Flawless Step by Step – Step 03

calm-happy

 Title                                                      : Flawless Step By Step – Step 03

Author                                                  : tantriprtstht

Length                                                  : chapter (Chapter 01-02 dulu!)

Genre                                                   : Romance & Friendship

Rating                                                   : T (Teen)

Main cast                                             : Taeyeon (SNSD) | SuHo (EXO)  | Kai (EXO) | Kyuhyun (SuJu)

Desclaimer                                          : FF ini asli dan murni seratus persen dari otak author. Kalau ngambil tanpa seizin Author, artinya plagiator! No silent reader, hargai karya Author dengan comment but no bashing! Cast bukan milik saya melainkan Tuhan Yang Maha Esa dan Orang tua mereka masing-masing serta entertainment mereka.

 

TAEYEON POV.

DEG. Mwo, Suho… Apa yang kau lakukan? Kenapa kau memegang rambutku?

Sesaat aku sadar, kalau Suho sedang mengepang rambuku yang cukup panjang ini. Aku saja tidak bisa melakukannya sendiri, tapi entah kenapa meski Suho seorang namja, dia bisa melakukannya dengan tangannya yang lebih besar dariku.

Baru kali ini rambutku disentuh oleh seorang namja. Aku tidak tau apakah Appaku yang tidak pernah kulihat sosoknya pernah menyentuh rambutku atau tidak. Yang pasti kalau mengepang, mungkin Suho adalah yang pertama.

Suho mengulurkan tangannya yang berisi banyak karet rambut. Apa dia mengujiku dalam hal penampilan? Karena aku memakai dress warna tosca, aku pilih saja warna biru berhias diamond. Dia mengangguk sedikit lalu memakaikannya ke rambutku.

Suho mendorongku sedikit seperti bilang padaku kalau sudah selesai.

“Hmm…. Selain punya senyum manis, kalau dikepang kau terlihat anggun” puji salah satu juri. “Terima kasih sudah audisi. Selanjutnya, nomor 40!”

Aku kembali duduk di kursiku. Aku sama sekali tidak memperhatikan yeoja bernomor 40 yang sedang audisi melainkan menatap Suho. Aku ingin sekali rambutku disentuh olehnya sekali lagi, membuatku terasa sangat nyaman.

Setidaknya dia membuatku cukup tenang. Menurutku, aku tidak lolos audisi juga tidak apa karena hari ini aku sudah dikepang oleh Suho.

“Baiklah, nomor 40 selesai! Saya akan membacakan hasilnya!” seru salah satu juri.

DEG. Ini dia! Saatnya penentuan…. Siapa yang akan lolos ke tes kamera… Aku tidak ingin menyia-nyiakan usaha Kai yang sudah membawakanku yogurtnya. Juga Kyuhyun yang sudah menyusun rencana agar aku menjadi artis terkenal. Dan juga usaha Suho yang mengepang rambutku.

“Yang lolos dan maju ke tes kamera adalah….”

Keadaan di ruangan menjadi sangat mencekam. Nafasku tidak teratur sekarang.

“Kim Taeyeon!”

“Sa, saya?!” teriakku kaget lalu 9 peserta lain bertepuk tangan padaku. “Ka… Kamsahamnida!”

“Kau lolos dan maju ke tes kamera. Kau boleh menunggu di luar, peserta lain, silahkan pulang. Terima kasih sudah ikut audisi ini!” ucap salah satu juri.

SRET!

Seseorang menarik lengan bajuku. Kupandangi wajahnya yang tampak malu-malu itu. Salah satu yeoja yang jadi peserta audisi ini. “Aku boleh minta tanda tanganmu?”

“Mwo…? Untuk apa….?” Tanyaku lalu semua peserta lain juga mengeliliku.

“Saat kau memperkenalkan diri tadi, kau terlihat mengagumkan. Harusnya aku tidak ikut audisi ini jika anak manis sepertimu ikut….” Ucap yeoja itu.

“Ani, bukan seperti itu. Ini audisi pertamaku, aku sangat gugup….” Jawabku malu-malu.

“Aku yakin sekali kau akan menjadi artis yang hebat” ucap yeoja lain.

“Karena itu, sebelum kau terkenal… Aku ingin sekali meminta tanda tanganmu… Kurasa peserta lain juga” ucap yeoja itu lagi lalu peserta lain mengangguk setuju.

“Omo…. Kalian membuatku senang. Gomawo….” Jawabku sambil tersenyum.

DEG. Kalau tidak salah, aku tidak tau bentuk tanda tanganku karena kemarin Kai yang membuatkannya untukku dengan menggerakkan tanganku.

“Yang mau tanda tangan, ikut aku dulu ya….” Ucapku lalu berjalan ke arah Kai.

Kai yang sedang duduk di kursi terkejut karena 10 orang yeoja mendatanginya. Aku mendekat padanya, lalu berbisik ke telinganya.

“Mereka ingin minta tanda tanganku, bisa kau menggerakkan tanganku lagi?” tanyaku lalu Kai tertawa.

“Boleh saja… Asal aku mendengar kabar gembira” jawab Kai.

“Aku maju ke tes kamera” lanjutku sambil tersenyum lalu Kai tertawa.

“Baiklah, siapa dulu?” tanya Kai pada semua yeoja sambil memegang tanganku dan tangan sebelahnya sudah siap dengan pulpen.

Aku dan Kai menandatangani kertas yang mereka bawa satu per satu. Detak jantungku tidak bisa bekerja dengan normal sekarang. Entah kenapa Kai selalu membuatku deg-degan seperti ini.

“Gomawo! Sudah diberi tanda tangan sekaligus alamat e-mail!” ucap yeoja yang terakhir kali kami beri tanda tangan. “Semoga lolos tes kamera juga, ya!”

“Gomawo….” Jawabku sambil tersenyum.

“Oh ya…” yeoja itu melihat aku dan Kai sambil tersenyum. “Taeyeon, kau dan pacarmu terlihat serasi sekali!”

Yeoja itu membungkuk lalu pergi sambil melambaikan tangan.

DEG.DEG.

Mukaku merah padam sekarang.  Apa aku dan Kai terlihat seperti seorang pasangan jika kami berjejer seperti sekarang? Aduh, aku tak berani memandang wajah Kai. Aku pasti terlihat seperti orang bodoh sekarang karena menganggap ucapan yeoja tadi itu serius. Memang serius, sih….

“Yeoja tadi…. Ucapannya boleh juga” ucap Kai tiba-tiba membuatku bingung. “Boleh juga membuat wajahmu merah gitu”

“Aish, bisa saja kau bercanda di saat seperti ini. Kalau Kyuhyun-ssi dengar gimana?” tanyaku dengan muka kesal. “Tapi terima kasih ya sudah membantuku…”

“Bantuanku tidak terlalu besar, kok… Siapapun bisa melaku—“

“Ani, kalau Kai berbeda!” potongku. “Entah kenapa kalau bersama Kai, aku jadi merasakan perasaan yang berbeda dari biasanya”

“Haha….” Kai tertawa kecil lalu memandangku dengan tatapan penasaran. “Perasaan seperti apa?”

“Mwo?!” aku berusaha mencari alasan. “Anu… I, Itu….”

“Bercanda!” Kai mengusap kepalaku sambil tersenyum usil. “Tapi suatu hari nanti aku ingin mendengar jawabanmu”

“Aish, baiklah!” jawabku lalu tersenyum.

“Taeyeon…. Ada yang ingin kukatakan padamu” Kai mendekat padaku. Jarak kami bisa dibilang sangat dekat. “Sebenarnya…. Aku—“

“Kim Taeyeon!”

“Ne?” jawabku sambil menoleh ke sumber suara. “Kyuhyun-ssi!”

“Seluruh peserta yang akan tes kamera disuruh masuk ke dalam studio….” ucap Kyuhyun sambil memandang aku dan Kai. “Bergegaslah”

“Ne! Aku pergi dulu ya, Kyuhyun, Kai!” seruku lalu berlari menuju studio.

Aku membuka pintu studio dengan perasaan gugup. Aku melangkahkan kakiku ke dalam studio, selain aku, ada 11 peserta lain yang akan mengikuti tes kamera. Tentu saja aku tidak lupa membawa yogurt yang diberikan Kai padaku.

“Ini adalah seleksi terakhir untuk pemilihan bintang iklan. Yang harus kalian lakukan adalah berakting dengan Suho!” jelas salah satu kru.

Suho berjalan menuju kru itu dan memperlihatkan ekspresi dinginnya yang membuat yeoja manapun akan terpesona.

“Tentu saja kalian harus terlihat lebih menonjol dari Suho. Kalian harus mempraktekkan dialog yang sudah kalian buat sendiri!” lanjut kru. “Mengerti?”

Seluruh peserta termasuk aku mengangguk setuju. Intinya, aku harus berakting tanpa membuat Suho berbicara. Aku sangat yakin Suho akan diam saja selama tes kamera.

Tempat tes kamera sudah diberi background taman yang sangat manis. Langsung terbayang image kalau rata-rata perserta plotnya adalah makan dengan sangat romantis di taman.

Satu per satu peserta menjalani tes kamera dan tentu saja karena Suho tidak berbicara sepatah katapun, membuat semua peserta kebingungan karena mereka berdialog seorang diri.

DEG. Kira-kira apa nanti aku juga akan bingung? Apa Suho akan mengerti makna tersirat yang akan kuucapkan nanti sehingga plotku tidak hancur?

“Selanjutnya, Kim Taeyeon!”

“Ne!” jawabku lalu berjalan ke tempat Suho berdiri. Aku menggenggam plastik yang berisi yogurt dari Kai.

“Yak, boleh mulai!”

Aku mencoba menarik, menahan dan mengeluarkan napas setenang mungkin. Kupandang mata Suho dengan tegas.

“Dasar!” aku meletakkan plastik tepat di depan wajah Suho. “Bisa-bisanya kau menyuruhku membeli yogurt ini!”

DEG. Apa barusan aku tidak terlalu keterlaluan? Aku melemparkan plastik di wajah Suho yang sangat tampan ini.

“Hmm…. Soft Yogurt? Memangnya enak ya?” aku memandang Suho dengan tatapan sok lalu Suho mengangguk kecil.

Aku mengambil sendok dalam yogurt itu lalu mencobanya.

DEG. Ada perasaan aneh saat aku memakan yogurt ini. Yang terbayang olehku adalah ciuman tidak langsung dengan Kai. Aku tidak bisa merasakan rasa yogurt ini, melainkan perasaan aneh yang muncul lagi di dadaku.

Fokuslah, Kim Taeyeon. Sekarang aku sedang berakting untuk audisi. Kupandang mata Suho lagi lalu tersenyum padanya.

“Yogurtnya enak sekali. Kau mau coba?” tanyaku sambil tersenyum.

Aku merasakan yogurt yang masih menempel di bibirku. Bisa-bisanya aku cemot seperti ini. Suho mendekat padaku. Dia membersihkan yogurt yang menempel pada bibirku.

DEG. Detak jantungku tidak karuan. Dengan reflek, aku mendorong Suho agar menjauh dariku dan berhenti membersihkan bekas yogurt di bibirku. Dia mendekatkan wajahnya ke hadapanku, seperti ingin menjilat bibirku yang penuh yogurt ini.

Gawat! Harusnya bukan seperti ini plotnya! Harusnya sekarang aku menyuapi yogurt ini ke mulut Suho, padahal Suho sudah membuat akting kami berdua makin romantis, tapi aku malah merusaknya dengan mendorongnya!

Kuperhatikan ekspresi yang terbentuk dari seluruh orang yang ada di studio ini. Ekspresi mereka tampak bingung. Aku harus mengubah plotku secepat mungkin!

“Kalau mau yogurt ini, beli saja sendiri!” seruku lalu tersenyum. “Tapi kalau kau memintanya dengan sungguh-sungguh… Aku akan membelikannya berapapun yang kau mau…. Karena aku… Mencintaimu…”

Aku memandang wajah Suho yang tampak kebingungan. Entah kenapa aku tidak bisa berhenti tersenyum. Tiba-tiba senyum tipis terbentuk di wajah Suho. Matanya makin sipit tapi ketampanannya meningkat.

“Yak, Cut!”

Aku langsung sadar dari lamunanku. Aku sama sekali lupa kalau aku sedang tes kamera!

“Ah, Ne!” jawabku lalu kembali ke tempatku tadi.

“Selanjutnya—“

“Tidak perlu”

Semua orang memandang ke sumber suara. Seorang nona yang sangat cantik, berkacamata dan rambutnya dikuncir. Dia mendekat padaku dan memegang pundakku.

“Siapa namamu?” tanya nona yang bertubuh tinggi ini.

“Ki, Kim Taeyeon imnida” jawabku gugup karena terpesona akan kecantikannya.

“Namaku Kwon Boa. Aku produser iklan ini” lanjut nona yang ternyata bernama Boa itu. “Aktingmu tadi sangat menyentuh hatiku. Aku punya ide yang sangat bagus”

“Apa itu, nona Boa?” tanya salah satu kru lalu Boa tersenyum.

“Akting Taeyeon yang barusan…. Langsung saja jadikan iklan yogurtnya” jawab Boa membuat semua orang kaget. “Peserta yang lain tak perlu tes kamera. Taeyeon yang terpilih. Dan tak perlu syuting iklan karena akting Taeyeon yang barusan yang akan dijadikan iklan. Kita tinggal memberi backsound saja”

“Kalau begitu… Kim Taeyeon dinyatakan sebagai pemenang audisi ini….” Ucap kru lalu seluruh orang di studio bertepuk tangan.

“Selamat ya…. Suatu hari aku ingin melihat aktingmu lagi” ucap Boa sambil tersenyum lalu mendekatkan mulutnya ke dekat telingaku. “Saat kau menyatakan perasaan tadi… Kukira kamu benar-benar menyatakan perasaan padanya, lho!”

Wajahku merah padam sedangkan Boa tersenyum puas. Aku membungkuk 90 derajat dan Boa pergi dari kerumunan. Boa benar. Di plotku tidak ada adegan menyatakan perasaan. Tapi entah kenapa tadi aku terbawa suasana….

“Chukkae!” ucap salah satu peserta diikuti peserta lain serta para kru.

“Aktingmu tadi memang sangat bagus” lanjut kru. “Kau sangat beruntung. Kwon Boa adalah produser yang sangat pelit dalam memilih film maupun iklan. Baru kali ini aku lihat seorang Boa memuji anak muda sepertimu”

“Jinjja?” tanyaku tidak percaya.

“Aku tidak sempat audisi hari ini tapi aku yakin kalau pilihan Kwon Boa sangat bagus” ucap salah satu peserta. “Agak kesal sih, tapi aktingmu memang bagus”

“Semuanya… Kamsahamnida!” jawabku lalu membungkukkan badanku. Air mataku hampir tumpah.

“Kau memang pantas mendapatkannya, apalagi kau tidak perlu syuting ulang!” puji peserta lain.

“Taeyeon!” seru seseorang dan ternyata itu adalah Kyuhyun.

“Mianhae, aku dipanggil. Senang bertemu kalian semua!” ucapku lalu berlari ke arah Kyuhyun.

“Kudengar kamu lolos tes kamera karena rekomendasi dari Kwon Boa dan tak perlu syuting ulang untuk iklannya” ucap Kyuhyun lalu aku mengangguk. “Apa kamu tau, Kwon Boa sudah sering memproduseri film dan iklan terkenal, dan orang pertama yang dia puji adalah aktor legendaris, Yunho”

“Jinjja?” tanyaku lalu Kyuhyun mengangguk.

“Ne, kamu adalah orang kedua yang dipuji oleh Kwon Boa” lanjut Kyuhyun sambil tersenyum. “Yah, setidaknya audisimu selesai dan kau sudah mulai debut. Mulai saat ini akan banyak pekerjaan datang padamu, bersiaplah!”

“Ne!” jawabku semangat.

“Aku masih ada urusan di kantor VelloEnt, karena itu kamu pulang saja bareng Kai” Aku mengangguk setelah Kyuhyun memelukku singkat dan pergi meninggalkanku. Aku segera berlari ke tempat Kai tadi menunggu.

“Kai!” sapaku lalu Kai berdiri dari tempat duduknya. “Aku… Lolos audisi!”

“Ne, aku sudah dengar. Kau memang luar biasa, aku tidak menyangka…” jawab Kai dengan senyum usilnya.

“Aish, kau selalu meremehkanku” ucapku kesal. “Oh iya, apa yang ingin kau katakana padaku?”

Kai terdiam cukup lama untuk menjawab pertanyaanku. “Tidak ada, aku lupa mau bilang apa”

“Aish, kau memberi harapan palsu” ucapku lagi lalu Kai tertawa. “Kyuhyun menyuruhku untuk pulang bersamamu”

“Jinjja? Barusan mobil dipinjam Suho, entah dibawa ke mana” jawab Kai. “Kita terpaksa pulang pakai taxi”

“Mwo? Taxi? Aku lupa bawa uang!” seruku sambil menggeleng.

“Ya sudah, kita pulang jalan kaki saja” ucap Kai lalu aku mengangguk.

Aku dan Kai keluar dari gedung Vello Entertaiment.  Kami memutuskan untuk jalan-jalan terlebih dahulu sebelum pulang. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke pantai pribadi Vello Entertaiment yang jaraknya tidak cukup jauh.

“Huwaa… Tidak percaya kalau ini pantai pribadi! Lautnya cantik sekali!” pujiku lalu melepas sandalku.

“Katanya, ini tempat kencan pertama Appa Kyuhyun sang pemilik VelloEnt, karena itu tempat ini dibeli olehnya” jelas Kai yang ikut-ikutan melepas alas kakinya.

DEG. Wajahku merah padam kalau mencerna penjelasan Kai barusan. Aku sadar kalau aku dan Kai bisa disebut kencan dan berarti ini adalah tempatku pertama kali berkencan.

“Ada apa sih, kok diam?” tanya Kai.

“Aniya!” jawabku gugup.

“Ah, Taeyeon! Awas!” Kai menunjuk ke belakangku.

Ombak tinggi siap menerjangku. Aku panik tidak tau harus bagaimana, seketika itu juga Kai langsung memelukku seperti melindungiku dari ombak itu.

BYUR!

Karena dalam pelukan Kai, aku sama sekali tidak kebasahan. Yang basah hanyalah kakiku.

DEG.DEG. Lagi-lagi aku berdebar-debar. Tubuh Kai hangat sekali, aku merasa sangat nyaman. Berbeda dengan pelukan yang diberikan Kyuhyun.

“Aish, jadi basah kan” ucap Kai tiba-tiba lalu aku menjauh darinya.

“Mian!” aku langsung mundur perlahan dan tanpa sadar ada batu kecil di belakangku membuatku tersandung dan menjatuhkan tubuhku ke air.

“Awas!” teriak Kai tapi terlambat. Sekarang aku malah lebih basah dari Kai. “Dasar yeoja babo!”

Aku kesal sekali. Rasanya sama sekali salah kalau aku tadi berdebar hanya karena dalam pelukan namja yang mengejekku seperti ini. Aku menyesal sempat nyaman berada di dekatnya.

“Gimana nih, tubuh kita basah kuyup semua….” Keluh Kai. “Apa boleh buat….”

Kai menarik tanganku dan mengajakku ke sebuah butik fashion. Seluruh karyawan memandang aku dan Kai dengan tatapan terkejut. Pasti kami dikira aneh karena tubuh kami berdua basah kuyup.

“Permisi!” seru Kai pada salah satu karyawan. “Kami berdua basah kuyup karena ada anak kecil yang mendorong kami ke laut”

Kai menyodorkan sebuah kartu yang menurutku kartu biasa tapi membuat karyawan itu kaget.

“Ini kan… Kartu khusus untuk Vello Entertaiment!” karyawan itu segera membungkuk. “Mian, saya siap melayani anda”

“Kalau begitu…. Tolong carikan baju baru untuk nona Kim Taeyeon”

“Mwo?!” teriakku kaget. “Tidak perlu! Aku cukup dipinjami handuk saja!”

“Aku ingin beli cardigan ini….” Ucap Kai tanpa menghiraukanku.

“Ya!” seruku tapi tetap saja Kai tidak mendengarkan.

“Permisi, nona. Saya akan mendandani anda sesuai permintaan” ucap karyawan itu lalu menarikku ke ruang ganti.

Tak lama kemudian, aku sudah keluar dengan dress bermotif bunga dengan lengan sesiku dan roknya pendek di bawah lutut.

“Selesai! Gimana? Terkesan musim semi,kan?” tanya karyawan itu lalu aku memandang ke Kai.

“Jelek. Carikan yang lain!”

“Mwo?!” teriakku kaget lalu karyawan itu mengangguk dan menarikku lagi ke ruang ganti.

Selanjutnya adalah celana pendek berwarna ungu dengan tank top berwarna kuning mencolok dan aku didandani seperti cewek tomboy tapi terkesan natural.

“Kalau yang ini?” tanya karyawan itu menunggu jawaban Kai.

“Seperti preman. Ganti!” perintah Kai lagi membuatku sangat kesal.

“Ya! Kalau begitu yang mana dong?!” tanyaku kesal lalu Kai menunjuk salah satu dress yang terpajang di etalase.”Yang berwarna merah itu bagus”

“Baik! Sesuai perintah!” karyawan itu melepas dress di etalase dan mengajakku ke ruang ganti lagi.

Aku keluar dengan dress merah sesuati perintah Kai. Dress ini cukup pendek, hanya setengah dari paha. Ujung rok dress ini berhiaskan mawar pink yang sangat elegan. Pita berwarna cokelat di atas dada makin mempercantik dress ini. Selain itu, dress ini sleevless, tapi tetap terkesan manis.

“Saya juga menata sedikit rambutnya!” memang benar, karyawan itu membuat rambutku sedikit bergelombang.

“Bagaimana? Sesuai permintaanmu, kan?” tanyaku lalu Kai mengusap kepalaku. “Ya! Apa yang kau laku—“

“Cantik”

DEG. Kai berjalan menuju kasir, meninggalkanku yang mematung dan tidak bisa berkata apa-apa. Barusan dia bilang kalau aku cantik, aish…. Perasaan ini muncul lagi….

“Ayo pulang. Aku sudah bayar semuanya” ucap Kai lalu aku mengangguk.

Kami kembali ke rumah cukup larut alias malam hari. Sesampainya di rumah, sudah ada Kyuhyun dengan Appanya yang sedang mengobrol di ruang tamu. Aku merasa bersalah karena belum ada di rumah saat Kyuhyun kembali.

Kai menunduk sedikit lalu kembali ke kamarnya. Aku duduk di samping Kyuhyun dengan perasaan harap harap cemas.

“Mianhae, Kyuhyun-ssi. Aku terlambat datang” ucapku lalu Kyuhyun tersenyum padaku.

“Appa, ini Taeyeon sudah pulang” ucap Kyuhyun sambil merangkulku.

“Taeyeon, saya sudah dengar tentang audisi tadi. Apa yang dilakukan Kyuhyun sehingga kau bisa berakting sebagus itu?” tanya Appa Kyuhyun.

Aku jadi bingung menjawab karena Kyuhyun sama sekali tidak melakukan apa-apa melainkan Kai yang berbuat banyak untuk persiapan audisiku.

“Aku tidak ada hubungannya. Taeyeon memang sangat berbakat” lanjut Kyuhyun membuatku lega.

“Saya ingin bilang kalau 2 hari lagi akan ada pesta pengumuman tentang debutmu sebagai artis baru di vello entertainment. Pesta ini akan dihadiri banyak orang terkenal” terang Appa Kyuhyun. “Dan di pesta itu juga saya ingin menegaskan pada publik tentang rencana pertunangan kalian berdua”

“MWO?!” teriakku dan Kyuhyun kaget.

“Kenapa? Bukankah kalian sudah sangat dekat? Saya sudah pernah melihat kalian berciuman” lanjut Appa Kyuhyun membuat mukaku merah. “Lagipula ini hanya pertunangan, bukan pernikahan. Untuk memastikan Taeyeon sepenuhnya milik Kyuhyun”

“Tapi soal itu—“

“Appa tidak ingin mendengar alasanmu, tapi alasan Taeyeon” ucap Appa Kyuhyun lalu memandangku.

“Tawaran yang sangat menarik…. Kamsahamnida. Tapi saya tidak bisa menjawab langsung saat ini….” Jawabku terbata-bata.

“Tidak apa. Saya juga mengerti kalau ini terlalu mengejutkan. Saya ingin mendengar konfirmasi dari kalian besok, tepat sehari sebelum pesta” jelas Appa Kyuhyun panjang lebar. “Tapi kalau menolak, sertakan alasan yang masuk akal. Mengerti?”

Aku dan Kyuhyun mengangguk bersamaan lalu Appa Kyuhyun pamit pulang. Kini tinggal aku dan Kyuhyun di ruang tamu.

“Mian… Keadaannya jadi seperti ini” ucap Kyuhyun tiba-tiba.

“Aku juga sangat kaget….” Lanjutku lalu memandang wajah Kyuhyun yang merah padam.

“Aku mengerti kau butuh waktu untuk memikirkannya. Aku menunggu jawabanmu besok” sahut Kyuhyun sambil tersenyum.

“Kalau begitu aku ingin ke kamar dan merenungkan… Tawaran tentang pertunangan itu” jawabku lalu memasuki kamarku.

Aku segera memandang ke cermin. Aku akan ditunangkan oleh orang kaya bernama Cho Kyuhyun. Lagipula aku tidak punya alasan untuk menolak.

TING!

Aku segera memeriksa HPku. Ternyata bukan dari HPku, melainkan dari HP yang diberikan Kai. Satu SMS dari Yoona.

Yoona                   : Taeyeon, aku melihatmu di iklan TV~ Kau cantik sekali!! Aku sudah menghubungi eommamu sambil mengirimkan video iklanmu!

Taeyeon               : Gomawo,hehe J  Gimana tanggapan Eomma?

Yoona                   : Eommamu sangat senang akhirnya kau tampil di TV…. Ada yang ingin kutanyakan pada Taeyeon….

Taeyeon               : Ne, ada apa?

Yoona                   : Apa Taeyeon tau aktor legendaris Yunho?

Taeyeon               : Ne, aku tau.

Yoona                   : Apa Taeyeon pernah bertemu langsung?

Taeyeon               : Ani, aku hanya pernah melihat wajahnya.  Waeyo?

Yoona                   : Eommamu menyuruhku untuk mengatakan padamu kalau kamu tidak boleh menemui maupun berdekatan dengan Yunho.

Taeyeon               : Mwo? Waeyo?

Yoona                   : Eommamu tidak menjelaskan secara detail. Oh iya, baterai ku hampir habis nih~

Taeyeon               : Oh, oke. Titip salam untuk Eomma.

Aneh…. Kenapa aku tidak boleh menemui Yunho? Apalagi Eomma sendiri yang menyuruhku…. Aku segera mencari nama Eomma di kontakku. Ku tekan tombol telepon.

Tuuut….Tuuut….

“Tidak diangkat lagi” keluhku.

TOK! TOK!

“Ne!” jawabku lalu Kyuhyun memasuki kamarku.

“Aku lupa bilang, besok ada promosi yogurt bersama Suho di sebuah mall. Besok bangunlah pagi-pagi sekali lalu berangkat” jelas Kyuhyun lalu aku mengangguk.

*

“Taeyeon, sudah sampai” Kyuhyun membukakan pintu mobil untukku.

“Gomawo, Kyuhyun-ssi” ucapku lalu menggandeng tangannya. “Kai juga, cepatlah keluar”

“Aish, kenapa aku juga harus ikut, sih?!” keluh Kai kesal.

“Yah, kau bisa menjaga Taeyeon untuk sementara waktu. Aku ada keperluan di kantor VelloEnt” jelas Kyuhyun. “Mianhae, Taeyeon-ssi, hari ini aku tidak bisa menemanimu”

“Gwechanna…. Semangat untuk pekerjaanmu, ya!” jawabku lalu Kyuhyun tersenyum dan pergi.

“Memangnya kamu tau pekerjaan dia apaan?” tanya Kai.

“Oh iya, aku tidak tau” ucapku lalu Kai tertawa.

“Dasar kamu ini! Dia tidak kerja hari ini, dia ke kantor untuk menyambut tamu” jelas Kai membuatku sangat kesal. “Jangan marah begitu dong… Eh…”

Kai segera mendekatkan tubuhnya ke aku. Wajahnya semakin dekat. Apa yang akan dilakukan Kai? Aduuuuh….

SRET!

“Mwo?” tanyaku kaget lalu Kai tersenyum usil.

“Ada kelopak bunga di rambutmu” ucap Kai sambil menunjukkan kelopak bunga warna merah muda itu. “Kamu pikir aku akan menciummu ya? Geer banget!”

“Aish! Kau suka sekali mengerjaiku!” keluhku lalu Kai tertawa lagi. “Ayo, antarkan aku ke tempat Suho atau karyawan lain! Aku tidak ingin berlama-lama di sini!”

“Iya, iya… Haha…” Kai masih saja tertawa tapi tak lama kemudian dia mengantarkanku ke lantai 2, tempat promosi yogurt itu.

“Annyeong, Suho! Kamu datang pagi sekali!” sapa Kai.

“Annyeong Suho…..” aku tersenyum padanya tapi dia hanya mengangguk pelan.

“Wah,sudah lengkap,ya?” tanya Boa. “Annyeong, Taeyeon. Hari ini kita bertemu lagi!”

“Annyeonghaseyo….” Sapaku lalu Boa tersenyum. Gugup sekali berada di dekat orang terkenal….

“Tidak usah formal gitu….” Lanjut Boa. “Kamu… Siapa?”

“Kai imnida, dari Vello Entertaiment” ucap Kai dengan nada sedikit kesal.

“Dia pacar Taeyeon?” tanya Boa lalu aku dan Kai saling melotot.

“Aniya! Dia hanya temanku!” ucapku lalu Boa mengangguk mengerti.

Tiba-tiba seseorang menepuk pundakku sangat keras. Kutoleh ke belakang untuk mengetahui siapa yang melakukannya, ternyata Jessica.

“Annyeong, Taeyeon! Hari ini aku menjadi stylistmu lagi~” ucap Jessica lalu tersenyum padaku dan menarik tanganku. “Ayo! Kamu harus didandani!”

Tak lama kemudian, aku sudah keluar dengan rambut pirangku yang diluruskan, lengkap dengan atasan ala seragam dan rok lace serta boots warna cokelat.

“Selesai~” ucap Sica.

“Nah, promosi boleh dimulai. Pokoknya kalian harus menerima segala permintaan orang yang datang ke sini, dengan mengunakan produk yogurt itu” ucap Boa.

“Misalnya?” tanyaku lalu Boa berpikir sejenak.

“Misalnya suapin mereka, atau apalah gitu. Pokoknya harus menggunakan produk. Kalau ada orang yang permintaannya sama, jangan dilakukan, ya!” lanjut Boa.

Boa mendorongku dan Suho serta membuatku dan Suho berdiri di garis yang sama. Gimana caranya sih promosi itu?! Apalagi… Bersama Suho yang meski kutanyai berkali-kali, dia tidak akan menjawab!

“Permisi….” Ucap salah satu tamu. “Aku melihat Taeyeon-ssi kemarin di iklan. Kamu cantik sekali!”

“Ah, Ne. Gomawo….” Jawabku lalu tersenyum. “Kau… Mau minta apa?”

“Boleh tidak berselca denganmu? Sama yogurt itu deh!” ucap yeoja itu.

“Baiklah”

CEKREK!

“Gomawo!” ucap yeoja itu lalu pergi dengan santai.

Ternyata yang namanya promosi itu seperti ini… Yah setidaknya cukup gampang lah… Kecuali kalau ada yang minta aneh-aneh, gimana cara menolaknya, ya?

SLURP!

“Mwo?!” teriakku kaget lalu berusaha menelan yogurt yang masuk ke mulutku.

Aku sadar yang menyuapinya ke mulutku adalah Suho. Kutatapi dia dengan tatapan penasaran tapi dia hanya menunjuk salah seorang tamu.

“Aku minta pada Suho untuk menyuapi Taeyeon makan yogurt” ucap tamu itu. “Ternyata wajah Taeyeon kalau kaget itu manis, ya….”

Aish, ada-ada saja permintaan para tamu. “Hahaha, gomawo sudah datang, ya~”

Aku berusaha mengambil nafas agar tenang. Tadi itu benar-benar mengejutkan untuk seorang Suho. Dia bahkan tidak memberi isyarat apapun padaku!

*

“Akhirnya promosi selesai!” teriakku begitu selesai melayani para tamu selama 2 jam.

“Nih, kubelikan minuman. Kamu pasti capek” sahut Kai lalu memberi botol minum padaku.

“Gomawo,hehe… Makasih juga karena kamu menemaniku dari awal” ucapku sambil tersenyum.

“Kalau bukan permintaan Kyuhyun, aku tidak akan mau” jawab Kai sambil melet padaku.

“Aish… Kapan sih kau punya niat tulus padaku?” lanjutkku kesal. “Oh iya, Suho mana?”

“Dia mungkin di kamar gantinya” ucap Kai lalu aku mengangguk.

Aku segera menuju ke ruang ganti Suho. Kuketuk pintunya dan Suho langsung membukakannya.

“Annyeong, Suho!” sapaku lalu Suho memandangku kesal. “Aku mengganggumu?”

Suho menggeleng pelan. “Syukurlah kalau begitu. Aku masuk boleh?” tanyaku lalu Suho mengangguk ringan. “Permisi, ya….”

Kupandangi satu-satu benda di kamar gantinya. Meski sempit, tapi ada banyak barang Suho. Aku langsung memandang ke sebuah sisir dan mengingatkanku pada waktu audisi saat Suho mengepang rambutku.

SRET….

Lagi-lagi Suho menyentuh rambutku. Dia menggerakkan jari-jarinya yang kupikir cukup handal dalam masalah rambut. Dia mengulangi lagi kejadian kemarin, tapi kali ini aku dikuncir dua di bawah telinga. Dia memberiku kotak berisi banyak jepit. Seperti memberiku isyarat untuk memilih salah satu dari jepit-jepit itu.

“Tidak ada yang aku suka” ucapku lalu Suho mendengus kesal.

Aku memperhatikan sebuah jepit kupu-kupu yang tertutup setengah karena kertas. Aku langsung mengambilnya, ternyata benar, itu jepit kupu-kupu.

“Jepit kupu-kupunya cantik ya! Aku pilih yang ini saja deh!”

SRET!

Detik itu juga Suho langsung mengambil jepit kupu-kupu yang kupegang dan membuat tanganku kesakitan. Aku memandangnya dengan tatapan bingung tapi aku sadar aku telah membuat Suho marah karena tatapannya sangat menyeramkan.

“Mianhae, Suho…. Aku benar-benar minta ma—“

“KELUAR!” teriak Suho.

Aku langsung mengambil langkah untuk keluar dari kamar gantinya. Baru kali ini aku mendengar teriakan Suho. Tapi kenapa harus teriakan yang marah? Kenapa teriakan pertama darinya bukan teriakan yang akan membuat hatiku senang tapi pedih?

Air mataku menetes sekarang. Suho membenciku sekarang. Aku baru sadar kalau tadi bukan teriakan, tapi bentakan yang ditunjukkan untukku dengan perasaan benci.

BRUK!

“Mianhae….”

Bisa-bisanya aku menabrak orang seperti ini! Aku memandang orang yang kutabrak sedang meringis kesakitan. Ternyata dia adalah Kyuhyun!

“Mianhae, Kyuhyun!” ucapku lalu membantunya berdiri. “Gwechanna?”

“Kamu sendiri?” tanya Kyuhyun lalu mengusap air mataku. “Aku tau kamu habis menangis”

“Gwechanna… Aku baik-baik saja” jawabku lalu menghapus air mataku dan tersenyum.

“Jangan-jangan kamu menangis karena memikirkan pertungangan kita?” tanya Kyuhyun membuatku kaget. “Mian, Appaku memang keterlaluan. Kalau kamu tidak mau, bilang saja….”

“Ani, bukan karena itu! Justru aku merasa terhormat punya kesempatan untuk bertunangan dengan Kyuhyun-ssi….” Jawabku lalu berusaha tersenyum meskipun hatiku sakit karena bentakan Suho.

“Haha, aku juga merasa senang bisa ditunangkan dengan gadis secantik Taeyeon” lanjut Kyuhyun membuatku tersipu. “Jadi, ada apa sebenarnya?”

“Ah itu… Mian, aku tidak bisa cerita padamu” jawabku dan aku berusaha untuk tidak memikirkan kejadian barusan, karena akan membuat hatiku makin pedih.

“Baiklah tapi suatu hari ceritakan padaku. Aku juga akan membantumu seperti kamu membantuku dalam sandiwara ini” ucap Kyuhyun lalu mengusap kepalaku.

“Ne, gomawo Kyuhyun….” Ucapku lalu Kyuhyun menggenggam tanganku erat.

“Aku… Akan selalu di sisimu, mulai hari ini dan seterusnya”

“Maksud… Kyuhyun-ssi?” tanyaku lalu Kyuhyun tertawa.

“Aku mencintaimu Taeyeon-ssi” aku Kyuhyun. “Padahal kita hanya bersandiwara, tapi kau benar-benar memikat hatiku. Mulai dari sifatmu, aura ajaibmu serta senyum indahmu… Membuatku tidak bisa berhenti memikirkanmu”

DEG. Mukaku merah padam. Tatapan Kyuhyun padaku membuat jantungku tidak bisa bekerja normal. Aku sangat senang disukai oleh orang sekeren dan sebaik Kyuhyun…

“Ayo, kita laksanakan pertunangan kita” ucap Kyuhyun.

Mata Kyuhyun bukan mata seorang pembohong. Dia sama sekali tidak diancam atau dipengaruhi Appanya agar segera bertunangan denganku. Dia benar-benar tulus dan jujur dalam mencintaiku.

“Ne” jawabku.

Entah setan apa yang merasukiku, tapi aku ingin sekali melupakan kejadian barusan dan segera bisa berpikir jernih. Ada orang yang mencintaiku dan aku merasa benar-benar salah kalau menolaknya.

Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajahku lalu menciumku. Rasanya memang aneh, dan aku masih tidak tau apakah ini keputusan yang benar atau tidak. Tapi tidak ada jalan lain selain ini…

*

Kulangkahkan kakiku sebuah hall yang cukup besar. Ada banyak sekali foto-fotoku di ruangan ini. Ada tulisan besar yang terpajang.

‘Pesta Debut Artis baru Vello Entertaiment, Kim Taeyeon’

Rasanya seperti mimpi kalau sekarang aku akan debut dan mulai dikenal banyak orang. Aku sudah mengundang Yoona untuk datang dan minta tolong padanya untuk memotret lalu mengirimkannya pada Eomma.

Semua mata tertuju padaku. Kupikir ini karena hasil dari stylistku, Jessica tapi Kyuhyun berkata kalau ini karena auraku yang… Menyilaukan. Rasanya memang konyol tapi aku tidak punya alasan lain.

“Bersulang!” ucap Appa Kyuhyun lalu aku dan Kyuhyun membunyikan gelas kami. “Selamat datang di Vello Entertaiment, Kim Taeyeon!”

“Kamsahamnida….” Ucapku malu-malu.

Hari ini. Hari ini sejak tadi pagi aku sudah diajak ke salon, memilih baju yang pas dengan Jessica serta foto-foto untuk dipajang di ruangan yang sangat besar ini.

Hari ini juga aku tidak melihat Kai maupun Suho. Padahal harusnya mereka berdua datang. Apalagi Kai yang harusnya jadi moodboosterku bahkan tidak terlihat sejak kemarin. Padahal aku mengharapkan sebuah hiburan dari Kai karena bentakan Suho.

Aku juga sebenarnya tidak ingin bertemu Suho, tapi rasanya aku tidak ingin dia membenciku. Aku ingin sekali meminta maaf padanya, tapi… Melihat batang hidungnya saja aku belum.

“Mau berdansa, Taeyeon?” tawar Kyuhyun.

Dia mengajakku ke tengah-tengah hall lalu memegang pinggang dan tanganku. Kami berdansa diiringi musik yang sangat indah. Awalnya hanya kami yang berdansa tapi lama-lama para tamu juga mulai berdansa.

“Akhirnya kamu bisa debut juga” bisik Kyuhyun lalu tersenyum.

“Ne… Aku masih tak percaya kalau ini benar-benar terjadi” bisikku kembali.

“Kau ini ngomong apa, ini kan pesta yang ditunjukkan untukmu” ucap Kyuhyun sambil tersenyum. “Termasuk aku… Yang tidak bisa berhenti tersenyum padamu”

Lampu tiba-tiba padam dan Kyuhyun menciumku singkat. Aku tidak beraksi apa-apa melainkan hanya tersenyum. Lampu dinyalakan kembali dan sudah ada MC yang berdiri di dekat kami.

“Inilah bintang utama hari ini, Nona Kim Taeyeon!” ucap MC lalu para tamu langsung bertepuk tangan riuh. “Serta hari ini juga hari pertunangan calon pewaris Vello Entertaiment, Cho Kyuhyun dengan Kim Taeyeon!!”

Seluruh tamu langsung kaget. Ada yang memotret kami, ada yang berbisik-bisik juga. Ada yang masih bertepuk tangan sambil tersenyum padaku. Tanpa sadar, Kyuhyun langsung berlutut di hadapanku dengan sebuah kotak kecil yang isinya apalagi kalau bukan sebuah cincin.

“Terimalah cincin ini di jarimu yang indah itu… Agar dunia tau kalau kamu adalah milikku” ucap Kyuhyun sambil tersenyum.

Tiba-tiba aku merasa ditarik oleh seseorang yang sangat kuat dan aku langsung berpikir kalau dia seorang namja. Kuperhatikan 2 orang namja yang sekarang berada di depanku dengan sebuah tongkat panjang.

“Suho! Kai!”

Suho berdiri tepat di depanku seperti ingin melindungiku. Dia memegang sebuah tongkat yang sebenarnya akan cukup sakit kalau dipakai untuk memukul orang.

Di sisi lain, Kai berdiri di sampingku, menggenggam tangan kananku sangat erat. Dan entah kenapa Suho juga ikut-ikutan menggenggam tanganku yang sebelah Kiri.

Kai menunjukkan tongkatnya pada Kyuhyun. “Taeyeon…. Tidak akan kami serahkan!”

TO BE CONTINUED…..

No silent reader ya🙂 Sudah bisa menebak pairing?

12 thoughts on “Flawless Step by Step – Step 03

  1. Huaaaa alur nya keren thor. Jadi ceritanya Kai Suho pada suka gitu sama Taeng? Kkk daebbak
    Bahasanya aja thor gaul banget perasaan wkwk.-. Oke sip sekian ocehan saya/?XD
    Keep writing thoorr’-‘)99

  2. Thor aku rasa yang paling akhir jadi kaya mimpi gitu deh. Mana mungkin suho bawa bawa tongkat wkwk. Gak kebayang juga pas suho ngebentak taeyeon, gara gara apa ya? Haha next jangan lama lama yaa ^^

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s