Wrecking Ball (Chapter 1)

wreckingball

Wrecking Ball

[icydork]

Main Cast : Kim Minseok and Lee Sunny

Genre : Romance, Sad, Angst | Rated for Teen

[Kalimat yang di italic itu pikiran Minseok]

Sinar matahari yang berwarna oranye itu menyinari permukaan Seoul ini. Salju-salju yang mulai mencair karena sinar matahari tersebut baru saja diinjak oleh seorang pria yang berparas tinggi. Rambutnya yang berwarna coklat kepriangan itu berkilau memikat mata. Dia memandangi matahari yang mulai terbenam itu lalu tersenyum sekilas.

Seandainya tidak banyak tembok yang menghalangi kita, kita pasti akan bersama.

.

.

.

Musim gugur yang dikenal sebagai musim penyambut musim salju itu selalu menjadi musim terbaik bagi mereka yang berpasangan. Mereka pasti berjalan di taman sambil berdiri dibawah pohon yang daunnya berwarna kuning kecoklatan berjatuhan diatas kepala mereka. Setelah itu mereka akan tertawa lalu mengambil beberapa pose untuk dijadikan kenangan untuk mereka lalu mereka akan tertawa dan berpelukan.

Kim Minseok, pria yang tampan itu sering sekali mengunjungi taman tersebut. Dengan mantel hitam yang tebal dan kedua tangan yang dia masukkan ke dalam saku mantelnya. Menurutnya, hal tersebut sangat membuatnya tenang. Melihat kebahagiaan orang saja sudah bisa membuatnya bahagia.

Dia duduk di bangku taman yang panjang lalu mengeluarkan sebuah buku kecil yang ditulis oleh seorang motivator. Inilah kegiatan rutinnya ketika musim gugur. Seusai dari jam kuliahnya, dia akan langsung pulang ke apartment-nya dan menghabiskan waktunya di taman ini.

Sebenarnya keinginan dia itu duduk berdua disini bersama temannya. Teman yang hanya tahu namanya saja. Ya, temannya itu seorang wanita yang sangat anggun, cantik, dan baik hati. Dia mengambil jurusan bahasa asing di universitasnya dan Minseok hanya bisa menatapnya dari bus yang mereka tumpangi bersama.

Minseok merenggangkan otot lehernya yang mulai menegang dengan cara menengok ke kanan dan kiri. Namun, tengoknya ke arah kiri tidak pernah kembali lagi ke buku tersebut.

Tentu saja.

Wanita yang selalu dia kagumi dan dia perhatikan secara diam-diam masuk ke dalam penglihatannya. Diluar kesadarannya, Minseok mengukir senyumannya kepada wanita itu dan wanita itu membalasnya. Saat itu juga wajah Minseok memerah seketika.

Wanita itu berjalan ke arah Minseok. Minseok panik. Dia langsung menutup bukunya dengan cepat dan memasukkannya ke dalam saku mantelnya lalu langsung duduk tegak dengan canggung. Dia juga merapikan sedikit mantelnya.

“Permisi, bolehkah aku duduk disini?” Tanya wanita itu.

Minseok menengok dan tersenyum canggung, “Te-tentu saja.”

Suara Minseok terdengar bergetar. Tentu saja, dia berhadapan dengan wanita yang dia kagumi.

“Terima kasih.” Wanita itu duduk di sebelah Minseok lalu mengeluarkan ponselnya serta headset-nya.

Minseok hanya duduk diam sambil memerhatikan daun yang berjatuhan dari rantingnya lalu menghempaskan nafasnya.

Mengapa aku tidak mempunyai keberanian?

“Namamu siapa?” Tanya wanita itu.

Sial, seharusnya aku yang memulai percakapan ini.

“Na-namku Kim Minseok. Panggil saja Minseok.” Jawab Minseok dengan gugup lagi.

“Oh, nama yang bagus.” Respon wanita itu.

Tu-tunggu, kenapa dia tidak menyebutkan namanya? Ah, tentu saja!

“Namamu?” Tanya Minseok.

Wanita itu tersenyum sekilas, “Lee Sunny.”

“Nama yang bagus. Lebih bagus dariku.” Ucap Minseok.

Sunny menggeleng sekilas, “Tidak. Namamu juga bagus. Lebih tepatnya, semua nama mempunyai karakter dan makna tersendiri. Semua nama itu bagus.”

Tak heran jika Minseok selalu mengagumi wanita ini. Dia benar-benar bijak. Sunny pun memakai headset-nya dan mulai memutar lagu yang disimpan di ponselnya sambil menikmati angin yang berhembus di sore hari ini.

“Sunny-ssi?” Panggil Minseok.

Tidak ada jawaban.

Sekilas pikiran buruk melintas di pikiran Minseok. Dia pikir Sunny mengacuhkannya. Akhirnya dia pun menoleh ke Sunny dan mendapati diri Sunny sedang duduk dengan telinga yang ditutupi dengan headset.

Minseok malu. Mengapa dia bodoh sekali?

“Sunny-ssi?” Masih tidak ada jawaban yang muncul dari Sunny.

Sebenarnya Minseok mau saja menepuk bahu Sunny namun mereka baru saja mengenal diri mereka satu sama lain. Minseok tidak boleh seberani itu.

“Sun—“

“Aish!” Sunny mengeluh. Jantung Minseok hampir lepas dari tempatnya. Pasti Sunny ingin mengocehi Minseok yang sedari tadi memanggilnya.

Dengan cepat, Minseok menggeser posisi duduknya untuk agak menjauh dari Sunny sedangkan Sunny mencopotkan headset-nya dengan malas.

“Maaf.” Sebuah kata keluar dari mulut Minseok.

Sunny menoleh dengan kebingungan, “Untuk?”

“Aku sudah mengganggumu, Sunny-ssi.”

Sunny terkekeh pelan, “Tidak. Kau tidak mengangguku sama sekali. Lagi pula, apa yang kau lakukan sehingga mengangguku, hm?”

“Barusan kau mengeluh karena aku panggil bukan?” Minseok bertanya layaknya pria bodoh.

Tawa Sunny hampir meledak saat itu juga, “Tidak. Headset-ku rusak.”

“Be-benarkah?” Tanya Minseok.

Sunny mengangguk, “Tentu saja. Tapi,” Sunny memasukkan ponselnya ke dalam sakunya, “Kau bilang tadi bahwa kau menganggilku. Untuk apa?”

Skakmat untuk Minseok.

“Ti-tidak. Tidak apa-apa. Sungguh. Ya. Tidak apa-apa.” Jawab Minseok dengan gugup dan berulang kali.

Sunny tertawa pelan sambil memukul pundah Minseok, “Minseok, kau lucu!”

Kini Minseok merasa bahwa dirinya adalah pria terbodoh dan teridiot di muka bumi ini.

“Oh yah? Terima kasih. Tapi, aku bukan orang yang humoris.” Minseok berusaha menaikkan citra dirinya dihadapan Sunny sebagai pria tampan-dingin-berwawasan luas.

“Haha, mungkin aku yang humoris?” Sunny masih tertawa sedikit sambil bertanya sendiri. Minseok merasa nyaman akan hal itu.

Satu tembok sudah kuhancurkan.

Ya, memang satu tembok sudah dihancurkan Minseok. Tembok yang menghalangi dirinya dan Sunny. Namun, dia tidak sadar bahwa masih ada ratusan tembok yang menghalangi diri mereka.

To Be Continue

4 thoughts on “Wrecking Ball (Chapter 1)

  1. pegel senyum senyum sendiri(?) sampe baca ulang 5 kali mah ada /yaterus
    sweeeeeeeetttt, gaya bahasanya aku suka^^ kaliamat terakhirnya bikin penasaran~_~ setuju sama chingu diatas, ga tau mau kritik apa;;

    tapi ini kenapa yg comment dikit?-_- bikin authornya ga semangat terus ga dilanjutin gimana ;A; apa karna cast nya sunxiu? Lah perasaan pada minta ff exosun=____=
    hew, keep writing thor, fighting!~

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s