[Freelance] Stay Stay Stay

stay stay stay

Stay stay stay

Author : Jung Hye Mi

Main Cast : Tiffany Hwang, Park Chanyeol, Byun Baekhyun

Other Cast : Find it by yourself

Length : oneshoot

Genre : Romance

Rating: PG13

Hai haii ‘-‘/ ff ini sebelumnya udah aku post di blog pribadi aku…

Happy reading ^^

Backsound : Taylor Swift – Stay Stay Stay

Tiffany POV

“yeolli.. kumohon.. jangan putus ne..?” ucapku sambil melakukan aegyo agar namjachinguku ini merubah keputusannya untuk memutuskan ku. Kami memang habis bertengkar karena chanyeol melihat ku sedang berduaan dengan baekhyun. Padahal aku kan hanya minta diajarain baekhyun. Apa itu salah?

“wae? Bukankah itu berarti kau bebas bisa berpacaran dengan baekhyun hm?” kesal chanyeol

“yeolli.. tadi aku hanya belajar dengannya. Kau kan tau sendiri bahwa dia itu pintar.” Jelasku padanya.

“iya, dia lebih pintar dariku, noona. Maka dari itu bukankah kau akan senang jika bisa berpacaran dengannya?” terlihat sekali bahwa namjachinguku itu masih marah. Bahkan dia tidak memanggilku chagi seperti biasanya, dia malah memanggilku noona.

“yeol..” ucapku lirih

“aku ingin pulang. Ini sudah malam.” Ucap chanyeol yang bergegas ingin pergi. Tapi aku menahan tangannya. “kumohon yeol, percaya padaku. Kau tau bahwa aku sangat mencintaimu yeol.” Ucapku lirih pada chanyeol. Kulihat dia terdiam sesaat. Tapi dia malah berlari keluar dari rumahku.

TES

Aku menangis. Ini pertama kalinya aku menangis hanya untuk seorang namja selain appaku.chanyeol, aku benar benar mencintai namja itu. Oh god .. please help me..

-ooo-

“annyeong chagi…” sapaku pada chanyeol yang sedang bercanda dengan sahabatnya. Tidak pernah kusangka sama sekali. Chanyeol malah pergi begitu saja dengan tatapan datarnya. Padahal tadi dia sedang bercanda dengan teman temannya itu. Eye smile yang tadi kutunjukkan padanya pun kini sudah berubah menjadi tatapan sedihku.

“apakah chanyeol masih marah padaku?” tanyaku pada ke tiga temannya itu.

“molla noona.” Ucap tao

“oh.” Jawabku singkat. Aku langsung berjalan ke taman. Duduk di kursi tempat biasanya tempatku dan chanyeol bercanda, tertawa bersama dan lain lain. Aku merindukan masa masa itu. Tiba tiba saja ada yang menepuk bahu ku. Ya tuhan, semoga itu chanyeol, batinku.

“annyeong noona.” Ucap namja yang kukenal bernama baekhyun. Aku kecewa, karena bukan chanyeol.

“annyeong baek.” Ucapku memaksakan senyumku

“noona kenapa? Kemana eyesmile yang selama ini kusukai itu?” ucap baekhyun

“mwo?” aku sedikit bingung

“hehehe, aniya noona. Noona.. apa sedang sedih?” Tanya baekhyun.

“ne, baek. Chanyeol, dia cemburu karena melihat kita berdua kemarin.” Ucapku lirih

“jinjja? Mianhe noona. Karena aku, kau dan chanyeol jadi bertengkar.” Ucap baekhyun yang sepertinya merasa bersalah. “kalau begitu bagaimana jika aku mentraktirmu makan?” ucap baekhyun

“wah, boleh juga tuh.” Jawabku.

“ayo noona.” Baekhyun langsung menarik tanganku.

-ooo-

“noona, ternyata kau itu rakus ya.” Ucap baekhyun tidak percaya.

“arghhh…” aku bersendawa.

“hehehe, mian baek.” Ucapku

“gwenchana. aku pergi ke wc dulu ya noona.”  Izin baekhyun yang hanya mendapat anggukan dari ku

5 menit …

10 menit .

20 menit ..

30 menit ..

“aish baekhyun kemana sih?” gerutu ku. Aku membuka sms baru dari baekhyun

Klik

From : byun baekhyun

Mian, noona. Tadi aku merasa tidak enak badan. Jadi aku pulang. Kau membawa uang untuk membayar makananmu kan?

Aishhh… byun baekhyun.. kau.. ahh.. aku kan tidak bawa uang. Bagaimana ini?

Baiklah tekadku bulat untuk ke kasir dan ingin meminta maaf bahwa aku tidak bisa membayar makanan yang aku makan tadi. Hufh malah makanan tadi sangat banyak lagi.

“ahjumma, untuk meja nomor 3, mian aku tidak dapat membayarnya.” Ucapku dengan nada penuh penyesalan. Dan kulihat ahjumma itu terkekeh pelan.

“tenanglah. Tadi sudah ada namja yang membayar untuk meja nomor 3.” Ucap ahjumma itu

“jinnja? Huah. Gomawo ahjumma. Aku pergi dulu ya.” Senang ku

“pasti baekhyun, wah dia mengerjaiku.” Gumamku. Dan sepertinya ada seorang namja yang mendengar gumamanku itu dan lalu menatapku sinis. Sepertinya aku mengenal tatapan itu.

-ooo-

“baekhyun, gomawo sudah mentraktir ku kemarin.” Ucapku gembira.

“mwo? Mentraktir noona? Bukankah aku sudah bilang bahwa aku pulang dan tidak jadi mentraktir noona?” ucap baekhyun

“loh, tapi saat aku mau membayar, ahjumma itu bilang bahwa sudah dibayar oleh seorang namja.” Ucapku

“tapi, itu bukan aku noona.”

 “oh, baiklah kalau begitu.” ucapku lalu pergi meniggalkan baekhyun dan berjalan menuju tempat duduk di taman – tempat favorit ku dan chanyeol-

“yeolli.. bogoshieppo.” Ucapku lirih.

“kenapa saat aku sedih kemarin,malah baekhyun yang menemani ku? Kenapa buka kau yeol?” gumamku sedih.

“apa hubungan yang kita bina semenjak 1 tahun terakhir ini akan sia sia yeol? Saranghe.” Gumamku.

“noona.” Tegur baekhyun mengagetkanku.

“eum ne? wae baek? Tanyaku

“kita hang out yuk.” Ajak baekhyun.

“hang out?” tanyaku tidak pasti ke baekhyun.

“ne noona. Kau mau kan?” Tanya baekhyun.

“ne, aku mau.” Ucapku bersemangat.

“Ayo noona” ajak baekhyun.

“ne, baekhyun. Kajja.” Ucapku

-ooo-

“bagaimana noona apakah kau senang?” Tanya baekhyun

“ne, baekhyun. Aku sangat senang.” Ucapku gembira. Dan tiba tiba..

TUTTT…… *anggap suara buang angin-_-*

“noona? Apa tadi itu kau buang angin?” Tanya baekhyun yang sepertinya melihatku dengan jiji

“eum, ne. mian baek.” Ucapku merasa bersalah. Kulihat dia seperti menutup hidungnya. Bahkan aku tidak mencium bau kentutk “apa bau baek?” tanyaku.

“noona, aku ingin ke wc dulu ya?” Tanya baekhyun

“ne. baek.” Ucapku. Dan aku sekarang sendirian karena baekhyun telah meninggalkanku.

“ekhem. Sepertinya enak ya yang sedang kencan.” Ucap seseorang mengagetkanku.

“mwo? Yeolli? Bagaimana kau bisa disini?” tanaya ku terkejut.

“kenapa? Takut dipergokin lagi berkencan hum?” Tanya chanyeol lirih.

“aniya yeolli. Aku dan baekhyun tidak berkencan.” Ucapku.

Drrrd.. drrd..

Klik

From : Byun Baekhyun

Noona, aku merasa sakit lagi, aku pulang lebih awal ya!

“aish, awas kau baekhyun.” Gumamku yang tentu saja masih bisa terdengar oleh chanyeol

“wae? Ditinggal olehnya hm? Poor tiffany.” Ucap chanyeol mengejek. Sakit. Itulah yang bisa kurasakan. Aku dan chanyeol belum putus. Ingat itu!

“yeol, bahkan kau seharusnya masih tau bahwa kita belum berkata putus satu sama lain.aku masih mencintaimu.jeongmal.” Gumamku lirih. Turunlah butiran bening dari mataku. Tapi langsung kuhapus, karena ada seseorang memakai masker yang sama seperti yang menatapku sinis kemarin.

“mian.” Gumam  namja yang tidak kuketahui  itu, tapi menurutku suara dan matanya mirip chanyeol

-ooo-

“noona.” Panggil baekhyun saat aku sampai dikampus.

“ne?” sapaku malas.

“kau masih marah soal yang kemarin? Mian noona. Aku benar benar tidak enak badan saat itu.” Ucap baekhyun.

“ne.” jawabku seadanya. Aku masih terlalu kesal padanya. Sudah 2 kali, dia mencampakkan ku begitu saja. Aku langsung ketempat favorit ku dan chanyeol. Tentu saja di kursi taman.

“yeolli.. jeongmal bogoshipeo. Aku bisa gila jika tidak ada kau disini. Jeongmal saranghe.” Gumamku lirih sangat lirih.

Tanpa sadar aku sudah meneteskan cairan bening di pipiku.

“noona? Kau menangis?” Tanya baekhyun mengagetkanku. Cepat cepat aku menghapus air mataku itu. Tapi dihentikan oleh tangan baekhyun. “noona, jika kau menangis itu jelek. Tersenyumlah noona. Apakah kau tau? Satu satunya alasan ku menyukaimu adalah karena aku menyukai eyesmile mu yang indah itu noona.” Ucap baekhyun

“ itu berarti, kau tidak tulus.” Ucapku sinis dan langsung melepaskannya dari wajahku.

“noona, dan kau pikir aka nada yang menyukaimu karena semua tingkah bodoh mu itu?” ucap baekhyun yang membuat hatiku sakit. Chanyeol selalu tulus mencintaiku. Dia tidak pernah malu saat akubersendawa, buang angin dan tingkah bodohku lainnya.

“kau..” ucapku sedikit kesal pada nya.

“mian noona.. aku tidak bermaksud untuk mengejekmu. Tapi, itulah kenyataannya.” Ucap baekhyun

“so, jadilah yeojachinguku noona..” ucap baekhyun.

“mwo? Kau itu menembakku atau apa sih? Sama sekali tidak ada romantisnya!” ucapku.

“noona, maukah kau menjadi yeojachinguku?” Tanya baekhyun yang lebih lembut daripada yang tadi. Sorot matanya sangat meyakinkanku bahwa dia memang benar benar ingin memiliku. Tapi, sayang dia tidak tulus. Tidak seperti chanyeol-ku.

“oh, begini kah noona? Pantas saja chanyeol meniggalkanmu, karena kau itu sudah berselingkuh dibelakangnya dengan baekhyun.” Ucap suho sahabat chanyeol.

“mwo? Kau salah paham suho. Aku tidak pernah berselingkuh.” Ucapku

“hm, apa kau tau bahwa chanyeol akan pergi ke paris, mengikuti eomma nya. Kau tau kan bahwa eomma chanyeol adalah designer terkenal. Maka dari itu dia tidak masuk hari ini, karena dia akan pergi meniggalkan seoul.” Ucap suho dengan smirknya.

“mwo?” aku teduduk lemas. “jam berapa suho?” tanyaku mulai dengn suara yang parau. Ya, aku menangis. Aku terlalu mencintai chanyeol. Aku tidak bisa tanpa dia. Dialah satu satunya orang yang menerima ku apa adanya.

“jam 10.35 noona.” Ucap chanyeol dengan entengnya. Dan skarang sudah jam 10 tepat.

“ANDWEE!!!” teriakku yang langsung berlari mencari taksi ke bandara.

Aku merasa ada yang mengikutiku, tapi tidak kuperdulikan sekarang itu yang dipikiran ku hanya ad satu orang : CHANYEOL

“ahjussi. Apa tidak bisa lebih cepat lagi? Ini sudah jam 10.25. sedangkan aku harus sudah sampai dibandara.” Ucapku tidak sabar.

“tidak bisa. Jalan didepan itu macet, jadi kita harus putar arah dulu. Lagipula saya ini sudah tua tidak bisa cepat cepat membawa mobil.” Ucap supir taksi itu membuatku kesal. Bandara sudah tidak jauh lagi dari tempatku ini. lebih baik aku lari saja.

“ahjussi, tidak usah memutar. saya berhenti disini saja. Ini uangnya.” Ucapku menyerahkan uang untuk ahjussi tersebut dan langsung berlari.

“tunggulah sebentar yeolli.” Gumamku.

“hosh hosh, akhirnya sampai juga. Jam berapa sekarang ini?” aku melihat am tanganku

“what?? 10.40? bagaimana bisa? Andwe.. andwee…” ucap ku berteriak teriak seperti orang gila.

TES

Lagi, air mata ku turun untuk chanyeol.

“andwe, yeol.. saranghe.. jeongmal. Yeol!” ucapku masih berteriak. Terlihat disana sudah banyak orang yang mungkin mengira aku gila. Tapi aku tidak peduli.

“noona. Wae?” ucap chanyeol yang sepertinya kulihat dari matanya bahwa dia sedang khawatir dengan melihatku menangis. Bukankah itu pertanda bahwa dia masih mencintaiku? Tapi, mengapa dia masih ada disini? Bukankah ini sudah waktunya dia berangkat? Mungkin di delay.

“yeol? Kau punya waktu?” dia tidak menjawab pertanyaanku

“let’s talk.” Ucapku serius padanya.

“ok.” Jawabnya singkat.

Aku menghirup napas dalam dalam. Dan mulai berkata.

“yeol, please stay. I’ve been loving you for quite some time. You thing that it’s funny when I’m mad.  But I thing that it’s best if we both stay. Don’t you know? No one else is gonna love me when I get mad. And I just like hanging out with you all the time.” Ucapku. Dan sekarang dapat kulihat senyum chanyeol mengembang.

“apa kau tau? Aku sangat merindukanmu, yeol. Saat aku sedih, bahkan bukan kau yang menghiburku tapi baekhyun.” Senyumnya menghilang saat aku mengucapkan nama baekhyun.

“tapi, dia tidak mencintaiku dengan tulus seperti kau mencintaiku yeol. Bahkan saat aku bersendawa dan buang angin pun. Hufh.. hanya gara gara itu dia pergi meninggalkanku. Dan karenanya aku menemuka seorang namja yang menatapku sinis, dan besoknya namja misterius itu mengucapkan maaf kepadaku padahal aku tidak mengenal namja itu. Dan menurutku, namja itu sangat mirip dengan mu. Ucapku panjang lebar.

“hahahaha…” chanyeol tertawa. Dan membuatku menatapnya bingung.

“chagi. Kita tidak pernah putus. Dan nado jeongmal saranghe. Kau tidak tau betapa tersiksanya aku saat menjauhimu chagi. Jadilah, aku selalu menyamar jika bertemu dengenmu. Aku selalu ada didekatmu jika kau menyadarinya. Aku selalu melihat kau dan baekhyun yang tertawa bersama sama. Aku juga melihat bahwa baekhyun yang tidak suka dengan kelakuan bodohmu itu. Dan apa kau tau? Pria bermasker itu adalah seseorang yang bernama PARK CHANYEOL.” Ucap chanyeol

“mwo??!” kagetku. Tapi, aku sudah mulai senang karena chanyeol sudah memanggilku dengan kata kata chagi lagi.

“ne, chagi. Sebenarnya, akulah yang membayar makananmu itu. Karena sepertinya kau tidak membawa uang saat itu. Dan kulihat juga, baekhyun kabur darimu. Maka dari itu aku membayar makananmu secara diam diam. Dan saat itu, aku mendengar mu menggumam bahwa baekhyun lah yang membayar  makananmu. Tentu saja aku marah, makanya aku menatapmu sinis.” Ucap chanyeol

“saranghe.” Ucapku tulus.

“aku lebih mencintaimu daripada yang kau bayangkan.” Ucap chanyeol tulus.

“jadi, aku masih menjadi yeoja chingu mu kan?” ucapku senang dan mulai memperlihatkan eye smile ku.

“yes, of course. And I’m still your boyfriend.” Ucap chanyeol. “jangan menangis lagi ya chagi.” Ucap chanyeol.

“ne chagi. sampai kapan pesawat mu di delay yeolli? Aku tidak ingin kehilanganmu.tetaplah di seoul bersamaku. Kumohon.” Ucapku dengan puppy eyes.

“mwo? Pesawat? Seoul? Memangnya aku akan pergi kemana chagi?” Tanya chanyeol.

“kata suho kau akan ke paris dengan eommamu jam 10.35, dan tadi aku sampai di bandara jam 10.40 makanya aku menangis seperti orang gila tadi. Tapi kulihat ada kau didepanku, kukira pesawatmu itu lagi di delay.” Ucapku polos

“hahahahaha.” Chanyeol tertawa sampai memegang perutnya.

“chagi. Kau percaya dengannya?” ucapnya masih dengan twanya sedangkan aku hanya menatapnya bingung.

“ok, chagi. Jadi begini, aku ke bandara hari ini karena memang eomma ku akan pergi ke paris, tapi dia hanya sendiri. Tentu saja aku akan tetap di seoul. Eomma ku kan tau bahwa aku sangat mencintai gadis tua bernama Tiffany Hwang itu.” Ucap chanyeol masih dengan kekehan kecilnya.

“jadi? Suho bohong?” tanyaku polos.

“ya, kira kira seperi itulah.” Ucap chanyeol santai.

“SUHOO!!!” teriakku kesal. Sedangkan chanyeol menutup telinganya.

“chagi? Kenapa suaramu sangat besar?” Tanya chanyeol polos.

THE END

Gimana gimana?? Keep RCL ya

16 thoughts on “[Freelance] Stay Stay Stay

  1. Ceritanya kecepetan terus aku agak bingung juga eonnie tapi bagus kok

    Sering2 bikin ff angst baekyeon/baekfany/chanfany ya eonnie

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s