[Freelance] Twoshoot : There`s No One Like You (1/2)

30

 

Title : There’s No One Like You

Author : NinkNonk

Cast : Taeyeon (GG), Kai (EXO), Luhan (EXO), Hyuna (4minute)

Length : Twoshoot – Genre : AU, romance – Rating : PG-15

Disclaimer : all cast milik Allah SWT. Kedua orangtua, agensi dan diri mereka sendiri. Author cuma minjam nama dan kepribadian mereka. FF ini hasil kerja keras pikiran author sendiri, so don’t bashing & don’t plagiat!!!

Happy reading & I hope you like it!

…………………………………………………………………………

Pagi itu, Kai bangun dengan sangat malasnya. Jika bukan karena, kakeknya yang mengotot agar dia segera bersiap-siap karena hari ini ada hal penting yang akan kakeknya itu sampaikan. Kakeknya yang sudah berusia hampir 80thn, memang orangnya sangat keras kepala sehingga Kai lebih memilih unuk menuruti setiap perintah kakeknya tersebut.

Setelah bersiap-siap, Kai segera menuju ke ruang tamu rumah tersebut. Selain Kai, dirumah tersebut terdapat 2 orang lagi selain pembantu rumah tangga dan pelayan yang tinggal dirumah itu. Di ruang tamu, nampak sosok kakeknya dan seorang lagi namja yang tidak lain adalah kakaknya sendiri walaupun keduanya tidak berasal dari ibu yang sama.

“selamat pagi aboejihyung…” ucapnya sambil mengambil tempat yang tidak berada jauh dari keduanya.

Walaupun dia dan kakaknya berbeda ibu, tetapi Kai sangat menghargai kakaknya tersebut, Luhan. Kai yang dari kecil kurang mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtuanya, merasa sosok kakaknya itulah yang dapat menggantikan peran kedua orangtuanya.

“hari ini aboeji sengaja mengumpulkan kalian berdua karena ada hal yang ingin aboeji sampaikan kepada kalian. Apa kalian ingat beberapa minggu yang lalu, saat aboeji kecelakaan?” tanya aboeji kepada kedua cucunya sambil mengingatkan tentang kejadian tersebut.

“memangnya ada apa aboeji mengungkap kejadian itu lagi? Apa aboeji merasakan sesuatu yang sakit lagi?” tanya Luhan khawatir.

aniyo, maksud aboeji tentang seorang yeoja yang menyelamatkan aboeji ketika kejadian itu. Tanpa memikirkan tentang keselamatannya, dia berani mengeluarkan aboeji yang tergencet mobil” ungkap aboeji terharu mengingat kejadian tersebut.

“kenapa aboeji teringat akan yeoja itu? Apakah dia ingin aboeji ingin membalas pertolongannya waktu itu?” ucap Kai santai.

“jaga ucapanmu Kai! Seharusnya kau merasa malu padanya jika suatu hari nanti kau bertemu dengannya, walaupun dia telah menyelamatkan aboeji tapi dia tidak berharap balas budi dari aboeji” bela aboeji.

“jadi apa hubungannya dengan kami sekarang?” tanya Kai sedikit kesal.

“setahu aboejiyeoja itu mengalami luka bakar ketika berusaha mengeluarkan aboeji. Hal itu terus mengusik pikiran aboeji, sehingga aboeji ingin agar yeoja itu menjadi menantu keluarga kita” ungkap aboeji yang sukses membuat Kai dan Luhan terkejut.

“me-menantu…? maksud aboeji?” gugup Kai.

neh… salah satu dari kalian harus menikahinya!” perintah aboeji sambil tersenyum penuh arti.

mwo?” teriak Kai tidak percaya.

wae… bukankah kalian adalah cucu aboeji yang sudah seharunya memiliki istri sekarang” ucap aboeji.

mianhae aboeji aku tidak bisa, masih banyak yang harus aku lakukan sebelum aku memiliki keluarga baru” jawab Kai penuh penolakan.

aboeji mohon, ini adalah harapan aboeji satu-satunya agar aboeji bisa tenang” pinta aboeji.

Sementara itu, Kai masih belum bisa mengabulkan permohonan aboejinya tersebut yang tidak masuk akal. Apalagi, dia belum pernah melihat ataupun mengenal yeoja yang dimaksudkan.

“baiklah aboeji, aku yang akan menikahi yeoja itu” ucap Luhan yang langsung ditatap dengan eksoresi kurang percaya dari Kai dan berbanding terbalik dengan aboejinya yang terlihat bahagia.

jeongmalAboeji sangat bahagia mendengarnya, baiklah aboeji akan mencari alamat yeoja tersebut sehingga kita bisa pergi melamarnya” seru aboeji dengan nada bersemangat lalu meninggalkan kedua cucunya tersebut.

Luhan yang melihat tingkah kakeknya juga merasa bahagia, sungguh hal inilah yang bisa dia lakukan agar kakeknya bisa terus bahagia.

hyung, apa yang terjadi padamu? Apa aku tidak salah dengar tadi?” tanya Kai penasaran.

Luhan yang ditanyai malah tidak menjawab melainkan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. Kadang-kadang dongsaengnya itu tidak tahu apa yang dipikirkannya.

“sudahlah, aku tahu apa yang akan aku lakukan. Apa hari ini kau tidak ada jadwal?” tanyanya.

omo!!! Aku hampir lupa, hari ini aku ada battle dance di pantai Sokcho” ucapnya lalu segera berlalu ke kamarnya.

Beberapa menit kemudian, Kai turun dengan membawa ransel yang diselempangnya.

hyung, aku berangkat dulu. Katakan pada aboeji aku tidak bisa menemani kalian mencari yeoja itu” ucap Kai sambil menuju pintu tanpa menatap Luhan.

“berhati-hatilah…” jawab Luhan sambil menatap dongsaengnya itu.

Kai yang mengendarai ferrari merahnya, segera memecah keheningan kota Seoul yang masih sepi karena hari tersebut hari minggu. Siang nanti, akan ada acara battle dance dan dia tidak pernah melewatkan hal itu. Di Seoul, Kai dikenal sebagai king of dance sehingga banyak yang menantangnya baik dari sekitar kota Seoul maupun dari luar kota Seoul.

Di pantai Sokcho, sudah banyak peserta maupun penonton yang memadati acara tersebut. Kai nampak mengatur beberapa koreografi yang akan dia tampilkan nanti, ketika beberapa temannya menghampirinya.

“hey, Kai!!” seru Hoya, partner dancenya.

“kenapa kalian datang terlambat?” ucap Kai ketus.

“eh… mian, tadi kami sedikit tersesat” ucap Hoya sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.

“kalian sudah siapkan?” tanya Kai datar.

“tunggu dulu, Lay kemana? Sedari tadi aku tidak melihatnya?” seru Hoya sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat tersebut.

“mungkin dia sedang berada disuatu tempat, dia tidak pernah menetap disuatu tempat” ujar Kai.

“aku akan mencarinya. Kau mau ikut tidak?” ucap Hoya.

“baiklah” setuju Kai walaupun dengan berat hati.

Mereka segera mencari Lay disekitar tempat tersebut, terutama ditempat-tempat kemungkinan Lay datangi. Beberapa menit mencari, ditempat yang agak jauh dari tempat tersebut terlihat seorang namja yang sedang mengintai sesuatu didekat pantai yang sepi. Kai dan Hoya mendekati Lay yang tidak menyadari kedatangan keduanya, hingga Kai mengagetkan Lay.

“hei, apa yang sedang kau lakukan disini?” seru Kai yang sukses membuat Lay terperanjat.

“aish… kalian ini hampir saja membuatku mati ditempat” balas Lay sambil menenangkan debaran jantungnya.

mwo? Tidak usah sedramatis itu, memangnya apa yang membuatmu tidak peka dengan kehadiran kami?” tanya Hoya penasaran.

“coba kalian lihat disana itu!” tunjuk Lay agar keduanya juga memperhatikan hal yang menarik perhatiannya sedari tadi.

Keduanya yang penasaran, segera melihat arah yang ditunjukkan Lay barusan. Saat keduanya menyadari hal tersebut, alangkah kagetnya dan terpesonanya mereka ketika melihat pemandangan didepannya tersebut. Di pantai yang sepi dan jauh dari hiruk pikuk keramaian, nampak seorang yeoja yang sedang melakukan sesuatu, seperti mencari sesuatu di pinggir pantai dan kadang-kadang menyelam kedalam laut lalu kembali menampakkan dirinya.

Beberapa saat terpukau dengan keadaan disana, tiba-tiba yeoja tersebut menyadari kehadiran mereka walaupun sangat jauh dari tempatnya berada. Sadar ada beberapa orang yang memperhatikannya, yeoja itu lalu bergegas mengambil barang-barangnya dan segera meninggalkan pantai itu seperti orang ketakutan. Hal tersebut membuat ketiganya sedikit kecewa, mereka saling menyalahkan satu sama lain.

“ya!!! Ini semua karena kalian tidak pintar bersembunyi, akibatnya yeoja itupun melarikan diri sebelum aku mengajaknya berkenalan” ketus Lay.

mwo? Ini juga salahmu” balas Hoya yang tidak terima dengan tuduhan Lay.

“sudah sudah, lebih baik kita segera ke tempat acaranya sebelum terlambat” ajak Kai melerai keduanya.

Merekapun segera kembali ke tempat acara battle dance, namun Kai sekali lagi berbalik ke arah yeoja tadi pergi. Walaupun dia ingin menyangkal, tetapi Kai tidak bisa mengingkari bahwa ada perasaan tertarik terhadap yeoja tadi. Dengan langkah yang ringan diapun meninggalkan tempat tersebut, menyusul kedua temannya.

Acara battle dance tersebutpun dimulai dengan penampilan dari berbagai peserta yang hebat-hebat, ketika giliran mereka tiba terdengar teriakan histeris dari semua yeoja-yeoja yang berada disana. Tidak ada yang dapat mengingkari pesona ketiganya dan tentu saja merekalah yang menjadi pemenang seperti biasa. Mereka segera berpisah ditempat tadi dan mengambil jalur yang berbeda. Kai akhirnya memacu mobilnya ketika dirasa cukup menikmati pemandangan pantai Sokcho dan berharap bisa menemukan yeoja itu lagi, namun nihil.

Dijalan, Kai sesekali mengedarkan pandangannya ketika perhatiannya tertuju pada sesosok yang nampak seperti yeoja tadi sedang berdiri ditepi jalan. Kai segera menepikan mobilnya lalu menghampiri yeoja tersebut.

“hei, apa yang kau lakukan disini saat matahari sudah mau tenggelam?” ucap Kai.

Yeoja itupun mengangkat wajahnya ketika seseorang sedang berbicara padanya, namun dia hanya terdiam tanpa menjawab. Kai terpana saat melihat wajah yeoja tersebut ditambah dengan terpaan senja matahari, sangat menawan walaupun wajahnya tidak sepenuhnya terlihat karena syalnya yang menutup sebagian wajah bagian bawah dan beberapa helai rambutnya yang sedikit kusut.

“apa kau mau membeli?” tanya yeoja tersebut sedikit pelan namun dapat didengar Kai.

“eh???” Kai agak kebingungan namun dia sadar bahwa yeoja itu sedang menjual beberapa aksesoris yang terbuat dari kerang.

“berapa harganya semua ini?” tanya Kai lalu mengambil beberapa lembar uang didompetnya.

“semuanya 20.000won” jawab yeoja itu.

“baiklah, aku ambil semuanya” ucap Kai.

Saat yeoja itu selesai memberikan bungkusannya, diapun hendak meninggalkan tempat tersebut hingga Kai menarik pergelangan tangannya dan membuat yeoja itu menatapnya ketakutan.

mianhae… aku tidak bermaksud membuatmu ketakutan. Apa aku tidak mendapat bonus karena telah memborong semua barangmu?” ucap Kai basa-basi lalu melepaskan genggamannya.

“aku sudah tidak punya apa-apa lagi, tapi kau bisa mengambil sapu tangan ini sebagai ucapan terima kasihku” ucapnya tersenyum sambil menyodorkan sapu tangan itu lalu meninggalkan Kai.

Kai mematung setelah menerima sapu tangan itu dan tidak menyadari bahwa yeoja itu sudah tidak ada. Dia hanya bisa merutuki dirinya karena telah melakukan hal-hal yang diluar kebiasaannya terutama terhadap yeoja. Diapun kembali mengendarai mobilnya sambil tersenyum melihat sapu tangan pemberian yeoja tadi.

Skip

Kai yang tiba di rumahnya dengan perasaan yang berbeda, sukses membuat kakeknya dan Luhan sedikit menatapnya curiga. Tidak biasanya, bocah itu terlihat senang seperti saat ini ketika pulang dan memenangkan battle dancenya.

“Kai, bisa hyung berbicara denganmu sebentar?” ucap Luhan dan menyadarkan Kai dari lamunannya.

neh, hyung” ucap Kai lalu mengikuti Luhan yang masuk ke kamarnya.

“apa ada yang terjadi padamu hari ini?” tanya Luhan setelah duduk disalah satu sofa dikamar.

aniyo hyung, aku tidak kenapa-kenapa” sergah Kai menggeleng pelan.

“apa kau sedang jatuh cinta?” tanya Luhan lagi dan hal itu sukses membuat Kai tersontak.

“jatuh cinta? Apa mungkin aku sedang jatuh cinta?” batin Kai.

“tidak perlu kau jawabpun, hyung sudah tahu bahwa dongsaengku ini sedang tertarik dengan seorang yeoja” seru Luhan.

hyung menyadarinya yah?” tunduk Kai malu.

“beruntung sekali yeoja itu, memangnya siapa nama yeoja itu?” tanya Luhan penasaran, sementara itu Kai hanya bisa merasa menyesal karena kebodohannya.

“aku lupa menanyakan namanya, paboya!” sesal Kai.

“bagaimana kau ini, jatuh cinta pada yeoja yang tidak kau kenali” ucap Luhan.

“ah, sudahlah. Kalau aku memang berjodoh dengannya, suatu hari nanti aku pasti akan menemukannya kembali” ujar Kai sambil menatap langit-langit kamarnya.

“padahal tadi pagi, kau baru mengatakan tidak akan menikah muda tapi sekarang kau malah berbicara tentang jodohmu” goda Luhan.

Luhan hanya tersenyum melihat dongsaengnya itu bahagia bisa merasakan cinta. Sedikit perasaan miris yang dia rasakan, berharap dongsaengnya itu menemukan jodohnya dengan perasaan cinta tidak seperti dirinya yang menerima perjodohan demi keinginan kakeknya.

hyung, apa kau sudah menemukan alamat yeoja itu?” tanya Kai karena hyungnya itu hanya terdiam sedari tadi.

“selama aboeji yang bertindak, tidak akan ada hal yang mustahil baginya. Besok kami akan ke rumah yeoja itu” ucap Luhan tenang namun Kai menyadari sesuatu yang hyungnya sembunyikan.

“apa hyung tidak ingin memikirkannya sekali lagi?” tanya Kai khawatir.

“kebahagiaan aboeji adalah tujuan hyung, mana mungkin aku membatalkannya. Kau tahukan, hanya aboeji  keluarga satu-satunya yang kita miliki sekarang” ucap Luhan sedikit meyakinkan Kai.

Kai akhirnya dapat mengerti dengan keputusan hyungnya itu, bagaimanapun dia pada akhirnya akan melakukan sesuatu hal yang tidak sesuai dengan keinginannya suatu hari nanti demi kakeknya itu. Setelah Luhan meninggalkan kamar itu, Kai kembali lagi dengan pikiran barunya tadi. Lama dia memandangi sebuah kain berbentuk segi empat yang disimpan disaku celananya, akhirnya diapun tertidur lelap tanpa melepaskan benda tersebut.

Beberapa hari kemudian…

Kai bangun terlambat, untung saja hari ini kuliahnya agak siang, jadi dia tidak perlu terburu-buru mandi. Selesai berpakaian, dia menuruni anak tangga menuju ruang makan dan disana dia tidak mendapati kakek dan hyungnya seperti biasanya.

ahjumma, apa aboeji dan hyung tidak turun sarapan?” tanya Kai pada seorang pengurus rumah tangganya yang sudah dianggap layaknya bibinya sendiri.

“tuan besar dan tuan muda sedang pergi, katanya ada yang perlu mereka lakukan. Oh iya, tadi kami disuruh mempersiapkan satu kamar lagi dilantai atas dengan ukuran luas. Nampaknya, rumah kita kan bertambah satu orang lagi” ucapnya.

arraseo, sebaiknya aku juga harus bersiap-siap menyambut hyeongsu keluarga ini” ucap Kai lalu melahap sarapannya dan bergegas ke kampus.

Kai tidak langsung ke kampusnya, melainkan dia singgah dulu di sebuah toko bunga yang terletak dipinggir jalan menuju kampusnya. Di toko tersebut, dia mulai memilih-milih bunga yang akan dia berikan buat calon kakak iparnya nanti.

ajusshi, aku ingin membeli bunga untuk seseorang” seru Kai agar sang pemilik toko membantunya memilih.

“apakah itu untuk seseorang yang anda sukai tuan?” sang pemilik toko balik bertanya.

aniyo, bunga ini akan aku berikan untuk calon kakak iparku” ucap Kai.

“sepertinya bunga yang disana itu cocok untuknya” tunjuknya dan segera mengambil bunga itu.

“baiklah, aku ambil yang ini saja. Sore nanti, aku akan kembali untuk mengambilnya” ucap Kai lalu menyerahkan beberapa lembar uang.

Setelah membeli bunga, Kai langsung menuju kampusnya. Di kampus itu, sudah nampak seorang yeoja yang sedari tadi menunggunya. Ketika kai baru keluar dari mobilnya, yeoja tersebut langsung memeluknya dari belakang.

chagi, kenapa kau lama sekali datangnya?” tanya yeoja tersebut sambil mengeratkan pelukannya walaupun Kai tidak suka diperlakukan seperti itu tetapi dia tidak menolaknya.

“tadi aku singgah dulu membeli bunga untuk calon kakak iparku” ucap Kai lalu melepaskan pelukan yeojachingunya.

mwo? Kakak ipar? Maksudmu, Luhan oppa akan menikah?” tanya yeoja itu penasaran.

neh” angguk Kai.

“kalau begitu, kapan kau akan melamarku?” tanya Hyuna, yeojachingunya dan hal itu sontak membuat Kai terdiam beberapa saat.

“menikah denganmu? Aku tidak tahu apakah aku benar-benar mencintaimu Hyuna” batin Kai.

chagiah… ada apa denganmu? Aku tidak bermaksud memaksamu untuk segera menikah, yang penting kau selalu ada didekatku itu sudah membuatku sangat bahagia” ucap Hyuna sambil merangkul lengan Kai.

SKIP

Dilain tempat, terlihat dua orang sedang berjalan seperti mencari suatu alamat. Beberapa orang yang berada disekitar jalan tersebut, tidak luput dari pertanyaan mereka. Setelah akhirnya menemukan alamat yang dicari-carinya, merekapun segera mengetuk pintu rumah tersebut dan beberapa saat kemudian, keluarnya seorang wanita paruh baya.

“yah? Apa ada yang bisa saya bantu tuan-tuan?” tanya wanita paruh baya tersebut sedikit heran dengan kedatangan dua orang asing dihadapannya itu.

“apa benar ini adalah rumah nona Kim Taeyeon?” tanya salah seorang yang paling tua diantaranya.

“maksud anda puti kami, Taeyeon?” ucap wanita paruh baya itu lagi.

neh nyonya. Kami datang kesini karena ada keperluan dengan putri anda” ucap kakek itu.

“silahkan masuk!” ucap nyonya Kim sambil mempersilahkan keduanya masuk ke rumah sederhana milik mereka.

Setelah semuanya duduk dan disuguhi dengan minuman, kakek itu langsung memulai dengan mengutarakan maksud dan tujuan mereka datang ke rumah itu. Dengan penuh perhatian, nyonya Kim mendengarkan setiap kata-kata yang dilontarkan oleh kakek tersebut. Namun, ketika mendengar tujuan keduanya mendatangi rumahnya. Sekali lagi, nyonya Kim sedikit ragu untuk memutuskan.

“maafkan kami tuan-tuan, saya tahu putri saya itu telah menyelamatkan anda. Tapi, apakah keputusan ini tidak terlalu berat begi keluarga anda? Apalagi beberapa bulan yang lalu kami kehilangan appanya” ragu nyonya Kim.

“kumohon ahjumma, saya berjanji akan menjadi suami yang baik dan akan selalu melindungi Taeyeon” pada akhirnya Luhanpun angkat berbicara meyakinkan nyonya Kim.

Melihat ketulusan dari kata-kata Luhan, akhirnya nyonya Kim luluh juga hatinya.

“baiklah, tetapi ada baiknya jika keputusan ini disetujui juga oleh putri kami” ucap nyonya Kim.

Ternyata sedari tadi, Taeyeon telah mendengarkan pembicaraan mereka. Namun berat rasanya dia menerima perjodohan itu, mengingat setelah ini eommanya akan hidup sendirian dan ditambah lagi dia tidak percaya diri terhadap bekas luka yang membekas dengan jelas dileher sebelah kanannya.

jeongmal mianhae aboeji, aku tidak bisa menerima perjodohan ini” akhirnya Taeyeon menampakkan dirinya.

“ta-tapi kenapa?” tanya aboeji.

“sekali lagi, mianhae. Aku tidak ingin menghancurkan kebahagiaan orang lain dan membuatnya kecewa dengan menerima keadaanku saat ini” ucap Taeyeon menangis lalu berlari keluar rumah.

Luhan yang merasa bahwa dirinyalah yang dimaksud, langsung mengejar Taeyeon dan beberapa jauh mengejar akhirnya dia berhasil menggapai tangan Taeyeon sehingga membuatnya berhenti.

“aku tahu penderitaanmu, tadi kau mengatakan ‘menghancurkan kebahagiaan orang lain’. Kau salah, justru jika kau menolak perjodohan ini akan ada banyak orang yang kau hancurkan kebahagiaannya. Dan mengenai keadaanmu, aku sudah bisa menerimanya sejak aku tahu tentang perjodohan ini dan saat melihatmu tadi” curhat Luhan lalu memeluk Taeyeon sambil menenangkannya.

Taeyeon yang tidak percaya mendengar kata-kata Luhan, kemudian menatap manik mata dihadapannya itu berharap menemukan kebohongan. Namun yang dilihatnya adalah ketulusan didalam manik mata tersebut. Melihat yeoja itu yang menatapnya dengan tatapan ragu, diapun angkat bicara lagi.

“kau percaya cinta pandangan pertama? Awalnya aku tidak mempercayainya, tapi beberapa saat yang lalu aku langsung percaya. Itu semua karenamu, there’s no one like you” ucap Luhan meyakinkan.

Taeyeonpun hanya bisa menangis bahagia mendengar kata-kata yang baru pertama kali didengarnya dari seorang namja. Keduanya lalu kembali ke rumah tadi dan didepan rumah sudah ada dua orang paruh baya yang terlihat sangat khawatir. Setelah mengatakan bahwa Taeyeon sudah menerima lamaran tersebut, aboeji dan nyonya Kim nampak sangat bahagia.

“apakah eomma tidak ikut bersamaku?” tanya Taeyaon ketika keduanya sedang sibuk mengemas pakaian Taeyeon.

“tidak sayang, eomma akan ke rumah wehalmeonimuEomma harap kalian hidup berbahagia, karena eomma yakin calon suamimu itu akan menjagamu lebih baik daripada kami” ucap nyonya Kim terharu.

“aku akan sangat merindukan eomma” sedih Taeyeon lalu memeluk erat eommanya itu.

“sudahlah, barang-barangmu sudah siap semuanya” ucap nyonya Kim lalu mengantar putrinya itu menuju mobil yang telah bersiap dari tadi.

“selamat jalan putriku” nyonya Kim memberikan kecupan didahi putrinya sebelum masuk kemobil.

Dimobil, Taeyeon duduk disamping Luhan dan aboeji duduk didepan samping sopir pribadinya. Taeyeon yang berat meninggalkan eommanya, akhirnya tertidur dengan lelap karena kelelahan. Luhan lalu membaringkan Taeyeon dipangkuannya dan sesekali mengelus rambutnya.

SKIP

Kai yang telah selesai kuliah terburu-buru pulang dan tidak menghiraukan Hyuna yang sedari tadi terus memanggilnya. Saat Kai hampir mencapai mobilnya, tiba-tiba seseorang mencegahnya.

“Ya Kai!!! dari tadi kau tidak dengar panggilan yeojachingumu itu?” seru Lay seraya menunjuk seorang yeoja yang tengah menghampiri mereka.

chagiah… kenapa kau sangat terburu-buru? Aku lelah mengejar dan meneriakimu sedari tadi” ucap Hyuna dengan nafas terengah-engah.

mian… aku tidak mendengarnya, tapi aku sedang buru-buru karena calon kakak iparku sudah datang jadi aku harus menyambutnya. Kalian tahukan bagaimana sikap aboejiku itu” Kai menjelaskan panjang lebar agar mereka tidak menyalahkannya yang memang sengaja menghindari Hyuna.

“kalau begitu, aku ikut juga. Sekalian aku ingin memperkenalkan diriku kepada aboeji dan Luhan oppa” ucap Hyuna lalu segera masuk ke dalam mobil Kai.

Kai mau tidak mau menyerah juga, dia tidak ingin berdebat dengan Hyuna dan Lay. Diapun memacu mobilnya menuju toko bunga dan segera kembali ke rumah. Sesampainya mereka didepan gerbang rumah, nampak beberapa orang yang terlihat sibuk mondar-mandir sedang mempersiapkan suatu pesta sebagai penyambutan untuk menantu keluarga itu. Kai yang didampingi Hyuna bergegas masuk ke dalam. Di dalam sudah ada aboejinya yang tidak kalah sibuknya.

aboeji, hyung mana?” tanya Kai ketika dia sudah berada didekat aboejinya.

hyungmu sedang siap-siap karena malam ini mereka akan bertunangan” ucap aboeji.

mwo? Secepat inikah?” ujar Kai.

wae? Lagipula bukan kau yang berada diposisi hyungmu. Nuguya?” tanya aboeji ketika melihat seorang yeoja yang sedang merangkul Kai.

annyeong haseyo… Hyuna imnida” ucap Hyuna sambil membungkuk hormat.

“jadi karena yeoja ini makanya kau tidak mau dijodohkan?” ujar aboeji.

aboeji, bukan itu maksudku” seru Kai membela diri.

“sudahlah, lebih baik kau menemui hyungmu” ucap aboeji lalu kembali sibuk lagi.

“sebaiknya kau menungguku ditaman belakang, aku akan segera menyusulmu nanti” perintah Kai lalu disetujui Hyuna.

Kai lalu menaiki tangga menuju lantai dua, tepatnya ke kamar Luhan. Disana terlihat Luhan sedang bersiap-siap dengan tuxedonya.

“wah hyung sangat tampan dengan pakaian seperti ini” goda Kai.

“Kai, kau sudah datang?” tanya Luhan sambil membetulkan dasinya.

“kelihatannya aboeji sangat bersemangat hari ini dan hyung terlihat bahagia. Bagaimana dengan calon kakak iparku?” tanya Kai lagi.

“dia ada di sebelah” jawab Luhan sambil menunjuk arah kamar yang berada disamping kamarnya.

“apakah hyung menyukainya?” tanya Kai penasaran.

“kurasa begitu, aku mulai menyukainya. Bisa dibilang cinta pandangan pertama. Bagaimana dengan cinta pandangan pertamamu itu?” balas Luhan.

“entahlah hyung, saat ini aku masih bingung. Dilain sisi, aku masih punya Hyuna” ucapnya sambil menatap keluar jendela dan mendapati sosok Hyuna disana yang sedang menunggunya.

hyung beruntung, yeoja yang menjadi istri hyung adalah cinta pandangan pertama hyung sedangkan aku tidak tahu apakah aku bisa menemukan yeoja itu lagi” ucap Kai berusaha tegar.

hyung berharap kau juga bisa menemukannya, tapi jangan sia-siakan cinta yang ada padamu saat ini” ucap Luhan menasehati.

“panggillah Hyuna, aku akan memperkenalkan Taeyeon dengan kalian” tambahnya lagi.

“Taeyeon? Nama yang bagus. Baiklah aku akan memanggil Hyuna dulu” ucap Kai lalu segera menyusul Hyuna di taman belakang.

Kai lalu menghampiri Hyuna yang sedang sibuk dengan handphonenya.

kajja! Hyung mengajak kita untuk menemui calon istrinya” ajak Kai lalu mengambil bunga yang telah dibelinya tadi.

Di kamar Taeyeon, Luhan masuk setelah dipersilahkan oleh sang pemilik kamar. Sesaat Luhan terpana melihat calon istrinya itu yang dibalut dengan gaun berwarna putih tulang. Taeyeon yang ditatap seperti itu merasa canggung, dia hanya bisa tertunduk malu. Luhan mendekatinya.

“ada apa?” tanyanya.

Taeyeon yang ditanyai tidak bisa berkata-kata, dia kurang percaya diri dengan bekas luka yang berada dilehernya. Luhanpun mengerti dengan apa yang dirasakan calon istrinya tersebut. Dia mengedarkan pandangannya sedang mencari sesuatu dan menemukan sebuah syal lalu memakaikannya.

“dengan begini, kau tidak perlu khawatir lagi” ucap Luhan.

go-gomawo..” gugup Taeyeon.

“aku akan memperkenalkanmu dengan dongsaengku dan yeojachingunya” ucap Luhan lalu menuntun Taeyeon keluar kamar.

Diluar kamar, Kai dan Hyuna berjalan menuju kamar Taeyeon. Sebelum sempat mencapai kamar tersebut, Luhan terlebih dahulu keluar.

hyung…” seru Kai.

“hei Hyuna. Baiklah, perkenalkan ini Taeyeon” ucap Luhan lalu disusul dengan keluarnya Taeyeon dari kamarnya.

Alangkah terkejutnya Kai ketika melihat wajah Taeyeon yang akan menjadi kakak iparnya tersebut.

“kauuu….” ucapnya dan tanpa sengaja bunga yang semula akan dia berikan terjatuh dari genggamannnya.

TBC

Annyeong…. author datang dengan FF baru lagi nih. FF ini terinspirasi ketika author lagi sibuk dengan FF Be Mine dan FF sequelnya Flower Power. Mumpung otak author lagi encer dan sebelum inspirasinya ngilang, jadi buka laptop lalu kerjasama ama Ms. Word. So, terciptalah FF ini. Mian, kalau ceritanya gaje dan alurnya kacau #bow.

28 thoughts on “[Freelance] Twoshoot : There`s No One Like You (1/2)

  1. Tuh kan kai… Sekarang udah merasa nyesel???
    Ahhhh lutaeeeee… Lulu bahkan kamu di ff aja baiknya minta ampun.. Hhhe
    Update soon🙂

  2. Kesian kai, nyesel kan lu nolak perjodohan kakek mu itu. Taeyeon itu yeoja cinta pandangan pertamanya kai kan? Aduuh endingnya LuTae apa KaiYeon nih… Aku bimbang/? Pengennya LuTae tapi kasian Kai nya. H3h3 pokoknya keren lah aku suka :3

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s