Love in SM Academy [Chapter 16]

love-in-sm-academy-by-kang-taehee

Author : Kang Taehee

Artworker : V-signed

Title : Love in SM Academy

Genre : friendship, romance, schoolife

Rating : PG – 15

Length : Chapter

Cast :

SNSD Jessica

SNSD Taeyeon

SNSD Tiffany

SNSD Yoona

EXO K Kai

EXO K Chanyeol

EXO K Kyungsoo

EXO M Luhan

EXO M Kris

F(x) Sulli

F(x) Victoria

note : Pertama-tama saya beneran minta maaf banget sama para readers. kemarin saya bilang mau post tanggal tiga malah dipostnya tanggal empat. jujur, sebenernya dari kemarin udah jadi. tapi ada halangan buat ngepost. saya bener-bener minta maaf. sebagai gantinya saya bakal bikin drabble collection buat kalian. udah jadi sih drabblenya, cuma saya nungguin posternya dulu. pas posternya jadi saya bakal post kumpulan drabble itu. maaf ya sekali lagi.

================

                Kali ini Tiffany benar-benar tak dapat menahan senyumannya saat dirinya selesai memfoto pemandangan yang cukup menarik perhatiannya. Setelah benar-benar meyakinkan dirinya dan bertanya apakah itu Jessica atau bukan pada Yuri, Tiffany sekarang yakin bahwa gadis yang sedang duduk di bar dengan seorang pria itu adalah Jessica. salah satu sudut bibirnya terlihat terangkat ke atas. Seakan kejadian beberapa hari lalu saat dirinya menjahili Jessica itu tak cukup, nampaknya kali ini Tiffany memiliki niat jahat lain untuk membuat kehidupan Jessica di SM Academy itu seperti di neraka dengan foto yang dia miliki saat ini.

“ kudengar Sooyeon pulang dan akan kembali ke SM Academy setelah dua hari izin.” Ujar Yuri pada Tiffany saat Tiffany berhasil mendokumentasikan Jessica dengan lelaki yang tak lain dan tak bukan adalah Luhan. Tiffany terlihat menatap Yuri tak percaya. Detik berikutnya gadis itu terlihat mengangkat salah satu sudut bibirnya. Setidaknya rencananya untuk memberi pelajaran pada murid Z Class yang banyak tingkah seperti Jessica telah berhasil. Dan sekarang nampaknya Tiffany belum puas, menyebarkan foto Jessica bersama lelaki di club malam sepertinya akan menjadi hadiah terbaik menyambut kedatangan gadis itu kembali ke SM Academy.

“ acara kabur hari ini benar-benar tidak sia-sia. Kupikir akan sangat menyedihkan. Tapi ternyata kita mendapat pemandangan yang tak disangka-sangka. Aku jadi bingung, mengapa Sooyeon ada di tempat seperti ini. Murid Z Class mana mungkin mampu membayar minuman disini.” Ujar Tiffany terdengar seperti sedikit merendahkan Jessica.

“ atau mungkin Sooyeon menjual diri?” tanya Yuri membuat Tiffany membulatkan mulutnya seperti huruf ‘o’. Sekarang keduanya terlihat saling berpandangan satu sama lain. Mati kau jessica, ujar Tiffany dalam hati.

***

                Entah kebetulan dan kesialan apa bagi Jessica untuk malam ini, berkali-kali dia mendapati beberapa murid A Class berada di Club yang Jessica, Victoria, Kris, serta Luhan kunjungi membuatnya harus menyembunyikan wajahnya dengan menundukkan kepalanya tersebut. tadinya, dia mengunjungi club ini untuk melepaskan rasa stresnya, tapi sekarang Jessica hanya bisa duduk di bar bersama Luhan lalu membiarkan Victoria dan Kris yang sepertinya sedang asik untuk menari.

“ mau pulang?” tanya Luhan membuat Jessica mengalihkan pandangannya pada lelaki berdarah China itu tanpa menjawab pertanyaannya sama sekali. Jessica yang sedaritadi terus memasang wajah gelisahnya membuat Luhan tahu bahwa gadis itu benar-benar tak nyaman berada di tempat ini, entah untuk alasan apa.

“ Jess…” belum sempat Luhan menyelesaikan perkataannya, tangan Jessica terlihat meraih tangan Luhan disertai dengan senyuman Jessica yang memang dia tujukan pada Luhan, membuat Luhan mau tak mau harus speechless. Luhan memang selalu berhasil dibuat bungkam karena senyuman Jessica yang menurutnya sangat manis itu.

“ ayo.” Ujar Jessica sambil menarik Luhan untuk mengikutinya, sementara Luhan hanya bisa pasrah jika pada akhirnya Jessica mengajaknya pulang dan membiarkan dirinya mendengar omelan sehari semalam dari Kris dan Victoria karena meninggalkan mereka berdua, sebenarnya ini bukan salah Jessica. toh Luhan lah yang menawarkan Jessica untuk pulang kali ini.

“ kita menunggu Victoria dan Kris di mobil saja.” ujar Jessica berbicara pada Luhan dengan pandangan selalu ditujukan pada lelaki itu. Sepertinya Jessica tahu apa yang ada di pikiran Luhan saat in, Jessica tahu jika dirinya meminta Luhan untuk pulang bersamanya meninggalkan Victoria dan Kris, pasti kedua manusia itu akan mengomeli Luhan habis-habisan. Dan baginya sudah cukup membuat lelaki yang pernah menjalin hubungan spesial dengannya itu sangat repot. Sudah seharian penuh Luhan mendengarkan keluhannya, rasanya Jessica tak akan tega jika setelah ini Victoria dan Kris memberikan ceramah panjang pada lelaki tampan itu.

“ aku tau kau ta…” “ aw” ringis Jessica saat dirinya tak sengaja menabrak seseorang karena dirinya terus sibuk berbicara dengan Luhan ketika berjalan. Untung saja dengan cepat Luhan menahan tubuh Jessica sehingga gadis itu tidak terjatuh. Dalam hati, Jessica terus merutuki dirinya sendiri. Harusnya dia tidak boleh seceroboh ini. bagaimana jika yang ditabraknya adalah murid A Class, karena tadi Jessica banyak sekali melihat murid A Class yang berkeliaran disini untuk sekedar melarikan diri.

“ Jess. Hati-hati. Lihatlah jalan, jangan terus memandangiku.” Keluh Luhan sedikit menggoda gadis itu membuat Jessica mendengus sebal sambil menatap Luhan yang sedang membantunya itu dengan pandangan kesal. Ini bukan salahnya, lagipula ketika kita mengobrol dengan seseorang, maka kita harus melihat lawan bicara yang sedang berbicara pada kita.

“ ah. Mianhae. aku sedang tak berkonsentrasi.” Ujar Jessica sambil membungkukkan badannya tanpa melihat siapa orang yang ditabrak olehnya tersebut. sementara orang yang ditabrak oleh Jessica terdengar menghela nafas berat.

“ nona, bisakah kau….” perkataan orang tersebut terasa terputus begitu saja saat melihat bahwa Jessicalah orang yang dirinya tabrak. Niatnya yang tadi akan memarahi orang yang menabraknya itu secara habis-habisan dia urungkan. Sementara itu, respon yang ditujukkan Jessica pun sama seperti orang tersebut. keduanya terlihat terkejut mengetahui siapa yang mereka tabrak. Bahkan rasanya jantung Jessica terasa berhenti berdetak saat melihat lelaki itu lagi. Lelaki yang membuatnya menangis seharian dan merasakan bagaimana rasanya patah hati.

“S..Sooyeon?” perkataan yang terdengar untuk memastikan itu meluncur dari mulut lelaki yang tak lain adalah Kai, dan itu cukup membuat Jessica harus menahan nafasnya. Tubuhnya terasa kaku tak dapat bergerak saat dirinya melihat Kai di hadapannya. Otaknya terasa lumpuh untuk berpikir bagaimana caranya agar lelaki itu percaya bahwa dirinya bukanlah Sooyeon. Ini bukan waktu yang tepat untuk memberitahu Kai, apalagi dengan kondisi terakhir Kai yang belum memaafkannya. Di lain sisi, Kai terlihat menatap Jessica untuk menunggu respon yang diberikan oleh gadis itu. Setidaknya lelaki itu bisa lega saat ini. kabar yang didapatnya dari Sulli bahwa Jessica pulang membuatnya berpikir bahwa gadis di hadapannya ini telah kembali ke China, tapi nyatanya tidak.

“ mianhae.” kata-kata itu tiba-tiba saja meluncur dari mulut Kai memecah keheningan antara Jessica, dirinya, dan Luhan. Detik berikutnya Kai menarik tubuh Jessica ke dalam pelukannya, membiarkan gadis itu tahu bahwa dirinya resah tak melihat gadis itu seharian, dirinya merindukan gadis itu.

“ maaf untuk mengabaikan permintaan maafmu. Aku merindukanmu. Kumohon cepat kembali.” Bisik Kai di tengah pelukannya membuat Kai yakin bahwa lelaki yang sedaritadi bersama Jessica, orang yang tak lain dan tak bukan adalah Luhan itu tak mendengarkan apa yang Kai katakan.

Jessica terlihat terisak pelan dalam pelukan Kai. kepalanya terlihat menggeleng kuat. Dengan setengah hati, Jessica mendorong tubuh Kai agar melepaskan pelukannya. Ini salah, Kai hanya tahu dirinya adalah Sooyeon. Kai tak mengetahui identitasnya. Dan Jessica pikir semuanya percuma, jika Kai mengetahui identitasnya, lelaki itu hanya akan marah padanya.

“ n.. nuguseyeo? A.. aku J..jessica. b.. bukan S..sooyeon. kau salah orang.” ujar Jessica terlihat sedikit panik membuat Kai tersenyum kecut menyembunyikan rasa kecewanya. Dia pikir dengan menerima permintaan maaf Jessica beberapa hari lalu akan membuat semuanya selesai. Tapi nyatanya sekarang Jessica pura-pura tak mengenalinya. Sekarang, pandangan Kai terlihat beralih pada Luhan yang sedaritadi menonton dirinya dan Jessica dengan pandangan cukup bingung. Kai terlihat melemparkan senyuman yang bahkan terlihat seperti meremehkan Luhan. Ya, Kai tahu, lelaki itu adalah saingan terberatnya setelah Baekhyun pergi. Harusnya Kai juga sadar, jika Jessica tak akan mungkin mengaku bahwa dirinya adalah Sooyeon di hadapan Luhan. Satu hal yang harus Kai ingat, bahwa saat ini gadis itu bukanlah Sooyeon yang membuat hatinya kalang-kabut dari pagi, tapi kali ini gadis itu telah berubah menjadi Jung Jessica, seorang yang merupakan cucu dari mantan presiden Korea Selatan.

“ maaf telah memeluk kekasihmu sembarangan. Tapi dia benar-benar mirip dengan seseorang yang sangat berarti untukku.” Ujar Kai sambil memaksakan senyumnya pada Luhan tak lupa pula membungkukkan badannya sebelum dirinya pergi meninggalkan Jessica yang terlihat menundukkan kepalanya. Mendengar Kai mengatakan bahwa Sooyeon sangat berarti bagi lelaki itu, membuatnya senang. Tapi di lain sisi dirinya kecewa, bagaimana jika yang berarti bagi Kai itu Jung Sooyeon? Bagaimana perasaan Kai terhadap dirinya saat dirinya masuk A Class dan berubah menjadi Jessica Jung?

***

“ jika kau ingin pulang dan menangis, lebih baik kita pulang dan tinggalkan Kris dan Victoria saja.” ujar Luhan saat dirinya dan Jessica sedang berada di mobil. Lelaki itu terlihat menatap ke depan tanpa menoleh ke arah Jessica sedikit pun. Entah mengapa, perasaan yang tadinya biasa saja terhadap Jessica yang seharian menangisi Kai pun sekarang berubah. Ya, Luhan memang tak rela saat melihat gadis yang dia sayangi itu dipeluk oleh lelaki lain seperti tadi.

“ maaf.” Hanya kata itu yang bisa Jessica lontarkan pada Luhan. Sedangkan Luhan hanya tersenyum sinis mendengar hal itu. Dia bosan mendengarkan permintaan maaf dari Jessica. Luhan tak munafik bahwa terkadang dia lelah hanya Jessica anggap sebagai sahabat serta sandaran. Luhan ingin lebih dari itu. Luhan kecewa Jessica bahkan lebih memilih Kai.

“ maaf tak akan membuat perasaanmu berubah menjadi mencintaiku kan Jess? Untuk apa kau meminta maaf?” ujar Luhan dengan nada dinginnya membuat Jessica menoleh ke arah Luhan dengan senyuman pahit yang terukir di bibir mungilnya. Luhan terlihat menghela nafas panjang. Setidaknya sekarang Luhan sudah mengungkapkan sedikit rasa lelah di hatinya. Setidaknya kali ini lewat perkataannya itu gadis yang Luhan cintai dapat mengetahui perasaannya.

“ mengapa kau tiba-tiba berkata seperti itu?”

“ karena aku mencintaimu, Jess. Tak bisakah kau kembali ke China dan seperti dulu lagi?”

Luhan terlihat mengusap-ngusap wajahnya sambil beberapakali menghela nafas panjang. Ini tak seperti dirinya yang biasa bersifat tenang. Tapi bagaimana pun juga Luhan bukanlah seorang malaikat. Saat dirinya benar-benar tak rela untuk melepaskan Jessica sepenuhnya untuk Kai, tentu saja dirinya akan seperti saat ini. Luhan tak bisa membayangkan bagaimana jika nanti Jessica bahkan tak lagi membutuhkannya, dia tak mau posisi dirinya di hati Jessica tergantikan oleh Kai.

“ tapi Luhan, kita tidak bisa lebih dari sahabat. Mianhae.”

***

                Sulli hanya bisa menghela nafas berat melihat bangku di sebelahnya yang lagi-lagi terlihat kosong untuk hari ini. sudah dua hari Jessica menghilang dan tak terdengar kabarnya. Hal itu cukup membuat Sulli bahkan Taeyeon khawatir jika Jessica tak akan kembali ke SM Academy. Well, semua orang pasti akan memilih pindah sekolah jika dirinya terus-terusan dibully di sekolahnya.

“ Jung Sooyeon.” Absen guru mata pelajaran pertama yang mengajar di Z Class. namun tak ada jawaban karena si empunya nama tak belum juga hadir hari ini. Guru itu terlihat menghela nafas berat seperti telah mengingat sesuatu.

“ Oh iya. Jung Sooyeon telah pindah. Sepertinya aku harus memberitahu ini pada kalian. Kalian mungkin bingung mengapa Sooyeon tak kunjung hadir dari dua hari yang lalu.” Sontak pernyataan yang dikatakan oleh guru mata pelajaran matematika itu membuat seisi kelas gaduh. Sementara Taeyeon dan Sulli terlihat menundukkan kepalanya. Kedua gadis itu tentu saja merasa kehilangan karena mereka berdua telah menganggap Sooyeon sebagai sahabat mereka. Apalagi Taeyeon merasa masih hutang banyak terimakasih pada Jessica.

“ tapi songsaenim, bagaimana bisa Sooyeon menyia-nyiakan sekolah gratis? Sekolah untuk sekarang itu sangat mahal. Lagipula, bukankah murid Z Class datang ke sekolah ini karena mereka kekurangan?” Ujar salah satu murid Z Class. memang cukup aneh melihat Jessica yang bisa keluar-masuk kelas ini dengan seenaknya. Pertama, Jessica tidak masuk kelas Z Class dari tingkat pertama. Kedua, Jessica pun keluar dari kelas ini juga dengan seenaknya.

“ ya, siapa yang tahu identitas Sooyeon yang sebenarnya, kan?” ujar guru matematika itu membuat murid kelas Z Class bertanya-tanya. Apakah guru tersebut memberikan petunjuk bahwa Sooyeon itu bukanlah dari golongan kelas bawah.

***

                Kai bangkit dari duduknya sambil menatap wanita di hadapannya dengan pandangan yang cukup tajam setelah dia menerima tamparan cukup keras dari wanita tersebut. semua orang di caffetaria SM Academy terlihat mengalihkan perhatiannya pada Kai, serta Sulli orang yang memberikan tamparan bagi Kai. Kai yang memang sedang makan di ruangan khusus kelas A Class pun membuat beberapa murid A Class memberikan pandangan sinis pada Sulli karena telah menginjakkan kaki di wilayah yang tak seharusnya dia datangi.

“ maksudmu apa dari tamparan itu?” ujar Kai dingin dengan emosi yang harus dia tahan karena orang di hadapannya adalah wanita dan tak mungkin baginya untuk bersikap kasar pada wanita. Apalagi sekarang Chanyeol ada, lelaki itu akan memprotesnya jika Kai mencari masalah pada Sulli.

“ itu karena kau telah membuat Sooyeon pindah.” Ujar Sulli murka, berbeda dengan Kai yang terlihat biasa saja saat mendengar kabar bahwa Jessica pindah. Hal ini tidak mengagetkan untuk Kai, apalagi dengan kejadian tadi malam saat Jessica bersama lelaki China bernama Luhan tersebut. Kai yakin, sekarang mungkin Jessica sudah pindah ke China.

“ lalu apa yang telah aku lakukan hingga membuat Sooyeon pindah?” tanya Kai terdengar cukup pelan. Kejadian tadi malam benar-benar membekaskan luka di hatinya. Kenyataan bahwa Sooyeon pura-pura tak mengenalnya saat gadis itu bersama Luhan membuat Kai sadar bahwa Kai bahkan bukanlah siapa-siapa bagi Sooyeon. Bahkan saat Kai meminta maaf dan mengatakan bahwa Kai telah memaafkan Sooyeon, gadis itu seolah tidak peduli.

“ itu kemauan Sooyeon untuk pindah. Kau tak bisa menyalahkanku begitu saja, Sulli. Tanyakan saja pada Sooyeon mengapa dia…”

“ tapi jika kau tak memulai untuk mempermainkan Sooyeon, lalu kau memaafkannya, semuanya tak akan seperti ini.” ujar Sulli memotong perkataan Kai. gadis itu terlihat membuang mukanya dari Kai. kepalanya terlihat menunduk. Bahunya yang terlihat bergetar menandakan bahwa gadis tersebut sedang menyembunyikan tangisnya.

“ kau tau apa-apa, Choi Sulli.” Ujar Kai sinis seolah terlihat tak peduli dengan tangisan gadis yang ada di hadapannya itu. Sulli hanya tertawa menyedihkan di sela-sela tangisnya tersebut. tangannya terlihat menyeka airmatanya yang keluar sebelum akhirnya dia mendongakkan kepalanya lalu berbicara “ memang apa yang aku tak ketahui? Bukankah sudah jelas kau yang pertama kali mempermainkan Sooyeon. Kau dan Tiffany yang pertama berlaku kejam pada Sooyeon.”

Sulli terlihat menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya setelah berbicara dengan nada membentak pada Kai. Taeyeon, sahabat yang sedaritadi hanya diam menyaksikan pertengkaran antara Kai dan Sulli pun terlihat memeluk Sulli yang sedang menangis.

“ Ya Tuhan. Mengapa murid Z Class bisa menginjakkan kaki disini? Menjijikkan. Bagaimana jika tempat ini menjadi tidak higienis lagi?” suara yang sangat seluruh murid A Class maupun Z Class hapal terdengar memecah keheningan di tengah pertengkaran antara Kai maupun Sulli. Siapa lagi kalau bukan Tiffany yang mengatakan hal tersebut, sepertinya seantero sekolah sudah tahu bahwa Tiffany seringkali menghiperbolis perkataannya sehingga terkesan tak mungkin.

“ jika kau hanya ingin menambah masalah antara aku, Sulli, dan Taeyeon lebih baik kau pergi.” Ujar Kai dengan nada dinginnya dan terlihat melangkahkan kakinya untuk kembali duduk melanjutkan makannya. Hanya saja Tiffany tiba-tiba saja menahan tangannya dan menyuruhnya untuk tetap berdiri “ tetaplah berdiri. Rasanya kurang jika aku hanya memberitahu ini pada Sulli dan Taeyeon saja.”

Tangis Sulli terlihat sedikit mereda saat mendengar perkataan yang dilontarkan oleh Tiffany tersebut. pandangan mata Sulli terlihat menatap Tiffany tajam, sedangkan Kai dan Taeyeon terlihat malas mendengar omong kosong dari Tiffany.

“ jangan berkata hal yang tidak mungkin. Aku sudah mengingatkanmu sebelumnya.” Ujar Kai dingin namun hanya mendapat tanggapan senyuman remeh dari Tiffany. Gadis itu terlihat menggerakkan tangannya ke belakangan meminta sesuatu ke arah tepat Yuri berdiri di belakangnya. Sedangkan gadis yang merupakan sahabat derkat Tiffany itu terlihat menyerahkan ponselnya pada Tiffany.

“ untuk apa kalian meributkan Sooyeon? Bahkan gadis menjijikkan itu kemarin pergi ke club malam. Dan..”

“ berarti kau juga menjijikkan Tiff. Kemarin juga kau kan pergi ke club malam.” Ujar Chanyeol tanpa sadar telah memotong perkataan Tiffany. ekspresi Chanyeol yang seolah-olah tak berdosa telah memotong perkataan Tiffany setidaknya membuat Sulli tersenyum tipis karena melihat wajah Tiffany yang sepertinya sudah siap memakan Chanyeol bulat-bulat.

“ Park Chanyeol….” geram Tiffany sambil menatap lelaki itu tajam namun yang dipandangi bahkan tak memedulikannya sama sekali. Chanyeol bahkan terlihat menyibukkan dirinya dengan minumannya.

“ jadi apa yang kau katakan selain melihat Sooyeon pergi ke club, huh?” sinis Sulli yang sudah benar-benar muak dengan omong kosong yang dilontarkan oleh Tiffany.

“ dia bermesraan dengan seorang laki-laki. Ah, atau mungkin setelah keluar dari SM Academy dia menjadi pegawai prostitusi? Bukankah banyak murid Z Class yang membutuhkan uang.” Ejek Tiffany benar-benar membuat Sulli hampir saja menamparnya jika gadis itu tak ingat bahwa Tiffany adalah perempuan sepertinya. Baik Sulli maupun Taeyeon terlihat tak terima saat Tiffany merendahkan kelasnya. sedangkan Kai hanya tersenyum kecut mendengar perkataan Tiffany tersebut. Dia tahu siapa lelaki yang Tiffany maksud. Ya, siapa lagi jika bukan Luhan.

“ Fany – ah, sebenarnya aku tak mau membuatmu malu karena kau telah menuduh Sooyeon macam-macam. Tapi menurutku ini sudah keterlaluan. Lelaki yang kau lihat itu sahabatnya Sooyeon. Dan asal kau tahu, Sooyeon itu cucu dari mantan presiden kita.” Ujar Chanyeol tiba-tiba tentu saja membuat Tiffany, Sulli, maupun Taeyeon terkejut.

***

Kali ini Manami benar-benar telah memantapkan hatinya. Jika Baekhyun saja bisa pergi ke Kanada tanpa memperdulikan perasaannya, dia juga harus bisa melupakan perasaanya terhadap lelaki itu. Membiarkan dirinya saja yang mencintai Baekhyun sedangkan Baekhyun sendiri mungkin sudah melupakannya membuatnya benar-benar menyedihkan. Terkadang Manami selalu menyesal, andai saja saat Baekhyun dan Kai berada dalam perang dingin untuk merebutkannya saat dulu Manami tidak pergi ke Jepang, mungkin kejadiannya tak akan seperti ini. Andai saja saat itu Manami bisa tegas untuk memilih Baekhyun, mungkin Baekhyun tak akan seperti ini padanya. bagaimana pun juga penyesalan datang saat di akhir, dan semuanya telah terjadi.

“ percuma jika kau terus mengharapkan Baekhyun yang benar-benar memiliki niat untuk melupakanmu dengan pergi ke Kanada.” Ujar Kyungsoo tiba-tiba membuat Manami menoleh ke arah lelaki itu.

“ mengapa kau tak mencoba memperbaiki hubunganmu dan Kai saja? bukankah Kai masih peduli padamu?” usul Kyungsoo membuat Manami terkejut. Gadis itu hanya menggelengkan kepalanya pelan menolak usulan yang diberikan oleh Kyungsoo. Bagaimana bisa Manami memperbaiki hubungannya dengan Kai di saat Kai bahkan sudah tak mencintainya lagi atau bahkan mengharapkan Jessica untuk jadi miliknya.

“ dia sudah tidak mencintaiku, Kyungsoo. Sekarang dia mencintai Jung Sooyeon. Lagipula aku tidak mau menjadikan Kai sebagai pelampiasan.”

“ bagaimana pun juga rasa cinta Kai padamu itu pasti masih ada. Kau cinta pertamanya. Bahkan kalian saling mengenal dari kecil. Kai hanya terbiasa dengan ketidakhadiranmu selama beberapa tahun terakhir.” Ujar Kyungsoo yang memang selalu mendukung hubungan Kai dan Manami. Hal itu karena Kyungsoo sangat mengenal keduanya dari kecil dan Kyungsoo rasa Manami sangat cocok dengan Kai. berbeda sekali dengan Chanyeol yang mendukung hubungan Kai dan Jessica.

“ entalah.” Ujar Manami membalas perkataan Kyungsoo.

***

“ setidaknya aku bisa mengenalmu karena pertengkaran Kai dan Sooyeon yang tak ada habisnya dulu.” Ujar Chanyeol sambil duduk di samping Sulli yang sedang melamun di taman. Ya, sebenarnya gadis itu masih terkejut dengan apa yang Chanyeol katakan tadi di caffetaria SM. Belum lagi Sulli jadi sungkan untuk berteman dengan Jessica jika Jessica benar-benar akan kembali lagi ke SM Academy. Bukan apa-apa, Sulli sebagai murid Z Class merasa tak pantas jika berteman dengan Jessica.

“ tak semua murid A Class memiliki sikap seperti Tiffany. Aku yakin Sooyeon tulus berteman denganmu, Taeyeon, dan murid Z Class yang lain.” Ujar Chanyeol sepertinya tahu apa yang Sulli pikirkan. Sulli hanya mengedikkan bahunya berniat untuk masa bodoh dengan yang apa Chanyeol katakan. Tapi terasa aneh saat Chanyeol bertingkah tidak mengganggu seperti saat ini.

“ Aku rasa sikapmu aneh. Mengapa tak menggangguku?” tanya Sulli bingung sambil mengalihkan pandangannya untuk memandangi Chanyeol yang tepat duduk di sampingnya. Matanya terlihat menyipit lalu memperhatikan penampilan Chanyeol dari atas sampai bawah. Tentu saja hal itu membuat Chanyeol terkekeh pelan.

“ jadi kau rindu aku ganggu? Aha, sudah kuduga. Kau mulai jatuh cinta padaku.” Ujar Chanyeol dengan percaya diri mampu membuat Sulli memasang wajah ingin muntah. Lelaki bertubuh jangkung itu terlihat merangkul pundak Sulli sambil mengacak-ngacak puncak kepala Sulli. Dan entah mengapa Sulli merasa jantungnya berdegup berkali-kali lebih cepat. Dalam hati gadis itu berdoa semoga Chanyeol tak merasakan detak jantungnya tersebut. dan Sulli juga berdoa semoga apa yang dikatakan Chanyeol bahwa dirinya sudah mulai mencintai lelaki itu tida benar.

“ itu bagian dari pendekatanku padamu. Kan aku sudah janji sebelum aku menyatakan cintaku yang kedua kalinya aku akan melakukan pendekatakan padamu. Sikapku tadi kan menyesuaikan dengan moodmu yang sedang buruk. Sebenarnya kurang baik apa aku sebagai calon pacar untukmu?” ujar Chanyeol sambil menaik-turunkan alisnya dan kembali seperti Chanyeol yang selalu mengumbar kata-kata manis untuk Sulli. Sulli terlihat memutar bola matanya sambil berusaha melepaskan rangkulan Chanyeol. Gadis itu memang sedikit tak mempercayai setiap perkataan manis yang Chanyeol berikan padanya. Sulli takut jika pada akhirnya Chanyeol hanya akan mempermainkannya.

“ ya, kau baik. Aku sedang malas berdebat denganmu.” Ujar Sulli dengan nadanya yang dingin membuat Chanyeol terlihat sedikit kecewa. Ya, kecewa karena sangat sulit sekali membuat Sulli bersikap manis padanya.

***

“ berhentilah bermain basket. Aku tahu semenjak pulang sekolah kau bermain basket disini. Kau tak lelah?” teriak Manami pada Kai yang baru saja melakukan shooting bola basket ke ring. Lelaki itu terlihat menoleh ke arah sumber suara saat mendengar suara yang sangat dirinya kenali tersebut. dilihatnya Manami tengah memandanginya dari luar lapangan dengan senyuman yang menghiasi wajah gadis cantik itu.

“ ini untukmu. Kau pasti haus.” Ujar Manami saat Kai berjalan ke hadapannya membuat Kai tersenyum tipis atas tingkah manis yang baru saja Manami lakukan. Cukup lama keheningan menyelimuti Kai dan Manami. Rasanya Kai sedang tidak mood memulai pembicaraan. Sedangkan Manami terus memikirkan apa yang dikatakan oleh Kyungsoo tadi. Haruskah ia mencoba memperbaiki hubungannya dengan Kai agar seperti dulu? Pertanyaan itu terus memenuhi otaknya. Seolah-olah terus mengganggunya jika dirinya belum mengambil keputusan.

“ apakah kau seperti ini saat aku pergi ke Jepang?” ujar Manami entah mengapa tiba-tiba saja menanyakan hal tersebut pada Kai saat suasana antara dirinya dan Kai terus menerus hening. Sementara Kai terlihat sedikit terkejut dengan apa yang baru saja ditanyakan oleh gadis itu.

“ maksudmu?”

“ kau hancur. Kau menyedihkan. Kau benar-benar merasa kehilangan Sooyeon. Apakah saat aku pergi ke Jepang kau juga seperti itu?” tanya Manami entah mengapa merasa sedikit cemburu saat melihat Kai benar-benar rapuh saat Sooyeon pergi. Kai terlihat menghela nafas berat. Sepertinya lelaki itu enggan mengungkit-ngungkit masa lalunya.

“ kumohon jangan bahas…”

“ maaf.” Padahal belum selesai Kai berbicara Manami telah memotongnya dengan perkataan maaf. Kai terlihat menghadap Manami untuk memandangi gadis berdarah Italy-Jepang yang saat ini sedang menundukkan kepalanya tersebut. perlahan Kai terlihat mengangkat dagu gadis itu sehingga pandangan mata mereka benar-benar bertemu. Cukup lama mereka berpandangan. Sampai akhirnya Kai berbicara “ tak usah merasa bersalah. Itu dulu, aku sudah melupakannya.”

“ ta…”

“ aku lelah. Aku pergi lebih dulu.” Ujar Kai meninggalkan Manami yang baru saja akan berbicara padanya.

***

                Jessica benar-benar tak habis pikir dengan sikap Luhan yang tiba-tiba saja berubah menjadi sangat pendiam. Selama seharian penuh ini gadis itu bahkan tak melihat Luhan yang selalu perhatian padanya, yang selalu cerewet padanya. Yang ada hanyalah Luhan yang terus menghindarinya dan terkesan dingin padanya. Ya, semenjak kejadian di mobil kemarin sepertinya Luhan berniat melupakan perasaannya pada gadis itu dengan bersikap dingin padanya.

“ kau menjadi aneh.” Ujar Jessica saat Luhan dan Kris baru saja pulang mengurusi kepindahannya ke A Class. Kris memandangi kedua sahabatnya yang biasanya akur itu dengan pandangan heran. Tak biasanya Luhan mendiamkan Jessica, dan tak biasanya juga Jessica memprotes sikap Luhan.

“ rambutmu kembali seperti dulu kau masih di China. Kau dan Victoria tadi ke salon?” tanya Luhan membuat Jessica menghela nafas berat sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya. Jessica tahu, saat ini Luhan sedang mencoba mengalihkan topik pembicaraan yang tadi. Dan Jessica tak menyukai hal tersebut.

“ jangan mengalihkan pembicaraan, Xi Luhan.” Ujar Jessica dengan nada dinginnya membuat Luhan tahu bahwa gadis itu sedang ingin serius sekarang dan tak ingin Luhan mengalihkan pembicaraannya. Luhan terlihat menghela nafas berat. Sepertinya sia-sia saja Luhan ingin menghindari Jessica. Toh pada akhirnya Luhan akan tetap luluh saat melihat wajah gadis cantik itu.

“ besok kau mulai sekolah, Jess. Lebih baik kau tidur.” Ujar Luhan dengan pandangannya yang terlihat melembut pada gadis itu. Luhan terlihat mengusap-ngusap puncak kepala Jessica sebelum akhirnya lelaki itu mencium kening Jessica cukup lama.

“ selamat malam.” Ujar Luhan sambil meninggalkan Jessica membuat Jessica terdiam di tempatnya.

***

Victoria benar-benar heran dengan gerak-gerik Jessica yang terlihat aneh. Wajahnya sedaritadi benar-benar terlihat sangat muram. Belum lagi sudah satu jam ini Jessica terus menggonti-ganti channel televisi tanpa fokus menonton acaranya sama sekali. Sementara sikap Luhan yang ditunjukkan tadi pada Jessica membuat Victoria menarik kesimpulan bahwa ada hal yang aneh antara Jessica dan Luhan semenjak kemarin malam.

“ kau ada masalah dengan Luhan?” tanya Victoria pada Jessica yang terus mengganti-ganti channel televisi tanpa menontonnya sama sekali. Terlihat gelengan pelan dari Jessica sebagai jawaban atas pertanyaan dari Victoria. Gadis itu terlihat pura-pura fokus pada layar televisi tanpa menoleh pada Victoria yang mengajaknya berbicara. Victoria terlihat mengambil remot televisi yang Jessica pegang lalu mematikan televisi yang sedaritadi menyala tanpa Jessica tonton dengan fokus.

“ percuma kau melihat televisi. Pikiranmu saja tak ada disini.” Ujar Victoria memberikan pembelaan saat Jessica menatapnya tidak suka setelah Victoria mematikan televisi.

“ ada apa? Cerita padaku. Siapa tahu aku bisa membantumu.” Ujar Victoria sambil menatap Jessica mencoba meyakinkan sahabatnya tersebut. Jessica terlihat menghela nafas berat, sepertinya menyimpan beban sendirian bukanlah hal yang baik. Bagaimana pun juga Victoria adalah sahabatnya, jadi Victoria juga berhak tahu apa yang mengganggu pikirannya saat ini.

“ Luhan, dia jadi aneh semenjak kemarin dia melihat Kai memelukku tiba-tiba.” Ujar Jessica membuat Victoria sepertinya tahu apa yang terjadi antara Luhan dan Jessica. Luhan mencintai gadis itu, tentu saja dia akan cemburu saat melihat Kai dan Jessica.

“ Luhan mengatakan bahwa dia mencintaiku. Tapi aku hanya menganggapnya sebagai kakakku. Aku tak bisa menganggap Luhan lebih dari itu, Vict.” Ujar Jessica terlihat sekali raut penyesalan di wajahnya. Padahal Luhan yang selalu ada untuknya, Luhan yang selalu bisa membuatnya bangkit kembali. Tetapi hatinya saat ini benar-benar tak bisa diberikan untuk sahabatnya itu. Ya, Jessica benci mengakui hal ini. Tapi gadis itu benar-benar sudah masuk ke dalam pesona seorang Kim Jong In yang mengganggunya selama di SM Academy.

“ Kau bertemu dengan Kai kemarin? Kai memelukmu?” tanya Victoria sedikit tidak percaya. Jessica terlihat menganggukan kepalanya untuk mengiyakan pertanyaan dari Victoria tersebut. Tapi helaan nafasnya terdengar sangat jelas sebelum akhirnya gadis itu berbicara kembali “ tapi aku pura-pura tak mengenalnya. Lagipula yang dia rindukan itu adalah Jung Sooyeon, bukan Jung Jessica.”

Pernyataan yang dilontarkan Jessica itu tentu saja membuat Victoria gemas. Bahkan gadis berdarah China itu terlihat memelototi Jessica saat Jessica selesai mengatakan hal tersebut. bagaimana bisa Jessica pura-pura tak mengenal Kai saat lelaki itu bahkan memeluknya? Ini hanya akan memperumit masalah saja.

“ Jess, aku tahu aku tak ingin mengatakan hal ini. tapi sungguh, mengapa kau begitu bodoh? Apa bedanya Jung Sooyeon dan Jung Jessica? Itu sama, itu dirimu. Jika kau mengatakan atau membalasnya dengan perkataan aku juga merindukanmu. Masalah akan selesai, Jess.” Ujar Victoria lama kelamaan menjadi gemas sendiri mendengar cerita Jessica. jelas-jelas Kai sudah mengatakan bahwa lelaki itu merindukan Jessica, tapi Jessica dengan bodohnya pura-pura tak mengenal Kai.

“ aku gila sendiri mendengar ceritamu, Jess.” Ujar Victoria membuat Jessica merengut. Victoria terlihat menepuk pundak Jessica. sepertinya gadis itu teringat akan mengatakan sesuatu yang penting bagi sahabatnya tersebut.

“ Satu hal yang harus kau ingat, Jess. Kau tak bisa terus seperti ini. Kau tidak bisa mengharapkan Kai, menangisi Kai, menginginkan Kai tidak bersikap dingin padamu lagi, tapi disisi lain kau masih bergantung pada Luhan. Membuat Luhan seolah-olah orang yang sangat penting bagimu.” Ujar Victoria tiba-tiba saja berubah menjadi serius. Ya, sejujurnya gadis itu tak mau lagi melihat Luhan yang menutup hatinya pada gadis lain selama Jessica tak ada di China. Victoria tak ingin jika Jessica hanya memberikan harapan bagi Luhan dengan membuat Jessica seolah-olah tak bisa hidup tanpa Luhan dan selalu membutuhkan Luhan dalam keadaan apapun.

“ mungkin ini memang tak menyiksamu, Jess. Tapi ini cukup menyiksa Luhan. Mengingat Luhan juga mencintaimu.”

***

Yoona terlihat memamerkan senyumannya saat Sulli dan Taeyeon terlihat terkejut dengan kehadirannya di kamar asrama Taeyeon. gadis berwajah innocent itu terlihat menyeret kopernya tanpa memperhatikan tatapan aneh dari kedua orang tersebut. bahkan Yoona terlihat duduk di tempat tidurnya yang sudah beberapa hari ini ia tinggalkan.

“ aku benar-benar rindu kamarku.” Ujar Yoona sambil membaringkan tubuhnya di kasur tanpa melepas sepatunya terlebih dahulu.

“ kamarmu? Bukankah kau sudah pindah ke kamar Tiffany?” sinis Sulli yang memang masih ingat betapa jahatnya Yoona pada Sehun dan Jessica. Sulli memang masih mengingat jelas bagaimana ekspresi terluka yang ditunjukkan sahabatnya setelah insiden Baekhyun, Yoona, dan Tiffany mempermalukan Jessica.

“ maaf.” Ujar Yoona sambil bangkit dari tidurnya dan duduk menghadap dimana Taeyeon dan Sulli berada. Sulli terlihat memutar bola matanya dan enggan memaafkan Yoona. Berbeda sekali dengan Taeyeon yang terlihat tersenyum sambil menganggukan kepalanya.

“ kau tak salah padaku. Kau seharusnya meminta maaf pada Jessica dan Sehun.” Ujar Taeyeon membuat Sulli menatap gadis itu tajam seolah tak menyetujui apa yang baru saja Taeyeon katakan.

“ Tae, dia kan salah pada seluruh Z Class. Tsk, kau itu terlalu baik. Bagaimana bisa kau baik pada orang yang sudah mempermalukan teman kita!”

“ maaf. Aku benar-benar menyesal.” Ujar Yoona sambil menundukkan kepalanya. Sulli hanya mendesis pelan melihat hal tersebut. dan Taeyeon terlihat menatap tajam Sulli seolah-olah mengatakan bahwa tak ada salahnya untuk memberikan Yoona kesempatan. Sedangkan Sulli terlihat masa bodoh. Dia tak peduli jika Taeyeon akan berlaku baik pada gadis itu.

“ tenang saja. Aku dan Sulli menerima permintaan maafmu, kok.” Ujar Taeyeon membuat Sulli menatap gadis itu tidak setuju. Sedangkan Taeyeon terlihat menatap Sulli untuk menyuruhnya diam.

***

“ Jess. Baik-baik ya di SM Academy. Aku harap masalahmu semakin selesai. Aku mencintaimu.” Ujar Victoria sambil memeluk Jessica dengan hebohnya sebelum gadis itu keluar dari mobil yang mereka tumpangi. Kris yang duduk di sebelah Victoria pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat betapa mesranya hubungan persahabatan Victoria dan Jessica.

“ aku akan sangat merindukanmu, Vict. Aku juga mencintaimu.” Ujar Jessica sedikit terisak. Membayangkan waktunya di SM Academy tanpa Victoria, Luhan, dan Kris membuatnya benar-benar merasa sangat berat. Bagaimana jika dirinya terluka kembali? Bagaimana jika Tiffany kembali mempermalukannya? Semua pertanyaan itu terus memenuhi otak Jessica, membuat Jessica sedikit trauma menginjakkan kaki di sekolahnya tersebut.

“ kau kan membawa ponsel secara diam-diam. Kau bisa menelponku, Jess. Aku akan mendengarkan curhatanmu dengan setia, kok.” Ujar Victoria mengusap-ngusap rambut Jessica yang sudah kembali memanjang. Jessica terlihat melepas pelukannya dari Victoria sambil menyeka airmatanya yang tadi sempat keluar. Gadis itu terlihat melirik ke arah Luhan yang duduk di kursi depan. Lelaki itu terlihat lebih diam dari biasaya. Bahkan sepanjan perjalanan Luhan tak mengucapkan sepatah kata pun.

“ sudah bermesraannya Nona Jung, Nona Song?” sindir Kris pada Victoria dan Jessica yang tadi berpelukan membuat kedua gadis itu dengan kompaknya menatap Kris tajam.

“ bilang saja kau mau kupeluk juga. Atau jangan-jangan kau cemburu karena Victoria memelukku? Ah, sudah kuduga Kris. Kau menyukai Victoria.” Ujar Jessica terdengar menggoda Kris. namun pandangannya tak pernah lepas dari Luhan. Mungkin ini terakhir kalinya Jessica merepotkan Luhan. Benar apa yang dikatakan Victoria, jika dirinya benar-benar tak memiliki perasaan apapun pada Luhan, gadis itu harus melepaskan Luhan dan tak membuat Luhan seolah-olah penting baginya.

“ yang benar saja aku menyukai ga….”

“ Jess, lebih baik kita keluar sekarang. Ini bahkan sudah waktunya masuk.” Ujar Luhan secara tiba-tiba dan memotong perkataan Kris yang baru saja akan memprotes tuduhan yang Jessica tujukan padanya. sedangkan Jessica terlihat menganggukan kepalanya menyetujui perkataan Luhan.

“ aku pergi. Aku akan merindukan kalian.”

***

Keadaan A Class kali ini benar-benar gaduh tak seperti biasanya. Guru yang mengajar mereka di jam pertama belum juga masuk ke kelas mereka. Menurut kabar mereka akan ada murid baru yang menggantikan posisi Baekhyun di kelas tersebut, tentu saja hal itu membuat satu kelas A Class heboh. Apalagi menurut gosip yang beredar, murid yang pindah ke kelas mereka itu sama seperti Tiffany. Sama-sama memiliki darah Korea dan Amerika.

“ kemarin aku melihat dua orang pria ke sekolah kita untuk mengurusi pindahan di SM Academy. Kalian tahu? Kedua-duanya tampan. Aku harap salah satu dari merekalah yang pindah kesini.” Ujar Hara, salah satu murid A Class yang memang tak pernah salah dengan gosip-gosip aktual yang dirinya dapatkan. Sedangkan teman sebangkunya, Nicole terlihat menganggukan kepalanya menyetujui perkataan Hara karena dirinya juga sama-sama melihat kdeua lelaki itu.

“ wah, aku harap kali ini Tiffany tidak genit pada lelaki itu. Kkkk.” Ujar Dasom mendapat anggukan dari kedua temannya yang lain. Kai yang mendengar beberapa ucapan dari teman-temannya mengenai murid baru itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Lelaki itu benar-benar tak tertarik untuk mendengar pembicaraan teman-teman sekelasnya lebih lanjut.

“ mau kemana?” tanya Kyungsoo melihat Kai bangkit dari duduknya.

“ keluar.”

***

Padahal semenjak kejadian di club malam kemarin Kai benar-benar sudah memantapkan hatinya untuk melupakan Jung Sooyeon. Namun melihat Jung Sooyeon kembali ke SM Academy dengan penampilan barunya benar-benar membuat Kai tak dapat mengelak bahwa lelaki itu memang benar-benar telah terjatuh ke dalam pesona seorang Jessica Jung. Kai harus mengakui bahwa lelaki itu memang benar-benar mencintai gadis berdarah Amerika-Korea tersebut.

“ aku pulang. Kau baik-baik disini, okay? Setelah mengantarmu aku harus ke bandara dan pergi ke China.” Ujar Luhan membuat Kai yang memang memperhatikan Jessica dari balkon kelasnya menjadi tersadar. Ah, bahkan Kai baru sadar jika Jessica kali ini diantarkan oleh saingan terberatnya. Ya, siapa lagi jika bukan Xi Luhan. Sekarang, kejadian saat Jessica pura-pura tak mengenalnya kembali terekam di otaknya. Bahkan saat itu mati-matian Kai mengorbankan gengsinya untuk memeluk gadis itu karena rasa rindunya yang meluap-luap saat melihat gadis itu. Tapi dengan mudahnya Jessica melukai hatinya dengan bertanya ‘kau siapa?’ dengan wajah tanpa dosa.

Dari atas Kai terus terlihat memperhatikan gerak-gerik Luhan dan Jessica yang mungkin sedang mengucapkan kata-kata selamat tinggalnya. Meskipun memang ini menyakiti hatinya saat menyaksikan gadis yang dia cintai berbicara dengan akrabnya dengan lelaki yang merupakan mantan kekasihnya. Tapi rasanya Kai hanya ingin memastikan bahwa lelaki berdarah China itu tidak melakukan apapun pada ‘gadisnya’ sehingga membuatnya cemburu.

“ dia cantik ya jika rambutnya panjang dan pirang seperti itu. Dari dulu juga aku tahu Sooyeon cantik. Tapi kali ini dia seperti barbie. Pantas saja laki-laki itu setia pada Sooyeon.” Ujar Chanyeol tiba-tiba saja ikut bergabung dengan Kai. Kata-kata Chanyeol tersebut memang bertujuan untuk memanas-manasi Kai. Terbukti Kai terdengar menghela nafas berat lalu menatap Chanyeol tajam. Tapi nampaknya Chanyeol tidak terlalu memperhatikan tatapan tajam tersebut. Bahkan pandangan matanya terlihat tak percaya melihat kejadian antara Luhan dan Jessica. Kai yang bingung akan perubahan ekspresi di wajah Chanyeol pun akhirnya mengalihkan kembali pandangannya pada Luhan dan Jessica. Kali ini Kai terlihat menghela nafas berat. Dia terlihat berdecak kesal. Tangannya terlihat terkepal kuat untuk menahan amarah karena tidak terima dengan apa yang dilihatnya. Sedangkan Chanyeol terlihat menepuk-nepuk pundak Kai memberikan kekuatan agar lelaki itu bersabar. Namun tangan Chanyeol tersebut terlihat Kai tepis. Ya, lelaki itu terlalu kecewa dan marah dengan apa yang baru saja dirinya lihat.

=============

Chapter ini lumayan panjang kan? saya harap kalian suka sama chapter ini. buat Kaisica shipper, mungkin momment mereka bakal banyak muncul di next chapter. Oh iya, jangan lupa baca cerita saya yang lainnya juga ya. mungkin kalo disini ada Chanyeol-jessica-kai shipper bisa baca cerita saya yang ‘Who’s the winner’ atau bagi hunhansica shipper bisa baca cerita ‘It’s not Sleeping Beauty Story’

74 thoughts on “Love in SM Academy [Chapter 16]

  1. Thorrrrr aku udh nunggu lama banget buat chapter selanjutnya keluar 😂 thor aku suka sma alur ceritanya bkin gregeeett. Thorr ayolah cpete dipost heheheee 😂 Makasih thorr.. Semangaattt!!!!

  2. Unnieeee ini chapter selanjutnya dimanaaa?? apa udh keluar? Sumpah aku nungguin banget updatenya ff ini 😭 unnie klo bisa dipercepat yah soaknya keren bgt ini ceritanya 😂

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s