THE WITCH HUNTERS [PROLOG]

the witch hunters

|| Tittle : THE WITCH HUNTERS || Author : JeniHwang ||  Main Casts : KRIS , YURI || Other Casts : TIFFANY, JESSICA, LUHAN, TAEYEON, LEETEUK, dll || Genre : FANTASY, FAMILY, FRIENDSHIP, ACTION, ROMANCE || Length : CHAPTERED ||

Author’s Talk : 
Halo, Jeni kembali dengan FF baru nih.. Disini kita ga akan peduliin marga tiap cats(?) Ini baru prolog ya.. mungkin mirip sama sebuah film kartun ya cerita ini, tp ini akan berbeda dari yg kartun(?) Disini juga ga ada marga – marga .Maaf kalau banyak typo.. Selamat membaca!!❤

**** 

            Malam ini terasa sangat mencekam. Malam bulan purnama yang ditemani oleh auman serigala yang terdengar ditengah – tengah keheningan dan angin yang bertiup cukup kencang.

 

Seorang pria paruh baya berjalan keluar hutan sambil membawa lenteranya. Langkah kakinya terdengar cepat dan wajahnya gusar. Ia keluar dari hutan dan menuju ke rumahnya yang berada sedikit diluar hutan.

 

Pria itu membuka pintu rumahnya. Seorang wanita yang adalah istrinya terlonjak kaget. Wanita itu sedang menatap keluar rumah dari jendelanya dan segera menutup tirai begitu pintu terbuka. Ia menghela napas begitu mengetahui bahwa suaminya lah yang datang.

Istrinya duduk di salah satu kursi di meja makan itu. Ia terlihat depresi.

 

“Taeyeon, apa yang harus kita lakukan sekarang…?” Kata pria itu kepada istrinya.

 

“Sebentar lagi warga yang penuh amarah akan datang Teukie…,..Segera bawa mereka ke hutan. Sekarang.” Jawab Taeyeon dengan seulas senyum terpaksa.

 

“Tak bisakah kau melawannya? Atau paling tidak memberikan penjelasan kepada mereka semua Taeyeon” Kata Leeteuk.

 

“Mereka tidak pernah mau mendengarkan penjelasan kita yeobo. Menggunakan kekuatanku melawan para manusia itu? Tidak akan pernah.. Sudahlah, bawa saja mereka berdua jauh dari sini. Sejauh yang kau bisa..” Kata Taeyeon dengan mimic muka tegas.

Pria itu, Leeteuk, hanya bisa terdiam. Ia segera ke kamar anak – anaknya, Kris dan Yuri.

 

Kris dan Yuri yang memang sudah terlihat gelisah sejak beberapa waktu lalu, terkejut dengan kehadiran aboejinya di kamar mereka.

“Ikut aboeji sekarang…” kata Leeteuk dengan muka yang terlihat gusar. Kris dan Yuri tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Mereka berdua hanya mengikuti ayahnya saja.

 

Leeteuk membawa kedua anaknya itu jauh ke dalam hutan. Sangat jauh sampai mungkin akan sulit untuk ditemukan.

Kris yang saat itu berusia 13 tahun, dan Yuri yang berusia 12 tahun, heran dengan sikap aboejinya. Begitu tiba ditempat yang Leeteuk rasa cukup, ia segera berhenti dan menatap kedua anaknya itu.

 

“Kalian diamlah disini, aboeji akan segera kembali.” Kata Leeteuk kepada anak – anaknya. Leeteuk berusaha terlihat biasa saja walau mimic kecemasan terpancar di wajahnya.

 

“Tunggu!” Kata kris

“Andwae aboeji!” Kata Yuri sambil menarik lengan aboejinya

 

“Sudah ku bilang diam dan tetap disini!” Kata Leeteuk sedikit membentak, membuat kedua anaknya terdiam.

 

Leeteuk menarik nafas perlahan dan melepaskan genggaman tangan Yuri. Ia segera berbalik meninggalkan Kris dan Yuri yang masih terlihat ketakutan. Siapa yang tidak akan takut berada di tengah hutan bukan?

Kris dan Yuri menatap ayahnya yang semakin jauh dari pandangan mereka.

 

“Aboeji!! Aboeji!!” teriak mereka berdua bersamaan. Tapi Leeteuk terus melangkah.

 

Setelah cukup jauh, Leeteuk memadamkan lenteranya agar tidak meinggalkan jejak.

 

Hari semakin gelap, Kris dan Yuri hanya bisa terduduk diatas sebuah batu besar. Yuri terlihat gelisah, dan Kris memeluk adiknya itu. Suasana hutan semakin mencekam bagi kedua anak kecil itu. Bunyi – bunyi aneh terdengar disekitar mereka.

 

Yuri pun memutuskan untuk tidak diam saja. Ia melirik gegenya itu seolah meminta persetujuan untuk terus berjalan dan tidak berdiam diri. Kris pun mengangguk. Kedua kakak beradik itu pun bangkit dari duduk mereka dan mulai berjalan tanpa arah tujuan. Sesekali mereka tersangkut diantara semak belukar atau tersandung oleh akar pohon yang menjalar panjang.

 

Tak lama kemudian, mereka berdua menemukan sebuah gubuk kecil yang terlihat sangat cantik dan menarik. Gubuk dengan dinding berlapiskan berbagai jenis permen warna – warni. Atapnya dan cerobong asapnya pun terbuat dari permen. Kris dan yuri kecil sangat terpukau melihat itu semua. Mereka semakin mendekati gubuk itu. Disekitar gubuk terlihat sangat sunyi.

 

Kris dan Yuri, pelan tapi pasti, mulai mendekati gubuk itu.. Mereka berharap ada seseorang disana yang dapat membantu mereka untuk pulang atau setidaknya mengijinkan mereka berdua untuk bermalam.

 

Tapi mereka berdua tidak menyadari, sesuatu yang buruk akan menimpa mereka, bila mereka memasuki gubuk itu..

 

**TBC**

38 thoughts on “THE WITCH HUNTERS [PROLOG]

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s