Flawless Step by Step – Step 02

calm-happy

Title                                                       : Flawless Step By Step – Step 02

Author                                                  : tantriprtstht

Length                                                  : chapter (Chapter 01 dulu!)

Genre                                                   : Romance & Friendship

Rating                                                   : T (Teen)

Main cast                                             : Taeyeon (SNSD) | SuHo (EXO)  | Kai (EXO) | Kyuhyun (SuJu)

Desclaimer                                          : FF ini asli dan murni seratus persen dari otak author. Kalau ngambil tanpa seizin Author, artinya plagiator! No silent reader, hargai karya Author dengan comment but no bashing! Cast bukan milik saya melainkan Tuhan Yang Maha Esa dan Orang tua mereka masing-masing serta entertainment mereka.

“Nah, yang jadi Cinderella…. Taeyeon saja!” teriak Tiffany.

“Mwo?! Aku…?” lalu semua murid mengangguk.

“Kami selalu memberi kesempatan pada yang baru. Lagipula, kau punya aura kuat yang memancar dari seluruh tubuhmu. Aura seorang artis” jelas Choi Seosangnim.

Aku menudukkan tubuhku 90 derajat. Rasanya ini adalah permulaan yang baik. Aku akan mendapatkan peran sebagai Cinderella.

“Siapa yang jadi pangeran?” tanya Choi Seosangnim lalu Hyoyeon mengangkat tangannya. “Ne, Hyoyeon?”

“Kalau kuperhatikan, Taeyeon dan Kai itu dekat sekali ya… Bagaimana kalau Kai yang jadi pangerannya?”

Aku berusaha mencerna baik-baik perkataan Hyoyeon. Apa aku tidak salah dengar? Apa telingaku memang rusak? Yang bisa menyadarkanku hanyalah jawaban Choi Seosangnim…

Choi Seosangnim tersenyum puas, lalu mendekat pada Kai dan mendorong Kai agar berdiri di sebelahku seperti membandingkan kami. “Baiklah”

Seperti tertusuk oleh banyak duri. Aku melihat Kai yang berdiri di sebelahku. Kalau Kai menjadi pangeran, berarti adegan kiss scene itu harus kujalani bersamanya. Aish, kenapa harus seperti ini?!

“Kalau kau mau jadi artis, bersikaplah professional” ucap Kai berbisik padaku.

Aku mengangguk pelan. Benar kata Kai, aku harus menjadi artis. Dan ini hanya langkah kecil untuk mewujudkan impianku. Sebuah langkah kecil yang sangat berat.

“Ini buku naskah dramamu” ucap Seosangnim lalu memberiku sebuah buku. “Festivalnya akhir pekan ini. Berjuanglah”

“Ne….!” jawabku sambil tersenyum.

*

TUT….. TUT….

“Aish, angkatlah!” gumamku lalu sadar kalau telepon terputus. “Tidak diangkat…”

“Mianhae, Taeyeon-ssi” ucap Kyuhyun lalu aku menggeleng.

Hari ini adalah satu hari sebelum festival musim gugur. Tepatnya besok adalah festival musim gugur. Aku sudah berusaha menghubungi Eomma setiap hari untuk memberitahu tentang ini, tapi Eomma tidak pernah mengangkat telepon dariku.

“Eommamu masih di Paris, dan mungkin sedang menikmati liburannya” ucap Kyuhyun lalu meneguk tehnya. “Cepatlah sarapan, hari ini kamu harus ke sekolah dan latihan terakhir, kan?”

“Ne…” ucapku lalu duduk berhadapan dengan Kyuhyun. “Bagaimana…. Dengan Appamu?”

“Kurasa besok Appa sibuk dengan pekerjaannya. Ada kemungkinan dia tidak akan datang” ucap Kyuhyun. “Tapi ada kemungkinan dia juga akan datang, sih”

“Apa… Kai tau tentang ini?” tanyaku lalu Kyuhyun menggeleng. Tidak lama kemudian, Kai bergabung bersama kami di meja makan dengan seragamnya yang rapi.

“Sudah hapal dialogmu?” tanya Kai lalu aku mengangguk. “Aka nada banyak orang terkenal datang. Jangan gugup”

Aku mengangguk lagi. Sebenarnya aku takut sekali. Bagaimana kalau aktingku jelek dan menjelekkan nama baik sekolah seni ini?

KRING~

“HPku!” seruku lalu mengambil Hpku. “Ne, nugu seyo?”

“Taeyeon-ssi? Ini aku, Yoona!” aku kaget mendengar suara orang yang menelponku. “Taeyeon, kenapa kau keluar dari sekolah?”

“Ah, ada urusan keluarga. Mianhae-yo, Yoona” jawabku berusaha tenang.

“Aku sangat kangen” ucap Yoona.

Kyuhyun tiba-tiba mengambil HPku dan mematikannya. “Lupakanlah teman mu yang dulu, Taeyeon-ssi. Saat ini kamu tidak boleh berhubungan dengan siapapun”

Aku menundukkan kepalaku kecewa. Aku sangat merasa bersalah pada Yoona.

“Mianhae, tapi ini perintah Appaku” ucap Kyuhyun lalu mengelus rambutku.

“Taeyeon! Ayo berangkat!” seru Kai lalu aku mengangguk.

“Kyuhyun-ssi, aku berangkat dulu” ucapku lalu Kyuhyun balas tersenyum padaku.

***.

“Taeyeon mana?!” seru Sunny sambil celingak-celinguk.

“Dia tidak terlihat di manapun. Padahal ini gladi bersih!” protes Hyoyeon.

***.

Aku duduk di atap sekolah sambil menatap langit. Aku tidak percaya aku kabur dari gladi bersih. Gara-gara telepon Yoona tadi, aku jadi merindukan sekolahku yang dulu.

Entah kenapa aku menyukai ketenangan sekarang. Aku membuka buku naskah dan melihat banyak sekali coretan stabile pink yang artinya itu adalah dialog milikku.

“Alangkah senangnya jika aku bisa pergi ke pesta…..” ucapku membaca salah satu dialogkku.

KRIET~

Tiba-tiba pintu atap sekolah terbuka dan mengagetkanku. Suho! Suho datang ke atap sekolah! Aku memperhatikan sekelilingku. Tidak ada orang lain selain kami berdua.

“Annyeong, Suho” ucapku lalu dia mengangguk.

DEG. Omooo dia mendekat padaku! Dia duduk cukup dekat denganku, kira-kira 1 meter dariku. Dia menunjuk buku naskah milikku.

“Ah, aku sedang latihan. Kamu?” tanyaku lalu Suho menangguk. Mungkin maksudnya adalah dia sudah selesai latihan.

“Su, Suho berperan sebagai ayah pangeran, ya? Enak, ya tidak ada dialog….” tanyaku lagi lalu Suho mengangguk. Tiba-tiba Suho mengambil tanganku lalu meletakkannya di dadanya.

DEG.DEG. Detak jantung Suho terlihat normal, tenang tapi sangat teratur. Mungkin maksudnya adalah aku tidak boleh gugup?

“Ne, aku tidak akan gugup besok” ucapku lalu Suho mengangguk.

Suho mengambil buku naskahku lalu dia menunjuk salah satu dialog.

“Kamu ingin aku baca dialog ini?” tanyaku lalu Suho mengangguk. “Wahai Ibu Peri, mengapa kau di sini?”

Suho mengangguk lalu menunjuk dialog lain. “Baik, Ibu Peri. Aku pasti akan kembali sebelum tengah malam”

Suho menunjuk dialog lain, lalu aku membacanya. Seterusnya seperti itu. Aku baru sadar mungkin tujuan dia kemari adalah menenangkanku dan menemaniku latihan.

“Bolehkah saya mencoba sepatu itu, paduka pangeran?” ucapku lalu Suho mengangguk. Aku tersenyum puas.

Dia menunjuk dialog lain. “Tentu saja, aku sangat mencintaimu wahai  pangeran”

Kali ini Suho menggeleng. Dia menunjuk dialog yang sama lagi. “Tentu saja, aku sangat mencintaimu pangeran!” Suho lagi-lagi menggeleng.

“Ng…. Tentu saja! Aku sangat mencintaimu pangeranku!” ucapku lalu Suho menggeleng lagi. “Tentu saja pange—“

“Bukan begitu!”

DEG. Dalam sedetik, Suho langsung menutup mulutnya. Aku melotot kaget. Barusan…. Dia berbicara dua kata! Wajahnya merah padamu lalu menoleh ke samping.

“Kalau bukan, tolong beri aku sebuah contoh!” ucapku lalu Suho menoleh padaku. Aku tersenyum dengan perasaan harap-harap cemas.

“Tentu saja, aku sangat mencintaimu”

DEG. Suara Suho terdengar seperti malaikat! Wajahku merah padam. Meski sebentar, tapi ini sangat berharga bagiku. Aish, Kim Taeyeon. Jangan terlihat bodoh di depan Suho. Kenapa aku malah geer kalau kata-kata barusan ditunjukkan untukku padahal itu Cuma sebuah dialog drama?

“Gomawo….” Ucapku lalu tiba-tiba Suho menciumku. Bukan kening, bukan pipi melainkan di bibirku.

Aku memejamkan mataku. Aku berpikir. Untuk apa dia melakukan ini? Karena mukaku merah padam kah?

Suho melepaskan ciuman kami dan mengembalikan dialogkku. Dia menunjuk ke sebuah tulisan di naskah lalu pergi dari atap sekolah.

Sang pangeran dan Cinderella berciuman.

BLAM. Pintu atap sekolah tertutup dan aku tersadar dari lamunanku. Sekarang aku sendirian di atap sekolah dengan muka merah padam.

Jangan-jangan Suho tau aku sangat cemas tentang adegan ciuman ini? Dia datang kemari menenangkanku, mengajariku dan membuatku tidak segugup sebelumnya.

“Tadi…. Apa aku benar-benar dicium?!” tanyaku pada diriku sendiri. “Huwaaa!”

**

“Tada!” ucapku lalu keluar dari kamar ganti. “Dress ini benar-benar cocok untukku!”

“Pas sekali, Taeyeon-ssi! Kamu sangat cantik!” puji Yuri lalu aku tersenyum bangga.

Hari ini adalah hari festival musim gugur. Saatnya menunjukkan hasil kerja kerasku yang sangat singkat kepada semua orang. Aku tak gugup lagi. Mungkin karena Suho.

“Dengar Taeyeon-ssi. Di drama ini kamu harus mengenakan 2 baju yaitu baju pelayan dan baju putri. Karena itu waktumu ganti baju sangatlah sebentar. Aku akan membantumu di belakang panggung” ucap Sunny lalu aku mengangguk.

“Wah, Kai keren!” ucap Hyoyeon lalu membuatku mencari Kai.

Kai baru saja keluar dari kamar gantinya mengenakan baju pangeran yang super super keren dan sedang berbicara dengan Suho. Aku lebih fokus ke Suho daripada Kai. Suho dan Aku saling bertatapan. Rasanya masih tidak percaya kemarin aku dicium olehnya. Ciuman pertamaku.

Aku tertangkap basah menatap Suho! Tapi Suho malah tersenyum padaku. Aku membalas senyumnya dengan malu-malu.

“Taeyeon-ssi” sapa seseorang dari belakangku. Kyuhyun. “Ini buket bunga untukmu”

“Gomawo, Kyuhyun-ssi” jawabku sambil tersenyum.

“Apa kau gugup?” tanya Kyuhyun lalu aku menggeleng dan mengangguk. “Hahaha, gwechanna. Gugup biasanya pertanda baik”

“Apa…. Eomma membalas e-mailku tadi pagi?” tanyaku lalu Kyuhyun menggeleng.

“Mianhae, Taeyeon-ssi. Tapi ada masalah gawat” jawab Kyuhyun lalu aku menelan ludahku. “Temanmu, Im Yoon Ah, datang ke festival musim gugur”

“MWO?!” teriakku kaget.

“Selain itu, Appaku juga hadir” ucap Kyuhyun sambil menggeleng.

Aku berlari sekencang mungkin. Aku memasuki kamar gantiku. Kutatap sosokku di cermin. Semoga saja Yoona tidak mengenaliku. Aish, aku harus mempertebal make-upku agar Yoona tidak sadar kalau aku ada di panggung.

CKLEK!

“Taeyeon!”

Pandanganku tertuju pada seorang namja yang memasuki kamar ganti.

“YA! Kai! Sedang apa kau di sini?!” seruku. “Ini kamar ganti perempuan!”

“Semua perempuan sudah keluar. Aku memang sedikit yadong, tapi aku tidak sebegitunya padamu!” ucap Kai mendengus kesal. “Aku tau Yoona datang”

“Kai, bagaimana ini?! Yoona sangat mengenal sosok kita berdua!” ucapku lalu Kai tiba-tiba menarik tanganku.

Dia berlutut di hadapanku, tangan kanannya menggenggam tangan kananku. “Tuan putri, mau berdansa?”

Entah setan apa yang merasukiku sampai aku mengangguk. Kai bangkit berdiri, lalu mengajakku berdansa di kamar ganti.

“Anggaplah diri kita di cermin adalah penontonnya” ucap Kai lalu aku mengangguk.

Sekitar 5 menit kami berdansa, akhirnya kami memberhentikan aktivitas kami. “Bagaimana perasaanmu sekrang?”

“Aku merasa percaya diri” ucapku sedikit malu. “Entah kenapa aku melihat sosokku di cermin terkagum-kagum akan diriku yang sedang berdansa”

“Itu dirimu sendiri yang terlalu kagum dengan cara dansaku” ucap Kai lalu tertawa. “Bercanda. Kamu memang hebat”

“Kamu juga” sahutku lalu Kai tersenyum.

“Sadarkah kalau pesonamu bisa membuat penonton terkagum-kagum? Yoonapun pasti berpikir begitu. Lakukan lah yang terbaik” lanjut Kai. “Maka kita pasti berhasil”

“Ne” aku tersenyum pada dirinya.

Hari ini untuk pertama kalinya aku dinasehati oleh Kai. Nasehat yang sangat berguna.

“Taeyeon! Kai! Kalian ke mana saja, sih?!” tanya Sunny dengan cemas. Aku menatap Kai lalu Kai berkedip padaku.

“Rahasia dong!” ucapku dan Kai bersamaan lalu tertawa.

“Dasar, kalian akrab sekali!” sahut Yuri.

“Selanjutnya, drama Cinderella dipersembahkan oleh kelas Choi Seosangnim!” teriak MC.

Lampu panggung dimatikan, aku maju ke panggung dengan pakaian lusuh pelayan. Dan drama dimulai……

Kim Taeyeon as Cinderella

Kim Jongin as Prince

Tiffany Hwang as Step Mother

Kwon YuRi as Step Sister 1

Lee Sunkyu as Step Siser 2

Kim Hyoyeon as Mother Fairy

Kim Joon Myeon as The King

–SKIP—

“Cantik sekali dirimu. Maukah kau berdansa denganku?” Kai berlutut di hadapanku dan mencium tangan kananku.

“Ne” ucapku lalu Kai berdiri dan berdansa denganku.

“Aish, siapa dia?!” seru Sunny.

“Ne, dia dari keluarga mana, sih?!” sahut Yuri.

“Rasanya aku sangat mengenalnya….” Batin Tiffany.

Aku dan Kai terus berdansa di tengah panggung. Syukurlah aku sudah latihan berdansa. Kai terus tersenyum selama berdansa membuatku tidak tau harus berekspresi seperti apa.

“Cih, senyumlah sedikit. Kau sedang berakting” bisik Kai.

“Aish, aku malu sekali. Ini pertama kalinya aku berdansa” bisikku.

“Gwechanna, ini juga pertama kalinya aku berdansa” bisik Kai lagi.

TENG! TENG!

“Ah, gawat!” ucapku lalu melepas tangan Kai.

“Kau mau ke mana, gadis cantik?” tanya Kai.

“A, Aku harus pergi!” jawabku. “Mianhae!”

Aku segera berlari kecil. Di panggung sudah ada tanda ‘x’ tempat aku harus melepas sepatuku. SRET! Berhasil! Aku langsung berlari ke belakang panggung.

“Hiuh, sebentar lagi selesai!” ucapku sambil bernafas teratur.

Lampu panggung mati untuk persiapan adegan selanjutnya. Adegan terakhir, di mana sang pangeran mencari perempuan yang kakinya pas dengan sepatu kaca. Dan tentu saja… Adegan ciuman itu.

SRET!

Tiba-tiba seorang namja memberikanku sebuah botol minum. Aku mendongak untuk melihat wajahnya. Suho.

“Gomawo….” Ucapku lalu mengambil botol dari tangan Suho. Suho hanya mengangguk lalu bersiap untuk pergi tapi aku memegang lengannya.

Suho menoleh padaku dengan tatapan bingung. Detak jantungku sangat cepat. Aish, mengapa aku memegang lengannya?! Ini reflek dan aku haus ngomong sesuatu…

“Aku dengar… Sebentar lagi kau akan main iklan” ucapku malu-malu lalu Suho mengangguk kecil. “Aku… Ingin sekali bermain di iklan itu bersamamu”

Suho melepas genggamanku. DEG. Apakah aku membuatnya marah? Dia sama sekali tidak bereaksi apa-apa…. Mengangguk atau menggeleng saja tidak. Aish, Kim Taeyeon babo.

-SKIP-

“Sepatu ini kekecilan untukku!” ucap Yuri lalu mendengus kesal.

“Tenang putriku. Masih ada adikmu yang bisa mencobanya” ucap Tiffany berusaha menenangkan Yuri.

“Aish, sepatu ini tidak muat untukku!” protes Sunny.

“Berarti anda bukan perempuan yang dicari olehku” ucap Kai. “Apakah ada perempuan lain di rumah ini?”

“Aniya, tidak ada yang mulia. Anda boleh pergi dan melanjutkan perjalanan anda” ucap Tiffany sambil tersenyum tidak puas.

“Tunggu!” teriakku lalu mendatangi mereka. “Boleh aku coba sepatu itu?”

“Bicara apa kau, Cinderella? Mana mungkin kau adalah perempuan yang dicari oleh pangeran!” seru Yuri.

“Iya! Sepatu ini juga pasti tidak muat untukmu!” lanjut Sunny.

“Tenang dulu, nona-nona. Nah, silahkan coba sepatu ini” ucap Kai lalu aku duduk di kursi.

Kai berjalan sambil membawa sepatu itu namun disandung oleh Tiffany.

PRANG!

“Se, sepatunya pecah!” ucap Kai lalu memunguti satu-satu pecahan sepatu itu. “Bagaimana ini, aku tidak bisa mencari perempuan itu…”

“Tenang saja pangeran…” sahutku lalu mengeluarkan sepatu yang satu lagi dari saku bajuku. “Saya punya pasangannya”

“MWO?!” teriak Tiffany kaget.

Kai memakaikan sepatu pasangan itu padaku. Nyatanya, sepatu ini memang milikku, tentu saja sangat pas. Aku tersenyum bangga setelah Kai selesai memakaikan sepatu.

“Berarti kau adalah perempuan yang kucari!” ucap Kai lalu menarikku untuk berdiri. “Akhirnya aku bisa bertemu denganmu. Apa kau mencintaiku?”

DEG. Seketika aku teringat kejadian kemarin. Mukaku merah padam sekarang. Aku berusaha mengingat-ingat apa yang diucapkan Suho kemarin.

“Tentu saja, aku sangat mencintaimu” ucapku dengan wajah merah padam.

Kai mendekatkan wajahnya padaku. Ini dia….

SRET!

Kai menggerakkan tubuhku menghadapi penonton. Aku sama sekali tidak tau apa yang dipikirkan Kai saat ini. Wajahnya bergerak dan berhenti tepat di depan wajahku. Dia membelakangi penonton.

“Wajahmu merah” bisik Kai.

“Dan akhirnya, Cinderella dan Pangeran hidup bahagia selamanya…”

Ucapan Narator membuatku sangat bingung. Lampu panggung mati, hanya tepuk tangan penonton yang terdengar. Aku baru sadar. Kai tidak menciumku, tetapi hanya memperlihatkan pada penonton bahwa dia menciumku padahal hanya pura-pura!

“Ke, kenapa aku tidak menciumku saja?” tanyaku dan penonton masih bertepuk tangan riuh.

“Ciumanmu…. Berikan saja pada orang yang kau sukai” ucap Kai lalu mengelus rambutku.

DEG.

“Ayo, drama selesai. Nanti lampu keburu nyala lagi” ucap Kai lalu menarik tanganku.

Kai mengajakku ke belakang panggung tempat semua orang menungguku. Aku masih memikirkan perkataan Kai.

‘Ciumanmu berikan saja pada orang yang kau sukai’

Nyatanya, ciuman pertamaku sudah diambil Suho. Jangan-jangan Kai tau kalau Suho menciumku di atap sekolah? Hari ini aku tau satu hal tentang Kai. Kai…. Sangat baik hati.

“Drama kita sukses!” ucap Hyoyeon gembira. “Ini semua berkatmu, Taeyeon!”

“Ani, ini semua berkat kalian” jawabku sambil tersenyum. “Gomawo sudah memberikanku kesempatan untuk bermain sebagai Cinderella!”

“Jadi, bagaimana rasanya berciuman dengan Kai?” goda Yuri lalu mukaku merah padam.

Padahal tadi aku dan Kai Cuma pura-pura ciuman… Apa itu terlihat seperti ciuman betulan seperti mereka? Aduh, gimana jelasinnya, nih….

“Aish, itu ha—“

“Kau memang sangat bagus aktingnya” sahut Choi Seosangnim memotongku. “Kau lihat barisan penonton paling depan? Ada aktor legendaris di sana, Yunho”

Yunho adalah aktor yang sangat terkenal karena berhasil mendapatkan penghargaan Oscar. “Mwo?!”

“Dan dia bilang padaku kalau aktingmu adalah akting terbaik yang pernah dia lihat selama festival musim gugur yang sudah diadakan bertahun-tahun” lanjut Choi Seosangnim. “Dia menunggu debutmu, dan kalau kau sudah cukup matang, dia ingin bekerja sama denganmu”

Aku tidak percaya ini. Orang seterkenal Yunho memuji aktingku! Apakah perkataan Eomma benar, kalau aku punya bakat yang besar dalam bidang seni?

SRET!

Suho memberikan sebuah kertas padaku. Dia mengangguk seakan berkata kalau kertas itu diberikan padaku. Aku mengangguk lalu menerima kertas itu darinya. Aku membaca kalimat yang tercetak dengan ukuran paling besar di situ.

FORMULIR PENDAFTARAN AUDISI IKLAN

Mukaku merah padam. Dia memberiku kesempatan untuk berakting bersamanya! Meskipun suaranya diisi oleh Kai, ini bisa menjadi sebuah langkah awal untuk mengubah sifat Suho yang malu menunjukkan suaranya….

“Senyum-senyum sendiri nih ye”

“Kyuhyun-ssi!” aku sangat kaget Kyuhyun sudah berada di belakangku sedari tadi. Aku memeluknya erat. “Aku berhasil!”

“Ne, chukkae!” lanjut Kyuhyun.

Sesaat aku sadar. Appa Kyuhyun! Dengan tatapan sinis, dia memandangku yang memeluk Kyuhyun. Kyuhyun tak bisa melihat Appa-nya karena sedang membelakangiku…

DEG. Aku sangat takut kalau Appa Kyuhyun juga mengira kalau aku dan Kai betulan ciuman! Apalagi aku sudah dilarang untuk menjadi Cinderella… Tidak ada pilihan lain…

“Kyuhyun-ssi” ucapku melepas pelukan kami.

“Ne?”

Aku mendekat padanya lalu mencium bibirnya singkat. Hanya ini yang bisa kulakukan. Aku hanya berharap semoga Appa Kyuhyun melihat kami. Ini pertama kalinya aku punya keinginan untuk mencium seorang namja.

“Mianhae” ucapku lalu menjauh. “Aku tiba-tiba ingin menciummu”

Apa dia tau kalau Appanya tadi datang ke sini? Kalau iya, Kyuhyun pasti akan sakit hati. Apalagi aku hanya melakukannya untuk meyakinkan Appanya.

“Gwechanna” ucap Kyuhyun lalu tersenyum. “Sebaiknya kau fokus untuk audisi iklanmu itu”

“Ne, aku ingin sekali main di iklan ini” ucapku lalu Kyuhyun menatapku dengan serius.

“Yoona ingin bicara denganmu. Dia sudah menunggu di dekat belakang panggung. Bicaralah padanya, apapun kecuali rahasia Suho” jelas Kyuhyun.  “Kau boleh bicara dengannya, tapi hanya dalam 5 menit”

DEG. Yoona ternyata mengenaliku. Ternyata sosokku sama sekali tidak bisa ditutupi hanya karena peran drama. Aku mengangguk kecil lalu menuju ke luar belakang panggung. Yoona bersender di dinding dengan sebuah buket bunga.

“Taeyeon-ssi” ucap Yoona lalu memelukku singkat. “Aku kangen sekali”

“Aku juga, Yoona-ssi” jawabku lalu melepas pelukan Yoona. “Ada yang ingin kubicarakan”

“Aku sudah tau… Semua dari Eomma Taeyeon”

“Mwo?” tanyaku kaget. “Eomma memberitahu semuanya padamu?”

“Ne, aku terkejut sekali, Taeyeon-ssi” lanjut Yoona.

Aku menundukkan kepalaku. Yoona benar-benar marah padaku. Apa yang harus kulakukan? Meski hidupku berubah seperti ini, tetap saja Yoona adalah sahabatku.

“Aku akan mendukungmu, Taeyeon-ssi” ucap Yoona membuatku kaget. “Awalnya aku marah sekali padamu, padahal Eommamu sudah mengingatkanku untuk tidak marah padamu. Tapi saat melihatmu tadi berakting….”

“Ne?” tanyaku penasaran.

“Aku sadar kalau bakatmu yang besar tidak boleh disia-siakan. Entah kenapa saat kau berakting, hatiku juga ikut tersentuh” lanjut Yoona lalu tersenyum. “Aku ingin melihatmu berakting lagi. Itu sebabnya, aku akan mendukungmu”

“Jinjja?” tanyaku dengan mata berkaca-kaca. Yoona mengangguk. “Gomawo, Yoona!”

“Cheonma, Taeyeon!” Yoona memelukku sangat erat. “Aku akan kesepian, jadi sering-seringlah menghubungiku”

“Ne, pasti” jawabku. “Kapan… Kau diberitahu Eomma?”

“Kira-kira…. 4 Hari yang lalu” ucap Yoona. “Eommamu mengirim e-mail padaku”

“Yoona, mungkin kau tidak bisa ikut bersamaku untuk menjadi artis, tapi maukah kau membantuku?” tanyaku lalu Yoona mengangguk senang. “Tolong tetap berkomunikasi sama Eomma. Aku akan sangat sibuk, apalagi dengan pengawasan dari Appa Kyuhyun, aku tidak bisa bebas menghubungi orang lain”

“Ne, akan kulakukan” jawab Yoona.

“Aku tidak boleh bicara lama-lama padamu. Aku kembali dulu” ucapku lalu Yoona mengangguk. “Senang bertemu denganmu lagi, Yoona!”

Aku berlari menuju belakang panggung. Pertunjukan sulap Kyuhyun sudah dimulai. Aku mendapati Kai yang baru keluar dari kamar gantinya sambil membawa botol minum.

“Kai!” sapaku lalu Kai menoleh padaku. “Berkat kamu jadi pangeran, drama bisa sukses! Gomawo!”

“Kau ke sini hanya ingin berkata seperti itu?” tanya Kai membuatku salah tingkah.

“Bukan begitu sih. Kalau bukan Kai yang jadi pangeran, mungkin aku tidak akan mau” lanjutku sambil tersenyum. “Gomawo atas apa yang kau lakukan tadi”

“Lalu?” tanya Kai lagi membuatku makin salah tingkah.

“Eng…. Aku ingin kau membantuku berlatih untuk audisi iklan… Kalau lolos, aku akan bermain iklan bersama Suho” lanjutku. “Kau mau?”

“Mengapa aku harus membantumu, sih?” tanya Kai membuatku kesal.

“Aish, kalau tidak mau, ya su—“

“Siapa yang bilang tidak mau? Sama sepertimu, kalau bukan kamu yang minta, mungkin aku tidak akan mau” lanjut Kai membuatku melotot.

“Jadi, maksudmu….?” Tanyaku lalu Kai mengangkat tangannya seperti mengajakku ‘tos’.

“Tentu saja aku mau, pendek” ucap Kai lalu tersenyum. Aku ber’tos’ dengannya.

-SKIP-

“Jadi, Suho yang memberikanmu formulir itu?” tanya Kai lalu aku mengangguk.

Saat ini, Kyuhyun sedang sibuk di kantor Vello Entertaiment bersama Appanya, sedangkan aku dan Kai berdua saja di rumah. Hari minggu yang benar-benar harus kujalani dengan serius agar aku lolos audisi untuk iklan yang akan kumainkan bersama Suho. Jika aku lolos. Kai sengaja menemaniku berlatih malam ini.

“Ne, dia memberiku kemarin… Setelah drama selesai” jawabku memberi penjelasan.

“Ada kesulitan dalam mengisi formulir?” tanya Kai lalu aku memandang formulir itu.

“Aku kesulitan di nama orang tua, pengalaman dalam akting, dari entertainment mana dan tanda tanganku” jawabku.

“Tulislah nama Eommamu, kosongkan saja nama Appamu jika kamu tidak tau” tebak Kai membuatku melotot.

Tebakan Kai betul sekali. Aku sama sekali tidak tau siapa Appaku. Karena selama ini aku tinggal bersama Eomma.

“Lalu untuk pengalaman dalam akting, bilang saja main di drama sekolah dan entertainment tentu saja Vello” lanjut Kai. “Tanda tangan kamu tidak punya?”

“Ani, aku tidak punya. Aku khawatir kalau—“

“Nanti nya kamu jadi artis terkenal lalu salah satu fansmu minta tanda tangan dan kau tidak bisa memberikannya?” tebak Kai lagi-lagi betul. “Kamu latihan tanda tangan saja dulu”

“Tanda tangan Kai seperti apa?” tanyaku lalu Kai merebut bolpen yang kupegang dan mempraktekkan tanda tangannya di tanganku. “Mwo, cepat sekali!”

“Soal tanda tangan itu tinggal menulis nama kamu saja. Tentu saja dengan gaya tulisan yang berbeda” jelas Kai.

“Kalau… Tanda tangan Suho bagaimana?” tanyaku lalu Kai berpikir sejenak.

“Hm… Suho selama ini memakai stempel yang tulisannya nama dia dalam hangul, jadi intinya dia tidak punya tanda tangan” jawab Kai.

“Oooh…”

Aku benar-benar pusing. Suho orangnya tertutup sekali. Jadi teringat saat Kyuhyun bilang kalau Suho menjadi seperti sekarang karena masa lalu. Apa Kai tau tentang masa lalu itu? Tapi meski aku tanya, apa dia mau menjelaskan?

Sadarlah, Kim Taeyeon. Kamu harus konsentrasi untuk audisimu. “Audisi iklan itu seperti apa, sih?”

“Biasanya, kamu disuruh menjelaskan dirimu secara singkat dan disuruh mencoba produk itu. Karena ini iklan yogurt, kamu harus sudah biasa makan yogurt” ucap Kai. “Lalu ada tes kamera”

“Tes… Kamera?” tanyaku lalu Kai mengangguk. DEG. Lagi-lagi aku gugup. Aku tidak bisa berekspresi di depan kamera kalau dilihat oleh orang lain… “Ka, kalau yogurtnya?”

“Kalau tidak salah nama yogurtnya sih soft yogurt… Mau kubelikan?” tawar Kai. “Ada baiknya kalau kau mencoba dulu…”

“Ani, tidak usah” ucapku lalu Kai mengambil yogurt dari kulkas yang jaraknya tidak jauh dari kami.

“Ini… Soft Yogurt. Kau tidak keberatan kalau mencoba bekasku, kan?” tanya Kai lalu mukaku merah padam. “Tidak mau? Katanya tidak usah beli?”

“Ani, kau tidak usah beli. Aku akan memakan bekasmu saja” jawabku lalu mengambil yogurt itu dari tangan Kai

Di yogurt itu sudah ada sendoknya, dan kalau aku ke dapur untuk mengambil sendok baru, itu sama saja Kai akan menganggapku tidak mau bekasnya. Tanganku gemetar memandang yogurt ini. Aduh, kenapa tadi aku tidak minta Kai beli saja sih!

“Cepat makannya…. Ingat, sambil berekspresi!” ucap Kai.

Aku meletakkan yogurt itu di meja. Kai memandangku bingung. “Mwoya? Kenapa kau tidak mencobanya?”

“Lebih baik aku mencobanya besok agar ekspresiku tidak terlihat seperti bohongan” jawabku gugup.

“Aish, cari alasan saja kau” sahut Kai membuatku bungkam. “Yah tapi caramu menarik juga”

Kai tersenyum padaku. DEG. Aku jadi teringat saat drama, Kai tidak menciumku melainkan hanya memperlihatkan bahwa kami ciuman betulan.

“Kai, aku ingin bilang sesuatu” ucapku lalu Kai mengangkat alis kanannya. “Aku… Menyukai Suho”

“Kenapa…. Kau bilang padaku sih?” tanya Kai sambil mengusap kepalaku. “Nyatakan cintamu…  Secepat mungkin. Dia itu terkenal, banyak yang suka dia”

Aku tertawa. Lega rasanya cerita pada Kai. Dilihat dari jawabannya, sepertinya Kai melihatku dan Suho berciuman di atap sekolah. Tapi entah kenapa bukannya membahas ciuman itu, dia malah mendukung cintaku. “Gomawo….”

“Jangan begitu, ayo lanjukan persiapan untuk audisi” lanjut Kai. “Soal tes kamera, biasanya kamu akan disuruh mempraktekkan adegan iklan. Yah kalau bisa dialognya kamu buat sendiri”

“Berarti…. Suho akan mendampingi semua peserta audisi untuk tes kamera?” tanyaku lalu Kai mengangguk.

“Anggap saja aku Suho dan coba kau berakting seolah kau sedang tes kamera” ucap Kai lalu menarik tanganku. “Ingat, Suho tidak ngomong sepatah katapun”

GLEK. Aku sama sekali lupa. “Aish, itu juga akan kupikirkan menjelang audisi”

“Aish, alasan lagi. Ya sudah, latihan tanda tangan saja” ucap Kai lalu menarik tangan kananku. “Mana formulirnya?”

Aku menunjuk kertas yang kuletakkan di meja dan Kai mengambilnya. Dia meraih bolpen dan menyuruhku memegang bolpen itu. Dia memengang tanganku. “Namamu…. Kim Taeyeon”

DEG. Baru kali ini Kai memanggil nama lengkapku. Aish, perasaan senang apa ini?

Kai menggerakkan tanganku untuk membentuk sebuah tanda tangan. Aku menutup mataku karena saking gugupnya.

“Nah, selesai” ucap Kai. “Kenapa mukamu merah?”

“Ani, aku tidak apa-apa!” jawabku terbata-bata. “Gomawo sudah membantuku!”

“Yah, sukses untuk audisinya, ya…. Lalu ini….” Kai memberiku sebuah kotak yang sudah terbungkus rapi kertas kado. “Buka saja di kamarmu”

Aku menerima kotak itu lalu menunduk padanya. Aku segera menuju kamarku, menutupnya. Langsung kulemparkan tubuhku ke kasur dan membuka kado dari Kai. Ternyata isinya adalah sebuah HP yang cukup keren. Ada pesan…

‘Yeoja pendek, ini HP yang mungkin akan membuatmu senyam-senyum sekarang. Pakai HP ini saja untuk menghubungi Yoona. Jangan sampai ketahuan Kyuhyun apalagi Appanya. –Kai—‘

DEG. Ternyata benar, sekarang aku senyam-senyum. Kai sengaja membelikannya untukku ya?

“Tentu saja akan aku jaga baik-baik” gumamku sambil tersenyum.

*

CKIIIIT…

Bunyi ban mobil menyadarkanku dari lamunanku.

“Ya! Sudah sampai!” ucap Kai. “Turun dari mobil!”

Aku segera melepas sabuk pengamanku. Aku segera turun dari mobil yang dikemudikan Kai ke kantor Vello Entertaiment. Hari ini adalah hari audisi.

“Akhirnya kau datang juga, Taeyeon!” sambut Kyuhyun begitu aku memasuki gedung.

“Annyeong, Kyuhyun-ssi!” sapaku. “Apa audisi sudah dimulai?”

“Ani, belum. Ayo ke tempat audisi di lantai 2. Kau harus mengganti bajumu” jawab Kyuhyun lalu memegang tanganku. “Kai juga ikut dong!”

“Aish, baiklah~” ucap Kai malas.

Setibanya di lantai 2, sudah banyak yeoja yang berdandan. Sekitar 100 orang dan mereka semua akan jadi sainganku untuk merebut posisi sebagai lawan main Suho di iklan.

“Annyeong, Suho!” sapa Kyuhyun riang lalu Suho mengangguk. “Mau ikut kami memilih baju untuk Taeyeon?”

Aku memandang Suho dengan tatapan kagum. Meski hanya memakai kemeja, dia terlihat keren sekali. Suho mengangguk tanda setuju. Aku,  Kyuhyun, Kai dan Suho akhirnya menuju tempat baju digantung.

“Menurutmu yang mana?” tanya Kyuhyun padaku.

“Aku tidak pernah mengenakan dress…. Karena aku tidak pernah pergi ke pesta” jawabku.

“Apa ada salah satu di sini yang membuatmu tertarik?” tanya Kyuhyun lagi.

“Aku suka semuanya, aku tidak bisa memilih!” seruku.

“Kalau menurut kalian?” tanya Kyuhyun pada Kai dan Suho.

Mereka berdua terlihat bingung melihat dress-dress yang tergantung itu. Tiba-tiba telunjuk mereka sama-sama tertunjuk pada sebuah dress selutut sleeveless berwarna tosca.

“Wah, selera kalian sama!” ucap Kyuhyun lalu tersenyum.

Kai menatap Suho dengan tatapan kesal. Suho tetap dengan flat face-nya, terlihat tenang melihat Kai.

“Bagaimana, Taeyeon? Apa kau suka dress itu?” tanya Kyuhyun lalu aku mengangguk. “Baiklah, ambil dress itu, biar penata rias yang akan mendandanimu”

“Ne!” jawabku lalu mengambil dress itu. “Gomawo, Kai, Suho!”

Aku segera memasuki kamar ganti. Di sana sudah ada seorang yeoja yang menurutku sengaja ditunjuk untuk menjadi penata riasku.

“Annyeong, Jessica imnida. Mulai hari ini, aku menjadi penata riasmu” ucap Jessica sambil menunduk.

“Maksud…. Jessica-ssi?” tanyaku bingung.

“Tuan Cho Kyuhyun menunjuk saya untuk menjadi penata rias pribadi anda” jawab Jessica sambil tersenyum. “Duduklah”

Aku duduk di sebuah kursi yang menghadap ke cermin. Rambutku kusut sekali.

“Santai saja. Lagipula, aku juga kuliah di sekolah seni tapi jurusan riasan” jawab Jessica.

“Berarti kita satu sekolah, ya? Hebat sekali kamu sudah dapat pekerjaan meski semuda ini!” pujiku lalu Jessica tertawa.

“Ani, kau lebih hebat. Entah kenapa begitu mendengar namamu dari Kyuhyun, aku kira kamu gadis yang biasa saja. Tapi begitu melihatmu masuk tadi…..”

“Tadi?” tanyaku penasaran.

“Seperti ada sebuah aura yang mencerahkan ruangan ini. Aku sangat yakin kalau kau punya aura yang bisa memikat orang lain” jawab Jessica sambil tersenyum. “Melihatmu, aku jadi semangat untuk mendandanimu”

“Aku… Tidak sehebat yang dikatakan Jessica, kok…” jawabku malu-malu.

“Jangan rendah hati begitu. Memang, kau seperti sebuah permata yang baru menunjukkan kilaunya. Dan tugasku di sini adalah mendandanimu!” lanjut Sica.

 

TAEYEON POV END

*

AUTHOR POV

 

“Taeyeon lama sekali!” keluh Kai.

“Tumben Kai perhatian banget sama yeoja….” Ucap Kyuhyun lalu tersenyum usil.

“Mian, membuat kalian menunggu!” ucap Taeyeon tiba-tiba lalu keluar dari ruang ganti. “Bagaimana, bagus tidak?”

“Bagus sekali!” jawab Kyuhyun.

“Bagaimana, Kai?” tanya Taeyeon penasaran.

Kai memperhatikan penampilan Taeyeon dari ujung rambut hingga kuku kaki yang sudah berwarna-warni itu. Kai memperlihatkan muka merahnya, bingung mau berkata apa.

“Kau… Terlihat seperti biasa” ucap Kai membuat Taeyeon kesal.

“Aish, kau sama sekali tidak pandai memuji!” seru Taeyeon. “Di mana Suho?”

“Audisi sudah dimulai dari tadi dan kau mendapat urutan ke 39. Suho sedang menjuri” jelas Kyuhyun. “Aku mau lihat keadaan sebentar”

Kyuhyun meninggalkan Kai dan Taeyeon. Kai memberikan Taeyeon sebuah plastik yang membuat Taeyeon kebingungan tapi tetap menerima plastik itu.

“Apa isinya?” tanya Taeyeon bingung.

“Maksudku seperti biasa… Kau terlihat cantik seperti biasa” bisik Kai lalu pergi meninggalkan Taeyeon.

Muka Taeyeon merah padam. Dipuji Kai membuatnya merasa seperti diterbangkan ke awan. Taeyeon membuka plastik itu dan mendapati sebuah yogurt di sana.

‘Yogurt yang katanya mau kamu pakai saat tes kamera.Aku tidak mau mendengar alasan apapun. –Kai—‘

DEG. Jantung Taeyeon berdetak sangat cepat. Diperhatikannya yogurt yang masih terlihat fresh itu. Di genggamnya dengan erat plastik itu sambil tersenyum.

“Taeyeon!” ucap Kyuhyun. “Sebentar lagi giliranmu. Bersiaplah!”

Taeyeon mengangguk. Dia tetap membawa plastik yang berisi yogurt dari Kai. Dimasukinya ruangan audisi. Ada 10 orang selain dia di sana.

Ternyata audisi dilakukan bergiliran 10 orang. Dari 10 orang itu akan dipilih satu yang terbaik untuk tes kamera.

“Selanjutnya, nomor 39” panggil salah satu Juri.

Taeyeon berdiri di tengah-tengah ruangan lalu membungkuk 90 derajat. “Annyeonghaseyo, Kim Taeyeon imnida”

“Kamu dari agency mana?” tanya salah satu juri.

“Vello Entertaiment” jawab Taeyeon mantap.

“Berarti kamu kenalan Suho?” tanya salah satu juri lalu menoleh pada Suho yang duduk di kursi juri paling ujung. Suho hanya mengangguk. “Kami akan mewawancaraimu”

“Ne!” jawab Taeyeon dengan semangat.

“Deskripsikan dirimu” ucap salah satu juri.

“Ne. Saya Kim Taeyeon, cita-cita saya adalah menjadi artis terkenal yang mungkin akan go internasional. Hobi saya adalah menggambar, menulis dan segala sesuatu yang akan membuat saya tidak bosan” jawabku lalu semua juri tertawa kecuali Suho. “Saya adalah orang yang…. Sangat suka berteman dan benci kalau disuruh menunggu. Eomma saya bilang saya sangat narsis karena saya suka ber-selca. Tapi saya ber-selca untuk menyenangkan hati saya!”

“Haha, senyummu manis juga” puji salah satu juri. “Suho, kau mau memberikan dia pertanyaan atau tantangan?”

Suho menggerakkan tangannya seperti memberi isayat pada Taeyeon untuk maju ke hadapannya. Taeyeon sekarang berdiri tepat di depannya. Dia menyuruhku Taeyeon duduk.

“Mau apa kau, Suho?” tanya salah satu juri.

Suho menggerakkan tangannya dan memegang rambut Taeyon dengan hati-hati.

 

AUTHOR POV END

 

TAEYEON POV.

DEG. Mwo, Suho… Apa yang kau lakukan? Kenapa kau memegang rambutku?

Sesaat aku sadar, kalau Suho sedang mengepang rambuku yang cukup panjang ini. Aku saja tidak bisa melakukannya sendiri, tapi entah kenapa meski Suho seorang namja, dia bisa melakukannya dengan tangannya yang lebih besar dariku.

Baru kali ini rambutku disentuh oleh seorang namja. Aku tidak tau apakah Appaku yang tidak pernah kulihat sosoknya pernah menyentuh rambutku atau tidak. Yang pasti kalau mengepang, mungkin Suho adalah yang pertama.

Suho mengulurkan tangannya yang berisi banyak karet rambut. Apa dia mengujiku dalam hal penampilan? Karena aku memakai dress warna tosca, aku pilih saja warna biru berhias diamond. Dia mengangguk sedikit lalu memakaikannya ke rambutku.

Suho mendorongku sedikit seperti bilang padaku kalau sudah selesai.

“Hmm…. Selain punya senyum manis, kalau dikepang kau terlihat anggun” puji salah satu juri. “Terima kasih sudah audisi. Selanjutnya, nomor 40!”

Aku kembali duduk di kursiku. Aku sama sekali tidak memperhatikan yeoja bernomor 40 yang sedang audisi melainkan menatap Suho. Aku ingin sekali rambutku disentuh olehnya sekali lagi, membuatku terasa sangat nyaman.

Setidaknya dia membuatku cukup tenang. Menurutku, aku tidak lolos audisi juga tidak apa karena hari ini aku sudah dikepang oleh Suho.

“Baiklah, nomor 40 selesai! Saya akan membacakan hasilnya!” seru salah satu juri.

DEG. Ini dia! Saatnya penentuan…. Siapa yang akan lolos ke tes kamera… Aku tidak ingin menyia-nyiakan usaha Kai yang sudah membawakanku yogurtnya. Juga Kyuhyun yang sudah menyusun rencana agar aku menjadi artis terkenal. Dan juga usaha Suho yang mengepang rambutku.

“Yang lolos dan maju ke tes kamera adalah….”

TO BE CONTINUED…..

 

Soal judul, “Flawless Step By Step” artinya adalah sempurna langkah demi langkah. Jadi intinya FF ini menceritakan langkah Taeyeon hingga dia menjadi artis yang terkenal dan tentu saja maksudnya sempurna adalah bukan hanya cinta yang sempurna tapi keluarga, teman-teman dan karirnya!

No silent reader ya

Advertisements

6 thoughts on “Flawless Step by Step – Step 02

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s