New Students – Chap 10

ns

New Students || Written by Vi || Starring SNSD Sooyoung | EXO-M Kris || EXO-K Sehun || Rated for Teen || Romance, Friendship, Brothership || Disclaimer: I just borrow the cast || Note: inspired by other ff, manga, anime, japanese drama, my imagination. Sorry for bad fanfic and story.

*****

Keesokan harinya, Sooyoung berjalan menuju sekolah lebih pagi. Ia berkunjung ke rumah sakit dimana Sehun berbaring. Ia dapat melihat Kris yang berdiri di samping Sehun. Ia juga barusan datang. Sooyoung terdiam sejenak sebelum ia akhirnya memutuskan untuk membuka pembicaraan.

“Bagaimana keadaannya ?” tanya Sooyoung khawatir namun ia mengulum sebuah senyuman untuk setidaknya menenangkan dirinya sendiri.

“Belum ada perkembangan,” jawab Kris dalam bahasa Jepang. Sooyoung pun menghilangkan senyuman di wajahnya itu.

Sooyoung melangkah mendekati ranjang Sehun , ia berada di sisi sebelah kanan Sehun sementara Kris di sebelah kirinya. Sooyoung mengelus pipi Sehun lembut dan berkata, “lekaslah bangun. Aku tidak bisa tenang kalau kau tidak segera bangun.”

Kris bisa melihat ketulusan dalam kalimat Sooyoung itu. Tatapan tulus Sooyoung pada Sehun juga sangat meyakinkan, rasanya cara Sooyoung memperlakukannya dengan Sehun memang berbeda. Sooyoung nampak lebih nyaman bersama Sehun sedangkan kalau dengannya , meski akrab , Sooyoung masih tidak bisa bergaul dengannya selepas ia bergaul dengan Sehun, ia sudah mengamati keduanya.

“Apa dokter sudah memperkirakan kapan Sehun akan bangun ?” tanya Sooyoung lirih. Kris menatapi Sooyoung dan menggeleng lemah.

“Kalau keadaan Sehun begini , aku tak yakin aku masih bisa belajar bahasa Inggris dengan baik di sekolah nanti,” kata Sooyoung sambil tersenyum paksa. Ia khawatir, bahkan ia akui , bukan hanya khawatir , tetapi terlalu khawatir dengan keadaan Sehun sekarang ini.

“Berkonsentrasilah, aku yakin Sehun pasti diam-diam menyemangatimu.” Kris yang sedari tadi memandangi Sooyoung pun menoleh kearah Sehun dan bertanya, “benar kan ?” Sembari meremas tangan Sehun erat.

Keheningan tiba-tiba meliputi ruangan tersebut. Tak ada satupun dari mereka yang berbicara. Semua larut dalam pikiran masing-masing.

“Itu .. Aku ingin bertanya,” kata Kris kebingungan. Ia masih berusaha memakai bahasa Jepang, ia sudah menyusun kata-kata bahasa Jepang yang dipelajarinya 2 hari yang lalu itu.

“Hm ?”

“Aku khawatir. Apa Sehun akan sembuh ? Apa Sehun akan kembali bersama kita lagi ? Apa kalau ia kembali bersama kita lagi ia masih mengingat kita ? Apa–” Sebelum Kris sempat menyelesaikan perkataannya, Sooyoung sudah berada di samping Kris dan memegang bahu lelaki jangkung itu. Ia sedikit mendongak untuk memandangi lelaki itu.

“Jangan berpikir yang pesimis ! Aku yakin ia takkan melupakan kita ! Memori yang telah dibentuknya selama bersama kita , takkan pernah hilang ! Itu akan terus tersimpan bersamanya !” bentak Sooyoung keras. Ia tak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi lagi. Sudah cukup berandai-andainya, pikir Sooyoung.

“Aku pergi dulu,” kata Sooyoung sambil menurunkan tangannya dari bahu Kris lalu berjalan keluar dari ruangan Sehun. Sebelum pergi ia memandangi Sehun diam-diam dan tersenyum tipis.

“Tolong, cepat bangun.”

*****

Sooyoung sudah berangkat ke sekolah terlebih dulu. Kris masih bersama Sehun. Ia masih mengenggam tangan Sehun erat-erat sembari memandang adiknya dengan pikiran yang dipenuhi oleh kalimat Sooyoung. Sooyoung benar-benar takut kehilangan Sehun, itulah yang dapat Kris lihat dari kalimat Sooyoung.

“Sebenarnya, bagi Sooyoung itu .. Bagaimana posisi Sehun di hatinya ya ?” gumam Kris.

*****

Sooyoung berjalan menuju sekolah dengan lesu. Seohyun –si ketua kelas– tiba-tiba muncul di hadapannya lalu tersenyum.

“Halo,” sapanya.

“Ah , Seohyun ?”

“Kudengar Sehun itu masuk rumah sakit ya ?” tanya Seohyun langsung ke pointnya. Sooyoung yang diingatkan kembali soal keadaan Sehun sekarang hanya bisa menghembuskan nafas lemah. Ia terlalu khawatir untuk diingatkan soal itu lagi.

“Ya, begitulah.”

“Bagaimana keadaannya ? Apa ia baik-baik saja ?” tanya Seohyun. Sooyoung mendesah pelan lalu menjawab , “ia koma dan tidak tahu kapan bisa sadar.”

“Oh, semoga ia bisa cepat sadar ya. Ya sudah mau masuk sekolah bersama-sama ?” ajak Seohyun untuk menghibur salah satu teman sekelasnya. Sooyoung mengangguk pelan dan berjalan memasuki gedung sekolah bersama Seohyun. Seohyun terus berusaha mengajak Sooyoung berbicara , namun Sooyoung hanya menanggapinya dengan anggukan atau senyuman –sangat tidak ke-Sooyoung-an– , pikiran Sooyoung terlalu penuh oleh wajah Sehun sehingga ia sulit berkonsentrasi dengan Seohyun.

“Kau mendengarkan tidak ?” tanya Seohyun. Sooyoung tersadar dari lamunannya dan berkata, “maaf , aku akan mendengarkanmu.”

Seohyun yakin bahwa selama pembicaraannya tadi , Sooyoung tidak mendengarkannya sama sekali. Ada sesuatu di pikirannya.

“Ia aneh.”

*****

Jam istirahat telah tiba. Sooyoung tidak ingin menghabiskan jam istirahatnya dengan siapapun , ia memilih untuk menyendiri di taman belakang sekolah –tempat dimana ia dan Sehun pernah membicarakan soal cinta.

“Kris tidak datang ya rupanya ? Sepertinya ia menjaga Sehun di rumah sakit,” kata Sooyoung pelan. Ia ingat saat ia makan onigiri bersama Sehun di taman ini sambil membicarakan tentang cinta. Di pikirannya muncul Kris kala itu namun ia tak tahu perasaan apa itu. Kagum atau cinta.

“Jadi, apa yang sebenarnya kurasakan ?” tanya Sooyoung pada dirinya sendiri.

Angin sesekali berhembus kencang membuat Sooyoung merasa sedikit dingin. Ia menoleh kearah apa yang dibawanya. Bekal , isinya onigiri.

Ia mencoba memikirkan kembali perasaannya pada Kris dan Sehun. Ia agak canggung dengan Kris, jantungnya juga berdebar kencang tanpa ia ketahui alasannya, ia merasa malu tapi alasannya sepertinya bukan itu. Ia lebih nyaman bersama Sehun, rasanya jauh lebih nyaman daripada saat ia bersama Kris. Dan apabila Sehun tersenyum padanya, entah mengapa kehangatan serasa meliputi hatinya , seperti ada perasaan lain dalam dirinya saat bersama Sehun, ia juga .. Tak ingin Sehun terluka apalagi meninggalkannya.

“Sebenarnya siapa yang kusukai sih ? Masa’ aku suka pada keduanya ?” Sooyoung makin bertanya-tanya akan perasaannya terhadap kedua kakak beradik itu.

“Tunggu , aku kan hanya ingin memikirkan Kris tadinya, mengapa aku tiba-tiba memikirkan perasaanku pada Sehun ? Sudah jelas kan ? Kita hanya .. Teman ?” gumam Sooyoung sambil menepuk dahinya kikuk. Ia terdiam sejenak dan memandangi onigiri yang dipegangnya.

“Aku butuh seseorang untuk memberitahuku siapa yang sebenarnya kusukai. Aku ini aneh ya , sok-sok menjelaskan soal cinta pada Sehun saat itu, padahal aku sendiri tahu bahwa aku bukan ahlinya soal itu. Bahkan, aku membutuhkan seseorang untuk menjelaskan perasaan yang kurasakan saat bersama mereka berdua.

Sooyoung menghela nafas sejenak lalu buru-buru mengambil sebuah onigiri dan memasukkannya kedalam mulutnya. Setelah menyelesaikan makanannya , iapun berjalan memasuki gedung sekolah dan ia menabrak Seohyun.

“Maaf ,aku tak sengaja,” kata Sooyoung sambil memaksakan senyumannya. Seohyun mengerutkan dahinya saat ia melihat Sooyoung yang benar-benar tidak seceria biasanya.

“Ada apa ?” tanya Seohyun. Sooyoung terkejut dan kebingungan.

“Ada apa apanya ?” tanya Sooyoung balik. Seohyun menghela nafas sejenak lalu menjawabnya , “kau tidak seperti biasanya. Aku kan ketua kelas , aku mengamati perbuatan tiap murid di kelasku.”

Sooyoung terdiam sejenak, kesempatan bagus. Ia bisa bercerita pada Seohyun soal perasaannya pada kedua murid baru  itu. Iapun berkata, “maukah kau mendengarku ?”

“Baiklah jika itu meringankan bebanmu,” jawab Seohyun dengan senang hati. Sooyoung pun memulai, “kalau saja kau disuruh memilih , kau lebih memilih lelaki yang mana ?” tanyanya. Seohyun kebingungan , apa maksudnya coba ?

“Misalnya lelaki yang satunya sanggup membuat jantungmu berdebar dan merasa canggung tetapi kau merasa seperti menyukainya juga merasa seperti kagum padanya , namun lelaki yang satunya bisa membuatmu nyaman juga membuatmu tak mau kehilangannya,” jelas Sooyoung. Seohyun mulai mengerti arah pembicaraan Sooyoung. Pasti ia berbicara soal dua murid baru itu, tebak Seohyun dalam hatinya.

“Jawabannya sudah pasti ..”

*****

Kris masih menunggu Sehun di rumah sakit, ia tak ingin meninggalkan Sehun sendirian. Kalau ia meninggalkannya setidaknya harus ada 1 orang yang menjaga adiknya dan tentunya orangnya harus bisa dipercaya. Seperti Sooyoung.

“Kris.”

Suara pelan Sooyoung terdengar di pintu ruangan Sehun. Kris melirik jam , sudah sore , jelas saja kalau Sooyoung sudah pulang sekolah. “Bisakah kau membantuku menjaga Sehun sebentar ?” tanya Kris. Sooyoung mengangguk dan berkata dengan lembut, “serahkan saja padaku. Kau boleh beristirahat.”

Kris mengangguk dan berjalan keluar dari ruangan Sehun. Sooyoung pun duduk di kursi yang tadinya ditempati Kris, ia menyentuh tangan Sehun dan mengenggamnya seketika.

Benar, sesuai dugaannya , rasa hangat meliputi hatinya. Meski Seohyun sudah memberikan jawaban padanya, ia tak yakin siapa yang ia sukai , tapi jujur saja kalau bersama Kris ia merasa malu dan canggung. Namun rasa malu yang berbeda , itu mungkin .. Dikarenakan karena hal lain .. Karena kelemahanku dalam bahasa Inggris mungkin ? Ia juga dingin , maka itu memalukan kalau aku berbicara dengan kaku padanya.

“Aku memang bahagia bisa berbicara bersama Kris , aku hanya penasaran bagaimana Kris yang sebenarnya. Tetapi aku malah melupakan Sehun yang selalu baik padaku. Entah mengapa sejak kecelakaan kemarin, aku semakin menyadarinya bahwa meski begitu, aku tak pernah mau kehilangannya dan melihatnya terluka,” gumam Sooyoung sambil mengenggam tangan lelaki yang terbaring di ranjang itu.

“Rasanya ada sesuatu yang membuatku merasa begitu pada Sehun , ya , sesuatu yang lebih dari sekedar menganggapnya sebagai teman. Aku memang tak ingin kehilangan temanku , tetapi aku sadar ada sesuatu yang kurang apabila ia tidak bersamaku dan tersenyum seperti biasanya. Sesuatu itu tidak dimiliki Kris dan hanya dimiliki Sehun.”

Apa benar aku mencintai Sehun dan bukan Kris ? , pikir Sooyoung. Jantungnya diam-diam berdebar dengan kencang saat memikirkan hal itu.

To be continued

Mian gaje , di chap ini dijelasin apa yg dirasakan oleh Sooyoung ke Kris dan Sehun, pls komen ya !

17 thoughts on “New Students – Chap 10

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s