[Freelance] Touch Love (Chapter 1)

TOUCH LOVE

Title

TOUCH LOVE

Author

DeliaAnisa

Genre

Drama, family, romance, and little sad

Length

Multichapter

Rating

PG-15

Main Cast

Kim Taeyeon and Byun Baekhyun

Other Cast

Yoon SoHee, Oh Sehun, Kyung Soo, Xiu Luhan, etc

Disclaimer

Ini FF hasil dan murni dari imjinasi saya, maaf jika ada kesamaan dan tentunya itu tidak disengaja, and don’t plagiat.

Author Note

            Ini FF berchapter aku yang pertama kali dipublish, harap dukungannya dan aku masih terbilang baru memasuki dunia perfanfictionan, jadi maklumlah kalau FF nya masih belum bermutu. Tapi akan aku usahain buat belajar menulis FF dengan benar…

Baiklah selamat membaca dan enjoy yeahh 😉

            Sebuah rumah dengan tataannya yang sederhana serta desain yang terlihat unik, terpampanglah rumah yang begitu nyaman untuk ditinggali, dan disinilah kedua orang pria berparas tampan tinggal, Byun baekhyun nama bermarga byun itu sudah lama menempati rumah ini bersama dengan adiknya, byun sehun.. Kedua orang tua mereka terpisah sejak mereka masih disekolah dasar, mereka memang mengalami broken home, tapi kasih sayang antar keduanya membuat mereka bertahan tanpa harus menangis karna hal ini, saat umur baekhyun masih terbilang muda dia sudah bisa membimbing adiknya pada jalur yang benar, menasihati dengan baik jika sehun melakukan kesalahan, keduanya saling menyayangi tidak pernah ada pertengkaran hebat pada keduanya, mereka berusaha untuk mandiri tanpa meminta uluran tangan dari orang lain..

            “hyung, aku merindukan ibu, apa ibu sedang memikirkan hal yang sama sepertiku?”sehun berucap dikala ia berjalan bersama dengan kakaknya sambil menenteng tas dipundaknya, mereka dalam perjalanan pulang dari sekolah..

            Baekhyun tersenyum lembut dan mengacak-acak rambut sehun.

            “kenapa kau bicara seperti itu? Tentu saja ibu akan slalu merindukan kita,”

            “tapi ibu meninggalkan kita, itu berarti ibu sudah tidak lagi menyayangi kita.”sahut sehun dengan mata yang berkaca-kaca, baekhyun berhenti dari langkahnya, nafasnya tercekat begitu mendengar penuturan dari sang adik membuat ia kembali mengingat saat ibu mereka meninggalkannya dengan tangisan sang ibu, mereka masih tidak percaya jika akhirnya orang tua mereka berpisah dengan alasan yang mereka tidak tau, sebelumnya keluarga mereka sangatlah harmonis tidak pernah ada pertengkaran apapun ditengah-tengah mereka..

            “ibu sedang marah dengan ayah, sebentar lagi mereka akan segera berbaikkan, dan akan segera menemui kita lagi.”setidaknya itulah yang hanya bisa baekhyun katakan, meskipun ia tidak tau apakah kata-kata nya akan terwujud atau tidak, dia hanya tersenyum getir.. Sehun mengangguk lemah dan kembali berjalan dengan sang kakak.

            “byun-aa!!”panggil seseorang dengan nyaring tepat dibelakang mereka, dan sukses membuat keduanya menoleh cepat keasal suara itu.

            “sohee-a,”

            “kalian tega sekali, kenapa kalian meninggalkanku eoh?”kata sohee dengan nafas yang terengah-engah, karena dia sedikit berlari untuk berada dalam tempat yang sama dengan sehun dan baekhyun,

            “tadi kami memanggilmu berkali-kali tapi kau tidak mendengarnya, jadi kami tinggalkan saja”ucap baekhyun santai dengan sengaja membuat senyum kesal diwajahnya.

            “benarkah? Ahh mungkin tadi aku….

            Sohee memberi jeda panjang dengan mengetuk-ngetuk dagunya dengan jarinya, membuat baekhyun dan sehun menatapnya bingung.

            “aku apa?”ucap baekhyun dengan mengerutkan keningnya.

            “tadi akku, aku melihat idolaku dilayar sekolah, yyah tadi aku melihatnya, super junior mereka akan mengadakan konser di Taiwan,

            “lalu?”

            “lalu aku akan menyusul idolaku kesana,”sohee memasang wajah kaku dengan keadaan tidak biasa dan bisa dibilang mencurigakan, mungkin ada hal lain yang dirahasiakan sohee.

            “noona bercanda?”sehun menyela ucapan sohee dibalas dengan tatapan tajam dari sohee..

            “yak! sehun-aa apa aku terlihat sedang membohongi kalian?”sohee berkacak pinggang, namun terlihat kikuk, tapi sohee berusaha mungkin untuk meyakinkan keduanya.

            “maksudku, apa harus noona ketaiwan hanya melihat konser mereka, minggu kemarin noona baru saja melihat mereka diseoul, lalu sekarang noona akan ketaiwan? Apa itu tidak berlebihan?”

            “karna aku merindukan mereka, itulah arti dari seorang fans untuk idolanya, kemanapun mereka pergi aku akan mengejarnya.”sohee mulai tersenyum lebar sambil mengerjapkan matanya berkali-kali.

            “baiklah, kau memang sudah hampir kehabisan kesadaranmu yoon so hee”ucap baekhyun mengejek lalu kembali berjalan diikuti sohee dan sehun..

            Sohee adalah sahabat keduanya dan rumah mereka pun saling bersampingan, sohee dan baekhyun teman satu kelas umur merekapun sama, saat ini umur keduanya 15 tahun.. sementara sehun dia masih berumur 10 tahun, biasanya pada tengah malam baekhyun terbangun dan melihat kearah jendela kamarnya menatap sohee yang juga sedang memperhatikan bintang dikamarnya, jarak diantara mereka hanya terpisah sekitar 1meter, jelas baekhyun merasa sohee sudah jadi tontonan menarik untuknya, cara sohee menghitung bintang dengan jari telunjuknya, dan saat sohee kesal karna tidak ada bintang dilangit, baekhyun sudah sangat tau ekspresi itu, setiap hari baekhyun tidak pernah melewatkan moment indah ini, meskipun sohee tidak tau jika gerak geriknya slalu baekhyun perhatikan.. sekarang sohee tersenyum bahagia karena ada bintang jatuh dimatanya, ia segera menutup matanya dan berdo’a, baekhyun pun tersenyum sambil terus memperhatikan sohee dari jauh dan ikut menutup matanya dengan berdo’a..

            “aku ingin sohee slalu berbahagia seperti ini, aku tidak ingin melihat matanya penuh dengan air yang menyedihkan, jangan sampai itu terjadi, amin”hanya itu yang baekhyun inginkan, semoga saja ini terkabul..

            “aku ingin terus tetap hidup dan slalu menjadi orang yang hidup, aku tidak ingin sesuatu yang buruk menimpaku, karena aku sangat ingin merasakan suatu kejutan yang manis nantinya, dan berharap itu adalah baekhyun, amin”sohee kembali membuka mata dan tersenyum lembut menatap bintang..

.

.

Pagi kembali menyinari bagian bumi ini, baekhyun terbangun dari tidurnya karena suara telepon dibawah sana membangunkannya..

“yeobseyo?”

“anakku, ayah tidak akan pulang hari ini, mungkin minggu depan, karena ada sesuatu yang penting sekali untuk dikerjakan”

‘seberapa penting kah jika dibandingkan dirinya dengan sehun? Mungkin ia kalah dengan pkerjaan sang ayah’

“baiklah, jaga diri ayah baik-baik”

“kalian juga”sambungan telepon itu begitu cepat terputus.

“ayah tidak bertanya ‘apakah kalian baik-baik saja?’ itu membuatku sedikit kecewa”gumamnya dengan didasari rasa kekecewaan yang mendalam.

.

Sehun bermain piano dengan indah dirumahnya, ia memang berbakat sekali, diusianya yang masih cukup muda tapi dia mampu membuat alunan melodi yang begitu syahdunya, sementara baekhyun ia malah sibuk melukis sesuatu diluar rumahnya, dan tentunya ia menggunakan sohee sebagai objeknya.

            “sampai kapan aku harus tetap tersenyum seperti ini? Rasanya bibirku kaku sekali”sohee mendengus kesal karena baekhyun melukisnya terlalu lama, baekhyun terus tetap focus pada apa yang ia gambar.

            “tunggu 5 menit lagi”

……

            “chaa” baekhyun menunjukkan lukisannya kearah sohee yang masih terduduk ditempat ia dilukis tadi.. sohee berjalan mendekati baekhyun dan mengambil lukisan itu, ia terkejut karena baekhyun begitu sangat mahir dalam menggambar, tapi dia bodoh sekali karena tidak mengetahui keahlian baekhyun ini dari dulu.

            “kkau, kau sangat hebat sekali, ini adalah lukisan terbaik yang pernah kulihat, bukankah disini aku terlihat lebih manis”sohee tersenyum malu sambil meraba lukisan itu lalu menatap baekhyun penuh arti, baekhyun yang sadar dirinya ditatap sohee ia hanya lebih memilih menundukan kepalanya dan menggaruk-garuk kepalanya sendiri..

            “aku hanya tidak terlalu percaya jika aku bisa melakukannya, tapi saat kau mengatakan ini aku semakin percaya kalau aku pasti bisa melakukannya.”

            “percayalah byun-aa suatu saat kau akan mendapat sesuatu yang lebih dari ini, kau akan dikagumi banyak orang, dan aku begitu yakin kau akan menjadi pelukis termahal nanti”ucap sohee dengan senyum mekar terpampang diwajahnya, baekhyun tentu saja hanya menundukkan kepalanya dengan senyum malu yang slalu menghiasi wajahnya..

.

Sohee mengajak baekhyun ketempat biasanya mereka saling bertukar cerita satu sama lain, yaitu tempat dimana hanya ada sebuah ayunan dan pohon maple yang mampu membuat mereka terpesona dengan tempat ini..  sohee memainkan ayunan secara bersamaan dengan baekhyun, baekhyun luluh dalam senyuman itu, rambut sohee yang terurai dan terhembus angin membuat pesona dalam diri sohee semakin membuatnya takjub..

            “saat kau tumbuh dewasa apakah kau akan terus mengingatku?”.sohee memulai dengan kaki yang masih mengayunkan ayunannya, baekhyun menoleh pada sohee dan tersenyum keecil.

            “haruskah aku melupakanmu? Tentu saja itu tidak mungkin, karena aku menyukaimu yoon sohee”kata baekhyun tenang namun membuat sohee terkesiap dan segera ia menghentikan laju permainannya, dan lebih menatap baekhyun dalam.

            “ucapanmu bisa kau ulangi sekali lagi?”. Sohee masih memandang baekhyun tidak percaya, baekhyun kembali mengambil kontak mata dengan sohee dan senyumannya sama sekali tidak pudar diwajah.

            “aku benar-benar menyukai caramu tersenyum, memandangku, tertawa, aku suka semuanya darimu sohee-aa”kata baekhyun jelas, mulanya sohee hanya terdiam namun setelah kembali mencerna apa yang sedang baekhyun katakan ia hanya bisa tersenyum malu, pipinya merona sangat jelas, jantungnya berdegup sangat cepat sekali, ia ingin mengalihkan pandangannya dari mata baekhyun, namun entah kenapa mata itu membuat ia merasakan kedamaian, hatinya begitu tentram saat mata itu bertemu. Tanpa sadar ia tidak mengedipkan matanya tak ingin ia menghabiskan moment indah ini.

            “jantungku berdegup cepat sekali, tanganku terasa dingin, dan matamu membuatku tenang, apakah aku juga menyukaimu?”ucap sohee dengan tangan yang menunjuk letak dimana jantungnya berada.. Baekhyun hanya tersenyum simpul tanpa memberikan penjelasan yang jelas.

            “kenapa kau tidak menjawabnya?”

            “karena kau sangat payah?”

            “apanya yang payah? Kau sendiri yang tidak memberitahuku apakah aku ini juga menyukaimu atau tidak”

            “tanyakan saja sendiri pada hatimu..

            Baekhyun berdiri dan berbalik menatap sohee yang sekarang berada dihadapannya..

            “cuaca disini buruk, kita harus pulang”baekhyun menarik tangan sohee tanpa memperdulikan ekspresi bingung dari sohee.. dalam detik kemudian Sohee menepas tangan baekhyun pelan.

            “aku menyukaimu byun baekhyun, aku sungguh menyukai senyummu, pandangan teduhmu, tawa hangatmu, semua yang ada dalam dirimu aku sungguh menyukainya, entah sejak kapan aku mulai merasakan itu, yang kuingat itu sudah sangat lama sekali, maukah kau berjanji untukku jika ucapanmu itu benar-benar hanya untukku saja, jari kelingking”. Diakhir kalimat sohee menunjukkan jari kelingkingnya dan membuat baekhyun mengaitkan jari kelingkingnya dan tersenyum setelahnya.

            “aku berjanji”

.

.

.

“bibi apa yang terjadi?”baekhyun terisak saat mengetahui sohee adalah salah satu dari korban peristiwa kebakaran pabrik.. ibu sohee hanya menoleh lemah pada baekhyun, jelas bahwa ia begitu terlihat lelah menangis.

“sohee .. so.hhe.. sohee , dia menyelamatkanku ditempat bibi bekerja, saat itu bibi lupa karena roti yang bibi panggang tidak diangkat, dan akhirnya berubah menjadi keadaan buruk seperti ini, bibi.. hikks.. bibi terjebak dalam ruangan yang penuh api, hingga saat itu sohee datang dan menyelamatkan bibi, dan .. membuat ia terjebak dalam kumpulan api, bibi tidak tau harus melakukan apa saat itu, sohee hanya mengatakan padaku agar bibi cepat segera pergi dari sana, bibi terlalu bodoh telah menuruti perkataannya,, dan.. hikss dan membuat ia habis terbakar oleh api karena ulah ibunya sendiri,, baekhyun-aa apa yang harus bibi lakukan”.nyonya yoon menangis tanpa henti, ini begitu pilu baginya dan tentu saja baekhyun, badannya tiba-tiba saja kaku dan sulit sekali baginya untuk bisa mempercayai sebuah kenyataan pahit ini, dia terkuai lemas dan akhirnya ia terjatuh dari keseimbangannya, dia meremas dadanya sendiri, ini terlalu menyakitkan dan juga sangat teramat sakit untuk ia rasakan sendiri, buliran-buliran air dari matanya menetes disepanjang pipinya.. ini adalah sebuah mimpi, dan ia ingin ini semua akan jadi mimpi buruknya.. dia mengacak rambutnya sendiri tidak percaya, yoon sohee gadis yang ia impikan suatu saat nanti menjadi masa depannya, namun ternyata takdir berkata lain , pada akhirnya kisah mereka berakhir, tak akan pernah ada love story tentang mereka lagi, tak ada kata-kata pujian untuk baekhyun, pastinya itu akan menjadi kenangan yang manis tak terlupakan untuknya..

            “bangunlah, baekhyun.. sebelum sohee menghembuskan nafas terakhirnya, dia menitip pesan ini untukmu ‘tanpaku kau jangan menangis, hiduplah dengan bahagia untukku, jangan membuat dirimu sakit hanya karena terlalu mengingatku’, jadi kumohon ingatlah itu baek, dan ini.. ini adalah sebuah surat sebelum ia mengalami peristiwa kebakaran ini untukmu”nyonya yoon memberikan sepucuk surat yang ditujukkan pada baekhyun, baekhyun mulai kembali berdiri dan dengan lemas ia mengambilnya..

            “bibi akan pindah dari sini, disini hanya akan terus mengingatkanku pada kejadian mengerikan itu, baekhyun janjilah pada sohee, jika kau tidak akan pernah menyakiti dirimu sendiri karenanya, jebal”. Nyonya yoon memegang kedua pundak baekhyun dengan matanya yang sembab.

            “aku tidak akan sepenuhnya berjanji, karena ini terlalu sulit”. Ucap baekhyun lirih dan nadanya pun terdengar serak.. Nyonya yoon hanya bisa pasrah dengan ucapan baekhyun..

            Baekhyun masuk kedalam rumahnya dengan sempoyan, sehun yang sejak tadi duduk langsung berdiri menatap kakaknya iba, dan tentu saja ia juga merasa sangat kehilangan yoon sohee, namun ia masih bisa menahan diri, tidak seperti sang kakak yang begitu lemah dan sakit.. baekhyun menatap kosong sekelilingnya

            “hyung..

            Sehun ragu-ragu untuk bertanya pada baekhyun, karena ia tau pastinya baekhyun akan mengacuhkannya, dan benar saja baekhyun berlalu menuju kamarnya.. sehun hanya menghela nafas beratnya.

            “aku menyukaimu byun baekhyun, aku sungguh menyukai senyummu, pandangan teduhmu, tawa hangatmu, semua yang ada dalam dirimu aku sungguh menyukainya, entah sejak kapan aku mulai merasakan itu, yang kuingat itu sudah sangat lama sekali, maukah kau berjanji untukku jika ucapanmu itu benar-benar hanya untukku saja, jari kelingking”.

            Baekhyun teringat akan kata-kata yang membuat darahnya berdesir dalam sekejap, dan membuat ia seperti mayat hidup sekarang, ia kalut dalam tangisnya.

            “kenapa harus sohee yang mengalami hal ini? Kenapa Tuhan? Mengapa terjadi secepat ini? WAE?”. Baekhyun terkuai lemas dan terus terisak..

            Baekhyun berdiri dan menatap jendela kamarnya, hanya angin yang berhembus kearahnya, matanya menerawangi kamar sohee, gorden itu bergerak, mungkinkah itu yoon sohee? Sekarang hanya angin malam yang menemaninya, tidak ada lagi sosok sohee yang slalu ia tatap dalam diam, dalam keheningan tengah malam, hanya angin yang akan jadi teman sunyinya malam ini dan seterusnya ..

            Lamanya ia dalam posisi terus memandangi jendela kamar sohee, akhirnya ia ingat dengan surat sohee untuknya, iapun segera mengambil dalam saku celananya, dengan tangan bergetar ia berusaha mencoba untuk tenang sebelum ia benar-benar akan membacanya..

            “Baekhyun-aa, mianhae.. Aku sungguh meminta maaf, jinjja.. jinjja.. jinjja.. Pasti kau ingat kenapa waktu itu aku tidak bisa mendengarmu, dan juga sejak itu juga kau pastinya aneh dengan gerak-gerikku yang tidak biasa, itu karena aku terlalu takut menceritakan semua ini padamu, ini tentang ibumu byun-aa, aku melihatnya dengan pria lain dan sepertinya dia sudah hidup dengan bahagia.. dan juga dia punya seorang puteri yang seumuran denganmu, kumohon maafkan aku karena aku sudah menyembunyikan ini darimu. Aku tau ibumu sekarang berada dimana, aku akan memberitahumu setelah hari natal..”

            Dada baekhyun seperti terhantam, ia kembali melemah badannya yang semula tenang sekarang menjadi lemas.. ia kembali meneteskan air matanya dan sukses membasahi surat dari mendiang sohee..

            “kau tau semuanya? Ini tidak dapat kupercaya, jika saja kau masih ada aku akan kembali bertemu dengan ibuku, tapi aku percaya ini semua adalah sebuah takdir”

.

.

.

            Seorang pria kecil dan katakanlah ia berumur 9 tahun sedang meringkuk memeluk kedua lututnya didepan rumah yang bisa dikatakan besar dan mewah, matanya terus saja menatap kedepan melirik pagar rumah itu, berharap seseorang datang menemuinya. Ia meringis kesakitan memegang perutnya, dia lapar.

            “ouhh appo”. Racaunya terihat gelisah dengan rasa sakitnya yang tak tertahan.. sudah hampir 2 jam dia hanya meringkuk mengharapkan sebuah bantuan dari sang pemilik rumah besar itu, pada akhirnya ada suara pagar terdengar menggema ditelinganya, ia menghembuskan nafas leganya, dan terlihatlah seorang wanita yang diketahui berumur 14 tahun  itu keluar dari rumah harapan pria kecil itu. Dia tersenyum dilain sisi karena senang akhirnya akan ada orang yang memberinya sebuah makanan, dan disisi lain juga dia terkagum-kagum menatap wanita cantik dengan rambut berfoni serta kulit putih halusnya.. wanita itu mendekatinya dan pria kecil itu tersenyum lebar..

“kau siapa?”. Tanya wanita itu..

            Chapter awal ini dominan sama kehidupan serta masa lalunya baekhyun, next chapternya baru taeyeon yang akan aku bahas masa lalunya, so bagaimana?  berantakan kah? Hmm berharap komennya yahh? J J

53 thoughts on “[Freelance] Touch Love (Chapter 1)

  1. Ditunggu chap 2 nya deh
    Penasaran sama masa lalu Taeng
    Ga ada saran sama kritik deh
    FF nya udh cukup bgs kok
    Cuma sedikit kurang panjang aja yah^^
    Sama sorry baru bsa comment
    Soalnya baru sempet baca 🙂
    Ditunggu chap berikutnya yah
    Moga2 ga lama

  2. krisar ya? 🙂 jd aku mau nyampein aja, tanda bacanya diperhatiin lebih detail lagi, soalnya aku td nemu beberapa kalimat yg komanya ilang (?) jd gk ada penjedaan gtu. trus kalo di akhir kalimat, bagusnya titiknya satu kali aja. dan yg terpenting, kalo nama orang atau sapaan, huruf awalnya kapital, terus kalo menunjukkan tempat, kata sambungnya dan tempatnya dipisah. kayak tadi, ada yg diseoul, itu harusnya di Seoul. mm.. apalagi ya? oh ya untuk huruf awal setelah tanda petik (“) pertama (contoh: “Hai,”) itu hurufnya kapital jg, trus setelah tanda petik kedua (cth: “Hai,” sapanya) itu ada spasi ya, bukan “Hai,”sapanya. ok gtu aja mungkin. maaf kalo pedes (?), sok tau atau senior. hoho~ but, keep writing! 😉 cerita kamu udah bagus, mungkin EYDnya aja yg perlu diperhatikan lagi #sokguru. aku tunggu kelanjutannya ya! ^0^)/

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s