Miracle In December (Suho Side Story-Call Box)

MID2

Title : Miracle In December

Suho Side Story (Call Box)

Author : AutumnFlow

Cast : Suho EXO | Sunny GG

Other cast : Krystal f(x)

Leght : Ficlet

Ranting: PG-13

Disclaimers : Pure from my  mind . Don’t bash. Don’t Be plagiat please.

 Miracle In December

Suho Side Story

other story of

Call Box

 

Hari itu, dingin yang menusuk mulai menggatikan rasa hangat musim panas. Pria itu berdiri tegap membelakangi pohon yang mulai meranggas. Sweater yang ia pakai sedikit membuatnya terasa lebih nyaman. Matanya memandang lurus kedepan, terfokus ke rumah tua yang sama sekali tak terurus mungkin mulai 1 bulan lalu hingga selamanya,setidaknya hingga seseorang ingin menghuninya. Pria itu menundukkan kepala mengambil gerakan hadap kanan lalu melangkah diringi suara gemerisik angin.

 

Miracle in december©

 

Gemerlap kota yang sama sekali tak bisa terhindarkan untuk tempat yang digunakan sebagai  pusat negara. Ditempat yang beberapa orang bertindak seolah olah tak mempedulikan lainnya dan di fikiran mereka hanyalah lembaran uang, atau dirinya sendiri.

Lampu otomatis apartemen itu menyala disusul dengan suara langkah kaki yang terdengar lemah. Pria itu meletakkan mantelnya di sofa yang memuat beberapa material yang sama sekali tak terlihat terurus. Kaleng kaleng minuman soda dan Bir berserakan hingga sudut ruang minimalis itu. Beberpa tissu bekas, juga beberpa kertas ia biarkan berserak tanpa arti. Bungkus snack yang biasanya menemaninya begadang hingga larut untuk menyelesaikan tugas tugas kantor yang selalu saja menumpuk.

Cukup tentang diskripsi tentang tempat tinggal pria yang kini melangkahkan kakinya menuju lemari es, mengambil beberapa kaleng bir dan makanan. Sambil terduduk diatas sofa dan memandang langit malam yang menampakkan mendung. pria itu mendesah hebat ketika ia selesai meneguk birnya. Ia tampak begitu kacau, sejanak ia termenung hanya suara detikkan jam yang terus bergulir menandakan bahwa waktu terus melangkah maju.

Suara sesegukan, tangisan mulai terdengar dengan jelas. Mata pria itu memerah mengeluarkan air yang sangat jarang keluar dari kedua mata itu. Pria itu mendekap erat erat kakinya. Mengelusi jari jari kakinya yang terasa membeku. Ia menderita untuk sekarang dan selamanya. Sebuah pigura yang terpajang diatas meja kerjanya yang berantakan. Sinar senja membias kaca pigura itu, yang tampak hanyalah kedua orang tengah berpelukan, tersenyum menampakkan wajah  bahagia mereka dan Hangat.

 

Miracle in december©

 

Pria bernama Kim Joon Myun itu memasuki Mini market kecil yang terdapat di persimpangan terdekat dari tempat tinggalnya. Hanya Butuh waktu 8 menit untuk mencapai tempat yang biasanya ia kunjungi setidaknya setiap empat hari untuk membeli ramyun, minuman, atau makanan kaleng yang sudah menjadi favoritnya sejak ia benar benar ditinggal oleh ibunya yang biasanya memasakkan bekal sekolah untuknya saat Sekolah Dasar 16 tahun silam.

Dan sesaat ia berhenti memakan makanan kaleng itu selama 6 tahun karena tak mau kekasihnya terus mengomel layaknya ibu ibu yang sedang menangkap basah anak kecilnya menelan permen karet. Tapi, justru omelan itu membuatnya nyaman dengan keberadaan kekasih disampingnya. Setidaknya hingga…

Joonmyun kembali mengumpat air matanya. Ia meremas erat makanan kaleng hingga menimbulkan suara perubahan bentuk kaleng tersebut, Masa bodoh. Untuk sekarang bukan saatnya menghitung berpa pengeluarannya. Ia hanya butuh sesuatu untuk meluapkan emosinya. Ia begitu membenci hidupnya sendiri sejak setahun lalu. Sejak kehangatan kekasihnya itu mulai memudar dan akhirnya hilang untuk selama lamanya.

Setahun lalu, vonis dokter membuatnya terasa terhempas ketanah dengan keras. Menyakitkan hingga menangispun rasanya tak sanggup. Ia termenung sejenak bersandar pada tembok ruang tempat dimana kehangatannya dirawat. Dengan langkah limbung dan tatapan kosong ia memberanikan diri untuk memutar kenop pintu ruang itu. Ia menduga akan menemukan seseorang yang tergolek lemah dengan wajah pucat di ranjang rumah sakit sambil selang selang semrawut dan juga dengan seragam dinas pasien rumah sakit. Tetapi ia sama sekali salah. Gadis penghangatnya itu berdiri tegap tersenyum manis  dan menyirami bunga. mengenakan Baju yang gadis itu tunjukkan kepadnya setiap jum’at, walaupun selang selang semrawut itu tetap saja menghiasi tubuh gadis itu. Dan tepat saat itu ia meluapkan semuanya, tangisan jeritan juga raungan yang menjadi jadi seperti orang kesetanan, ia berbisik pada setiap umpatan, nama gadis yang melihatnya dengan tatapan yang sulit diartikan.”Lee Sunny—“

Suara seruan selamat datang penjaga toko membuatnya tersadar dari kenangan masa lalunya yang menyakitkan memasukkan makanan kaleng itu kekeranjang belanjaan yang terisi dengan beberpa snack juga kebutuhannya. Meletakkan barang barang nya diatas meja kasir yang disambut oleh tangan cekatan penjaga toko. Ia menatap gambar hati yang menghiasi sedikit dari arsitektur toko itu.ia mengrenyit. Gagal fungsi Hati, fikiran itu terbesit dalam kepalanya. Penyakit yang membuatnya harus kehilangan kehangatannya untuk selama lamanya.

“terima kasih.. silahkan mampir kembali”

Joonmyun mengabaikan salam ramah itu dan segera melangkahkan kakinya keluar super market. Tanpa pamrih dan dengan tatapan angkuh yang penuh kesedihan. Ia tenggelam di angin yang menghentak malam itu.

“JoonMyun!”

Lelaki itu terdiam sejenak, mengamati sekitar untuk mengetahui siapa orang yang memanggilnya dengan nama yang jarang sekali orang mengetahuinya karena di kehidupan sehari hari seringkali ia di panggil suho bukan nama panjang pemberian ibunya.  Suara yang renyah, dan nyaring sudah dipastikan bahwa suara itu suara wanita. Dan ia melihat sekelilingnya sekali lagi.

“BA!!”

JoonMyun sedikit terkaget dan memundurkan badannya hingga 2 langkah, wanita dihadapannya tertegun sambil memandangi sikap aneh pria dihadapannya.

“kau kenapa ? seperti bukan kau saja!” hentak gadis itu sambil mendorong tubuh joonmyun hingga membuat pria itu mundur lagi untuk beberapa langkah. JoonMyun diam. Masih dengan tatapan tanpa kedip dihadapannya.

“SooJung ?” Ujar Joonmyun bersuara pelan. Soojung tertawa kencang sekaligus menyeramkan seperti penjahat penjahat yang terdapat di artun kartun serial televisi.

“Kau, baru menyadari bahwa aku soojung. Ya ampun tuhan!. Bagaimana bisa kau melupakan temanmu di sekolah dasar ini !” rutuk soojung.

JoonMyun terkikik pelan tanpa sadar, untuk pertama kalinya semenjak kehangatannya itu hilang 6 bulan lalu. Ia tertawa.

 

Miracle in december©

 

Ponsel berbunyi dengan nyaring memecah suara tawa yang begitu nyaring dari wanita dihadapannya. Mereka saling pandang sambil mengumpat tawa mereka. JoonMyun merogoh sakunya sambil mengemut yogurtnya dimulutnya. Tanpa melihat siapa yang menelefonnya pria itu langsung saja menempelkannya ketelinganya sambil melihat tingkah soojung yang aneh tertawa sambil melihatinya. Apakah ada yang salah dengan dirinya ?.

“Halo?”

Soojung tak sanggup lagi untuk menyebunyikan tawanya.

“kau lucu joonmyun!” tawanya terbahak-bahak sambil menunjuk atas kepala joonmyun yang kini tertutup oleh dedaunan kering yang gugur dari pohon diatas tempat mereka duduk. Joonmyun mengibaskan tumpukan dedaunan itu dan memberi isyarat agar soojung diam saat ia sedang menelefon.

“Halo?”

Ucapnya lagi yang tak segera direspon oleh penelefon. Menunggu beberapa detik yang terasa amat lama. Tapi pada detik ke 25 dirinya terdiam. Wajah sumringahnya mendadak menjadi wajah datar biasa saat ia belum bertemu soojung beberapa saat lalu. Soojung yang menyadari perubahan ekspresi milik joonmyun itu tertegun pelan sambil berbisik kepada joonmyun apakah ada hal yang buruk terjadi. Pria itu menggeleng lalu berkata kepada soojung untuk segera pulang karena hari sudah semakin larut. Dan pergi berlari menyusuri terotoar yang sedikit licin akibat es tanpa memedulikan panggilan soojung yang penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.

 

Miracle in december©

 

Ia berlari cukup jauh dari tamam bermain tempatnya berbincang dengan soojung tadi. Ia kembali kepersimpangan mini merket itu. Kenapa ia begitu yakin bahwa bisikan ditelfo  itu adalah suara Sunny.

.

.

Diujung perempatan remang remang lampu redup dan menyala dengan sendirinya. Semua sunyi dalam khidmat salju pertama. Perayaan natal yang berlangsung pada keesokan harinya menjadi penanda bahwa sekarang adalah waktu yang digunakan sebaik mungkin oleh beberapa orang yang taat ber misa di gereja.  Ataupun bagi orang orang yang menganggap natal itu adalah suatu perayaan tahunan, dan hanya memanggang roti sambil menikmati cokelat panas didepan perapian.

Berbeda  dengan pria ini.

Ia berjalan menembus kesunyian diperempatan itu. sambil memandang sendu cermin jalan yang menampakkan bayangannya. Ia berkedip satu kali. Matanya mendadak membulat seolah olah ia tak percaya. Pria itu membelokkan arah tujuannya. Menuju telepon umum di pinggir jalan didepan minimarket yang jelas jelas menapakkan kata “CLOSE” dengan sangat besar walaupun beberapa karyawan masih berguman didalam minimarket itu.

Ia terduduk disamping telefon umum yang gagangnya tergantung. Matanya kembali berkaca kaca . dengan lantang pria itu berteriak dengan sekuat tenaga, tak menghiraukan beberpa karyawan yang masih berjaga di mini market tersebut.

Tak lama dari itu satu buah pesan masuk ke ponselnya membuatnya berhenti sejenak dari ratapannya lalu terdiam, ia melangkahkan kaki ke arah rumahnya. Dengan langkah yang tegap.

Ia berniat meminta maaf kepada soojung karena meninggalkan gadis itu  begitu saja.

.

.

.

 

Pesan dari nomor yang tak dikenal,

.

.“aku benci kau!”

“aku lelah ketika membuatkanmu makanan setiap harinya!”

“aku lelah mengucapkan kata cinta kepadamu setiap hari!”

“aku lelah menghadapi sikap aroganmu!”

“aku lelah mengurusmu!”

“aku sangat membencimu !!!”

.

.

-lee Sunny-

 

 

 

Dan joonmyun mengerti arti dibalik pesan kebencian itu

 

fin

 

 

 

 

 

 

A/N : okey memakan banyak waktu rencana membuat catatan akhir tahun. Tahun ini tahun yang berharga bagiku. Tahun dimana aku mulai menyukai exo, mengenal exo dan mempelajarinya (?) =3= . aku masih termasuk exofan yang baru :3 lho o.o.

Maksud dari pesan singkat sunny bukan kata kata cinta. Karena sunny berfikir bahwa dengan kata kata cinta untuk terakhir kalinya,  pasti membuat Suho jadi lebih terpuruk. Makanya ia mengungkapkan kata kata yang merujuk pada “aku benci padamu” agar Suho cpet2 melupakan sunny. dan maaf untuk judul yang terlalu umum😄.

Sekian,

 

 

Happy New Year ^^

2014.

 

10 thoughts on “Miracle In December (Suho Side Story-Call Box)

  1. keren ya T.T
    kasian joonmyun nya😥
    10 jempol dah buat athor ‘-‘)b
    aku kira 2su (sunny-suho) akan kembali ‘-‘
    eh ternyata kagak😥
    nyesek ih ;-;

  2. Keren thor! ini ff pertakma kali yanv aku baca di2014loh/kedip kedip/? kirain Joonmyun sama soojung dipart itu aku kesel kesel sendiri/? aku agak ga eung sama smsnya sunny thor.-. itu sms lama? bukanya sunny disitu udah ga ada._. ffnya daebak thor!! ff castnya sunny yg lain ditunggu^^

    • jangan kesel :3. just story. smsnya itu sms baru. coba baca yang call box soalnya ini berkaitan erat😄. karena sunnya berubah jadi hantu nd mau ngomong sama suho melalui telfon kgak jadi makanya takdir author berkehendak ngomongnya jadi pakek sms. udh ngerti ?.
      Thanks for read ^^

  3. Ya ampun masih gak ngerti thor
    padahal bacanya udah diulang ulang
    gini bukan sih jadi sebenernya sunny itu udah meninggal
    itu juga menurut komen yang diatas sih hehe
    trus maksudnya si joonmyun mengerti arti dibalik pesan itu apaan sih thor
    gak mudeng -____-

  4. Kasian Suho ;-;
    Tapi aku harus bilang klo FF ini Memang top markotop ‘-‘)b
    Aku suka banget sama kata2 nya ! lain kali banyakin FF cast Sunny ya thor ~!!

  5. aduh ini ff keren banget ;A; suka banget gaya bahasanya>< sempet beberapa kali diem dulu mahamin kalimatnya (?) pas udah ngerti semua baca ulang dari awal deh~w~

    nice story, keep writing!~

  6. Pingback: Recommended FF Suho and Lay | DILAYS

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s