Way To Love – Prolog : Meeting With A Stranger [Before Story of Tea Shop]

w

Way To Love || Written by Vi || Starring SNSD Sunny | EXO-M Tao | EXO-K Suho || Rated for Teen || Romance , Friendship || Disclaimer: I just borrow the cast || Note: inspired from NDS game. Sorry for bad fanfic and story. This is before story of Tea Shop.

*****

April 24, 2013

Im Tea Shop

Im Tea Shop ?” gumam sesosok gadis berambut pirang pendek sambil membaca nama toko teh yang tertera di depannya.

“Hmm, jadi ini ya toko teh milik keluarga Im ?” pikir gadis itu. Ia berjalan memasuki toko tersebut dengan santai. Ia membuka pintu toko tersebut hingga para pelayan toko the tersebut menoleh kearahnya.

Ohayou gozaimasu,” sapa para pelayan tersebut. Sang gadis berambut pirang pendek hanya tersenyum singkat dan mengangguk. Tokonya masih sepi karena toko ini masih baru, maka sang gadis dengan mudahnya mendapat tempat duduk.

Ia menempatkan tubuhnya di kursi lalu sang pelayan menghampirinya sembari menunjukkan buku menu mereka.

Earl gray tea 1.”

Sang pelayan mencatat lalu berlalu begitu saja.

Tiba-tiba suara pintu terbuka mampu membuat sang gadis menoleh. Sesosok lelaki tampan dan dingin berjalan memasuki toko teh, iapun duduk begitu saja di kursi yang dekat dengan pintu.

Green tea 1,” sahut sang lelaki itu tanpa menunggu sang pelayan datang. Sang pelayan mencatatnya dari jauh kemudian memberikannya ke pembuat teh. Diam-diam gadis berambut pirang itu melihat kearah lelaki dingin itu. Dingin sekali, pikirnya.

Sang gadis dan sang lelaki pun segera mendapatkan pesanan mereka. Toko teh masih sepi, hanya mereka berdua yang menjadi pengunjung disini.

Sang gadis masih tak melepaskan matanya ke sang lelaki. Entah mengapa, sepertinya ada sesuatu yang menarik di dalam diri lelaki itu.

“Sudahlah. Untuk apa aku berurusan dengan orang asing,” batinnya. Ia buru-buru menyesap habis earl gray tea miliknya kemudian berdiri dan berjalan menuju kasir untuk membayar.

Arigatou gozaimasu !”

“Hebat sekali, pemilik toko tehnya orang Korea , pesanan tehnya kebanyakan bukan teh yang disukai orang Jepang tetapi menjual menggunakan bahasa Jepang.”

Sang gadis berjalan begitu saja menuju rumahnya yang memang agak jauh dari situ. Ia memang hanya berniat mencoba teh dari toko teh yang terkenal baru di lingkungannya.

.

.

16.30

Seorang gadis berambut pirang pendek yang sama seperti tadi berjalan membawa anjing – lebih tepatnya milik keluarganya keluar dari rumah. Anjing itu belum diajak jalan-jalan , sementara semuanya sibuk selain dirinya.

“Biar aku saja yang membawanya jalan-jalan.

Sunny menyesali keputusannya. Ia tak menyangka bahwa rute perjalanan yang biasa dilewati keluarganya bersama anjingnya begitu jauh. Bahkan ia harus melewati Im Tea Shop untuk kedua kalinya hari ini.

BRAK

Ketika ia di depan toko teh baru itu, tiba-tiba saja ada sesosok lelaki – sepertinya lelaki dingin yang dilihatnya tadi pagi berjalan keluar dengan wajah antusias.

Ia berjalan kearah gadis itu sementara gadis itu terhenti.

“E-eh ?” Gadis itu kebingungan saat lelaki itu mengelus anjing yang dibawanya.

“Lucu sekali. Siapa namanya ?” tanya lelaki itu sambil tersenyum. Rupanya ia bisa tersenyum juga, pikir gadis itu.

Ginger, dia anjing keluargaku. Tapi, kakakku yang paling sering menghabiskan waktu bersama anjing ini,” jelas gadis itu sambil memandang kearah lelaki itu beserta anjing berwarna hitam yang dibawanya.

“T-tadi pagi , aku melihatmu di toko teh itu. Apa kau belum pulang ?” tanya gadis itu. Ia kelepasan bicara. Ia sendiri tipe orang yang mudah bergaul makanya ia bisa dengan mudahnya mengeluarkan sebuah pertanyaan.

“Ah, jadi kau gadis yang tadi pagi ? Aku hanya datang ke kota Tokyo ini hari Senin. Sisanya aku tinggal di Osaka,” jelasnya sambil memandang gadis itu dengan tatapan dinginnya.

“O-oh , begitukah ?”

Gadis itu salah tingkah. Ia benar-benar tidak tahan dengan tatapan dingin lelaki itu. Terlalu .. Keren.

“N-namaku Sunny. Salam kenal,” kata gadis itu tiba-tiba. Ia tiba-tiba saja ingin berkenalan karena baginya lelaki itu menarik sekali.

“Huang Zi Tao. Salam kenal,” tanggapnya sambil berdiri dan melirik Sunny dingin.

Sunny hanya bisa diam saja. Keren, benar-benar keren, pikir Sunny. Sunny , dengan sedikit malu-malupun mengangguk dan tersenyum tipis.

“A-aku pergi dulu,” kata Sunny sambil membawa anjingnya dan melambaikan tangannya untuk pamit dengan lelaki dingin itu. Diam-diam setelah berjalan agak jauh darinya, Sunny berbisik di dalam hatinya, “j-jangan-jangan aku sudah jatuh dalam pesona lelaki tadi ? Eh , siapa namanya .. Huang Zi Tao bukan ya ?”

Sunny merasa wajahnya memerah. Ia buru-buru menggelengkan kepalanya.

“Jangan sampai .. Jangan sampai kau jatuh dalam pesona orang yang baru saja kau kenal, Sunny !” pikir Sunny untuk mengelak dari perasaannya. Selama ini orangtua beserta kakaknya selalu mengingatkannya untuk berhati-hati dengan orang asing, namun baginya , Huang Zi Tao ini berbeda. Huang Zi Tao tampak menyukai binatang. Ia tidak mencoba memancing Sunny untuk mengenalkan dirinya pada lelaki itu, Sunny yakin 100 % bahwa lelaki itu sungguh-sungguh pecinta binatang. Mana ada sih orang yang bisa tersenyum selembut itu pada hewan kalau memang mereka biasa saja / tidak suka pada hewan ?

“Apa kalau aku datang senin nanti .. Aku bisa bertemu dengan Huang Zi Tao ?” batin Sunny.

*****

Malam setelah bertemu Huang Zi Tao, Sunny menceritakan pertemuannya pada  orang-orang di rumahnya , yakni kedua orangtuanya dan kakaknya.

Beberapa menggelengkan kepala mereka keheranan melihat seberapa agresifnya Sunny menceritakan semua hal itu.

“Belum tentu ia baik, Sunny,” kata kakaknya, Taeyeon.

Sunny mendengus kesal. Semua tak percaya bahwa Huang Zi Tao itu baik dan sungguh menyukai hewan namun Sunny yakin bahwa Huang Zi Tao itu baik beserta tidak berpura-pura.

“Bagaimana kalian bisa menyimpulkan hal itu kalau belum melihat Huang Zi Tao secara langsung ? Coba kalau kalian bertemu dengannya !” gerutu Sunny.

“Ya sudah , ibu akan datang ke toko teh itu senin nanti ! Tentunya bersama denganmu, ibu akan mengawasi gerak-gerik lelaki yang kau sebut-sebut itu !” Keputusan ibunya membuat Sunny terdiam. Bukan karena merasa dibentak. Sunny yakin saat Huang Zi Tao melihat dirinya , ia akan menunjuk Sunny dan segera menghampirinya , bisa-bisa ibunya marah kalau Sunny dihampiri orang yang baru dikenalnya selama 1 hari dan masih asing baginya.

“Kau tahu kan kalau ibu ikut pasti akan terjadi sesuatu apabila lelaki itu menghampirimu dengan sok akrab ?” tanya Taeyeon –kakaknya.

Sunny terdiam sejenak. Kalau sudah begini, ia tidak bisa menghentikan ibunya , mana mungkin ibunya tinggal diam.

“Huff, ya aku tahu , onee-san,” kata Sunny lemas.

Dengan malas, Sunny berjalan menuju kamarnya dan buru-buru berbaring di ranjangnya. Ia juga mengambil ponselnya lalu mengecek apa ada pesan masuk atau tidak. Rupanya ada 5 pesan masuk dari sahabatnya, Kim Suho atau Kim Joonmyun.

Sunny membuka pesan pertama.

From: Suho

Sunny ! Mau jalan-jalan ?

 

Sunny mendengus pelan dan membuka pesan kedua.

From : Suho

Sunny ! Kau lagi dimana ? Apa kau mau jalan-jalan denganku sore ini ?

 

Sunny mendesah kasar dan menggerutu pelan. Ia yakin isinya pasti sama saja. Hanya inti pesan yang sama persis namun diketik berulang kali dengan kata-kata yang berbeda.

Sunny memutuskan untuk menelpon sahabatnya.

Tak butuh waktu lama, telponnya juga diangkat begitu saja olehnya.

“Sunny ! Kau baik-baik saja ? Kau tak diculik kan ? Kau tak—“

“Diam ! Kalau diculik mana bisa aku dengan tenangnya menelponmu begini !” bentak Sunny. Ia akui , Suho adalah orang yang serius namun kalau ia mengabaikan pesannya pasti akan langsung heboh seperti Sunny sungguh-sungguh diculik. Padahal belum tentu Sunny diculik.

“Kalau begitu mengapa kau tak membalas pesanku ?”

“Aku tak membawa ponselku keluar,” jawab Sunny singkat.

“Oh.”

“Sudahlah, aku ingin beristirahat .. Jangan mengangguku !”

“Jangan kasar begitu dong !”

KLIK

Sunny sudah mengakhiri telponnya dan menaruh ponselnya ke meja yang terletak di depan ranjangnya.

Sunny bukan ingin beristirahat. Ia diam-diam membayangkan sosok Huang Zi Tao yang berhasil membuatnya jatuh kedalam pesona lelaki itu.

“Bagaimana reaksinya saat melihatku di toko teh Im minggu depan ya ? Apa ia akan terkejut ? Atau akan berpura-pura seperti tidak mengenalku ?”

Sunny terus melamunkan sosok Huang Zi Tao sampai akhirnya ia tertidur.

To be continued

Mian gaje, ini baru prolog jadi maaf pendek, part selanjutnya aku buat panjang kok , maaf kalau alurnya agak cepat misalnya dari senin ke senin langsung gitu , ini Cuma seperti flashback cerita ttg Sunny-Tao , awal hubungan mereka di ficlet tea shop buatanku, pls komen ya !

Advertisements

7 thoughts on “Way To Love – Prolog : Meeting With A Stranger [Before Story of Tea Shop]

  1. TaoSun? Hmm boleh juga’-‘ suka karakter Tao nya;; eh ada ginger juga jadi cast xD
    penasaraaaan;; ditunggu kelanjutannya~w~

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s