dirinya.

Menyebrangi jalan.

 

Ia menghembuskan nafas keras-keras sambil memegang erat tas selempang cokelatnya,menunggu dengan sabar lampu penyebrangan itu berubah warna menjadi hijau.

 

“Ting!”

Bunyi khas itu terdengar. Mobil pun berhenti seketika,dan lampu penyerbangan berubah warna menjadi hijau.

Seluruh orang yang tadi sedang menunggu,langsung tergesa-gesa berjalan menyebrangi jalan Insadong itu termasuk Yuri.

 

“Ahh tasku!!”

Yuri menengok kearah suara menjerit kecil itu,dan menemukan seorang Nenek yang kini berbalik badan dan kembali menyebrangi jalan.

Sepertinya Nenek itu meninggalkan sesuatu ditengah jalan tadi.

Tanpa sadar,Yuri melirik lampu penyebrangan dan ternyata lampu itu telah berganti warna menjadi merah.

 

Ia langsung menatap kearah jalan,Nenek itu masih disana,sedang membungkuk mengambil tasnya yang tertinggal.

 

Keringat bercucuran didahinya,ia ragu apakah ia harus menolong Nenek itu atau tidak.

 

Yuri bisa mendengar suara decitan ban mobil yang melaju kencang seakan-akan tidak peduli terhadap apapun dihadapannya.

Refleks,Yuri berlari kearah Nenek itu dan menyelamatkan Nenek tersebut,walaupun akhirnya,dialah yang terluka.

 

                        &&

 

“Lepaskan aku!!!”

Tao menepis lengan gadis disebelahnya dengan kasar,kemudian memasukan kedua tangannya kedalam saku blazernya.

“Sayang,aku kan pacarmu,masa kita tidak bergandengan tangan.”

Tao tertawa,merendahkan jawaban gadis disampingnya ini.

 

“Kau hanya gadis murahan yang mudah untuk ku sewa,Sulli.”Tukas Tao dengan nada dinginnya.

Gadis bernama Sulli itu menutup mulutnya,kemudian berlari sambil menangis meninggalkan Tao.

 

‘Dasar! Gadis murahan!’

Tao masih meruntuk dalam hati saat dirinya dibentak oleh gadis pelayan di Cafe yang kemarin ia kunjungi. Ia benar-benar tidak menyangka,gadis berambut panjang itu bisa menatapnya dengan pandangan yang hampir sama dengan Neneknya. Sama-sama tajam dan seperti menusuk-nusuk jantungnya.

 

“Kalau aku bertemu dengannya lagi,akan kuhabisi dia!”

Tiba-tiba saja ponsel Tao bergetar. Dengan malas,ia merogoh saku celana jeansnya dan langsung menekan layar ponselnya dan menaruhnya ditelinga kananya.

 

“Yobuseyo? Tuan Tao?”

“Ada apa?”Jawab Tao dengan nada dinginnya.

“Tuan,Presdir sepertinya masuk rumah sakit. Tadi ia ditabrak mobil..”

“A-APA??!!”

Tao langsung berteriak kencang,tidak memperdulikan dirinya yang masih berada dipusat perbelanjaan didaerah Insandong.

Beberapa orang kini menatapnya dengan pandangan was-was,seakan-akan mengira bahwa Tao mengalami kumat yang terjadi secara tiba-tiba.

 

“Te-tenang Tuan…Saya..”

“Dimana Nenek sekarang?”

“Ah itu..”

 

Setelah mengingat-ingat jalan rumah sakit tersebut,Tao langsung menutup pembicarannya dan berlari dengan cepat menuju mobilnya yang terpangkir dipinggir jalan.

 

Ia harus segera bertemu dengan Neneknya.

 

                       &&

 

Yuri mengerang dalam hatinya.

Ia bisa merasakan tubuhnya sangat lelah dan dibeberapa tempat terdapat luka yang membuatnya sakit.

 

“Aiguu kenapa gadis ini begitu baik padaku? Bahkan cucuku sendiri tidak pernah sebaik ini padaku..”Ujar Nenek itu sambil menangis tersedu-sedu saat melihat gadis penyelamatnya masih terbaring lemah diranjang rumah sakit.

 

Perlahan-lahan Yuri membuka kedua matanya,berusaha menjalajahi dengan benar langit-langit putih diatasnya.

 

“Ini..di..mana?”

“Sudah sadar? Sekertaris Lee dia sudah sadar! Cepat panggilkan Dokter! Cepat!!”Jerit Nenek itu sambil memegang tangan Yuri perlahan.

Seseorang yang dipanggil Sekertaris oleh Nenek itu mengangguk sambil membungkukan badannya kemudian pergi menuruti perintah Nenek itu.

 

“Kau tidak pa-pa? Apa masih ada yang sakit?”Tanya Nenek itu hati-hati sambil menepuk-nepuk pelan tangannya.

“Tidak..tidak pa-pa..”

 

Nenek itu tersenyum senang.

“Bagaimana bisa kau menolongku seperti itu? Kau mengorbankan nyawamu yang berharga hanya untuk Nenek sepertiku. Terimakasih..terimakasih banyak..”Ujar Nenek itu panjang lebar dengan tetesan air matu haru keluar dari ujung pelupuk matanya.

 

“Mungkin Nenek tidak pa-pa…ta..tapi..pasti..ada..orang..yang akan..mengkhawatirkan..Nenek..cucu..Nenek..pasti akan sedih..”Balas Yuri dengan terbata-bata. Seluruh tenaganya belum kembali seperti semula,sepertinya ini terjadi karena tadi sewaktu tabrakan tubuhnya cukup terlempar jauh.

 

“Kau pasti kesakitan sekali. Tidak pa-pa,istirahatlah yang cukup. Nanti kita akan melakukan beberapa pemeriksaan lagi.”

“Pemeriksaan?”

Nenek itu mengangguk.

“Kita harus mengecek kepalamu,apakah terjadi sesuatu didalam sel-nya,kita juga harus mengecek sekitar tulangmu takut terjadi patah tulang mendadak..”

 

Yuri mengerjapkan kedua matanya saat mendengar omongan panjang Nenek itu.

Tidak salah lagi,orang dihadapannya ini pastilah orang berpendidikan tinggi dan mempunyai jabatan yang besar.

Sejak tadi,Nenek itu terus menerus memberikan jawaban yang masuk akal dan lagi Nenek itu juga mempunyai sekertaris pribadi,mulut Yuri bahkan sampai menganga saat mendengar penjalasan Nenek dihadapannya ini.

 

“Ah..ngomong-ngomong,siapa namamu,nak?”

“Kwon..Kwon Yuri..”

“Aiguu nama yang manis sekali. Bagaimana dengan umurmu?”

“Umurku?Mm..19 tahun..”

“Omo,umur yang masih muda,pantas saja kau cantik sekali. Kau sudah lulus kuliah?”

Yuri menunduk malu.

 

“Aku..aku tidak kuliah..”

“Kenapa?”

“Ah itu..itu..eomma ku..sakit-sakitan,aku juga punya adik,jadi aku..aku kerja part time..”

“Ahhh..begitu rupanya..”

Nenek itu mengangguk-ngangguk mengerti. Yuri sedikit tidak suka atas pertanya bertubi-tubi yang dilontarkan Nenek dihadapannya ini,sepertinya ia sedang di-introgasi.

 

“Kau sudah punya pacar?”

“A-apa? Pacar??..itu..itu..belum..”

“Kebetulan sekali!! Menikahlah dengan cucuku.”

“APA?!”

“APA?!”

 

Sontak Yuri menggerakan kepalanya kedepan. Terlihatlah seorang laki-laki tinggi dengan nafas yang memburu dan tetesan keringat yang mengucur didahinya.

 

Tunggu..laki-laki itu..sepertinya ia mengenalnya..

Topi chaplin??..jangan-jangan..

 

“Kau!!! Kau yang di Cafe itu,kan?!!”

“A-apa? Kau!! Kau gadis menyebalkan itu,kan?!!”

 

Sepertinya hari ini adalah hari terpanjang bagi seorang Kwon Yuri.

 

                      &&

 

Tao menghembuskan nafasnya berkali-kali,kemudian menatap Neneknya yang masih asik berbicara dengan gadis yang diberitahukan Sekertaris Lee bernama Kwon Yuri itu.

 

“Nenek!! Apa Nenek tidak tahu kalau aku begitu kaget saat menerima kabar kalau Nenek tertabrak mobil?!!”Seru Tao menyela obrolan Neneknya dengan si gadis menyebalkan itu.

 

“Kata siapa itu? Justru gadis baik ini yang menolongku.”Jawab Neneknya dengan nada dingin.

Oke itu memang nada yang biasa digunakan dirinya dan Neneknya.

 

“A-apa? Tapi kata Sekertaris Lee..”

“Waktu itu anda memotong pembicaraan saya,Tuan. Mungkin karena hal itulah terjadi kesalahpahaman.”Jawab Sekertaris Lee yang masih berdiri disebelah pintu kamar inap VIP ini.

 

Tao memegang tengkuknya yang seakan-akan mengilu.

 

“Bagaimana Nenek bisa mengenal gadis menyebalkan ini?”

“Apa?!! Gadis menyebalkan? Justru kau yang menyebalkan!!”Balas Yuri kesal.

Tao mendengus mengejek kearah Yuri.

 

“Dasar anak bodoh! Justru,Yuri-lah yang menolong Nenek. Kalau dia tidak menolongku,aku yang akan mati sekarang.”Jelas Nenek dengan suara tajamnya.

Tao terbungkam beberapa saat.

 

Gadis ini..walaupun terlihat menyebalkan ternyata hatinya boleh juga..

 

“Toh dia tidak pa-pa,kan? Ya sudah kita pulang!”Kata Tao dengan cuek sambil memainkan kunci mobilnya.

 

“Kapan pernikahan kalian ingin dilaksanakan?”

“Nenek?? Aku..aku..”

“Nenek gila,ya? Mana mungkin aku menikah dengan gadis pemarah ini..”

 

Tibai-tiba saja Neneknya langsung berdiri,lalu berjalan kearahnya.

Oke..ini sesuatu yang tidak baik..

 

Dan benar saja,dalam hitungan detik Neneknya sudah memukul punggungnya dengan sangat keras.

 

“Sialan..”Desis Tao kecil sambil memegang punggungnya yang akan patah. Ia bahkan sampai terjatuh membungkuk,kekuatan Neneknya memang tidak bisa dikalahkan dengan mafia jahat lainnya.

 

“Yuri menikahlan dengan cucu Nenek…”

“Ta-tapi Nek..aku..aku tidak bisa..”

“Nenek mohon. Nenek mengidap penyakit jantung parah dan sebentar lagi Nenek akan meninggal,apakah kau ingin melihat aku meninggal?”

 

Yuri langsung menggelengkan kepalanya dengan gugup. Ia sempat melirik kearah Tao yang masih terbungkuk-bungkuk menahan kesakitan. Padahal ia butuh pertolongan laki-laki itu.

 

“Jangan berkata seperti itu,Nek. Aku..aku..”

“Aku ingin sekali menimang cucuku sendiri..aku ingin sekali..kumohon..kumohon..”

Tiba-tiba saja Nenek Tao memegang jantungnya,kemudian nafasnya memburu dan mulai terbatuk-batuk.

 

‘Presdir,kenapa anda bisa melakukan hal sememalukan ini..’

Sekertaris Lee hanya bisa memegang wajahnya sambil menundukan kepalanya. Akting Presdirnya kali ini sangat bagus.

 

“Nenek..Nenek??!! Nenek tidak pa-pa,kan?”

“Jantungku..jantungku..”

“Baiklah aku mau..tapi Nenek jangan seperti ini..”

 

Nenek Tao mengintip dari kegiatan aktingnya,kemudian mengangguk-ngangguk lemah.

 

“Huang Zi Tao! Perlakukan Yuri dengan baik.”

Tao yang masih meringis kesakitan hanya bisa mendesis kesal dan marah. Punggungnya masih terasa sakit.

 

Sedangkan Yuri hanya bisa menghembuskan nafas pasrah.

Bagaimana keadaannya setelah menikah nanti??…

Lupakan sajalah!!

 

                             END

 

 

Gimana readers? Butuh sequel gak?? Aku masih bingung nih!

Give your best comment.

Tapi kayaknya bakal ada sih,soalnya aku sendiri juga penasaran /?.

Maaf ya kalau ada beberapa kekurangan!! 😥

Please give attention for my first fanfiction. Gomawoyo ^^/ 

Advertisements

38 thoughts on “[Freelance] Funny Married

  1. such a nice fanfiction for a beginner like you. but, still, you must keep learning. I hope for the sequel. i dont need a fast-one, but i need a nice one.
    Fighting !

  2. Annyeong eonni daebak deh ceritanya ditunggu ya kelanjutan nya jgn lama lama eonni soal sdh penasaran bngt nih sma ceritanya
    Keep writing eonni
    fighting
    gomawo

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s